Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Segera terbit “KOMIK TAK PERNAH MATI

Expand Messages
  • dna
    Kawan2, Dengan ini saya umumkan buku saya kelima berjudul KOMIK TAK PERNAH MATI akan terbit April 2011. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Koekoesan dengan
    Message 1 of 3 , Feb 23, 2011
    • 0 Attachment
      Kawan2,
      Dengan ini saya umumkan buku saya kelima berjudul "KOMIK TAK PERNAH MATI" akan terbit April 2011. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Koekoesan dengan penyunting sastrawan Damhuri Muhammad. Berisikan ulasan tentang tren dan problematika komik Indonesia dalam kurun waktu 7 tahun terakhir (2003-2010) dalam esei. Pencapaian terbaru dan terakhir yang sudah dicapai komik Indonesia dalam 10 tahun terakhir juga dicatat disini lewat esei yang kritis dan tajam. Ulasan beberapa komik kontemporer dan komik klasik Indonesia juga ada di sini sehingga pembaca dapat mengetahui komik Indonesia yang menonjol. Selain itu buku ini juga mencakup sekilas sejarah komik Indonesia dari awal hingga era 2000-an. Buku ini ditulis untuk menempatkan komik Indonesia dalam pencapaian posisi kultural lewat wacana. Sumbangsih komik dalam dunia seni khususnya seni rupa sangat besar dan tak dapat dilewatkan begitu saja.

      Bagi kawan-kawan yang berminat mendapatkan buku ini dapat mendaftarkan nama, email, nomor hape dan alamat yang bisa dihubungi melalui email pribadi saya di doro2020atyahoo.com. Dapatkan buku ini dengan harga hanya Rp.38.000 saja. Diskon 15% untuk pembeli pertama yang mendaftar beserta tandatangan saya.


      Salam dan terimakasih.
      Maju terus komik Indonesia!


      Komentar-komentar untuk buku KOMIK TAK PERNAH MATI:
      "Komik Indonesia memang tidak pernah--dan tidak perlu--mati, karena
      kehidupannya telah dipertahankan dengan segala cara: memburunya ke
      segala pelosok, menyimpan dan menjual fotokopinya, mengumpulkan
      datanya, menelitinya, melakukan diskusi tentangnya, maupun dicetak
      ulang dan tentu saja menggubah yang baru. Komik Indonesia tidak akan
      pernah mati, karena memang lebih dari layak untuk tetap hidup, setelah
      diperjuangkan begitu rupa, antara lain seperti yang dilakukan Donny
      Anggoro dengan buku ini…" Seno Gumira Ajidarma, sastrawan & pengamat komik

      "Komik Tetap Hidup
      Kita hidup menjadi protagonis melawan para antagonis. Kita bercermin lewat kaca yang tumbuh sesuai ujud. Kita bisa melihat bentuk yang berujud gagah bagai ksatria THOR atau bahkan mungkin mungil bagai ksatria ASTERIX dari kampung Gaul. Semua tercermin dalam komunitas yang terbentuk dari alam yang  yang tak ada. Begitu kayanya lingkungan kita sampai tak sadar lagi kita di mana. Kita hidup di tengah komik..."
      Dwi Koendoro Br, illustrator "Sawungkampret" & "Panji Koming"

      "Donny Anggoro adalah pengamat komik yang teliti dan serius. Amatannya membuat fenomena komik menjadi sesuatu yang bukan remeh temeh, tapi komik adalah potret budaya massa kita, dengan segala pesan yang tersirat di dalamnya. Saya berharap buku ini menjadi cara untuk kita mengapresiasi komik lebih jauh dan saya berharap Donny masih terus menulis amatannya tentang komik, karena saya memang menikmatinya…" Ignatius Haryanto, peneliti media LSPP (Lembaga Studi Pers & Pembangunan)


      "Menyimak buku ini kita pun menjadi optimistik kalau komik memang tak pernah mati. Di dalamnya, Donny juga mencoba meluruskan kesimpangsiuran dan kesalahpahaman yang terjadi dalam masyarakat kita tentang komik. Seperti misalnya, bantahan mengenai komik adalah "racun" pendidikan. Donny memang sangat apresiatif terhadap perkembangan komik, jadi pantaslah kiranya kalau kita memberi apresiasi tinggi pada buku ini…"Akhmad Sekhu, sastrawan, tinggal di Jakarta dan Tegal.

      "Catatan-catatan yang ditulis dalam buku Donny ini sangat membantu saya dalam mengenal relasi keprofesian dan kebudayaan, sehingga saya merasa tidak "asyik sendiri" dalam menggeluti komik yang nyatanya sangat multi disiplin ini…" Beng Rahadian, komikus, pendiri Akademi Samali, Jakarta.

      "Tak banyak orang begitu tekun mengamati perkembangan dunia komik Indonesia. Salah satu dari segelintir itu adalah Donny Anggoro yang sejak lama saya kenal cukup rajin menulis persoalan komik di media massa. Di tengah kegersangan akan apresiasi tentang komik Indonesia, buku ini sedikit memberi kesegaran. Apalagi, Donny tak sekadar "mengabarkan" tapi mencoba kritis. Pemahamannya tentang komik dan karya budaya lain, membuat buku ini makin berwarna…" Henry Ismono, jurnalis tabloid NOVA & kolektor komik Indonesia.

      "Sudah lama Donny memiliki perhatian khusus pada perkembangan komik, baik di Indonesia maupun mancanegara. Berbagai tulisannya pun dimuat di banyak media cetak dan cyber, dan tidak sedikit di antaranya yang memberikan pemahaman berbeda bagi pembacanya. Sudut pandang yang berbeda, itulah yang Donny kerap sajikan. Kumpulan tulisan ini memberi kesempatan bagi mereka untuk bertualang lebih jauh, dan bagi mereka yang merindukan tulisan Donny…" Surjorimba Suroto, pionir komikindonesia.com
    • Daniel Hok Lay
      Saya berminat deh... mau pesan... ... From: dna Subject: [komik_indonesia] Segera terbit “KOMIK TAK PERNAH MATI To:
      Message 2 of 3 , Feb 23, 2011
      • 0 Attachment
        Saya berminat deh...
        mau pesan...



        --- On Thu, 2/24/11, dna <doro2020@...> wrote:

        From: dna <doro2020@...>
        Subject: [komik_indonesia] Segera terbit “KOMIK TAK PERNAH MATI
        To: komik_indonesia@yahoogroups.com
        Date: Thursday, February 24, 2011, 4:16 AM







         









        Kawan2,

        Dengan ini saya umumkan buku saya kelima berjudul "KOMIK TAK PERNAH MATI" akan terbit April 2011. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Koekoesan dengan penyunting sastrawan Damhuri Muhammad. Berisikan ulasan tentang tren dan problematika komik Indonesia dalam kurun waktu 7 tahun terakhir (2003-2010) dalam esei. Pencapaian terbaru dan terakhir yang sudah dicapai komik Indonesia dalam 10 tahun terakhir juga dicatat disini lewat esei yang kritis dan tajam. Ulasan beberapa komik kontemporer dan komik klasik Indonesia juga ada di sini sehingga pembaca dapat mengetahui komik Indonesia yang menonjol. Selain itu buku ini juga mencakup sekilas sejarah komik Indonesia dari awal hingga era 2000-an. Buku ini ditulis untuk menempatkan komik Indonesia dalam pencapaian posisi kultural lewat wacana. Sumbangsih komik dalam dunia seni khususnya seni rupa sangat besar dan tak dapat dilewatkan begitu saja.



        Bagi kawan-kawan yang berminat mendapatkan buku ini dapat mendaftarkan nama, email, nomor hape dan alamat yang bisa dihubungi melalui email pribadi saya di doro2020atyahoo.com. Dapatkan buku ini dengan harga hanya Rp.38.000 saja. Diskon 15% untuk pembeli pertama yang mendaftar beserta tandatangan saya.



        Salam dan terimakasih.

        Maju terus komik Indonesia!



        Komentar-komentar untuk buku KOMIK TAK PERNAH MATI:

        "Komik Indonesia memang tidak pernah--dan tidak perlu--mati, karena

        kehidupannya telah dipertahankan dengan segala cara: memburunya ke

        segala pelosok, menyimpan dan menjual fotokopinya, mengumpulkan

        datanya, menelitinya, melakukan diskusi tentangnya, maupun dicetak

        ulang dan tentu saja menggubah yang baru. Komik Indonesia tidak akan

        pernah mati, karena memang lebih dari layak untuk tetap hidup, setelah

        diperjuangkan begitu rupa, antara lain seperti yang dilakukan Donny

        Anggoro dengan buku ini…" Seno Gumira Ajidarma, sastrawan & pengamat komik



        "Komik Tetap Hidup

        Kita hidup menjadi protagonis melawan para antagonis. Kita bercermin lewat kaca yang tumbuh sesuai ujud. Kita bisa melihat bentuk yang berujud gagah bagai ksatria THOR atau bahkan mungkin mungil bagai ksatria ASTERIX dari kampung Gaul. Semua tercermin dalam komunitas yang terbentuk dari alam yang  yang tak ada. Begitu kayanya lingkungan kita sampai tak sadar lagi kita di mana. Kita hidup di tengah komik..."

        Dwi Koendoro Br, illustrator "Sawungkampret" & "Panji Koming"



        "Donny Anggoro adalah pengamat komik yang teliti dan serius. Amatannya membuat fenomena komik menjadi sesuatu yang bukan remeh temeh, tapi komik adalah potret budaya massa kita, dengan segala pesan yang tersirat di dalamnya. Saya berharap buku ini menjadi cara untuk kita mengapresiasi komik lebih jauh dan saya berharap Donny masih terus menulis amatannya tentang komik, karena saya memang menikmatinya…" Ignatius Haryanto, peneliti media LSPP (Lembaga Studi Pers & Pembangunan)



        "Menyimak buku ini kita pun menjadi optimistik kalau komik memang tak pernah mati. Di dalamnya, Donny juga mencoba meluruskan kesimpangsiuran dan kesalahpahaman yang terjadi dalam masyarakat kita tentang komik. Seperti misalnya, bantahan mengenai komik adalah "racun" pendidikan. Donny memang sangat apresiatif terhadap perkembangan komik, jadi pantaslah kiranya kalau kita memberi apresiasi tinggi pada buku ini…"Akhmad Sekhu, sastrawan, tinggal di Jakarta dan Tegal.



        "Catatan-catatan yang ditulis dalam buku Donny ini sangat membantu saya dalam mengenal relasi keprofesian dan kebudayaan, sehingga saya merasa tidak "asyik sendiri" dalam menggeluti komik yang nyatanya sangat multi disiplin ini…" Beng Rahadian, komikus, pendiri Akademi Samali, Jakarta.



        "Tak banyak orang begitu tekun mengamati perkembangan dunia komik Indonesia. Salah satu dari segelintir itu adalah Donny Anggoro yang sejak lama saya kenal cukup rajin menulis persoalan komik di media massa. Di tengah kegersangan akan apresiasi tentang komik Indonesia, buku ini sedikit memberi kesegaran. Apalagi, Donny tak sekadar "mengabarkan" tapi mencoba kritis. Pemahamannya tentang komik dan karya budaya lain, membuat buku ini makin berwarna…" Henry Ismono, jurnalis tabloid NOVA & kolektor komik Indonesia.



        "Sudah lama Donny memiliki perhatian khusus pada perkembangan komik, baik di Indonesia maupun mancanegara. Berbagai tulisannya pun dimuat di banyak media cetak dan cyber, dan tidak sedikit di antaranya yang memberikan pemahaman berbeda bagi pembacanya. Sudut pandang yang berbeda, itulah yang Donny kerap sajikan. Kumpulan tulisan ini memberi kesempatan bagi mereka untuk bertualang lebih jauh, dan bagi mereka yang merindukan tulisan Donny…" Surjorimba Suroto, pionir komikindonesia.com

























        [Non-text portions of this message have been removed]
      • doro
        daftar ke email saya mas daniel.doro2020@yahoo.com. thx
        Message 3 of 3 , Mar 5 8:11 AM
        • 0 Attachment
          daftar ke email saya mas daniel.doro2020@.... thx

          --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, Daniel Hok Lay <lie_hok_lay@...> wrote:
          >
          > Saya berminat deh...
          > mau pesan...
          >
          >
          >
          > --- On Thu, 2/24/11, dna <doro2020@...> wrote:
          >
          > From: dna <doro2020@...>
          > Subject: [komik_indonesia] Segera terbit “KOMIK TAK PERNAH MATI
          > To: komik_indonesia@yahoogroups.com
          > Date: Thursday, February 24, 2011, 4:16 AM
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >  
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          > Kawan2,
          >
          > Dengan ini saya umumkan buku saya kelima berjudul "KOMIK TAK PERNAH MATI" akan terbit April 2011. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Koekoesan dengan penyunting sastrawan Damhuri Muhammad. Berisikan ulasan tentang tren dan problematika komik Indonesia dalam kurun waktu 7 tahun terakhir (2003-2010) dalam esei. Pencapaian terbaru dan terakhir yang sudah dicapai komik Indonesia dalam 10 tahun terakhir juga dicatat disini lewat esei yang kritis dan tajam. Ulasan beberapa komik kontemporer dan komik klasik Indonesia juga ada di sini sehingga pembaca dapat mengetahui komik Indonesia yang menonjol. Selain itu buku ini juga mencakup sekilas sejarah komik Indonesia dari awal hingga era 2000-an. Buku ini ditulis untuk menempatkan komik Indonesia dalam pencapaian posisi kultural lewat wacana. Sumbangsih komik dalam dunia seni khususnya seni rupa sangat besar dan tak dapat dilewatkan begitu saja.
          >
          >
          >
          > Bagi kawan-kawan yang berminat mendapatkan buku ini dapat mendaftarkan nama, email, nomor hape dan alamat yang bisa dihubungi melalui email pribadi saya di doro2020atyahoo.com. Dapatkan buku ini dengan harga hanya Rp.38.000 saja. Diskon 15% untuk pembeli pertama yang mendaftar beserta tandatangan saya.
          >
          >
          >
          > Salam dan terimakasih.
          >
          > Maju terus komik Indonesia!
          >
          >
          >
          > Komentar-komentar untuk buku KOMIK TAK PERNAH MATI:
          >
          > "Komik Indonesia memang tidak pernah--dan tidak perlu--mati, karena
          >
          > kehidupannya telah dipertahankan dengan segala cara: memburunya ke
          >
          > segala pelosok, menyimpan dan menjual fotokopinya, mengumpulkan
          >
          > datanya, menelitinya, melakukan diskusi tentangnya, maupun dicetak
          >
          > ulang dan tentu saja menggubah yang baru. Komik Indonesia tidak akan
          >
          > pernah mati, karena memang lebih dari layak untuk tetap hidup, setelah
          >
          > diperjuangkan begitu rupa, antara lain seperti yang dilakukan Donny
          >
          > Anggoro dengan buku ini…" Seno Gumira Ajidarma, sastrawan & pengamat komik
          >
          >
          >
          > "Komik Tetap Hidup
          >
          > Kita hidup menjadi protagonis melawan para antagonis. Kita bercermin lewat kaca yang tumbuh sesuai ujud. Kita bisa melihat bentuk yang berujud gagah bagai ksatria THOR atau bahkan mungkin mungil bagai ksatria ASTERIX dari kampung Gaul. Semua tercermin dalam komunitas yang terbentuk dari alam yang  yang tak ada. Begitu kayanya lingkungan kita sampai tak sadar lagi kita di mana. Kita hidup di tengah komik..."
          >
          > Dwi Koendoro Br, illustrator "Sawungkampret" & "Panji Koming"
          >
          >
          >
          > "Donny Anggoro adalah pengamat komik yang teliti dan serius. Amatannya membuat fenomena komik menjadi sesuatu yang bukan remeh temeh, tapi komik adalah potret budaya massa kita, dengan segala pesan yang tersirat di dalamnya. Saya berharap buku ini menjadi cara untuk kita mengapresiasi komik lebih jauh dan saya berharap Donny masih terus menulis amatannya tentang komik, karena saya memang menikmatinya…" Ignatius Haryanto, peneliti media LSPP (Lembaga Studi Pers & Pembangunan)
          >
          >
          >
          > "Menyimak buku ini kita pun menjadi optimistik kalau komik memang tak pernah mati. Di dalamnya, Donny juga mencoba meluruskan kesimpangsiuran dan kesalahpahaman yang terjadi dalam masyarakat kita tentang komik. Seperti misalnya, bantahan mengenai komik adalah "racun" pendidikan. Donny memang sangat apresiatif terhadap perkembangan komik, jadi pantaslah kiranya kalau kita memberi apresiasi tinggi pada buku ini…"Akhmad Sekhu, sastrawan, tinggal di Jakarta dan Tegal.
          >
          >
          >
          > "Catatan-catatan yang ditulis dalam buku Donny ini sangat membantu saya dalam mengenal relasi keprofesian dan kebudayaan, sehingga saya merasa tidak "asyik sendiri" dalam menggeluti komik yang nyatanya sangat multi disiplin ini…" Beng Rahadian, komikus, pendiri Akademi Samali, Jakarta.
          >
          >
          >
          > "Tak banyak orang begitu tekun mengamati perkembangan dunia komik Indonesia. Salah satu dari segelintir itu adalah Donny Anggoro yang sejak lama saya kenal cukup rajin menulis persoalan komik di media massa. Di tengah kegersangan akan apresiasi tentang komik Indonesia, buku ini sedikit memberi kesegaran. Apalagi, Donny tak sekadar "mengabarkan" tapi mencoba kritis. Pemahamannya tentang komik dan karya budaya lain, membuat buku ini makin berwarna…" Henry Ismono, jurnalis tabloid NOVA & kolektor komik Indonesia.
          >
          >
          >
          > "Sudah lama Donny memiliki perhatian khusus pada perkembangan komik, baik di Indonesia maupun mancanegara. Berbagai tulisannya pun dimuat di banyak media cetak dan cyber, dan tidak sedikit di antaranya yang memberikan pemahaman berbeda bagi pembacanya. Sudut pandang yang berbeda, itulah yang Donny kerap sajikan. Kumpulan tulisan ini memberi kesempatan bagi mereka untuk bertualang lebih jauh, dan bagi mereka yang merindukan tulisan Donny…" Surjorimba Suroto, pionir komikindonesia.com
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          > [Non-text portions of this message have been removed]
          >
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.