Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [Mayapada Prana] Fw: KUKB Gencar Lobi Parlemen Negeri Tulip

Expand Messages
  • Wal Suparmo
    Salam, Apa yang diperbuat JEPANG selama 3,5 tahun menjajah Indonesia, dapat disamakan dengan Belanda yang menjajah selama 350 tahun ditinjau dari PERDERITAAN
    Message 1 of 3 , May 4 11:31 AM
      Salam,
      Apa yang diperbuat JEPANG selama 3,5 tahun menjajah Indonesia, dapat disamakan dengan Belanda yang menjajah selama 350 tahun ditinjau dari PERDERITAAN yang ditimpakan kepada bangsa Indonesia.
      Sekarang dipersoalkan pemintaan maaf dari Belanda, apakah hal itu juga pernah diminta kepada Jepang?
      Wasalam,
      Wal Suparmo

      Eduard de Grave <red_conjurer@...> wrote:
       
      Saya forwardkan tulisan Bpk. Batara Hutagalung ini ke milis Mayapada. Semoga berguna.

      "Out beyond ideas of wrongdoing and rightdoing there is a field. I'll meet you there.'"
      ~ Rumi


      Eduard de Grave is a member of : The Mayapada Prana mailing list
      Forum nge-Junkz dan OoT-nya si brewok!

      --- On Sun, 5/4/08, Batara Hutagalung <batara44rh@yahoo. com> wrote:
      From: Batara Hutagalung <batara44rh@yahoo. com>
      Subject: Re: KUKB Gencar Lobi Parlemen Negeri Tulip
      Date: Sunday, May 4, 2008, 6:54 PM

      Rakyat Merdeka, Minggu, 04 Mei 2008
      KUKB Gencar Lobi Parlemen Negeri Tulip

      Belanda Belum Akui Kemerdekaan RI 17-8-45

      ADALAH sebuah kenyataan bahwa hingga kini Belanda tetap tidak mau mengakui secara de jure kemerdekaan Republik Indonesia (RI) adalah 17 Agustus 1945, tetapi merupakan hadiah yang mereka berikan tanggal 27 Desember 1949.

      Selain itu, Belanda belum pernah minta maaf kepada bangsa Indonesia atas penjajahan, pelanggaran HAM, perbudakan dan sebagainya, dan tidak mau bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan tentara Belanda era 1945-1950, ungkap kata Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) Batara R Hutagalung yang baru saja kembali dari Belanda.

      “Inilah yang kami pandang pemerintah Belanda melecehkan bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Ini masalah mendasar yang seharusnya diperjuangakan seluruh bangsa Indonesia, terutama oleh para pemimpinnya,” kata Batara sesaat sebelum bertolak kembali ke tanah air dalam bincang-bincangnya dengan koresponden Rakyat Merdeka di Belanda Supardi A. Adiwidjaya, pekan lalu.

      Selama di Negeri Kincir Angin, Batara bertemu Krista van Velzen, anggota parlemen Belanda dari fraksi Partai Sosialis; Prof. Dr. Peter Romijn dan Dr. Remco Raben dari NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie-Institut Belanda untuk Dokumentasi Perang).


      Yang tak kalah pentingnya adalah pertemuan Batara dengan beberapa orang di Belanda yang bersimpati terhadap upaya yang dilakukan KUKB. Misalnya, sejarawan Dr. Herman de Tollenaere dan Dr. Stef Scagliola, penulis buku Last van de Oorloog (Beban dari Perang).

      Selanjutnya baca di:
       
      Petisi-online menuntut Pemerintah Belanda:


      Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

    • Charlie Tjhin
      Apakah kita sudah BENAR-BENAR Merdeka dan Berdaulat? ... From: Wal Suparmo To: mayapadaprana@yahoogroups.com Sent: Monday, May 5,
      Message 2 of 3 , May 5 9:35 PM
        Apakah kita sudah "BENAR-BENAR" Merdeka dan Berdaulat?


        ----- Original Message ----
        From: Wal Suparmo <wal.suparmo@...>
        To: mayapadaprana@yahoogroups.com
        Sent: Monday, May 5, 2008 3:31:48 AM
        Subject: Re: [Mayapada Prana] Fw: KUKB Gencar Lobi Parlemen Negeri Tulip

        Salam,
        Apa yang diperbuat JEPANG selama 3,5 tahun menjajah Indonesia, dapat disamakan dengan Belanda yang menjajah selama 350 tahun ditinjau dari PERDERITAAN yang ditimpakan kepada bangsa Indonesia.
        Sekarang dipersoalkan pemintaan maaf dari Belanda, apakah hal itu juga pernah diminta kepada Jepang?
        Wasalam,
        Wal Suparmo

        Eduard de Grave <red_conjurer@ yahoo.com> wrote:
         
        Saya forwardkan tulisan Bpk. Batara Hutagalung ini ke milis Mayapada. Semoga berguna.

        "Out beyond ideas of wrongdoing and rightdoing there is a field. I'll meet you there.'"
        ~ Rumi


        Eduard de Grave is a member of : The Mayapada Prana mailing list
        Forum nge-Junkz dan OoT-nya si brewok!

        --- On Sun, 5/4/08, Batara Hutagalung <batara44rh@yahoo. com> wrote:
        From: Batara Hutagalung <batara44rh@yahoo. com>
        Subject: Re: KUKB Gencar Lobi Parlemen Negeri Tulip
        Date: Sunday, May 4, 2008, 6:54 PM

        Rakyat Merdeka, Minggu, 04 Mei 2008
        KUKB Gencar Lobi Parlemen Negeri Tulip

        Belanda Belum Akui Kemerdekaan RI 17-8-45

        ADALAH sebuah kenyataan bahwa hingga kini Belanda tetap tidak mau mengakui secara de jure kemerdekaan Republik Indonesia (RI) adalah 17 Agustus 1945, tetapi merupakan hadiah yang mereka berikan tanggal 27 Desember 1949.

        Selain itu, Belanda belum pernah minta maaf kepada bangsa Indonesia atas penjajahan, pelanggaran HAM, perbudakan dan sebagainya, dan tidak mau bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan tentara Belanda era 1945-1950, ungkap kata Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) Batara R Hutagalung yang baru saja kembali dari Belanda.

        “Inilah yang kami pandang pemerintah Belanda melecehkan bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Ini masalah mendasar yang seharusnya diperjuangakan seluruh bangsa Indonesia, terutama oleh para pemimpinnya,” kata Batara sesaat sebelum bertolak kembali ke tanah air dalam bincang-bincangnya dengan koresponden Rakyat Merdeka di Belanda Supardi A. Adiwidjaya, pekan lalu.

        Selama di Negeri Kincir Angin, Batara bertemu Krista van Velzen, anggota parlemen Belanda dari fraksi Partai Sosialis; Prof. Dr. Peter Romijn dan Dr. Remco Raben dari NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie-Institut Belanda untuk Dokumentasi Perang).


        Yang tak kalah pentingnya adalah pertemuan Batara dengan beberapa orang di Belanda yang bersimpati terhadap upaya yang dilakukan KUKB. Misalnya, sejarawan Dr. Herman de Tollenaere dan Dr. Stef Scagliola, penulis buku Last van de Oorloog (Beban dari Perang).

        Selanjutnya baca di:
         
        Petisi-online menuntut Pemerintah Belanda:


        Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

        Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com



        Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.