Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

11895Re: [Mayapada Prana] Nasehat untuk HM Nur Abdurrahman

Expand Messages
  • H. M. Nur Abdurrahman
    Jan 1, 2008
    • 0 Attachment
      ----- Original Message -----
      From: "ahmadbadrudduja" <ahmadbadrudduja@...>
      To: <mayapadaprana@yahoogroups.com>
      Sent: Tuesday, January 01, 2008 03:07
      Subject: [Mayapada Prana] Nasehat untuk HM Nur Abdurrahman

      Al-salamu 'alaman ittaba'a al-huda wa ijtanaba sabil al-rada

      Pak Nur yang baik,
      Saya mengikuti sepak-terjang anda selama ini, meskipun tentu tidak
      terus-terusan. Tepatnya, saya mengikuti tulisan-tulisan anda yang tersebar
      di milis-milis. Sebagian yang lain saya baca di Harian Fajar. Beberapa kolom
      anda sangat baik, tetapi untuk sebagian besar harus saya katakan dangkal,
      apologetik, dan sama sekali menimbulkan distorsi ketimbang informasi.
      -----------------------------------------
      HMNA:
      saya sudah jawab dalam postingan tersendiri, paralel dengan postingan ini
      saya cut sampai di sini
      --------------------CUT---------------------
      Selanjutnya saya forward dari orang ketiga spb:

      ----- Original Message -----
      From: "Fahmi R. Kubra" <fahmikubra@...>
      To: <surau@yahoogroups.com>
      Sent: Tuesday, January 01, 2008 07:28
      Subject: Re: [surau] Nasehat untuk HM Nur Abdurrahman

      Dear Mr. AB
      Saya tidak ingin mengikuti sepak-terjang anda. Kebetulan saja saya membaca
      debat ini. Bagi saya, akan lebih menarik kalau sampean kemukakan fakta atau
      data tandingan sebagai counter-attack atas pernyataan2 Bapak HMNA. Bukan
      malah menyerang pribadi beliau. Ketika beliau bilang faktanya A, sampean
      bisa kemukakan fakta B. Selebihnya, biarlah pembaca yang menilai. Siapa yang
      sakit, siapa yang paranoid. Perkara apakah seseorang sudah membaca "daftar
      buku" spt yang anda kemukakan, orang lain juga mungkin boleh bertanya, "Anda
      sendiri sudah baca atau belum?". Mengikut alur/gaya bertutur anda yang suka
      men-duga2, boleh dong saya menduga bahwa senarai referensi itu sampean kutip
      dari toko buku tanpa membaca. Who knows gitu lho... Apa tidak lebih elok
      kalau sampean kutip saja, apa pendapat yang ada dalam daftar rujukan tsb.
      Tidak harus semua isi buku itu toh? Ambillah satu atau dua kalimat yang ada
      relevansinya dengan materi diskusi. Syukur2 kalau dengan bahasa aslinya.
      Dengan demikian, milister juga bisa "terrangsang" untuk membuka referensi
      tsb untuk melihat apakah persepsi kita tentang topik itu sama dan searah.
      Atau jangan2 yang terjadi justru plintiran kutipan.

      Dalam diskusi, IMHO, kita bertemu tidak harus untuk bersatu. Bisa saja
      Berjumpa Untuk Berpisah Lagi spt kata Bimbo, bila memang itu yang terbaik.
      Toh, kata Ebiet G. Ade, "Bertemu dan berpisah sama2 nikmatnya" (dikutip dari
      Apakah Ada Bedanya). Ini contoh cara melakukan sitasi, tanpa ada maksud
      buat mengajari. Dalam diskusi, sepakat syukur. Nggak sepakat, minimal
      tambah informasi/ilmu. Siapa tahu kapan2 bisa silaturrahmi alias copy
      darat.

      Last but not least, anda mencela sejumlah nama yang kebetulan saya kenal
      baik sehubungan dengan aktivitas mereka. Kalau boleh tanya, "Apa kontribusi
      anda terhadap umat Islam selama ini?" Mohon maaf, karena saya tidak kenal
      saudara, selain apa yang anda tulis di milis ini.

      Salam,

      Fahmi R. Kubra
    • Show all 5 messages in this topic