Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

2 Juni

Expand Messages
  • rm_maryo
    Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu penjuru (2Ptr 1:1-7; Mrk 12:1-12) Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan:
    Message 1 of 2 , Jun 1, 2008
    • 0 Attachment
      "Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu penjuru"
      (2Ptr 1:1-7; Mrk 12:1-12)

      "Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "Adalah
      seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia
      menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga.
      Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu
      berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia
      menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima
      sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap
      hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan
      hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka.
      Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka
      permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini
      mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan
      ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya
      yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya:
      Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata
      seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia,
      maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan
      membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang
      apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang
      dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun
      anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas
      ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi
      batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan
      ajaib di mata kita." Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus,
      karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan
      perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi
      mereka pergi dan membiarkan Dia."(Mrk 12:1-12), demikian kutipan
      Warta Gembira hari ini.

      Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-
      catatan sederhana sebagai berikut:
      • Orang yang sedang berkuasa, gila kuasa, hormat dan harta
      pada umumnya cenderung untuk menyingkirkan atau membungkam `kader-
      kader atau tokoh-tokoh' yang dinilai mengancam kedudukan dan
      kuasanya, sebagaimana pernah terjadi di negeri kita, di masa Orde
      Baru. Orang-orang baik, jujur, cerdas dan berwawasan kebangsaan
      disingkirkan dan dibungkam atau dibuang melalui berbagai cara dan
      usaha oleh penguasa. Itulah yang juga terjadi zaman Yesus: Ia tampil
      di masyarakat menjadi saingan bagi para pemimpin/tokoh bangsa
      Yahudi, dan mereka berusaha untuk menyingkirkanNya. "Batu yang
      dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal
      itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita".
      Orang benar, baik dan jujur pada masa kini memang mudah tersingkir
      dari percaturan politik atau hidup berbangsa dan bernegara, namun
      kami berharap agar siapapun yang sungguh benar, baik dan jujur untuk
      tetap berjuang meskipun harus menghadapi aneka tantangan dan
      hambatan. Ingatlah pepatah "mati satu tumbuh seribu", pengorbanan
      diri orang benar, baik dan jujur akan menjadi pupuk bagi banyak
      orang untuk tumbuh berkembang dalam kebenaran, kebaikan dan
      kejujuran. Sejarah telah membuktikan bahwa mereka yang
      disebut `nabi', pejuang kebenaran, kebaikan dan kejujuran, yang
      harus mati karena perjuangannya, telah menjadi acuan, panutan serta
      teladan banyak orang tanpa gentar dan takut terus memperjuangkan
      kebenaran, kebaikan dan kejujuran.
      • "Kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk
      menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan
      pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada
      penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan
      kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan
      saudara-saudara kasih akan semua orang"(2Pet 1:5-7), demikian
      nasihat Petrus. Jika kita mengaku beriman kiranya nasihat ini layak
      kita laksanakan atau hayati. Kita dipanggil untuk mengasihi semua
      orang, agar dapat mengasihi semua orang berturut-turut kita harus
      menambahkan pada iman kita keutamaan-keutamaan kebajikan,
      pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih.
      Pertama-tama marilah kita menghayati keutamaan kebajikan antara lain
      dimanapun dan kapanpun senantiasa berbuat baik kepada orang lain
      atau melakukan apa yang baik. Selanjutnya kita harus belajar terus
      menerus lebih-lebih dari pengalaman berbuat baik maupun dari aneka
      saran dan nasihat maupun kritik dari sesama kita, dengan demikian
      kiranya kita akan dapat menguasai diri, tekun maupun saleh.
      Hendaknya jangan menyia-nyiakan kesempatan dan kemungkinan untuk
      berbuat baik atau melakukan apa yang baik di dalam hidup kita sehari-
      hari, sekecil atau sesederhana apapun. Kita mulai dengan melakukan
      apa yang baik meskipun kecil dan sederhana; dari yang kecil dan
      sederhana pelan-pelan tumbuh berkembang menuju ke yang besar dan
      berbelit-belit. Ingatlah dan sadari bahwa yang kita butuhkan dalam
      hidup sehari-hari adalah apa-apa yang kecil dan sederhana, bukan
      yang besar, sulit dan berbelit-belit.

      "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya,
      Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru
      kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam
      kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang
      umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya
      keselamatan dari pada-Ku."(Mzm 91:14-16).

      Jakarta, 2 Juni 2008
    • rm_maryo
      Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu penjuru (2Ptr 1:1-7; Mrk 12:1-12) Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan:
      Message 2 of 2 , Jun 1, 2008
      • 0 Attachment
        "Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu penjuru"
        (2Ptr 1:1-7; Mrk 12:1-12)

        "Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "Adalah
        seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia
        menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga.
        Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu
        berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia
        menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima
        sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap
        hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan
        hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka.
        Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka
        permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini
        mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan
        ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya
        yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya:
        Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata
        seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia,
        maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan
        membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang
        apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang
        dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun
        anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas
        ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi
        batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan
        ajaib di mata kita." Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus,
        karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan
        perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi
        mereka pergi dan membiarkan Dia."(Mrk 12:1-12), demikian kutipan
        Warta Gembira hari ini.

        Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-
        catatan sederhana sebagai berikut:
        • Orang yang sedang berkuasa, gila kuasa, hormat dan harta
        pada umumnya cenderung untuk menyingkirkan atau membungkam `kader-
        kader atau tokoh-tokoh' yang dinilai mengancam kedudukan dan
        kuasanya, sebagaimana pernah terjadi di negeri kita, di masa Orde
        Baru. Orang-orang baik, jujur, cerdas dan berwawasan kebangsaan
        disingkirkan dan dibungkam atau dibuang melalui berbagai cara dan
        usaha oleh penguasa. Itulah yang juga terjadi zaman Yesus: Ia tampil
        di masyarakat menjadi saingan bagi para pemimpin/tokoh bangsa
        Yahudi, dan mereka berusaha untuk menyingkirkanNya. "Batu yang
        dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal
        itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita".
        Orang benar, baik dan jujur pada masa kini memang mudah tersingkir
        dari percaturan politik atau hidup berbangsa dan bernegara, namun
        kami berharap agar siapapun yang sungguh benar, baik dan jujur untuk
        tetap berjuang meskipun harus menghadapi aneka tantangan dan
        hambatan. Ingatlah pepatah "mati satu tumbuh seribu", pengorbanan
        diri orang benar, baik dan jujur akan menjadi pupuk bagi banyak
        orang untuk tumbuh berkembang dalam kebenaran, kebaikan dan
        kejujuran. Sejarah telah membuktikan bahwa mereka yang
        disebut `nabi', pejuang kebenaran, kebaikan dan kejujuran, yang
        harus mati karena perjuangannya, telah menjadi acuan, panutan serta
        teladan banyak orang tanpa gentar dan takut terus memperjuangkan
        kebenaran, kebaikan dan kejujuran.
        • "Kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk
        menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan
        pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada
        penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan
        kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan
        saudara-saudara kasih akan semua orang"(2Pet 1:5-7), demikian
        nasihat Petrus. Jika kita mengaku beriman kiranya nasihat ini layak
        kita laksanakan atau hayati. Kita dipanggil untuk mengasihi semua
        orang, agar dapat mengasihi semua orang berturut-turut kita harus
        menambahkan pada iman kita keutamaan-keutamaan kebajikan,
        pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih.
        Pertama-tama marilah kita menghayati keutamaan kebajikan antara lain
        dimanapun dan kapanpun senantiasa berbuat baik kepada orang lain
        atau melakukan apa yang baik. Selanjutnya kita harus belajar terus
        menerus lebih-lebih dari pengalaman berbuat baik maupun dari aneka
        saran dan nasihat maupun kritik dari sesama kita, dengan demikian
        kiranya kita akan dapat menguasai diri, tekun maupun saleh.
        Hendaknya jangan menyia-nyiakan kesempatan dan kemungkinan untuk
        berbuat baik atau melakukan apa yang baik di dalam hidup kita sehari-
        hari, sekecil atau sesederhana apapun. Kita mulai dengan melakukan
        apa yang baik meskipun kecil dan sederhana; dari yang kecil dan
        sederhana pelan-pelan tumbuh berkembang menuju ke yang besar dan
        berbelit-belit. Ingatlah dan sadari bahwa yang kita butuhkan dalam
        hidup sehari-hari adalah apa-apa yang kecil dan sederhana, bukan
        yang besar, sulit dan berbelit-belit.

        "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya,
        Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru
        kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam
        kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang
        umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya
        keselamatan dari pada-Ku."(Mzm 91:14-16).

        Jakarta, 2 Juni 2008
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.