Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

NEGARA GAGAL MELAKSANAKAN OTSUS BAGI PAPUA

Expand Messages
  • MANASE DEGEY
    NEGARA GAGAL DALAM MELAKSANAKAN OTSUS BAGI PAPUA Sebuah catatan lama menguraikan, sebuah negara di tanah Papua, membangun sistem sosial kemasyarakatan dengan 4
    Message 1 of 1 , May 1, 2007
    • 0 Attachment
      NEGARA GAGAL DALAM MELAKSANAKAN OTSUS BAGI PAPUA
      Sebuah catatan lama menguraikan, sebuah negara di tanah Papua,
      membangun sistem sosial kemasyarakatan dengan 4 warna atau profesi utama
      yaitu kelompok brahmana - bekerja di sektor sub sistem sosio kultural,
      wesya - di sub sistem ekonomi, ksatriya yang bekerja untuk sub sistem
      politik atau pencapaian tujuan, sedangkan sudra adalah kelompok bukan
      ketiganya. Pembagian ini berdasarkan adanya functional differentiation
      untuk mencegah conflik of interest ketika melaksanakan tugas profesinya
      masing-masing, jadi tidak ada lebih tinggi satu dengan yang lain atau
      lebih penting satu sub sistem dengan sub sistem lainnya. Brahmana
      diandaikan sebagai kepala, ksatriya adalah tangannya, wesya adalah perut
       dan
      sudra yang menopang ketiga komponen sehingga dapat berdiri tegak.
        
      Para pengelola sistem politik disebut dengan golongan ksatriya.
      Golongan ini menjalankan tugas pengelolaan negara baik eksekutif, legislatif
      dan yudikatif. Sistem politik melaksanakan tugas (2) pengendalian atau
      regulator untuk bidang perekonomian sehingga tercipta keadilan
       dalam
      berusaha. Atas perannya tersebut, maka Sistem ekonomi menyetorkan (1)
      pajak kepada pengelola negara.
        
      Beragam artefak budaya seperti hasil karya cipta manusia berupa ilmu
      pengetahuan, norma hukum atau kurikulum pendidikan, harus dibangun sesuai
      standar internal tertentu, mandiri, konsisten serta logis. Obyektifitas
      sistem sosial budaya harus tinggi tanpa dipengaruhi oleh
       kepentingan
      politik apalagi desakan masalah ekonomi. Disinilah peran penting para
      Brahmana - ulama, pemikir, guru, dosen dan orang-orang yang bekerja
      sebagai pemikir budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai penjaga
      gawang obyektifitas sehingga standar ini tidak bisa dikompromikan atau
      dilanggar untuk tujuan politik atau ekonomi. Pelanggaran ini akan
      menyebabkan hancurnya validitas artefak budaya yang dihasilkan tersebut.
      Selamat Berjuang 
      Manase Degey
       


      Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
      Check out new cars at Yahoo! Autos.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.