Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

15722Antara Nyata dan Imajinasi

Expand Messages
  • Ruli Amirullah
    Sep 1, 2008
    • 0 Attachment

      Antara Nyata dan Imajinasi

       

      Written by : Ruli Amirullah

       

      Assalamualaikum Wr Wb

       

      Bagian yang Nyata

      Malam pertama taraweh! Ramai sekali. Dan seperti biasa, masjid-masjid pada saat itu bahkan lebih padat daripada ketika Jumatan. Mungkin hanya bisa disamai ketika sholat Idul Fitri. Dan saya, karena datang agak telat, yaitu sesaat setelah adzan Isya berkumandang, maka terpaksa mendapat tempat diluar dengan  beratap langit. Untung cuaca mendukung pada saat itu, sehingga tidak ada satu tetes airpun yang jatuh dari langit.

      Suasana sangat ramai, penuh dengan orang dari berbagai kalangan. Dari yang orang tua sampai anak kecil, dari yang kartu namanya tertulis direktur utama sampai yang membereskan rumah para direktur tersebut, dari yang naik mobil mahal sampai yang menggunakan kedua belah kakinya untuk menuju masjid. Tidak heran kalau saat itu banyak suara yang terdengar. Masing-masing sibuk saling menyapa satu sama lain. Sampai akhirnya qomatpun terdengar dari speaker yang terpasang disetiap sudut. Dan kami mulai bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Isya..

       

      Suasana mendadak hening saat imam bertakbir..

       

      Tapi keheningan itu tidak lama, karena kemudian terdengar cekikikan anak-anak. Terasa mengganggu, karena mereka bercakap-cakap. Bukan sekedar anak kecil yang nangis atau teriak. Tapi sepertinya sekumpulan abg yang bercanda sambil tertawa. Mungkin sebenarnya tidak terlalu keras, tapi karena yang lain hening, maka suara-suara tersebut menjadi jelas terdengar.,

       

      Sampai akhirnya di penghujung sholat taraweh, suara itu masih terus terdengar. Tampak beberapa orang dewasa tampak kesal. Karena berkali-kali menoleh kebelakang sambil menggerutu.

       

      Saya juga termasuk yang agak terganggu, karena sempat melintas di pikiran..

      Sudah pada besar kok masih belum mengerti tentang sholat sih?

      Kenapa jauh-jauh ke masjid kalau ternyata malah pada ngobrol dengan teman-temannya?

      Tidak sadarkah bahwa mereka sedang menghadap pada yang Maha Kuasa?

      Dan mungkin tidak hanya saya, beberapa orang bisa jadi juga berpikir seperti itu…

       

      ( Bagian ini adalah fakta yang terlihat.

      Apakah anda pernah melihat dan memikirkan hal yang sama? )

       

      ***

       

      Bagian yang Imajinasi

      Ini adalah malam Ramadhan yang pertama. Para malaikat turun ke bumi, menyebar ke seluruh masjid dan tempat-tempat yang mengadakan sholat taraweh. Mereka siap mencatat setiap keturunan Adam yang melaksanakan ibadah pada malam itu. Dari langit para malaikat itu melihat berduyun-duyun orang mendatangi masjid, menggunakan mobil, motor dan lebih banyak lagi yang berjalan kaki. Setiap langkah dan upaya mereka-pun akan dicatat menjadi kebaikan..

       

      Dan malam itu masjid begitu penuh sesak.

       

      Para mahluk cahaya itu kemudian menyebar kesetiap sudut masjid, mengamati setiap insan yang ada. Tidak ada satu orangpun yang terlewat dari pengamatan mereka. Mencatat setiap niat yang sebentar lagi akan terucap dari hati yang ada, mendengarkan setiap suara hati yang terlintas..

       

      Kemudian imam mulai bertakbir tanda dimulainya sholat isya, dan suasana mendadak hening..

       

      Tapi itu tidak lama, karena kemudian suara-suara yang berkelebat di hati dan pikiran setiap orang mulai terdengar..

       

      Ya, memang suara itu tidak terdengar oleh telinga biasa, tapi oleh para malaikat bisa terdengar jelas..

       

      Suara pikiran tersebut begitu riuh rendah..

      Ada yang memikirkan uangnya..

      Ada yang memikirkan bisnisnya..

      Ada yang memikirkan pasangannya..

      Ada yang memikirkan kekuasaannya..

      Bahkan ada yang sekedar memikirkan apa yang hendak dimakan setelah sholat ini selesai..

       

      Suara-suara pikiran tersebut di alam para malaikat begitu jelas terdengar. Bersahutan  diantara bacaan ayat-ayat suci Al Quran yang sedang dilantunkan oleh imam..

       

      Sampai akhirnya di penghujung sholat taraweh, suara itu masih terus terdengar…

       

      Para malaikat itu mungkin tidak habis pikir..

      Mengapa sudah mengaku dewasa tapi belum mengerti tentang sholat?

      Mengapa jauh-jauh ke masjid kalau pikirannya ternyata malah sibuk memikirkan dunia?

      Apa bedanya mereka dengan anak-anak kecil yang tadi sibuk bercanda?Mereka sendiri sibuk “berbicara” dengan diri sendiri..

      Tidak sadarkah bahwa mereka sedang menghadap Yang Maha Kuasa?

       

      ( Bagian ini adalah imajinasi, yang tak terlihat dan hanya ada di angan.

      Apakah anda juga pernah memikirkan dan mengkhayal hal yang sama?

      Sekedar buat bahan renungan… )

       

      Wassalam..

      Ruli Amirullah

      Feel the love of Ar Rahmaan
      Wanna feel it? Join ESQ Training..

      Ponsel: 085888509931
      Office : 021 - 75915710
      Email : ruli_amirullah@...
      Website : www.esqway165.com



      Get your preferred Email name!
      Now you can @... and @....