Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

ERLANGEN COMIC SALON: PART 7

Expand Messages
  • Surjorimba Suroto
    Di mana lokasi paling asyik untuk bertemu dan ngobrol dengan para komikus? Jawabannya hanya satu: festival komik. Pada Erlangen Comic Salon (ECS) terdapat
    Message 1 of 1 , Jul 5 5:18 PM
    • 0 Attachment
      Di mana lokasi paling asyik untuk
      bertemu dan ngobrol dengan para komikus? Jawabannya hanya satu: festival komik.
      Pada Erlangen Comic Salon (ECS) terdapat jadwal lengkap book-signing session
      selama 4 hari festival. Saya sudah menyimpannya dalam notes iPhone agar bisa
      tahu siapa sedang available di mana. Meskipun demikian padatnya acara kami
      membuat kegiatan berburu tanda tangan tidaklah mudah.
       
      Pada hari pertama, usai diskusi
      panel Comiconnexions saya hanya sempat berjumpa dengan Rags Morales (USA). Ada
      dua sesi yang disediakan untuknya dan sesi pertama jangan ditanya betapa
      panjangnya antrian. Umumnya fans membawa komik Rags atau buku artwork pribadi.
      Selain meminta tanda tangan, mereka meminta Rags untuk menggambar pada buku
      artwork tsb. Selain Rags, ada beberapa komikus mangkal di booth penerbit Panini
      yang selain menerbitkan komik lokal juga menerjemahkan komik-komik DC Comics.
      Jika memberi tanda tangan dan gambar, umumnya seseorang menghabiskan waktu 5-7
      menit.
       
      Saya hanya membawa sebuah komik
      Rags, Identity Crisis #1, dan berhasil mendapatkan tanda tangannya. Sementara
      ia menggambar, saya memperkenalkan diri sebagai anggota rombongan
      Comiconnexions Indonesia. Rags termasuk ramah, mengingat penampilannya yang
      rada-rada urakan. Ia sangat senang ada fans dari Indonesia, dan saya memberikan
      sebuah brosur Comiconnexions berisi karya ke-5 komikus dan didesain oleh Uwi
      Mathovani.
       
      Di hari pertama juga secara
      kebetulan saya bertemu Ulf K, komikus Jerman yang tergabung dalam proyek The
      New Culture of German Comics. Sebuah proyek portfolio komik Jerman yang
      diprakarsai Goethe Institut berisi 13 komikus. Karya-karya ke-13 orang ini
      dipamerkan keliling dunia di seluruh kantor Goethe Institut, dan rencananya
      bulan September 2012 akan tiba di Indonesia. Lima komikus kami pilih dari ke-13
      orang sebagai bagian dari proyek Comiconnexions. Sengaja buku tsb saya bawa
      untuk minta tanda tangan, siapa tahu bertemu dengan mereka. Sascha Hommer sudah
      membubuhkan tanda tangannya saat berkunjung ke Jakarta Nov 2011.
       
      Ulf K adalah seorang pria bertubuh
      besar dan berwajah ceria. Ia sangat senang bertemu dengan saya, apalagi
      mengetahui saya dari Indonesia. Ia mengetahui perihal Comiconnexions di gedung
      Siemens AG dan berjanji akan hadir saat upacara pembukaan hari Jum’at. Ia
      memberi gambar lucu pada halaman profilnya di buku The New Culture of German
      Comics. Seperti biasa saya memberikan sebuah buku brosur Comiconnexions.
       
      Di hari kedua, yaitu pembukaan
      proyek Respekt Goethe Institut Jakarta, Kairo & Moskow, saya mendapatkan
      tanda tangan Mawil. Ia juga termasuk dalam ke-13 The New Culture of German
      Comics dan seorang dari 5 komikus yang kami pilih. Mawil hadir bersama Sascha,
      dan beruntung saya ngga usah repot-repot berburu. Ia juga sebelumnya sudah
      bertemu Iman cs selama di Hamburg dan Berlin. Selain Mawil dan Sascha, juga
      hadir Ulf. Jika sehari sebelumnya saya tak sempat berfoto bareng Ulf, kini
      kesempatan terbaik berfoto dengannya.
       
      Hari ketiga ECS saya bertemu Isabel
      Kreiss, Flix dan Reinhard Kleist. Saat itu keduanya sedang berada di booth
      penerbit Carlsen. Ketiga nya juga termasuk dalam The New Culture of German
      Comics. Dan dari ketiga nya saya hanya membawa dari Jakarta komiknya Reinhard,
      Havana. Segera saya ikut mengantri dan bercakap-cakap dengannya. Secara
      personal saya mengagumi komik-komiknya, Havana dan Cash. Namun karena saat itu
      komik terbarunya, Der Boxer, sudah terbit maka saya membelinya juga. Jadilah
      ketiga buku tsb termasuk  The New Culture
      of German Comics saya sodorkan. Secara khusus Reinhard menggambar di buku Der
      Boxer, lengkap dengan dedikasi kepada saya. Semapt lama saya bercakap-cakap
      dengannya tentang Comiconnexions dan ia berjanji Sabtu akan hadir ke Siemens
      AG. Tidak lupa sebuah brosur saya berikan padanya.
       
      Isabel sebenarnya tidak berhasil
      saya dapatkan saat itu. Rupanya pengantri adalah mereka yang beli bukunya,
      Haarmann, yang masuk nominasi Max und Moritz-Preis bareng dengan Castro
      (Reinhard). Namun uang sudah tidak cukup dan terpaksa saya pass. Tanpa
      disangka, saat sedang berkunjung ke booth penerbit Reprodukt usai keliling
      pameran 50 Tahun Spiderman, Isabel melengang melewati saya. Segera saya kejar
      dan sapa. Beruntung ia sangat ramah mau menerima permintaan untuk tanda tangan
      pada buku The New Culture of German Comics. Ia juga tahu tentang pameran
      Siemens AG, dan berjanji untuk hadir setelah segala urusan book-signing usai.
      Isabel juga sudah bertemu Iman cs di studionya di Berlin, yang konon menumpang
      sebuah pojok ruangan di sebuah gereja.
       
      Bagaimana dengan Flix? Saya menyerah
      karena antriannya panjaaaaannnng sekali. Rupanya bukunya, Don Quixote, banyak
      digemari orang. Lagi-lagi saya tidak membelinya karena alasan dana. Namun
      secara tak sengaja, saat saya sedang bercakap-cakap di sebuah lorong bersama
      Mawil dan Sascha, Flix datang bergabung dan dia dengan senang hati mau
      menandatangani buku The New Culture of German Comics. Komik strip Flix, Schone
      Tochter, masuk nominasi Max un Moritz Preis. Dengan coretan Flix, selesailah
      sudah perburuan The New Culture of German Comics karena komikus-komikus lainnya
      tidak hadir di ECS 2012.
       
      Pada hari terakhir ECS saya
      mendapatkan tanda tangan Cyril Pedrosa. Komikus asal Perancis ini populer
      dengan komiknya, Tiga Bayangan, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa
      Indonesia. Awalnya saya sempat kecewa karena tidak tahu akan kehadirannya. Jika
      saja tahu, sudah pasti saya bawa komik Tiga Bayangan. Jadwal book signing buku
      terbarunya, Portugal, pun terlewatkan karena kesibukan. Namun pucuk dicinta
      ulam tiba. Saat saya sedang melewati booth Reprodukt, tampak seorang komikus
      dengan bersiap meninggalkan mejanya. Dari nama pada meja tampak: Cyril Pedrosa.
      Wow!
       
      Cyril rupanya sedang break bentar,
      sambil merokok dan minum kopi. Sementara ia sedang rehat, buru-buru saya beli
      Portugal (yang harganya luar biasa mahal, tapi isinya keren banget). Segera
      Cyril saya hampiri di balkon ECS yang memang diperuntukkan bagi mereka yang mau
      makan, merokok, atau ngopi. Saya menegurnya dan ikut duduk lesehan di rumput
      balkon. Kami ngobrol dan ia banyak bertanya tentang Comiconnexions Indonesia.
      Seperti biasa saya promosikan pameran Siemens AG dan ia berjanji hari Minggu
      akan kesana karena hingga Sabtu dia padat. Jarang-jarang bisa ngobrol dengan
      seorang artis seperti Cyril, ngopi dan ngrokok bareng, dan dapat tanda
      tangannya!
       Ada
      beberapa komikus terdaftar hadir di ECS, namun urung tampil seperti David B dan
      Joe Madureira. Padahal saya sudah membawa komik-komiknya untuk ditandatangani.
      Tidak terlalu banyak komikus yang berhasil saya dapatkan, mengingat banyaknya
      mereka yang membuka book-signing session. Tapi dari apa yang saya berhasil
      dapat, kini saya bisa tidur nyenyak=).

      [Non-text portions of this message have been removed]
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.