Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: Inkonsistensi Aquanus bisa jadi kekuatan

Expand Messages
  • oyasujiwo
    ... tidak konsistennya penggambaran pelakon komik ini dari pertama hingga terakhir. Gambar beda-beda sebetulnya ga papa dan bisa jadi menarik ...mungkin karena
    Message 1 of 19 , Apr 3, 2008
    • 0 Attachment
      >...Amatan mendalam terhadap gambar menunjukkan
      tidak konsistennya penggambaran pelakon komik ini
      dari pertama hingga terakhir.

      Gambar beda-beda sebetulnya ga papa dan
      bisa jadi menarik
      ...mungkin karena pembagiannya yg
      diblok berdasarkan urutan halaman
      membuatnya jadi terasa gambarnya 'berbelok'

      supaya tidak terasa 'berbelok'
      bisa justru sengaja 'dibelokkan'
      yaitu pembagiannya tidak berdasarkan urutan halaman
      tapi berdasarkan mood halaman

      misal 1 orang gbr di halaman2 yg 'full action'/full-tension
      yg lebih mengandalkan action pose & goresan kuat, cepat

      1 orang gbr di halaman2 yg low-tension,
      yg lebih banyak dialog & mengandalkan ekspresi wajah
      dg goresan lebih lembut

      1 org lagi misal khusus u adegan flashback yg berkesan klasik dst

      hal spt ini biasa kita temui di cergam mandarin.
      perbedaan cara eksekusi berdasarkan mood
      (ada yg pakai rapido, pensil saja, cat air dll)
      justru menambah dinamika cerita & visual
      ga kerasa 'membelok lho koq jadi gini ya?'
      tapi lebih ke 'eh, asik juga tiba-tiba begini'

      komik superman yg mingguan di amrik
      juga sering menerapkan hal ini
      jadi artisnya diselang-seling
      berdasarkan mood & setting cerita
      (pindah lokasi cerita, ganti mood, beda artis)

      moga2 bisa membantu
      penasaran jagoan apa lagi berikutnya?
      Maza? Mlaar?


      oyasujiwo
    • toni masdiono
      halo arief! yang utama, saya pusing ngingetin nama, mungkin pengen mendekati nama-nama tradisional kita ya, semua mengandung rakya seperti rakai pikatan dll.
      Message 2 of 19 , Apr 3, 2008
      • 0 Attachment
        halo arief!
        yang utama, saya pusing ngingetin nama, mungkin pengen mendekati nama-nama tradisional kita ya, semua mengandung 'rakya' seperti rakai pikatan dll. setuju sih cuma kayanya terlalu ngga biasa dan sulit dibedakan he hehe padahal penamaan ini juga bagian dari marketing lho.......
        tapi lainnya oke!
        berkarya terus!

        toni masdiono

        Habib Bari <bar_komik@...> wrote:




        ---------------------------------
        You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • Danny Njoman
        Re: [komik_indonesia] Komentar untuk Aquanus Benua Ketujuh Ingin ikutan komentar. Sebenarnya sudah lama ingin tulis cuma belum sempat2. Menurut saya untuk
        Message 3 of 19 , Apr 4, 2008
        • 0 Attachment
          Re: [komik_indonesia] Komentar untuk Aquanus Benua Ketujuh
          Ingin ikutan komentar. Sebenarnya sudah lama ingin tulis cuma belum sempat2.




          Menurut saya untuk gambar, untuk beberapa hal yang dikerjakan oleh artis yang sama juga tampak perbedaan kualitas. Mungkin ada unsur kejar tayang. Contoh, pada hal2 awal beberapa gambar Paqua yang harusnya ramping menjadi terlihat gendut pada pengambilan jauh.




          Dan yang terutama mengganggu sekali adalah cerita. Pada waktu membaca rasanya datar2 saja dan terasa ada yang kurang sreg di hati. Setelah dipikir2 lagi akhirnya ketemu juga penyebabnya. Ide ceritanya mungkin sudah bagus mengenai benua ketujuh. Sudah cukup menarik. Tetapi pada waktu penjabaran cerita terasa kedodoran. Cerita tidak dibangun atas dasar yang solid. Cerita dibangun atas serangkaian kebetulan yang kalau dikombinasikan menjadi peluang terjadi yang sangat kecil sekali. Contohnya:




          1. Kebetulan pesawat yang ditumpangi Perompak Merah preman jatuh dekat lokasi Aquanus dkk

          2. Kebetulan pada saat itu Aguanus dkk sedang dekat lokasi

          3. Kebetulan ternyata Perompak Merah dkk tidak mati ketika pesawat jatuh

          4. Kebetulan anak kecilnya sadar dan mengikuti Aguanus dkk ketika akan memasuki benua ketujuh

          5. Kebetulan pula ternyata penumpangnya Perompak Merah preman

          6. Kebetulan juga setelah menolong para penumpang, Aguanus dkk pulang ke benua ketujuh tidak pergi ke tempat lain

          7. Secara logika seharusnya Aquanus tidak menaruh para penumpang yang selamat dekat dengan lokasi kediaman mereka sehingga dapat dikuntit anak kecil tersebut

          8. Mungkin masih banyak kebetulan yang lain




          Kalau satu saja dari kebetulan2 tersebut tidak terjadi maka cerita akan buyar. Hal2 ini yang menyebabkan cerita agak terasa seperti sinetron Indonesia yang banyak kebetulannya. Lihat saja sinetron Indonesia yang lingkungannya berkutat disitu2 saja seolah2 dunia cuma selebar daun kelor. Terasa cerita seperti tidak realistis dan kurang masuk akal. Dan jika memang sesuatu kebetulan tanpa rencana rasa2nya agak mustahil. Yang lebih memungkinkan memang kecelakaan tersebut sudah direncanakan. Bahwa Perompak Merah sudah melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai kebiasaan Aguanus dkk untuk melakukan recharge. Kemudian Perompak Merah merencanakan untuk mensabotase pesawatnya sendiri. Kemudian mereka sudah mempersiapkan segalanya dan hanya pura2 pingsan. Anak kecil tersebut dilindungi oleh Ibunya yang ternyata seorang jagoan. Dan seharusnya yang menguntit Aquanus bukan anak kecil tersebut melainkan Perompak Merah sendiri. Karena peluang sadar tentunya ada pada Perompak Merah. Dan
          Seterusnya.




          Maaf jika ada kata2 saya yang menyinggung. Karena saya hanya bisa mengritik dan belum mampu memberikan sumbangan apapun untuk perkomikan Indonesia. Satu hal saya setuju dengan mas Henry Ismono bahwa ceritanya tidak mbulet seperti kebanyakan komik2 yang ingin berfilosofi. Baik dari segi ilustrasi maupun cerita sudah ada kemajuan dibandingkan Godam Reborn.




          Salam,

          Danny Njoman




          Thursday, April 3, 2008, 2:34:33 PM, Habib Bari wrote:




          (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan

          tidak konsistennya/stabilnya penggambaran

          pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga

          terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena

          kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja

          berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya

          sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap

          saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing

          artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di

          halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti

          Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang

          (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke

          depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan

          berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan

          pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi

          borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih

          baik.

          (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski

          sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar

          lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi

          beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.

          Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan

          Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena

          merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu

          untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala

          sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint

          melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.

          Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata

          misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh

          yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek

          untuk selalu berperang dan sebagainya.


          _,_._,___



          ---------------------------------
          You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.

          [Non-text portions of this message have been removed]
        • sis oyo
          Ikut juga komentar buat Aquanus... Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman lain, berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa dibenahi untuk
          Message 4 of 19 , Apr 5, 2008
          • 0 Attachment
            Ikut juga komentar buat Aquanus...
            Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman
            lain,
            berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa
            dibenahi untuk edisi-edisi Metha studio atau pun Neo
            Paradigm selanjutnya:

            1. Keseragaman goresan.
            Bahkan komik dc marvel yang dikerjakan secara
            kompilasi oleh beberapa ilustrator (penciler) juga
            akan sulit ditemukan keseragaman goresannya, baik
            ilustrator pemula maupun prof, karena masing-masing
            punya karakter goresan yang berbeda.
            Tapi beberapa hal kecil dalam komik Aquanus, yang jika
            kita teliti, sebenarnya sangat bisa dibenahi, karena
            tidak terkait gaya goresan. Misalnya antara lain,
            bentuk penutup telinga di kepala aquanus.Kadang
            berbentuk lingkaran, kadang seperti bentuk kotak
            (seperti dibeberapa panel halaman depan).Ada beberapa
            yang di gambar Mas Nico penutup telinga itu polos,
            tapi di gambar Pak Dwi Dab Mas Arief ada garis
            menyilangnya.
            Alis khas Aquanus sangat beberbeda dengan alis
            karakter Wid NS yang lain. Menurut saya, ini adalah
            salah satu ciri khas yang dibuat Pak Wid (mungkin
            seperti bentuk huruf S pada rambut di dahi
            Superman).Siapa yang memperhatikan ini?
            Mungkin cuma di goresan Pak Dwi yang mendekati..
            Saya setuju jika pembagian tugasnya seperti usul teman
            yang lain, yaitu penciler, inker, colorist dll.

            2. Font dan SFX
            Dengan sharing pada teman-teman lain, mungkin bisa
            dicari cara pembuatan balon suara agar lebih rapi,
            terutama seperti pada balon suara orang-2 bawah air.
            Kesannya kok uyel-uyelan dan tidak direncanakan dengan
            baik pembuatan balon dan font yang khas untuk mereka.
            Sound Efek mungkin lebih baik jika menggunakan font
            yang dikhususkan, walaupun font dari download...
            Misal, untuk ledakan pake font Badaboom, kaca pecah
            pakai font ini, tembakan font itu...Di Aquanus
            kelihatannya kebanyakan jenis font yang dipakai untuk
            SFX, sehingga tidak terlihat khas... Setahu saya, DC
            Marvel mendesain khusus font-2 untuk ini, dengan
            penggunaan masing yang disesuaikan dengan
            kebutuhannya.
            Juga, bagaimana jika suara-suara efeknya lebih
            membumi, misal kayak komik-komik Teguh dulu..?Ka-boom,
            Krash,Thoom,Whoop-whoop,Splash..rasanya kok kurang
            membumi, walaupun sebagian kita akrab dan familiar
            karena biasa menikmatinya di komik-komik amrik. Jika
            alasannya mengacu pada pasar penikmat komik DC Marvel,
            mungkin masih bisa diterima, tapi mungkin belum yang
            terbaik. Apalagi jika hanya karena kreatornya terbiasa
            atau (maaf) sekedar ikut-ikutan, sayang sekali. Karena
            DC Marvel membuat ejaan SFX pasti juga berdasarkan
            ejaan umumnya di lingkungan mereka, dalam hal ini
            amrik. Seperti kita biasa dengan ejaan untuk bunyi
            byur, bum, jlegur, dar, dies. Soalnya kalau sekedar
            ikutan, komik amrik dan eropa juga punya khas
            masing-masing. Suara tembakan, misalnya, amrik
            biasanya bam!atau bang! Eropa mungkin pakai Pang! Atau
            suara ayam. Kita yang biasa dengar dan eja
            Kukuruyuuuuk...masak juga mau dieja Pokadoodadoo..?
            Atau Cikirikeee.?
            Tapi juga mungkin ini masalah selera saja..

            3.Cover
            Ide cover yang minimalis dan nyambung dari belakang ke
            depan (apa istilahnya? Wrap ya?)
            menurut saya bagus.Cuma, bagus kah jika itu dipakai
            untuk komik dengan karakter yang belum semua orang
            familiar, ditengah lesunya pemasaran komik lokal? Bagi
            sebagian kita pecinta komik lama, nama aquanus mungkin
            sudah akrab dan kita tahu siapa dia.Tapi bagi generasi
            setelah kita? Bagi penikmat komik secara umum saat
            ini?Saya yakin belum.Dengan cover yang begitu
            sederhana, tidak menggambarkan apa dan siapa Aquanus,
            cukup menarikkah cover Aquanus sebagai magnet pertama
            bagi penggila komik? Pasar yang mau diraih bukan hanya
            kita-kita (orang lama) saja bukan…? Apalagi, andai
            buku aquanus dipajang campur dengan komik-komik
            lain.Mungkin membuat bertanya-tanya, syukur
            penasaran.Tapi untuk membuat tertarik, rasanya belum
            (Semoga saya salah..)…Apalagi dikemas dalam sampul
            plastik rapat (Jika kita sempat mengamati dan
            memperhatikan, maniak komik sebagian besar pasti punya
            kebiasaan berusaha mengintip isi dalam komik yang
            mereka merasa tertarik, bahkan untuk komik top seakali
            pun…Untuk meyakinkan, dan membuat sebel penjaga took
            J).Kenapa tidak cover itu dibuat dengan gambar yang
            “lebih bicara”..? (beberapa pin up halaman dalam di
            Aquanus rasanya cukup bagus dan “bicara”) Dengan
            beberapa preview panel halaman dalam di backcover,
            ditambah sedikit ulasan atau synopsis di sana. Jadi
            kita (tepatnya mereka-generasi baru pembaca komik yang
            pengin kita rangkul) punya gambaran produk apa yang
            hendak kita beli. Dengan banyaknya pilihan, mereka
            tentu cenderung memilih produk yang mereka yakin
            memenuhi selera mereka.
            Jika karakter kita sudah sengetop Superman misalnya,
            tentu lain halnya ketika mereka hanya memajang logo
            “S” berdarah dicover buku mereka. Memasang hanya logo
            “G” atau logo “aquanus” mungkin bagus, tapi rasanya
            “belum tepat guna” untuk saat ini…

            4.Kualitas Cetak dan harga
            Untuk kualitas cetak dan harga segitu, Aquanus sangat
            “menggiurkan”. Pilihan warna Mas Berny yang elegan dan
            nyaman di mata, dicetak dengan kertas dan kualitas
            yang ok pula. Dengan kualitas seperti ini (apa lagi
            nanti ditambah dengan peningkatan kualitas penggarapan
            materi), bahkan saya akan maklum jika nanti Aquanus
            naik harga. Karena realistis saja, dengan cetak dan
            harga jual seperti itu, sedikit sekali (atau tidak
            ada?) untung yang didapet Metha dan Neo...

            Lepas dari semua komentar saya di atas, saya sangat
            salut dengan Pak Akhmat dan Metha yang sudah berjuang
            dan “berani berkorban”. Salut juga buat Neo Paradigm
            atas produknya, mengingat ini merupakan karya yang
            bisa dibilang perdana bagi artis-artisnya, dengan
            ketrampilan yang rata-rata otodidak, dikerjakan
            disela-sela waktu kerja utama dan waktu untuk
            keluarga.Tak banyak omong dan komentar, tahu-tahu jadi
            buku…Semoga menular ke yang lain.

            Tentu tak adil jika membandingkan hasil kerja mereka
            dengan produk yang dihasilkan oleh mereka yang lain
            yang lebih professional, yang jam terbangnya lebih
            lama, atau yang benar-benar total di bidang ini.Tapi
            dengan keterbukaan atas masukan, kritik, komentar -
            yang pedas maupun yang manis - pasti kelak
            ketertinggalan akan terkejar. Semoga..

            Mohon maaf untuk semua kata yang kurang berkenan

            Semoga kemampuan, kemauan dan umur Pak Akhmat, Metha,
            Neo Paradigm serta kita semua bertahan cukup lama
            untuk membangun pondasi kebangkitan ini…

            Salam
            Aries
            (yang hanya bisa beli dan komentar)





            ____________________________________________________________________________________
            You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.
            http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
          • agusroche
            ikut ngomentarin ah, ga mau kalah ama mas aries,.... ===aquanus? pemilihan figur yg bagus,.... ===cerita? biasa, tapi justru utk langkah awal, itu strategi yg
            Message 5 of 19 , Apr 7, 2008
            • 0 Attachment
              ikut ngomentarin ah, ga mau kalah ama mas aries,....

              ===aquanus?
              pemilihan figur yg bagus,....
              ===cerita?
              biasa, tapi justru utk langkah awal, itu strategi yg tepat.
              ===gambar?
              ponakan saya pada suka dgn tampilan gbr nya,... cukup tercapai.
              ===harga?
              cukup. kalo ternyata komik ini merugi dari segi bisnis, jgn dilihat
              sebagai suatu yg gagal.... anda itu pejuang di tengah pertempuran
              industri komik,... saingan anda para raksasa,... sebagai pejuang di
              front depan, kita akan selalu mendukung perjuangan itu.
              ===teknis
              banyak kekurangan, its ok, itu akan segera teratasi jika kedepannya
              kontinuitas karya sudah berjalan,....
              ===promosi
              nah ini,..... harus anda tembus tv swasta nasional tuuuh

              buat kreator aquanus,....
              mau saya bantu gak penjualannya?
              aku khan keliling buat nyebarin komik komedo,... mau aku sekalian
              promosiin ga? ga usah bayar koq, ikut dukung aja.

              =roche=



              --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, sis oyo <arieswendha@...> wrote:
              >
              > Ikut juga komentar buat Aquanus...
              > Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman
              > lain,
              > berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa
              > dibenahi untuk edisi-edisi Metha studio atau pun Neo
              > Paradigm selanjutnya:
              >
              > 1. Keseragaman goresan.
              > Bahkan komik dc marvel yang dikerjakan secara
              > kompilasi oleh beberapa ilustrator (penciler) juga
              > akan sulit ditemukan keseragaman goresannya, baik
              > ilustrator pemula maupun prof, karena masing-masing
              > punya karakter goresan yang berbeda.
              > Tapi beberapa hal kecil dalam komik Aquanus, yang jika
              > kita teliti, sebenarnya sangat bisa dibenahi, karena
              > tidak terkait gaya goresan. Misalnya antara lain,
              > bentuk penutup telinga di kepala aquanus.Kadang
              > berbentuk lingkaran, kadang seperti bentuk kotak
              > (seperti dibeberapa panel halaman depan).Ada beberapa
              > yang di gambar Mas Nico penutup telinga itu polos,
              > tapi di gambar Pak Dwi Dab Mas Arief ada garis
              > menyilangnya.
              > Alis khas Aquanus sangat beberbeda dengan alis
              > karakter Wid NS yang lain. Menurut saya, ini adalah
              > salah satu ciri khas yang dibuat Pak Wid (mungkin
              > seperti bentuk huruf S pada rambut di dahi
              > Superman).Siapa yang memperhatikan ini?
              > Mungkin cuma di goresan Pak Dwi yang mendekati..
              > Saya setuju jika pembagian tugasnya seperti usul teman
              > yang lain, yaitu penciler, inker, colorist dll.
              >
              > 2. Font dan SFX
              > Dengan sharing pada teman-teman lain, mungkin bisa
              > dicari cara pembuatan balon suara agar lebih rapi,
              > terutama seperti pada balon suara orang-2 bawah air.
              > Kesannya kok uyel-uyelan dan tidak direncanakan dengan
              > baik pembuatan balon dan font yang khas untuk mereka.
              > Sound Efek mungkin lebih baik jika menggunakan font
              > yang dikhususkan, walaupun font dari download...
              > Misal, untuk ledakan pake font Badaboom, kaca pecah
              > pakai font ini, tembakan font itu...Di Aquanus
              > kelihatannya kebanyakan jenis font yang dipakai untuk
              > SFX, sehingga tidak terlihat khas... Setahu saya, DC
              > Marvel mendesain khusus font-2 untuk ini, dengan
              > penggunaan masing yang disesuaikan dengan
              > kebutuhannya.
              > Juga, bagaimana jika suara-suara efeknya lebih
              > membumi, misal kayak komik-komik Teguh dulu..?Ka-boom,
              > Krash,Thoom,Whoop-whoop,Splash..rasanya kok kurang
              > membumi, walaupun sebagian kita akrab dan familiar
              > karena biasa menikmatinya di komik-komik amrik. Jika
              > alasannya mengacu pada pasar penikmat komik DC Marvel,
              > mungkin masih bisa diterima, tapi mungkin belum yang
              > terbaik. Apalagi jika hanya karena kreatornya terbiasa
              > atau (maaf) sekedar ikut-ikutan, sayang sekali. Karena
              > DC Marvel membuat ejaan SFX pasti juga berdasarkan
              > ejaan umumnya di lingkungan mereka, dalam hal ini
              > amrik. Seperti kita biasa dengan ejaan untuk bunyi
              > byur, bum, jlegur, dar, dies. Soalnya kalau sekedar
              > ikutan, komik amrik dan eropa juga punya khas
              > masing-masing. Suara tembakan, misalnya, amrik
              > biasanya bam!atau bang! Eropa mungkin pakai Pang! Atau
              > suara ayam. Kita yang biasa dengar dan eja
              > Kukuruyuuuuk...masak juga mau dieja Pokadoodadoo..?
              > Atau Cikirikeee.?
              > Tapi juga mungkin ini masalah selera saja..
              >
              > 3.Cover
              > Ide cover yang minimalis dan nyambung dari belakang ke
              > depan (apa istilahnya? Wrap ya?)
              > menurut saya bagus.Cuma, bagus kah jika itu dipakai
              > untuk komik dengan karakter yang belum semua orang
              > familiar, ditengah lesunya pemasaran komik lokal? Bagi
              > sebagian kita pecinta komik lama, nama aquanus mungkin
              > sudah akrab dan kita tahu siapa dia.Tapi bagi generasi
              > setelah kita? Bagi penikmat komik secara umum saat
              > ini?Saya yakin belum.Dengan cover yang begitu
              > sederhana, tidak menggambarkan apa dan siapa Aquanus,
              > cukup menarikkah cover Aquanus sebagai magnet pertama
              > bagi penggila komik? Pasar yang mau diraih bukan hanya
              > kita-kita (orang lama) saja bukan…? Apalagi, andai
              > buku aquanus dipajang campur dengan komik-komik
              > lain.Mungkin membuat bertanya-tanya, syukur
              > penasaran.Tapi untuk membuat tertarik, rasanya belum
              > (Semoga saya salah..)…Apalagi dikemas dalam sampul
              > plastik rapat (Jika kita sempat mengamati dan
              > memperhatikan, maniak komik sebagian besar pasti punya
              > kebiasaan berusaha mengintip isi dalam komik yang
              > mereka merasa tertarik, bahkan untuk komik top seakali
              > pun…Untuk meyakinkan, dan membuat sebel penjaga took
              > J).Kenapa tidak cover itu dibuat dengan gambar yang
              > "lebih bicara"..? (beberapa pin up halaman dalam di
              > Aquanus rasanya cukup bagus dan "bicara") Dengan
              > beberapa preview panel halaman dalam di backcover,
              > ditambah sedikit ulasan atau synopsis di sana. Jadi
              > kita (tepatnya mereka-generasi baru pembaca komik yang
              > pengin kita rangkul) punya gambaran produk apa yang
              > hendak kita beli. Dengan banyaknya pilihan, mereka
              > tentu cenderung memilih produk yang mereka yakin
              > memenuhi selera mereka.
              > Jika karakter kita sudah sengetop Superman misalnya,
              > tentu lain halnya ketika mereka hanya memajang logo
              > "S" berdarah dicover buku mereka. Memasang hanya logo
              > "G" atau logo "aquanus" mungkin bagus, tapi rasanya
              > "belum tepat guna" untuk saat ini…
              >
              > 4.Kualitas Cetak dan harga
              > Untuk kualitas cetak dan harga segitu, Aquanus sangat
              > "menggiurkan". Pilihan warna Mas Berny yang elegan dan
              > nyaman di mata, dicetak dengan kertas dan kualitas
              > yang ok pula. Dengan kualitas seperti ini (apa lagi
              > nanti ditambah dengan peningkatan kualitas penggarapan
              > materi), bahkan saya akan maklum jika nanti Aquanus
              > naik harga. Karena realistis saja, dengan cetak dan
              > harga jual seperti itu, sedikit sekali (atau tidak
              > ada?) untung yang didapet Metha dan Neo...
              >
              > Lepas dari semua komentar saya di atas, saya sangat
              > salut dengan Pak Akhmat dan Metha yang sudah berjuang
              > dan "berani berkorban". Salut juga buat Neo Paradigm
              > atas produknya, mengingat ini merupakan karya yang
              > bisa dibilang perdana bagi artis-artisnya, dengan
              > ketrampilan yang rata-rata otodidak, dikerjakan
              > disela-sela waktu kerja utama dan waktu untuk
              > keluarga.Tak banyak omong dan komentar, tahu-tahu jadi
              > buku…Semoga menular ke yang lain.
              >
              > Tentu tak adil jika membandingkan hasil kerja mereka
              > dengan produk yang dihasilkan oleh mereka yang lain
              > yang lebih professional, yang jam terbangnya lebih
              > lama, atau yang benar-benar total di bidang ini.Tapi
              > dengan keterbukaan atas masukan, kritik, komentar -
              > yang pedas maupun yang manis - pasti kelak
              > ketertinggalan akan terkejar. Semoga..
              >
              > Mohon maaf untuk semua kata yang kurang berkenan
              >
              > Semoga kemampuan, kemauan dan umur Pak Akhmat, Metha,
              > Neo Paradigm serta kita semua bertahan cukup lama
              > untuk membangun pondasi kebangkitan ini…
              >
              > Salam
              > Aries
              > (yang hanya bisa beli dan komentar)
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              ____________________________________________________________________________________
              > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of
              Blockbuster Total Access, No Cost.
              > http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
              >
            • r_rave
              Salam semuanya, terutama Kreator dan publiser Aquanus, salut!. saya sudah baca komik ini dan sangat terkesan, dan menurut saya, mungkin format seperti ini yang
              Message 6 of 19 , Apr 7, 2008
              • 0 Attachment
                Salam semuanya, terutama Kreator dan publiser Aquanus, salut!.
                saya sudah baca komik ini dan sangat terkesan, dan menurut saya,
                mungkin format seperti ini yang cocok untuk pembaca Indonesia,
                Kembali ke Lap.. eh Aquanus. disini saya ada pertanyaan sedikit
                mengenai komik ini. ( mungkin saya tidak teliti membacanya)

                1. Di halaman awal, Aquanus sedang "Charging" itu untuk baju mereka
                atau bateray generator ? kalau memang untuk Bateray
                sarana "charging" nya itu apakah ada di badan mereka ?
                2. Apakah Aquanus itu bisa bernafas dalam air atau harus pakai alat,
                atau malah pakai alat kalau dia muncul ke permukaan ?
                3.Dalam Iner space apakah Hamuna Shin dan Bimbis - Shim, sama-sama
                memakai kubah penahan air? kalau iya. tenaga yang di pakai Bimbis-
                Shim apa ? karena belum di jelaskan walaupun di karakter disain
                bagian belakang.
                4. Pulau Selikur itu merupakan Gerbang atau Portal ?
                Teknologi apa yang dipakai ? karena kalau teknology yang memakali
                pengenalan suara biasanya hanya suara orang-orang tertentu yang
                sudah di program yang bisa membuka pintu/portal dalam cerita ini,
                mirip cerita alibaba. "open sesame" "Bunaka yae" " bukakno wae ?"

                atau mungkin akan di jelaskan di cerita selanjutnya ?

                Terima kasih

                r_rave
              • akhmad makhfat
                Salam komik Kami mohon maaf baru bisa merespon email yang ditujukan ke Matha Studio sekarang. Saya baru pulang dari Banteng Kabupaten Selayar. Satu daerah saya
                Message 7 of 19 , Apr 7, 2008
                • 0 Attachment
                  Salam komik
                  Kami mohon maaf baru bisa merespon email yang
                  ditujukan ke Matha Studio sekarang. Saya baru pulang
                  dari Banteng Kabupaten Selayar. Satu daerah saya tidak
                  punya akses internet, tapi indah dan banyak pohon
                  kepala (Saya ingat filem Panji Tengkorak selama di
                  sana). Sementara teman saya yang satu juga baru saja
                  pulang dari Tuapejat di kabupaten Kepulauan Mantawai
                  yang juga susah untuk mengakses internet.

                  Hari ini kami sempat membuka email dan membaca semua
                  email yang masuk. Kami hanya dapat mengucapkan terima
                  kasih, khususnya kepada rekan Bari, Oyasujiwo, Danny
                  Nyoman, Aries, Agus, dan rave atas segala masukan,
                  kritikan, cacatan, catatan produk kedua kami, Aquanus
                  Benua Ke Tujuh. Semua itu menjadi acuan kami untuk
                  melangkah maju, sehingga proses menuju arah
                  kesempurnaan produk (meskipun itu mungkin masih jauh)
                  semakin cepat. Beberapa hal yang perlu kami garis
                  bawahi adalah konsistensi. Kami menyadari masalah
                  tersebut, sehingga ini akan menjadi pekerjaan rumah
                  yang akan kerjakan pertama kali untuk produk kami
                  berikut. Kedua untuk cerita, kami pun menyadari bahwa
                  itu memang sangat sederhana. Untuk itu ke depan kami
                  akan mencoba menggali cerita lebih mendalam dan
                  kompleks untuk produk komik kami berikut.
                  Syukur-syukur ada teman di mailinglist bersedia
                  berkontribusi cerita yang lebih baik untuk dikomikkan.


                  Untuk jenis genre komik, di masa yang akan datang
                  Metha Studio memang merencanakan untuk menerbitkan
                  tidak hanya komik superhero karya Pak Wid NS saja.
                  Kami sudah merencanakan membuat tokoh superhero
                  sendiri, komik anak-anak, dan antologi komik. Beberapa
                  bahkan sudah dalam proses pembuatan.

                  Berkaitan dengan pertanyaan yang bersifat sangat
                  teknis, seperti teknologi, kami kira yang lebih
                  berkompeten menjawab adalah teman-teman saya di
                  NeoParadigm Surabaya. Pertanyaan akan kami sampaikan
                  kepada mereka.

                  Untuk Pak Agus yang bersedia untuk ikut membantu
                  distribusi, kami mengucapkan banyak terima kasih.
                  Dalam waktu dekat kami akan menindaklanjuti dengan
                  kontak secara personal. Mohon kami dikirimi nomor yang
                  bisa dihubungi atau Bapak kontak ke 0818269291.

                  Pada kesempatan ini, meski dalam kapasitas kecil,
                  Metha Studio mengajak kepada komikus yang ada di
                  Indonesia untuk turut meramaikan perkomikan Indonesia
                  dengan memberikan kesempatan pada Metha Studio untuk
                  menerbitkan karya-karya saudara. Kami akan sangat
                  merasa terhormat jika mendapatkan kesempatan tersebut.
                  Harapannya dengan sinergi kita bersama, komik
                  indonesia akan mampu bersaing dengan komik impor dari
                  segi kualitas dan kuantitas. Semoga.

                  A. Makhfat
                  Mari kita muliakan komik karya anak bangsa







                  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
                • agusroche
                  1.sumber cerita ; ada 3 nara sumber yg bisa dijadikan bahan baku cerita menarik: ===1.saya kenal dgn ibu yani madewa, beliau putri dari almarhum bapak
                  Message 8 of 19 , Apr 8, 2008
                  • 0 Attachment
                    1.sumber cerita
                    ; ada 3 nara sumber yg bisa dijadikan bahan baku cerita menarik:
                    ===1.saya kenal dgn ibu yani madewa, beliau putri dari almarhum bapak
                    madewa,seorang pejuang tentara tni (siliwangi) pak madewa adalah juga
                    seniman film, beliau yg membuat skenario film;bandung lautan api dan
                    termasuk film pertama di sejarah perfileman indonesia.
                    waktu saya ngobrol dengan ibu yani madewa (ketua alumni senirupa itb)
                    dia punya sekenario cerita tentang perang nasional. berisi cerita2
                    heroik dan menarik. ===>menurut saya, akan jadi monumental apabila
                    komikus kita mengangkat cerita 'true story' perjuangan ,... tinggal
                    para kreator karya membuat sajian yg menarik, dramatik supaya dapat
                    diminati oleh anak2 generasi skarang.

                    ===2.cerita kerajaan nusantara; nara sumbernya? ada deh,... ini
                    rahasia, kalau perlu saya pertemukan anda dengan para pemegang cerita
                    ini,...(saya juga harus menelusuri komunikasi,krn udah ampir 2 th ga
                    silaturahmi dgn mereka,mudah2an rumahnya masih dsana,dont worry)
                    mereka mempunyai referensi yg lengkap, nama,lokasi,filosofi ,esensi
                    cerita, dsb,.... cerita kho ping ho atau middle east? hehhehe ,..
                    lewat deh, yg ini lebih seru.

                    ===3.kantor saya sedang kerjasama dengan salah satu konsultan
                    psikologi ,sedang membuat modul 'pelatihan terhadap pengajar (guru)
                    dalam memberikan materi ilmu dan budi pekerti terhadap anak' salah
                    satu toolsnya adalah komik. /cerita bergambar,...
                    alhamdulillah, kita mendapat tawaran dari kepala wilayah
                    prop.jawabarat ;asosiasi sekolah TK Alquran, untuk menerapkan metoda
                    ini ke seluruh TK/TKA se jawabarat, tentunya ini kerja team,...
                    sementara ini saya akan kontak ke temen saya ,mas andy yudha (direktur
                    DAR! mizan,... belon ktemu seh,sibuk bgt dia,..
                    kalo boleh saya mau coba bicarain krjasama dgn studio anda juga.
                    siapa tau bisa saling sinergy.

                    ok deh, sgitu dulu, thanks, salam ke aquanus, kapan gituh ada waktu
                    ngajarin saya berenang,...

                    =roche=


                    --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, akhmad makhfat <makhfat@...>
                    wrote:
                    >

                    > Syukur-syukur ada teman di mailinglist bersedia
                    > berkontribusi cerita yang lebih baik untuk dikomikkan.
                    >
                    >
                    > Untuk jenis genre komik, di masa yang akan datang
                    > Metha Studio memang merencanakan untuk menerbitkan
                    > tidak hanya komik superhero karya Pak Wid NS saja.
                    > Kami sudah merencanakan membuat tokoh superhero
                    > sendiri, komik anak-anak, dan antologi komik. Beberapa
                    > bahkan sudah dalam proses pembuatan.
                    >
                    >
                    > Untuk Pak Agus yang bersedia untuk ikut membantu
                    > distribusi, kami mengucapkan banyak terima kasih.
                    > Dalam waktu dekat kami akan menindaklanjuti dengan
                    > kontak secara personal. Mohon kami dikirimi nomor yang
                    > bisa dihubungi atau Bapak kontak ke 0818269291.
                    >
                    > Pada kesempatan ini, meski dalam kapasitas kecil,

                    > A. Makhfat
                    > Mari kita muliakan komik karya anak bangsa
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > Send instant messages to your online friends
                    http://uk.messenger.yahoo.com
                    >
                  • sis oyo
                    Salam Permisi Moderator dan teman-teman Jual komik: 1. Gart: Topeng Atacama 2. Gart: Makhluk Jurang Dasar Laut 3. Gart: Berebut Tambang Perak 4. Gart: Aksi
                    Message 9 of 19 , Apr 8, 2008
                    • 0 Attachment
                      Salam
                      Permisi Moderator dan teman-teman
                      Jual komik:

                      1. Gart: Topeng Atacama
                      2. Gart: Makhluk Jurang Dasar Laut
                      3. Gart: Berebut Tambang Perak
                      4. Gart: Aksi Wanita Galba

                      5. Pak Janggut: Monster Danau Kabut, Tabib Palsu,
                      Menangkap Si Jahil

                      6. Kopi Komik Teguh: Naga Sasra Sabuk Inten episode
                      Mahesa Jenar Sang Pembela. Dikopi dari naskah asli,
                      ukuran asli A 4 (dimuat di koran diperkecil
                      sepertiganya). 560 halaman, jernih dan tajam.

                      7. Komik-komik eropa lama: Storm, Trigan, Tanguy
                      Laverdure, Janggut Merah, Kulit Merah, Nina, Album
                      Cerita Ternama, Le Franc, Iznogoud, Asterix, Komando,
                      Yalek, Rubi Rubah Kecil,Deni Manusia Ikan, dll,

                      Silahkan pesan judulnya via email ke
                      Arieswendha@... atau sms ke 08121717722

                      Tks
                      Salam
                      Aries


                      ____________________________________________________________________________________
                      You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost.
                      http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
                    • henry ismono
                      ... Menurut saya, komik Naga Sasra Teguh merupakan salah satu goresan terbaik Teguh. Teguh juga tampak sangat menyelami cerita karya SH Mintardja itu.
                      Message 10 of 19 , Apr 11, 2008
                      • 0 Attachment
                        --- sis oyo <arieswendha@...> wrote:


                        > 6. Kopi Komik Teguh: Naga Sasra Sabuk Inten episode
                        > Mahesa Jenar Sang Pembela. Dikopi dari naskah asli,
                        > ukuran asli A 4 (dimuat di koran diperkecil
                        > sepertiganya). 560 halaman, jernih dan tajam.

                        Menurut saya, komik Naga Sasra Teguh merupakan salah
                        satu goresan terbaik Teguh. Teguh juga tampak "sangat
                        menyelami" cerita karya SH Mintardja itu. Imajinasi
                        saya tentang Mahesa Jenar yang digambarkan Pak
                        Mintardja, dapat dengan cermat digambarkan Teguh.

                        Komik Mahesa Jenar ini, kalau enggak salah, pernah
                        dimuat di harian Suara Merdeka, Semarang, dalam kurun
                        waktu lebih dari setahun. Beruntunglah mereka yang
                        sempat mengklipingnya dan menyimpannya sampai
                        sekarang. Apalagi Mas Aris yang punya naskah aslinya.

                        Salam
                        Henry


                        __________________________________________________
                        Do You Yahoo!?
                        Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                        http://mail.yahoo.com
                      • bernyjulianto
                        Pak Habib Bari, Terima kasih atas dukungan dan kritiknya. Semoga kami menjadi lebih baik dengan semua dukunagna teman-teman pecita komik indonesia di sini ...
                        Message 11 of 19 , Apr 13, 2008
                        • 0 Attachment
                          Pak Habib Bari,

                          Terima kasih atas dukungan dan kritiknya. Semoga kami menjadi lebih
                          baik dengan semua dukunagna teman-teman pecita komik indonesia di sini
                          :)

                          Berny


                          --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, Habib Bari <bar_komik@...>
                          wrote:
                          >
                          > Salam komik
                          > Aku sudah beli dan cermati selama beberapa saat komik
                          > Aquanus Benua Ke Tujuh yang diterbitkan kerjasama
                          > antara Metha Studio dengan NeoParadigm. Sebagai
                          > pembaca dan pecinta komik (khususnya komik bikinan
                          > lokal) aku merasa perlu untuk berikan apresiasi yang
                          > setinggi-tingginya atas penerbitan komik tersebut
                          > meskipun secara objektif aku juga perlu berikan kritik
                          > dan masukan bagi penerbitnya. Tujuannya semata-mata
                          > hanya agar menjadi koreksi ke depan sehingga pada
                          > penerbitan berikut akan lebih baik.
                          > Berikut adalah masukan aku:
                          > (1) Secara umum aku perlu katakan bahwa komik ini
                          > adalah satu karya yang layak untuk dicatat dalam
                          > sejarah perkomikan Indonesia terkini. Bahkan kalau
                          > boleh aku katakan karya ini mungkin menjadi milestone
                          > komik Indonesia modern. Aku berani katakan demikian
                          > karena beberapa pertimbangan. Dilhat dari sosok
                          > tampilannya menarik bahkan cukup berkesan mewah dengan
                          > cover yang di emboss pada tulisan Aquanus (menurut aku
                          > harga 37.500 plus 5.000 ongkir dengan untuk komik
                          > kualitas sebagus ini adalah murah? Moga-moga bisa
                          > tetap murah seperti itu terus untuk penerbitan
                          > selanjutnya). Kualitas cetakan termasuk pemilihan
                          > jenis kertas cukup baik yang memungkinkan komik ini
                          > disimpan/dikoleksi dalam jangka panjang. Dilihat dari
                          > sisi gambar dan pewarnaan sangat bagus setara dengan
                          > komik-komik Amerika mungkin. Cerita mengalir baik
                          > meskipun cenderung linier. Dan yang paling aku salut
                          > adalah konsistensi Metha Studio yang berusaha
                          > menerbitkan komik dengan jumlah halaman yang cukup
                          > (100an halaman) dan dengan format ukuran yang sama
                          > sehingga sangat indah untuk disimpan dalam rak koleksi
                          > buku aku (barangkali penerbit terinspirasi dari
                          > Intisari ya yang dari dulu terbit dengan ketebalan dan
                          > ukuran yang nyaris tak berubah). Aku sungguh bersyukur
                          > karena Metha Studio tidak tergoda untuk menerbitkanya
                          > dalam 3 jilid tipis-tipis meskipun itu dimungkinkan
                          > karena komik ini terdiri dari tiga bagian. Aku juga
                          > banyak membeli karya lain dari penerbit lain yang
                          > sebenarnya sama baiknya, sayangnya ketika dipajang di
                          > rak tidak nampak saking tipisnya dan malah sering
                          > hilang saking kecilnya. Semoga pada penerbitan
                          > berikutnya standar tinggi yang sudah dicapai ini dapat
                          > dipertahankan karena aku yakin Metha Studio tidak akan
                          > berhenti sampai di sini saja. Aku akan menunggu dengan
                          > penuh harap terbitan-terbitan berikutnya, pasti Aku
                          > akan beli.
                          > (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan
                          > tidak konsistennya/stabilnya penggambaran
                          > pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga
                          > terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena
                          > kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja
                          > berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya
                          > sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap
                          > saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing
                          > artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di
                          > halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti
                          > Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang
                          > (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke
                          > depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan
                          > berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan
                          > pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi
                          > borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih
                          > baik.
                          > (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski
                          > sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar
                          > lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi
                          > beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.
                          > Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan
                          > Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena
                          > merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu
                          > untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala
                          > sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint
                          > melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.
                          > Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata
                          > misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh
                          > yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek
                          > untuk selalu berperang dan sebagainya.
                          > (4) Pembuatan panel cukup modern bahkan sangat menarik
                          > dengan banyaknya double page. Sayang penyekat/partisi
                          > tiap-tiap bagian bagi aku kurang megah. Seandainya
                          > dirancang satu halaman utuh tanpa diganggu panel-panel
                          > kecil rasanya akan lebih kelihatan megah.
                          > (5) Nampaknya kreator kurang percaya pada kekuatan
                          > gambar untuk bercerita sehingga perlu untuk memberi
                          > banyak teks pada setiap halamannya sehingga cenderung
                          > menjadi nyinyir/cerewet. Dalam perkomikan modern
                          > sebenarnya ini sudah mulai banyak ditinggalkan. Komik
                          > modern lebih membiarkan pembaca membaca cerita lewat
                          > gambar tidak lagi lewat teks.
                          > (6) Menarik melihat pin-ups dibagian belakang komik
                          > ini. Kalau boleh berandai-andai kalau itu menjadi
                          > bonus poster, aku (tentunya pembaca lain juga) akan
                          > dengan sukacita membingkainya untuk digantung
                          > didinding ruang baca. Atau menarik juga jika diberi
                          > bonus gambar tempel logo “A” dari Aquanus, pasti
                          > aku pasang di mobil dengan bangga. Daripada ditempel
                          > anak-anak aku dengan logo Superman yang nota bene
                          > produk impor lebih baik kan produk lokal.
                          > (7) Catatan yang mungkin tidak terlalu penting bagi
                          > orang lain kecuali aku yang sudah tua ini adalah
                          > pemberian nama tokoh. Minta ampun, otak tua aku ini
                          > susah mengingat-ingat nama-nama tersebut sehingga
                          > mengganggu kenikmatan membacanya karena setiap kali
                          > harus membuka kembali halaman-halaman sebelumnya untuk
                          > bisa faham.
                          > (8) Catatan terakhir khusus untuk Metha Studio
                          > (mungkin ini lebih tepat pertanyaan), apakah hanya
                          > akan menerbitkan komik-komik superhero lama yang di
                          > daur ulang seperti sekarang ini saja? Apakah hanya
                          > superhero karya pak Wid NS saja? Apakah tidak ingin
                          > menciptakan karakter tokoh sendiri? Lebih jauh lagi
                          > apakah tidak tertarik menerbitkan komik dengan genre
                          > selain superhero seperti silat, roman, cerita
                          > anak-anak, wayang, dsb? Ingat bahwa jika orientasi
                          > Metha Studio adalah bisnis, penggemar komik yang
                          > diterbitkan selama ini sangat terbatas di kalangan
                          > usia tua saja. Kebanyakan pembeli aku kira adalah
                          > mereka yang ingin bernostalgia saja. Apakah sudah
                          > terpikirkan untuk membidik pasar pembaca yang lebih
                          > muda? Mohon direnungkan/dipertimbangkan!
                          >
                          > Demikian sedikit kritikan dan masukan sebagai
                          > sumbangsih kecil yang bisa aku berikan demi kemajuan
                          > dan bangkitnya kembali komik Indonesia. Dengan
                          > kemampuan aku yang terbatas (aku tak mampu menerbitkan
                          > sendiri) yang bisa aku lakukan adalah membeli karya
                          > lokal asli Indonesia dan mencoba mengapresiasinya
                          > dengan seobjektif mungkin. Tanpa rasa sirik, dengki
                          > serta iri semuanya hanya demi kebaikan semuanya.
                          >
                          > Salam komik
                          > Bari
                          >
                          >
                          >
                          > ________________________________________________________
                          > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda!
                          Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
                          >
                        • bernyjulianto
                          Mas R Rave... trims atas dukungannya. 1.Charging untuk genator kota. Secara berkala mereka mengambil energi matahari di permukaan. Runlui Daun secara genetik
                          Message 12 of 19 , Apr 13, 2008
                          • 0 Attachment
                            Mas R Rave...
                            trims atas dukungannya.
                            1.Charging untuk genator kota. Secara berkala mereka mengambil energi
                            matahari di permukaan. Runlui Daun secara genetik mempunayi kemampuan
                            itu. Kakaknya sebelum itu mengisi possisi itu--diceritakan dalam buku.
                            2. Seperti verdi aslinya dari pak Wid NS. Aquanus bisa bernapas di
                            air dan darat.
                            3. Humuna shim di dalam kubah. Bimbish-shim dalam ceruk di dasar air.
                            Bangsa arhumun di humuna-shim tidak tahan air laut bumi maka mereka
                            membuat kubah. sedangkan bangsa rakyana di bimbish-shim lebih tahan
                            air laut bumi sehingga mereka bisa lebih bebas kontak dengan air laut
                            bumi di kota mereka.
                            4. Pulau selikur adalah prtal ke humuna shim. Mereka belum menerapkan
                            sistem yang lebih ketat karena percaya tidak ada kebocoran info.
                            Tetapi pulau selikur dan humuna shim bisa menolak keberadaan bangsa
                            rakyana selama sumber energi masih tersedia.

                            trima kasih

                            Berny

                            --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, "r_rave" <r_rave@...> wrote:
                            >
                            > Salam semuanya, terutama Kreator dan publiser Aquanus, salut!.
                            > saya sudah baca komik ini dan sangat terkesan, dan menurut saya,
                            > mungkin format seperti ini yang cocok untuk pembaca Indonesia,
                            > Kembali ke Lap.. eh Aquanus. disini saya ada pertanyaan sedikit
                            > mengenai komik ini. ( mungkin saya tidak teliti membacanya)
                            >
                            > 1. Di halaman awal, Aquanus sedang "Charging" itu untuk baju mereka
                            > atau bateray generator ? kalau memang untuk Bateray
                            > sarana "charging" nya itu apakah ada di badan mereka ?
                            > 2. Apakah Aquanus itu bisa bernafas dalam air atau harus pakai
                            alat,
                            > atau malah pakai alat kalau dia muncul ke permukaan ?
                            > 3.Dalam Iner space apakah Hamuna Shin dan Bimbis - Shim, sama-sama
                            > memakai kubah penahan air? kalau iya. tenaga yang di pakai Bimbis-
                            > Shim apa ? karena belum di jelaskan walaupun di karakter disain
                            > bagian belakang.
                            > 4. Pulau Selikur itu merupakan Gerbang atau Portal ?
                            > Teknologi apa yang dipakai ? karena kalau teknology yang memakali
                            > pengenalan suara biasanya hanya suara orang-orang tertentu yang
                            > sudah di program yang bisa membuka pintu/portal dalam cerita ini,
                            > mirip cerita alibaba. "open sesame" "Bunaka yae" " bukakno wae ?"
                            >
                            > atau mungkin akan di jelaskan di cerita selanjutnya ?
                            >
                            > Terima kasih
                            >
                            > r_rave
                            >
                          • bernyjulianto
                            Mas roche... Trima kasih dukungannya. Untuk pemasaran lebih baik kontak langsung dengan pihak metha. ...
                            Message 13 of 19 , Apr 13, 2008
                            • 0 Attachment
                              Mas roche...

                              Trima kasih dukungannya.
                              Untuk pemasaran lebih baik kontak langsung dengan pihak metha.

                              --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, "agusroche"
                              <nucintacomic@...> wrote:
                              >
                              > ikut ngomentarin ah, ga mau kalah ama mas aries,....
                              >
                              > ===aquanus?
                              > pemilihan figur yg bagus,....
                              > ===cerita?
                              > biasa, tapi justru utk langkah awal, itu strategi yg tepat.
                              > ===gambar?
                              > ponakan saya pada suka dgn tampilan gbr nya,... cukup tercapai.
                              > ===harga?
                              > cukup. kalo ternyata komik ini merugi dari segi bisnis, jgn dilihat
                              > sebagai suatu yg gagal.... anda itu pejuang di tengah pertempuran
                              > industri komik,... saingan anda para raksasa,... sebagai pejuang di
                              > front depan, kita akan selalu mendukung perjuangan itu.
                              > ===teknis
                              > banyak kekurangan, its ok, itu akan segera teratasi jika kedepannya
                              > kontinuitas karya sudah berjalan,....
                              > ===promosi
                              > nah ini,..... harus anda tembus tv swasta nasional tuuuh
                              >
                              > buat kreator aquanus,....
                              > mau saya bantu gak penjualannya?
                              > aku khan keliling buat nyebarin komik komedo,... mau aku sekalian
                              > promosiin ga? ga usah bayar koq, ikut dukung aja.
                              >
                              > =roche=
                              >
                              >
                              >
                              > --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, sis oyo <arieswendha@>
                              wrote:
                              > >
                              > > Ikut juga komentar buat Aquanus...
                              > > Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman
                              > > lain,
                              > > berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa
                              > > dibenahi untuk edisi-edisi Metha studio atau pun Neo
                              > > Paradigm selanjutnya:
                              > >
                              > > 1. Keseragaman goresan.
                              > > Bahkan komik dc marvel yang dikerjakan secara
                              > > kompilasi oleh beberapa ilustrator (penciler) juga
                              > > akan sulit ditemukan keseragaman goresannya, baik
                              > > ilustrator pemula maupun prof, karena masing-masing
                              > > punya karakter goresan yang berbeda.
                              > > Tapi beberapa hal kecil dalam komik Aquanus, yang jika
                              > > kita teliti, sebenarnya sangat bisa dibenahi, karena
                              > > tidak terkait gaya goresan. Misalnya antara lain,
                              > > bentuk penutup telinga di kepala aquanus.Kadang
                              > > berbentuk lingkaran, kadang seperti bentuk kotak
                              > > (seperti dibeberapa panel halaman depan).Ada beberapa
                              > > yang di gambar Mas Nico penutup telinga itu polos,
                              > > tapi di gambar Pak Dwi Dab Mas Arief ada garis
                              > > menyilangnya.
                              > > Alis khas Aquanus sangat beberbeda dengan alis
                              > > karakter Wid NS yang lain. Menurut saya, ini adalah
                              > > salah satu ciri khas yang dibuat Pak Wid (mungkin
                              > > seperti bentuk huruf S pada rambut di dahi
                              > > Superman).Siapa yang memperhatikan ini?
                              > > Mungkin cuma di goresan Pak Dwi yang mendekati..
                              > > Saya setuju jika pembagian tugasnya seperti usul teman
                              > > yang lain, yaitu penciler, inker, colorist dll.
                              > >
                              > > 2. Font dan SFX
                              > > Dengan sharing pada teman-teman lain, mungkin bisa
                              > > dicari cara pembuatan balon suara agar lebih rapi,
                              > > terutama seperti pada balon suara orang-2 bawah air.
                              > > Kesannya kok uyel-uyelan dan tidak direncanakan dengan
                              > > baik pembuatan balon dan font yang khas untuk mereka.
                              > > Sound Efek mungkin lebih baik jika menggunakan font
                              > > yang dikhususkan, walaupun font dari download...
                              > > Misal, untuk ledakan pake font Badaboom, kaca pecah
                              > > pakai font ini, tembakan font itu...Di Aquanus
                              > > kelihatannya kebanyakan jenis font yang dipakai untuk
                              > > SFX, sehingga tidak terlihat khas... Setahu saya, DC
                              > > Marvel mendesain khusus font-2 untuk ini, dengan
                              > > penggunaan masing yang disesuaikan dengan
                              > > kebutuhannya.
                              > > Juga, bagaimana jika suara-suara efeknya lebih
                              > > membumi, misal kayak komik-komik Teguh dulu..?Ka-boom,
                              > > Krash,Thoom,Whoop-whoop,Splash..rasanya kok kurang
                              > > membumi, walaupun sebagian kita akrab dan familiar
                              > > karena biasa menikmatinya di komik-komik amrik. Jika
                              > > alasannya mengacu pada pasar penikmat komik DC Marvel,
                              > > mungkin masih bisa diterima, tapi mungkin belum yang
                              > > terbaik. Apalagi jika hanya karena kreatornya terbiasa
                              > > atau (maaf) sekedar ikut-ikutan, sayang sekali. Karena
                              > > DC Marvel membuat ejaan SFX pasti juga berdasarkan
                              > > ejaan umumnya di lingkungan mereka, dalam hal ini
                              > > amrik. Seperti kita biasa dengan ejaan untuk bunyi
                              > > byur, bum, jlegur, dar, dies. Soalnya kalau sekedar
                              > > ikutan, komik amrik dan eropa juga punya khas
                              > > masing-masing. Suara tembakan, misalnya, amrik
                              > > biasanya bam!atau bang! Eropa mungkin pakai Pang! Atau
                              > > suara ayam. Kita yang biasa dengar dan eja
                              > > Kukuruyuuuuk...masak juga mau dieja Pokadoodadoo..?
                              > > Atau Cikirikeee.?
                              > > Tapi juga mungkin ini masalah selera saja..
                              > >
                              > > 3.Cover
                              > > Ide cover yang minimalis dan nyambung dari belakang ke
                              > > depan (apa istilahnya? Wrap ya?)
                              > > menurut saya bagus.Cuma, bagus kah jika itu dipakai
                              > > untuk komik dengan karakter yang belum semua orang
                              > > familiar, ditengah lesunya pemasaran komik lokal? Bagi
                              > > sebagian kita pecinta komik lama, nama aquanus mungkin
                              > > sudah akrab dan kita tahu siapa dia.Tapi bagi generasi
                              > > setelah kita? Bagi penikmat komik secara umum saat
                              > > ini?Saya yakin belum.Dengan cover yang begitu
                              > > sederhana, tidak menggambarkan apa dan siapa Aquanus,
                              > > cukup menarikkah cover Aquanus sebagai magnet pertama
                              > > bagi penggila komik? Pasar yang mau diraih bukan hanya
                              > > kita-kita (orang lama) saja bukan…? Apalagi, andai
                              > > buku aquanus dipajang campur dengan komik-komik
                              > > lain.Mungkin membuat bertanya-tanya, syukur
                              > > penasaran.Tapi untuk membuat tertarik, rasanya belum
                              > > (Semoga saya salah..)…Apalagi dikemas dalam sampul
                              > > plastik rapat (Jika kita sempat mengamati dan
                              > > memperhatikan, maniak komik sebagian besar pasti punya
                              > > kebiasaan berusaha mengintip isi dalam komik yang
                              > > mereka merasa tertarik, bahkan untuk komik top seakali
                              > > pun…Untuk meyakinkan, dan membuat sebel penjaga took
                              > > J).Kenapa tidak cover itu dibuat dengan gambar yang
                              > > "lebih bicara"..? (beberapa pin up halaman dalam di
                              > > Aquanus rasanya cukup bagus dan "bicara") Dengan
                              > > beberapa preview panel halaman dalam di backcover,
                              > > ditambah sedikit ulasan atau synopsis di sana. Jadi
                              > > kita (tepatnya mereka-generasi baru pembaca komik yang
                              > > pengin kita rangkul) punya gambaran produk apa yang
                              > > hendak kita beli. Dengan banyaknya pilihan, mereka
                              > > tentu cenderung memilih produk yang mereka yakin
                              > > memenuhi selera mereka.
                              > > Jika karakter kita sudah sengetop Superman misalnya,
                              > > tentu lain halnya ketika mereka hanya memajang logo
                              > > "S" berdarah dicover buku mereka. Memasang hanya logo
                              > > "G" atau logo "aquanus" mungkin bagus, tapi rasanya
                              > > "belum tepat guna" untuk saat ini…
                              > >
                              > > 4.Kualitas Cetak dan harga
                              > > Untuk kualitas cetak dan harga segitu, Aquanus sangat
                              > > "menggiurkan". Pilihan warna Mas Berny yang elegan dan
                              > > nyaman di mata, dicetak dengan kertas dan kualitas
                              > > yang ok pula. Dengan kualitas seperti ini (apa lagi
                              > > nanti ditambah dengan peningkatan kualitas penggarapan
                              > > materi), bahkan saya akan maklum jika nanti Aquanus
                              > > naik harga. Karena realistis saja, dengan cetak dan
                              > > harga jual seperti itu, sedikit sekali (atau tidak
                              > > ada?) untung yang didapet Metha dan Neo...
                              > >
                              > > Lepas dari semua komentar saya di atas, saya sangat
                              > > salut dengan Pak Akhmat dan Metha yang sudah berjuang
                              > > dan "berani berkorban". Salut juga buat Neo Paradigm
                              > > atas produknya, mengingat ini merupakan karya yang
                              > > bisa dibilang perdana bagi artis-artisnya, dengan
                              > > ketrampilan yang rata-rata otodidak, dikerjakan
                              > > disela-sela waktu kerja utama dan waktu untuk
                              > > keluarga.Tak banyak omong dan komentar, tahu-tahu jadi
                              > > buku…Semoga menular ke yang lain.
                              > >
                              > > Tentu tak adil jika membandingkan hasil kerja mereka
                              > > dengan produk yang dihasilkan oleh mereka yang lain
                              > > yang lebih professional, yang jam terbangnya lebih
                              > > lama, atau yang benar-benar total di bidang ini.Tapi
                              > > dengan keterbukaan atas masukan, kritik, komentar -
                              > > yang pedas maupun yang manis - pasti kelak
                              > > ketertinggalan akan terkejar. Semoga..
                              > >
                              > > Mohon maaf untuk semua kata yang kurang berkenan
                              > >
                              > > Semoga kemampuan, kemauan dan umur Pak Akhmat, Metha,
                              > > Neo Paradigm serta kita semua bertahan cukup lama
                              > > untuk membangun pondasi kebangkitan ini…
                              > >
                              > > Salam
                              > > Aries
                              > > (yang hanya bisa beli dan komentar)
                              > >
                              > >
                              > >
                              > >
                              > >
                              > >
                              >
                              ______________________________________________________________________
                              ______________
                              > > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of
                              > Blockbuster Total Access, No Cost.
                              > > http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
                              > >
                              >
                            • bernyjulianto
                              Pak Danny Njoman, Terima kasih atas dukungan dan kritikannya. Saya sendiri menyadari masih banyak lobang-lobang dalam cerita yang saya susun. Semoga di
                              Message 14 of 19 , Apr 13, 2008
                              • 0 Attachment
                                Pak Danny Njoman,
                                Terima kasih atas dukungan dan kritikannya.
                                Saya sendiri menyadari masih banyak lobang-lobang dalam cerita yang
                                saya susun. Semoga di kemudian hari bisa menjadi lebih baik tetapi
                                saya tidak pernah berharap sempurna. Karya sempurna adalah karya yang
                                tidak pernah dibuat, yang ada adalah yang lebih baik. Semoga.

                                Terima kasih banyak!

                                Berny

                                --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, Danny Njoman <dnjoman@...>
                                wrote:
                                >
                                > Re: [komik_indonesia] Komentar untuk Aquanus Benua Ketujuh
                                > Ingin ikutan komentar. Sebenarnya sudah lama ingin tulis cuma belum
                                sempat2.
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > Menurut saya untuk gambar, untuk beberapa hal yang dikerjakan oleh
                                artis yang sama juga tampak perbedaan kualitas. Mungkin ada unsur
                                kejar tayang. Contoh, pada hal2 awal beberapa gambar Paqua yang
                                harusnya ramping menjadi terlihat gendut pada pengambilan jauh.
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > Dan yang terutama mengganggu sekali adalah cerita. Pada waktu
                                membaca rasanya datar2 saja dan terasa ada yang kurang sreg di hati.
                                Setelah dipikir2 lagi akhirnya ketemu juga penyebabnya. Ide ceritanya
                                mungkin sudah bagus mengenai benua ketujuh. Sudah cukup menarik.
                                Tetapi pada waktu penjabaran cerita terasa kedodoran. Cerita tidak
                                dibangun atas dasar yang solid. Cerita dibangun atas serangkaian
                                kebetulan yang kalau dikombinasikan menjadi peluang terjadi yang
                                sangat kecil sekali. Contohnya:
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > 1. Kebetulan pesawat yang ditumpangi Perompak Merah preman jatuh
                                dekat lokasi Aquanus dkk
                                >
                                > 2. Kebetulan pada saat itu Aguanus dkk sedang dekat lokasi
                                >
                                > 3. Kebetulan ternyata Perompak Merah dkk tidak mati ketika pesawat
                                jatuh
                                >
                                > 4. Kebetulan anak kecilnya sadar dan mengikuti Aguanus dkk ketika
                                akan memasuki benua ketujuh
                                >
                                > 5. Kebetulan pula ternyata penumpangnya Perompak Merah preman
                                >
                                > 6. Kebetulan juga setelah menolong para penumpang, Aguanus dkk
                                pulang ke benua ketujuh tidak pergi ke tempat lain
                                >
                                > 7. Secara logika seharusnya Aquanus tidak menaruh para penumpang
                                yang selamat dekat dengan lokasi kediaman mereka sehingga dapat
                                dikuntit anak kecil tersebut
                                >
                                > 8. Mungkin masih banyak kebetulan yang lain
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > Kalau satu saja dari kebetulan2 tersebut tidak terjadi maka cerita
                                akan buyar. Hal2 ini yang menyebabkan cerita agak terasa seperti
                                sinetron Indonesia yang banyak kebetulannya. Lihat saja sinetron
                                Indonesia yang lingkungannya berkutat disitu2 saja seolah2 dunia cuma
                                selebar daun kelor. Terasa cerita seperti tidak realistis dan kurang
                                masuk akal. Dan jika memang sesuatu kebetulan tanpa rencana rasa2nya
                                agak mustahil. Yang lebih memungkinkan memang kecelakaan tersebut
                                sudah direncanakan. Bahwa Perompak Merah sudah melakukan penelitian
                                terlebih dahulu mengenai kebiasaan Aguanus dkk untuk melakukan
                                recharge. Kemudian Perompak Merah merencanakan untuk mensabotase
                                pesawatnya sendiri. Kemudian mereka sudah mempersiapkan segalanya dan
                                hanya pura2 pingsan. Anak kecil tersebut dilindungi oleh Ibunya yang
                                ternyata seorang jagoan. Dan seharusnya yang menguntit Aquanus bukan
                                anak kecil tersebut melainkan Perompak Merah sendiri. Karena peluang
                                sadar tentunya ada pada Perompak Merah. Dan
                                > Seterusnya.
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > Maaf jika ada kata2 saya yang menyinggung. Karena saya hanya bisa
                                mengritik dan belum mampu memberikan sumbangan apapun untuk
                                perkomikan Indonesia. Satu hal saya setuju dengan mas Henry Ismono
                                bahwa ceritanya tidak mbulet seperti kebanyakan komik2 yang ingin
                                berfilosofi. Baik dari segi ilustrasi maupun cerita sudah ada
                                kemajuan dibandingkan Godam Reborn.
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > Salam,
                                >
                                > Danny Njoman
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > Thursday, April 3, 2008, 2:34:33 PM, Habib Bari wrote:
                                >
                                >
                                >
                                >
                                > (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan
                                >
                                > tidak konsistennya/stabilnya penggambaran
                                >
                                > pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga
                                >
                                > terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena
                                >
                                > kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja
                                >
                                > berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya
                                >
                                > sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap
                                >
                                > saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing
                                >
                                > artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di
                                >
                                > halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti
                                >
                                > Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang
                                >
                                > (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke
                                >
                                > depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan
                                >
                                > berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan
                                >
                                > pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi
                                >
                                > borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih
                                >
                                > baik.
                                >
                                > (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski
                                >
                                > sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar
                                >
                                > lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi
                                >
                                > beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.
                                >
                                > Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan
                                >
                                > Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena
                                >
                                > merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu
                                >
                                > untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala
                                >
                                > sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint
                                >
                                > melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.
                                >
                                > Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata
                                >
                                > misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh
                                >
                                > yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek
                                >
                                > untuk selalu berperang dan sebagainya.
                                >
                                >
                                > _,_._,___
                                >
                                >
                                >
                                > ---------------------------------
                                > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of
                                Blockbuster Total Access, No Cost.
                                >
                                > [Non-text portions of this message have been removed]
                                >
                              • bernyjulianto
                                Mas Sis, Terima kasih banyak! Anda sangat jeli! 1. Keseragaman kadang agak kami longgarkan. Kami berusaha berimbang antara kreativitas dan frame yang
                                Message 15 of 19 , Apr 13, 2008
                                • 0 Attachment
                                  Mas Sis,
                                  Terima kasih banyak! Anda sangat jeli!
                                  1. Keseragaman kadang agak kami longgarkan. Kami berusaha berimbang
                                  antara kreativitas dan frame yang membatasinya. Seniman punya gairah
                                  kreativitas meskipun harus dibatasi supaya tetap di dalam koridor
                                  ditentukan.
                                  2.Benar mas. Soal selera :)
                                  4.Babat alas, mas. Puasa dulu. Harga yang segini saja sudah banyak
                                  yang pada ngeper. La wong beli komik terjemahan saja jauh lebih
                                  rendah.


                                  Ma kasih banyak...

                                  Berny



                                  --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, sis oyo <arieswendha@...>
                                  wrote:
                                  >
                                  > Ikut juga komentar buat Aquanus...
                                  > Menambahi masukan yang telah diberikan teman-teman
                                  > lain,
                                  > berikut beberapa hal yang menurut saya sangat bisa
                                  > dibenahi untuk edisi-edisi Metha studio atau pun Neo
                                  > Paradigm selanjutnya:
                                  >
                                  > 1. Keseragaman goresan.
                                  > Bahkan komik dc marvel yang dikerjakan secara
                                  > kompilasi oleh beberapa ilustrator (penciler) juga
                                  > akan sulit ditemukan keseragaman goresannya, baik
                                  > ilustrator pemula maupun prof, karena masing-masing
                                  > punya karakter goresan yang berbeda.
                                  > Tapi beberapa hal kecil dalam komik Aquanus, yang jika
                                  > kita teliti, sebenarnya sangat bisa dibenahi, karena
                                  > tidak terkait gaya goresan. Misalnya antara lain,
                                  > bentuk penutup telinga di kepala aquanus.Kadang
                                  > berbentuk lingkaran, kadang seperti bentuk kotak
                                  > (seperti dibeberapa panel halaman depan).Ada beberapa
                                  > yang di gambar Mas Nico penutup telinga itu polos,
                                  > tapi di gambar Pak Dwi Dab Mas Arief ada garis
                                  > menyilangnya.
                                  > Alis khas Aquanus sangat beberbeda dengan alis
                                  > karakter Wid NS yang lain. Menurut saya, ini adalah
                                  > salah satu ciri khas yang dibuat Pak Wid (mungkin
                                  > seperti bentuk huruf S pada rambut di dahi
                                  > Superman).Siapa yang memperhatikan ini?
                                  > Mungkin cuma di goresan Pak Dwi yang mendekati..
                                  > Saya setuju jika pembagian tugasnya seperti usul teman
                                  > yang lain, yaitu penciler, inker, colorist dll.
                                  >
                                  > 2. Font dan SFX
                                  > Dengan sharing pada teman-teman lain, mungkin bisa
                                  > dicari cara pembuatan balon suara agar lebih rapi,
                                  > terutama seperti pada balon suara orang-2 bawah air.
                                  > Kesannya kok uyel-uyelan dan tidak direncanakan dengan
                                  > baik pembuatan balon dan font yang khas untuk mereka.
                                  > Sound Efek mungkin lebih baik jika menggunakan font
                                  > yang dikhususkan, walaupun font dari download...
                                  > Misal, untuk ledakan pake font Badaboom, kaca pecah
                                  > pakai font ini, tembakan font itu...Di Aquanus
                                  > kelihatannya kebanyakan jenis font yang dipakai untuk
                                  > SFX, sehingga tidak terlihat khas... Setahu saya, DC
                                  > Marvel mendesain khusus font-2 untuk ini, dengan
                                  > penggunaan masing yang disesuaikan dengan
                                  > kebutuhannya.
                                  > Juga, bagaimana jika suara-suara efeknya lebih
                                  > membumi, misal kayak komik-komik Teguh dulu..?Ka-boom,
                                  > Krash,Thoom,Whoop-whoop,Splash..rasanya kok kurang
                                  > membumi, walaupun sebagian kita akrab dan familiar
                                  > karena biasa menikmatinya di komik-komik amrik. Jika
                                  > alasannya mengacu pada pasar penikmat komik DC Marvel,
                                  > mungkin masih bisa diterima, tapi mungkin belum yang
                                  > terbaik. Apalagi jika hanya karena kreatornya terbiasa
                                  > atau (maaf) sekedar ikut-ikutan, sayang sekali. Karena
                                  > DC Marvel membuat ejaan SFX pasti juga berdasarkan
                                  > ejaan umumnya di lingkungan mereka, dalam hal ini
                                  > amrik. Seperti kita biasa dengan ejaan untuk bunyi
                                  > byur, bum, jlegur, dar, dies. Soalnya kalau sekedar
                                  > ikutan, komik amrik dan eropa juga punya khas
                                  > masing-masing. Suara tembakan, misalnya, amrik
                                  > biasanya bam!atau bang! Eropa mungkin pakai Pang! Atau
                                  > suara ayam. Kita yang biasa dengar dan eja
                                  > Kukuruyuuuuk...masak juga mau dieja Pokadoodadoo..?
                                  > Atau Cikirikeee.?
                                  > Tapi juga mungkin ini masalah selera saja..
                                  >
                                  > 3.Cover
                                  > Ide cover yang minimalis dan nyambung dari belakang ke
                                  > depan (apa istilahnya? Wrap ya?)
                                  > menurut saya bagus.Cuma, bagus kah jika itu dipakai
                                  > untuk komik dengan karakter yang belum semua orang
                                  > familiar, ditengah lesunya pemasaran komik lokal? Bagi
                                  > sebagian kita pecinta komik lama, nama aquanus mungkin
                                  > sudah akrab dan kita tahu siapa dia.Tapi bagi generasi
                                  > setelah kita? Bagi penikmat komik secara umum saat
                                  > ini?Saya yakin belum.Dengan cover yang begitu
                                  > sederhana, tidak menggambarkan apa dan siapa Aquanus,
                                  > cukup menarikkah cover Aquanus sebagai magnet pertama
                                  > bagi penggila komik? Pasar yang mau diraih bukan hanya
                                  > kita-kita (orang lama) saja bukan…? Apalagi, andai
                                  > buku aquanus dipajang campur dengan komik-komik
                                  > lain.Mungkin membuat bertanya-tanya, syukur
                                  > penasaran.Tapi untuk membuat tertarik, rasanya belum
                                  > (Semoga saya salah..)…Apalagi dikemas dalam sampul
                                  > plastik rapat (Jika kita sempat mengamati dan
                                  > memperhatikan, maniak komik sebagian besar pasti punya
                                  > kebiasaan berusaha mengintip isi dalam komik yang
                                  > mereka merasa tertarik, bahkan untuk komik top seakali
                                  > pun…Untuk meyakinkan, dan membuat sebel penjaga took
                                  > J).Kenapa tidak cover itu dibuat dengan gambar yang
                                  > "lebih bicara"..? (beberapa pin up halaman dalam di
                                  > Aquanus rasanya cukup bagus dan "bicara") Dengan
                                  > beberapa preview panel halaman dalam di backcover,
                                  > ditambah sedikit ulasan atau synopsis di sana. Jadi
                                  > kita (tepatnya mereka-generasi baru pembaca komik yang
                                  > pengin kita rangkul) punya gambaran produk apa yang
                                  > hendak kita beli. Dengan banyaknya pilihan, mereka
                                  > tentu cenderung memilih produk yang mereka yakin
                                  > memenuhi selera mereka.
                                  > Jika karakter kita sudah sengetop Superman misalnya,
                                  > tentu lain halnya ketika mereka hanya memajang logo
                                  > "S" berdarah dicover buku mereka. Memasang hanya logo
                                  > "G" atau logo "aquanus" mungkin bagus, tapi rasanya
                                  > "belum tepat guna" untuk saat ini…
                                  >
                                  > 4.Kualitas Cetak dan harga
                                  > Untuk kualitas cetak dan harga segitu, Aquanus sangat
                                  > "menggiurkan". Pilihan warna Mas Berny yang elegan dan
                                  > nyaman di mata, dicetak dengan kertas dan kualitas
                                  > yang ok pula. Dengan kualitas seperti ini (apa lagi
                                  > nanti ditambah dengan peningkatan kualitas penggarapan
                                  > materi), bahkan saya akan maklum jika nanti Aquanus
                                  > naik harga. Karena realistis saja, dengan cetak dan
                                  > harga jual seperti itu, sedikit sekali (atau tidak
                                  > ada?) untung yang didapet Metha dan Neo...
                                  >
                                  > Lepas dari semua komentar saya di atas, saya sangat
                                  > salut dengan Pak Akhmat dan Metha yang sudah berjuang
                                  > dan "berani berkorban". Salut juga buat Neo Paradigm
                                  > atas produknya, mengingat ini merupakan karya yang
                                  > bisa dibilang perdana bagi artis-artisnya, dengan
                                  > ketrampilan yang rata-rata otodidak, dikerjakan
                                  > disela-sela waktu kerja utama dan waktu untuk
                                  > keluarga.Tak banyak omong dan komentar, tahu-tahu jadi
                                  > buku…Semoga menular ke yang lain.
                                  >
                                  > Tentu tak adil jika membandingkan hasil kerja mereka
                                  > dengan produk yang dihasilkan oleh mereka yang lain
                                  > yang lebih professional, yang jam terbangnya lebih
                                  > lama, atau yang benar-benar total di bidang ini.Tapi
                                  > dengan keterbukaan atas masukan, kritik, komentar -
                                  > yang pedas maupun yang manis - pasti kelak
                                  > ketertinggalan akan terkejar. Semoga..
                                  >
                                  > Mohon maaf untuk semua kata yang kurang berkenan
                                  >
                                  > Semoga kemampuan, kemauan dan umur Pak Akhmat, Metha,
                                  > Neo Paradigm serta kita semua bertahan cukup lama
                                  > untuk membangun pondasi kebangkitan ini…
                                  >
                                  > Salam
                                  > Aries
                                  > (yang hanya bisa beli dan komentar)
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  ______________________________________________________________________
                                  ______________
                                  > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of
                                  Blockbuster Total Access, No Cost.
                                  > http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com
                                  >
                                • Jeffry Jason
                                  Hue..he..he..pak Bari..komentar anda bagus juga. Udah bisa dibilang jadi kritikus komik. Saya juga punya pendapat kurang lebih sama dengan anda bahwa dari segi
                                  Message 16 of 19 , Apr 14, 2008
                                  • 0 Attachment
                                    Hue..he..he..pak Bari..komentar anda bagus juga. Udah bisa dibilang jadi
                                    kritikus komik. Saya juga punya pendapat kurang lebih sama dengan anda bahwa
                                    dari segi pewarnaan dan format gambar, komik ini sudah bagus namun dari
                                    segi cerita masih datar-datar saja, spt kebanyakan cerita superhero lainnya
                                    dan ujung2nya mudah ditebak, belum ada unsur-unsur kejutannya dan belum ada
                                    sesuatu yg baru dari ceritanya. Mungkin memang perlu di back-up dgn penulis
                                    cerita yg bagus spy komik ini bisa jadi tambah bagus.

                                    Sptnya pembuat komik ini belum berani menampilkan tokoh2 superhero yg baru
                                    dan masih mengandalkan tokoh2 superhero lawas (Godam dan Aquanus) meskipun
                                    sudah di daur ulang dan masih berharap komik ini dibeli oleh para penggemar
                                    Godam dan Aquanus padahal di sebelah ada Jagoan Comic yg dengan beraninya
                                    menampilkan banyak tokoh2 superhero baru! Hue..he..he..berani gak bikin
                                    tokoh superhero yg baru yg sama sekali terlepas dari tokoh2 jagoan yg lama?
                                    Ayo jangan kalah dengan Jagoan Comic!

                                    Dibandingkan dgn komik2 komersial Indonesia lainnya yg baru dirilis, memang
                                    komik ini tampil cukup menonjol. Format komiknya yg besar, tebal dan tata
                                    warna yg bagus memang sudah membuat komik ini "berbeda" dengan lainnya.
                                    Jangan heran kalau mas Dhiar LA dari Jagoan Comics juga ikut2an beli komik
                                    ini padahal dia juga sudah punya banyak komik2 jagoan juga..he..he..he
                                    barangkali buat perbandingan karena Jagoan Comics juga mengeluarkan komik2
                                    jagoan. Saya senang dengan semangat teman-teman membuat komik2 komersial yg
                                    bagus-bagus spt ini. Mudah2an Metha Studio dan Neoparadigm tetap konsisten
                                    atau bahkan bisa lebih bagus lagi bikin komik dimasa mendatang. Rasanya
                                    makin tambah ramai saja jagad perkomikan kita ini.

                                    Jeff.





                                    2008/4/3 Habib Bari <bar_komik@...>:

                                    > Salam komik
                                    > Aku sudah beli dan cermati selama beberapa saat komik
                                    > Aquanus Benua Ke Tujuh yang diterbitkan kerjasama
                                    > antara Metha Studio dengan NeoParadigm. Sebagai
                                    > pembaca dan pecinta komik (khususnya komik bikinan
                                    > lokal) aku merasa perlu untuk berikan apresiasi yang
                                    > setinggi-tingginya atas penerbitan komik tersebut
                                    > meskipun secara objektif aku juga perlu berikan kritik
                                    > dan masukan bagi penerbitnya. Tujuannya semata-mata
                                    > hanya agar menjadi koreksi ke depan sehingga pada
                                    > penerbitan berikut akan lebih baik.
                                    > Berikut adalah masukan aku:
                                    > (1) Secara umum aku perlu katakan bahwa komik ini
                                    > adalah satu karya yang layak untuk dicatat dalam
                                    > sejarah perkomikan Indonesia terkini. Bahkan kalau
                                    > boleh aku katakan karya ini mungkin menjadi milestone
                                    > komik Indonesia modern. Aku berani katakan demikian
                                    > karena beberapa pertimbangan. Dilhat dari sosok
                                    > tampilannya menarik bahkan cukup berkesan mewah dengan
                                    > cover yang di emboss pada tulisan Aquanus (menurut aku
                                    > harga 37.500 plus 5.000 ongkir dengan untuk komik
                                    > kualitas sebagus ini adalah murah? Moga-moga bisa
                                    > tetap murah seperti itu terus untuk penerbitan
                                    > selanjutnya). Kualitas cetakan termasuk pemilihan
                                    > jenis kertas cukup baik yang memungkinkan komik ini
                                    > disimpan/dikoleksi dalam jangka panjang. Dilihat dari
                                    > sisi gambar dan pewarnaan sangat bagus setara dengan
                                    > komik-komik Amerika mungkin. Cerita mengalir baik
                                    > meskipun cenderung linier. Dan yang paling aku salut
                                    > adalah konsistensi Metha Studio yang berusaha
                                    > menerbitkan komik dengan jumlah halaman yang cukup
                                    > (100an halaman) dan dengan format ukuran yang sama
                                    > sehingga sangat indah untuk disimpan dalam rak koleksi
                                    > buku aku (barangkali penerbit terinspirasi dari
                                    > Intisari ya yang dari dulu terbit dengan ketebalan dan
                                    > ukuran yang nyaris tak berubah). Aku sungguh bersyukur
                                    > karena Metha Studio tidak tergoda untuk menerbitkanya
                                    > dalam 3 jilid tipis-tipis meskipun itu dimungkinkan
                                    > karena komik ini terdiri dari tiga bagian. Aku juga
                                    > banyak membeli karya lain dari penerbit lain yang
                                    > sebenarnya sama baiknya, sayangnya ketika dipajang di
                                    > rak tidak nampak saking tipisnya dan malah sering
                                    > hilang saking kecilnya. Semoga pada penerbitan
                                    > berikutnya standar tinggi yang sudah dicapai ini dapat
                                    > dipertahankan karena aku yakin Metha Studio tidak akan
                                    > berhenti sampai di sini saja. Aku akan menunggu dengan
                                    > penuh harap terbitan-terbitan berikutnya, pasti Aku
                                    > akan beli.
                                    > (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan
                                    > tidak konsistennya/stabilnya penggambaran
                                    > pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga
                                    > terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena
                                    > kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja
                                    > berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya
                                    > sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap
                                    > saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing
                                    > artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di
                                    > halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti
                                    > Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang
                                    > (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke
                                    > depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan
                                    > berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan
                                    > pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi
                                    > borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih
                                    > baik.
                                    > (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski
                                    > sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar
                                    > lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi
                                    > beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.
                                    > Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan
                                    > Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena
                                    > merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu
                                    > untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala
                                    > sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint
                                    > melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.
                                    > Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata
                                    > misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh
                                    > yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek
                                    > untuk selalu berperang dan sebagainya.
                                    > (4) Pembuatan panel cukup modern bahkan sangat menarik
                                    > dengan banyaknya double page. Sayang penyekat/partisi
                                    > tiap-tiap bagian bagi aku kurang megah. Seandainya
                                    > dirancang satu halaman utuh tanpa diganggu panel-panel
                                    > kecil rasanya akan lebih kelihatan megah.
                                    > (5) Nampaknya kreator kurang percaya pada kekuatan
                                    > gambar untuk bercerita sehingga perlu untuk memberi
                                    > banyak teks pada setiap halamannya sehingga cenderung
                                    > menjadi nyinyir/cerewet. Dalam perkomikan modern
                                    > sebenarnya ini sudah mulai banyak ditinggalkan. Komik
                                    > modern lebih membiarkan pembaca membaca cerita lewat
                                    > gambar tidak lagi lewat teks.
                                    > (6) Menarik melihat pin-ups dibagian belakang komik
                                    > ini. Kalau boleh berandai-andai kalau itu menjadi
                                    > bonus poster, aku (tentunya pembaca lain juga) akan
                                    > dengan sukacita membingkainya untuk digantung
                                    > didinding ruang baca. Atau menarik juga jika diberi
                                    > bonus gambar tempel logo "A" dari Aquanus, pasti
                                    > aku pasang di mobil dengan bangga. Daripada ditempel
                                    > anak-anak aku dengan logo Superman yang nota bene
                                    > produk impor lebih baik kan produk lokal.
                                    > (7) Catatan yang mungkin tidak terlalu penting bagi
                                    > orang lain kecuali aku yang sudah tua ini adalah
                                    > pemberian nama tokoh. Minta ampun, otak tua aku ini
                                    > susah mengingat-ingat nama-nama tersebut sehingga
                                    > mengganggu kenikmatan membacanya karena setiap kali
                                    > harus membuka kembali halaman-halaman sebelumnya untuk
                                    > bisa faham.
                                    > (8) Catatan terakhir khusus untuk Metha Studio
                                    > (mungkin ini lebih tepat pertanyaan), apakah hanya
                                    > akan menerbitkan komik-komik superhero lama yang di
                                    > daur ulang seperti sekarang ini saja? Apakah hanya
                                    > superhero karya pak Wid NS saja? Apakah tidak ingin
                                    > menciptakan karakter tokoh sendiri? Lebih jauh lagi
                                    > apakah tidak tertarik menerbitkan komik dengan genre
                                    > selain superhero seperti silat, roman, cerita
                                    > anak-anak, wayang, dsb? Ingat bahwa jika orientasi
                                    > Metha Studio adalah bisnis, penggemar komik yang
                                    > diterbitkan selama ini sangat terbatas di kalangan
                                    > usia tua saja. Kebanyakan pembeli aku kira adalah
                                    > mereka yang ingin bernostalgia saja. Apakah sudah
                                    > terpikirkan untuk membidik pasar pembaca yang lebih
                                    > muda? Mohon direnungkan/dipertimbangkan!
                                    >
                                    > Demikian sedikit kritikan dan masukan sebagai
                                    > sumbangsih kecil yang bisa aku berikan demi kemajuan
                                    > dan bangkitnya kembali komik Indonesia. Dengan
                                    > kemampuan aku yang terbatas (aku tak mampu menerbitkan
                                    > sendiri) yang bisa aku lakukan adalah membeli karya
                                    > lokal asli Indonesia dan mencoba mengapresiasinya
                                    > dengan seobjektif mungkin. Tanpa rasa sirik, dengki
                                    > serta iri semuanya hanya demi kebaikan semuanya.
                                    >
                                    > Salam komik
                                    > Bari
                                    >
                                    > ________________________________________________________
                                    > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda!
                                    > Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
                                    >
                                    >


                                    [Non-text portions of this message have been removed]
                                  • Jeffry Jason
                                    Pak Danny Njoman, mungkin emang si empunya cerita bikin cerita itu pake ilmu kebetulan...hi..hi..jadi merangkai ceritanya pun pake kebetulan2 juga...tapi
                                    Message 17 of 19 , Apr 14, 2008
                                    • 0 Attachment
                                      Pak Danny Njoman, mungkin emang si empunya cerita bikin cerita itu pake ilmu
                                      kebetulan...hi..hi..jadi merangkai ceritanya pun pake kebetulan2 juga...tapi
                                      memang musti dipikirin juga ya kalau dalam suatu cerita terlalu banyak
                                      kebetulannya maka ceritanya jadi gak masuk akal...

                                      Jeff.

                                      2008/4/4 Danny Njoman <dnjoman@...>:

                                      > Re: [komik_indonesia] Komentar untuk Aquanus Benua Ketujuh
                                      > Ingin ikutan komentar. Sebenarnya sudah lama ingin tulis cuma belum
                                      > sempat2.
                                      >
                                      > Menurut saya untuk gambar, untuk beberapa hal yang dikerjakan oleh artis
                                      > yang sama juga tampak perbedaan kualitas. Mungkin ada unsur kejar tayang.
                                      > Contoh, pada hal2 awal beberapa gambar Paqua yang harusnya ramping menjadi
                                      > terlihat gendut pada pengambilan jauh.
                                      >
                                      > Dan yang terutama mengganggu sekali adalah cerita. Pada waktu membaca
                                      > rasanya datar2 saja dan terasa ada yang kurang sreg di hati. Setelah
                                      > dipikir2 lagi akhirnya ketemu juga penyebabnya. Ide ceritanya mungkin sudah
                                      > bagus mengenai benua ketujuh. Sudah cukup menarik. Tetapi pada waktu
                                      > penjabaran cerita terasa kedodoran. Cerita tidak dibangun atas dasar yang
                                      > solid. Cerita dibangun atas serangkaian kebetulan yang kalau dikombinasikan
                                      > menjadi peluang terjadi yang sangat kecil sekali. Contohnya:
                                      >
                                      > 1. Kebetulan pesawat yang ditumpangi Perompak Merah preman jatuh dekat
                                      > lokasi Aquanus dkk
                                      >
                                      > 2. Kebetulan pada saat itu Aguanus dkk sedang dekat lokasi
                                      >
                                      > 3. Kebetulan ternyata Perompak Merah dkk tidak mati ketika pesawat jatuh
                                      >
                                      > 4. Kebetulan anak kecilnya sadar dan mengikuti Aguanus dkk ketika akan
                                      > memasuki benua ketujuh
                                      >
                                      > 5. Kebetulan pula ternyata penumpangnya Perompak Merah preman
                                      >
                                      > 6. Kebetulan juga setelah menolong para penumpang, Aguanus dkk pulang ke
                                      > benua ketujuh tidak pergi ke tempat lain
                                      >
                                      > 7. Secara logika seharusnya Aquanus tidak menaruh para penumpang yang
                                      > selamat dekat dengan lokasi kediaman mereka sehingga dapat dikuntit anak
                                      > kecil tersebut
                                      >
                                      > 8. Mungkin masih banyak kebetulan yang lain
                                      >
                                      > Kalau satu saja dari kebetulan2 tersebut tidak terjadi maka cerita akan
                                      > buyar. Hal2 ini yang menyebabkan cerita agak terasa seperti sinetron
                                      > Indonesia yang banyak kebetulannya. Lihat saja sinetron Indonesia yang
                                      > lingkungannya berkutat disitu2 saja seolah2 dunia cuma selebar daun kelor.
                                      > Terasa cerita seperti tidak realistis dan kurang masuk akal. Dan jika memang
                                      > sesuatu kebetulan tanpa rencana rasa2nya agak mustahil. Yang lebih
                                      > memungkinkan memang kecelakaan tersebut sudah direncanakan. Bahwa Perompak
                                      > Merah sudah melakukan penelitian terlebih dahulu mengenai kebiasaan Aguanus
                                      > dkk untuk melakukan recharge. Kemudian Perompak Merah merencanakan untuk
                                      > mensabotase pesawatnya sendiri. Kemudian mereka sudah mempersiapkan
                                      > segalanya dan hanya pura2 pingsan. Anak kecil tersebut dilindungi oleh
                                      > Ibunya yang ternyata seorang jagoan. Dan seharusnya yang menguntit Aquanus
                                      > bukan anak kecil tersebut melainkan Perompak Merah sendiri. Karena peluang
                                      > sadar tentunya ada pada Perompak Merah. Dan
                                      > Seterusnya.
                                      >
                                      > Maaf jika ada kata2 saya yang menyinggung. Karena saya hanya bisa
                                      > mengritik dan belum mampu memberikan sumbangan apapun untuk perkomikan
                                      > Indonesia. Satu hal saya setuju dengan mas Henry Ismono bahwa ceritanya
                                      > tidak mbulet seperti kebanyakan komik2 yang ingin berfilosofi. Baik dari
                                      > segi ilustrasi maupun cerita sudah ada kemajuan dibandingkan Godam Reborn.
                                      >
                                      > Salam,
                                      >
                                      > Danny Njoman
                                      >
                                      >
                                      > Thursday, April 3, 2008, 2:34:33 PM, Habib Bari wrote:
                                      >
                                      > (2) Amatan lebih mendalam terhadap gambar menunjukkan
                                      >
                                      > tidak konsistennya/stabilnya penggambaran
                                      >
                                      > pelakon-pelakon komik ini dari halaman pertama hingga
                                      >
                                      > terakhir. Ternyata diketahui ini terjadi karena
                                      >
                                      > kreator (Neo Paradigm) membuat pembagian kerja
                                      >
                                      > berdasar halaman (kecuali pewarnaan) bagi artisnya
                                      >
                                      > sehingga meskipun design karakter sudah dibuat, tetap
                                      >
                                      > saja ada perbedaan penggambaran dari masing-masing
                                      >
                                      > artis. Perhatikan misalnya tokoh Aquanus yang di
                                      >
                                      > halaman-halaman depan terkesan manis (priyayi seperti
                                      >
                                      > Arjuna dalam pewayangan) menjadi sangat garang
                                      >
                                      > (menjadi Bima) pada bagian-bagian akhir. Barangkali ke
                                      >
                                      > depan perlu dipikirkan untuk membagi pekerjaan
                                      >
                                      > berdasar jenisnya saja. Ada artis yang mengerjakan
                                      >
                                      > pensilnya, penintaan dan pewarnaan dan tidak lagi
                                      >
                                      > borongan perhalaman. Saya kira hasilnya akan lebih
                                      >
                                      > baik.
                                      >
                                      > (3) Cerita menurut aku cukup lancar mengalir meski
                                      >
                                      > sayangnya hanya linear saja. Maksud aku mungkin agar
                                      >
                                      > lebih komplek cerita dibuat bercabang-cabang menjadi
                                      >
                                      > beberapa kisah yang mengalir nantinya pada satu muara.
                                      >
                                      > Misalkan perlu ada cabang cerita tentang percintaan
                                      >
                                      > Aquanus, atau konflik batin si raksasa ??? karena
                                      >
                                      > merasa sebagai pecundang dll. Juga barangkali perlu
                                      >
                                      > untuk dipikirkan untuk tidak menggambarkan segala
                                      >
                                      > sesuatu dalam kacamata hitam-putih, superhero-villaint
                                      >
                                      > melainkan menarik jika terdapat wilayah abu-abu.
                                      >
                                      > Anggota pasukan Aquanus yang ternyata mata-mata
                                      >
                                      > misalnya, atau justru seorang petinggi di pihak musuh
                                      >
                                      > yang mencintai rakyana (???) dan sebetulnya capek
                                      >
                                      > untuk selalu berperang dan sebagainya.
                                      >
                                      > _,_._,___
                                      >
                                      > ---------------------------------
                                      > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster
                                      > Total Access, No Cost.
                                      >
                                      > [Non-text portions of this message have been removed]
                                      >
                                      >
                                      >


                                      [Non-text portions of this message have been removed]
                                    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.