Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Re: Gundala: Sebuah pembelaan )

Expand Messages
  • akhmad makhfat
    Rekans, (1) Wah bagus tuh ide nemuin beberapa atau banyak superhero. Tapi, kalau itu diwujudkan, apakah ngga butuh ijin dari pemegang hak cipta masing-masing
    Message 1 of 3 , Apr 29, 2005
    • 0 Attachment
      Rekans,
      (1) Wah bagus tuh ide nemuin beberapa atau banyak
      superhero. Tapi, kalau itu diwujudkan, apakah ngga
      butuh ijin dari pemegang hak cipta masing-masing
      supehero? Jarang sekali kita melihat komik DC atau
      Marvel yang mempertemukan antara Superhero DC (Batman,
      Superman) dengan superhero Marvel (Daredevil, Thor,
      Spiderman). Kalau ketemu pun ada MoU spesial antar
      pemegang hak cipta mereka.
      (2) Untuk jadi superhero memang ada beberapa jalan
      sih. Pertama adalah melalui yang Bung Okkie sebut
      sebagai magic. Lihat saja misalnya Thor, Green
      Lantern, Kapten Marvel dan Godam. Superhero2 ini yang
      antara lain mewakili kelompok ini. Misalnya Thor
      eorang yang pincang (Don Blake) menemukan tongkat yang
      kebetulan punya Dewa Thor (dewa halilintar). Kebetulan
      tongkat dipukulkan dan berubahlah dia menjadi seorang
      superhero, dan tongkatnya menjadi sebuah palu yang
      ruaaar biasa. Thor sendiri gak bisa terbang tetapi
      dengan lontaran palunya dia dapat membawa kemana saja
      dan orang yang melihat mengatakannya sebagai terbang.
      Kedua, superhero adalah makhluk planet lain yang
      "terpaksa" tinggal di bumi dan contohnya antara lain
      Superman dan Silver Surfer (SS ini sih lebih mirip
      Gundala). Ketiga adalah melalui proses kecelakaan
      radiasi seperti antara Spiderman, Daredevil dan Hulk.
      Keempat adalah melaui teknologi. Superhero yang
      mendasarkan diri pada teknologi semata antara lain
      Iron Man dari Marvel. Baju jirahnya merupakan
      rancangan teknologi yang canggih, yang membuat
      pemakainya (Tony Stark)menjadi sakti. Ketlima adalah
      memlaui mutasi mutant (kelompok marvel banyak nihhh..
      ) kayak kelompok X-Men. Keenam menjadi superhero
      karena latihan keras, training (plus teknologi yang
      menjadi gadget). Contohnya ya Batman, dan Laba-laba
      merah. Jadi kalau mo mengembangkan banyak deh
      variasinya. Kadang-kadang gak masuk akal, tapi kalau
      diterima ya... napa tidak. Kadang saya membaca komik
      itu gak perlu masuk akal banget.
      (3) Rasanya batman juga pinter berkelahi dengan
      jurus-jurus timur lho dan plus gadget-nya yang sarat
      teknologi dan keberaniannya yang ruuar biasa.

      Sorry agak panjang
      A. Makhfat


      ________________________________________________________________________
      Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping"
      your friends today! Download Messenger Now
      http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html
    • dongeng swara
      Salam sobat2, sejauh ini yang saya amati kita terlalu asyik mengagumi hero-hero kita. rasanya ada yang mesti kita pikirin secara serius dan terencana untuk
      Message 2 of 3 , Apr 29, 2005
      • 0 Attachment
        Salam sobat2,
        sejauh ini yang saya amati kita terlalu asyik
        mengagumi hero-hero kita. rasanya ada yang mesti kita
        pikirin secara serius dan terencana untuk menetapkan
        masa depan komik kita. Sedari pertamakali kenal komik
        lewat Pendekar Lembah Hijau (Usyah?)sampai komik-komik
        gila dari Prancis...saya kok tetep mendapati komik
        kita masih hasil sebuah 'pertukangan'. Bukan mau
        ngerendahin komikus kita, nggak deh, gwe cinte banget
        ame komik negeri sendiri meski tak kunjung selesai
        diterjang tsunami..
        'Pertukangan'yang gwe maksud: komikus kita ngebut
        komik selalu hasil sebuah pesenan. Akibatnya... ya
        kita nggak pernah dewasa. Coba amati Pendekar Mabuk
        dari Gunung Kidul-nya Henky (alm./dia temen baik
        gwe...pernah kongkow lama di pasar seni ancol). Dia
        bikin komik itu pas cuaca cerita gambar itu lagi
        cerah. Pas cukong2 yang mangkal di kios punya
        iming-iming yang mampu menggoda orang untuk bikin
        komik. kata 'bikin' mengimplikasikan komik kita adalah
        karya pertukangan...Apa lantas komikus kita bisa
        dibilang tukang doang...gwe nggak tahu...Tapi gwe
        hormat pada mereka setinggi langit karena mereka udah
        ikut medewasakan imajinasi gwe seperti skrg ini.
        Jadi gimane caranya supaya kita punya komikus yang
        mampu mendudukkan komik punye harkat 'bandes-
        dessinees'? Maksud gwe.., gimana sih merangsang atawa
        memotivasi komikus kita punya tradisi riset sebelum
        bikin komik. Iya sih, riset itu amat mahal, cuma itu
        kayaknya susah ditawar lagi. Riset itu sendiri penting
        buat si komikus. Seumur hidup dia bisa menambang emas
        dari hasil risetnya itu, kayak Goscinny ame Uderzo itu
        lho...Jangan sampek terjerumus macam film-film kita.
        Ambil contoh film 'Tusuk Jelangkung'. Jika film itu
        buah karya sineas jebolan IKJ, minta ampuuun
        cerobohnya. Mana ada dukun rumahnya joglo ngomongnya
        dialek Minang. Trus 'tusuk' itu idiom budaya dari
        mane? Kalau mau mengadopsi latar jelangkung dari jawa,
        misalnya lho, kan 'tusuk' itu harusnya beridiom 'nDoro
        Siwur'. Emang sate atau gigi yang bisa ditusuk-tusuk!
        Meski begitu, saya tetep optimis klo komik kita suatu
        hari bisa diproduksi ('konotasinya industri
        eiiii')berdasarkan riset.
        Sekurangnya kita dah punya modal. Lihat komik-komik
        laganya Man. Konfigurasi silat yang dia susun dalam
        komiknya benar-benar pencak dan jurusnya nalar! bisa
        dibedain mana tokoh yang pencaknya Kari atawa Cimande,
        mana pencak yang dari jawa tengah atawa jabar. Cuma
        gwe nggak tahu, ke mana si Man kesayangan gwe itu.
        Jan Mintaraga (semoga beliau tenang dan damai di sisi
        Allah swt) juga boleh punya modal. Komik silatnya
        berbobot sastra lumayan hebat. Maklum dia kan suka
        baca. Lagian dia punya moral dalam bikin komik silat.
        Dalam setiap pukulan, hampir nggak ada darah yang
        muncrat dari tubuh yang kena gebuk (lain dgn Teguh
        Santosa yang piawai membuat darah muncrat). Trus, klo
        cowok-cewek beduaan mencari musuh di hutan...nggak
        kejadian apapun...itu kan merupakan modal buat dunia
        komik kita.
        Ayooo...mari bersiret secara ilmiah untuk mengasilkan
        fiksi yang betul-betul meriah. Malu dong, masak
        anak-anak kita hobinya beli komik Jepang dan
        Korea...sementara komiknya Hans Jaladara yang dikemas
        sama...nggak laku....ayooooo










        __________________________________________________________________
        Découvrez le nouveau Yahoo! Mail : 250 Mo d'espace de stockage pour vos mails !
        Créez votre Yahoo! Mail sur http://fr.mail.yahoo.com/
      • Adi Prakoso
        ... AFAIK, Teguh Santosa jg kurang piawai dlm mempertunjukkan muncratan darah dlm komik2nya. CMIIW .... Salam, Adi
        Message 3 of 3 , May 1, 2005
        • 0 Attachment
          --- dongeng swara <swaradongeng_mm@...> wrote:

          > Dalam setiap pukulan, hampir nggak ada darah yang
          > muncrat dari tubuh yang kena gebuk (lain dgn Teguh
          > Santosa yang piawai membuat darah muncrat).

          AFAIK, Teguh Santosa jg 'kurang piawai' dlm
          mempertunjukkan muncratan darah dlm komik2nya. CMIIW
          ....

          Salam,

          Adi

          __________________________________________________
          Do You Yahoo!?
          Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
          http://mail.yahoo.com
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.