Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [komik_indonesia] kenapa komik mati?

Expand Messages
  • Septian Rahman
    Saya setuju dengan usul Mas Kakao. Lebih baik kita membuat portofolio dalam bentuk online supaya semua pembaca dan penerbit bisa melirik contoh hasil karya
    Message 1 of 6 , Dec 31, 2005
    • 0 Attachment
      Saya setuju dengan usul Mas Kakao. Lebih baik kita
      membuat portofolio dalam bentuk online supaya semua
      pembaca dan penerbit bisa melirik contoh hasil karya
      kita.
      Kalau tak percaya, coba saja klik di
      http://velgraonline.blogspot.com
      Terima kasih.

      --- kakao kakao <kakao_tng@...> wrote:

      > .menurut saya komik indonesia mati karena para
      > penerbitnya nggak berani mengambil keputusan buat
      > memajukan komik itu di negri sendiri,..buktinya
      > banyak komikus muda,..gambarnya jg bagus dan nggak
      > kalah sama anima jepang,..,..kesalahannya
      > satu,..kurangnya respon positif dari para
      > penerbit,..cobalah untuk para penerbit hendaknya
      > yang mau mencari komik baru,..ide yang baru,..gaya
      > bahasa komik yang baru,..cobalah buat semacam
      > casting,..komik berupa portofolio copy aja,..saring
      > yang terbaik,..dan kontrak,..saya yakin banyak yang
      > mo ikut termasuk saya dan komikus lainya
      > buat aja,..nothing to lose,..lihat kemampuan anak
      > bangsa ini,..siapa yang tertarik?(penerbit)
      > salam
      > kakao HP081319208196
      >
      > armyntanjung <armyntanjung@...> wrote:
      > beberapa hari yang lalu ada yang nanya. Apa yang
      > menyebabkan komik Indonesia mati? Kalau menurut
      > saya
      > banyak hal penyebabnya. Diantaranya belum
      > mengertinya ortu
      > bahwa komik mampu membangkitkan dan mengembangkan
      > imajinasi pembacanya. Yang pada umumnya sangat
      > terasa
      > pada saat sipembaca itu dewasa dan mandiri (ini
      > kata orang
      > lho, saya cuma nyambungin lidah). Karena tidak
      > mengerti ortu
      > kebanyakan melarang anak baca komik (tapi memang
      > anak2
      > suka lupa waktu kalau baca komik siiih..). Jadinya
      > para ortu gak
      > tertarik beliin komik.
      > Kayaknya hal ini perlu penyelidikan langsung,
      > terutama kepada
      > para ortu2 yang sejak dulu 'gila komik', Apa
      > dampaknya hingga
      > kini. Bila perlu ada yang riset sampai
      > kenegara-negara raksasa
      > penghasil komik tentang bagaimana dampak komik
      > terhadap
      > anak dan remaja. Lalu tulis di koran, atau jadiin
      > buku. Buat
      > referensi ortu yang ngelarang anaknya baca komik.
      > Selain itu, penyakit 'luar negeri minded'. Kalau
      > penyakit ini siiih
      > ke semua hal. Sampai2 ada yang fanatik cabe aja
      > harus dari
      > bangkok. Ada temen saking sinisnya, beli kaos
      > bikinan Francis
      > (katanya) pakenya dibalikin. Alasannya biar merknya
      > kelihatan
      > dan orang tau ni kaos bikinan luar.
      > Juga komik. Tapi kenapa penerbit kebanyakan
      > nerbitin komik
      > luar dari pada lokal, kecuali yang pasar baru & g?
      > Karena komik
      > luar sangat murah. Tahun 1980 komik luar perhalaman
      >
      > majalah Rp.500,- sudah bentuk film. Sementara beli
      > naskah
      > komik lokal perhalaman Rp.12.500,- masih harus
      > difilm-in lagi
      > (proses cetak: naskah, film, plat, cetak). Selain
      > itu pembelian
      > naskah dari pengarang pelukis, kalau yang pasar baru
      > &g,
      > naskah datang langsung dibayar, cash (ini karena
      > sistemnya
      > jual lepas. Penerbit nyetak ulang pelukis nggak
      > dapat apa-apa.
      > Tapi karena kebutuhan hidup, memacu pelukis tetap
      > terus
      > berkarya dan berkarya). Kalau penerbit lain (non
      > psr baru & g),
      > pembayaran naskah awal merupakan uang muka royalti.
      >
      > Kadang ini bisa dibawah umr. Akhirnya karena tidak
      > memadai,
      > pelukis komik beralih ke usaha lain. Tapi ada juga
      > yang
      > memang karena sangat cintanya (sehidup semati )
      > dengan
      > komik, masih terus berkarya walau terseok-seok.
      > Adalagi, saya pernah dengar, bahwa ternyata budaya
      > bangsa
      > Indonesia ini 'belum' memiliki budaya membaca. Yang
      > sudah
      > ada, adalah budaya 'mendengar dan melihat (nonton)'.
      > Jadi
      > buku atau bahan bacaan lainnya, pada umumnya,
      > terjual sangat
      > sedikit, terutama bila dibandingkan dengan jumlah
      > penduduk.
      > Nggak usah bercermin pada Jepang, yang umumnya
      > mereka
      > bila berangkat kerja, pasti bawa bacaan. kalau di
      > sini, itu jarang
      > terjadi.
      > Selain itu memang pada umumnya harga buku di negeri
      > ini
      > mahal dibandingkan penghasilan masyarakat pada
      > umumnya.
      > Seorang penerjemah cerita silat Cina yang juga
      > penerbitnya
      > pernah mengatakan (kalau gak salah inget), ia akan
      > selalu
      > mengusahakan harga bukunya seharga sekilo beras,
      > atau
      > seharga jajanan. Hingga yang terjadi bukunya
      > benar-benar
      > banyak dibeli orang.
      > Kalau ini di pikirin pemerintah dengan mensubsidi
      > kertas
      > (bukan malah dikenakan PPN) barangkali bisa. Dan
      > dampak
      > jauh kedepannya menurut saya, bangsa ini akan
      > cerdas.
      > Eh, iya nggak sih?
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > SPONSORED LINKS
      > Comic book Comic book store Comic book
      > artist Comic book cover Comic book for sale
      > Dc comic book
      >
      > ---------------------------------
      > YAHOO! GROUPS LINKS
      >
      >
      > Visit your group "komik_indonesia" on the web.
      >
      > To unsubscribe from this group, send an email
      > to:
      > komik_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
      >
      > Your use of Yahoo! Groups is subject to the
      > Yahoo! Terms of Service.
      >
      >
      > ---------------------------------
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > Send instant messages to your online friends
      > http://uk.messenger.yahoo.com
      >
      > [Non-text portions of this message have been
      > removed]
      >
      >





      __________________________________
      Yahoo! for Good - Make a difference this year.
      http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/
    • sucahyo widiyatmoko
      Dikatakan mati, sebenarnya nggak juga. Dikatakan hidup dan sehat wal afiat, ya nggak juga. Komik Indonesia tetap eksis. Tetap ada. Masih banyak orang kita yang
      Message 2 of 6 , Jan 3, 2006
      • 0 Attachment
        Dikatakan mati, sebenarnya nggak juga. Dikatakan hidup dan sehat wal afiat, ya nggak juga. Komik Indonesia tetap eksis. Tetap ada. Masih banyak orang kita yang menggantungkan hidupnya dari komik (Ingat: Keliek Eswe, Prie GS, M. Nadjib), walaupun itu hanya sebatas komik strip di koran harian/media bulanan. Tapi namanya tetap juga komik, to?
        Hanya saja, kalau dibilang komik kita maju, ya jelas enggak. Jalan di tempat, mungkin iya. Mundur, boleh juga dibilang begitu, walaupun belum begitu kritis. Masalahnya, sampai sekarang kita masih berkutat dan berdebat hal yang sama dari waktu ke waktu. Masalah identitas. Debat panjang mengenai apa dan bagaimana komik asli Indonesia itu masih berlangsung hingga detik ini. Saya sendiri pun bingung, jika ditanya komik Indonesia itu yang bagaimana? Mungkin saya jawab, komik Indonesia itu ya komik yang dibikin orang Indonesia, diterbitkan di indonesia, dan dibaca oleh orang Indonesia.
        Yang paling bijak sekarang adalah, mari kita berkarya. Yang beraliran manga, amerika, eropa, atau mana saja, terus berkarya. Jangan berhenti. Mungkin dengan begitu, di suatu saat akan mencapai sebuah titik temu antara berbagai aliran komik tersebut dan lahirlah apa yang disebut komik Indonesia.
        Yang jago sketsa, teruslah bikin karakter yng mumpuni. Yang jago tinta, bikinlah goresan dan kontur sebagus mungkin. Yang jago warna, kita tahu Indonesia penuh dengan warna. Yang jago bikin skenario komik, jangan cuma disimpen saja, ketik dan bagi-bagikan kepada teman-teman yang idenya lagi buntu. Yang letteringnya cantik, anda tinggal menunggu hasil kerja mereka di atas.
        Insya Allah, deh...., dengan semangat kebersamaan (ingat pesan SBY), komik kita pasti maju. Amin.

        Septian Rahman <dhennysdr@...> wrote:
        Saya setuju dengan usul Mas Kakao. Lebih baik kita
        membuat portofolio dalam bentuk online supaya semua
        pembaca dan penerbit bisa melirik contoh hasil karya
        kita.
        Kalau tak percaya, coba saja klik di
        http://velgraonline.blogspot.com
        Terima kasih.

        --- kakao kakao <kakao_tng@...> wrote:

        > .menurut saya komik indonesia mati karena para
        > penerbitnya nggak berani mengambil keputusan buat
        > memajukan komik itu di negri sendiri,..buktinya
        > banyak komikus muda,..gambarnya jg bagus dan nggak
        > kalah sama anima jepang,..,..kesalahannya
        > satu,..kurangnya respon positif dari para
        > penerbit,..cobalah untuk para penerbit hendaknya
        > yang mau mencari komik baru,..ide yang baru,..gaya
        > bahasa komik yang baru,..cobalah buat semacam
        > casting,..komik berupa portofolio copy aja,..saring
        > yang terbaik,..dan kontrak,..saya yakin banyak yang
        > mo ikut termasuk saya dan komikus lainya
        > buat aja,..nothing to lose,..lihat kemampuan anak
        > bangsa ini,..siapa yang tertarik?(penerbit)
        > salam
        > kakao HP081319208196
        >
        > armyntanjung <armyntanjung@...> wrote:
        > beberapa hari yang lalu ada yang nanya. Apa yang
        > menyebabkan komik Indonesia mati? Kalau menurut
        > saya
        > banyak hal penyebabnya. Diantaranya belum
        > mengertinya ortu
        > bahwa komik mampu membangkitkan dan mengembangkan
        > imajinasi pembacanya. Yang pada umumnya sangat
        > terasa
        > pada saat sipembaca itu dewasa dan mandiri (ini
        > kata orang
        > lho, saya cuma nyambungin lidah). Karena tidak
        > mengerti ortu
        > kebanyakan melarang anak baca komik (tapi memang
        > anak2
        > suka lupa waktu kalau baca komik siiih..). Jadinya
        > para ortu gak
        > tertarik beliin komik.
        > Kayaknya hal ini perlu penyelidikan langsung,
        > terutama kepada
        > para ortu2 yang sejak dulu 'gila komik', Apa
        > dampaknya hingga
        > kini. Bila perlu ada yang riset sampai
        > kenegara-negara raksasa
        > penghasil komik tentang bagaimana dampak komik
        > terhadap
        > anak dan remaja. Lalu tulis di koran, atau jadiin
        > buku. Buat
        > referensi ortu yang ngelarang anaknya baca komik.
        > Selain itu, penyakit 'luar negeri minded'. Kalau
        > penyakit ini siiih
        > ke semua hal. Sampai2 ada yang fanatik cabe aja
        > harus dari
        > bangkok. Ada temen saking sinisnya, beli kaos
        > bikinan Francis
        > (katanya) pakenya dibalikin. Alasannya biar merknya
        > kelihatan
        > dan orang tau ni kaos bikinan luar.
        > Juga komik. Tapi kenapa penerbit kebanyakan
        > nerbitin komik
        > luar dari pada lokal, kecuali yang pasar baru & g?
        > Karena komik
        > luar sangat murah. Tahun 1980 komik luar perhalaman
        >
        > majalah Rp.500,- sudah bentuk film. Sementara beli
        > naskah
        > komik lokal perhalaman Rp.12.500,- masih harus
        > difilm-in lagi
        > (proses cetak: naskah, film, plat, cetak). Selain
        > itu pembelian
        > naskah dari pengarang pelukis, kalau yang pasar baru
        > &g,
        > naskah datang langsung dibayar, cash (ini karena
        > sistemnya
        > jual lepas. Penerbit nyetak ulang pelukis nggak
        > dapat apa-apa.
        > Tapi karena kebutuhan hidup, memacu pelukis tetap
        > terus
        > berkarya dan berkarya). Kalau penerbit lain (non
        > psr baru & g),
        > pembayaran naskah awal merupakan uang muka royalti.
        >
        > Kadang ini bisa dibawah umr. Akhirnya karena tidak
        > memadai,
        > pelukis komik beralih ke usaha lain. Tapi ada juga
        > yang
        > memang karena sangat cintanya (sehidup semati )
        > dengan
        > komik, masih terus berkarya walau terseok-seok.
        > Adalagi, saya pernah dengar, bahwa ternyata budaya
        > bangsa
        > Indonesia ini 'belum' memiliki budaya membaca. Yang
        > sudah
        > ada, adalah budaya 'mendengar dan melihat (nonton)'.
        > Jadi
        > buku atau bahan bacaan lainnya, pada umumnya,
        > terjual sangat
        > sedikit, terutama bila dibandingkan dengan jumlah
        > penduduk.
        > Nggak usah bercermin pada Jepang, yang umumnya
        > mereka
        > bila berangkat kerja, pasti bawa bacaan. kalau di
        > sini, itu jarang
        > terjadi.
        > Selain itu memang pada umumnya harga buku di negeri
        > ini
        > mahal dibandingkan penghasilan masyarakat pada
        > umumnya.
        > Seorang penerjemah cerita silat Cina yang juga
        > penerbitnya
        > pernah mengatakan (kalau gak salah inget), ia akan
        > selalu
        > mengusahakan harga bukunya seharga sekilo beras,
        > atau
        > seharga jajanan. Hingga yang terjadi bukunya
        > benar-benar
        > banyak dibeli orang.
        > Kalau ini di pikirin pemerintah dengan mensubsidi
        > kertas
        > (bukan malah dikenakan PPN) barangkali bisa. Dan
        > dampak
        > jauh kedepannya menurut saya, bangsa ini akan
        > cerdas.
        > Eh, iya nggak sih?
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        > SPONSORED LINKS
        > Comic book Comic book store Comic book
        > artist Comic book cover Comic book for sale
        > Dc comic book
        >
        > ---------------------------------
        > YAHOO! GROUPS LINKS
        >
        >
        > Visit your group "komik_indonesia" on the web.
        >
        > To unsubscribe from this group, send an email
        > to:
        > komik_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
        >
        > Your use of Yahoo! Groups is subject to the
        > Yahoo! Terms of Service.
        >
        >
        > ---------------------------------
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        > Send instant messages to your online friends
        > http://uk.messenger.yahoo.com
        >
        > [Non-text portions of this message have been
        > removed]
        >
        >





        __________________________________
        Yahoo! for Good - Make a difference this year.
        http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/


        SPONSORED LINKS
        Comic book Comic book store Comic book artist Comic book cover Comic book for sale Dc comic book

        ---------------------------------
        YAHOO! GROUPS LINKS


        Visit your group "komik_indonesia" on the web.

        To unsubscribe from this group, send an email to:
        komik_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

        Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


        ---------------------------------







        ---------------------------------
        Yahoo! Photos
        Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • heru rosadi
        AYO SEMANGAT..... Naah, pikiran2 seperti sdr Cahyo lah yang sering kita butuhkan...Kerjasama dong biar maju AYO SEMANGAT sucahyo widiyatmoko
        Message 3 of 6 , Jan 4, 2006
        • 0 Attachment
          AYO SEMANGAT.....
          Naah, pikiran2 seperti sdr Cahyo lah yang sering kita butuhkan...Kerjasama dong biar maju
          AYO SEMANGAT

          sucahyo widiyatmoko <cahyo_eswe@...> wrote: Dikatakan mati, sebenarnya nggak juga. Dikatakan hidup dan sehat wal afiat, ya nggak juga. Komik Indonesia tetap eksis. Tetap ada. Masih banyak orang kita yang menggantungkan hidupnya dari komik (Ingat: Keliek Eswe, Prie GS, M. Nadjib), walaupun itu hanya sebatas komik strip di koran harian/media bulanan. Tapi namanya tetap juga komik, to?
          Hanya saja, kalau dibilang komik kita maju, ya jelas enggak. Jalan di tempat, mungkin iya. Mundur, boleh juga dibilang begitu, walaupun belum begitu kritis. Masalahnya, sampai sekarang kita masih berkutat dan berdebat hal yang sama dari waktu ke waktu. Masalah identitas. Debat panjang mengenai apa dan bagaimana komik asli Indonesia itu masih berlangsung hingga detik ini. Saya sendiri pun bingung, jika ditanya komik Indonesia itu yang bagaimana? Mungkin saya jawab, komik Indonesia itu ya komik yang dibikin orang Indonesia, diterbitkan di indonesia, dan dibaca oleh orang Indonesia.
          Yang paling bijak sekarang adalah, mari kita berkarya. Yang beraliran manga, amerika, eropa, atau mana saja, terus berkarya. Jangan berhenti. Mungkin dengan begitu, di suatu saat akan mencapai sebuah titik temu antara berbagai aliran komik tersebut dan lahirlah apa yang disebut komik Indonesia.
          Yang jago sketsa, teruslah bikin karakter yng mumpuni. Yang jago tinta, bikinlah goresan dan kontur sebagus mungkin. Yang jago warna, kita tahu Indonesia penuh dengan warna. Yang jago bikin skenario komik, jangan cuma disimpen saja, ketik dan bagi-bagikan kepada teman-teman yang idenya lagi buntu. Yang letteringnya cantik, anda tinggal menunggu hasil kerja mereka di atas.
          Insya Allah, deh...., dengan semangat kebersamaan (ingat pesan SBY), komik kita pasti maju. Amin.

          Septian Rahman <dhennysdr@...> wrote:
          Saya setuju dengan usul Mas Kakao. Lebih baik kita
          membuat portofolio dalam bentuk online supaya semua
          pembaca dan penerbit bisa melirik contoh hasil karya
          kita.
          Kalau tak percaya, coba saja klik di
          http://velgraonline.blogspot.com
          Terima kasih.

          --- kakao kakao <kakao_tng@...> wrote:

          > .menurut saya komik indonesia mati karena para
          > penerbitnya nggak berani mengambil keputusan buat
          > memajukan komik itu di negri sendiri,..buktinya
          > banyak komikus muda,..gambarnya jg bagus dan nggak
          > kalah sama anima jepang,..,..kesalahannya
          > satu,..kurangnya respon positif dari para
          > penerbit,..cobalah untuk para penerbit hendaknya
          > yang mau mencari komik baru,..ide yang baru,..gaya
          > bahasa komik yang baru,..cobalah buat semacam
          > casting,..komik berupa portofolio copy aja,..saring
          > yang terbaik,..dan kontrak,..saya yakin banyak yang
          > mo ikut termasuk saya dan komikus lainya
          > buat aja,..nothing to lose,..lihat kemampuan anak
          > bangsa ini,..siapa yang tertarik?(penerbit)
          > salam
          > kakao HP081319208196
          >
          > armyntanjung <armyntanjung@...> wrote:
          > beberapa hari yang lalu ada yang nanya. Apa yang
          > menyebabkan komik Indonesia mati? Kalau menurut
          > saya
          > banyak hal penyebabnya. Diantaranya belum
          > mengertinya ortu
          > bahwa komik mampu membangkitkan dan mengembangkan
          > imajinasi pembacanya. Yang pada umumnya sangat
          > terasa
          > pada saat sipembaca itu dewasa dan mandiri (ini
          > kata orang
          > lho, saya cuma nyambungin lidah). Karena tidak
          > mengerti ortu
          > kebanyakan melarang anak baca komik (tapi memang
          > anak2
          > suka lupa waktu kalau baca komik siiih..). Jadinya
          > para ortu gak
          > tertarik beliin komik.
          > Kayaknya hal ini perlu penyelidikan langsung,
          > terutama kepada
          > para ortu2 yang sejak dulu 'gila komik', Apa
          > dampaknya hingga
          > kini. Bila perlu ada yang riset sampai
          > kenegara-negara raksasa
          > penghasil komik tentang bagaimana dampak komik
          > terhadap
          > anak dan remaja. Lalu tulis di koran, atau jadiin
          > buku. Buat
          > referensi ortu yang ngelarang anaknya baca komik.
          > Selain itu, penyakit 'luar negeri minded'. Kalau
          > penyakit ini siiih
          > ke semua hal. Sampai2 ada yang fanatik cabe aja
          > harus dari
          > bangkok. Ada temen saking sinisnya, beli kaos
          > bikinan Francis
          > (katanya) pakenya dibalikin. Alasannya biar merknya
          > kelihatan
          > dan orang tau ni kaos bikinan luar.
          > Juga komik. Tapi kenapa penerbit kebanyakan
          > nerbitin komik
          > luar dari pada lokal, kecuali yang pasar baru & g?
          > Karena komik
          > luar sangat murah. Tahun 1980 komik luar perhalaman
          >
          > majalah Rp.500,- sudah bentuk film. Sementara beli
          > naskah
          > komik lokal perhalaman Rp.12.500,- masih harus
          > difilm-in lagi
          > (proses cetak: naskah, film, plat, cetak). Selain
          > itu pembelian
          > naskah dari pengarang pelukis, kalau yang pasar baru
          > &g,
          > naskah datang langsung dibayar, cash (ini karena
          > sistemnya
          > jual lepas. Penerbit nyetak ulang pelukis nggak
          > dapat apa-apa.
          > Tapi karena kebutuhan hidup, memacu pelukis tetap
          > terus
          > berkarya dan berkarya). Kalau penerbit lain (non
          > psr baru & g),
          > pembayaran naskah awal merupakan uang muka royalti.
          >
          > Kadang ini bisa dibawah umr. Akhirnya karena tidak
          > memadai,
          > pelukis komik beralih ke usaha lain. Tapi ada juga
          > yang
          > memang karena sangat cintanya (sehidup semati )
          > dengan
          > komik, masih terus berkarya walau terseok-seok.
          > Adalagi, saya pernah dengar, bahwa ternyata budaya
          > bangsa
          > Indonesia ini 'belum' memiliki budaya membaca. Yang
          > sudah
          > ada, adalah budaya 'mendengar dan melihat (nonton)'.
          > Jadi
          > buku atau bahan bacaan lainnya, pada umumnya,
          > terjual sangat
          > sedikit, terutama bila dibandingkan dengan jumlah
          > penduduk.
          > Nggak usah bercermin pada Jepang, yang umumnya
          > mereka
          > bila berangkat kerja, pasti bawa bacaan. kalau di
          > sini, itu jarang
          > terjadi.
          > Selain itu memang pada umumnya harga buku di negeri
          > ini
          > mahal dibandingkan penghasilan masyarakat pada
          > umumnya.
          > Seorang penerjemah cerita silat Cina yang juga
          > penerbitnya
          > pernah mengatakan (kalau gak salah inget), ia akan
          > selalu
          > mengusahakan harga bukunya seharga sekilo beras,
          > atau
          > seharga jajanan. Hingga yang terjadi bukunya
          > benar-benar
          > banyak dibeli orang.
          > Kalau ini di pikirin pemerintah dengan mensubsidi
          > kertas
          > (bukan malah dikenakan PPN) barangkali bisa. Dan
          > dampak
          > jauh kedepannya menurut saya, bangsa ini akan
          > cerdas.
          > Eh, iya nggak sih?
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          > SPONSORED LINKS
          > Comic book Comic book store Comic book
          > artist Comic book cover Comic book for sale
          > Dc comic book
          >
          > ---------------------------------
          > YAHOO! GROUPS LINKS
          >
          >
          > Visit your group "komik_indonesia" on the web.
          >
          > To unsubscribe from this group, send an email
          > to:
          > komik_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
          >
          > Your use of Yahoo! Groups is subject to the
          > Yahoo! Terms of Service.
          >
          >
          > ---------------------------------
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          > Send instant messages to your online friends
          > http://uk.messenger.yahoo.com
          >
          > [Non-text portions of this message have been
          > removed]
          >
          >





          __________________________________
          Yahoo! for Good - Make a difference this year.
          http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/


          SPONSORED LINKS
          Comic book Comic book store Comic book artist Comic book cover Comic book for sale Dc comic book

          ---------------------------------
          YAHOO! GROUPS LINKS


          Visit your group "komik_indonesia" on the web.

          To unsubscribe from this group, send an email to:
          komik_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

          Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


          ---------------------------------







          ---------------------------------
          Yahoo! Photos
          Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.

          [Non-text portions of this message have been removed]





          SPONSORED LINKS
          Comic book Comic book store Comic book artist Comic book cover Comic book for sale Dc comic book

          ---------------------------------
          YAHOO! GROUPS LINKS


          Visit your group "komik_indonesia" on the web.

          To unsubscribe from this group, send an email to:
          komik_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

          Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


          ---------------------------------





          Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

          [Non-text portions of this message have been removed]
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.