Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [komik_indonesia] Komentar untuk Aquanus Benua Ketujuh

Expand Messages
  • toni masdiono
    halo arief! yang utama, saya pusing ngingetin nama, mungkin pengen mendekati nama-nama tradisional kita ya, semua mengandung rakya seperti rakai pikatan dll.
    Message 1 of 19 , Apr 3, 2008
      halo arief!
      yang utama, saya pusing ngingetin nama, mungkin pengen mendekati nama-nama tradisional kita ya, semua mengandung 'rakya' seperti rakai pikatan dll. setuju sih cuma kayanya terlalu ngga biasa dan sulit dibedakan he hehe padahal penamaan ini juga bagian dari marketing lho.......
      tapi lainnya oke!
      berkarya terus!

      toni masdiono

      Habib Bari <bar_komik@...> wrote:




      ---------------------------------
      You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.

      [Non-text portions of this message have been removed]
    • Danny Njoman
      Re: [komik_indonesia] Komentar untuk Aquanus Benua Ketujuh Ingin ikutan komentar. Sebenarnya sudah lama ingin tulis cuma belum sempat2. Menurut saya untuk
      Message 2 of 19 , Apr 4, 2008
        Re: [komik_indonesia] Komentar untuk Aquanus Benua Ketujuh
        Ingin ikutan komentar. Sebenarnya sudah lama ingin tulis cuma belum sempat2.




        Menurut saya untuk gambar, untuk beberapa hal yang dikerjakan oleh artis yang sama juga tampak perbedaan kualitas. Mungkin ada unsur kejar tayang. Contoh, pada hal2 awal beberapa gambar Paqua yang harusnya ramping menjadi terlihat gendut pada pengambilan jauh.




        Dan yang terutama mengganggu sekali adalah cerita. Pada waktu membaca rasanya datar2 saja dan terasa ada yang kurang sreg di hati. Setelah dipikir2 lagi akhirnya ketemu juga penyebabnya. Ide ceritanya mungkin sudah bagus mengenai benua ketujuh. Sudah cukup menarik. Tetapi pada waktu penjabaran cerita terasa kedodoran. Cerita tidak dibangun atas dasar yang solid. Cerita dibangun atas serangkaian kebetulan yang kalau dikombinasikan menjadi peluang terjadi yang sangat kecil sekali. Contohnya:




        1. Kebetulan pesawat yang ditumpangi Perompak Merah preman jatuh dekat lokasi Aquanus dkk

        2. Kebetulan pada saat itu Aguanus dkk sedang dekat lokasi

        3. Kebetulan ternyata Perompak Merah dkk tidak mati ketika pesawat jatuh

        4. Kebetulan anak kecilnya sadar dan mengikuti Aguanus dkk ketika akan memasuki benua ketujuh

        5. Kebetulan pula ternyata penumpangnya Perompak Merah preman

        6. Kebetulan juga setelah menolong para penumpang, Aguanus dkk pulang ke benua ketujuh tidak pergi ke tempat lain

        7. Secara logika seharusnya Aquanus tidak menaruh para penumpang yang selamat dekat dengan lokasi kediaman mereka sehingga dapat dikuntit anak kecil tersebut

        8. Mungkin masih banyak kebetulan yang lain




        Kalau satu saja dari kebetulan2 tersebut tidak terjadi maka cerita akan buyar. Hal2 ini yang menyebabkan cerita agak terasa seperti sinetron Indonesia yang banyak kebetulannya. Lihat saja sinetron Indonesia yang lingkungannya berkutat disitu2 saja seolah2 dunia cuma selebar daun kelor. Terasa cerita seperti tidak realistis dan kurang masuk akal. Dan jika memang sesuatu kebetulan tanpa rencana rasa2nya agak mustahil. Yang lebih memungkinkan memang kecelakaan tersebut sudah direncanakan. Bahwa Perompak Merah sudah melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai kebiasaan Aguanus dkk untuk melakukan recharge. Kemudian Perompak Merah merencanakan untuk mensabotase pesawatnya sendiri. Kemudian mereka sudah mempersiapkan segalanya dan hanya pura2 pingsan. Anak kecil tersebut dilindungi oleh Ibunya yang ternyata seorang jagoan. Dan seharusnya yang menguntit Aquanus bukan anak kecil tersebut melainkan Perompak Merah sendiri. Karena peluang sadar tentunya ada pada Perompak Merah. Dan
        Seterusnya.




        Maaf jika ada kata2 saya yang menyinggung. Karena saya hanya bisa mengritik dan belum mampu memberikan sumbangan apapun untuk perkomikan Indonesia. Satu hal saya setuju dengan mas Henry Ismono bahwa ceritanya tidak mbulet seperti kebanyakan komik2 yang ingin berfilosofi. Baik dari segi ilustrasi maupun cerita sudah ada kemajuan dibandingkan Godam Reborn.




        Salam,

        Danny Njoman




        Thursday, April 3, 2008, 2:34:33 PM, Habib Bari wrote:




        (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan

        tidak konsistennya/stabilnya penggambaran

        pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga

        terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena

        kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja

        berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya

        sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap

        saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing

        artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di

        halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti

        Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang

        (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke

        depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan

        berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan

        pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi

        borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih

        baik.

        (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski

        sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar

        lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi

        beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.

        Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan

        Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena

        merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu

        untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala

        sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint

        melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.

        Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata

        misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh

        yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek

        untuk selalu berperang dan sebagainya.


        _,_._,___



        ---------------------------------
        You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • sis oyo
        Ikut juga komentar buat Aquanus... Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman lain, berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa dibenahi untuk
        Message 3 of 19 , Apr 5, 2008
          Ikut juga komentar buat Aquanus...
          Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman
          lain,
          berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa
          dibenahi untuk edisi-edisi Metha studio atau pun Neo
          Paradigm selanjutnya:

          1. Keseragaman goresan.
          Bahkan komik dc marvel yang dikerjakan secara
          kompilasi oleh beberapa ilustrator (penciler) juga
          akan sulit ditemukan keseragaman goresannya, baik
          ilustrator pemula maupun prof, karena masing-masing
          punya karakter goresan yang berbeda.
          Tapi beberapa hal kecil dalam komik Aquanus, yang jika
          kita teliti, sebenarnya sangat bisa dibenahi, karena
          tidak terkait gaya goresan. Misalnya antara lain,
          bentuk penutup telinga di kepala aquanus.Kadang
          berbentuk lingkaran, kadang seperti bentuk kotak
          (seperti dibeberapa panel halaman depan).Ada beberapa
          yang di gambar Mas Nico penutup telinga itu polos,
          tapi di gambar Pak Dwi Dab Mas Arief ada garis
          menyilangnya.
          Alis khas Aquanus sangat beberbeda dengan alis
          karakter Wid NS yang lain. Menurut saya, ini adalah
          salah satu ciri khas yang dibuat Pak Wid (mungkin
          seperti bentuk huruf S pada rambut di dahi
          Superman).Siapa yang memperhatikan ini?
          Mungkin cuma di goresan Pak Dwi yang mendekati..
          Saya setuju jika pembagian tugasnya seperti usul teman
          yang lain, yaitu penciler, inker, colorist dll.

          2. Font dan SFX
          Dengan sharing pada teman-teman lain, mungkin bisa
          dicari cara pembuatan balon suara agar lebih rapi,
          terutama seperti pada balon suara orang-2 bawah air.
          Kesannya kok uyel-uyelan dan tidak direncanakan dengan
          baik pembuatan balon dan font yang khas untuk mereka.
          Sound Efek mungkin lebih baik jika menggunakan font
          yang dikhususkan, walaupun font dari download...
          Misal, untuk ledakan pake font Badaboom, kaca pecah
          pakai font ini, tembakan font itu...Di Aquanus
          kelihatannya kebanyakan jenis font yang dipakai untuk
          SFX, sehingga tidak terlihat khas... Setahu saya, DC
          Marvel mendesain khusus font-2 untuk ini, dengan
          penggunaan masing yang disesuaikan dengan
          kebutuhannya.
          Juga, bagaimana jika suara-suara efeknya lebih
          membumi, misal kayak komik-komik Teguh dulu..?Ka-boom,
          Krash,Thoom,Whoop-whoop,Splash..rasanya kok kurang
          membumi, walaupun sebagian kita akrab dan familiar
          karena biasa menikmatinya di komik-komik amrik. Jika
          alasannya mengacu pada pasar penikmat komik DC Marvel,
          mungkin masih bisa diterima, tapi mungkin belum yang
          terbaik. Apalagi jika hanya karena kreatornya terbiasa
          atau (maaf) sekedar ikut-ikutan, sayang sekali. Karena
          DC Marvel membuat ejaan SFX pasti juga berdasarkan
          ejaan umumnya di lingkungan mereka, dalam hal ini
          amrik. Seperti kita biasa dengan ejaan untuk bunyi
          byur, bum, jlegur, dar, dies. Soalnya kalau sekedar
          ikutan, komik amrik dan eropa juga punya khas
          masing-masing. Suara tembakan, misalnya, amrik
          biasanya bam!atau bang! Eropa mungkin pakai Pang! Atau
          suara ayam. Kita yang biasa dengar dan eja
          Kukuruyuuuuk...masak juga mau dieja Pokadoodadoo..?
          Atau Cikirikeee.?
          Tapi juga mungkin ini masalah selera saja..

          3.Cover
          Ide cover yang minimalis dan nyambung dari belakang ke
          depan (apa istilahnya? Wrap ya?)
          menurut saya bagus.Cuma, bagus kah jika itu dipakai
          untuk komik dengan karakter yang belum semua orang
          familiar, ditengah lesunya pemasaran komik lokal? Bagi
          sebagian kita pecinta komik lama, nama aquanus mungkin
          sudah akrab dan kita tahu siapa dia.Tapi bagi generasi
          setelah kita? Bagi penikmat komik secara umum saat
          ini?Saya yakin belum.Dengan cover yang begitu
          sederhana, tidak menggambarkan apa dan siapa Aquanus,
          cukup menarikkah cover Aquanus sebagai magnet pertama
          bagi penggila komik? Pasar yang mau diraih bukan hanya
          kita-kita (orang lama) saja bukan…? Apalagi, andai
          buku aquanus dipajang campur dengan komik-komik
          lain.Mungkin membuat bertanya-tanya, syukur
          penasaran.Tapi untuk membuat tertarik, rasanya belum
          (Semoga saya salah..)…Apalagi dikemas dalam sampul
          plastik rapat (Jika kita sempat mengamati dan
          memperhatikan, maniak komik sebagian besar pasti punya
          kebiasaan berusaha mengintip isi dalam komik yang
          mereka merasa tertarik, bahkan untuk komik top seakali
          pun…Untuk meyakinkan, dan membuat sebel penjaga took
          J).Kenapa tidak cover itu dibuat dengan gambar yang
          “lebih bicara”..? (beberapa pin up halaman dalam di
          Aquanus rasanya cukup bagus dan “bicara”) Dengan
          beberapa preview panel halaman dalam di backcover,
          ditambah sedikit ulasan atau synopsis di sana. Jadi
          kita (tepatnya mereka-generasi baru pembaca komik yang
          pengin kita rangkul) punya gambaran produk apa yang
          hendak kita beli. Dengan banyaknya pilihan, mereka
          tentu cenderung memilih produk yang mereka yakin
          memenuhi selera mereka.
          Jika karakter kita sudah sengetop Superman misalnya,
          tentu lain halnya ketika mereka hanya memajang logo
          “S” berdarah dicover buku mereka. Memasang hanya logo
          “G” atau logo “aquanus” mungkin bagus, tapi rasanya
          “belum tepat guna” untuk saat ini…

          4.Kualitas Cetak dan harga
          Untuk kualitas cetak dan harga segitu, Aquanus sangat
          “menggiurkan”. Pilihan warna Mas Berny yang elegan dan
          nyaman di mata, dicetak dengan kertas dan kualitas
          yang ok pula. Dengan kualitas seperti ini (apa lagi
          nanti ditambah dengan peningkatan kualitas penggarapan
          materi), bahkan saya akan maklum jika nanti Aquanus
          naik harga. Karena realistis saja, dengan cetak dan
          harga jual seperti itu, sedikit sekali (atau tidak
          ada?) untung yang didapet Metha dan Neo...

          Lepas dari semua komentar saya di atas, saya sangat
          salut dengan Pak Akhmat dan Metha yang sudah berjuang
          dan “berani berkorban”. Salut juga buat Neo Paradigm
          atas produknya, mengingat ini merupakan karya yang
          bisa dibilang perdana bagi artis-artisnya, dengan
          ketrampilan yang rata-rata otodidak, dikerjakan
          disela-sela waktu kerja utama dan waktu untuk
          keluarga.Tak banyak omong dan komentar, tahu-tahu jadi
          buku…Semoga menular ke yang lain.

          Tentu tak adil jika membandingkan hasil kerja mereka
          dengan produk yang dihasilkan oleh mereka yang lain
          yang lebih professional, yang jam terbangnya lebih
          lama, atau yang benar-benar total di bidang ini.Tapi
          dengan keterbukaan atas masukan, kritik, komentar -
          yang pedas maupun yang manis - pasti kelak
          ketertinggalan akan terkejar. Semoga..

          Mohon maaf untuk semua kata yang kurang berkenan

          Semoga kemampuan, kemauan dan umur Pak Akhmat, Metha,
          Neo Paradigm serta kita semua bertahan cukup lama
          untuk membangun pondasi kebangkitan ini…

          Salam
          Aries
          (yang hanya bisa beli dan komentar)





          ____________________________________________________________________________________
          You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.
          http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
        • agusroche
          ikut ngomentarin ah, ga mau kalah ama mas aries,.... ===aquanus? pemilihan figur yg bagus,.... ===cerita? biasa, tapi justru utk langkah awal, itu strategi yg
          Message 4 of 19 , Apr 7, 2008
            ikut ngomentarin ah, ga mau kalah ama mas aries,....

            ===aquanus?
            pemilihan figur yg bagus,....
            ===cerita?
            biasa, tapi justru utk langkah awal, itu strategi yg tepat.
            ===gambar?
            ponakan saya pada suka dgn tampilan gbr nya,... cukup tercapai.
            ===harga?
            cukup. kalo ternyata komik ini merugi dari segi bisnis, jgn dilihat
            sebagai suatu yg gagal.... anda itu pejuang di tengah pertempuran
            industri komik,... saingan anda para raksasa,... sebagai pejuang di
            front depan, kita akan selalu mendukung perjuangan itu.
            ===teknis
            banyak kekurangan, its ok, itu akan segera teratasi jika kedepannya
            kontinuitas karya sudah berjalan,....
            ===promosi
            nah ini,..... harus anda tembus tv swasta nasional tuuuh

            buat kreator aquanus,....
            mau saya bantu gak penjualannya?
            aku khan keliling buat nyebarin komik komedo,... mau aku sekalian
            promosiin ga? ga usah bayar koq, ikut dukung aja.

            =roche=



            --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, sis oyo <arieswendha@...> wrote:
            >
            > Ikut juga komentar buat Aquanus...
            > Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman
            > lain,
            > berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa
            > dibenahi untuk edisi-edisi Metha studio atau pun Neo
            > Paradigm selanjutnya:
            >
            > 1. Keseragaman goresan.
            > Bahkan komik dc marvel yang dikerjakan secara
            > kompilasi oleh beberapa ilustrator (penciler) juga
            > akan sulit ditemukan keseragaman goresannya, baik
            > ilustrator pemula maupun prof, karena masing-masing
            > punya karakter goresan yang berbeda.
            > Tapi beberapa hal kecil dalam komik Aquanus, yang jika
            > kita teliti, sebenarnya sangat bisa dibenahi, karena
            > tidak terkait gaya goresan. Misalnya antara lain,
            > bentuk penutup telinga di kepala aquanus.Kadang
            > berbentuk lingkaran, kadang seperti bentuk kotak
            > (seperti dibeberapa panel halaman depan).Ada beberapa
            > yang di gambar Mas Nico penutup telinga itu polos,
            > tapi di gambar Pak Dwi Dab Mas Arief ada garis
            > menyilangnya.
            > Alis khas Aquanus sangat beberbeda dengan alis
            > karakter Wid NS yang lain. Menurut saya, ini adalah
            > salah satu ciri khas yang dibuat Pak Wid (mungkin
            > seperti bentuk huruf S pada rambut di dahi
            > Superman).Siapa yang memperhatikan ini?
            > Mungkin cuma di goresan Pak Dwi yang mendekati..
            > Saya setuju jika pembagian tugasnya seperti usul teman
            > yang lain, yaitu penciler, inker, colorist dll.
            >
            > 2. Font dan SFX
            > Dengan sharing pada teman-teman lain, mungkin bisa
            > dicari cara pembuatan balon suara agar lebih rapi,
            > terutama seperti pada balon suara orang-2 bawah air.
            > Kesannya kok uyel-uyelan dan tidak direncanakan dengan
            > baik pembuatan balon dan font yang khas untuk mereka.
            > Sound Efek mungkin lebih baik jika menggunakan font
            > yang dikhususkan, walaupun font dari download...
            > Misal, untuk ledakan pake font Badaboom, kaca pecah
            > pakai font ini, tembakan font itu...Di Aquanus
            > kelihatannya kebanyakan jenis font yang dipakai untuk
            > SFX, sehingga tidak terlihat khas... Setahu saya, DC
            > Marvel mendesain khusus font-2 untuk ini, dengan
            > penggunaan masing yang disesuaikan dengan
            > kebutuhannya.
            > Juga, bagaimana jika suara-suara efeknya lebih
            > membumi, misal kayak komik-komik Teguh dulu..?Ka-boom,
            > Krash,Thoom,Whoop-whoop,Splash..rasanya kok kurang
            > membumi, walaupun sebagian kita akrab dan familiar
            > karena biasa menikmatinya di komik-komik amrik. Jika
            > alasannya mengacu pada pasar penikmat komik DC Marvel,
            > mungkin masih bisa diterima, tapi mungkin belum yang
            > terbaik. Apalagi jika hanya karena kreatornya terbiasa
            > atau (maaf) sekedar ikut-ikutan, sayang sekali. Karena
            > DC Marvel membuat ejaan SFX pasti juga berdasarkan
            > ejaan umumnya di lingkungan mereka, dalam hal ini
            > amrik. Seperti kita biasa dengan ejaan untuk bunyi
            > byur, bum, jlegur, dar, dies. Soalnya kalau sekedar
            > ikutan, komik amrik dan eropa juga punya khas
            > masing-masing. Suara tembakan, misalnya, amrik
            > biasanya bam!atau bang! Eropa mungkin pakai Pang! Atau
            > suara ayam. Kita yang biasa dengar dan eja
            > Kukuruyuuuuk...masak juga mau dieja Pokadoodadoo..?
            > Atau Cikirikeee.?
            > Tapi juga mungkin ini masalah selera saja..
            >
            > 3.Cover
            > Ide cover yang minimalis dan nyambung dari belakang ke
            > depan (apa istilahnya? Wrap ya?)
            > menurut saya bagus.Cuma, bagus kah jika itu dipakai
            > untuk komik dengan karakter yang belum semua orang
            > familiar, ditengah lesunya pemasaran komik lokal? Bagi
            > sebagian kita pecinta komik lama, nama aquanus mungkin
            > sudah akrab dan kita tahu siapa dia.Tapi bagi generasi
            > setelah kita? Bagi penikmat komik secara umum saat
            > ini?Saya yakin belum.Dengan cover yang begitu
            > sederhana, tidak menggambarkan apa dan siapa Aquanus,
            > cukup menarikkah cover Aquanus sebagai magnet pertama
            > bagi penggila komik? Pasar yang mau diraih bukan hanya
            > kita-kita (orang lama) saja bukan…? Apalagi, andai
            > buku aquanus dipajang campur dengan komik-komik
            > lain.Mungkin membuat bertanya-tanya, syukur
            > penasaran.Tapi untuk membuat tertarik, rasanya belum
            > (Semoga saya salah..)…Apalagi dikemas dalam sampul
            > plastik rapat (Jika kita sempat mengamati dan
            > memperhatikan, maniak komik sebagian besar pasti punya
            > kebiasaan berusaha mengintip isi dalam komik yang
            > mereka merasa tertarik, bahkan untuk komik top seakali
            > pun…Untuk meyakinkan, dan membuat sebel penjaga took
            > J).Kenapa tidak cover itu dibuat dengan gambar yang
            > "lebih bicara"..? (beberapa pin up halaman dalam di
            > Aquanus rasanya cukup bagus dan "bicara") Dengan
            > beberapa preview panel halaman dalam di backcover,
            > ditambah sedikit ulasan atau synopsis di sana. Jadi
            > kita (tepatnya mereka-generasi baru pembaca komik yang
            > pengin kita rangkul) punya gambaran produk apa yang
            > hendak kita beli. Dengan banyaknya pilihan, mereka
            > tentu cenderung memilih produk yang mereka yakin
            > memenuhi selera mereka.
            > Jika karakter kita sudah sengetop Superman misalnya,
            > tentu lain halnya ketika mereka hanya memajang logo
            > "S" berdarah dicover buku mereka. Memasang hanya logo
            > "G" atau logo "aquanus" mungkin bagus, tapi rasanya
            > "belum tepat guna" untuk saat ini…
            >
            > 4.Kualitas Cetak dan harga
            > Untuk kualitas cetak dan harga segitu, Aquanus sangat
            > "menggiurkan". Pilihan warna Mas Berny yang elegan dan
            > nyaman di mata, dicetak dengan kertas dan kualitas
            > yang ok pula. Dengan kualitas seperti ini (apa lagi
            > nanti ditambah dengan peningkatan kualitas penggarapan
            > materi), bahkan saya akan maklum jika nanti Aquanus
            > naik harga. Karena realistis saja, dengan cetak dan
            > harga jual seperti itu, sedikit sekali (atau tidak
            > ada?) untung yang didapet Metha dan Neo...
            >
            > Lepas dari semua komentar saya di atas, saya sangat
            > salut dengan Pak Akhmat dan Metha yang sudah berjuang
            > dan "berani berkorban". Salut juga buat Neo Paradigm
            > atas produknya, mengingat ini merupakan karya yang
            > bisa dibilang perdana bagi artis-artisnya, dengan
            > ketrampilan yang rata-rata otodidak, dikerjakan
            > disela-sela waktu kerja utama dan waktu untuk
            > keluarga.Tak banyak omong dan komentar, tahu-tahu jadi
            > buku…Semoga menular ke yang lain.
            >
            > Tentu tak adil jika membandingkan hasil kerja mereka
            > dengan produk yang dihasilkan oleh mereka yang lain
            > yang lebih professional, yang jam terbangnya lebih
            > lama, atau yang benar-benar total di bidang ini.Tapi
            > dengan keterbukaan atas masukan, kritik, komentar -
            > yang pedas maupun yang manis - pasti kelak
            > ketertinggalan akan terkejar. Semoga..
            >
            > Mohon maaf untuk semua kata yang kurang berkenan
            >
            > Semoga kemampuan, kemauan dan umur Pak Akhmat, Metha,
            > Neo Paradigm serta kita semua bertahan cukup lama
            > untuk membangun pondasi kebangkitan ini…
            >
            > Salam
            > Aries
            > (yang hanya bisa beli dan komentar)
            >
            >
            >
            >
            >
            >
            ____________________________________________________________________________________
            > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of
            Blockbuster Total Access, No Cost.
            > http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
            >
          • r_rave
            Salam semuanya, terutama Kreator dan publiser Aquanus, salut!. saya sudah baca komik ini dan sangat terkesan, dan menurut saya, mungkin format seperti ini yang
            Message 5 of 19 , Apr 7, 2008
              Salam semuanya, terutama Kreator dan publiser Aquanus, salut!.
              saya sudah baca komik ini dan sangat terkesan, dan menurut saya,
              mungkin format seperti ini yang cocok untuk pembaca Indonesia,
              Kembali ke Lap.. eh Aquanus. disini saya ada pertanyaan sedikit
              mengenai komik ini. ( mungkin saya tidak teliti membacanya)

              1. Di halaman awal, Aquanus sedang "Charging" itu untuk baju mereka
              atau bateray generator ? kalau memang untuk Bateray
              sarana "charging" nya itu apakah ada di badan mereka ?
              2. Apakah Aquanus itu bisa bernafas dalam air atau harus pakai alat,
              atau malah pakai alat kalau dia muncul ke permukaan ?
              3.Dalam Iner space apakah Hamuna Shin dan Bimbis - Shim, sama-sama
              memakai kubah penahan air? kalau iya. tenaga yang di pakai Bimbis-
              Shim apa ? karena belum di jelaskan walaupun di karakter disain
              bagian belakang.
              4. Pulau Selikur itu merupakan Gerbang atau Portal ?
              Teknologi apa yang dipakai ? karena kalau teknology yang memakali
              pengenalan suara biasanya hanya suara orang-orang tertentu yang
              sudah di program yang bisa membuka pintu/portal dalam cerita ini,
              mirip cerita alibaba. "open sesame" "Bunaka yae" " bukakno wae ?"

              atau mungkin akan di jelaskan di cerita selanjutnya ?

              Terima kasih

              r_rave
            • akhmad makhfat
              Salam komik Kami mohon maaf baru bisa merespon email yang ditujukan ke Matha Studio sekarang. Saya baru pulang dari Banteng Kabupaten Selayar. Satu daerah saya
              Message 6 of 19 , Apr 7, 2008
                Salam komik
                Kami mohon maaf baru bisa merespon email yang
                ditujukan ke Matha Studio sekarang. Saya baru pulang
                dari Banteng Kabupaten Selayar. Satu daerah saya tidak
                punya akses internet, tapi indah dan banyak pohon
                kepala (Saya ingat filem Panji Tengkorak selama di
                sana). Sementara teman saya yang satu juga baru saja
                pulang dari Tuapejat di kabupaten Kepulauan Mantawai
                yang juga susah untuk mengakses internet.

                Hari ini kami sempat membuka email dan membaca semua
                email yang masuk. Kami hanya dapat mengucapkan terima
                kasih, khususnya kepada rekan Bari, Oyasujiwo, Danny
                Nyoman, Aries, Agus, dan rave atas segala masukan,
                kritikan, cacatan, catatan produk kedua kami, Aquanus
                Benua Ke Tujuh. Semua itu menjadi acuan kami untuk
                melangkah maju, sehingga proses menuju arah
                kesempurnaan produk (meskipun itu mungkin masih jauh)
                semakin cepat. Beberapa hal yang perlu kami garis
                bawahi adalah konsistensi. Kami menyadari masalah
                tersebut, sehingga ini akan menjadi pekerjaan rumah
                yang akan kerjakan pertama kali untuk produk kami
                berikut. Kedua untuk cerita, kami pun menyadari bahwa
                itu memang sangat sederhana. Untuk itu ke depan kami
                akan mencoba menggali cerita lebih mendalam dan
                kompleks untuk produk komik kami berikut.
                Syukur-syukur ada teman di mailinglist bersedia
                berkontribusi cerita yang lebih baik untuk dikomikkan.


                Untuk jenis genre komik, di masa yang akan datang
                Metha Studio memang merencanakan untuk menerbitkan
                tidak hanya komik superhero karya Pak Wid NS saja.
                Kami sudah merencanakan membuat tokoh superhero
                sendiri, komik anak-anak, dan antologi komik. Beberapa
                bahkan sudah dalam proses pembuatan.

                Berkaitan dengan pertanyaan yang bersifat sangat
                teknis, seperti teknologi, kami kira yang lebih
                berkompeten menjawab adalah teman-teman saya di
                NeoParadigm Surabaya. Pertanyaan akan kami sampaikan
                kepada mereka.

                Untuk Pak Agus yang bersedia untuk ikut membantu
                distribusi, kami mengucapkan banyak terima kasih.
                Dalam waktu dekat kami akan menindaklanjuti dengan
                kontak secara personal. Mohon kami dikirimi nomor yang
                bisa dihubungi atau Bapak kontak ke 0818269291.

                Pada kesempatan ini, meski dalam kapasitas kecil,
                Metha Studio mengajak kepada komikus yang ada di
                Indonesia untuk turut meramaikan perkomikan Indonesia
                dengan memberikan kesempatan pada Metha Studio untuk
                menerbitkan karya-karya saudara. Kami akan sangat
                merasa terhormat jika mendapatkan kesempatan tersebut.
                Harapannya dengan sinergi kita bersama, komik
                indonesia akan mampu bersaing dengan komik impor dari
                segi kualitas dan kuantitas. Semoga.

                A. Makhfat
                Mari kita muliakan komik karya anak bangsa







                Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
              • agusroche
                1.sumber cerita ; ada 3 nara sumber yg bisa dijadikan bahan baku cerita menarik: ===1.saya kenal dgn ibu yani madewa, beliau putri dari almarhum bapak
                Message 7 of 19 , Apr 8, 2008
                  1.sumber cerita
                  ; ada 3 nara sumber yg bisa dijadikan bahan baku cerita menarik:
                  ===1.saya kenal dgn ibu yani madewa, beliau putri dari almarhum bapak
                  madewa,seorang pejuang tentara tni (siliwangi) pak madewa adalah juga
                  seniman film, beliau yg membuat skenario film;bandung lautan api dan
                  termasuk film pertama di sejarah perfileman indonesia.
                  waktu saya ngobrol dengan ibu yani madewa (ketua alumni senirupa itb)
                  dia punya sekenario cerita tentang perang nasional. berisi cerita2
                  heroik dan menarik. ===>menurut saya, akan jadi monumental apabila
                  komikus kita mengangkat cerita 'true story' perjuangan ,... tinggal
                  para kreator karya membuat sajian yg menarik, dramatik supaya dapat
                  diminati oleh anak2 generasi skarang.

                  ===2.cerita kerajaan nusantara; nara sumbernya? ada deh,... ini
                  rahasia, kalau perlu saya pertemukan anda dengan para pemegang cerita
                  ini,...(saya juga harus menelusuri komunikasi,krn udah ampir 2 th ga
                  silaturahmi dgn mereka,mudah2an rumahnya masih dsana,dont worry)
                  mereka mempunyai referensi yg lengkap, nama,lokasi,filosofi ,esensi
                  cerita, dsb,.... cerita kho ping ho atau middle east? hehhehe ,..
                  lewat deh, yg ini lebih seru.

                  ===3.kantor saya sedang kerjasama dengan salah satu konsultan
                  psikologi ,sedang membuat modul 'pelatihan terhadap pengajar (guru)
                  dalam memberikan materi ilmu dan budi pekerti terhadap anak' salah
                  satu toolsnya adalah komik. /cerita bergambar,...
                  alhamdulillah, kita mendapat tawaran dari kepala wilayah
                  prop.jawabarat ;asosiasi sekolah TK Alquran, untuk menerapkan metoda
                  ini ke seluruh TK/TKA se jawabarat, tentunya ini kerja team,...
                  sementara ini saya akan kontak ke temen saya ,mas andy yudha (direktur
                  DAR! mizan,... belon ktemu seh,sibuk bgt dia,..
                  kalo boleh saya mau coba bicarain krjasama dgn studio anda juga.
                  siapa tau bisa saling sinergy.

                  ok deh, sgitu dulu, thanks, salam ke aquanus, kapan gituh ada waktu
                  ngajarin saya berenang,...

                  =roche=


                  --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, akhmad makhfat <makhfat@...>
                  wrote:
                  >

                  > Syukur-syukur ada teman di mailinglist bersedia
                  > berkontribusi cerita yang lebih baik untuk dikomikkan.
                  >
                  >
                  > Untuk jenis genre komik, di masa yang akan datang
                  > Metha Studio memang merencanakan untuk menerbitkan
                  > tidak hanya komik superhero karya Pak Wid NS saja.
                  > Kami sudah merencanakan membuat tokoh superhero
                  > sendiri, komik anak-anak, dan antologi komik. Beberapa
                  > bahkan sudah dalam proses pembuatan.
                  >
                  >
                  > Untuk Pak Agus yang bersedia untuk ikut membantu
                  > distribusi, kami mengucapkan banyak terima kasih.
                  > Dalam waktu dekat kami akan menindaklanjuti dengan
                  > kontak secara personal. Mohon kami dikirimi nomor yang
                  > bisa dihubungi atau Bapak kontak ke 0818269291.
                  >
                  > Pada kesempatan ini, meski dalam kapasitas kecil,

                  > A. Makhfat
                  > Mari kita muliakan komik karya anak bangsa
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  >
                  > Send instant messages to your online friends
                  http://uk.messenger.yahoo.com
                  >
                • sis oyo
                  Salam Permisi Moderator dan teman-teman Jual komik: 1. Gart: Topeng Atacama 2. Gart: Makhluk Jurang Dasar Laut 3. Gart: Berebut Tambang Perak 4. Gart: Aksi
                  Message 8 of 19 , Apr 8, 2008
                    Salam
                    Permisi Moderator dan teman-teman
                    Jual komik:

                    1. Gart: Topeng Atacama
                    2. Gart: Makhluk Jurang Dasar Laut
                    3. Gart: Berebut Tambang Perak
                    4. Gart: Aksi Wanita Galba

                    5. Pak Janggut: Monster Danau Kabut, Tabib Palsu,
                    Menangkap Si Jahil

                    6. Kopi Komik Teguh: Naga Sasra Sabuk Inten episode
                    Mahesa Jenar Sang Pembela. Dikopi dari naskah asli,
                    ukuran asli A 4 (dimuat di koran diperkecil
                    sepertiganya). 560 halaman, jernih dan tajam.

                    7. Komik-komik eropa lama: Storm, Trigan, Tanguy
                    Laverdure, Janggut Merah, Kulit Merah, Nina, Album
                    Cerita Ternama, Le Franc, Iznogoud, Asterix, Komando,
                    Yalek, Rubi Rubah Kecil,Deni Manusia Ikan, dll,

                    Silahkan pesan judulnya via email ke
                    Arieswendha@... atau sms ke 08121717722

                    Tks
                    Salam
                    Aries


                    ____________________________________________________________________________________
                    You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.
                    http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
                  • henry ismono
                    ... Menurut saya, komik Naga Sasra Teguh merupakan salah satu goresan terbaik Teguh. Teguh juga tampak sangat menyelami cerita karya SH Mintardja itu.
                    Message 9 of 19 , Apr 11, 2008
                      --- sis oyo <arieswendha@...> wrote:


                      > 6. Kopi Komik Teguh: Naga Sasra Sabuk Inten episode
                      > Mahesa Jenar Sang Pembela. Dikopi dari naskah asli,
                      > ukuran asli A 4 (dimuat di koran diperkecil
                      > sepertiganya). 560 halaman, jernih dan tajam.

                      Menurut saya, komik Naga Sasra Teguh merupakan salah
                      satu goresan terbaik Teguh. Teguh juga tampak "sangat
                      menyelami" cerita karya SH Mintardja itu. Imajinasi
                      saya tentang Mahesa Jenar yang digambarkan Pak
                      Mintardja, dapat dengan cermat digambarkan Teguh.

                      Komik Mahesa Jenar ini, kalau enggak salah, pernah
                      dimuat di harian Suara Merdeka, Semarang, dalam kurun
                      waktu lebih dari setahun. Beruntunglah mereka yang
                      sempat mengklipingnya dan menyimpannya sampai
                      sekarang. Apalagi Mas Aris yang punya naskah aslinya.

                      Salam
                      Henry


                      __________________________________________________
                      Do You Yahoo!?
                      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                      http://mail.yahoo.com
                    • bernyjulianto
                      Pak Habib Bari, Terima kasih atas dukungan dan kritiknya. Semoga kami menjadi lebih baik dengan semua dukunagna teman-teman pecita komik indonesia di sini ...
                      Message 10 of 19 , Apr 13, 2008
                        Pak Habib Bari,

                        Terima kasih atas dukungan dan kritiknya. Semoga kami menjadi lebih
                        baik dengan semua dukunagna teman-teman pecita komik indonesia di sini
                        :)

                        Berny


                        --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, Habib Bari <bar_komik@...>
                        wrote:
                        >
                        > Salam komik
                        > Aku sudah beli dan cermati selama beberapa saat komik
                        > Aquanus Benua Ke Tujuh yang diterbitkan kerjasama
                        > antara Metha Studio dengan NeoParadigm. Sebagai
                        > pembaca dan pecinta komik (khususnya komik bikinan
                        > lokal) aku merasa perlu untuk berikan apresiasi yang
                        > setinggi-tingginya atas penerbitan komik tersebut
                        > meskipun secara objektif aku juga perlu berikan kritik
                        > dan masukan bagi penerbitnya. Tujuannya semata-mata
                        > hanya agar menjadi koreksi ke depan sehingga pada
                        > penerbitan berikut akan lebih baik.
                        > Berikut adalah masukan aku:
                        > (1) Secara umum aku perlu katakan bahwa komik ini
                        > adalah satu karya yang layak untuk dicatat dalam
                        > sejarah perkomikan Indonesia terkini. Bahkan kalau
                        > boleh aku katakan karya ini mungkin menjadi milestone
                        > komik Indonesia modern. Aku berani katakan demikian
                        > karena beberapa pertimbangan. Dilhat dari sosok
                        > tampilannya menarik bahkan cukup berkesan mewah dengan
                        > cover yang di emboss pada tulisan Aquanus (menurut aku
                        > harga 37.500 plus 5.000 ongkir dengan untuk komik
                        > kualitas sebagus ini adalah murah? Moga-moga bisa
                        > tetap murah seperti itu terus untuk penerbitan
                        > selanjutnya). Kualitas cetakan termasuk pemilihan
                        > jenis kertas cukup baik yang memungkinkan komik ini
                        > disimpan/dikoleksi dalam jangka panjang. Dilihat dari
                        > sisi gambar dan pewarnaan sangat bagus setara dengan
                        > komik-komik Amerika mungkin. Cerita mengalir baik
                        > meskipun cenderung linier. Dan yang paling aku salut
                        > adalah konsistensi Metha Studio yang berusaha
                        > menerbitkan komik dengan jumlah halaman yang cukup
                        > (100an halaman) dan dengan format ukuran yang sama
                        > sehingga sangat indah untuk disimpan dalam rak koleksi
                        > buku aku (barangkali penerbit terinspirasi dari
                        > Intisari ya yang dari dulu terbit dengan ketebalan dan
                        > ukuran yang nyaris tak berubah). Aku sungguh bersyukur
                        > karena Metha Studio tidak tergoda untuk menerbitkanya
                        > dalam 3 jilid tipis-tipis meskipun itu dimungkinkan
                        > karena komik ini terdiri dari tiga bagian. Aku juga
                        > banyak membeli karya lain dari penerbit lain yang
                        > sebenarnya sama baiknya, sayangnya ketika dipajang di
                        > rak tidak nampak saking tipisnya dan malah sering
                        > hilang saking kecilnya. Semoga pada penerbitan
                        > berikutnya standar tinggi yang sudah dicapai ini dapat
                        > dipertahankan karena aku yakin Metha Studio tidak akan
                        > berhenti sampai di sini saja. Aku akan menunggu dengan
                        > penuh harap terbitan-terbitan berikutnya, pasti Aku
                        > akan beli.
                        > (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan
                        > tidak konsistennya/stabilnya penggambaran
                        > pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga
                        > terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena
                        > kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja
                        > berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya
                        > sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap
                        > saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing
                        > artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di
                        > halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti
                        > Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang
                        > (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke
                        > depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan
                        > berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan
                        > pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi
                        > borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih
                        > baik.
                        > (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski
                        > sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar
                        > lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi
                        > beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.
                        > Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan
                        > Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena
                        > merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu
                        > untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala
                        > sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint
                        > melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.
                        > Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata
                        > misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh
                        > yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek
                        > untuk selalu berperang dan sebagainya.
                        > (4) Pembuatan panel cukup modern bahkan sangat menarik
                        > dengan banyaknya double page. Sayang penyekat/partisi
                        > tiap-tiap bagian bagi aku kurang megah. Seandainya
                        > dirancang satu halaman utuh tanpa diganggu panel-panel
                        > kecil rasanya akan lebih kelihatan megah.
                        > (5) Nampaknya kreator kurang percaya pada kekuatan
                        > gambar untuk bercerita sehingga perlu untuk memberi
                        > banyak teks pada setiap halamannya sehingga cenderung
                        > menjadi nyinyir/cerewet. Dalam perkomikan modern
                        > sebenarnya ini sudah mulai banyak ditinggalkan. Komik
                        > modern lebih membiarkan pembaca membaca cerita lewat
                        > gambar tidak lagi lewat teks.
                        > (6) Menarik melihat pin-ups dibagian belakang komik
                        > ini. Kalau boleh berandai-andai kalau itu menjadi
                        > bonus poster, aku (tentunya pembaca lain juga) akan
                        > dengan sukacita membingkainya untuk digantung
                        > didinding ruang baca. Atau menarik juga jika diberi
                        > bonus gambar tempel logo “A” dari Aquanus, pasti
                        > aku pasang di mobil dengan bangga. Daripada ditempel
                        > anak-anak aku dengan logo Superman yang nota bene
                        > produk impor lebih baik kan produk lokal.
                        > (7) Catatan yang mungkin tidak terlalu penting bagi
                        > orang lain kecuali aku yang sudah tua ini adalah
                        > pemberian nama tokoh. Minta ampun, otak tua aku ini
                        > susah mengingat-ingat nama-nama tersebut sehingga
                        > mengganggu kenikmatan membacanya karena setiap kali
                        > harus membuka kembali halaman-halaman sebelumnya untuk
                        > bisa faham.
                        > (8) Catatan terakhir khusus untuk Metha Studio
                        > (mungkin ini lebih tepat pertanyaan), apakah hanya
                        > akan menerbitkan komik-komik superhero lama yang di
                        > daur ulang seperti sekarang ini saja? Apakah hanya
                        > superhero karya pak Wid NS saja? Apakah tidak ingin
                        > menciptakan karakter tokoh sendiri? Lebih jauh lagi
                        > apakah tidak tertarik menerbitkan komik dengan genre
                        > selain superhero seperti silat, roman, cerita
                        > anak-anak, wayang, dsb? Ingat bahwa jika orientasi
                        > Metha Studio adalah bisnis, penggemar komik yang
                        > diterbitkan selama ini sangat terbatas di kalangan
                        > usia tua saja. Kebanyakan pembeli aku kira adalah
                        > mereka yang ingin bernostalgia saja. Apakah sudah
                        > terpikirkan untuk membidik pasar pembaca yang lebih
                        > muda? Mohon direnungkan/dipertimbangkan!
                        >
                        > Demikian sedikit kritikan dan masukan sebagai
                        > sumbangsih kecil yang bisa aku berikan demi kemajuan
                        > dan bangkitnya kembali komik Indonesia. Dengan
                        > kemampuan aku yang terbatas (aku tak mampu menerbitkan
                        > sendiri) yang bisa aku lakukan adalah membeli karya
                        > lokal asli Indonesia dan mencoba mengapresiasinya
                        > dengan seobjektif mungkin. Tanpa rasa sirik, dengki
                        > serta iri semuanya hanya demi kebaikan semuanya.
                        >
                        > Salam komik
                        > Bari
                        >
                        >
                        >
                        > ________________________________________________________
                        > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda!
                        Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
                        >
                      • bernyjulianto
                        Mas R Rave... trims atas dukungannya. 1.Charging untuk genator kota. Secara berkala mereka mengambil energi matahari di permukaan. Runlui Daun secara genetik
                        Message 11 of 19 , Apr 13, 2008
                          Mas R Rave...
                          trims atas dukungannya.
                          1.Charging untuk genator kota. Secara berkala mereka mengambil energi
                          matahari di permukaan. Runlui Daun secara genetik mempunayi kemampuan
                          itu. Kakaknya sebelum itu mengisi possisi itu--diceritakan dalam buku.
                          2. Seperti verdi aslinya dari pak Wid NS. Aquanus bisa bernapas di
                          air dan darat.
                          3. Humuna shim di dalam kubah. Bimbish-shim dalam ceruk di dasar air.
                          Bangsa arhumun di humuna-shim tidak tahan air laut bumi maka mereka
                          membuat kubah. sedangkan bangsa rakyana di bimbish-shim lebih tahan
                          air laut bumi sehingga mereka bisa lebih bebas kontak dengan air laut
                          bumi di kota mereka.
                          4. Pulau selikur adalah prtal ke humuna shim. Mereka belum menerapkan
                          sistem yang lebih ketat karena percaya tidak ada kebocoran info.
                          Tetapi pulau selikur dan humuna shim bisa menolak keberadaan bangsa
                          rakyana selama sumber energi masih tersedia.

                          trima kasih

                          Berny

                          --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, "r_rave" <r_rave@...> wrote:
                          >
                          > Salam semuanya, terutama Kreator dan publiser Aquanus, salut!.
                          > saya sudah baca komik ini dan sangat terkesan, dan menurut saya,
                          > mungkin format seperti ini yang cocok untuk pembaca Indonesia,
                          > Kembali ke Lap.. eh Aquanus. disini saya ada pertanyaan sedikit
                          > mengenai komik ini. ( mungkin saya tidak teliti membacanya)
                          >
                          > 1. Di halaman awal, Aquanus sedang "Charging" itu untuk baju mereka
                          > atau bateray generator ? kalau memang untuk Bateray
                          > sarana "charging" nya itu apakah ada di badan mereka ?
                          > 2. Apakah Aquanus itu bisa bernafas dalam air atau harus pakai
                          alat,
                          > atau malah pakai alat kalau dia muncul ke permukaan ?
                          > 3.Dalam Iner space apakah Hamuna Shin dan Bimbis - Shim, sama-sama
                          > memakai kubah penahan air? kalau iya. tenaga yang di pakai Bimbis-
                          > Shim apa ? karena belum di jelaskan walaupun di karakter disain
                          > bagian belakang.
                          > 4. Pulau Selikur itu merupakan Gerbang atau Portal ?
                          > Teknologi apa yang dipakai ? karena kalau teknology yang memakali
                          > pengenalan suara biasanya hanya suara orang-orang tertentu yang
                          > sudah di program yang bisa membuka pintu/portal dalam cerita ini,
                          > mirip cerita alibaba. "open sesame" "Bunaka yae" " bukakno wae ?"
                          >
                          > atau mungkin akan di jelaskan di cerita selanjutnya ?
                          >
                          > Terima kasih
                          >
                          > r_rave
                          >
                        • bernyjulianto
                          Mas roche... Trima kasih dukungannya. Untuk pemasaran lebih baik kontak langsung dengan pihak metha. ...
                          Message 12 of 19 , Apr 13, 2008
                            Mas roche...

                            Trima kasih dukungannya.
                            Untuk pemasaran lebih baik kontak langsung dengan pihak metha.

                            --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, "agusroche"
                            <nucintacomic@...> wrote:
                            >
                            > ikut ngomentarin ah, ga mau kalah ama mas aries,....
                            >
                            > ===aquanus?
                            > pemilihan figur yg bagus,....
                            > ===cerita?
                            > biasa, tapi justru utk langkah awal, itu strategi yg tepat.
                            > ===gambar?
                            > ponakan saya pada suka dgn tampilan gbr nya,... cukup tercapai.
                            > ===harga?
                            > cukup. kalo ternyata komik ini merugi dari segi bisnis, jgn dilihat
                            > sebagai suatu yg gagal.... anda itu pejuang di tengah pertempuran
                            > industri komik,... saingan anda para raksasa,... sebagai pejuang di
                            > front depan, kita akan selalu mendukung perjuangan itu.
                            > ===teknis
                            > banyak kekurangan, its ok, itu akan segera teratasi jika kedepannya
                            > kontinuitas karya sudah berjalan,....
                            > ===promosi
                            > nah ini,..... harus anda tembus tv swasta nasional tuuuh
                            >
                            > buat kreator aquanus,....
                            > mau saya bantu gak penjualannya?
                            > aku khan keliling buat nyebarin komik komedo,... mau aku sekalian
                            > promosiin ga? ga usah bayar koq, ikut dukung aja.
                            >
                            > =roche=
                            >
                            >
                            >
                            > --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, sis oyo <arieswendha@>
                            wrote:
                            > >
                            > > Ikut juga komentar buat Aquanus...
                            > > Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman
                            > > lain,
                            > > berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa
                            > > dibenahi untuk edisi-edisi Metha studio atau pun Neo
                            > > Paradigm selanjutnya:
                            > >
                            > > 1. Keseragaman goresan.
                            > > Bahkan komik dc marvel yang dikerjakan secara
                            > > kompilasi oleh beberapa ilustrator (penciler) juga
                            > > akan sulit ditemukan keseragaman goresannya, baik
                            > > ilustrator pemula maupun prof, karena masing-masing
                            > > punya karakter goresan yang berbeda.
                            > > Tapi beberapa hal kecil dalam komik Aquanus, yang jika
                            > > kita teliti, sebenarnya sangat bisa dibenahi, karena
                            > > tidak terkait gaya goresan. Misalnya antara lain,
                            > > bentuk penutup telinga di kepala aquanus.Kadang
                            > > berbentuk lingkaran, kadang seperti bentuk kotak
                            > > (seperti dibeberapa panel halaman depan).Ada beberapa
                            > > yang di gambar Mas Nico penutup telinga itu polos,
                            > > tapi di gambar Pak Dwi Dab Mas Arief ada garis
                            > > menyilangnya.
                            > > Alis khas Aquanus sangat beberbeda dengan alis
                            > > karakter Wid NS yang lain. Menurut saya, ini adalah
                            > > salah satu ciri khas yang dibuat Pak Wid (mungkin
                            > > seperti bentuk huruf S pada rambut di dahi
                            > > Superman).Siapa yang memperhatikan ini?
                            > > Mungkin cuma di goresan Pak Dwi yang mendekati..
                            > > Saya setuju jika pembagian tugasnya seperti usul teman
                            > > yang lain, yaitu penciler, inker, colorist dll.
                            > >
                            > > 2. Font dan SFX
                            > > Dengan sharing pada teman-teman lain, mungkin bisa
                            > > dicari cara pembuatan balon suara agar lebih rapi,
                            > > terutama seperti pada balon suara orang-2 bawah air.
                            > > Kesannya kok uyel-uyelan dan tidak direncanakan dengan
                            > > baik pembuatan balon dan font yang khas untuk mereka.
                            > > Sound Efek mungkin lebih baik jika menggunakan font
                            > > yang dikhususkan, walaupun font dari download...
                            > > Misal, untuk ledakan pake font Badaboom, kaca pecah
                            > > pakai font ini, tembakan font itu...Di Aquanus
                            > > kelihatannya kebanyakan jenis font yang dipakai untuk
                            > > SFX, sehingga tidak terlihat khas... Setahu saya, DC
                            > > Marvel mendesain khusus font-2 untuk ini, dengan
                            > > penggunaan masing yang disesuaikan dengan
                            > > kebutuhannya.
                            > > Juga, bagaimana jika suara-suara efeknya lebih
                            > > membumi, misal kayak komik-komik Teguh dulu..?Ka-boom,
                            > > Krash,Thoom,Whoop-whoop,Splash..rasanya kok kurang
                            > > membumi, walaupun sebagian kita akrab dan familiar
                            > > karena biasa menikmatinya di komik-komik amrik. Jika
                            > > alasannya mengacu pada pasar penikmat komik DC Marvel,
                            > > mungkin masih bisa diterima, tapi mungkin belum yang
                            > > terbaik. Apalagi jika hanya karena kreatornya terbiasa
                            > > atau (maaf) sekedar ikut-ikutan, sayang sekali. Karena
                            > > DC Marvel membuat ejaan SFX pasti juga berdasarkan
                            > > ejaan umumnya di lingkungan mereka, dalam hal ini
                            > > amrik. Seperti kita biasa dengan ejaan untuk bunyi
                            > > byur, bum, jlegur, dar, dies. Soalnya kalau sekedar
                            > > ikutan, komik amrik dan eropa juga punya khas
                            > > masing-masing. Suara tembakan, misalnya, amrik
                            > > biasanya bam!atau bang! Eropa mungkin pakai Pang! Atau
                            > > suara ayam. Kita yang biasa dengar dan eja
                            > > Kukuruyuuuuk...masak juga mau dieja Pokadoodadoo..?
                            > > Atau Cikirikeee.?
                            > > Tapi juga mungkin ini masalah selera saja..
                            > >
                            > > 3.Cover
                            > > Ide cover yang minimalis dan nyambung dari belakang ke
                            > > depan (apa istilahnya? Wrap ya?)
                            > > menurut saya bagus.Cuma, bagus kah jika itu dipakai
                            > > untuk komik dengan karakter yang belum semua orang
                            > > familiar, ditengah lesunya pemasaran komik lokal? Bagi
                            > > sebagian kita pecinta komik lama, nama aquanus mungkin
                            > > sudah akrab dan kita tahu siapa dia.Tapi bagi generasi
                            > > setelah kita? Bagi penikmat komik secara umum saat
                            > > ini?Saya yakin belum.Dengan cover yang begitu
                            > > sederhana, tidak menggambarkan apa dan siapa Aquanus,
                            > > cukup menarikkah cover Aquanus sebagai magnet pertama
                            > > bagi penggila komik? Pasar yang mau diraih bukan hanya
                            > > kita-kita (orang lama) saja bukan…? Apalagi, andai
                            > > buku aquanus dipajang campur dengan komik-komik
                            > > lain.Mungkin membuat bertanya-tanya, syukur
                            > > penasaran.Tapi untuk membuat tertarik, rasanya belum
                            > > (Semoga saya salah..)…Apalagi dikemas dalam sampul
                            > > plastik rapat (Jika kita sempat mengamati dan
                            > > memperhatikan, maniak komik sebagian besar pasti punya
                            > > kebiasaan berusaha mengintip isi dalam komik yang
                            > > mereka merasa tertarik, bahkan untuk komik top seakali
                            > > pun…Untuk meyakinkan, dan membuat sebel penjaga took
                            > > J).Kenapa tidak cover itu dibuat dengan gambar yang
                            > > "lebih bicara"..? (beberapa pin up halaman dalam di
                            > > Aquanus rasanya cukup bagus dan "bicara") Dengan
                            > > beberapa preview panel halaman dalam di backcover,
                            > > ditambah sedikit ulasan atau synopsis di sana. Jadi
                            > > kita (tepatnya mereka-generasi baru pembaca komik yang
                            > > pengin kita rangkul) punya gambaran produk apa yang
                            > > hendak kita beli. Dengan banyaknya pilihan, mereka
                            > > tentu cenderung memilih produk yang mereka yakin
                            > > memenuhi selera mereka.
                            > > Jika karakter kita sudah sengetop Superman misalnya,
                            > > tentu lain halnya ketika mereka hanya memajang logo
                            > > "S" berdarah dicover buku mereka. Memasang hanya logo
                            > > "G" atau logo "aquanus" mungkin bagus, tapi rasanya
                            > > "belum tepat guna" untuk saat ini…
                            > >
                            > > 4.Kualitas Cetak dan harga
                            > > Untuk kualitas cetak dan harga segitu, Aquanus sangat
                            > > "menggiurkan". Pilihan warna Mas Berny yang elegan dan
                            > > nyaman di mata, dicetak dengan kertas dan kualitas
                            > > yang ok pula. Dengan kualitas seperti ini (apa lagi
                            > > nanti ditambah dengan peningkatan kualitas penggarapan
                            > > materi), bahkan saya akan maklum jika nanti Aquanus
                            > > naik harga. Karena realistis saja, dengan cetak dan
                            > > harga jual seperti itu, sedikit sekali (atau tidak
                            > > ada?) untung yang didapet Metha dan Neo...
                            > >
                            > > Lepas dari semua komentar saya di atas, saya sangat
                            > > salut dengan Pak Akhmat dan Metha yang sudah berjuang
                            > > dan "berani berkorban". Salut juga buat Neo Paradigm
                            > > atas produknya, mengingat ini merupakan karya yang
                            > > bisa dibilang perdana bagi artis-artisnya, dengan
                            > > ketrampilan yang rata-rata otodidak, dikerjakan
                            > > disela-sela waktu kerja utama dan waktu untuk
                            > > keluarga.Tak banyak omong dan komentar, tahu-tahu jadi
                            > > buku…Semoga menular ke yang lain.
                            > >
                            > > Tentu tak adil jika membandingkan hasil kerja mereka
                            > > dengan produk yang dihasilkan oleh mereka yang lain
                            > > yang lebih professional, yang jam terbangnya lebih
                            > > lama, atau yang benar-benar total di bidang ini.Tapi
                            > > dengan keterbukaan atas masukan, kritik, komentar -
                            > > yang pedas maupun yang manis - pasti kelak
                            > > ketertinggalan akan terkejar. Semoga..
                            > >
                            > > Mohon maaf untuk semua kata yang kurang berkenan
                            > >
                            > > Semoga kemampuan, kemauan dan umur Pak Akhmat, Metha,
                            > > Neo Paradigm serta kita semua bertahan cukup lama
                            > > untuk membangun pondasi kebangkitan ini…
                            > >
                            > > Salam
                            > > Aries
                            > > (yang hanya bisa beli dan komentar)
                            > >
                            > >
                            > >
                            > >
                            > >
                            > >
                            >
                            ______________________________________________________________________
                            ______________
                            > > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of
                            > Blockbuster Total Access, No Cost.
                            > > http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
                            > >
                            >
                          • bernyjulianto
                            Pak Danny Njoman, Terima kasih atas dukungan dan kritikannya. Saya sendiri menyadari masih banyak lobang-lobang dalam cerita yang saya susun. Semoga di
                            Message 13 of 19 , Apr 13, 2008
                              Pak Danny Njoman,
                              Terima kasih atas dukungan dan kritikannya.
                              Saya sendiri menyadari masih banyak lobang-lobang dalam cerita yang
                              saya susun. Semoga di kemudian hari bisa menjadi lebih baik tetapi
                              saya tidak pernah berharap sempurna. Karya sempurna adalah karya yang
                              tidak pernah dibuat, yang ada adalah yang lebih baik. Semoga.

                              Terima kasih banyak!

                              Berny

                              --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, Danny Njoman <dnjoman@...>
                              wrote:
                              >
                              > Re: [komik_indonesia] Komentar untuk Aquanus Benua Ketujuh
                              > Ingin ikutan komentar. Sebenarnya sudah lama ingin tulis cuma belum
                              sempat2.
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > Menurut saya untuk gambar, untuk beberapa hal yang dikerjakan oleh
                              artis yang sama juga tampak perbedaan kualitas. Mungkin ada unsur
                              kejar tayang. Contoh, pada hal2 awal beberapa gambar Paqua yang
                              harusnya ramping menjadi terlihat gendut pada pengambilan jauh.
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > Dan yang terutama mengganggu sekali adalah cerita. Pada waktu
                              membaca rasanya datar2 saja dan terasa ada yang kurang sreg di hati.
                              Setelah dipikir2 lagi akhirnya ketemu juga penyebabnya. Ide ceritanya
                              mungkin sudah bagus mengenai benua ketujuh. Sudah cukup menarik.
                              Tetapi pada waktu penjabaran cerita terasa kedodoran. Cerita tidak
                              dibangun atas dasar yang solid. Cerita dibangun atas serangkaian
                              kebetulan yang kalau dikombinasikan menjadi peluang terjadi yang
                              sangat kecil sekali. Contohnya:
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > 1. Kebetulan pesawat yang ditumpangi Perompak Merah preman jatuh
                              dekat lokasi Aquanus dkk
                              >
                              > 2. Kebetulan pada saat itu Aguanus dkk sedang dekat lokasi
                              >
                              > 3. Kebetulan ternyata Perompak Merah dkk tidak mati ketika pesawat
                              jatuh
                              >
                              > 4. Kebetulan anak kecilnya sadar dan mengikuti Aguanus dkk ketika
                              akan memasuki benua ketujuh
                              >
                              > 5. Kebetulan pula ternyata penumpangnya Perompak Merah preman
                              >
                              > 6. Kebetulan juga setelah menolong para penumpang, Aguanus dkk
                              pulang ke benua ketujuh tidak pergi ke tempat lain
                              >
                              > 7. Secara logika seharusnya Aquanus tidak menaruh para penumpang
                              yang selamat dekat dengan lokasi kediaman mereka sehingga dapat
                              dikuntit anak kecil tersebut
                              >
                              > 8. Mungkin masih banyak kebetulan yang lain
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > Kalau satu saja dari kebetulan2 tersebut tidak terjadi maka cerita
                              akan buyar. Hal2 ini yang menyebabkan cerita agak terasa seperti
                              sinetron Indonesia yang banyak kebetulannya. Lihat saja sinetron
                              Indonesia yang lingkungannya berkutat disitu2 saja seolah2 dunia cuma
                              selebar daun kelor. Terasa cerita seperti tidak realistis dan kurang
                              masuk akal. Dan jika memang sesuatu kebetulan tanpa rencana rasa2nya
                              agak mustahil. Yang lebih memungkinkan memang kecelakaan tersebut
                              sudah direncanakan. Bahwa Perompak Merah sudah melakukan penelitian
                              terlebih dahulu mengenai kebiasaan Aguanus dkk untuk melakukan
                              recharge. Kemudian Perompak Merah merencanakan untuk mensabotase
                              pesawatnya sendiri. Kemudian mereka sudah mempersiapkan segalanya dan
                              hanya pura2 pingsan. Anak kecil tersebut dilindungi oleh Ibunya yang
                              ternyata seorang jagoan. Dan seharusnya yang menguntit Aquanus bukan
                              anak kecil tersebut melainkan Perompak Merah sendiri. Karena peluang
                              sadar tentunya ada pada Perompak Merah. Dan
                              > Seterusnya.
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > Maaf jika ada kata2 saya yang menyinggung. Karena saya hanya bisa
                              mengritik dan belum mampu memberikan sumbangan apapun untuk
                              perkomikan Indonesia. Satu hal saya setuju dengan mas Henry Ismono
                              bahwa ceritanya tidak mbulet seperti kebanyakan komik2 yang ingin
                              berfilosofi. Baik dari segi ilustrasi maupun cerita sudah ada
                              kemajuan dibandingkan Godam Reborn.
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > Salam,
                              >
                              > Danny Njoman
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > Thursday, April 3, 2008, 2:34:33 PM, Habib Bari wrote:
                              >
                              >
                              >
                              >
                              > (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan
                              >
                              > tidak konsistennya/stabilnya penggambaran
                              >
                              > pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga
                              >
                              > terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena
                              >
                              > kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja
                              >
                              > berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya
                              >
                              > sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap
                              >
                              > saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing
                              >
                              > artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di
                              >
                              > halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti
                              >
                              > Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang
                              >
                              > (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke
                              >
                              > depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan
                              >
                              > berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan
                              >
                              > pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi
                              >
                              > borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih
                              >
                              > baik.
                              >
                              > (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski
                              >
                              > sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar
                              >
                              > lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi
                              >
                              > beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.
                              >
                              > Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan
                              >
                              > Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena
                              >
                              > merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu
                              >
                              > untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala
                              >
                              > sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint
                              >
                              > melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.
                              >
                              > Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata
                              >
                              > misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh
                              >
                              > yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek
                              >
                              > untuk selalu berperang dan sebagainya.
                              >
                              >
                              > _,_._,___
                              >
                              >
                              >
                              > ---------------------------------
                              > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of
                              Blockbuster Total Access, No Cost.
                              >
                              > [Non-text portions of this message have been removed]
                              >
                            • bernyjulianto
                              Mas Sis, Terima kasih banyak! Anda sangat jeli! 1. Keseragaman kadang agak kami longgarkan. Kami berusaha berimbang antara kreativitas dan frame yang
                              Message 14 of 19 , Apr 13, 2008
                                Mas Sis,
                                Terima kasih banyak! Anda sangat jeli!
                                1. Keseragaman kadang agak kami longgarkan. Kami berusaha berimbang
                                antara kreativitas dan frame yang membatasinya. Seniman punya gairah
                                kreativitas meskipun harus dibatasi supaya tetap di dalam koridor
                                ditentukan.
                                2.Benar mas. Soal selera :)
                                4.Babat alas, mas. Puasa dulu. Harga yang segini saja sudah banyak
                                yang pada ngeper. La wong beli komik terjemahan saja jauh lebih
                                rendah.


                                Ma kasih banyak...

                                Berny



                                --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, sis oyo <arieswendha@...>
                                wrote:
                                >
                                > Ikut juga komentar buat Aquanus...
                                > Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman
                                > lain,
                                > berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa
                                > dibenahi untuk edisi-edisi Metha studio atau pun Neo
                                > Paradigm selanjutnya:
                                >
                                > 1. Keseragaman goresan.
                                > Bahkan komik dc marvel yang dikerjakan secara
                                > kompilasi oleh beberapa ilustrator (penciler) juga
                                > akan sulit ditemukan keseragaman goresannya, baik
                                > ilustrator pemula maupun prof, karena masing-masing
                                > punya karakter goresan yang berbeda.
                                > Tapi beberapa hal kecil dalam komik Aquanus, yang jika
                                > kita teliti, sebenarnya sangat bisa dibenahi, karena
                                > tidak terkait gaya goresan. Misalnya antara lain,
                                > bentuk penutup telinga di kepala aquanus.Kadang
                                > berbentuk lingkaran, kadang seperti bentuk kotak
                                > (seperti dibeberapa panel halaman depan).Ada beberapa
                                > yang di gambar Mas Nico penutup telinga itu polos,
                                > tapi di gambar Pak Dwi Dab Mas Arief ada garis
                                > menyilangnya.
                                > Alis khas Aquanus sangat beberbeda dengan alis
                                > karakter Wid NS yang lain. Menurut saya, ini adalah
                                > salah satu ciri khas yang dibuat Pak Wid (mungkin
                                > seperti bentuk huruf S pada rambut di dahi
                                > Superman).Siapa yang memperhatikan ini?
                                > Mungkin cuma di goresan Pak Dwi yang mendekati..
                                > Saya setuju jika pembagian tugasnya seperti usul teman
                                > yang lain, yaitu penciler, inker, colorist dll.
                                >
                                > 2. Font dan SFX
                                > Dengan sharing pada teman-teman lain, mungkin bisa
                                > dicari cara pembuatan balon suara agar lebih rapi,
                                > terutama seperti pada balon suara orang-2 bawah air.
                                > Kesannya kok uyel-uyelan dan tidak direncanakan dengan
                                > baik pembuatan balon dan font yang khas untuk mereka.
                                > Sound Efek mungkin lebih baik jika menggunakan font
                                > yang dikhususkan, walaupun font dari download...
                                > Misal, untuk ledakan pake font Badaboom, kaca pecah
                                > pakai font ini, tembakan font itu...Di Aquanus
                                > kelihatannya kebanyakan jenis font yang dipakai untuk
                                > SFX, sehingga tidak terlihat khas... Setahu saya, DC
                                > Marvel mendesain khusus font-2 untuk ini, dengan
                                > penggunaan masing yang disesuaikan dengan
                                > kebutuhannya.
                                > Juga, bagaimana jika suara-suara efeknya lebih
                                > membumi, misal kayak komik-komik Teguh dulu..?Ka-boom,
                                > Krash,Thoom,Whoop-whoop,Splash..rasanya kok kurang
                                > membumi, walaupun sebagian kita akrab dan familiar
                                > karena biasa menikmatinya di komik-komik amrik. Jika
                                > alasannya mengacu pada pasar penikmat komik DC Marvel,
                                > mungkin masih bisa diterima, tapi mungkin belum yang
                                > terbaik. Apalagi jika hanya karena kreatornya terbiasa
                                > atau (maaf) sekedar ikut-ikutan, sayang sekali. Karena
                                > DC Marvel membuat ejaan SFX pasti juga berdasarkan
                                > ejaan umumnya di lingkungan mereka, dalam hal ini
                                > amrik. Seperti kita biasa dengan ejaan untuk bunyi
                                > byur, bum, jlegur, dar, dies. Soalnya kalau sekedar
                                > ikutan, komik amrik dan eropa juga punya khas
                                > masing-masing. Suara tembakan, misalnya, amrik
                                > biasanya bam!atau bang! Eropa mungkin pakai Pang! Atau
                                > suara ayam. Kita yang biasa dengar dan eja
                                > Kukuruyuuuuk...masak juga mau dieja Pokadoodadoo..?
                                > Atau Cikirikeee.?
                                > Tapi juga mungkin ini masalah selera saja..
                                >
                                > 3.Cover
                                > Ide cover yang minimalis dan nyambung dari belakang ke
                                > depan (apa istilahnya? Wrap ya?)
                                > menurut saya bagus.Cuma, bagus kah jika itu dipakai
                                > untuk komik dengan karakter yang belum semua orang
                                > familiar, ditengah lesunya pemasaran komik lokal? Bagi
                                > sebagian kita pecinta komik lama, nama aquanus mungkin
                                > sudah akrab dan kita tahu siapa dia.Tapi bagi generasi
                                > setelah kita? Bagi penikmat komik secara umum saat
                                > ini?Saya yakin belum.Dengan cover yang begitu
                                > sederhana, tidak menggambarkan apa dan siapa Aquanus,
                                > cukup menarikkah cover Aquanus sebagai magnet pertama
                                > bagi penggila komik? Pasar yang mau diraih bukan hanya
                                > kita-kita (orang lama) saja bukan…? Apalagi, andai
                                > buku aquanus dipajang campur dengan komik-komik
                                > lain.Mungkin membuat bertanya-tanya, syukur
                                > penasaran.Tapi untuk membuat tertarik, rasanya belum
                                > (Semoga saya salah..)…Apalagi dikemas dalam sampul
                                > plastik rapat (Jika kita sempat mengamati dan
                                > memperhatikan, maniak komik sebagian besar pasti punya
                                > kebiasaan berusaha mengintip isi dalam komik yang
                                > mereka merasa tertarik, bahkan untuk komik top seakali
                                > pun…Untuk meyakinkan, dan membuat sebel penjaga took
                                > J).Kenapa tidak cover itu dibuat dengan gambar yang
                                > "lebih bicara"..? (beberapa pin up halaman dalam di
                                > Aquanus rasanya cukup bagus dan "bicara") Dengan
                                > beberapa preview panel halaman dalam di backcover,
                                > ditambah sedikit ulasan atau synopsis di sana. Jadi
                                > kita (tepatnya mereka-generasi baru pembaca komik yang
                                > pengin kita rangkul) punya gambaran produk apa yang
                                > hendak kita beli. Dengan banyaknya pilihan, mereka
                                > tentu cenderung memilih produk yang mereka yakin
                                > memenuhi selera mereka.
                                > Jika karakter kita sudah sengetop Superman misalnya,
                                > tentu lain halnya ketika mereka hanya memajang logo
                                > "S" berdarah dicover buku mereka. Memasang hanya logo
                                > "G" atau logo "aquanus" mungkin bagus, tapi rasanya
                                > "belum tepat guna" untuk saat ini…
                                >
                                > 4.Kualitas Cetak dan harga
                                > Untuk kualitas cetak dan harga segitu, Aquanus sangat
                                > "menggiurkan". Pilihan warna Mas Berny yang elegan dan
                                > nyaman di mata, dicetak dengan kertas dan kualitas
                                > yang ok pula. Dengan kualitas seperti ini (apa lagi
                                > nanti ditambah dengan peningkatan kualitas penggarapan
                                > materi), bahkan saya akan maklum jika nanti Aquanus
                                > naik harga. Karena realistis saja, dengan cetak dan
                                > harga jual seperti itu, sedikit sekali (atau tidak
                                > ada?) untung yang didapet Metha dan Neo...
                                >
                                > Lepas dari semua komentar saya di atas, saya sangat
                                > salut dengan Pak Akhmat dan Metha yang sudah berjuang
                                > dan "berani berkorban". Salut juga buat Neo Paradigm
                                > atas produknya, mengingat ini merupakan karya yang
                                > bisa dibilang perdana bagi artis-artisnya, dengan
                                > ketrampilan yang rata-rata otodidak, dikerjakan
                                > disela-sela waktu kerja utama dan waktu untuk
                                > keluarga.Tak banyak omong dan komentar, tahu-tahu jadi
                                > buku…Semoga menular ke yang lain.
                                >
                                > Tentu tak adil jika membandingkan hasil kerja mereka
                                > dengan produk yang dihasilkan oleh mereka yang lain
                                > yang lebih professional, yang jam terbangnya lebih
                                > lama, atau yang benar-benar total di bidang ini.Tapi
                                > dengan keterbukaan atas masukan, kritik, komentar -
                                > yang pedas maupun yang manis - pasti kelak
                                > ketertinggalan akan terkejar. Semoga..
                                >
                                > Mohon maaf untuk semua kata yang kurang berkenan
                                >
                                > Semoga kemampuan, kemauan dan umur Pak Akhmat, Metha,
                                > Neo Paradigm serta kita semua bertahan cukup lama
                                > untuk membangun pondasi kebangkitan ini…
                                >
                                > Salam
                                > Aries
                                > (yang hanya bisa beli dan komentar)
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                >
                                ______________________________________________________________________
                                ______________
                                > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of
                                Blockbuster Total Access, No Cost.
                                > http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
                                >
                              • Jeffry Jason
                                Hue..he..he..pak Bari..komentar anda bagus juga. Udah bisa dibilang jadi kritikus komik. Saya juga punya pendapat kurang lebih sama dengan anda bahwa dari segi
                                Message 15 of 19 , Apr 14, 2008
                                  Hue..he..he..pak Bari..komentar anda bagus juga. Udah bisa dibilang jadi
                                  kritikus komik. Saya juga punya pendapat kurang lebih sama dengan anda bahwa
                                  dari segi pewarnaan dan format gambar, komik ini sudah bagus namun dari
                                  segi cerita masih datar-datar saja, spt kebanyakan cerita superhero lainnya
                                  dan ujung2nya mudah ditebak, belum ada unsur-unsur kejutannya dan belum ada
                                  sesuatu yg baru dari ceritanya. Mungkin memang perlu di back-up dgn penulis
                                  cerita yg bagus spy komik ini bisa jadi tambah bagus.

                                  Sptnya pembuat komik ini belum berani menampilkan tokoh2 superhero yg baru
                                  dan masih mengandalkan tokoh2 superhero lawas (Godam dan Aquanus) meskipun
                                  sudah di daur ulang dan masih berharap komik ini dibeli oleh para penggemar
                                  Godam dan Aquanus padahal di sebelah ada Jagoan Comic yg dengan beraninya
                                  menampilkan banyak tokoh2 superhero baru! Hue..he..he..berani gak bikin
                                  tokoh superhero yg baru yg sama sekali terlepas dari tokoh2 jagoan yg lama?
                                  Ayo jangan kalah dengan Jagoan Comic!

                                  Dibandingkan dgn komik2 komersial Indonesia lainnya yg baru dirilis, memang
                                  komik ini tampil cukup menonjol. Format komiknya yg besar, tebal dan tata
                                  warna yg bagus memang sudah membuat komik ini "berbeda" dengan lainnya.
                                  Jangan heran kalau mas Dhiar LA dari Jagoan Comics juga ikut2an beli komik
                                  ini padahal dia juga sudah punya banyak komik2 jagoan juga..he..he..he
                                  barangkali buat perbandingan karena Jagoan Comics juga mengeluarkan komik2
                                  jagoan. Saya senang dengan semangat teman-teman membuat komik2 komersial yg
                                  bagus-bagus spt ini. Mudah2an Metha Studio dan Neoparadigm tetap konsisten
                                  atau bahkan bisa lebih bagus lagi bikin komik dimasa mendatang. Rasanya
                                  makin tambah ramai saja jagad perkomikan kita ini.

                                  Jeff.





                                  2008/4/3 Habib Bari <bar_komik@...>:

                                  > Salam komik
                                  > Aku sudah beli dan cermati selama beberapa saat komik
                                  > Aquanus Benua Ke Tujuh yang diterbitkan kerjasama
                                  > antara Metha Studio dengan NeoParadigm. Sebagai
                                  > pembaca dan pecinta komik (khususnya komik bikinan
                                  > lokal) aku merasa perlu untuk berikan apresiasi yang
                                  > setinggi-tingginya atas penerbitan komik tersebut
                                  > meskipun secara objektif aku juga perlu berikan kritik
                                  > dan masukan bagi penerbitnya. Tujuannya semata-mata
                                  > hanya agar menjadi koreksi ke depan sehingga pada
                                  > penerbitan berikut akan lebih baik.
                                  > Berikut adalah masukan aku:
                                  > (1) Secara umum aku perlu katakan bahwa komik ini
                                  > adalah satu karya yang layak untuk dicatat dalam
                                  > sejarah perkomikan Indonesia terkini. Bahkan kalau
                                  > boleh aku katakan karya ini mungkin menjadi milestone
                                  > komik Indonesia modern. Aku berani katakan demikian
                                  > karena beberapa pertimbangan. Dilhat dari sosok
                                  > tampilannya menarik bahkan cukup berkesan mewah dengan
                                  > cover yang di emboss pada tulisan Aquanus (menurut aku
                                  > harga 37.500 plus 5.000 ongkir dengan untuk komik
                                  > kualitas sebagus ini adalah murah? Moga-moga bisa
                                  > tetap murah seperti itu terus untuk penerbitan
                                  > selanjutnya). Kualitas cetakan termasuk pemilihan
                                  > jenis kertas cukup baik yang memungkinkan komik ini
                                  > disimpan/dikoleksi dalam jangka panjang. Dilihat dari
                                  > sisi gambar dan pewarnaan sangat bagus setara dengan
                                  > komik-komik Amerika mungkin. Cerita mengalir baik
                                  > meskipun cenderung linier. Dan yang paling aku salut
                                  > adalah konsistensi Metha Studio yang berusaha
                                  > menerbitkan komik dengan jumlah halaman yang cukup
                                  > (100an halaman) dan dengan format ukuran yang sama
                                  > sehingga sangat indah untuk disimpan dalam rak koleksi
                                  > buku aku (barangkali penerbit terinspirasi dari
                                  > Intisari ya yang dari dulu terbit dengan ketebalan dan
                                  > ukuran yang nyaris tak berubah). Aku sungguh bersyukur
                                  > karena Metha Studio tidak tergoda untuk menerbitkanya
                                  > dalam 3 jilid tipis-tipis meskipun itu dimungkinkan
                                  > karena komik ini terdiri dari tiga bagian. Aku juga
                                  > banyak membeli karya lain dari penerbit lain yang
                                  > sebenarnya sama baiknya, sayangnya ketika dipajang di
                                  > rak tidak nampak saking tipisnya dan malah sering
                                  > hilang saking kecilnya. Semoga pada penerbitan
                                  > berikutnya standar tinggi yang sudah dicapai ini dapat
                                  > dipertahankan karena aku yakin Metha Studio tidak akan
                                  > berhenti sampai di sini saja. Aku akan menunggu dengan
                                  > penuh harap terbitan-terbitan berikutnya, pasti Aku
                                  > akan beli.
                                  > (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan
                                  > tidak konsistennya/stabilnya penggambaran
                                  > pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga
                                  > terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena
                                  > kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja
                                  > berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya
                                  > sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap
                                  > saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing
                                  > artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di
                                  > halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti
                                  > Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang
                                  > (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke
                                  > depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan
                                  > berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan
                                  > pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi
                                  > borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih
                                  > baik.
                                  > (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski
                                  > sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar
                                  > lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi
                                  > beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.
                                  > Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan
                                  > Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena
                                  > merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu
                                  > untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala
                                  > sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint
                                  > melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.
                                  > Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata
                                  > misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh
                                  > yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek
                                  > untuk selalu berperang dan sebagainya.
                                  > (4) Pembuatan panel cukup modern bahkan sangat menarik
                                  > dengan banyaknya double page. Sayang penyekat/partisi
                                  > tiap-tiap bagian bagi aku kurang megah. Seandainya
                                  > dirancang satu halaman utuh tanpa diganggu panel-panel
                                  > kecil rasanya akan lebih kelihatan megah.
                                  > (5) Nampaknya kreator kurang percaya pada kekuatan
                                  > gambar untuk bercerita sehingga perlu untuk memberi
                                  > banyak teks pada setiap halamannya sehingga cenderung
                                  > menjadi nyinyir/cerewet. Dalam perkomikan modern
                                  > sebenarnya ini sudah mulai banyak ditinggalkan. Komik
                                  > modern lebih membiarkan pembaca membaca cerita lewat
                                  > gambar tidak lagi lewat teks.
                                  > (6) Menarik melihat pin-ups dibagian belakang komik
                                  > ini. Kalau boleh berandai-andai kalau itu menjadi
                                  > bonus poster, aku (tentunya pembaca lain juga) akan
                                  > dengan sukacita membingkainya untuk digantung
                                  > didinding ruang baca. Atau menarik juga jika diberi
                                  > bonus gambar tempel logo "A" dari Aquanus, pasti
                                  > aku pasang di mobil dengan bangga. Daripada ditempel
                                  > anak-anak aku dengan logo Superman yang nota bene
                                  > produk impor lebih baik kan produk lokal.
                                  > (7) Catatan yang mungkin tidak terlalu penting bagi
                                  > orang lain kecuali aku yang sudah tua ini adalah
                                  > pemberian nama tokoh. Minta ampun, otak tua aku ini
                                  > susah mengingat-ingat nama-nama tersebut sehingga
                                  > mengganggu kenikmatan membacanya karena setiap kali
                                  > harus membuka kembali halaman-halaman sebelumnya untuk
                                  > bisa faham.
                                  > (8) Catatan terakhir khusus untuk Metha Studio
                                  > (mungkin ini lebih tepat pertanyaan), apakah hanya
                                  > akan menerbitkan komik-komik superhero lama yang di
                                  > daur ulang seperti sekarang ini saja? Apakah hanya
                                  > superhero karya pak Wid NS saja? Apakah tidak ingin
                                  > menciptakan karakter tokoh sendiri? Lebih jauh lagi
                                  > apakah tidak tertarik menerbitkan komik dengan genre
                                  > selain superhero seperti silat, roman, cerita
                                  > anak-anak, wayang, dsb? Ingat bahwa jika orientasi
                                  > Metha Studio adalah bisnis, penggemar komik yang
                                  > diterbitkan selama ini sangat terbatas di kalangan
                                  > usia tua saja. Kebanyakan pembeli aku kira adalah
                                  > mereka yang ingin bernostalgia saja. Apakah sudah
                                  > terpikirkan untuk membidik pasar pembaca yang lebih
                                  > muda? Mohon direnungkan/dipertimbangkan!
                                  >
                                  > Demikian sedikit kritikan dan masukan sebagai
                                  > sumbangsih kecil yang bisa aku berikan demi kemajuan
                                  > dan bangkitnya kembali komik Indonesia. Dengan
                                  > kemampuan aku yang terbatas (aku tak mampu menerbitkan
                                  > sendiri) yang bisa aku lakukan adalah membeli karya
                                  > lokal asli Indonesia dan mencoba mengapresiasinya
                                  > dengan seobjektif mungkin. Tanpa rasa sirik, dengki
                                  > serta iri semuanya hanya demi kebaikan semuanya.
                                  >
                                  > Salam komik
                                  > Bari
                                  >
                                  > ________________________________________________________
                                  > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda!
                                  > Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
                                  >
                                  >


                                  [Non-text portions of this message have been removed]
                                • Jeffry Jason
                                  Pak Danny Njoman, mungkin emang si empunya cerita bikin cerita itu pake ilmu kebetulan...hi..hi..jadi merangkai ceritanya pun pake kebetulan2 juga...tapi
                                  Message 16 of 19 , Apr 14, 2008
                                    Pak Danny Njoman, mungkin emang si empunya cerita bikin cerita itu pake ilmu
                                    kebetulan...hi..hi..jadi merangkai ceritanya pun pake kebetulan2 juga...tapi
                                    memang musti dipikirin juga ya kalau dalam suatu cerita terlalu banyak
                                    kebetulannya maka ceritanya jadi gak masuk akal...

                                    Jeff.

                                    2008/4/4 Danny Njoman <dnjoman@...>:

                                    > Re: [komik_indonesia] Komentar untuk Aquanus Benua Ketujuh
                                    > Ingin ikutan komentar. Sebenarnya sudah lama ingin tulis cuma belum
                                    > sempat2.
                                    >
                                    > Menurut saya untuk gambar, untuk beberapa hal yang dikerjakan oleh artis
                                    > yang sama juga tampak perbedaan kualitas. Mungkin ada unsur kejar tayang.
                                    > Contoh, pada hal2 awal beberapa gambar Paqua yang harusnya ramping menjadi
                                    > terlihat gendut pada pengambilan jauh.
                                    >
                                    > Dan yang terutama mengganggu sekali adalah cerita. Pada waktu membaca
                                    > rasanya datar2 saja dan terasa ada yang kurang sreg di hati. Setelah
                                    > dipikir2 lagi akhirnya ketemu juga penyebabnya. Ide ceritanya mungkin sudah
                                    > bagus mengenai benua ketujuh. Sudah cukup menarik. Tetapi pada waktu
                                    > penjabaran cerita terasa kedodoran. Cerita tidak dibangun atas dasar yang
                                    > solid. Cerita dibangun atas serangkaian kebetulan yang kalau dikombinasikan
                                    > menjadi peluang terjadi yang sangat kecil sekali. Contohnya:
                                    >
                                    > 1. Kebetulan pesawat yang ditumpangi Perompak Merah preman jatuh dekat
                                    > lokasi Aquanus dkk
                                    >
                                    > 2. Kebetulan pada saat itu Aguanus dkk sedang dekat lokasi
                                    >
                                    > 3. Kebetulan ternyata Perompak Merah dkk tidak mati ketika pesawat jatuh
                                    >
                                    > 4. Kebetulan anak kecilnya sadar dan mengikuti Aguanus dkk ketika akan
                                    > memasuki benua ketujuh
                                    >
                                    > 5. Kebetulan pula ternyata penumpangnya Perompak Merah preman
                                    >
                                    > 6. Kebetulan juga setelah menolong para penumpang, Aguanus dkk pulang ke
                                    > benua ketujuh tidak pergi ke tempat lain
                                    >
                                    > 7. Secara logika seharusnya Aquanus tidak menaruh para penumpang yang
                                    > selamat dekat dengan lokasi kediaman mereka sehingga dapat dikuntit anak
                                    > kecil tersebut
                                    >
                                    > 8. Mungkin masih banyak kebetulan yang lain
                                    >
                                    > Kalau satu saja dari kebetulan2 tersebut tidak terjadi maka cerita akan
                                    > buyar. Hal2 ini yang menyebabkan cerita agak terasa seperti sinetron
                                    > Indonesia yang banyak kebetulannya. Lihat saja sinetron Indonesia yang
                                    > lingkungannya berkutat disitu2 saja seolah2 dunia cuma selebar daun kelor.
                                    > Terasa cerita seperti tidak realistis dan kurang masuk akal. Dan jika memang
                                    > sesuatu kebetulan tanpa rencana rasa2nya agak mustahil. Yang lebih
                                    > memungkinkan memang kecelakaan tersebut sudah direncanakan. Bahwa Perompak
                                    > Merah sudah melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai kebiasaan Aguanus
                                    > dkk untuk melakukan recharge. Kemudian Perompak Merah merencanakan untuk
                                    > mensabotase pesawatnya sendiri. Kemudian mereka sudah mempersiapkan
                                    > segalanya dan hanya pura2 pingsan. Anak kecil tersebut dilindungi oleh
                                    > Ibunya yang ternyata seorang jagoan. Dan seharusnya yang menguntit Aquanus
                                    > bukan anak kecil tersebut melainkan Perompak Merah sendiri. Karena peluang
                                    > sadar tentunya ada pada Perompak Merah. Dan
                                    > Seterusnya.
                                    >
                                    > Maaf jika ada kata2 saya yang menyinggung. Karena saya hanya bisa
                                    > mengritik dan belum mampu memberikan sumbangan apapun untuk perkomikan
                                    > Indonesia. Satu hal saya setuju dengan mas Henry Ismono bahwa ceritanya
                                    > tidak mbulet seperti kebanyakan komik2 yang ingin berfilosofi. Baik dari
                                    > segi ilustrasi maupun cerita sudah ada kemajuan dibandingkan Godam Reborn.
                                    >
                                    > Salam,
                                    >
                                    > Danny Njoman
                                    >
                                    >
                                    > Thursday, April 3, 2008, 2:34:33 PM, Habib Bari wrote:
                                    >
                                    > (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan
                                    >
                                    > tidak konsistennya/stabilnya penggambaran
                                    >
                                    > pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga
                                    >
                                    > terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena
                                    >
                                    > kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja
                                    >
                                    > berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya
                                    >
                                    > sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap
                                    >
                                    > saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing
                                    >
                                    > artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di
                                    >
                                    > halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti
                                    >
                                    > Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang
                                    >
                                    > (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke
                                    >
                                    > depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan
                                    >
                                    > berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan
                                    >
                                    > pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi
                                    >
                                    > borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih
                                    >
                                    > baik.
                                    >
                                    > (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski
                                    >
                                    > sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar
                                    >
                                    > lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi
                                    >
                                    > beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.
                                    >
                                    > Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan
                                    >
                                    > Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena
                                    >
                                    > merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu
                                    >
                                    > untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala
                                    >
                                    > sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint
                                    >
                                    > melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.
                                    >
                                    > Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata
                                    >
                                    > misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh
                                    >
                                    > yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek
                                    >
                                    > untuk selalu berperang dan sebagainya.
                                    >
                                    > _,_._,___
                                    >
                                    > ---------------------------------
                                    > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster
                                    > Total Access, No Cost.
                                    >
                                    > [Non-text portions of this message have been removed]
                                    >
                                    >
                                    >


                                    [Non-text portions of this message have been removed]
                                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.