Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

16222Re: Tong Kosong di Penghujung Ramadhan

Expand Messages
  • fhmochtar
    Oct 1, 2008
      what ever your "congor" says lah......

      well boys, it your freedom to choose what country you want to be.
      your chit chat, "curhat" & anything is just to conform you that
      you're a childish person

      - ketika aku melihat seorang budha, kulihat Sang Budha dalam hatinya
      - ketika aku bercengkrama dengan seorang kristen, kulihat kasih Yesus
      dalam hidupnya
      - ketika kulihat seorang muslim, Nur Muhammad memancar dari
      perbuatannya
      - ketika aku berbicara dengan seorang Hindu, Hyang Widhi sedang
      tersenyum mesra & penuh kasih kepadaku

      namaste
      namo buddhaya
      shalom
      wassalam
      may god blessed us

      --- In mayapadaprana@yahoogroups.com, leonardo rimba
      <leonardo_rimba@...> wrote:
      >
      >
      >
      > Friends,
      >  
      > Akhirnya saya SADAR bahwa di penghujung bulan suci Ramadhan itu
      ternyata tidak ada apa2, melainkan cuma suara tong2 kosong yg dipukul
      bertalu-talu sambil jejeritan allahuakbar. Sebenarnya saya SUDAH tahu
      hal itu dari dahulu, dan makin lama makin tahu dengan jelas, terutama
      selama beberapa tahun terakhir ini... -- Tetapi, baru malam tadilah
      saya benar2 menyadari bahwa there's is NOTHING more to that, selain
      suara tong2 kosong yg dipukul bertalu-talu dengan histeris. Saya
      juga HERAN ternyata Allah itu diam saja, sama sekali tidak menyahut
      walaupun dimana-mana semua orang berteriak-teriak allahuakbar.
      >  
      > Teriakan allahuakbar itu BUKAN berasal dari Mata Ketiga, however,
      melainkan dari naluri atau, paling tinggi berasal dari Cakra Solar
      Plexus. Kalau diteruskan juga, memang akhirnya bisa KESAMBET, tetapi
      bukan kesambet roh tingkat tinggi, melainkan roh tingkat rendah, yg
      BISA membuat orangnya nekat untuk semakin memanggil-manggil Allah
      dengan suara lebih keras lagi. Semakin lama semakin keras walaupun so
      pasti Allah TIDAK akan muncul sampai kapanpun. Akhirnya manusianya
      akan capek sendiri dan stop. Sudah, cuma itu saja.
      >  
      > Pertanyaannya sekarang: Apakah kita MASIH sebegitu primitifnya
      seperti saudara2 kita sebangsa dan setanah air yg selalu SETIA
      memukul-mukul tong2 kosong di penghujung Ramadhan itu ?Terus terang
      saya sendiri MALU kalau berhadapan dengan orang2 yg berasal dari luar
      Indonesia yg terheran-heran melihat begitu banyak JIN pada mukulin
      tong kosong sambil teriak2 allahuakbar di penghujung Ramadhan.  Malu
      lah ! Siapa yg tidak malu ?
      >  
      > Kelakuan2 yg PRIMITIF seperti itu ternyata masih dilakukan sampai
      sekarang, walaupun, sudah berkurang banyak. Ternyata orang2 lain juga
      banyak yang SUDAH sadar bahwa dari dahulu sampai sekarang Allah itu
      akan DIAM SAJA walaupun diteriakin akbar2 dengan suara sekeras-
      kerasnya dari corong masjid. Mungkin ada mesjid yg memenangkan KONTES
      suara paling keras, tetapi pialanya jelas BUKAN dari Allah. Mungkin
      dari MUI atau lembaga2 keagamaan yg ingin MENCARI MUKA di depan Allah
      walaupun, setahu saya, Allah sendiri sudah BUANG MUKA terhadap
      kelakuan2 primitif seperti itu.
      >  
      > Allah yg ada di saya dan banyak teman2 lainnya sudah membuang muka
      melihat segala kebiasaan yg sudah tidak pada tempatnya. Kita sudah di
      abad ke-21 M, abad Post Modern, dan terus terang banyak dari kita
      sudah merasa MALU melihat sebagian orang jejeritan allahuakbar dengan
      suara histeris. Tapi kita juga merasa MALU untuk bilang ELING
      ELING... -- So, tanpa malu2 sekarang saya bilang bahwa sudah
      sepantasnya kita meninggalkan adat kebiasaan masa lalu itu. Dari
      jaman Belanda masih bercokol di Indonesia, kelakuan mukulin tong
      kosong sambil teriak2 allahuakbar itu SUDAH dilakukan. Masa masih mau
      dilakukan terus ?
      >  
      > Kalau Allah itu benar2 suka diteriakin akbar2 pakai tong2 kosong yg
      dijadikan bedug itu, pastilah Allah akan turun dan bilang MAO APE
      LUH ! (logat Jakarta). Tetapi, .... bahkan dengan logat Jakarta atau
      bahasa Arab sekalipun, Allah itu TIDAK pernah muncul di penghujung
      Ramadhan.
      >  
      > So, akhirnya semuanya akan menjadi seperti SINETRON belaka, en the
      judul is "Tong Kosong di Penghujung Ramadhan". Nggak ada sambungannya
      because akan berulang seperti itu lagi di tahun hijriah di muka,
      walaupun mungkin intensitasnya akan sedikit berkurang. Sedikit demi
      sedikit berkurang, insyaallah insyaallah...
      >  
      > Selamat merayakan Idul Fitri bagi anda yg berpuasa maupun tidak
      berpuasa di bulan Ramadhan. Allah yang ASLI itu akan SELALU
      mengampuni segala dosa anda yg anda perbuat dengan sengaja maupun
      tidak sengaja. Walaupun anda itu TIDAK berpuasa, segala dosa2 anda
      diampuni. Dan diampuni TANPA anda perlu membayar zakat fitrah ataupun
      ikut sholat ied berjemaah... -- Happy Idul Fitri to all, baik anda
      beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu,... maupun
      Kejawen, Agnostic, dan Atheist. Allah yg ASLI mencintai anda semua,
      from the beginning till the end, from everlasting to everlasting.
      >  
      > Leo
      > Group Webpage http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia.
      >
      >
      > New Email addresses available on Yahoo!
      > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and
      @rocketmail.
      > Hurry before someone else does!
      > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
      >
    • Show all 4 messages in this topic