Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Nostalgia komik Indonesia lawas

Expand Messages
  • Sandy Jatmiko
    Beberapa waktu yg lalu di milis kita yang tercinta ini, komikindonesia, ramai didiskusikankomik-komik lawas dari Teguh Santosa. Saya tidak tahu siapa yg
    Message 1 of 2 , Oct 17, 2006
    • 0 Attachment
      Beberapa waktu yg lalu di milis kita yang tercinta ini, komikindonesia, ramai didiskusikankomik-komik lawas dari Teguh Santosa. Saya tidak tahu siapa yg pertama kali melempar �bola�nya karena saya tidak mengikuti sejak awal. Setahu saya, salah satu pelempar �bola� itu adalah mas Rieza yg memuat tulisan ttg komik Teguh Santosa yang ditulis oleh mas Seno Gumira Adjidarma, salah seorang intelektual dibidang komik. Tulisan itu bagus sekali. Karuan saja teman-teman menyambut hangat �bola� yang di lempar itu dan menendang �bola� itu kesana kemari menjadi diskusi yang ramai.

      Saya jadi teringat di tahun 2005 yang lalu (kalau gak salah lho!) ketika saya pertama kali bergabung di milis ini, ada sementara orang yg menyindir bahwa milis ini hanya untuk komik-komik Indonesia lawas. Sebagian teman yg lain membantahnya, sebagian yg lain tidak berkomentar, mungkin dalam hati membenarkannya. Tapi betulkah milis ini hanya untuk komik Indonesia lawas?

      Saya bertanya-tanya dalam hati kenapa sih topik tentang komik Indonesia lawas sering kali jadi topik yg menarik dan dibahas dengan ramai di milis ini? Ada beberapa kemungkinan jawaban untuk pertanyaan itu.

      Kemungkinan (ini baru hanya kemungkinan lho!) yang pertama adalah bahwa �penghuni� milis ini memang kebanyakan kaum generasi lama, pembaca dan penggemar, kolektor dan pembuat komik Indonesia lawas. Usia mereka umumnya di atas 30-an bahkan banyak yang lebih tua lagi (tapi ada teman yg mengaku masih 20-an..he..he..lucu banget!) Tidak aneh jika topik komik Indonesia lawas menjadi menarik. Ketika komik Indonesia mati suri di pertengahan 1980-an yang lalu, mereka banyak yg tidak bisa membaca komik Indonesia lagi. Waktu mereka menemukan dan �nimbrung� di milis ini dan membahas komik Indonesia lawas, mereka seperti menemukan hal-hal yg sudah lama mereka rindukan yaitu komik Indonesia, komik bacaan mereka waktu masih kecil dan remaja. Mereka seperti mengalami euforia komik-komik Indonesia dan berharap bisa bernostalgia dengan membaca komik-komik Indonesia lawas seperti dulu. Tapi komik-komik itu sudah lama lenyap dipasaran. Selain kebanyakan komik itu sudah tidak dicetak
      lagi, komik2 itu pun banyak yg sudah rusak (maklumlah teknik mencetak dan produksi komik jaman dulu tidak secanggih sekarang!). Kalaupun ada harganya amat mahal karena sudah jadi barang2 koleksi. Mungkin mereka bisa membeli komik2 indonesia lawas yg sudah di fotocopy, produksi tokonya mas Andi Wijaya di Kuningan atau menunggu komik2 itu dicetak ulang spt serial Gundala, si Buta dari Gua Hantu, Labah-labah Merah, dan lain-lain.

      Kemungkinan yg kedua, komik2 Indonesia lawas jumlahnya lumayan banyak dan ceritanya banyak yg bagus-bagus. Hitung saja berapa banyak komik Indonesia yg sudah diproduksi jika dihitung mulai dari jaman awal kemerdekaan, komik2 silat adaptasi cerita silat Cina, komik wayangnya RA Kosasih, eranya cerita silat Indonesia spt si Buta dari Gua Hantu, Pandji Tengkorak, komik2 superhero spt Godam, Gundala dan lain-lain. Komik-komik itu beberapa ada yang sudah jadi (kalau boleh disebut) karya yg masterpiece dan tokoh-tokohnya banyak yg menjadi legendaris. Sebut saja (ini yg saya tahu lho) tokoh silat semacam si Buta dari Gua Hantu, Pandji Tengkorak, Jaka Sembung, Godam, Gundala, dan masih banyak lagi. Bahkan tokoh Gina telah menjadi ikon jagoan wanita Indonesia mengalahkan pendahulunya, Sri Asih (kalau tidak salah Sri Asih adalah tokoh superhero pertama Indonesia) karya RA Kosasih dan Mahesa Rani yang digambar oleh Teguh Santosa. Mungkin teman-teman bisa menambahkan lagi.
      Sedangkan komik2 Indonesia baru (tahun 1980-an sampai sekarang) karyanya tidak sebanyak komik Indonesia lawas. Jadi tidak aneh kalau teman-teman senang membahas komik Indonesia lawas. Saya melihat jika seorang kolektor komik atau pengamat komik muncul di media masa, mereka kebanyakan dengan bangganya memamerkan koleksi komik-komik Indonesia lawas-nya sedangkan komik-komik Indonesia baru-nya hanya terselip diantara tumpukan koleksinya.

      Kemungkinan ketiga, sebetulnya banyak juga adik-adik penggemar komik muda yg usia-nya masih di 20-an sampai awal 30-an yg menghuni milis ini tapi mereka mungkin masih belum PD untuk ikutan nimbrung berdiskusi dengan rekan-rekannya yg sudah berumur tadi. Selain topiknya tidak kena, mereka juga sungkan berdiskusi dengan para pengamat komik yg hebat-hebat, yg tulisannya sudah terserak di berbagai media masa bahkan ada yg rajin nongol di berbagai media cetak, radio dan TV. Mereka jadi semacam silent participant, yg pasif sehingga suaranya kurang vokal dan tidak kedengaran. Akhirnya teman-teman penggemar komik Indonesia lawas-lah yg mendominasi milis ini.

      Nah, jika memang mereka yg sudah berumur itu mendominasi milis ini dan kebanyakan membahas komik2 Indonesia lawas, bagaimana �nasib�nya dengan rekan adik-adik kita yg juga menghuni milis ini. Saya justru menghawatirkan apabila kita terlalu sering membahas komik2 Indonesia lawas, hal ini akan membuat adik-adik kita jadi merasa tidak nyaman (karena tidak bisa mengikuti topik bahasannya) dan jadi tidak aktif lagi. Mungkin teman-teman berpendapat bahwa dengan membahas komik Indonesia lawas berarti memberikan pengetahuan dan wawasan ttg komik Indonesia lawas kepada generasi muda tapi bagaimana mereka bisa tertarik dengan komik Indonesia lawas kalau komiknya saja masih susah di dapat dipasaran (kecuali mereka yg dapat warisan dari ortu-nya yg kolektor komik!). Kalau memang penghuni milis ini yg tinggal hanyalah mereka dari generasi lama (generasi mudanya udah cabut atau hanya pasif saja), yg senang bernostalgia dengan komik Indonesia lawas, maka benarlah tudingan sebagian
      orang itu bahwa milis ini hanya untuk mereka dari generasi lama, pembaca, kolektor, pengamat komik dan komikus komik-komik Indonesia lawas. Wah�saya tidak mau hal itu terjadi.

      Sebetulnya salah gak sih kalau kita membahas komik2 Indonesia lawas? Ha..ha..ha tentu saja tidak salah dan saya juga dari tadi tidak bilang begitu!. Bukankah dengan membahas komik Indonesia lawas berarti kita menghargai karya-karya anak bangsa sendiri yaitu komikus lawas dan sebetulnya banyak juga hal-hal yg bisa kita petik manfaatnya dari membaca komik-komik itu dan karya-karyanya juga tidak kalah dengan karya-karya komikus generasi sekarang. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kita hanya membahas komik2 Indonesia lawas dan lupa melihat kondisi komik kita sekarang. Saya lihat kecendrungannya teman-teman ya seperti itu, senang bernostalgia denga komik2 Indonesia lawas dan sibuk ngurusin komik-komik Indonesia lawas. Jika kita hanya ngomongin komik2 lawas, kapan dong kita ngomongin kondisi komik2 kita sekarang? Bukankah kita hidup untuk sekarang dan masa depan dan bukan untuk masa lalu. Saya jadi teringat, teman kita mas Rieza beberapa bulan lalu pernah bersuara
      lantang (maaf ya mas kalau saya keliru. Mohon koreksinya) yg intinya kira-kira begini �komik Indonesia bukan hanya komik Indonesia lawas dan membangkitkan komik Indonesia bukan hanya dengan bernostalgia dengan komik-komik Indonesia lawas.� Setuju banget!

      Beberapa hari yg lalu saya kumpul2 dengan teman-teman dari MKI membahas situasi terkini komik Indonesia (silahkan baca tulisan saya yg berjudul �dari acara berbuka puasa bersama di rumah Warna, MKI). Saya merasakan atmosphere yang amat berbeda dengan situasi di milis komikindonesia. Hmm�yg satu dari generasi lama yg senang bernostalgia dengan komik2 lawas sedang yg satunya dari generasi muda yg lebih senang berpikir ke depan (progresif). Kalau kedua generasi ini bertemu gimana ya kira-kira..ha..ha..ha..ha pasti seru banget! Mungkin akan ada genaration gap (kesenjangan generasi), mirip seorang bapak yg berdebat dengan anaknya yg sudah remaja, barangkali juga tidak akan ketemu. Yg muda akan merasa bete kalau yg tua kasih kuliah ttg komik2 lawas. Kuno akh! (hi..hi..jadi ingat komentarnya mas Uwi Mathovani ttg gambar saya!). Yang tua mungkin akan sulit mudeng (paham) memahami jalan pikiran rekan-rekan yg muda, padahal mereka dari komunitas yg sama, komunitas komik
      Indonesia.

      Well�dari semua yg saya ungkapkan di atas, kiranya perlu menjadi bahan renungan bagi kita semua. Bagaimana komik Indonesia bisa segera bangkit jika kedua generasi ini tidak bersatu dan mensinergikan kekuatan masing2 untuk meraih cita-cita besar bersama. Saya tidak tahu apakah mereka bisa bersatu atau akan tetap seperti minyak dan air yg tidak akan pernah bersatu kendati mereka dituang di wadah yg sama, wadah yg bernama komik Indonesia!

      Sampai jumpa di lain kesempatan,
      Salam,
      Sandy



      [Non-text portions of this message have been removed]
    • Rieza FMuliawan
      saja bukan sedang bernostalgia. kita sedang mengenang satu maestro dan tonggak komik indonesia jang wafat tanggal 24 oktober tahun 2000 lalu. coba pak jatmiko
      Message 2 of 2 , Oct 17, 2006
      • 0 Attachment
        saja bukan sedang bernostalgia.
        kita sedang mengenang satu maestro dan tonggak komik indonesia jang
        wafat tanggal 24 oktober tahun 2000 lalu.

        coba pak jatmiko refresh lagi halaman webnja. maka akan jelas kenapa
        sebagian kecil dari kita sekarang secara intensif membicarakan karja
        teguh santosa.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.