Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [komik_indonesia] Media Itu Bernama Komedo

Expand Messages
  • pyxar@yahoo.com
    kalo mau nyumbang uang, ke rek mana? kao bisa mandiri atw bca. =roche= ... === message truncated ===
    Message 1 of 13 , Oct 1, 2007
      kalo mau nyumbang uang, ke rek mana?
      kao bisa mandiri atw bca.
      =roche=
      --- janangku <janangku@...> wrote:

      > Media itu bernama komedo
      > oleh Janang
      >
      >
      > Pengantar
      > Saya pernah melakukan pengamatan kecil-kecilan pada
      > masyarakat
      > pembaca komik kita. Selain tergila-gila pada komik
      > impor, saya
      > melihat mereka (tentu saja tidak semuanya) agak
      > enggan mengeluarkan
      > uang untuk membeli komik-komik karya lokal. Dalam
      > pandangan saya
      > yang sempit nan terbatas itu, saya menyimpulkan
      > sikap itu disebabkan
      > kualitas karya komik lokal yang tidak bisa bersaing
      > dengan karya
      > luar. Tapi ternyata, pandangan saya lebih sempit
      > dari yang saya
      > duga. Tidak sedikit komik karya lokal yang
      > kualitasnya bisa bersaing
      > dengan saudaranya yang didatangkan dari luar negeri
      > itu. Saya tidak
      > akan melanjutkan pembicaran ini lebih jauh. Cukuplah
      > berdasarkan
      > itu, saya kemudian selalu membawa semacam kegemasan
      > dalam hati saya.
      > Sebagai pengamat komik sekaligus komikus, rasa gemas
      > itu semakin
      > hari semakin membesar. Hingga suatu hari, rasa gemas
      > itu
      > termuntahkan menjadi sebuah gagasan.
      >
      > Sebuah Gagasan
      > Gagasan yang saya maksud di sini adalah pembuatan
      > semacam media
      > bulanan berbentuk majalah komik, seperti Shonen Magz
      > di Jepang sana.
      > Majalah ini kelak akan menjadi semacam ajang uji
      > coba untuk karya-
      > karya komik lokal. Selain itu, media ini juga akan
      > menjadi ujung
      > tombak pengenalan komik Indonesia ke masyarakat.
      > Tapi tunggu dulu,
      > itu belum semuanya. Majalah komik ini kelak akan
      > dibagikan gratis.
      > Ya, GRATIS. Dengan pendistribusian gratis,
      > diharapkan masyarakat
      > akan bisa menyerapnya dengan mudah. Karena gratis,
      > maka masyarakat
      > tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang. Dengan
      > begitu, masyarakat
      > tidak perlu lagi merasa enggan untuk membaca komik
      > karya lokal.
      > Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana caranya bisa
      > gratis? Jawabnya
      > mudah; iklan. Seluruh biaya produksi, redaksi,
      > distribusi, dan
      > materi komik akan dibiayai oleh iklan yang masuk.
      > Bukankah semua
      > media gratisan menghidupi dirinya dengan cara
      > seperti ini?
      > Majalah ini setebal 200-an halaman. Isi hitam putih
      > (half-tone)
      > dengan cover berwarna. Porsi terbesar isi media ini
      > adalah komik.
      > Setiap judul karya yang dimuat di tiap edisinya
      > diharapkan sepanjang
      > 20 halaman, tamat atau bersambung. Jadi kira-kira
      > dalam satu edisi
      > akan ada sepuluh judul komik. Jika seorang komikus
      > membuat komik
      > sepanjang 100 halaman tamat, maka komik tersebut
      > akan dimuat
      > sebanyak lima kali di media ini. Untuk itulah
      > diharapkan karya yang
      > masuk digarap dengan sistem penceritaan per bab
      > (chapter).
      > Selain komik, kelak akan ada juga artikel tentang
      > komik. Mungkin
      > bisa berupa ulasan komik-komik yang baru terbit,
      > wawancara dengan
      > komikus atau komunitas komik, tulisan mengenai
      > wacana dan
      > perkembangan komik dari seluruh dunia, sampai
      > tips-tips membuat
      > komik.
      > Ada satu lagi yang akan dimuat dalam majalah ini.
      > Polling atau jajak
      > pendapat. Polling ini akan menyeleksi komik mana
      > saja yang
      > masyarakat sukai dari keseluruhan komik yang terbit
      > per edisinya.
      > Contoh: jika masyarakat menyukai suatu komik karya
      > komikus A
      > sepanjang 100 halaman yang telah dimuat tamat selama
      > lima edisi,
      > maka komik tersebut akan diterbitkan jadi satu buku
      > sendiri. Buku
      > komik sepanjang 100 halaman ini dicetak dengan
      > kertas yang lebih
      > bagus, dan tentu saja dikemas dengan serius. Komik
      > ini barulah untuk
      > dijual. Dengan begitu, komik yang dijual ke
      > masyarakat sudah pasti
      > ada peminatnya, dengan asumsi mereka berminat
      > mengoleksi apa yang
      > sudah mereka baca dari media tersebut.
      > Dan, media ini sudah punya nama, lho. Namanya
      > KOMEDO. Untuk
      > pemberitahuan saja, nama ini bukan asal comot,
      > melainkan sudah
      > merupakan kesepakatan bersama. Eh, kesepakatan
      > bersama apa? Silakan
      > lanjutkan membaca.
      >
      > Sebuah Pertemuan
      > Beberapa waktu lalu, di kota Malang diselenggarakan
      > PKAN yang ke-6.
      > Saya menyempatkan diri hadir sebagai perwakilan
      > Studio Woh dari
      > Jogja. Pada ajang selama lima hari tersebut, saya
      > berkesempatan
      > bertemu muka dengan banyak komunitas komik beserta
      > para penggiatnya.
      > Ada yang datang dari Jakarta, Bandung, Semarang,
      > Jember, Jogja,
      > Solo, Malang, dan Surabaya.
      > Nah, di sinilah rasa gemas saya memuncak. Begitu
      > banyak karya bagus,
      > namun begitu sedikit kesempatan untuk bisa dinikmati
      > masyarakat.
      > Maka, bermodalkan dengkul dan keberanian yang entah
      > datang dari
      > mana, saya mengundang kawan-kawan yang hadir di sana
      > untuk duduk
      > bersama dan mendengarkan gagasan tersebut. Gayung
      > pun bersambut.
      > Pada 30 Agustus malam, setelah seharian lelah
      > berpameran, kami semua
      > berkumpul di penginapan dan membicarakan gagasan
      > tersebut.
      > Dan entah bagaimana, malam itu hampir semua peserta
      > pameran yang
      > datang dari luar kota bisa berkumpul. Dari Jakarta
      > ada Marico, Mas
      > Ari Wowo, Mas Oyas, Mas Wahyu, Mas Ian, dan Mas
      > Razqi. Sayang Mas
      > Beng saat itu sedang istirahat karena masuk angin
      > jadi tidak bisa
      > hadir. Kemudian dari Bandung ada Seta. Dari Semarang
      > ada Mas Fajar.
      > Dari Jogja ada Gobram, Hafez, Sandy, Mas Iwank, dan
      > saya sendiri.
      > Dari Klaten ada Mas Sri Maryanto. Kemudian ada Afif,
      > Mujadi, dan
      > Anton dari Solo. Dari Jember ada Mas Krisna. Malang
      > diwakili
      > kehadirannya oleh Mas Aji Prasetyo dan Incen.
      > Kemudian dari Surabaya
      > ada Yudis dan Dimas.
      > Melihat sambutan ini, tentu saja saya sangat senang.
      > Pertemuan
      > dimulai, dan gagasan kemudian saya gulirkan. Kami
      > kemudian sibuk
      > berdiskusi, membicarakan banyak hal seputar
      > perwujudan gagasan yang
      > menurut kawan-kawan menarik tersebut. Kami membahas
      > mulai dari
      > bagaimana mencari iklan, proses pendistribusian,
      > nama majalah,
      > sampai menaksir siapa saja yang akan membaca majalah
      > ini. Yang
      > jelas, kami membahas apa saja yang bisa kami bahas
      > malam itu.
      > Pertemuan berakhir lewat tengah malam, kira-kira
      > sekitar pukul satu.
      > Setelah pertemuan ditutup, kami menghasilkan
      > beberapa kesepakatan.
      > Kesepakatan tersebut antara lain:
      > 1.Media ini dinamakan KOMEDO, yang merupakan akronim
      > dari KOMIK
      > REMAJA INDONESIA.
      > 2.KOMEDO adalah majalah komik gratisan untuk rentang
      > usia pembaca 14-
      > 19 tahun.
      > 3.Karena keputusan yang musti diambil untuk media
      > ini tidak sedikit
      > dan kompleks, disepakati bahwa akan dibuat sebuah
      > purwarupa
      > (prototype) terlebih dahulu.
      > 4.Purwarupa KOMEDO tersebut akan berisi komik-komik
      > dari seluruh
      > orang yang hadir dalam pertemuan itu.
      > 5.Janang bertanggungjawab atas pembuatan purwarupa
      > tersebut.
      > 6.Karena pertimbangan kerumitan pula, komik yang
      > untuk mengisi
      > purwarupa ini sementara cerita tamat dulu, jangan
      > bersambung.
      > 7.Purwarupa harus dibawa pada ajang PKI (Pekan Komik
      > Indonesia)
      === message truncated ===



      ____________________________________________________________________________________
      Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings, and more!
      http://tv.yahoo.com/collections/3658
    • >Teddy
      Siip,... udah ada yang mau nyumbang duit! Kalo nyumbang komik To:
      Message 2 of 13 , Oct 1, 2007
        Siip,... udah ada yang mau nyumbang duit!
        Kalo nyumbang komik < 20 halaman boleh?

        ----- Original Message ----
        From: "pyxar@..." <pyxar@...>
        To: komik_indonesia@yahoogroups.com
        Sent: Monday, October 1, 2007 7:50:29 AM
        Subject: Re: [komik_indonesia] Media Itu Bernama Komedo













        kalo mau nyumbang uang, ke rek mana?

        kao bisa mandiri atw bca.

        =roche=

        --- janangku <janangku@yahoo. com> wrote:



        > Media itu bernama komedo

        > oleh Janang

        >

        >

        > Pengantar

        > Saya pernah melakukan pengamatan kecil-kecilan pada

        > masyarakat

        > pembaca komik kita. Selain tergila-gila pada komik

        > impor, saya

        > melihat mereka (tentu saja tidak semuanya) agak

        > enggan mengeluarkan

        > uang untuk membeli komik-komik karya lokal. Dalam

        > pandangan saya

        > yang sempit nan terbatas itu, saya menyimpulkan

        > sikap itu disebabkan

        > kualitas karya komik lokal yang tidak bisa bersaing

        > dengan karya

        > luar. Tapi ternyata, pandangan saya lebih sempit

        > dari yang saya

        > duga. Tidak sedikit komik karya lokal yang

        > kualitasnya bisa bersaing

        > dengan saudaranya yang didatangkan dari luar negeri

        > itu. Saya tidak

        > akan melanjutkan pembicaran ini lebih jauh. Cukuplah

        > berdasarkan

        > itu, saya kemudian selalu membawa semacam kegemasan

        > dalam hati saya.

        > Sebagai pengamat komik sekaligus komikus, rasa gemas

        > itu semakin

        > hari semakin membesar. Hingga suatu hari, rasa gemas

        > itu

        > termuntahkan menjadi sebuah gagasan.

        >

        > Sebuah Gagasan

        > Gagasan yang saya maksud di sini adalah pembuatan

        > semacam media

        > bulanan berbentuk majalah komik, seperti Shonen Magz

        > di Jepang sana.

        > Majalah ini kelak akan menjadi semacam ajang uji

        > coba untuk karya-

        > karya komik lokal. Selain itu, media ini juga akan

        > menjadi ujung

        > tombak pengenalan komik Indonesia ke masyarakat.

        > Tapi tunggu dulu,

        > itu belum semuanya. Majalah komik ini kelak akan

        > dibagikan gratis.

        > Ya, GRATIS. Dengan pendistribusian gratis,

        > diharapkan masyarakat

        > akan bisa menyerapnya dengan mudah. Karena gratis,

        > maka masyarakat

        > tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang. Dengan

        > begitu, masyarakat

        > tidak perlu lagi merasa enggan untuk membaca komik

        > karya lokal.

        > Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana caranya bisa

        > gratis? Jawabnya

        > mudah; iklan. Seluruh biaya produksi, redaksi,

        > distribusi, dan

        > materi komik akan dibiayai oleh iklan yang masuk.

        > Bukankah semua

        > media gratisan menghidupi dirinya dengan cara

        > seperti ini?

        > Majalah ini setebal 200-an halaman. Isi hitam putih

        > (half-tone)

        > dengan cover berwarna. Porsi terbesar isi media ini

        > adalah komik.

        > Setiap judul karya yang dimuat di tiap edisinya

        > diharapkan sepanjang

        > 20 halaman, tamat atau bersambung. Jadi kira-kira

        > dalam satu edisi

        > akan ada sepuluh judul komik. Jika seorang komikus

        > membuat komik

        > sepanjang 100 halaman tamat, maka komik tersebut

        > akan dimuat

        > sebanyak lima kali di media ini. Untuk itulah

        > diharapkan karya yang

        > masuk digarap dengan sistem penceritaan per bab

        > (chapter).

        > Selain komik, kelak akan ada juga artikel tentang

        > komik. Mungkin

        > bisa berupa ulasan komik-komik yang baru terbit,

        > wawancara dengan

        > komikus atau komunitas komik, tulisan mengenai

        > wacana dan

        > perkembangan komik dari seluruh dunia, sampai

        > tips-tips membuat

        > komik.

        > Ada satu lagi yang akan dimuat dalam majalah ini.

        > Polling atau jajak

        > pendapat. Polling ini akan menyeleksi komik mana

        > saja yang

        > masyarakat sukai dari keseluruhan komik yang terbit

        > per edisinya.

        > Contoh: jika masyarakat menyukai suatu komik karya

        > komikus A

        > sepanjang 100 halaman yang telah dimuat tamat selama

        > lima edisi,

        > maka komik tersebut akan diterbitkan jadi satu buku

        > sendiri. Buku

        > komik sepanjang 100 halaman ini dicetak dengan

        > kertas yang lebih

        > bagus, dan tentu saja dikemas dengan serius. Komik

        > ini barulah untuk

        > dijual. Dengan begitu, komik yang dijual ke

        > masyarakat sudah pasti

        > ada peminatnya, dengan asumsi mereka berminat

        > mengoleksi apa yang

        > sudah mereka baca dari media tersebut.

        > Dan, media ini sudah punya nama, lho. Namanya

        > KOMEDO. Untuk

        > pemberitahuan saja, nama ini bukan asal comot,

        > melainkan sudah

        > merupakan kesepakatan bersama. Eh, kesepakatan

        > bersama apa? Silakan

        > lanjutkan membaca.

        >

        > Sebuah Pertemuan

        > Beberapa waktu lalu, di kota Malang diselenggarakan

        > PKAN yang ke-6.

        > Saya menyempatkan diri hadir sebagai perwakilan

        > Studio Woh dari

        > Jogja. Pada ajang selama lima hari tersebut, saya

        > berkesempatan

        > bertemu muka dengan banyak komunitas komik beserta

        > para penggiatnya.

        > Ada yang datang dari Jakarta, Bandung, Semarang,

        > Jember, Jogja,

        > Solo, Malang, dan Surabaya.

        > Nah, di sinilah rasa gemas saya memuncak. Begitu

        > banyak karya bagus,

        > namun begitu sedikit kesempatan untuk bisa dinikmati

        > masyarakat.

        > Maka, bermodalkan dengkul dan keberanian yang entah

        > datang dari

        > mana, saya mengundang kawan-kawan yang hadir di sana

        > untuk duduk

        > bersama dan mendengarkan gagasan tersebut. Gayung

        > pun bersambut.

        > Pada 30 Agustus malam, setelah seharian lelah

        > berpameran, kami semua

        > berkumpul di penginapan dan membicarakan gagasan

        > tersebut.

        > Dan entah bagaimana, malam itu hampir semua peserta

        > pameran yang

        > datang dari luar kota bisa berkumpul. Dari Jakarta

        > ada Marico, Mas

        > Ari Wowo, Mas Oyas, Mas Wahyu, Mas Ian, dan Mas

        > Razqi. Sayang Mas

        > Beng saat itu sedang istirahat karena masuk angin

        > jadi tidak bisa

        > hadir. Kemudian dari Bandung ada Seta. Dari Semarang

        > ada Mas Fajar.

        > Dari Jogja ada Gobram, Hafez, Sandy, Mas Iwank, dan

        > saya sendiri.

        > Dari Klaten ada Mas Sri Maryanto. Kemudian ada Afif,

        > Mujadi, dan

        > Anton dari Solo. Dari Jember ada Mas Krisna. Malang

        > diwakili

        > kehadirannya oleh Mas Aji Prasetyo dan Incen.

        > Kemudian dari Surabaya

        > ada Yudis dan Dimas.

        > Melihat sambutan ini, tentu saja saya sangat senang.

        > Pertemuan

        > dimulai, dan gagasan kemudian saya gulirkan. Kami

        > kemudian sibuk

        > berdiskusi, membicarakan banyak hal seputar

        > perwujudan gagasan yang

        > menurut kawan-kawan menarik tersebut. Kami membahas

        > mulai dari

        > bagaimana mencari iklan, proses pendistribusian,

        > nama majalah,

        > sampai menaksir siapa saja yang akan membaca majalah

        > ini. Yang

        > jelas, kami membahas apa saja yang bisa kami bahas

        > malam itu.

        > Pertemuan berakhir lewat tengah malam, kira-kira

        > sekitar pukul satu.

        > Setelah pertemuan ditutup, kami menghasilkan

        > beberapa kesepakatan.

        > Kesepakatan tersebut antara lain:

        > 1.Media ini dinamakan KOMEDO, yang merupakan akronim

        > dari KOMIK

        > REMAJA INDONESIA.

        > 2.KOMEDO adalah majalah komik gratisan untuk rentang

        > usia pembaca 14-

        > 19 tahun.

        > 3.Karena keputusan yang musti diambil untuk media

        > ini tidak sedikit

        > dan kompleks, disepakati bahwa akan dibuat sebuah

        > purwarupa

        > (prototype) terlebih dahulu.

        > 4.Purwarupa KOMEDO tersebut akan berisi komik-komik

        > dari seluruh

        > orang yang hadir dalam pertemuan itu.

        > 5.Janang bertanggungjawab atas pembuatan purwarupa

        > tersebut.

        > 6.Karena pertimbangan kerumitan pula, komik yang

        > untuk mengisi

        > purwarupa ini sementara cerita tamat dulu, jangan

        > bersambung.

        > 7.Purwarupa harus dibawa pada ajang PKI (Pekan Komik

        > Indonesia)

        === message truncated ===



        ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

        Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings, and more!

        http://tv.yahoo com/collections/ 3658












        <!--

        #ygrp-mkp{
        border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
        #ygrp-mkp hr{
        border:1px solid #d8d8d8;}
        #ygrp-mkp #hd{
        color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
        #ygrp-mkp #ads{
        margin-bottom:10px;}
        #ygrp-mkp .ad{
        padding:0 0;}
        #ygrp-mkp .ad a{
        color:#0000ff;text-decoration:none;}
        -->



        <!--

        #ygrp-sponsor #ygrp-lc{
        font-family:Arial;}
        #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
        margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
        #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
        margin-bottom:10px;padding:0 0;}
        -->



        <!--

        #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
        #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
        #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}
        #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
        #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
        #ygrp-text{
        font-family:Georgia;
        }
        #ygrp-text p{
        margin:0 0 1em 0;}
        #ygrp-tpmsgs{
        font-family:Arial;
        clear:both;}
        #ygrp-vitnav{
        padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
        #ygrp-vitnav a{
        padding:0 1px;}
        #ygrp-actbar{
        clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
        #ygrp-actbar .left{
        float:left;white-space:nowrap;}
        .bld{font-weight:bold;}
        #ygrp-grft{
        font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
        #ygrp-ft{
        font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
        padding:5px 0;
        }
        #ygrp-mlmsg #logo{
        padding-bottom:10px;}

        #ygrp-vital{
        background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
        #ygrp-vital #vithd{
        font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
        #ygrp-vital ul{
        padding:0;margin:2px 0;}
        #ygrp-vital ul li{
        list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
        }
        #ygrp-vital ul li .ct{
        font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
        #ygrp-vital ul li .cat{
        font-weight:bold;}
        #ygrp-vital a{
        text-decoration:none;}

        #ygrp-vital a:hover{
        text-decoration:underline;}

        #ygrp-sponsor #hd{
        color:#999;font-size:77%;}
        #ygrp-sponsor #ov{
        padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
        #ygrp-sponsor #ov ul{
        padding:0 0 0 8px;margin:0;}
        #ygrp-sponsor #ov li{
        list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
        #ygrp-sponsor #ov li a{
        text-decoration:none;font-size:130%;}
        #ygrp-sponsor #nc{
        background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
        #ygrp-sponsor .ad{
        padding:8px 0;}
        #ygrp-sponsor .ad #hd1{
        font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
        #ygrp-sponsor .ad a{
        text-decoration:none;}
        #ygrp-sponsor .ad a:hover{
        text-decoration:underline;}
        #ygrp-sponsor .ad p{
        margin:0;}
        o{font-size:0;}
        .MsoNormal{
        margin:0 0 0 0;}
        #ygrp-text tt{
        font-size:120%;}
        blockquote{margin:0 0 0 4px;}
        .replbq{margin:4;}
        -->







        Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • janangku
        ... ============= Wah, makasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Kalau mau nyumbang bisa ke rekening Bank Niaga punya adik saya dan rekening kawan saya
        Message 3 of 13 , Oct 1, 2007
          --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, <pyxar@...> wrote:
          >
          > kalo mau nyumbang uang, ke rek mana?
          > kao bisa mandiri atw bca.
          > =roche=

          =============

          Wah, makasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Kalau mau nyumbang
          bisa ke rekening Bank Niaga punya adik saya dan rekening kawan saya
          (hehe, belum punya rekening sendiri nih ceritanya)

          Bank Niaga cabang Jogja atas nama Dwi Denaswanti Nomor Rekening
          0190169982122.
          atau
          Bank BCA cabang Jogja atas nama Ahmad Kailani Nomor Rekening
          0372080734.

          Kalau udah transfer, tolong kabari ke nomor HP saya (0817-9434-924),
          sms atau telepon bisa. Karena rekening itu bukan punya saya, sekalian
          kabari jumlah transfernya.

          Sekali lagi terimakasih, dan semoga sumbangan ini bisa berarti buat
          Komedo!

          Salam Komik Indonesia!



          Janang
          (NB. Yang lain, mau nyumbang juga? Hehehe...)
        • janangku
          ... ================ Untuk sementara ini, usahain 20 halaman dong. Malah kalau bisa usahain komik yang baru. Kalau udah jalan, bisa kurang atau lebih dari 20
          Message 4 of 13 , Oct 1, 2007
            --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, ">Teddy" <teddy_redis@...>
            wrote:
            >
            > Siip,... udah ada yang mau nyumbang duit!
            > Kalo nyumbang komik < 20 halaman boleh?

            ================

            Untuk sementara ini, usahain 20 halaman dong. Malah kalau bisa usahain
            komik yang baru. Kalau udah jalan, bisa kurang atau lebih dari 20
            halaman. Sementara kita pake aja 20 halaman dulu, biar nggak repot.
            Oke? Makasih. Ditunggu karyanya!



            Janang
          • >Teddy
            Waduh mas Janang, waktunya gak cukup untuk bikin 20 halaman. Selain sibuk di kantor, juga sedang bikin cover nih. Tapi emang rencananya cuma 10 halaman tok.
            Message 5 of 13 , Oct 2, 2007
              Waduh mas Janang, waktunya gak cukup untuk bikin 20 halaman.
              Selain sibuk di kantor, juga sedang bikin cover nih.
              Tapi emang rencananya cuma 10 halaman tok.
              Gini aja wes... aku coba kirim ke sampeyan aja, mudah2an selesai sebelum 10 oktober.
              Nanti terserah sampeyan, mau diseselin atau dimuat di terbitan selanjutnya yo GPP.
              pokok-e biar secuil, aku udah nyumbang karya untuk komik indo:)

              suwun....

              ----- Original Message ----
              From: janangku <janangku@...>
              To: komik_indonesia@yahoogroups.com
              Sent: Monday, October 1, 2007 8:39:02 PM
              Subject: [komik_indonesia] Re: Media Itu Bernama Komedo













              --- In komik_indonesia@ yahoogroups. com, ">Teddy" <teddy_redis@ ...>

              wrote:

              >

              > Siip,... udah ada yang mau nyumbang duit!

              > Kalo nyumbang komik < 20 halaman boleh?



              ============ ====



              Untuk sementara ini, usahain 20 halaman dong. Malah kalau bisa usahain

              komik yang baru. Kalau udah jalan, bisa kurang atau lebih dari 20

              halaman. Sementara kita pake aja 20 halaman dulu, biar nggak repot.

              Oke? Makasih. Ditunggu karyanya!



              Janang














              <!--

              #ygrp-mkp{
              border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
              #ygrp-mkp hr{
              border:1px solid #d8d8d8;}
              #ygrp-mkp #hd{
              color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
              #ygrp-mkp #ads{
              margin-bottom:10px;}
              #ygrp-mkp .ad{
              padding:0 0;}
              #ygrp-mkp .ad a{
              color:#0000ff;text-decoration:none;}
              -->



              <!--

              #ygrp-sponsor #ygrp-lc{
              font-family:Arial;}
              #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
              margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
              #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
              margin-bottom:10px;padding:0 0;}
              -->



              <!--

              #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
              #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
              #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}
              #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
              #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
              #ygrp-text{
              font-family:Georgia;
              }
              #ygrp-text p{
              margin:0 0 1em 0;}
              #ygrp-tpmsgs{
              font-family:Arial;
              clear:both;}
              #ygrp-vitnav{
              padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
              #ygrp-vitnav a{
              padding:0 1px;}
              #ygrp-actbar{
              clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
              #ygrp-actbar .left{
              float:left;white-space:nowrap;}
              .bld{font-weight:bold;}
              #ygrp-grft{
              font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
              #ygrp-ft{
              font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
              padding:5px 0;
              }
              #ygrp-mlmsg #logo{
              padding-bottom:10px;}

              #ygrp-vital{
              background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
              #ygrp-vital #vithd{
              font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
              #ygrp-vital ul{
              padding:0;margin:2px 0;}
              #ygrp-vital ul li{
              list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
              }
              #ygrp-vital ul li .ct{
              font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
              #ygrp-vital ul li .cat{
              font-weight:bold;}
              #ygrp-vital a{
              text-decoration:none;}

              #ygrp-vital a:hover{
              text-decoration:underline;}

              #ygrp-sponsor #hd{
              color:#999;font-size:77%;}
              #ygrp-sponsor #ov{
              padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
              #ygrp-sponsor #ov ul{
              padding:0 0 0 8px;margin:0;}
              #ygrp-sponsor #ov li{
              list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
              #ygrp-sponsor #ov li a{
              text-decoration:none;font-size:130%;}
              #ygrp-sponsor #nc{
              background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
              #ygrp-sponsor .ad{
              padding:8px 0;}
              #ygrp-sponsor .ad #hd1{
              font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
              #ygrp-sponsor .ad a{
              text-decoration:none;}
              #ygrp-sponsor .ad a:hover{
              text-decoration:underline;}
              #ygrp-sponsor .ad p{
              margin:0;}
              o{font-size:0;}
              .MsoNormal{
              margin:0 0 0 0;}
              #ygrp-text tt{
              font-size:120%;}
              blockquote{margin:0 0 0 4px;}
              .replbq{margin:4;}
              -->







              Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

              [Non-text portions of this message have been removed]
            • hartono soenarto
              CERGAM 3 majalah Full Gratis untuk Penggemar Komik Indonesia sudah terbit dari minggu lalu. Ada yang tanya kok nomor 3 ? Bukankah bulan lalu sudah keluar no. 3
              Message 6 of 13 , Oct 2, 2007
                CERGAM 3 majalah Full Gratis untuk Penggemar Komik Indonesia sudah terbit dari minggu lalu.
                Ada yang tanya kok nomor 3 ? Bukankah bulan lalu sudah keluar no. 3 nya. Seharusnya yang terbit kali ini adalah no. 4.
                Bulan lalu bukan no. 3 tetapi EDISI KHUSUS KONDE gitu luh....

                Kali ini CERGAM memuat cergam (Sebutan untuk Komik Indonesia) karya Sabariman Rubianto dengan jagoannya yang imut tetapi perkasa, BAYU PERKASA.
                Bayu bertarung melawan monster siput yang mematikan itu.

                Ada juga tulisan Muhammad Tauhid tentang cergam KEULANA karya Taguan Hardjo.

                SOLARA jagoan wanita yang cantik dan seksi itu kali ini hadir kembali dan berkelahi melawan seekor (?) monster mutan. Biarpun sibuk ternyata Solara tetap tidak lupa dengan sebuah acara kesayangannya di layar kaca......

                Salam CERGAM !
                Hartono Soenarto / http://www.komikhitam.com


                ---------------------------------
                Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us.

                [Non-text portions of this message have been removed]
              • janangku
                ... sebelum 10 oktober. ... selanjutnya yo GPP. ... =============== Makasih atas kontribusinya. Coba kita lihat nanti ya? Deadline yang benar itu 20 Oktober,
                Message 7 of 13 , Oct 5, 2007
                  --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, ">Teddy" <teddy_redis@...>
                  wrote:
                  >
                  > Waduh mas Janang, waktunya gak cukup untuk bikin 20 halaman.
                  > Selain sibuk di kantor, juga sedang bikin cover nih.
                  > Tapi emang rencananya cuma 10 halaman tok.
                  > Gini aja wes... aku coba kirim ke sampeyan aja, mudah2an selesai
                  sebelum 10 oktober.
                  > Nanti terserah sampeyan, mau diseselin atau dimuat di terbitan
                  selanjutnya yo GPP.
                  > pokok-e biar secuil, aku udah nyumbang karya untuk komik indo:)
                  >
                  > suwun....

                  ===============

                  Makasih atas kontribusinya. Coba kita lihat nanti ya? Deadline yang
                  benar itu 20 Oktober, bukan 10 Oktober. Begitu.

                  Dalam hal sumbangan, itu juga yang sedang saya lakukan sekarang;
                  melakukan secuil untuk komik Indonesia. Kalau semua orang di sini
                  bisa menyumbangkan setidaknya secuil saja, kira-kira apa jadinya ya?

                  Saya tunggu karyanya.


                  Janang
                • henry ismono
                  ... Mas Janang, Selamat berjuang mewujudkan mimpi. Langkah yang pastinya akan kita dukung (minimal nanti membeli setelah terbit). Mohon maaf, bukan maksud
                  Message 8 of 13 , Oct 6, 2007
                    --- janangku <janangku@...> wrote:


                    > Makasih atas kontribusinya. Coba kita lihat nanti
                    > ya? Deadline yang
                    > benar itu 20 Oktober, bukan 10 Oktober. Begitu.

                    > Janang
                    >
                    Mas Janang,

                    Selamat berjuang mewujudkan mimpi. Langkah yang
                    pastinya akan kita dukung (minimal nanti membeli
                    setelah terbit).

                    Mohon maaf, bukan maksud menggurui, saya hanya ingin
                    menyarankan, begitu deadline dan jadwal ditetapkan,
                    kita harus berdisiplin menaatinya. Bukan apa-apa.
                    Begitu garis mati itu dilanggar, bisa runtuh
                    kepercayaan orang.

                    Salah satu kelemahan teman-teman penggiat komik ini,
                    setahu saya adalah tenggat waktu dan jadwal yang
                    sering dilanggar sendiri. Entah itu penerbitan komik
                    yang jauh meleset dari jadwal, rencana bikin buku yang
                    gagal, atau bikin acara yang tidak tepat jadwal. Saya
                    kira ini menjadi sebuah masalah bila jadwal ini sudah
                    diumumkan di milis yang notabene, sudah diumumkan ke
                    publik.

                    Memang kita paham, banyak kendala teknis menghadang
                    (yang saya pikir nanti juga akan dihadapi Mas Janang
                    dan teman-teman). Namun, lebih baik kendala teknis ini
                    diperhitungkan lebih dulu.

                    Demikian Mas, mohon maaf bila tidak berkenan. Selamat
                    berkarya. Semoga lancar semuanya.

                    Salam
                    Henry



                    ____________________________________________________________________________________
                    Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more.
                    http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC
                  • janangku
                    ... ======= Mas Henry, Makasih untuk peringatannya. Yang bisa saya katakan di sini dan sekarang adalah, saya juga punya ketakutan yang sama. Sebagai salah satu
                    Message 9 of 13 , Oct 10, 2007
                      --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, henry ismono <hnrnova@...>
                      wrote:
                      > Mas Janang,
                      >
                      > Selamat berjuang mewujudkan mimpi. Langkah yang
                      > pastinya akan kita dukung (minimal nanti membeli
                      > setelah terbit).
                      >
                      > Mohon maaf, bukan maksud menggurui, saya hanya ingin
                      > menyarankan, begitu deadline dan jadwal ditetapkan,
                      > kita harus berdisiplin menaatinya. Bukan apa-apa.
                      > Begitu garis mati itu dilanggar, bisa runtuh
                      > kepercayaan orang.
                      >
                      > Salah satu kelemahan teman-teman penggiat komik ini,
                      > setahu saya adalah tenggat waktu dan jadwal yang
                      > sering dilanggar sendiri. Entah itu penerbitan komik
                      > yang jauh meleset dari jadwal, rencana bikin buku yang
                      > gagal, atau bikin acara yang tidak tepat jadwal. Saya
                      > kira ini menjadi sebuah masalah bila jadwal ini sudah
                      > diumumkan di milis yang notabene, sudah diumumkan ke
                      > publik.
                      >
                      > Memang kita paham, banyak kendala teknis menghadang
                      > (yang saya pikir nanti juga akan dihadapi Mas Janang
                      > dan teman-teman). Namun, lebih baik kendala teknis ini
                      > diperhitungkan lebih dulu.
                      >
                      > Demikian Mas, mohon maaf bila tidak berkenan. Selamat
                      > berkarya. Semoga lancar semuanya.
                      >
                      > Salam
                      > Henry
                      >
                      =======

                      Mas Henry,

                      Makasih untuk peringatannya. Yang bisa saya katakan di sini dan
                      sekarang adalah, saya juga punya ketakutan yang sama. Sebagai salah
                      satu penggiat komik, saya mengerti betul tentang hal-hal yang Mas
                      bicarakan. Betapa saya sendiri, tidak jarang tidak menepati tenggat
                      dan jadwal yang sudah ditetapkan. Belum lagi masalah kendala teknis,
                      yang ternyata memiliki kerumitannya sendiri.

                      Tapi saya kira, merasa takut saja tidak cukup. Apalagi kalau rasa
                      takut itu membuat kita diam saja. Saya butuh rasa takut. Bukankah
                      kita semua membutuhkannya?

                      Yang jelas, segala hal tentang proyek Komedo saat ini bertumpu pada
                      pembuatan purwarupa yang kelak akan saya bawa pada ajang PKI 5
                      November besok. Di sana, saya akan membicarakannya langsung dengan
                      kawan-kawan yang hadir di sana. Saya akan memajang hasil pembicaraan
                      itu kelak di milis ini (juga di milis mki dan komik_alternatif). Hal-
                      hal selain pembuatan purwarupa yang sangat berkaitan dengan Komedo
                      juga sedang saya kumpulkan. Perencanaan, Jadwal, sistem pencetakan
                      dan distribusi, sampai kepada keberlanjutan penerbitan Komedo ini.
                      Semuanya.

                      Begitu dulu. Sekali lagi terimakasih. Saya tunggu karya dan masukan
                      berikutnya.


                      Janang
                    • Rieza FMuliawan
                      pertama membaca proposal atau abstrak dari janang ini [dari tangan beng], saya sudah langsung bisa membayangkan, kesulitan apa yang paling berat dihadapi.
                      Message 10 of 13 , Oct 10, 2007
                        pertama membaca proposal atau abstrak dari janang ini [dari tangan
                        beng], saya sudah langsung bisa membayangkan, kesulitan apa yang
                        paling berat dihadapi.
                        ialah soal duit !

                        janang,
                        saya pernah membaca sebuah suplemen artikel di majalah femina yang
                        bercerita mengenai perjuangan pasutri membuat free magz (majalah
                        gratis) dan mengusahakan agar majalahnya tersebut bekerja sebagai
                        mesin uang bagi mereka.
                        ternyata tidak mudah ....

                        pertama , tetap harus keluar duit puluhan juta dari duit sendiri
                        untuk mencetak dan mendistribusikannya ke kantong kantong strategis
                        yang memang merupakan pangsa pasar yang dituju.
                        sponsor tidak akan tertarik dengan oplah ratusan eksemplar doang,
                        maka keluarlah duit puluhan juta rupiah itu untuk sementara mencetak
                        dengan ribuan eksemplar, sebagai awal (tanpa sponsor).

                        sponsor baru mulai tertarik setelah edisi ke 5, yaitu kalau masing
                        masing edisi terbit 5000 eksemplar. artinya : sponsor baru tertarik
                        ketika jumlah distribusi majalah itu sudah mencapai 25.000 eksemplar
                        yang sudah tersebar di berbagai shopping mall dan tempat nongkrong
                        paling ngetrend di jakarta yang memang menjadi pangsa pasar mereka.

                        freemagz yang tidak kuat menerima fakta bisnis ini, satu demi satu
                        mati dan menghilang di edisi kesekian. jangan lupa, freemagz alias
                        majalah gratisan itu tidaklah satu dua, tapi di jakarta saja mungkin
                        sudah puluhan. itulah dia saingan kita meraih sponsor.
                        coba saja deh kita makan di salah satu resto di pondok indah mall,
                        dan kita perhatikan, ada berapa jenis majalah gratis yang tersedia
                        disitu? ... terakhir di restoran pho2000 di pondok indah mall 2, saya
                        hitung ada 15 buah dengan berbagai jenis jualan liputan, pada umumnya
                        adalah mode dan gaya hidup metropolitan.
                        mampukan komedo bersaing dengan mereka dalam mendapatkan sponsor?

                        singkat cerita, dengan jumlah distribusi 1000 eksemplar saja,
                        jangalah berharap terlalu banyak kepada kedatangan sponsor. kecuali
                        kalau tim redaktur komedo adalah anak para konglomerat yang punya
                        akses paten menembus perusahaan2 besar untuk menjadi sponsor :-)

                        saya kira, mas henry ismono yang sudah berpengalaman dalam bisnis
                        permajalahan lebih tahu soal ini.
                        jangan lupa, konsultasi dengan pak iwan gunawan , minimal suka duka
                        mengelola majalah tidak berbayar, sequen ... bisa dijadikan tambahan
                        ilmu.

                        biaya mencetak majalah komedo, adalah bakal komponen biaya terbesar.
                        alias bakal membutuhkan duit besar. saya prediksi, mohon maaf ...
                        tidak akan kuat ditanggung kalau mau mencetak ribuan eksemplar.
                        kalau kita tidak thinking outside the box, melihat fakta ongkos
                        percetakan, maka rencana bisa langsung dikubur.

                        saya usul saja :
                        bagaimana kalau mendistribusikannya dalam bentuk cd ?
                        toh ini akan gratis? jadi tidak perlu pusing dengan copyright atau
                        pembajakan. semakin banyak dibajak , kita semakin senang. semakin
                        banyak tersebar semakin bagus.

                        dengan bentuk cd, masuk ke komputer saya bisa langsung mengirimkannya
                        dengan email ke beberapa kawan untuk promosi. saya jug abisa
                        menggandakannya ke dalam puluhan cd atau bentuk lainnya (misal flash
                        disk) untuk saya sebar di kantong kantong yang dituju.
                        inipun akan menghemat biaya distribusi.

                        kalian tinggal mengirimkan filesnya saja misal ke saya yang tinggal
                        di bogor, kemudian saya tidak akan keberatan menggandakannya menjadi
                        10 atau 15 buah keping cd dan saya sebar gratis misal di starbuck
                        atau tempat lainnya.
                        bukankah sama saja?

                        kalau bertujuan ingin agar dibaca oleh masyarakat seperti misal :
                        mohon maaf, mereka yang tidak punya komputer. alias pangsa pasar
                        komedo ini adalah mereka masyarakat yang buta komputer ... ide ini
                        tidak akan jalan. tapi kalau masih mau agar komedo dibaca oleh
                        mahasiswa di kampus atau anak sma atau pekerja kantoran ... ide ini ,
                        maaf saya narsis, adalah yang paling layak dilakukan -
                        memperhitungkan biaya produksinya yang minim.

                        janang,
                        anda hanya perlu satu komputer yang cepat. dan minimal 2 tenaga
                        kreatif untuk membantu menangani isi cd , yang berkapasitas misal 450
                        mb itu. content bisa apa saja, misal komik, artikel, jurnal, atau apa
                        saja, termasuk iklan sponsor.
                        harap dicatat, dengan teknologi cd ini, iklan bisa berbentuk ata
                        berupa animasi atau film pendek (seperti di televisi) .... lebih
                        atraktif !.
                        garap content ini sebaik baiknya, jadi tidak ada lagi pembatasan
                        komiknya harus berwarna atau sephia ... asal cukup dalam cd
                        berkapasitas 450MB maka masukan saja.
                        oh ya, anda juga perlu editor berpengalaman yangbertugas menyeleksi
                        karya dan artikel.
                        content yang baik dan menarik ini yang kita jual ke sponsor agar
                        mereka mau bersponsor ria. pada akhirnya saya ingin hal ini menjadi
                        mesin uang juga untuk tim komedo.

                        berapa harga cd ini?
                        500-1000 perak di mangga 2 mal. mau membuatnya dalam 1000 cd, cukup
                        modal 500 ribu sampai 1 juta saja.
                        untuk ongkos segini, saya sih masih deh mau urunan.
                        tidak perlu biaya penggadaan, cukup bayar listrik saja. kerahkan
                        kawan kawan di kampus dan mereka yang rajin nongkrong dan dugem untuk
                        menybarkan cd ini di restro, diskotek, atau tempat nongkrong
                        strategis.

                        buat perwajahan cd semenarik mungkin, kalau ada duit lebih, cd ini
                        jangan cuma telanjang diplastikin, tapi diberi sampul macam apa yang
                        biasa dilakukan oleh band band indie berjualan album mereka.

                        untuk melakukan hal seperti yang saya usulkan di atas, tidak perlu
                        punya kantor redaksi ... tenaga redaksi bisa tersebar dimana saja.

                        sekali lagi, usul saya hanya bisa dilakukan kalau tim redaksi komedo
                        terbuka akan berbagai kemungkinan think outside the box.
                        kalau masih berfokus untuk menyebarkan karya dengan bentuk cetakan
                        majalah .... selamat berjuang.

                        satu lagi ...
                        dengan menyebarkan majalah gratis dalam bentuk digital , tim komedo
                        bisa (mungkin) bisa masuk muri sebagai yang pertama melakukannya di
                        indonesia :-)

                        jangan takut akan back issue.
                        setelah didistribusikan, content tetap disimpan di sebuah website
                        yang bis akita sewa secara gratis. dengan begini edisi nome 1 atau 2,
                        masih tetap bisa kita produksi tanpa biaya.
                        jadi, para kontributor komik bisa saja mengarang cerita bersambung,
                        tidak perlu sekali tamat.
                        satu hal lagi ..... , tidak hanya akan komik saja yang bisa
                        dimasukan, animasi dan film pendek juga bisa. asal masuk semua dalam
                        kapasitas cd atau dvd nya.

                        distribusinya kemana ?
                        yang terbayang ... karena ini cd gratis ...bisa juga kita masukan ke
                        semua toko kaset dan semua cabang disc tara, dan sejenisnya. jadi
                        tidak perlu outlet [ diluar tempat nongkrong, restoran, terminl bis,
                        stasiun, lapak lapak majalah, dan sebagainya ].

                        semua terserah anda ....

                        salam hangat.







                        --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, "janangku" <janangku@...>
                        wrote:
                        >
                        > --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, henry ismono <hnrnova@>
                        > wrote:
                        > Yang jelas, segala hal tentang proyek Komedo saat ini bertumpu pada
                        > pembuatan purwarupa yang kelak akan saya bawa pada ajang PKI 5
                        > November besok. Di sana, saya akan membicarakannya langsung dengan
                        > kawan-kawan yang hadir di sana. Saya akan memajang hasil
                        pembicaraan
                        > itu kelak di milis ini (juga di milis mki dan komik_alternatif).
                        Hal-
                        > hal selain pembuatan purwarupa yang sangat berkaitan dengan Komedo
                        > juga sedang saya kumpulkan. Perencanaan, Jadwal, sistem pencetakan
                        > dan distribusi, sampai kepada keberlanjutan penerbitan Komedo ini.
                        > Semuanya.
                        >
                        > Begitu dulu. Sekali lagi terimakasih. Saya tunggu karya dan masukan
                        > berikutnya.
                        >
                        >
                        > Janang
                      • Wisnoe Lee
                        Kepada rekan-rekan perkomikan nasional, terutama yang mengenal saya, minimal pernah email2an, sms2an .... apalagi yang pernah bicara dan bertemu muka serta
                        Message 11 of 13 , Oct 12, 2007
                          Kepada rekan-rekan perkomikan nasional,

                          terutama yang mengenal saya, minimal pernah email2an,
                          sms2an .... apalagi yang pernah bicara dan bertemu
                          muka serta berinteraksi ...

                          mohon maaf lahir dan batin, jika memang selama ini ada
                          yang tidak berkenan di hati rekan-rekan.

                          selamat berhari raya, selamat berlibur ...

                          bagi yang semuslim, semoga puasa ini menjadi cermin
                          diri untuk perjalanan kehidupan selanjutnya. serta
                          semoga apa yang kita cita2kan berhasil tercapai dan
                          bernilai positif bagi masyarakat.

                          salam,
                          Wisnoe Lee



                          WISNOE LEE
                          The Creator of:
                          - Gibug n Oncom (http://www.gibug.com)
                          - Basic Character & Story of Bram - Si Ruyung Kembar / Blacan (http://www.jagoancomic.com)
                          - Basic Character & Story of Gunturgen (http://www.jagoancomic.com)



                          ____________________________________________________________________________________
                          Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.
                          http://farechase.yahoo.com/
                        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.