Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Majalah Sequen dan majalah Wizard Indonesia

Expand Messages
  • Sandy Jatmiko
    Teman2, masih ingat posting saya beberapa bulan yl tentang majalah Sequen vs Wizard Indonesia (WI)? Ketika itu majalah Sequen baru terbit pertama kali dan saya
    Message 1 of 7 , Sep 6 4:44 PM
    • 0 Attachment
      Teman2, masih ingat posting saya beberapa bulan yl tentang majalah Sequen vs Wizard Indonesia (WI)? Ketika itu majalah Sequen baru terbit pertama kali dan saya mengkritik majalah itu dgn membandingkannya dgn majalah WI. Mungkin saat itu pengasuh majalah Sequen memerah mukanya membaca posting saya tapi merrka cukup bijak mensikapi kritikan saya.Beberapa masukan dari saya ditanggapi oleh mereka spt penambahan jumlah halaman, mutu kertas yg lebih baik, dan lain-lain. Hasilnya...hmm mjlh Sequen ke-2 jd makin cantik. Saya menyebutnya seperti ulat yang baru keluar dari kepompongnya dan jadi kupu2 yang indah. Lalu bagaimana dengan WI setelah majalah Sequen jadi kupu2 yg indah? That's the story about WI.

      Pada suatu hari saya berjalan2 ke toko buku. Di rak2 mjlh sy menemukan mjlh WI yg terbaru. Memang mjlh ini distribusinya cukup bagus shg sy dgn mudah dpt menemukan mjlh WI. Inilah salah satu keunggulan mjlh WI. Tapi yg mengejutkan adalah mjlh WI menurunkan harganya dr Rp 25.900 jd Rp 19.900/exp. Wah..wah what's going on? Penurunan harga yg cukup banyak. Sy tdk tahu dgn pasti mengapa WI menurunkan harganya, apakah krn ada mjlh Sequen atau sebab lain. Apakah telah terjadi persaingan antara WI dgn Sequen? Benarkah mjlh WI bersaing dgn mljh Sequen di pasar? Apakah persaingannya face to face?

      Tidak banyak mjlh yg mengulas ttg komik. Ada beberapa mjlh lain yg mengulas ttg komik tp hanya mjlh WI yg mudah ditemui dimana2 dan sekarang ada mjlh Sequen. Majalah WI mengulas tentang komik tapi kebanyakan yg diulas adalah komik Superhero Amerika. Super hero Indonesia pernah juga diulas tp hanya sedikit, mungkin krn memang Super hero Indonesia (baru) belum banyak. Setahu saya hubungan WI dgn Komik Indonesia.com cukup baik. WI membuka stand di acara bazar dan pameran komik di lantai dasar Mal Ambassador awal tahun ini yg diadakan oleh Komikindonesia.com. WI bahkan mengulas acara itu. Ketika itu mjlh Sequen belumlah lahir. Kini mjlh Sequen sudah lahir dan diasuh oleh teman2 dr Komikindonesia.com. Akankah mjlh Sequen menjadi pesaing WI di pasar?

      Mjlh WI dan mjlh Sequen sama2 mengulas komik. Hanya yg satu kebanyakan mengulas komik super hero Amerika yg lainnya mengulas komik Indonesia. Jadi sebetulnya kedua mjlh itu tdk bersaing secara face to face, malah keduanya saling melengkapi dan memberikan alternatif bacaan kpd pembaca komik. Yg suka komik superhero Amerika silakan baca WI dan yg suka Komik Indonesia silakan baca Sequen. Tapi memang tdk dpt dipungkiri sebenarnya ada overlapping diantara keduanya. Maksudnya apa?

      Sebenarnya para pembaca komik Indonesia kebanyakan juga membaca komik superhero Amerika. Jadi mereka ingin membaca kedua majalah itu. Dulu sebelum ada mjlh Sequen, para pemaca komik hanya mendpt satu alternatif bacaan yaitu WI tp kini ada mjlh Sequen. Bagi yg anggarannya mencukupi maka akan membeli kedua majalah itu tp jika tdk mencukupi mau tdk mau mereka hrs memilih satu diantara kedua mjlh itu. Lalu pertanyaannya adalah berapa banyak sih org2 yg dulu baca WI sekarang berpindah jadi membaca Sequen? Seberapa besar sih dampak yg ditimbulkan oleh kehadiran Sequen thd tiras mjlh WI? Saya tdk tahu, orang dari WI sendiri lah yg paling tahu. Dan apakah dgn diturunkan harganya berarti mjlh WI menghindari persaingan yg face to face dgn Sequen dan berharap pembaca yg sempat lari akan kembali ke WI? Apakah pembaca WI sensitif thd harga shg dgn diturunkan harganya, mrk akan kembali baca WI? Ketika majalah Sequen muncul pertama kali dgn mematok harga Rp 25.000/exp (hampir menyamai
      WI yg Rp 25.900/exp) dan ukuran majalahnya sama persis dgn WI dan kemudian membenahi penampilannya dgn menambah halamannya, memperbaiki mutu kertasnya dan mempercantik covernya, saya melihat seakan-akan Sequen “menantang” WI untuk bersaing secara face to face. WI kemudian menjawabnya dgn manuver menurunkan harganya menjadi Rp 19.900/exp. Saya jarang melihat ada majalah yg sampai menurunkan harganya secara permanen. Kebanyakan sih untuk peristiwa2 khusus. Apakah WI memandang serius Sequen sebagai pesaingnya? Sekali lagi ini hanya dugaan saya saja dari hasil analisa saya. Yang paling tahu adalah awak WI sendiri dan jika teman2 mencoba menanyakannya, tentu mereka akan menjawab dengan diplomatis.

      Saya tdk tahu seberapa besar pangsa pasar pembaca komik di Indonesia. Berapa banyak sih pembaca komik di Indonesia? Diantara pembaca komik itu berapa persenkah yg suka membaca komik Indonesia? Jika persentasenya cukup besar, ada kemungkinan merekalah yg berpindah dr mjlh WI ke mjlh Sequen dan ini cukup signifikan juga karena itu WI mengambil langkah2 dgn menurunkan harganya dgn maksud utk meraih kembali pembacanya yg lari ke mjlh Sequen. Wah...kalo memang benar analisa saya ini pasti seru banget nih "pertempuran" di lapangan antara majalah WI dgn mjlh Sequen. Sayang sy tdk punya data2nya yg mendukung spt brp tiras WI sebelum dan sesudah Sequen lahir, brp juta org pembaca komik di Indonesia dan berapa % kah dr populasi itu yg baca komik Indonesia dll, jadi sy hanya bisa menduga2 saja. Saya sering membaca ulasan ttg marketing di buku2 atau majalah tp sy blm pernah melihat sendiri persaingan seperti ini di lapangan dan secara tidak langsung sy juga terlibat di dalamnya.

      Hmm sy jadi merasa tdk fair krn selama ini sy selalu mengulas mjlh Sequen di milis ini dan milis sebelah tp tdk mengulas mjlh WI pdhal sama2 mjlh komik mungkin krn org2 yg terlibat dlm pembuatan mjlh Sequen adalah teman2 sy sendiri, teman2 yg sy kenal spt pak Iwan Gunawan, pak Jhon De Rantau, penata artistiknya mas Uwi dan ilustratornya mas Anto, kontributor tetapnya mas Rieza F Muliawan dll mereka semua sudah pernah sy lihat krn itu ada semacam rasa memiliki thd mjlh itu. Bukan tdk mungkin teman2 membeli mjlh itu krn mjlh itu dibuat oleh teman2 sendiri. Saya termasuk org yg membeli dan menaruh perhatian besar thd mjlh ini salah satunya krn dibuat oleh teman2 sendiri. Hal yg tidak saya rasakan thd mjlh WI. Selain itu, mjlh Sequen baru lahir, ibarat seorang bayi yg masih perlu pengawasan kedua orang tuanya. Saya tdk mau Sequen hanya terbit satu atau dua edisi saja setelah itu lalu mati. Berbeda dgn WI yg sudah lebih dahulu eksis di pasar.

      Kalau boleh sy jujur, sebetulnya mjlh Sequen isinya tdk sepadat mjlh WI. Sequen lebih banyak komiknya. Jadi lebih cepat selesai di baca. Sedangkan WI banyak mengulas cerita di balik layar ttg pembuatan komik dan komikusnya. Dan meskipun mengulas komik superhero Amerika, sebetulnya mjlh WI diasuh org2 Indonesia juga dan yg cukup mengejutkan di WI yg terbaru ternyata dimuat juga komik bersambung Indonesia. Nah...gejala apa ini? Ingin merangkul pembaca komik Indonesia?

      Bagaimana pun persaingan keduanya di lapangan, sy sangat menghargai kehadiran kedua mjlh ini di pasar. Kedua mjlh itu sama2 memberikan alternatif bacaan kpd pembaca komik di Indonesia selain komik2nya itu sendiri.

      Kepada para pembaca komik, saya mengucapkan selamat membaca mjlh Wizard Indonesia dan mjlh Sequen. Semoga terhibur. Happy reading!

      Salam,
      Sandy


      ---------------------------------
      Do you Yahoo!?
      Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail.

      [Non-text portions of this message have been removed]
    • Sandy Jatmiko
      Teman2, masih ingat posting saya beberapa bulan yl tentang majalah Sequen vs Wizard Indonesia (WI)? Ketika itu majalah Sequen baru terbit pertama kali dan saya
      Message 2 of 7 , Sep 6 4:44 PM
      • 0 Attachment
        Teman2, masih ingat posting saya beberapa bulan yl tentang majalah Sequen vs Wizard Indonesia (WI)? Ketika itu majalah Sequen baru terbit pertama kali dan saya mengkritik majalah itu dgn membandingkannya dgn majalah WI. Mungkin saat itu pengasuh majalah Sequen memerah mukanya membaca posting saya tapi merrka cukup bijak mensikapi kritikan saya.Beberapa masukan dari saya ditanggapi oleh mereka spt penambahan jumlah halaman, mutu kertas yg lebih baik, dan lain-lain. Hasilnya...hmm mjlh Sequen ke-2 jd makin cantik. Saya menyebutnya seperti ulat yang baru keluar dari kepompongnya dan jadi kupu2 yang indah. Lalu bagaimana dengan WI setelah majalah Sequen jadi kupu2 yg indah? That's the story about WI.

        Pada suatu hari saya berjalan2 ke toko buku. Di rak2 mjlh sy menemukan mjlh WI yg terbaru. Memang mjlh ini distribusinya cukup bagus shg sy dgn mudah dpt menemukan mjlh WI. Inilah salah satu keunggulan mjlh WI. Tapi yg mengejutkan adalah mjlh WI menurunkan harganya dr Rp 25.900 jd Rp 19.900/exp. Wah..wah what's going on? Penurunan harga yg cukup banyak. Sy tdk tahu dgn pasti mengapa WI menurunkan harganya, apakah krn ada mjlh Sequen atau sebab lain. Apakah telah terjadi persaingan antara WI dgn Sequen? Benarkah mjlh WI bersaing dgn mljh Sequen di pasar? Apakah persaingannya face to face?

        Tidak banyak mjlh yg mengulas ttg komik. Ada beberapa mjlh lain yg mengulas ttg komik tp hanya mjlh WI yg mudah ditemui dimana2 dan sekarang ada mjlh Sequen. Majalah WI mengulas tentang komik tapi kebanyakan yg diulas adalah komik Superhero Amerika. Super hero Indonesia pernah juga diulas tp hanya sedikit, mungkin krn memang Super hero Indonesia (baru) belum banyak. Setahu saya hubungan WI dgn Komik Indonesia.com cukup baik. WI membuka stand di acara bazar dan pameran komik di lantai dasar Mal Ambassador awal tahun ini yg diadakan oleh Komikindonesia.com. WI bahkan mengulas acara itu. Ketika itu mjlh Sequen belumlah lahir. Kini mjlh Sequen sudah lahir dan diasuh oleh teman2 dr Komikindonesia.com. Akankah mjlh Sequen menjadi pesaing WI di pasar?

        Mjlh WI dan mjlh Sequen sama2 mengulas komik. Hanya yg satu kebanyakan mengulas komik super hero Amerika yg lainnya mengulas komik Indonesia. Jadi sebetulnya kedua mjlh itu tdk bersaing secara face to face, malah keduanya saling melengkapi dan memberikan alternatif bacaan kpd pembaca komik. Yg suka komik superhero Amerika silakan baca WI dan yg suka Komik Indonesia silakan baca Sequen. Tapi memang tdk dpt dipungkiri sebenarnya ada overlapping diantara keduanya. Maksudnya apa?

        Sebenarnya para pembaca komik Indonesia kebanyakan juga membaca komik superhero Amerika. Jadi mereka ingin membaca kedua majalah itu. Dulu sebelum ada mjlh Sequen, para pemaca komik hanya mendpt satu alternatif bacaan yaitu WI tp kini ada mjlh Sequen. Bagi yg anggarannya mencukupi maka akan membeli kedua majalah itu tp jika tdk mencukupi mau tdk mau mereka hrs memilih satu diantara kedua mjlh itu. Lalu pertanyaannya adalah berapa banyak sih org2 yg dulu baca WI sekarang berpindah jadi membaca Sequen? Seberapa besar sih dampak yg ditimbulkan oleh kehadiran Sequen thd tiras mjlh WI? Saya tdk tahu, orang dari WI sendiri lah yg paling tahu. Dan apakah dgn diturunkan harganya berarti mjlh WI menghindari persaingan yg face to face dgn Sequen dan berharap pembaca yg sempat lari akan kembali ke WI? Apakah pembaca WI sensitif thd harga shg dgn diturunkan harganya, mrk akan kembali baca WI? Ketika majalah Sequen muncul pertama kali dgn mematok harga Rp 25.000/exp (hampir menyamai
        WI yg Rp 25.900/exp) dan ukuran majalahnya sama persis dgn WI dan kemudian membenahi penampilannya dgn menambah halamannya, memperbaiki mutu kertasnya dan mempercantik covernya, saya melihat seakan-akan Sequen “menantang” WI untuk bersaing secara face to face. WI kemudian menjawabnya dgn manuver menurunkan harganya menjadi Rp 19.900/exp. Saya jarang melihat ada majalah yg sampai menurunkan harganya secara permanen. Kebanyakan sih untuk peristiwa2 khusus. Apakah WI memandang serius Sequen sebagai pesaingnya? Sekali lagi ini hanya dugaan saya saja dari hasil analisa saya. Yang paling tahu adalah awak WI sendiri dan jika teman2 mencoba menanyakannya, tentu mereka akan menjawab dengan diplomatis.

        Saya tdk tahu seberapa besar pangsa pasar pembaca komik di Indonesia. Berapa banyak sih pembaca komik di Indonesia? Diantara pembaca komik itu berapa persenkah yg suka membaca komik Indonesia? Jika persentasenya cukup besar, ada kemungkinan merekalah yg berpindah dr mjlh WI ke mjlh Sequen dan ini cukup signifikan juga karena itu WI mengambil langkah2 dgn menurunkan harganya dgn maksud utk meraih kembali pembacanya yg lari ke mjlh Sequen. Wah...kalo memang benar analisa saya ini pasti seru banget nih "pertempuran" di lapangan antara majalah WI dgn mjlh Sequen. Sayang sy tdk punya data2nya yg mendukung spt brp tiras WI sebelum dan sesudah Sequen lahir, brp juta org pembaca komik di Indonesia dan berapa % kah dr populasi itu yg baca komik Indonesia dll, jadi sy hanya bisa menduga2 saja. Saya sering membaca ulasan ttg marketing di buku2 atau majalah tp sy blm pernah melihat sendiri persaingan seperti ini di lapangan dan secara tidak langsung sy juga terlibat di dalamnya.

        Hmm sy jadi merasa tdk fair krn selama ini sy selalu mengulas mjlh Sequen di milis ini dan milis sebelah tp tdk mengulas mjlh WI pdhal sama2 mjlh komik mungkin krn org2 yg terlibat dlm pembuatan mjlh Sequen adalah teman2 sy sendiri, teman2 yg sy kenal spt pak Iwan Gunawan, pak Jhon De Rantau, penata artistiknya mas Uwi dan ilustratornya mas Anto, kontributor tetapnya mas Rieza F Muliawan dll mereka semua sudah pernah sy lihat krn itu ada semacam rasa memiliki thd mjlh itu. Bukan tdk mungkin teman2 membeli mjlh itu krn mjlh itu dibuat oleh teman2 sendiri. Saya termasuk org yg membeli dan menaruh perhatian besar thd mjlh ini salah satunya krn dibuat oleh teman2 sendiri. Hal yg tidak saya rasakan thd mjlh WI. Selain itu, mjlh Sequen baru lahir, ibarat seorang bayi yg masih perlu pengawasan kedua orang tuanya. Saya tdk mau Sequen hanya terbit satu atau dua edisi saja setelah itu lalu mati. Berbeda dgn WI yg sudah lebih dahulu eksis di pasar.

        Kalau boleh sy jujur, sebetulnya mjlh Sequen isinya tdk sepadat mjlh WI. Sequen lebih banyak komiknya. Jadi lebih cepat selesai di baca. Sedangkan WI banyak mengulas cerita di balik layar ttg pembuatan komik dan komikusnya. Dan meskipun mengulas komik superhero Amerika, sebetulnya mjlh WI diasuh org2 Indonesia juga dan yg cukup mengejutkan di WI yg terbaru ternyata dimuat juga komik bersambung Indonesia. Nah...gejala apa ini? Ingin merangkul pembaca komik Indonesia?

        Bagaimana pun persaingan keduanya di lapangan, sy sangat menghargai kehadiran kedua mjlh ini di pasar. Kedua mjlh itu sama2 memberikan alternatif bacaan kpd pembaca komik di Indonesia selain komik2nya itu sendiri.

        Kepada para pembaca komik, saya mengucapkan selamat membaca mjlh Wizard Indonesia dan mjlh Sequen. Semoga terhibur. Happy reading!

        Salam,
        Sandy


        ---------------------------------
        Get your email and more, right on the new Yahoo.com

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • Sandy Jatmiko
        Teman2, masih ingat posting saya beberapa bulan yl tentang majalah Sequen vs Wizard Indonesia (WI)? Ketika itu majalah Sequen baru terbit pertama kali dan saya
        Message 3 of 7 , Sep 6 4:45 PM
        • 0 Attachment
          Teman2, masih ingat posting saya beberapa bulan yl tentang majalah Sequen vs Wizard Indonesia (WI)? Ketika itu majalah Sequen baru terbit pertama kali dan saya mengkritik majalah itu dgn membandingkannya dgn majalah WI. Mungkin saat itu pengasuh majalah Sequen memerah mukanya membaca posting saya tapi merrka cukup bijak mensikapi kritikan saya.Beberapa masukan dari saya ditanggapi oleh mereka spt penambahan jumlah halaman, mutu kertas yg lebih baik, dan lain-lain. Hasilnya...hmm mjlh Sequen ke-2 jd makin cantik. Saya menyebutnya seperti ulat yang baru keluar dari kepompongnya dan jadi kupu2 yang indah. Lalu bagaimana dengan WI setelah majalah Sequen jadi kupu2 yg indah? That's the story about WI.

          Pada suatu hari saya berjalan2 ke toko buku. Di rak2 mjlh sy menemukan mjlh WI yg terbaru. Memang mjlh ini distribusinya cukup bagus shg sy dgn mudah dpt menemukan mjlh WI. Inilah salah satu keunggulan mjlh WI. Tapi yg mengejutkan adalah mjlh WI menurunkan harganya dr Rp 25.900 jd Rp 19.900/exp. Wah..wah what's going on? Penurunan harga yg cukup banyak. Sy tdk tahu dgn pasti mengapa WI menurunkan harganya, apakah krn ada mjlh Sequen atau sebab lain. Apakah telah terjadi persaingan antara WI dgn Sequen? Benarkah mjlh WI bersaing dgn mljh Sequen di pasar? Apakah persaingannya face to face?

          Tidak banyak mjlh yg mengulas ttg komik. Ada beberapa mjlh lain yg mengulas ttg komik tp hanya mjlh WI yg mudah ditemui dimana2 dan sekarang ada mjlh Sequen. Majalah WI mengulas tentang komik tapi kebanyakan yg diulas adalah komik Superhero Amerika. Super hero Indonesia pernah juga diulas tp hanya sedikit, mungkin krn memang Super hero Indonesia (baru) belum banyak. Setahu saya hubungan WI dgn Komik Indonesia.com cukup baik. WI membuka stand di acara bazar dan pameran komik di lantai dasar Mal Ambassador awal tahun ini yg diadakan oleh Komikindonesia.com. WI bahkan mengulas acara itu. Ketika itu mjlh Sequen belumlah lahir. Kini mjlh Sequen sudah lahir dan diasuh oleh teman2 dr Komikindonesia.com. Akankah mjlh Sequen menjadi pesaing WI di pasar?

          Mjlh WI dan mjlh Sequen sama2 mengulas komik. Hanya yg satu kebanyakan mengulas komik super hero Amerika yg lainnya mengulas komik Indonesia. Jadi sebetulnya kedua mjlh itu tdk bersaing secara face to face, malah keduanya saling melengkapi dan memberikan alternatif bacaan kpd pembaca komik. Yg suka komik superhero Amerika silakan baca WI dan yg suka Komik Indonesia silakan baca Sequen. Tapi memang tdk dpt dipungkiri sebenarnya ada overlapping diantara keduanya. Maksudnya apa?

          Sebenarnya para pembaca komik Indonesia kebanyakan juga membaca komik superhero Amerika. Jadi mereka ingin membaca kedua majalah itu. Dulu sebelum ada mjlh Sequen, para pemaca komik hanya mendpt satu alternatif bacaan yaitu WI tp kini ada mjlh Sequen. Bagi yg anggarannya mencukupi maka akan membeli kedua majalah itu tp jika tdk mencukupi mau tdk mau mereka hrs memilih satu diantara kedua mjlh itu. Lalu pertanyaannya adalah berapa banyak sih org2 yg dulu baca WI sekarang berpindah jadi membaca Sequen? Seberapa besar sih dampak yg ditimbulkan oleh kehadiran Sequen thd tiras mjlh WI? Saya tdk tahu, orang dari WI sendiri lah yg paling tahu. Dan apakah dgn diturunkan harganya berarti mjlh WI menghindari persaingan yg face to face dgn Sequen dan berharap pembaca yg sempat lari akan kembali ke WI? Apakah pembaca WI sensitif thd harga shg dgn diturunkan harganya, mrk akan kembali baca WI? Ketika majalah Sequen muncul pertama kali dgn mematok harga Rp 25.000/exp (hampir menyamai
          WI yg Rp 25.900/exp) dan ukuran majalahnya sama persis dgn WI dan kemudian membenahi penampilannya dgn menambah halamannya, memperbaiki mutu kertasnya dan mempercantik covernya, saya melihat seakan-akan Sequen “menantang” WI untuk bersaing secara face to face. WI kemudian menjawabnya dgn manuver menurunkan harganya menjadi Rp 19.900/exp. Saya jarang melihat ada majalah yg sampai menurunkan harganya secara permanen. Kebanyakan sih untuk peristiwa2 khusus. Apakah WI memandang serius Sequen sebagai pesaingnya? Sekali lagi ini hanya dugaan saya saja dari hasil analisa saya. Yang paling tahu adalah awak WI sendiri dan jika teman2 mencoba menanyakannya, tentu mereka akan menjawab dengan diplomatis.

          Saya tdk tahu seberapa besar pangsa pasar pembaca komik di Indonesia. Berapa banyak sih pembaca komik di Indonesia? Diantara pembaca komik itu berapa persenkah yg suka membaca komik Indonesia? Jika persentasenya cukup besar, ada kemungkinan merekalah yg berpindah dr mjlh WI ke mjlh Sequen dan ini cukup signifikan juga karena itu WI mengambil langkah2 dgn menurunkan harganya dgn maksud utk meraih kembali pembacanya yg lari ke mjlh Sequen. Wah...kalo memang benar analisa saya ini pasti seru banget nih "pertempuran" di lapangan antara majalah WI dgn mjlh Sequen. Sayang sy tdk punya data2nya yg mendukung spt brp tiras WI sebelum dan sesudah Sequen lahir, brp juta org pembaca komik di Indonesia dan berapa % kah dr populasi itu yg baca komik Indonesia dll, jadi sy hanya bisa menduga2 saja. Saya sering membaca ulasan ttg marketing di buku2 atau majalah tp sy blm pernah melihat sendiri persaingan seperti ini di lapangan dan secara tidak langsung sy juga terlibat di dalamnya.

          Hmm sy jadi merasa tdk fair krn selama ini sy selalu mengulas mjlh Sequen di milis ini dan milis sebelah tp tdk mengulas mjlh WI pdhal sama2 mjlh komik mungkin krn org2 yg terlibat dlm pembuatan mjlh Sequen adalah teman2 sy sendiri, teman2 yg sy kenal spt pak Iwan Gunawan, pak Jhon De Rantau, penata artistiknya mas Uwi dan ilustratornya mas Anto, kontributor tetapnya mas Rieza F Muliawan dll mereka semua sudah pernah sy lihat krn itu ada semacam rasa memiliki thd mjlh itu. Bukan tdk mungkin teman2 membeli mjlh itu krn mjlh itu dibuat oleh teman2 sendiri. Saya termasuk org yg membeli dan menaruh perhatian besar thd mjlh ini salah satunya krn dibuat oleh teman2 sendiri. Hal yg tidak saya rasakan thd mjlh WI. Selain itu, mjlh Sequen baru lahir, ibarat seorang bayi yg masih perlu pengawasan kedua orang tuanya. Saya tdk mau Sequen hanya terbit satu atau dua edisi saja setelah itu lalu mati. Berbeda dgn WI yg sudah lebih dahulu eksis di pasar.

          Kalau boleh sy jujur, sebetulnya mjlh Sequen isinya tdk sepadat mjlh WI. Sequen lebih banyak komiknya. Jadi lebih cepat selesai di baca. Sedangkan WI banyak mengulas cerita di balik layar ttg pembuatan komik dan komikusnya. Dan meskipun mengulas komik superhero Amerika, sebetulnya mjlh WI diasuh org2 Indonesia juga dan yg cukup mengejutkan di WI yg terbaru ternyata dimuat juga komik bersambung Indonesia. Nah...gejala apa ini? Ingin merangkul pembaca komik Indonesia?

          Bagaimana pun persaingan keduanya di lapangan, sy sangat menghargai kehadiran kedua mjlh ini di pasar. Kedua mjlh itu sama2 memberikan alternatif bacaan kpd pembaca komik di Indonesia selain komik2nya itu sendiri.

          Kepada para pembaca komik, saya mengucapkan selamat membaca mjlh Wizard Indonesia dan mjlh Sequen. Semoga terhibur. Happy reading!

          Salam,
          Sandy


          ---------------------------------
          Get your email and more, right on the new Yahoo.com

          [Non-text portions of this message have been removed]
        • Wisnoe Lee
          lama gak buka email, .... Menurut saya sih baik Sequen maupun Wizard Indonesia punya pasar sendiri2. Engggak bisa di vs-in secara frontal banget. Wizard itu
          Message 4 of 7 , Sep 6 8:32 PM
          • 0 Attachment
            lama gak buka email, ....

            Menurut saya sih baik Sequen maupun Wizard Indonesia
            punya pasar sendiri2.

            Engggak bisa di vs-in secara frontal banget.

            Wizard itu lebih pada apresiasi komik dunia, basisnya
            barat.

            Kalo Sequen lebih pada apresiasi komik indonesia,
            walau referensi luar pun perlu ada.

            ada pasarnya sendiri2 ...

            keduanya jelas: baguuuuusssss :)

            salam,
            wisnoe lee





            "Bagaimanapun Bajaj itu asyik!"
            http://www.gibug.com

            __________________________________________________
            Do You Yahoo!?
            Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
            http://mail.yahoo.com
          • Sandy Jatmiko
            Teman2, masih ingat posting sy beberapa bulan yl tentang majalah Sequen vs Wizard Indonesia (WI)? Ketika itu mjlh Sequen baru terbit pertama kali dan sy
            Message 5 of 7 , Sep 8 4:23 PM
            • 0 Attachment
              Teman2, masih ingat posting sy beberapa bulan yl tentang majalah Sequen vs Wizard Indonesia (WI)? Ketika itu mjlh Sequen baru terbit pertama kali dan sy mengkritik mjlh itu dgn membandingkannya dgn mjlh WI. Mungkin saat itu pengasuh mjlh Sequen memerah mukanya membaca posting sy tp mrk cukup bijak mensikapi kritikan sy.Beberapa masukan dari saya ditanggapi oleh mereka spt penambahan jumlah halaman, mutu kertas yg lebih baik, dan distribusi yg luas. Hasilnya...hmm mjlh Sequen ke-2 jd makin cantik. Sy menyebutnya spt ulat yg baru keluar dr kepompongnya dan jd kupu2 yg indah. Lalu bagaimana dgn WI setelah mjlh Sequen jd kupu2 yg indah? That's the story about WI.

              Pada suatu hari saya berjalan2 ke toko buku. Di rak2 mjlh sy menemukan mjlh WI yg terbaru. Memang mjlh ini distribusinya cukup bagus sehingga sy dgn mudah dapat menemukan mjlh WI. Inilah salah satu keunggulan mjlh WI. Tapi yg mengejutkan adalah mjlh WI telah menurunkan harganya dr Rp 25.900 jd Rp 19.900/exp. (setelah saya periksa penurunan harga ini sudah terjadi sejak beberapa edisi sebelumnya). Wah..wah what's going on? Penurunan harga yg cukup banyak. Sy tdk tahu dgn pasti mengapa WI menurunkan harganya, apakah krn ada mjlh Sequen atau sebab lain. Apakah telah terjadi persaingan antara WI dgn Sequen? Benarkah mjlh WI bersaing dgn mljh Sequen di pasar? Apakah persaingannya face to face?

              Tidak banyak mjlh yg mengulas ttg komik. Ada beberapa majalah lain yg mengulas ttg komik tp hanya mjlh WI yg mudah ditemui dimana2 dan sekarang ada mjlh Sequen. Mjlh WI mengulas ttg komik tp kebanyakan yg diulas adalah komik Superhero Amerika. Super hero Indonesia pernah juga diulas tapi hanya sedikit, mungkin karena memang Super hero Indonesia blm banyak. Setahu sy hubungan WI dgn Komik Indonesia.com cukup baik. WI membuka stand di acara bazar dan pameran komik di lantai dasar Mal Ambassador awal tahun ini yg diadakan oleh Komikindonesia.com. WI bahkan mengulas acara itu. Ketika itu mjlh Sequen belumlah lahir. Kini mjlh Sequen sudah lahir dan diasuh oleh teman2 dari Komikindonesia.com. Akankah mjlh Sequen menjadi pesaing WI di pasar?

              Majalah WI dan mjlh Sequen sama2 mengulas komik. Hanya yg satu kebanyakan mengulas komik super hero Amerika (sebetulnya WI juga mengulas komik superhero Indonesia, tapi karena komik superhero Indonesia sedikit maka yg dominan adalah superhero Amerika) sedangkan mjlh Sequen Indonesia. Jadi sebetulnya kedua mjlh itu tdk bersaing secara face to face, malah keduanya saling melengkapi dan memberikan alternatif bacaan kpd pembaca komik. Yg suka komik superhero Amerika silakan baca WI dan yg suka Komik Indonesia silakan baca Sequen. Tapi memang tdk dpt dipungkiri sebenarnya ada overlapping diantara keduanya. Maksudnya apa?

              Sebenarnya para pembaca komik Indonesia kebanyakan juga membaca komik superhero Amerika. Jadi mereka ingin membaca kedua majalah itu. Dulu sebelum ada mjlh Sequen, para pemaca komik hanya mendpt satu alternatif bacaan yaitu WI tp kini ada mjlh Sequen. Bagi yg anggarannya mencukupi maka akan membeli kedua majalah itu tp jika tdk mencukupi mau tdk mau mereka hrs memilih satu diantara kedua mjlh itu. Lalu pertanyaannya adalah berapa banyak sih org2 yg dulu baca WI skrg baca Sequen? Seberapa besar sih dampak yg ditimbulkan oleh kehadiran Sequen thd tiras mjlh WI? Saya tdk tahu, org dr WI lah yg paling tahu. Dan apakah dgn diturunkan harganya berarti mjlh WI menghindari persaingan yg face to face dgn Sequen dan berharap pembaca yg sempat lari akan kembali ke WI? Apakah pembaca WI sensitif thd harga sehingga dgn diturunkan harganya, mrk akan kembali baca WI? Ketika majalah Sequen muncul pertama kali dgn mematok harga Rp 25.000/exp (hampir menyamai WI yg Rp 25.900/exp) dan
              ukuran majalahnya sama persis dgn WI dan kemudian membenahi penampilannya dgn menambah halamannya, memperbaiki mutu kertasnya dan mempercantik covernya dan beredar di jalur distribusi yg sama, saya melihat seakan-akan Sequen “menantang” WI untuk bersaing secara face to face. WI kemudian menjawabnya dgn manuver menurunkan harganya menjadi Rp 19.900/exp. Saya jarang melihat ada majalah yg sampai menurunkan harganya secara permanen. Kebanyakan sih untuk peristiwa2 khusus. Apakah WI memandang serius Sequen sbg pesaingnya? Sekali lagi ini hanya dugaan hasil analisa saya. Yang paling tahu adalah awak WI sendiri dan jika teman2 mencoba menanyakannya, tentu mereka akan menjawab dgn diplomatis.

              Saya tdk tahu seberapa besar pangsa pasar pembaca komik di Indonesia. Berapa banyak sih pembaca komik di Indonesia? Diantara pembaca komik itu berapa persenkah yg suka membaca komik Indonesia? Jika persentasenya cukup besar, ada kemungkinan mrklah yg berpindah dr mjlh WI ke mjlh Sequen dan ini cukup signifikan juga krn itu WI mengambil langkah2 dgn menurunkan harganya dgn maksud utk meraih kembali pembacanya yg lari ke mjlh Sequen. Wah...kalo memang benar analisa saya ini pasti seru banget nih "pertempuran" di lapangan antara mjlh WI dgn mjlh Sequen. Sayang sy tdk punya data2nya yg mendukung spt brp tiras WI sebelum dan sesudah Sequen lahir, brp juta org pembaca komik di Indonesia dan berapa % kah dr populasi itu yg baca komik Indonesia dll, jd sy hanya bisa menduga2 saja.

              Sy sering membaca ulasan ttg marketing di buku2 atau majalah tp sy blm pernah melihat sendiri persaingan spt ini di lapangan dan secara tdk langsung sy juga terlibat di dlmnya.

              Hmm sy jd merasa tdk fair krn selama ini sy selalu mengulas mjlh Sequen di milis ini dan milis sebelah tp tdk mengulas mjlh WI pdhal sama2 mjlh komik mungkin krn org2 yg terlibat dlm pembuatan mjlh Sequen adalah teman2 sendiri, teman2 yg sy kenal spt pak Iwan Gunawan, pak Jhon De Rantau, penata artistiknya mas Uwi dan ilustratornya mas Anto, kontributor tetapnya mas Rieza F Muliawan dll mereka semua sudah pernah sy lihat krn itu ada semacam rasa memiliki thd mjlh itu. Bukan tdk mungkin teman2 membeli mjlh itu krn mjlh itu dibuat oleh teman2 sendiri. Saya termasuk org yg membeli dan menaruh perhatian besar thd mjlh ini salah satunya krn dibuat oleh teman2 sendiri. Hal yg tdk saya rasakan terhadap mjlh WI. Selain itu, mjlh Sequen baru lahir, ibarat seorang bayi yg masih perlu pengawasan kedua orang tuanya sehingga saya menaruh perhatian besar terhadap majalah ini. Saya tdk mau Sequen hanya terbit satu atau dua edisi saja setelah itu lalu mati. Berbeda dgn WI yg sudah
              lebih dahulu eksis di pasar.

              Kalau boleh sy jujur, sebetulnya mjlh Sequen isinya tdk sepadat mjlh WI. Sequen banyak komiknya. Jadi lebih cepat selesai di baca. Sedangkan WI banyak mengulas cerita di balik layar ttg pembuatan komik dan komikusnya. Dan meskipun mengulas komik superhero Amerika, sebetulnya mjlh WI diasuh org2 Indonesia juga dan yg cukup mengejutkan di WI yg terbaru ternyata dimuat juga komik bersambung Indonesia. Nah...gejala apa ini? Ingin merangkul pembaca komik Indonesia?

              Bagaimana pun persaingan keduanya di lapangan, sy sangat menghargai kehadiran kedua mjlh ini di pasar. Kedua mjlh itu sama2 memberikan alternatif bacaan kpd pembaca komik di Indonesia selain komik2nya itu sendiri.

              Kepada para pembaca komik, saya mengucapkan selamat membaca mjlh Wizard Indonesia dan mjlh Sequen. Semoga terhibur. Happy reading!

              Salam,
              Sandy


              ---------------------------------
              Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.

              [Non-text portions of this message have been removed]
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.