Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Bls: [komik_indonesia] Menggugat komik Put On

Expand Messages
  • aang Arwani
    komik pertama atau bukan sebaiknya jangan terlalu diperdebatkan lebih lanjut sehingga sepertinya tiada yang lebih penting dari pada itu. saya sarankan lebih
    Message 1 of 16 , Mar 2 3:22 AM
    • 0 Attachment
      komik pertama atau bukan sebaiknya jangan terlalu diperdebatkan lebih lanjut sehingga sepertinya tiada yang lebih penting dari pada itu. saya sarankan lebih baik kita berkreativitas, berinovasi dan mengembanghkan komik supaya di gemari banyak kalangan, termasuk anak-anak, remaja dan sewasa. kenapa di pandang perlu? saya melihat dilingkungan saya tinggal seolah tiada satu orang pun yang peduli pada yang namanya komik, bahkan peredaran bukunya saja sangat langka tuk kita temukan bahkan mungkin tidak ada. sebagai contoh, tanya saja anak sekolah smp. mereka kebanyakan menjawab tidak memiliki komik karena tak suka dan tak menarik. walau harga komik terbilang murah -sebagian juga ada yang mahal karena ceritanya berseri- tapi nyatanya para penikmat di sana hanya kalangan atau komunitas tertentu. nah ini perlu kita renungkan bersama bahwa berkreativitas, berinovasi dan mengembangkan komik itu lebih baik dan utama (penting) dari pada menimbang-nimbang mana
      komik pertama indonesia atau komik kedua indonesia. kan sudah jelas, mana tahun yang lebih tua maka itulah komik pertama indonesia. 
      semoga bermanfaat...
       
      salam,
      aang arwani a  

      Aang Arwani Aminuloh,  UIN Syahid, Jakarta

      --- Pada Sen, 2/3/09, tommy johan agusta <tommy_hanasta@...> menulis:

      Dari: tommy johan agusta <tommy_hanasta@...>
      Topik: Bls: [komik_indonesia] Menggugat komik Put On
      Kepada: komik_indonesia@yahoogroups.com
      Tanggal: Senin, 2 Maret, 2009, 6:00 AM






      Wah kalau bicara masalah siapa yang pali duluan, berarti kan harus diperkuat oleh sejarah yang benar-benar otentik disertai bukti-bukti secara fisik. Nah kalau bukti itu misalnya diperoleh bahwa tahun terbitan sebuah komik paling awal punya-nya Kho Wang Gie, ya kita sepakati saja itu yang pertama. Kalau ada yang menemukan komik lain dengan dengan angka tahun terbit sebelum Put On, boleh saja klaim sebagai yang pertama demikian seterusnya.. .
      Disamping itu definisi yang patut dijadikan acuan adalah persamaan persepsi bahwa komik itu sekedar gambar disertai tulisan atau yang telah diterbitkan oleh sebuah percetakan dan dibaca oleh penggemarnya.
      Juga kalau kita mengacunya bahwa komik Indonesia itu adalah setelah 1945, sebelum itu bukan komik Indonesia.. wah ini yang repot. Berarti para mbah saya juga bukan orang Indonesia dong, apalagi para pahlawan itu juga bakal di gugat bukan sebagai pahlawan Indonesia karena berjuang untuk daerahnya...
      Demikian dari saya semoga bermanfaat
      Dan apabila tidak silahkan di dellete saja
      Salam
      Tommy
       
       
       

      --- Pada Sen, 2/3/09, Sandy Jatmiko <sandyjatmiko@ yahoo.com> menulis:

       
       
      Dari: Sandy Jatmiko <sandyjatmiko@ yahoo.com>
      Topik: [komik_indonesia] Menggugat komik Put On
      Kepada: "Andy Wijaya" <komik_indonesia@ yahoogroups. com>, "Wahyu Sugianto" <mki@yahoogroups. com>, "Pengajian Komik" <pengajian_komik_ dkv@yahoogroups. com>, "Dhiar LA" <jagoancomic@ gmail.com>, jagoancomic@ yahoogroups. com
      Tanggal: Senin, 2 Maret, 2009, 11:42 AM

      Pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2009 yl Harian nasional terkenal Kompas menurunkan artikel tentang komik Put On yg ditulis oleh JJ Rizal, peneliti dari Komunitas Bambu. Dalam artikel itu disebutkan bahwa komik Put On adalah komik pertama yg dibuat oleh orang Indonesia walaupun Kho Wan Gie, si pembuat komik Put On adalah keturunan Tionghoa.
       
      Saya tidak mempermasalahkan Kho Wan Gie itu keturunan Tionghoa atau bukan. Terlepas dari masalah itu, sebenarnya pernyataan yang menyebutkan bahwa komik Put On ditasbihkan sebagai komik pertama Indonesia masih diperdebatkan oleh banyak pihak. Saya pernah ngobrol2 (lewat telepon dan Multiply) kepada beberapa orang (maaf saya tidak bisa menyebutkan nama mereka)  dan mereka menyatakan bahwa komik Put On bukanlah komik Indonesia pertama.
       
      Pernyataan itu didasarkan atas beberapa hal.

      Jika mengacu kepada definisi komik yg umum (bukan komik strip atau buku komik) maka jauh sebelum Kho Wan Gie bikin komik, nenek moyang kita juga sudah bikin komik. Di jaman pra sejarah mereka membikin komik di dinding2 gua, lalu dijaman kerajaan Hindu dan Buddha mereka juga sudah membuat komik di ukir2an dan relief candi, di daun lontar, dll. Dengan demikian maka pernyataan bahwa komik Put On adalah komik pertama Indonesia sudah terbantahkan. Namun ada orang yg berpendapat lebih moderat. Dia bilang komik Put On adalah komik modern Indonesia pertama. Oleh karena itu, penerbit komik Put On hanya mencantumkan tulisan Komik Strip Pertama Indonesia di cover komik Put On.
      Ada orang yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia lahir sejak Proklamasi Negara Repulik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Sebelum proklamasi dianggap bangsa Indonesia belum lahir. Yang ada waktu itu adalah Hindia Belanda, negara jajahan Kerajaan Belanda. Oleh karena itu, kerajaan seperti Majapahit, Sriwijaya, Kutai, dll bukan bangsa Indonesia namun mereka adalah nenek moyang yg menjadi cikal bakal bangsa Indonesia. Kho Wan Gie membuat komik Put On pertama kali pada tahun 1930-an. Waktu itu negara Republik Indonesia belum diproklamasikan maka berarti bangsa Indonesia belum lahir Tidak jelas memang apa kewarganegaan Kho Wan Gie waktu membuat komik Put On pada tahun 1930-an itu tapi yang jelas ia belum menjadi warga negara Indonesia karena memang belum ada negara Republik Indonesia tahun 1930-an itu.
       
      Lalu siapakah yang pertama kali membuat komik Indonesia setelah bangsa Indonesia lahir? Komik modern manakah yang pertama kali dibuat oleh bangsa Indonesia setelah negara Indonesia berdiri? Apakah itu juga Komik Put On? Saya juga membaca bahwa RA Kosasih sudah membuat komik tahun 1940-an. Boleh jadi RA Kosasih-lah warga negara Indonesia pertama yang membuat komik modern setelah proklamasi Negera Republik Indonesia. Siapa tahu?
       
      Ternyata memang tidak gampang menyandang gelar ”Komik Pertama Indonesia” itu. Saya bukannya antipati dengan komikus Kho Wan Gie namun pernyataan bahwa komik Put On adalah komik pertama Indonesia perlu pembuktian lagi yang lebih akurat dengan mendefiisikan lagi istilah komik Indonesia dengan lebih tajam. Jika perlu membongkar lagi arsip-arsip lama tentang sejarah komik Indonesia.
       
      Nah kepada teman-teman pakar komik Indonesia, pak Toni Masdiono, pak Iwan Gunawan, teman2 di Martabak, pak Imansjah Lubis (aka Bapak Ranger), pak Oyasujiwo, pak Henry Ismono dan kawan2 yang lain barangkali bisa memberi masukan komik manakah yang sebenarnya pantas menyandang gelar ”Komik Pertama Indonesia?”.
       
      Salam,
      Sandy

      [Non-text portions of this message have been removed]

      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
      Download Yahoo! Toolbar sekarang.
      http://id.toolbar yahoo.com

      [Non-text portions of this message have been removed]

















      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

      [Non-text portions of this message have been removed]
    • goklas teguh sujiwo (oyasujiwo)
      Saya bukan ahli, ini hanya opini sederhana s: sebenarnya pernyataan yang menyebutkan bahwa komik Put On ditasbihkan sebagai komik pertama Indonesia masih
      Message 2 of 16 , Mar 2 6:30 AM
      • 0 Attachment
        Saya bukan ahli, ini hanya opini sederhana

        s: sebenarnya pernyataan yang menyebutkan bahwa komik Put On
        ditasbihkan sebagai komik pertama Indonesia masih diperdebatkan oleh
        banyak pihak.

        o: Banyaknya seberapa? 2,5,10 orang?
        apakah lebih banyak dibanding yg sepakat?

        s: Saya pernah ngobrol2 (lewat telepon dan Multiply) kepada beberapa
        orang (maaf saya tidak bisa menyebutkan nama mereka) dan mereka
        menyatakan bahwa komik Put On bukanlah komik Indonesia pertama.

        o :Kalau hanya obrolan apalagi tidak bisa disebut sumbernya
        berarti posisikan sebatas obrolan saja, bukan pernyataan.
         
        s: Jika mengacu kepada definisi komik yg umum (bukan komik strip atau
        buku komik) maka jauh sebelum Kho Wan Gie bikin komik, nenek moyang
        kita juga sudah bikin komik.

        o :bukan komik, tapi 'budaya tutur gambar'
        komik ya sesuai namanya, baru ada setelah ada 'comic' masuk sini

        s: Ada orang yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia lahir sejak
        Proklamasi Negara Repulik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Sebelum
        proklamasi dianggap bangsa Indonesia belum lahir.

        o: yg lahir 17-8-45 itu negara Republik Indonesia,
        kesadaran berbangsa (nation) indonesia sdh ada sejak 1908
        (kebangkitan nasional) sebelumnya masih 'nusantara'

        So, Put-On tetap jadi komik indonesia pertama
        tanpa harus tambahan embel-embel modern sekalipun
        krn modern itu memperbarui yg sdh ada sblumnya
        dan u komik di Indonesia Put-On justru 'klasik'

        oyasujiwo
      • Rieza Fitramuliawan
        ... === aha oyas, tadinya kupikir kau lah temen diskusi dan ngobrol-ngobrolnya sandy jatmiko ... huahehehehe, bercanda kang. kumaha nih calon wapres ?
        Message 3 of 16 , Mar 2 7:19 AM
        • 0 Attachment
          --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, "goklas teguh sujiwo (oyasujiwo)" <trioberlima@...> wrote:



          > s: sebenarnya pernyataan yang menyebutkan bahwa komik Put On ditasbihkan sebagai komik pertama Indonesia masih diperdebatkan oleh banyak pihak.

          > o: Banyaknya seberapa? 2,5,10 orang? apakah lebih banyak dibanding yg sepakat?

          === aha oyas, tadinya kupikir kau lah temen diskusi dan ngobrol-ngobrolnya sandy jatmiko ... huahehehehe, bercanda kang.
          kumaha nih calon wapres ?

          banyaknya seberapa ? lah oyas, kan minimal sudah ada satu tuh yang menggugat :-)



          > s: Saya pernah ngobrol2 (lewat telepon dan Multiply) kepada beberapa orang (maaf saya tidak bisa menyebutkan nama mereka) dan mereka menyatakan bahwa komik Put On bukanlah komik Indonesia pertama.

          > o :Kalau hanya obrolan apalagi tidak bisa disebut sumbernya berarti posisikan sebatas obrolan saja, bukan pernyataan.

          === atau, khayalan ... (?)




          > s: Jika mengacu kepada definisi komik yg umum (bukan komik strip atau buku komik) maka jauh sebelum Kho Wan Gie bikin komik, nenek moyang kita juga sudah bikin komik.

          > o :bukan komik, tapi 'budaya tutur gambar' komik ya sesuai namanya, baru ada setelah ada 'comic' masuk sini


          === oyas, utk yg kaye begituan, kayenya istilah "proto-comic strip" , lebih keren kedengarannya ah ah.

          apa itu proto ?
          tanyakan saja pada beberapa teman teman kita dan rumput yang bergoyang.


          > s: Ada orang yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia lahir sejak Proklamasi Negara Repulik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Sebelum proklamasi dianggap bangsa Indonesia belum lahir.
          > o: yg lahir 17-8-45 itu negara Republik Indonesia,
          kesadaran berbangsa (nation) indonesia sdh ada sejak 1908 (kebangkitan nasional) sebelumnya masih 'nusantara'

          === oh tuhan, almarhum mohammad yamin bisa bisa bangkit dari makamnya mendengar ocehan ini !



          > So, Put-On tetap jadi komik indonesia pertama tanpa harus tambahan embel-embel modern sekalipun krn modern itu memperbarui yg sdh ada sblumnya dan u komik di Indonesia Put-On justru 'klasik'
          > oyasujiwo

          === sebelum ada yang bisa membuktikan utk menggugurkannya, put on adalah "the first newspaper comic strip in indonesia".
          ya nantilah cari-cari padanan kata indonesianya.
          setuju ngga?

          status put on ini sama ama komik strip "yellow kid" di amrik. dianggap "the first newspaper comic strip in us".

          (kecuali kalo sumber bacaan saya salah. tapi ya, gampang, tinggal salahkan saja editor wiki .... hehehe.)

          "newspaper comic strip" ini masih terbagi dua :
          - daily comic strip
          - sunday comic strip

          yang terbit harian, ada juga yang terbit hari minggu doang.

          (atau sebetulnya ada juga komik strip yang terbit sekehendak hati : nah kalo yg ini "terbit" di "internet" ,

          kayak itu tuh komik stripnya erwin prima.
          anjir jadi kebawa bawa euy)

          jadi, cari aman saja, takut ada yang "menggugat" lagi :

          put on adalah the first newspaper comic strip in indonesia.
          mungkin rizal setuju dengan pendapat ini .... huehehe.


          rf.
        • Eddie Sindunata
          Iya nih. Ngapain juga mau menggugat penetapan komik Put On sbg komik pertama Indonesia? Emang kalo gugatannya menang dpt apa sih? Lagian kalo mau menggugat ya
          Message 4 of 16 , Mar 2 7:27 AM
          • 0 Attachment
            Iya nih.
            Ngapain juga mau menggugat penetapan komik Put On sbg komik pertama
            Indonesia? Emang kalo gugatannya menang dpt apa sih? Lagian kalo mau
            menggugat ya silahkan aja submit tulisan ke Kompas....kalo kredibilitasnya
            cukup mungkin akan dimuat oleh Kompas .....

            Belum lagi pernyataan bhw bangsa Indonesia baru lahir setelah Proklamasi
            Kemerdekaan thn 1945. Ini sih benar2 menggelikan! Anak SD juga diajarin bhw
            sebelum mencapai kemerdekaan, bangsa Indonesia telah dijajah selama 350
            tahun oleh Belanda plus 3.5 tahun oleh Jepang! Bangsa Indonesia,
            mas....tertulis jelas tuh di buku2 sejarah dari SD sampai SMA....kalau saya
            gak salah ingat. Emang salah semua tuh buku??

            Lagian lbh baik bila milis ini digunakan utk mengembangkan komik Indonesia.
            Buat saya sih gak penting komik mana yg patut disebut sbg komik pertama
            Indonesia, entah dgn teman2 yg lain. Yg lbh penting buat saya adalah
            bagaimana kita bisa memajukan komik Indonesia dlm kapasitas kita masing2.
            Sbg komikus ya bikin komik yg yahud, sbg pembaca ya beli komiknya syukur2
            bisa membantu promosi, sbg penerbit ya menanam modal utk menerbitkan komik
            dgn segala resikonya (salut dah utk para penerbit).

            Mohon maaf bila ada salah kata.

            Salam,
            Eddie
            ----- Original Message -----
            From: "Rieza Fitramuliawan" <xiao_bin_yoe_hoen@...>
            To: <komik_indonesia@yahoogroups.com>
            Sent: Monday, March 02, 2009 6:32 PM
            Subject: Re: Bls: [komik_indonesia] Menggugat komik Put On


            >
            > hehehe... bli tommy, ada pelajaran bagi kita semua, mangkanya jangan salah
            > bergaul.
            >
            > kalau teman sampean bilang bahwa leluhur bangsa indonesia itu adalah
            > makhluk mars, apakah mau sampean kutip pendapatnya? : :-)
            >
            >
            > gile men.
            > baru tau gue kalau ternyata republik indonesia ini, diproklamasikan oleh
            > dua orang warga negara "asing".
            > secara mereka lahir sabelon tahun 45.
            >
            > anjir !
            >
            > bli tommy,
            > para mbah sampeyan itu adalah wna cuy , sama ama mbah saya, jadi kita ini
            > indo .
            > indo item ... :-)
            >
            > jadi sumpah pemuda itu buatan siapa dan buat siapa ya ?
            > tau ngga kalau lagu indonesia raya itu diciptakan oleh wna ? asyik gak
            > bli?.
            >
            > percuma gramedia cetak ulang buku marcell boneff. kagak ada yg baca
            > kayaknya.
            >
            > huehehehe.
            >
            > eh ngomong-ngomong, ada ngga sih diantara kita yang pernah punya, atau
            > setidaknya pernah lihat atau baca komik berjudul belibis biru yang boneff
            > singgung di penelitiannya ?
            >
            >
            > --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, tommy johan agusta
            > <tommy_hanasta@...> wrote:
            >>
            >
            >> Juga kalau kita mengacunya bahwa komik Indonesia itu adalah setelah 1945,
            >> sebelum itu bukan komik Indonesia.. wah ini yang repot. Berarti para mbah
            >> saya juga bukan orang Indonesia dong, apalagi para pahlawan itu juga
            >> bakal di gugat bukan sebagai pahlawan Indonesia karena berjuang untuk
            >> daerahnya...
            >> Demikian dari saya semoga bermanfaat
            >> Dan apabila tidak silahkan di dellete saja
            >> Salam
            >> Tommy
            >
            >
            >
            >
            > ------------------------------------
            >
            > Silahkan kunjungi website www.komikindonesia.com untuk informasi atau
            > pembelian komik-komik Klasik dan cetak ulang maupun baru. Yahoo! Groups
            > Links
            >
            >
            >
            >
          • Narpati Pradana
            Loetoeng Kasaroeng yang terbit tahun 1926 saja diakui film pertama diIndonesia walau sebelum tahun 45 dan dibuat oleh orang Belanda. Raja Harishchanda yang
            Message 5 of 16 , Mar 2 7:52 AM
            • 0 Attachment
              Loetoeng Kasaroeng yang terbit tahun 1926 saja diakui film pertama
              diIndonesia walau sebelum tahun 45 dan dibuat oleh orang Belanda.

              Raja Harishchanda yang terbit tahun 1913 (sebelum India berdiri) diakui
              sebagai film pertama India.

              Jadi tahun 1945 tidak bisa dijadikan batas.
              Tahun 1908 juga tidak bisa dijadikan batas.

              Kalau mau mengukur berdasarkan definisi "Indonesia", maka tolok ukurnya
              adalah 1922 ketika Indische Vereeniging berubah menjadi Indonesische
              Vereeniging (ada tulisan Bung Hata berdebat dengan profesornya.. tapi aku
              meninggalkan bukunya di rumah di Jakarta). Tahun 1927 PNI berdiri dan 1928,
              Sumpah Pemuda.

              Tapi bagaimana dengan Raden Saleh (1800-an)? Apa dia tidak bisa dianggap
              sebagai pelukis Indonesia?


              --
              help thy brother, just or unjust


              [Non-text portions of this message have been removed]
            • karna
              Janganlah terlalu pesimis dan skeptik. Bagus juga kalo ada yg menggugat, tetapi harusnya dengan bukti-bukti otentik, misalnya contoh dari komik yg terawal tsb.
              Message 6 of 16 , Mar 2 8:23 AM
              • 0 Attachment
                Janganlah terlalu pesimis dan skeptik. Bagus juga kalo ada yg
                menggugat, tetapi harusnya dengan bukti-bukti otentik, misalnya contoh
                dari komik yg terawal tsb.

                Tidak mengherankan persoalan keotentikan yg mana komik pertama di
                Indonesia atau mungkin proto-komik, karena semua ini semata2 utk
                kemajuan komik Indonesia juga.
                Bukan imbalan materiil yg diharapkan tetapi rajutan sejarah komik
                Indonesia yg semakin utuh utk diharapkan. karena dengan begitu, dengan
                sendirinya komik semakin dihargai karena sejarah kelahirannya bersama
                dgn sejarah berdirinya negara-bangsa Indonesia itu sendiri.

                Seperti halnya, ketika para akademis dan sejarawan seni menggugat Will
                Eisner sbg pencetus ide Novel Grafis. Berbagai bukti ditemukan dan
                kemudian menggugurkan anggapan bahwa Eisner adalah bapak Novel Grafis,
                dan kemudian juga memang melalui wawancara langsung dgn mendiang
                Eisner diketahui beliau pun tidak mengetahui siapa pencetus ide
                terminologi Novel Grafis yg pertama, tetapi menurutnya karya2 novel
                cukilan kayu dari Lynd Ward yg menginspirasinya utk menggunakan
                terminologi Novel Grafis.
                Jurnalis media massa memang seringkali kurang perhatian dgn hal-hal
                keotentikan spt itu. Hal ini pun melanda negara spt Amerika, dan
                eropa, apatah lagi kita yg sangat miskin dokumentasi komik.

                Harapan saya supaya pengkoleksi komik jangan segan2 utk meneliti
                kembali komik2 lawasnya, dan ada baiknya lebih terbuka kepada teman2
                peneliti, supaya ada nilai2 yg bisa diangkat dari cergam2 lawas itu.
                Sayang sekali kalau cergam2 lawas itu tersimpan tanpa pernah menjadi
                pengayaan bagi sejarah komik Indonesia.
                Berilah kesempatan pada orang2 yg lebih kompeten utk meneliti cergam2
                lawas itu supaya semakin lama semakin ramai orang yg mengkaji dan
                mengapresiasi 'harta karun' kita itu.

                Sudah saat para kolektor komik Indonesia, baik cergam2 lawas maupun
                komik2 kontemporer memikirkan utk mendirikan sebuah pusat kajian komik
                yang terbuka dan saling terkoneksi. Bukan sekedar pusat dokumentasi yg
                berlomba2 utk menjadi yg terlengkap, tetapi lebih bersifat networking
                atawa jaringan kerja.
                Misalnya, utk meneliti komik ini, ini dan ini, silakan menemui
                kolektor ini, saya pikir utk awal2nya janganlah terlalu mementingkan
                profit dahulu.

                Jarang sekali ditemui kajian2 penting spt struktur narasi, plot2,
                genre2 dan tema2, narasi visual, analisa formal, kajian kritis seni
                komik yg mudah dipahami dan menarik bagi generasi muda yg terlompat
                masa tak sempat mencumbui cergam2 lawas.

                Baru2 ini saya mendapat undangan utk melakukan penelitian atas
                sejumlah koleksi komik2 dari sebuah perpustakaan univ. di amrik sana.
                mereka membuka akses secara bebas baik online maupun offline
                mengundang para peneliti dan akademisi komik utk mengkaji koleksi
                mereka. Saya pribadi belum punya kapasitas utk itu, selain kendala
                historis dan juga kontekstualitasnya.

                Cuma terpikir saja, seandainya secara kecil2an, di Indonesia, kalau
                semakin ramai para kolektor komik lawas menyediakan kesempatan kepada
                para pelajar sekolah, mahasiswa, dosen, atau siapa saja yg tertarik
                dalam penulisan ttg komik Indonesia, tentunya bukan hal yg mustahil.

                Mudah2an gugatan terhadap Put On ini semakin menguak tabir misteri
                sejarah perkomikan Indonesia dgn bukti2 yg otentik.
              • suryo_anglagard
                ... diperkuat oleh sejarah yang benar-benar otentik disertai bukti-bukti secara fisik. saya lupa baca dimana, tapi seingat saya penobatan Put On sbg komik
                Message 7 of 16 , Mar 2 10:31 AM
                • 0 Attachment
                  tommy johan agusta <tommy_hanasta@...> wrote:
                  >
                  > Wah kalau bicara masalah siapa yang pali duluan, berarti kan harus
                  diperkuat oleh sejarah yang benar-benar otentik disertai bukti-bukti
                  secara fisik.

                  saya lupa baca dimana, tapi seingat saya penobatan Put On sbg komik
                  Indonesia pertama dilontarkan oleh Arswendo di suatu artikel. Rasanya
                  Marcel Bonneff juga mengatakan demikian. Mesti cek lagi.

                  obrolan ttg apakah Kho Wang Gie ini org Indonesia apa ngga, koq
                  terdengarnya konyol ya? Apalagi jika argumennya bhw Indonesia baru
                  lahir saat 17 Aug 1945.

                  suryo
                • Rieza Fitramuliawan
                  cari yang deket-deket tahunnya : siti nurbaya karya marah rusli terbit sekitar tahun 1930-an. ini novel bangsa apa? penerbit siti nurbaya adalah balai pustaka.
                  Message 8 of 16 , Mar 2 4:15 PM
                  • 0 Attachment
                    cari yang deket-deket tahunnya : siti nurbaya karya marah rusli terbit sekitar tahun 1930-an.
                    ini novel bangsa apa?

                    penerbit siti nurbaya adalah balai pustaka. balai pustaka itu didirikan oleh orang londo.

                    secara "de jure and de facto", ketika wong java, wong celebes, dan wong wong lainnya, menyatakan sumpah pemuda. itulah dia.

                    entah siapa yg salah, boneff ataukah siapa.
                    boneff bilang kwg (wang atau wan ?) itu memulai put on di tahun 1931, direkrut sin po tahun 1930.
                    jadi mestinya dari 1930-1931 dia menggambar komik strip belum dengan karakter put on. belum menggunakan karakter yang tetap.
                    periode 1930-1931 ini penting.

                    sejarah komik indonesia itu kan masih belum terlalu lama, ya mulai tahun 1930. jadi , baru berusia 70an tahun.
                    masih gampang ditelusuri.

                    dulu juga saya pernah ke perpustakaan nasional, masih banyak tuh koran koran sin po.
                    masih relatif mudah utk meneliti, krn bahannya masih ada. lihat aja kesana kalau mau mulai menggugat.

                    sejarah komik indonesia itu -sama seperti komik di negara lain - pasti berkaitan dengan sejarah persurat kabarannya.

                    surat kabar atau koran itu adalah akibat urbanisasi sampai kemudian muncul budaya urban.

                    itu yg paling menarik dibahas. komik sebagai salah satu artifak budaya urban pertama di indonesia.
                    jj rizal kan sudah menuliskannya tuh.

                    kalau tertarik utk mencari komik pertama indonesia, ya silakan itu obrakabrik perpusnas. karena komik pertama di indonesia, ya sudah kemungkinan besar, pasti awalnya dimuat di koran !
                    jadi, carilah koran koran jadul ! he he he.
                    minimal kolektor koran jadul, kayak tjamboek berduri, bing, kang sumur, dll.



                    --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, Narpati Pradana <kunderemp@...> wrote:
                    >
                    > Loetoeng Kasaroeng yang terbit tahun 1926 saja diakui film pertama
                    > diIndonesia walau sebelum tahun 45 dan dibuat oleh orang Belanda.
                    >
                    > Raja Harishchanda yang terbit tahun 1913 (sebelum India berdiri) diakui
                    > sebagai film pertama India.
                    >
                    > Jadi tahun 1945 tidak bisa dijadikan batas.
                    > Tahun 1908 juga tidak bisa dijadikan batas.
                    >
                    > Kalau mau mengukur berdasarkan definisi "Indonesia", maka tolok ukurnya
                    > adalah 1922 ketika Indische Vereeniging berubah menjadi Indonesische
                    > Vereeniging (ada tulisan Bung Hata berdebat dengan profesornya.. tapi aku
                    > meninggalkan bukunya di rumah di Jakarta). Tahun 1927 PNI berdiri dan 1928,
                    > Sumpah Pemuda.
                    >
                    > Tapi bagaimana dengan Raden Saleh (1800-an)? Apa dia tidak bisa dianggap
                    > sebagai pelukis Indonesia?
                    >
                    >
                    > --
                    > help thy brother, just or unjust
                  • tommy johan agusta
                    Indonesia... duluuuuuuuu disebut Nusantara ketika Idola saya Gajah Mada dalam Soempah Palapa-nya menggetarkan Asia, dimana menurut Kitab Negara Kretagama
                    Message 9 of 16 , Mar 2 7:08 PM
                    • 0 Attachment
                      Indonesia... duluuuuuuuu disebut Nusantara ketika Idola saya Gajah Mada dalam Soempah Palapa-nya menggetarkan Asia, dimana menurut Kitab Negara Kretagama wilayahnya Jauh lebih luas dibandingkan Indonesia saat ini.
                      Betul sekali yang kawan-kawan bilang bahwa Kemerdekaaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Tapi perjuangan untuk mencapai kemerdekaan itu telah dilalui bertahun-tahun dalam perjuangan yang tidak kenal lelah, hingga tercetus Sumpah Pemuda.
                      Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai "Hari Sumpah Pemuda".
                      Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin
                      Isinya :

                      PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
                      KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
                      KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
                      Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.
                      Wah ternyata tahun 1908 Budi Utomo sudah di bentuk dengan semua sepak terjangnya dalam memperjuangkan tanah air Indonesia. Dulu pelajaran ini paling
                      Mas Rieza...
                      Ternyata mbah saya termasuk orang Indonesia dong hehehe
                      Kan mbah saya lahir tahun 1915 setelah Budi Utomo
                      salam
                      Tommy
                       


                      --- Pada Sel, 3/3/09, Rieza Fitramuliawan <xiao_bin_yoe_hoen@...> menulis:

                      Dari: Rieza Fitramuliawan <xiao_bin_yoe_hoen@...>
                      Topik: Re: Bls: [komik_indonesia] Menggugat komik Put On
                      Kepada: komik_indonesia@yahoogroups.com
                      Tanggal: Selasa, 3 Maret, 2009, 7:15 AM







                      cari yang deket-deket tahunnya : siti nurbaya karya marah rusli terbit sekitar tahun 1930-an.
                      ini novel bangsa apa?

                      penerbit siti nurbaya adalah balai pustaka. balai pustaka itu didirikan oleh orang londo.

                      secara "de jure and de facto", ketika wong java, wong celebes, dan wong wong lainnya, menyatakan sumpah pemuda. itulah dia.

                      entah siapa yg salah, boneff ataukah siapa.
                      boneff bilang kwg (wang atau wan ?) itu memulai put on di tahun 1931, direkrut sin po tahun 1930.
                      jadi mestinya dari 1930-1931 dia menggambar komik strip belum dengan karakter put on. belum menggunakan karakter yang tetap.
                      periode 1930-1931 ini penting.

                      sejarah komik indonesia itu kan masih belum terlalu lama, ya mulai tahun 1930. jadi , baru berusia 70an tahun.
                      masih gampang ditelusuri.

                      dulu juga saya pernah ke perpustakaan nasional, masih banyak tuh koran koran sin po.
                      masih relatif mudah utk meneliti, krn bahannya masih ada. lihat aja kesana kalau mau mulai menggugat.

                      sejarah komik indonesia itu -sama seperti komik di negara lain - pasti berkaitan dengan sejarah persurat kabarannya.

                      surat kabar atau koran itu adalah akibat urbanisasi sampai kemudian muncul budaya urban.

                      itu yg paling menarik dibahas. komik sebagai salah satu artifak budaya urban pertama di indonesia.
                      jj rizal kan sudah menuliskannya tuh.

                      kalau tertarik utk mencari komik pertama indonesia, ya silakan itu obrakabrik perpusnas. karena komik pertama di indonesia, ya sudah kemungkinan besar, pasti awalnya dimuat di koran !
                      jadi, carilah koran koran jadul ! he he he.
                      minimal kolektor koran jadul, kayak tjamboek berduri, bing, kang sumur, dll..

                      --- In komik_indonesia@ yahoogroups. com, Narpati Pradana <kunderemp@. ..> wrote:
                      >
                      > Loetoeng Kasaroeng yang terbit tahun 1926 saja diakui film pertama
                      > diIndonesia walau sebelum tahun 45 dan dibuat oleh orang Belanda.
                      >
                      > Raja Harishchanda yang terbit tahun 1913 (sebelum India berdiri) diakui
                      > sebagai film pertama India.
                      >
                      > Jadi tahun 1945 tidak bisa dijadikan batas.
                      > Tahun 1908 juga tidak bisa dijadikan batas.
                      >
                      > Kalau mau mengukur berdasarkan definisi "Indonesia", maka tolok ukurnya
                      > adalah 1922 ketika Indische Vereeniging berubah menjadi Indonesische
                      > Vereeniging (ada tulisan Bung Hata berdebat dengan profesornya. . tapi aku
                      > meninggalkan bukunya di rumah di Jakarta). Tahun 1927 PNI berdiri dan 1928,
                      > Sumpah Pemuda.
                      >
                      > Tapi bagaimana dengan Raden Saleh (1800-an)? Apa dia tidak bisa dianggap
                      > sebagai pelukis Indonesia?
                      >
                      >
                      > --
                      > help thy brother, just or unjust

















                      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

                      [Non-text portions of this message have been removed]
                    • karna
                      berinovasi, mengembangkan dan sebagainya itu memang penting, sama pentingnya dgn mengenali dan menyusun sejarah komik itu sendiri. Tapi kalo memang dipandang
                      Message 10 of 16 , Mar 4 2:33 AM
                      • 0 Attachment
                        berinovasi, mengembangkan dan sebagainya itu memang penting, sama pentingnya dgn mengenali dan menyusun sejarah komik itu sendiri.

                        Tapi kalo memang dipandang gak penting utk profit dan juga kemajuan, ya dilupakan saja. Mudah2an jangan sampai, kalau ada seminar budaya visual dan kemudian yang memaparkan makalah atau menjadi sejarawan komik Indonesia adalah orang Belanda, Perancis, Inggris atau bule-bule dari negara2 Utara aja.

                        hehe...
                        meneliti sejarah itu perlu sponsor dana juga, dan terlebih2 lagi dukungan moril. saya kira pak Primadi, Marcel Boneff, dan mas Arswendo sudah cukup memberi landasan kesejarahan komik Indonesia, tinggal nantinya siapa yg berkesempatan dan berminat utk menelusuri dan melengkapinya lagi perlu diberi dukungan materiil dan moril.

                        di tengah2 himpitan kesulitan ekonomi saat ini, tentu saja ngomongin sejarah komik seakan2 jauh panggang dari api. tapi akuilah, hal itu sangat sangat penting.


                        --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, aang Arwani <arwaniaang@...> wrote:
                        >
                        > komik pertama atau bukan sebaiknya jangan terlalu diperdebatkan lebih lanjut sehingga sepertinya tiada yang lebih penting dari pada itu. saya sarankan lebih baik kita berkreativitas, berinovasi dan mengembanghkan komik supaya di gemari banyak kalangan, termasuk anak-anak, remaja dan sewasa. kenapa di pandang perlu? saya melihat dilingkungan saya tinggal seolah tiada satu orang pun yang peduli pada yang namanya komik, bahkan peredaran bukunya saja sangat langka tuk kita temukan bahkan mungkin tidak ada. sebagai contoh, tanya saja anak sekolah smp. mereka kebanyakan menjawab tidak memiliki komik karena tak suka dan tak menarik. walau harga komik terbilang murah -sebagian juga ada yang mahal karena ceritanya berseri- tapi nyatanya para penikmat di sana hanya kalangan atau komunitas tertentu. nah ini perlu kita renungkan bersama bahwa berkreativitas, berinovasi dan mengembangkan komik itu lebih baik dan utama (penting) dari pada menimbang-nimbang mana
                        > komik pertama indonesia atau komik kedua indonesia. kan sudah jelas, mana tahun yang lebih tua maka itulah komik pertama indonesia. 
                        > semoga bermanfaat...
                        >  
                        > salam,
                        > aang arwani a  
                        >
                        > Aang Arwani Aminuloh,  UIN Syahid, Jakarta
                      • putra Dewa
                        Topik ini membuatku tertarik untuk ikut memberi masukan dan semoga bisa menjadi tambahan pemikiran. menurutku sejarah itu penting sama pentingnya dengan kita
                        Message 11 of 16 , Mar 4 12:06 PM
                        • 0 Attachment
                          Topik ini membuatku tertarik untuk ikut memberi masukan dan semoga bisa menjadi tambahan pemikiran.
                          menurutku sejarah itu penting sama pentingnya dengan kita berinovasi dalam komik. hanya saja mungkin ada orang - orang yang bisa kita percayakan untuk mengurus masalah sejarah dan memajukan bukti pendukungnya, sementara kita yang bukan ahlinya mendengarkan dan menerima juga memberi masukan agar materi sejarah akan lebih lengkap, sejalan dengan berinovasi didalam dunia komik.
                          gak lucu juga kalo seorang komikus Indonesia ketemu komikus dari luar negeri dan ditanya tentang  sejarah komik Indonesia dan  kita gak bisa menjawab apa - apa. sama kayak orang Indonesia ditanya tentang sejarah dan budaya Indonesia tapi tidak tahu apa - apa, malah lebih tau tentang sejarah negeri lain.
                          Itu rasanya gak lucu banget, ya....^_^...
                          Tapi kalo yang menggugat tentang sejarah komik Indonesia punya bukti otentik ato setidaknya bisa menunjuk sumber informasi, lain lagi masalahnya. Itu baru sebuah gugatan positif dan penting untuk diperdebatkan. bukannya sebuah gugatan yang berdasarkan kalo yang ditunjuk sebagai komikus pertama adalah bukan orang pribumi ato lebih jelasnya keturunan Cina. Trus kenapa kalo dia orang keturunan. kalo mau diusut sejarahpun wangsa sanjaya yang merupakan cikal bakal orang jawa berasal dari India. sementara orang sumatera berasal dari Timur Jauh ( kemungkinan berasal dari Yunan ), serta orang di timur Indonesia berasal dari Afrika. Gak ada yang namanya orang asli Indonesia. dirunut dari tahun 400 masehi orang cina, india, gujarat udah menetap di Indonesia yang pada tahun tersebut bernama Sriwijaya, Kutai ato kerajaan lainnya. Kalo gak percaya sering - sering nonton Channel discovery, jangan cuma nonton sinetron aja.kalo tu komikus yang ditunjuk  sebagai komikus
                          pertama Indonesia adalah keturunan dari orang Cina yang menetap dikepulauan Nusantara sejak tahun 400 Masehi gimana? sementara leluhur yang menggugat sendiri udah diusut belum menetap di kepulauan Nusantara sejak tahun berapa.
                          asal tau aja Ledakan danau Toba sekitar 75000 tahun lalu udah memusnahkan hampir seluruh kehidupan di Bumi, yang tersisa hanya segelintir manusia dan mahluk hidup yang tinggal di ujung afrika selatan.Jadi semua berasal dari sumber yang sama. hanya perkembangan kehidupan yang dipengaruhi iklim lah yang membuat fisik manusia kembali berbeda. Jadi bukan asal, suku ato bentuk fisik yang terpenting akan tetapi apa yang sudah seseorang lakukan untuk Indonesia dan untuk dunia komik kita.
                          sekali lagi menurutku kalo emang punya bukti silahkan maju kalo nggak, tutup mulut dan bikin komik yang baik aja. urusan yang lain tentang sejarah kita serahkan sama para ahlinya, kalo emang mereka mengarang-ngarang cerita sejarah toh suatu saat akan muncul juga kebenarannya. dan menurutku juga istilah komik pertama adalah komik pertama yang dicetak dimedia dengan mesin cetak untuk dibaca, bukannya lukisan, serat lontar atopun pahatan batu di candi. karena itu peninggalan sejarah  yang udah punya nama masing - masing jangan dicampur adukkan. karena sejarah komik di jepangpun mulanya berasal dari kebiasaan para biksu di jepang menggambarkan kisah perjalanan didalam kitab diatas kertas yang bersambung dan gak ada orang yang dijepang yang bilang lukisan itu sebagai komik.
                          --- Pada Rab, 4/3/09, karna <karnamustaqim@...> menulis:

                          Dari: karna <karnamustaqim@...>
                          Topik: Re: Bls: [komik_indonesia] Menggugat komik Put On
                          Kepada: komik_indonesia@yahoogroups.com
                          Tanggal: Rabu, 4 Maret, 2009, 5:33 PM












                          berinovasi, mengembangkan dan sebagainya itu memang penting, sama pentingnya dgn mengenali dan menyusun sejarah komik itu sendiri.



                          Tapi kalo memang dipandang gak penting utk profit dan juga kemajuan, ya dilupakan saja. Mudah2an jangan sampai, kalau ada seminar budaya visual dan kemudian yang memaparkan makalah atau menjadi sejarawan komik Indonesia adalah orang Belanda, Perancis, Inggris atau bule-bule dari negara2 Utara aja..



                          hehe...

                          meneliti sejarah itu perlu sponsor dana juga, dan terlebih2 lagi dukungan moril. saya kira pak Primadi, Marcel Boneff, dan mas Arswendo sudah cukup memberi landasan kesejarahan komik Indonesia, tinggal nantinya siapa yg berkesempatan dan berminat utk menelusuri dan melengkapinya lagi perlu diberi dukungan materiil dan moril.



                          di tengah2 himpitan kesulitan ekonomi saat ini, tentu saja ngomongin sejarah komik seakan2 jauh panggang dari api. tapi akuilah, hal itu sangat sangat penting.



                          --- In komik_indonesia@ yahoogroups. com, aang Arwani <arwaniaang@ ...> wrote:

                          >

                          > komik pertama atau bukan sebaiknya jangan terlalu diperdebatkan lebih lanjut sehingga sepertinya tiada yang lebih penting dari pada itu. saya sarankan lebih baik kita berkreativitas, berinovasi dan mengembanghkan komik supaya di gemari banyak kalangan, termasuk anak-anak, remaja dan sewasa. kenapa di pandang perlu? saya melihat dilingkungan saya tinggal seolah tiada satu orang pun yang peduli pada yang namanya komik, bahkan peredaran bukunya saja sangat langka tuk kita temukan bahkan mungkin tidak ada. sebagai contoh, tanya saja anak sekolah smp. mereka kebanyakan menjawab tidak memiliki komik karena tak suka dan tak menarik. walau harga komik terbilang murah -sebagian juga ada yang mahal karena ceritanya berseri- tapi nyatanya para penikmat di sana hanya kalangan atau komunitas tertentu. nah ini perlu kita renungkan bersama bahwa berkreativitas, berinovasi dan mengembangkan komik itu lebih baik dan utama (penting)  dari pada menimbang-nimbang
                          mana

                          > komik pertama indonesia atau komik kedua indonesia. kan sudah jelas, mana tahun yang lebih tua maka itulah komik pertama indonesia. 

                          > semoga bermanfaat.. .

                          >  

                          > salam,

                          > aang arwani a  

                          >

                          > Aang Arwani Aminuloh,  UIN Syahid, Jakarta





























                          Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

                          [Non-text portions of this message have been removed]
                        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.