Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [komik_indonesia] Komik bacaan lelaki !

Expand Messages
  • Andy Wijaya
    Salah satu komikus wanita adalah WIED SENJA, beliau ini pembuat komik roman sejaman dengan Zaldy dan Sim. Regards, aNWi ... From: Rieza FMuliawan To:
    Message 1 of 6 , Apr 30 7:29 PM
    • 0 Attachment
      Salah satu komikus wanita adalah WIED SENJA, beliau ini pembuat komik roman sejaman dengan Zaldy dan Sim.

      Regards,
      aNWi
      ----- Original Message -----
      From: Rieza FMuliawan
      To: komik_indonesia@yahoogroups.com
      Sent: Saturday, April 30, 2005 5:36 PM
      Subject: [komik_indonesia] Komik bacaan lelaki !


      Bisa kawan sekalian memberi informasi komikus perempuan Indonesia dari jaman dulu s/d saat ini ?

      Saya hanya tahu satu, lupa namanya komikus perempuan yang menulis manga dan tinggal di luar negri tapi bekewarganegaraan Indonesia , tapi lupa namanya .

      Sedikit sekali ya komikus perempuan - gak hanya di Indonesia, mungkin juga di luar gak begitu banyak.

      Padahal penulis chicklit ..cewe melulu !

      -RFM-





      [Non-text portions of this message have been removed]



      ------------------------------------------------------------------------------
      Yahoo! Groups Links

      a.. To visit your group on the web, go to:
      http://groups.yahoo.com/group/komik_indonesia/

      b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
      komik_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

      c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



      [Non-text portions of this message have been removed]
    • tita 91
      ... dengan Zaldy dan Sim. ... Trims atas infonya. Langsung saya Google nama Wied Senja, tapi hanya ketemu satu hit (dalam artikel di Bali Post), yg saya kopi
      Message 2 of 6 , May 1, 2005
      • 0 Attachment
        --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, "Andy Wijaya" <andy@k...> wrote:
        > Salah satu komikus wanita adalah WIED SENJA, beliau ini pembuat komik roman sejaman
        dengan Zaldy dan Sim.
        >
        > Regards,
        > aNWi

        Trims atas infonya. Langsung saya Google nama Wied Senja, tapi hanya ketemu satu hit
        (dalam artikel di Bali Post), yg saya kopi di bawah ini.

        Salam,
        Tita
        http://esduren.multiply.com

        =========================

        Komik Indonesia, Mati karena Kutukan
        http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2004/4/4/ars1.html

        Komik buatan komikus Indonesia pernah berjaya dan menjadi tuan rumah di negeri
        sendiri. Itu terjadi pada rentang tahun 1970-an. Pada masa itu, hampir setiap hari selalu
        saja ada komik baru yang terbit dan beredar. Taman bacaan yang menyediakan komik
        untuk disewakan tumbuh subur. Pengunjungnya kebanyakan anak sekolahan. Mereka
        seperti keranjingan membaca komik sehingga banyak yang melupakan buku pelajarannya.
        Bisa jadi, karena itulah kemudian banyak para orang tua yang sangat memusuhi dan
        menyatakan perang pada komik. Namun, bagaimana "sejarah" komik Indonesia kemudian?

        KETIKA masa jayanya komik Indonesia, Pusat komik pada waktu itu adalah Jakarta dan
        Bandung. Dari dua kota besar itulah komik lalu menyebar ke seluruh kota di Indonesia.
        Namun demikian, ada beberapa kota lainnya lagi yang juga ikut meramaikan perkomikan
        di Indonesia, di antaranya Surabaya, dan Semarang. Pada era 1960-an, pusat perkomikan
        Indonesia justru berada di Medan. Saat itu Taguan Hardjo dan Zam Nuldyn menjadi
        komikus yang amat disukai.

        Lantas, yang merajai pasar perkomikan Indonesia pada era 1970-an adalah Yan Mintaraga,
        Teguh Santosa, Ganes TH, Hans Jaladara, Jeffry, SIM, Zaldy, RA Kosasih, Sopoiku, Usyah,
        Mansur Daman, Leo, Djair, Wid.NS, Ardisoma, Oerip, Hasmi, Tati, Hengky, dan sejumlah
        nama lainnya. Mereka hadir dengan cirinya masing-masing seperti silat, roman, wayang,
        dan humor.

        Puncak kejayaan komik Indonesia agaknya telah membuat "mabuk" para pelaku pasar
        perkomikan Indonesia. Kontrol terhadap kualitas komik yang dipasarkan menjadi sangat
        longgar, sehingga banyak kemudian bermunculan komik-komik dengan kualitas secara
        keseluruhan yang sangat jelek. Ini terutama ada pada komik-komik cerita HC Andersen
        yang dibuat oleh para komikus dadakan. Di samping gambarnya tidak bagus, tipografinya
        pun tidak memadai. Ini tidak berlaku untuk komik serupa buatan Gerdi WK.

        Perlahan tapi pasti, pencinta komik Indonesia mulai berpaling. Taman bacaan yang
        menyewakan komik mulai sepi pengunjung, dan malahan ada yang langsung menutup
        usahanya itu. Para penerbit menghentikan kegiatannya karena pasar komik terlihat sudah
        jenuh. Para komikus tentu saja menjadi orang yang sangat terpukul oleh situasi ini. Tetapi
        syukurlah pada masa itu koran dan majalah masih mau menyediakan halamannya untuk
        diisi komik. Yan Mintaraga, Teguh Santosa, Wid.NS, Hasmi, Mansur Daman, Ganes Th, dan
        sejumlah komikus berkualitas lainnya, karya-karyanya masih bisa dinikmati di koran Sinar
        Harapan (Suara Pembaruan), dan majalah remaja HAI. Sementara di Bali, khususnya di
        koran Bali Post edisi Minggu, sempat menyediakan halaman tertentu untuk pemuatan
        komik dari komikus lokal.

        Komik Indonesia semakin terpuruk saja ketika koran dan majalah mulai menggeser
        ruangan dari komik. Komik lantas "tidak punya rumah" dan "tidak mampu mengontrak
        rumah". Pelan namun pasti, komik Indonesia kemudian masuk ke liang kubur. Apalagi
        setelah masuknya banyak manga (komik) Jepang yang memenuhi rak-rak toko buku dan
        kamar anak-anak Indonesia. Malahan yang lebih memprihatinkan lagi, ada komik Jepang
        yang caranya membacanya masih tetap dari belakang, padahal bahasanya sudah
        diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Anehnya lagi, para orang tua sekarang, tidak
        ada yang memusuhi komik.

        Dewasa ini komik Indonesia boleh dikatakan sudah mati, seiring dengan berpulangnya
        para komikus kondang seperti Yan Mintaraga, Ganes TH, SIM, Teguh Santosa, Wid.NS, dan
        Taguan Hardjo. Boleh jadi, mereka itu adalah para "pahlawan" komik Indonesia yang
        pernah begitu perkasa di bumi Nusantara. Sepertinya tak ada yang merasa kehilangan,
        apalagi merasa berduka.

        Relief Candi
        Apakah komik itu? Komik adalah sebuah buku yang berisi gambar dan tulisan (cerita).
        Oleh karenanya, buku yang satu ini juga dikenal dengan sebutan cerita bergambar
        (cergam) -- sebuah cerita dirangkai pada panil-panil yang berisi gambar, tokoh-tokohnya
        berpikir dan berbicara melalui gelembung-gelembung yang berisi kata-kata. Namun, pada
        awal kehadirannya, tepatnya ketika Medan menjadi pusat perkomikan di Indonesia,
        tampilan komik tak seperti sekarang. Pada masa itu, para komikus tidak memakai
        gelembung kata, tetapi langsung menulis kata-kata yang diucapkan oleh para tokoh,
        menyatu dengan kalimat lainnya.

        Dilihat dari bentuknya, agaknya beberapa peninggalan sejarah masa lalu bisa dianggap
        sebagai cikal bakal dari komik Indonesia. Tengoklah relief yang ada pada dinding-dinding
        candi yang ada di Jawa. Di sana terlihat gambar-gambar ukiran dalam panil-panil yang
        menceritrakan sesuatu. Demikian pula halnya dengan relief dan gambar yang ada di
        banyak pura di Bali, juga terlihat adanya kesamaan dengan komik yang dikenal dewasa ini.
        Cuma dalam relief dan gambar tersebut tidak ada tulisan yang menyertai sebagai
        keterangan gambar.

        Lukisan wayang Kamasan pun agaknya bisa dikatakan sebagai cikal bakal perkembangan
        komik di Indonesia. Pada lukisan wayang kamasan, di samping gambar, juga ada tulisan
        yang berfungsi untuk menjelaskan gambar. Bidang kanvas pun sering dibagi menjadi 4-5
        bidang kecil, masing-masing bidang diisi gambar dan tulisan. Gambar pada masing-
        masing bidang berhubungan dan menjalin sebuah cerita. Gambar pada langit-langit
        bangunan Kerta Gosa di Klungkung bisa jadi merupakan komik berwarna terbesar yang
        pernah dibuat di Bali. Pun dengan lontar-lontar yang ada di Bali, kalau dilihat dari
        tampilannya, bisa juga dianggap sebagai periode komik sebelum dikenal adanya kertas di
        Bali, dan sebelum komik dibuat menyerupai buku yang dijilid.

        Tonggak Awal
        Periode Medan bisa dijadikan sebagai tonggak awal kesuksesan komik Indonesia di
        negerinya sendiri. Taguan Hardjo dan Zam Nuldyn adalah dua komikus yang pantas
        disebut pembaru. Karya keduanya yang bertemakan cerita daerah Sumatera, terlihat
        sangat ilustratif dan inovatif. Komik karya mereka menawarkan nilai estetis yang
        sebelumnya terabaikan. Pada masa itu, terutama Taguan Hardjo, gaya komiknya sangat
        khas, terlihat dalam banyak komiknya ia sudah menggambar dengan memperhitungkan
        angel yang bervariasi. Bukan itu saja, bakat besar yang dimilikinya kemudian
        menghasilkan gambar-gambar yang sangat indah dan atraktif. Namun sayang, mereka
        tidak memiliki penerus, sehingga pada tahun 1971, penerbitan komik di Medan pun
        kolaps.

        Kesuksesan komikus Medan lalu berlanjut ke kota-kota besar di Jawa seperti Bandung dan
        Jakarta, Solo, dan Surabaya. Pada masa inilah muncul nama-nama komikus Yan Mintaraga,
        Ganes TH, Teguh Santosa, Hans Jaladara, Djair Warni Ponakanda, Raf.ZS, Hasmi, Wid.NS,
        Rim, Sim, Zaldy, Jeffry, Usyah, Henky, Mansur Daman, Yudah Noor, dll. Ketika itu, dua
        komikus wanita yang cukup produktif adalah Tati dan Wied Senja. Mereka umumnya
        menggarap tema roman dan silat untuk cerita komiknya. Sementara untuk tema
        pewayangan yang kemunculannya lebih awal guna meredam dominasi komik Barat,
        banyak digarap oleh komikus Ardisoma dan RA Kosasih. Tema kocak atau dagelan banyak
        dikomikkan oleh Oerip, Inris, dan Sopoiku.

        Boom komik menyebabkan banyak kemudian bermunculan komikus-komikus baru. Ada
        yang berkualitas, namun lebih banyak yang tidak, terutama dari segi gambarnya. Pasar
        kemudian dijejali komik-komik dari ceritra HC Andersen dan Grim. Ceritanya memang
        bagus, namun gambarnya keteteran. Pada waktu itu setiap hari selalu saja ada komik baru
        yang beredar di pasaran. Mungkin karena peluang pasar yang sangat menjanjikan, para
        penerbit dan komikus lupa untuk mempertahankan mutu komik yang akan diterbitkan.
        Pada akhirnya pembaca komik menjadi bosan dengan cerita yang dikarang seadanya,
        ditambah lagi dengan gambar yang jauh dari nilai artistik.

        Kini, di saat buku komik terjemahan semacam Doraemon, Lets And Go, Detektif Conan,
        hingga Monika banyak beredar di pasaran, komik Indonesia justru menghilang. Kalau pun
        ada, komik tersebut, umumnya dipajang di tempat yang luput dari perhatian orang.
        Seandainya pun ditempatkan di tempat yang bagus, jarang sekali ada orang yang mau
        memperhatikan. Agaknya komik Indonesia sudah termakan kutukan masa lalu yaitu
        kutukan dari para orang tua yang antikomik. Tetapi anehnya, kematian komik Indonesia
        justru mengawali kebangkitan komik asing di negeri ini. Walaupun komik asing belum
        tentu lebih bagus dan lebih bermoral dari komik buatan komikus lokal, dewasa ini jarang
        sekali ada orang tua yang mengutuk dan mengharamkan komik untuk dibaca oleh anak-
        anaknya. Ah, komik Indonesia, nasibmu kini...

        * gungman
      • OkkiE
        kalo Ema Wardhana ? saya sempet liat beberapa komiknya ? ada yang tau sejarahnya ? kayaknya pernah gambar Megaloman deh ? ... From: Andy Wijaya
        Message 3 of 6 , May 1, 2005
        • 0 Attachment
          kalo Ema Wardhana ? saya sempet liat beberapa komiknya ? ada yang tau
          sejarahnya ? kayaknya pernah gambar 'Megaloman' deh ?

          ----- Original Message -----
          From: Andy Wijaya <andy@...>
          To: <komik_indonesia@yahoogroups.com>
          Sent: Sunday, May 01, 2005 9:29 AM
          Subject: Re: [komik_indonesia] Komik bacaan lelaki !


          > Salah satu komikus wanita adalah WIED SENJA, beliau ini pembuat komik
          roman sejaman dengan Zaldy dan Sim.
          >
          > Regards,
          > aNWi
          > ----- Original Message -----
          > From: Rieza FMuliawan
          > To: komik_indonesia@yahoogroups.com
          > Sent: Saturday, April 30, 2005 5:36 PM
          > Subject: [komik_indonesia] Komik bacaan lelaki !
          >
          >
          > [Non-text portions of this message have been removed]
          >
          >
          >
          > --------------------------------------------------------------------------
          ----
          > Yahoo! Groups Links
          >
          > a.. To visit your group on the web, go to:
          > http://groups.yahoo.com/group/komik_indonesia/
          >
          > b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
          > komik_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
          >
          > c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
          Service.
          >
          >
          >
          > [Non-text portions of this message have been removed]
          >
          >
          >
          >
          >
          > Yahoo! Groups Links
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
        • toni masdiono
          dulu saya juga punya beberapa komik wied senja, kebanyakan silat, gayanya ya agak mirip-mirip ke gaya teguh yang di jamannya. figurnya jangkung-jangkung
          Message 4 of 6 , May 1, 2005
          • 0 Attachment
            dulu saya juga punya beberapa komik wied senja, kebanyakan silat, gayanya ya agak mirip-mirip ke gaya teguh yang di jamannya. figurnya jangkung-jangkung seperti komik jepang yang kita temui sekarang. namanya pun sebetulnya samaran. nama aslinya saya nggak tau.

            toni masdiono

            tita 91 <dlarasati@...> wrote:
            --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, "Andy Wijaya" <andy@k...> wrote:
            > Salah satu komikus wanita adalah WIED SENJA, beliau ini pembuat komik roman sejaman
            dengan Zaldy dan Sim.
            >
            > Regards,
            > aNWi

            Trims atas infonya. Langsung saya Google nama Wied Senja, tapi hanya ketemu satu hit
            (dalam artikel di Bali Post), yg saya kopi di bawah ini.

            Salam,
            Tita
            http://esduren.multiply.com

            =========================


            __________________________________________________
            Do You Yahoo!?
            Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
            http://mail.yahoo.com

            [Non-text portions of this message have been removed]
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.