Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [Mayapada Prana] Mengapa Harus Marah!!

Expand Messages
  • Gani Kurnia
    Salam, Kita marah karena keinginan kita tidak terpuaskan. Orang yg sering marah, adalah orang yg berfikir segala sesuatu harus sesuai keinginannya. Padahal
    Message 1 of 3 , Mar 31, 2008
    • 0 Attachment
      Salam,

      Kita marah karena keinginan kita tidak terpuaskan. Orang yg sering marah, adalah orang yg berfikir segala sesuatu harus sesuai keinginannya. Padahal kenyataanya, tidak semua yang kita inginkan, kita dapatkan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan pemuasan kebutuhan, di Islam disebut dengan NAFSU.

      Nafsu tidak dapat ditahan, tidak dapat dihilangkan, tapi Nafsu hanya bisa dikendalikan. Jika manusia hilang nafsunya, maka Ia akan mati, seperti orang yang tidak memiliki nafsu makan, lama2 lemes kemudian meninggal. Nafsu diibaratkan kendaraan, seharusnya kitalah yang mengendalikan kendaraan, bukan kendaraan yang mengendalikan kita.

      Untuk menyeimbangkan amarah, dibutuhkan 3 Happy messengger, yaitu hormon di kepala yang memproduksi zat kimia Serotonin, Noradrenalin and Dopamine.  Untuk mengeluarkan 3 zat ini, salah satu caranya adalah dengan mengalirkan darah ke kepala secara periodik. That'ts Right, hormon ini dapat keluar saat kita bersujud. Umat Islam diwajibkan melakukan ini 17 kali dalam sehari dalam Ibadah Sholat Wajib.

      Yang paling penting dari 3 hormon ini adalah dapat mencegah manusia untuk berbuat brutal, pemikiran dan perbuatan.

      Semoga Bermanfaat

      rgrds,

      Gani K

      2008/4/1 Erwin Arianto <erwinarianto@...>:

      Mengapa Harus Marah!!


      Mengapa Harus Marah!!

      Siapapun kita, bisa belajar untuk menjadi orang yang kuat dengan mencoba untuk bisa menahan amarah setiap kali ada perasaan yang membuat kita jengkel atau kecewa. Menang, amarah itu manusiawi, kerap kita mengalaminya. Hanya saja, kita perlu mengelola dan mengendalikan amarah kita agar tidak terlalu keluar. Mengapa..? karena dengan ?hobi? marahnya kita, justru akan membuat citra yang buruk tentang diri kita. Mana ada pemarah menjadi idola, atau sosok yang menyenangkan. Dimana-mana seorang pemarah itu dibenci oleh orang-orang disekitarnya. Bahkan kerap dicap sebagai biangkerok dan pengacau.


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.