Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [Mayapada Prana] Kenapa Kita Benci Malaysia

Expand Messages
  • Karma, I Nengah [Kalki Awatara]
    Itulah orang indonesia selalu bertepuk sebelah tangan. Semestinya kita urus diri sendiri dulu, baru ngurusin orang lain. Wong kita makan saja susah mau jihad
    Message 1 of 7 , Sep 3, 2007
    • 0 Attachment
      Itulah orang indonesia selalu bertepuk sebelah tangan. Semestinya kita urus diri sendiri dulu, baru ngurusin orang lain. Wong kita makan saja susah mau jihad membela teman. Lain halnya jika kita di kasi makan setelah kenyang baru berjihad. Apa bisa kita berperang dalam keadaan perut kosong. Paling 2 teriak 2 saja, begitu di gertak langsung ekornya dimasukkan keselangkangan kaki.


      From: mayapadaprana@yahoogroups.com [mailto:mayapadaprana@yahoogroups.com] On Behalf Of to pan
      Sent: Monday, September 03, 2007 6:17 PM
      To: mayapadaprana@yahoogroups.com
      Subject: Re: [Mayapada Prana] Kenapa Kita Benci Malaysia

      Indonesia selalu di remehkan oleh negara tetangga seperti malaysia  bahkan singapura yang kecilnya seupil. aku rasa karena rakyat indonesia terlalu sibuk gontok gontokan dengan saudaranya sendiri dan anehnya lagi malah gaya gaya'an pakek istilah jihad membela negara orang lain katanya seimanlah' kenyataannya yang mereka bela malah memperlakukan TKI kita dengan siksa'an bogem pipi kiri pipi kanan sakit dech 'capek dech

      Erwin Arianto <erwinarianto@ gmail.com> wrote:

      Malaysia lagi kehilangan muka gara-gara badmintonnya
      nggak lagi berbulu dan bolasepaknya hancur lebur di
      Piala Asia kemarin. Seperti kita tahu, lewat dua
      sektor itu Malaysia merasa pernah menandingi
      Indonesia yang nyaris mengganyangnya. Mereka juga
      merasa naik gengsi dengan memiliki Mahathir yang
      berjuluk "Soekarno kecil".
      Jadi, buat apa membenci orang yang punya kekurangan?
      Soal musik sampah, itu lantaran mereka lagi gedeg.
      Susah-payah bikin lagu-lagu yang mereka klaim sebagai
      genre "Malaysian Rock", eeh...
      ternyata bikin begituan cuma hal sepele saja buat si
      Sheila Ungu on Kangen Seven. Pasalnya, rock malesya
      itu melulu "Isabela adalah..."
      yang merinto-rinto penuh harahap. Sedangkan Indonesia
      yang punya sejibun rocker aliran apapun, nggak perlu mendongkrak
      dirinya untuk kelihatan eksklusif. Malah, dengan rendah hati kita
      mengakui rocker juga manusia.
      Jadi, buat apa membenci orang yang kurang perhatian?
      Malaysia samasekali bukan tandingan Indonesia. Jangan
      kotori jari kita untuk nyentil orang yang banyak kekurangannya.
      Tapi tetap, kita harus waspada terhadap penyusupan pemikiran
      fundamentalis (sejak pertengahan 1980an kalau nggak salah) serta
      ekspor
      teroris macam Azahari & M.Top yang sengaja menghancurkan nama
      Indonesia dan - langsung atau tidak - merampas kue pariwisata kita.
      Jadi, ndak ada gunanya membenci orang yang cemburuan.
      Semakin kita membenci Malaysia (dan Singapur) &
      semakin keruh situasi kawasan, semakin senanglah si
      ceriwis Inggris. Apalagi kalau sampai timbul
      konflik, semakin leluasalah pasukan sekutu
      mengangkangi Selat Malaka
      dengan helm PBB - seperti di Timtim itu.
      Inggris, bangsa yang gampang marah dan pendendam itu,
      bagaimanapun pandai mempermainkan wajah & lidah demi
      peran aristokratnya. Dia lebih suka menyuruh orang
      lain menjalankan misinya. Tapi kalau sudah
      kelewat ngebet, maka perangai aslinya yang lebih
      rendah dari bonek dan lebih sadis dari residivis pun
      muncul. Lihat, apa kurang jauhnya Malvinas dari
      London? Toh direbut juga sekalipun dengan
      menenggelamkan anak-anak mudanya di lautan beku.
      Kita, Indonesia, boleh marah terhadap proyek Inggris
      bernama "Malaysia" itu, tapi tidak kepada pribumi di
      sana. Saudara-saudara di Semenanjung itu justru perlu
      dibantu untuk bebas menjadi dirinya
      sendiri. Kita boleh tersinggung akan perlakuan
      adik-adik kecil itu.
      Tapi membenci? Kok jadi mirip Tessy Srimulat; mantan
      KKO yang lebih seneng nyubit ketimbang tetap gagah.
      Sebagai yang lebih tua kita wajib membimbing Malaysia
      ke jl. yang benar. Lihat, mereka kan masih nggak ngerti cara
      bertetangga, salah memahami rock, serta keliru pula memaknai lagu
      santai
      sebagai anthem kerajaan...: )
      Nggaklah. Indonesia masih lebih gagah dan punya harga
      diri dibanding "Malaysia". Masalahnya tinggal bagaimana kita
      menggali, menemukan, dan membangunkan lagi jatidiri Indonesia.
      Kerja ini bisa tambah ruwet kalau melihat pidato SBY
      yang terkesan jadi jubirnya Malaysia: "Kalau (polisi
      itu) terbukti bersalah, akan ditindak".
      Akhirul kalam, mari kita benahi saja dulu dari titik
      ini; para pemingpin itulah yang - sadar atau tidak,
      sengaja atau tidak - membuat bangsa ini serba menciut
      dan ketinggalan di mana-mana.
      Tangani setiap perselisihan dengan Malaysia atau
      siapapun secara logis dan dewasa. Juga dengan
      pemerintah sendiri
      From: "Satrio Arismunandar"


      --
      Best Regard
      Erwin Arianto,SE
      ¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
      Internal Auditor  
      PT.Sanyo Indonesia
      Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
      ------------ --------- --------- --------- -----
      See my Article On http://erwinarianto .blogspot. com/


      Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.

    • si Brewok [0_-]
      ++ yang harus kita benci adalah perbuatan yang tidak menyenangkan dari 4 pulisi Diraja tsb, bukan seluruh rakyat negeri jiran itu yang kita benci. Kalau dalam
      Message 2 of 7 , Sep 3, 2007
      • 0 Attachment
        ++ yang harus kita benci adalah perbuatan yang tidak menyenangkan
        dari 4 pulisi Diraja tsb, bukan seluruh rakyat negeri jiran itu yang
        kita benci. Kalau dalam kacamata saya sih, sdr. Donald (wasit
        Karate) telah membayar karma dia (entah di masa lalu/sekarang).
        Keempat pulisi itu hanya eksekutor saja. Jadi orang2 spiritual tidak
        perlu menghujat Malaysia ^_^

        --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, "Karma, I Nengah [Kalki
        Awatara]" <inengahk@...> wrote:
        >
        > Itulah orang indonesia selalu bertepuk sebelah tangan. Semestinya
        kita urus diri sendiri dulu, baru ngurusin orang lain. Wong kita
        makan saja susah mau jihad membela teman. Lain halnya jika kita di
        kasi makan setelah kenyang baru berjihad. Apa bisa kita berperang
        dalam keadaan perut kosong. Paling 2 teriak 2 saja, begitu di gertak
        langsung ekornya dimasukkan keselangkangan kaki.
        >
        > ________________________________
        >
        > From: mayapadaprana@yahoogroups.com
        [mailto:mayapadaprana@yahoogroups.com] On Behalf Of to pan
        > Sent: Monday, September 03, 2007 6:17 PM
        > To: mayapadaprana@yahoogroups.com
        > Subject: Re: [Mayapada Prana] Kenapa Kita Benci Malaysia
        >
        >
        >
        > Indonesia selalu di remehkan oleh negara tetangga seperti
        malaysia bahkan singapura yang kecilnya seupil. aku rasa karena
        rakyat indonesia terlalu sibuk gontok gontokan dengan saudaranya
        sendiri dan anehnya lagi malah gaya gaya'an pakek istilah jihad
        membela negara orang lain katanya seimanlah' kenyataannya yang
        mereka bela malah memperlakukan TKI kita dengan siksa'an bogem pipi
        kiri pipi kanan sakit dech 'capek dech
        <http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/34.gif>
        >
        >
      • jayagiri9
        He..he..he.. Kamsudnya klo orang lapar, orang susah, orang miskin, ga usah bela temen gitu ya ? Takutnya nanti klo udah kenyang , malah tidur :-) Mungkin
        Message 3 of 7 , Sep 3, 2007
        • 0 Attachment
          He..he..he..

          Kamsudnya klo orang lapar, orang susah, orang miskin, ga usah bela temen gitu ya ?  Takutnya nanti klo udah kenyang , malah tidur :-)

          Mungkin karena bli  nengah org bali, ga tau klo di jawa itu ada yg namanya "Mangan ora mangan ngumpul". Artinya, kebersamaan itu bisa menghilangkan rasa lapar.

          Sebaiknya memang jangan orang laparnya, orang susahnya, orang miskinnya yg diingatkan. Yang diingatkan itu ya yg mendzolimi.

          Suksma 

          "Karma, I Nengah [Kalki Awatara]" <inengahk@...> wrote:
          Itulah orang indonesia selalu bertepuk sebelah tangan. Semestinya kita urus diri sendiri dulu, baru ngurusin orang lain. Wong kita makan saja susah mau jihad membela teman. Lain halnya jika kita di kasi makan setelah kenyang baru berjihad. Apa bisa kita berperang dalam keadaan perut kosong. Paling 2 teriak 2 saja, begitu di gertak langsung ekornya dimasukkan keselangkangan kaki.


          From: mayapadaprana@ yahoogroups. com [mailto:mayapadapra na@yahoogroups. com] On Behalf Of to pan
          Sent: Monday, September 03, 2007 6:17 PM
          To: mayapadaprana@ yahoogroups. com
          Subject: Re: [Mayapada Prana] Kenapa Kita Benci Malaysia

          Indonesia selalu di remehkan oleh negara tetangga seperti malaysia  bahkan singapura yang kecilnya seupil. aku rasa karena rakyat indonesia terlalu sibuk gontok gontokan dengan saudaranya sendiri dan anehnya lagi malah gaya gaya'an pakek istilah jihad membela negara orang lain katanya seimanlah' kenyataannya yang mereka bela malah memperlakukan TKI kita dengan siksa'an bogem pipi kiri pipi kanan sakit dech 'capek dech

          Erwin Arianto <erwinarianto@ gmail.com> wrote:
          Malaysia lagi kehilangan muka gara-gara badmintonnya
          nggak lagi berbulu dan bolasepaknya hancur lebur di
          Piala Asia kemarin. Seperti kita tahu, lewat dua
          sektor itu Malaysia merasa pernah menandingi
          Indonesia yang nyaris mengganyangnya. Mereka juga
          merasa naik gengsi dengan memiliki Mahathir yang
          berjuluk "Soekarno kecil".
          Jadi, buat apa membenci orang yang punya kekurangan?
          Soal musik sampah, itu lantaran mereka lagi gedeg.
          Susah-payah bikin lagu-lagu yang mereka klaim sebagai
          genre "Malaysian Rock", eeh...
          ternyata bikin begituan cuma hal sepele saja buat si
          Sheila Ungu on Kangen Seven. Pasalnya, rock malesya
          itu melulu "Isabela adalah..."
          yang merinto-rinto penuh harahap. Sedangkan Indonesia
          yang punya sejibun rocker aliran apapun, nggak perlu mendongkrak
          dirinya untuk kelihatan eksklusif. Malah, dengan rendah hati kita
          mengakui rocker juga manusia.
          Jadi, buat apa membenci orang yang kurang perhatian?
          Malaysia samasekali bukan tandingan Indonesia. Jangan
          kotori jari kita untuk nyentil orang yang banyak kekurangannya.
          Tapi tetap, kita harus waspada terhadap penyusupan pemikiran
          fundamentalis (sejak pertengahan 1980an kalau nggak salah) serta
          ekspor
          teroris macam Azahari & M.Top yang sengaja menghancurkan nama
          Indonesia dan - langsung atau tidak - merampas kue pariwisata kita.
          Jadi, ndak ada gunanya membenci orang yang cemburuan.
          Semakin kita membenci Malaysia (dan Singapur) &
          semakin keruh situasi kawasan, semakin senanglah si
          ceriwis Inggris. Apalagi kalau sampai timbul
          konflik, semakin leluasalah pasukan sekutu
          mengangkangi Selat Malaka
          dengan helm PBB - seperti di Timtim itu.
          Inggris, bangsa yang gampang marah dan pendendam itu,
          bagaimanapun pandai mempermainkan wajah & lidah demi
          peran aristokratnya. Dia lebih suka menyuruh orang
          lain menjalankan misinya. Tapi kalau sudah
          kelewat ngebet, maka perangai aslinya yang lebih
          rendah dari bonek dan lebih sadis dari residivis pun
          muncul. Lihat, apa kurang jauhnya Malvinas dari
          London? Toh direbut juga sekalipun dengan
          menenggelamkan anak-anak mudanya di lautan beku.
          Kita, Indonesia, boleh marah terhadap proyek Inggris
          bernama "Malaysia" itu, tapi tidak kepada pribumi di
          sana. Saudara-saudara di Semenanjung itu justru perlu
          dibantu untuk bebas menjadi dirinya
          sendiri. Kita boleh tersinggung akan perlakuan
          adik-adik kecil itu.
          Tapi membenci? Kok jadi mirip Tessy Srimulat; mantan
          KKO yang lebih seneng nyubit ketimbang tetap gagah.
          Sebagai yang lebih tua kita wajib membimbing Malaysia
          ke jl. yang benar. Lihat, mereka kan masih nggak ngerti cara
          bertetangga, salah memahami rock, serta keliru pula memaknai lagu
          santai
          sebagai anthem kerajaan...: )
          Nggaklah. Indonesia masih lebih gagah dan punya harga
          diri dibanding "Malaysia". Masalahnya tinggal bagaimana kita
          menggali, menemukan, dan membangunkan lagi jatidiri Indonesia.
          Kerja ini bisa tambah ruwet kalau melihat pidato SBY
          yang terkesan jadi jubirnya Malaysia: "Kalau (polisi
          itu) terbukti bersalah, akan ditindak".
          Akhirul kalam, mari kita benahi saja dulu dari titik
          ini; para pemingpin itulah yang - sadar atau tidak,
          sengaja atau tidak - membuat bangsa ini serba menciut
          dan ketinggalan di mana-mana.
          Tangani setiap perselisihan dengan Malaysia atau
          siapapun secara logis dan dewasa. Juga dengan
          pemerintah sendiri
          From: "Satrio Arismunandar"


          --
          Best Regard
          Erwin Arianto,SE
          ¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
          Internal Auditor  
          PT.Sanyo Indonesia
          Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
          ------------ --------- --------- --------- -----
          See my Article On http://erwinarianto .blogspot. com/


          Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.


          Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.

        • Sony 081315555323
          Udah deh, Klo masih ngakuin Isa sebagai nabi inget, apalagi yg ngakuin dia Tuhan, inget saja nasehatnya: “Bila pipi kirimu ditampar berikalah pipi
          Message 4 of 7 , Sep 5, 2007
          • 0 Attachment

            Udah deh,

             

            Klo masih ngakuin Isa sebagai nabi inget, apalagi yg ngakuin dia Tuhan, inget saja nasehatnya: “Bila pipi kirimu ditampar berikalah pipi kananmu”; then, gak perlu ada dendam lagi, damai, peace…….  Gak bakalan ada damai selama masih ada balas dendam. Titik.

             

            SONY H WALUYO

             

            * You are what you think about. Beware of your mind. 

            -----Original Message-----
            From:
            mayapadaprana@yahoogroups.com [mailto:mayapadaprana@yahoogroups.com] On Behalf Of Karma, I Nengah [Kalki Awatara]
            Sent:
            Tuesday, September 04, 2007 6:25 AM
            To:
            mayapadaprana@yahoogroups.com
            Subject: RE: [Mayapada Prana] Kenapa Kita Benci
            Malaysia

             

            Itulah orang indonesia selalu bertepuk sebelah tangan. Semestinya kita urus diri sendiri dulu, baru ngurusin orang lain. Wong kita makan saja susah mau jihad membela teman. Lain halnya jika kita di kasi makan setelah kenyang baru berjihad. Apa bisa kita berperang dalam keadaan perut kosong. Paling 2 teriak 2 saja, begitu di gertak langsung ekornya dimasukkan keselangkangan kaki.

             


            From: mayapadaprana@yahoogroups.com [mailto:mayapadaprana@yahoogroups.com] On Behalf Of to pan
            Sent: Monday, September 03, 2007 6:17 PM
            To: mayapadaprana@yahoogroups.com
            Subject: Re: [Mayapada Prana] Kenapa Kita Benci Malaysia

            Indonesia selalu di remehkan oleh negara tetangga seperti malaysia  bahkan singapura yang kecilnya seupil. aku rasa karena rakyat indonesia terlalu sibuk gontok gontokan dengan saudaranya sendiri dan anehnya lagi malah gaya gaya'an pakek istilah jihad membela negara orang lain katanya seimanlah' kenyataannya yang mereka bela malah memperlakukan TKI kita dengan siksa'an bogem pipi kiri pipi kanan sakit dech 'capek dech

            Erwin Arianto <erwinarianto@ gmail.com> wrote:

            Malaysia lagi kehilangan muka gara-gara badmintonnya
            nggak lagi berbulu dan bolasepaknya hancur lebur di
            Piala Asia kemarin. Seperti kita tahu, lewat dua
            sektor itu Malaysia merasa pernah menandingi
            Indonesia yang nyaris mengganyangnya. Mereka juga
            merasa naik gengsi dengan memiliki Mahathir yang
            berjuluk "Soekarno kecil".

            Jadi, buat apa membenci orang yang punya kekurangan?

            Soal musik sampah, itu lantaran mereka lagi gedeg.
            Susah-payah bikin lagu-lagu yang mereka klaim sebagai
            genre "Malaysian Rock", eeh...
            ternyata bikin begituan cuma hal sepele saja buat si
            Sheila Ungu on Kangen Seven. Pasalnya, rock malesya
            itu melulu "Isabela adalah..."
            yang merinto-rinto penuh harahap. Sedangkan Indonesia
            yang punya sejibun rocker aliran apapun, nggak perlu mendongkrak
            dirinya untuk kelihatan eksklusif. Malah, dengan rendah hati kita
            mengakui rocker juga manusia.

            Jadi, buat apa membenci orang yang kurang perhatian?

            Malaysia samasekali bukan tandingan Indonesia. Jangan
            kotori jari kita untuk nyentil orang yang banyak kekurangannya.
            Tapi tetap, kita harus waspada terhadap penyusupan pemikiran
            fundamentalis (sejak pertengahan 1980an kalau nggak salah) serta
            ekspor
            teroris macam Azahari & M.Top yang sengaja menghancurkan nama
            Indonesia dan - langsung atau tidak - merampas kue pariwisata kita.

            Jadi, ndak ada gunanya membenci orang yang cemburuan.
            Semakin kita membenci Malaysia (dan Singapur) &
            semakin keruh situasi kawasan, semakin senanglah si
            ceriwis Inggris. Apalagi kalau sampai timbul
            konflik, semakin leluasalah pasukan sekutu
            mengangkangi Selat Malaka
            dengan helm PBB - seperti di Timtim itu.

            Inggris, bangsa yang gampang marah dan pendendam itu,
            bagaimanapun pandai mempermainkan wajah & lidah demi
            peran aristokratnya. Dia lebih suka menyuruh orang
            lain menjalankan misinya. Tapi kalau sudah
            kelewat ngebet, maka perangai aslinya yang lebih
            rendah dari bonek dan lebih sadis dari residivis pun
            muncul. Lihat, apa kurang jauhnya Malvinas dari
            London? Toh direbut juga sekalipun dengan
            menenggelamkan anak-anak mudanya di lautan beku.

            Kita, Indonesia, boleh marah terhadap proyek Inggris
            bernama "Malaysia" itu, tapi tidak kepada pribumi di
            sana. Saudara-saudara di Semenanjung itu justru perlu
            dibantu untuk bebas menjadi dirinya
            sendiri. Kita boleh tersinggung akan perlakuan
            adik-adik kecil itu.
            Tapi membenci? Kok jadi mirip Tessy Srimulat; mantan
            KKO yang lebih seneng nyubit ketimbang tetap gagah.

            Sebagai yang lebih tua kita wajib membimbing Malaysia
            ke jl. yang benar. Lihat, mereka kan masih nggak ngerti cara
            bertetangga, salah memahami rock, serta keliru pula memaknai lagu
            santai
            sebagai anthem kerajaan...: )

            Nggaklah. Indonesia masih lebih gagah dan punya harga
            diri dibanding "Malaysia". Masalahnya tinggal bagaimana kita
            menggali, menemukan, dan membangunkan lagi jatidiri Indonesia.

            Kerja ini bisa tambah ruwet kalau melihat pidato SBY
            yang terkesan jadi jubirnya Malaysia: "Kalau (polisi
            itu) terbukti bersalah, akan ditindak".

            Akhirul kalam, mari kita benahi saja dulu dari titik
            ini; para pemingpin itulah yang - sadar atau tidak,
            sengaja atau tidak - membuat bangsa ini serba menciut
            dan ketinggalan di mana-mana.
            Tangani setiap perselisihan dengan Malaysia atau
            siapapun secara logis dan dewasa. Juga dengan
            pemerintah sendiri

            From: "Satrio Arismunandar"



            --
            Best Regard
            Erwin Arianto,SE
            ¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È
            Internal Auditor  
            PT.Sanyo Indonesia
            Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
            ------------ --------- --------- --------- -----
            See my Article On http://erwinarianto .blogspot. com/

             


            Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.

          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.