Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

3630Re: Penerbit Mencari Komikus Muda

Expand Messages
  • RESTRICTED
    Nov 1, 2005
    • 0 Attachment
      Komis sejarah? Sriwijaya? Majapahit?.. memang kenapa? bagus koq.. Pembaca gak suka?
      hmmm... yakin? Komik gaya sekarang lebih disukai? gaya manga? mmm.. iya ya?

      OK Coba kita liat dari sisi KOMIK itu sendiri.. seperti pertanyaan Mas Karna juga.. apa sih
      KOMIK? Sudah banyak literatur yang solid memberikan definisi tentang komik. Komik,
      kira-kira adalah sebuah "cerita yang dideskripsikan dalam rangkaian gambar, berikut
      dialog dan efeknya dalam sebuah panel-panel" (maap kalo gak lengkap).

      Melihat dari definisinya.. ternyata gambar (gaya gambar) dalam komik itu hanya
      merupakan SATU KOMPONEN saja, belum bisa menjadikannya sebuah komik. Di sana ada
      cerita, ada dialog (skrip), dan cara bertutur (panel dan efek2nya).

      Jika melihat komponen2 itu.. saya rasa kisah sejarah Majapahit, Sriwijaya, dll lain sangat
      potensial untuk dijadikan komik. Selama dalam penggarapanya harus tetap diingat bahwa
      ini adalah KOMIK, bukan storyboard film atau sinetron. Kenapa? karena akan sangat
      disayangkan jika konsep kreatif komik masih menggunakan cara berfikir film, sinetron,
      atau wayang. Hasilnya mungkin hanya sekedar memindahkan cerita spt film ke kertas.

      Komik punya keunggulan yang signifikan di banding film / video. Komik dalam
      pendeskripsian ceritanya bisa lebih liar tanpa banyak keterbatasan cara menuangkannya.
      Kalau film.. saat shootingnya pun perlu banyak persiapan dll. Kostum, lokasi, sfx, dan
      talent. Sementara komik punya kelebihan bisa bebas menuangkan ide ide tersebut dalam
      kertas. Namun jika penggarapan komik ini seadanya.. yah jangan kaget jika pembaca akan
      melihat komik ini "sama aja" dengan komik-komik sejarah lainnya. Kisahnya pun sudah
      bisa ditebak. Kekuatan cerita komiknya jadi biasa.. gambarnya biasa.. wah habis deh.

      Tapi bayangkan jika (ngimpi dulu aja ya). ada yang bikin komik dengan setting Majapahit,
      dengan penggambaran kayak Don Lawrence.. Alex Ross.. atau hitam putih kayak
      Katshuhiro Otomo. Ceritanya pun dibuat lebih luas. Penggambaran karakternya tidak
      terjebak WAYANG.. dengan atribut yg WAYANG lagi.. apalagi dengan gaya dialog WAYANG
      jugaa.. hahahaha.. ya udah.. ini yang namanya KOMIK WAYANG ORANG.

      Saya setuju perihal anak muda yang gak doyan sejarah.. ibarat anak sekarang gak suka
      dikasih makan bayam atau sayur lodeh :D Ya udah pintar2 deh menyajikan menu alternatif
      yang bisa lebih tampil elegan, modern, dan gak ndeso di mata. Harus disadari..
      masyarakat (pasar) pembeli komik itu adalah kaum urban, modern, perkotaan. Mereka
      lahir dan hidup dalam lingkungan "pluralisme", ayah - ibu beda suku.. teman beda tingkat
      sosial.. beda agama.. beda latar belakang pendidikan.. dan bercampur dengan perbedaan
      budaya dunia. Sayangnya.. disaat kondisi perbedaan itu menyelimuti bangsa ini,
      pemerintah kita tidak mampu menjaga budaya lama (ancient). Nah.. akhirnya bisa kita
      lihat sekarang.. anak SMP sekarang mungkin tidak tahu siapa itu Arjuna. Tapi pas nanti
      melihat sosok Arjuna dalam komik / film.. mereka akan nyeletuk: "aaa gak kreatiiip..
      nyontek Legolas niiih"

      Anak itu bukan gak suka wayang.. tapi gak tahu :) kasihan...
      Nah saran saya.. kalo boleh berbagi saran... kepada penerbit yang ingin membuat komik
      sejarah tadi... bikinlah yang memang layak dibikin. Yang kalau orang bule liat.. bisa
      berfikir.. wow.. this is not Marvel comic.. I should buy this for my kids. :D

      Pertimbangkan cara marketing dan launchingnya.. ajak pihak2 yang bisa relevan dengan
      konsep komik ini.. minta dukungan banyak media.. hanya dengan cara ini lah komik
      Indonesia bisa menyelinap masuk pasar yang sedang tidur :)

      Nuhun...
      Motulz

      --- In komik_indonesia@yahoogroups.com, "Anand Ashram" <ashram@a...> wrote:
      >
      >
      > Salam, salut untuk pendapat anda.
      > Inilah tantangan bagi kita semua, sebagai komikus, penerbit, distributo,
      > toko buku dan "pembaca" - kenapa kita tidak bisa berbuat seperti itu.
      >
      > Bangsa yang melupakan sejarahnya menjadi sangat miskin. Karena ia tidak lagi
      > memiliki terms of reference untuk bertindak di masa ini dan berkarya emi
      > masa depan.
      >
      > Proyek kami memang sangat idealis, belum tentu menguntungkan. Tapi harus ada
      > yang memulainya, dan kami ingin memulainya.
      >
      > Moga-moga pemilik situs ini Mas Andy dkk dapat membantu.
    • Show all 103 messages in this topic