Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Pelacuran Gelap di Arab Saudi, nasib goreng para TKW urang

Expand Messages
  • Waluya
    Kamari dina KUSNET aya anggota nganggo nami Teratai_bunga (anggota enggal jigana teh,dipiwarang ngenalkeun ku Ua Sas ge alimeun!) langsung nyeuseulan ka Haji
    Message 1 of 3 , May 2, 2003
      Kamari dina KUSNET aya anggota nganggo nami Teratai_bunga (anggota enggal
      jigana teh,dipiwarang ngenalkeun ku Ua Sas ge alimeun!) langsung nyeuseulan
      ka Haji Rhoma. disebutna teh aki-aki nurustunjung urang Tasikmalaya. Dinten
      ieu sim kuring pangangguran buku-buka kana milis wanita-muslimah, geuning
      Teh teratai_bunga teh posting soal pelacuran TKW di Arab Saudi di WM. Ari
      sumber wartosna jigana tina tabloid/ harian Duta (Masyarakat?) kagungan NU.
      Teh Teratai_bunga naroskeun kunaon cenah "Ibu Ageung" teh cicing wae dinu
      soal nu kararieu?

      Kumargi wartos ieu nyebut-nyebut "Bandung" jeung "wanita dari daerah Jawa
      Barat", ku sim kuring difwd, kanggo renungkeuneun urang sarerea !.

      =BahWilly=

      * Menelusuri Pelacuran Gelap WNI di Arab Saudi (1)
      Ada Pangkalan Pelacur Indonesia di Jeddah
      Selasa, 29 April 2003

      Jika ingin membuktikan adanya jaringan pelacuran gelap warga negara
      Indonesia (WNI) di Arab Saudi, cobalah Anda menunggu di sekitar Toko Bandung
      atau Restoran Bali di distrik Syarafiyyah, Jeddah, sekitar pukul 23.00
      hingga
      dini hari. Dua atau tiga rombongan perempuan Indonesia akan keluar
      mengenakan
      pakaian abaya terbuka menunggu pelanggan datang. Di sini tidak ada wanita
      keluar malam tanpa didampingi muhrim kalau bukan pelacur," tutur Ketua Dewan
      Syura Partai Kebangkitan Bangsa Arab Saudi, Habib Sayed Mochsin Alhabshy,
      suatu
      ketika kepada Duta di Jeddah.

      Semula tidak sedikit pun terlintas dalam benak ada jaringan pelacuran gelap
      di
      negeri petrodolar Arab Saudi. Terlebih kabar tersebut melibatkan ratusan
      wanita
      asal Indonesia. Namun, malam itu juga Duta membuktikan. Dari sebuah
      apartemen
      milik seorang kawan tidak jauh dari tempat yang dimaksud, wartawan harian
      ini
      menunggu detik-detik keluarnya perempuan sebangsa menjajakan cinta
      sekejap kepada bangsa lain di negeri orang. Malam itu sudah menunjukkan
      pukul
      23.30 Waktu Arab Saudi (WAS), namun baru muncul seorang wanita ditemani
      seorang
      pria. Keduanya berumur sekitar 25 tahun. Wanita berkaca mata itu membuka
      penutup kepalanya dan tampak jelas berambut cekak seleher. Sementara abaya
      hitamnya dibiarkan terbuka sebagai tanda dia sedang mengundang para calon
      pelanggan. Sambil melintas di sekitar remang "Pohon Soekarno" tidak
      jauh dari lokasi, sayup-sayup terdengar logat dialek wanita itu berasal dari
      sebuah daerah di Jawa Barat.

      Duta terus memperhatikan gerak-gerik mereka dari mobil yang diparkir sekitar
      300 meter dari lokasi. Tidak lama kemudian muncul lagi dua wanita sejenis
      dari
      sebuah taksi. Persis seperti wanita pertama, keduanya juga mengenakan
      pakaian
      abaya hitam dengan penutup kepala dibiarkan terbuka. Malam semakin larut.
      Pagi
      pun datang. Satu persatu wanita Indonesia itu habis dibawa oleh seseorang
      yang
      entah berkebangsaan apa. Yang jelas, wanita Indonesia di Arab Saudi terkenal
      tidak berharga alias murah. Mereka yang ingin menyalurkan hasrat biologisnya
      dengan cepat, cukup menyediakan dana 50 real saja sudah
      dapat mengambil dari lokasi. Karena saking tidak berharganya wanita
      Indonesia di Arab Saudi, hingga mucul istilah "Abu Khomsin" atau "wanita
      seharga 50 real" untuk sekali pakai. Di Arab, untuk menyebut harga sesuatu,
      misalnya menanyakan jam tangan yang seharga 160 real, cukup dengan menyebut
      "Abu Miah wa Sittin", maka dihadapan Anda akan tersedia beberapa merek jam
      seharga yang
      dimaksud. Demikian juga berlaku untuk wanita Indonesia yang dihargai hanya
      50
      real.

      Pada hari berikutnya, Duta sengaja berkeliling dengan taksi di daerah
      penampungan yang banyak dihuni oleh para tenaga kerja wanita Indonesia (TKW)
      yang melarikan diri dari majikannya. Dari daerah seperti inilah, menurut
      kesaksian sejumlah mukimin Indonesia di Jeddah, biasanya banyak wanita
      penjajah
      cinta lahir. Para wanita penghibur di Arab Saudi biasanya disebut dengan
      panggilan "Sarmud" alias WTS.

      "Indonesia shaghir.. suwayya.. (maaf, "barangnya" wanita Indonesia
      kecil-kecil dan permainannya pelan," ujar sopir taksi yang mengaku dari
      Benggali itu. Bahkan pada kesempatan lain ada sopir taksi dari Pakistan
      menanyakan stok wanita panggilan dari Indonesai yang siap dikencani.

      Pelacuran terselubung wanita Indonesia di Jeddah ternyata sudah bukan
      rahasia lagi, mulai dari bisik-bisik sesama TKI hingga bangsa negara lain
      turut
      membicarakan wanita Indonesia. Bahkan ketika Duta bertemu dengan Ustazd
      Fudoili, seorang aktivis Partai Keadilan Arab Saudi, dia menunjukkan foto
      seorang wanita Indonesia sedang setengah telanjang digandeng dua pria
      Benggali.
      "Foto ini sudah pernah saya kirim ke Habib Riezik Shihab (komandan FPI) di
      Jakarta agar menekan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan baru dalam
      pengiriman TKW," ujarnya.



      Kurang Pendidikan

      Menurut mukimin ini, banyak wanita Indonesia jatuh ke dalam lembah nista di
      Arab Saudi karena sebagian besar TKW yang dikirim pemerintah kurang
      berpendidikan dan berangkat tidak disertai suami. Peran suami bagi seorang
      TKW
      dirasakan sangat berpengaruh terhadap kemungkinan seseorang jatuh dalam
      lingkaran setan pelacuran gelap. Sebab, para hidung belang tidak akan
      memiliki
      kesempatan menjebak TKW jika jelas ada suaminya.

      "Ada seribu alasan wanita Indonesia menjadi sarmud di negeri orang. Sebagian
      besar mengaku pada awalnya melarikan diri alias kabur dari majikan karena
      mengalami pelecehan seksual. Jumlahnya mungkin 60 % hendak diperkosa, 20%
      over
      time tidak sesuai dengan perjanjian kerja, ada lagi karena gaji tidak
      dibayar
      sekitar 20%. Lari dari majikan bagi TKW kita sama dengan masuk ke mulut
      singa.
      Oleh karena pendidikannya rendah, mereka tidak mengetahui prosedur melapor
      ke
      perwakilan RI, dan memilih minta tolong kepada sembarang
      orang, terutama tukang taksi. Tragisnya, dari kasus yang sering terjadi, TKW
      ini tidak dibawa ke KJRI, tapi diboyong ke flat sopir taksi tersebut
      kemudian di sana dikerjain," tutur Ustazd Fudoili.

      Masih menurut keterangan pengurus Islamic Center Indonesia di Jeddah itu,
      berdasarkan pengalaman di lapangan, TKW yang berangkat bersama suami
      biasanya
      bekerja serumah atau di lain tempat, tapi jika ada masalah, keadaannya tidak
      pernah separah nasib TKW yang sendirian. Yang menyedihkan, wanita-wanita
      Indonesia yang malang tersebut terkenal paling mudah dikerjai oleh para
      pecundang, sementara para tukang taksi sendiri sudah mengetahui persis
      posisi
      sulit yang sedang dihadapi oleh TKW tersebut. Apalagi jika diketahui mereka
      berangkat ke Saudi tidak disertai suaminya, semakin terbuka jalan menjadikan
      TKW tersebut sebagai "barang simpanannya". Biasanya, tukang taksi yang
      paling
      sering menyimpan stok wanita Indonesia berasal dari Benggali dan Pakistan,
      meski tidak sedikit juga sopir taksi dari negeri sendiri yang tega
      menjadikan
      mereka sebagai barang simpanannya. Belakangan ada kecenderungan oknum sopir
      taksi Indonesia yang justru mencari TKW kaburan untuk diperdagangkan kembali
      dengan harga mahal.

      Menyimpan wanita bukan muhrimnya di flat atau apartemen adalah perkara
      mudah.
      Sebab, peraturan pemerintah setempat yang mensyaratkan penyewaan flat harus
      dengan bukti surat keluarga (Ailah) tidak berlaku ketat. Terlebih tidak ada
      kontrol kuat dari pemilik imarah (apartemen, mirip rumah susun di Indonesia)
      sehingga para penyewa dapat dengan mudah memasukkan orang lain kapan saja
      tanpa
      diganggu tetangga sebelah. Kesaksian wartawan harian ini selama
      menelusuri tempat-tempat yang diduga kuat dijadikan sebagai tempat pelacuran
      gelap dan terselubung membuktikan bahwa pasangan kumpul kebo bebas kencan di
      flat-flat yang disewakan di Jeddah. Di tempat ini, jika mata kita jeli dan
      rajin "belanja" akan menjumpai beberapa wanita Indonesia berpakaian seronok
      nan
      menantang.

      Lalu bagaimana nasib wanita malang yang "ditolong" sopir taksi itu? Ternyata
      mereka dijadikan simpanan selama berbulan-bulan. Diberi makan, difasilitasi
      tempat tinggal dan diberi uang pegangan. "Setelah kenyang, dijual ke
      temannya
      dengan harga 50 real untuk sekali pakai. Mengenaskan sekali nasib TKW kita.
      Apalagi sebagian besar sopir taksi dari Benggali dan Pakistan di sini tidak
      datang dengan istri, persis seperti TKW kita yang tidak didampingi suami.
      Cerita ini benar-benar banyak terjadi. "Sampai ada pembicaraan, umpama
      hadis,
      pasti kabar ini sahih (valid)," kata Ustad Fudoili.


      (Bersambung)
    • ^_^
      aduh gusti anu maha suci tur welas asih ka mahluk... hampunteun dosa abdi sareng wargi2 kisunda sadayana,maca iyeu artikel di handap meti pait geutir karasana,
      Message 2 of 3 , May 5, 2003
        aduh gusti anu maha suci tur welas asih ka mahluk... hampunteun dosa abdi sareng wargi2 kisunda sadayana,maca iyeu artikel di handap meti pait geutir karasana, hate nyeredet, ku nyeri ngadangu urang jawa barat kitu di nagri batur, jawabarat teh sudan tea atuh nya...hayang nulung kudu nulung kumaha, da' sakieu kaayanana, cing atuh gubernur jabar oge pajabat2na, cing tulungan rahayat jabar teh ulah ceuna karitu atuh....kumaha kuduna atuh akang2 sareng euceu2 sadayana... wasalamnu ceuerik barilihan

        Waluya <resoma@...> wrote:Kamari dina KUSNET aya anggota nganggo nami Teratai_bunga (anggota enggal
        jigana teh,dipiwarang ngenalkeun ku Ua Sas ge alimeun!) langsung nyeuseulan
        ka Haji Rhoma. disebutna teh aki-aki nurustunjung urang Tasikmalaya. Dinten
        ieu sim kuring pangangguran buku-buka kana milis wanita-muslimah, geuning
        Teh teratai_bunga teh posting soal pelacuran TKW di Arab Saudi di WM. Ari
        sumber wartosna jigana tina tabloid/ harian Duta (Masyarakat?) kagungan NU.
        Teh Teratai_bunga naroskeun kunaon cenah "Ibu Ageung" teh cicing wae dinu
        soal nu kararieu?

        Kumargi wartos ieu nyebut-nyebut "Bandung" jeung "wanita dari daerah Jawa
        Barat", ku sim kuring difwd, kanggo renungkeuneun urang sarerea !.

        =BahWilly=

        * Menelusuri Pelacuran Gelap WNI di Arab Saudi (1)
        Ada Pangkalan Pelacur Indonesia di Jeddah
        Selasa, 29 April 2003

        Jika ingin membuktikan adanya jaringan pelacuran gelap warga negara
        Indonesia (WNI) di Arab Saudi, cobalah Anda menunggu di sekitar Toko Bandung
        atau Restoran Bali di distrik Syarafiyyah, Jeddah, sekitar pukul 23.00
        hingga
        dini hari. Dua atau tiga rombongan perempuan Indonesia akan keluar
        mengenakan
        pakaian abaya terbuka menunggu pelanggan datang. Di sini tidak ada wanita
        keluar malam tanpa didampingi muhrim kalau bukan pelacur," tutur Ketua Dewan
        Syura Partai Kebangkitan Bangsa Arab Saudi, Habib Sayed Mochsin Alhabshy,
        suatu
        ketika kepada Duta di Jeddah.

        Semula tidak sedikit pun terlintas dalam benak ada jaringan pelacuran gelap
        di
        negeri petrodolar Arab Saudi. Terlebih kabar tersebut melibatkan ratusan
        wanita
        asal Indonesia. Namun, malam itu juga Duta membuktikan. Dari sebuah
        apartemen
        milik seorang kawan tidak jauh dari tempat yang dimaksud, wartawan harian
        ini
        menunggu detik-detik keluarnya perempuan sebangsa menjajakan cinta
        sekejap kepada bangsa lain di negeri orang. Malam itu sudah menunjukkan
        pukul
        23.30 Waktu Arab Saudi (WAS), namun baru muncul seorang wanita ditemani
        seorang
        pria. Keduanya berumur sekitar 25 tahun. Wanita berkaca mata itu membuka
        penutup kepalanya dan tampak jelas berambut cekak seleher. Sementara abaya
        hitamnya dibiarkan terbuka sebagai tanda dia sedang mengundang para calon
        pelanggan. Sambil melintas di sekitar remang "Pohon Soekarno" tidak
        jauh dari lokasi, sayup-sayup terdengar logat dialek wanita itu berasal dari
        sebuah daerah di Jawa Barat.

        Duta terus memperhatikan gerak-gerik mereka dari mobil yang diparkir sekitar
        300 meter dari lokasi. Tidak lama kemudian muncul lagi dua wanita sejenis
        dari
        sebuah taksi. Persis seperti wanita pertama, keduanya juga mengenakan
        pakaian
        abaya hitam dengan penutup kepala dibiarkan terbuka. Malam semakin larut.
        Pagi
        pun datang. Satu persatu wanita Indonesia itu habis dibawa oleh seseorang
        yang
        entah berkebangsaan apa. Yang jelas, wanita Indonesia di Arab Saudi terkenal
        tidak berharga alias murah. Mereka yang ingin menyalurkan hasrat biologisnya
        dengan cepat, cukup menyediakan dana 50 real saja sudah
        dapat mengambil dari lokasi. Karena saking tidak berharganya wanita
        Indonesia di Arab Saudi, hingga mucul istilah "Abu Khomsin" atau "wanita
        seharga 50 real" untuk sekali pakai. Di Arab, untuk menyebut harga sesuatu,
        misalnya menanyakan jam tangan yang seharga 160 real, cukup dengan menyebut
        "Abu Miah wa Sittin", maka dihadapan Anda akan tersedia beberapa merek jam
        seharga yang
        dimaksud. Demikian juga berlaku untuk wanita Indonesia yang dihargai hanya
        50
        real.

        Pada hari berikutnya, Duta sengaja berkeliling dengan taksi di daerah
        penampungan yang banyak dihuni oleh para tenaga kerja wanita Indonesia (TKW)
        yang melarikan diri dari majikannya. Dari daerah seperti inilah, menurut
        kesaksian sejumlah mukimin Indonesia di Jeddah, biasanya banyak wanita
        penjajah
        cinta lahir. Para wanita penghibur di Arab Saudi biasanya disebut dengan
        panggilan "Sarmud" alias WTS.

        "Indonesia shaghir.. suwayya.. (maaf, "barangnya" wanita Indonesia
        kecil-kecil dan permainannya pelan," ujar sopir taksi yang mengaku dari
        Benggali itu. Bahkan pada kesempatan lain ada sopir taksi dari Pakistan
        menanyakan stok wanita panggilan dari Indonesai yang siap dikencani.

        Pelacuran terselubung wanita Indonesia di Jeddah ternyata sudah bukan
        rahasia lagi, mulai dari bisik-bisik sesama TKI hingga bangsa negara lain
        turut
        membicarakan wanita Indonesia. Bahkan ketika Duta bertemu dengan Ustazd
        Fudoili, seorang aktivis Partai Keadilan Arab Saudi, dia menunjukkan foto
        seorang wanita Indonesia sedang setengah telanjang digandeng dua pria
        Benggali.
        "Foto ini sudah pernah saya kirim ke Habib Riezik Shihab (komandan FPI) di
        Jakarta agar menekan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan baru dalam
        pengiriman TKW," ujarnya.



        Kurang Pendidikan

        Menurut mukimin ini, banyak wanita Indonesia jatuh ke dalam lembah nista di
        Arab Saudi karena sebagian besar TKW yang dikirim pemerintah kurang
        berpendidikan dan berangkat tidak disertai suami. Peran suami bagi seorang
        TKW
        dirasakan sangat berpengaruh terhadap kemungkinan seseorang jatuh dalam
        lingkaran setan pelacuran gelap. Sebab, para hidung belang tidak akan
        memiliki
        kesempatan menjebak TKW jika jelas ada suaminya.

        "Ada seribu alasan wanita Indonesia menjadi sarmud di negeri orang. Sebagian
        besar mengaku pada awalnya melarikan diri alias kabur dari majikan karena
        mengalami pelecehan seksual. Jumlahnya mungkin 60 % hendak diperkosa, 20%
        over
        time tidak sesuai dengan perjanjian kerja, ada lagi karena gaji tidak
        dibayar
        sekitar 20%. Lari dari majikan bagi TKW kita sama dengan masuk ke mulut
        singa.
        Oleh karena pendidikannya rendah, mereka tidak mengetahui prosedur melapor
        ke
        perwakilan RI, dan memilih minta tolong kepada sembarang
        orang, terutama tukang taksi. Tragisnya, dari kasus yang sering terjadi, TKW
        ini tidak dibawa ke KJRI, tapi diboyong ke flat sopir taksi tersebut
        kemudian di sana dikerjain," tutur Ustazd Fudoili.

        Masih menurut keterangan pengurus Islamic Center Indonesia di Jeddah itu,
        berdasarkan pengalaman di lapangan, TKW yang berangkat bersama suami
        biasanya
        bekerja serumah atau di lain tempat, tapi jika ada masalah, keadaannya tidak
        pernah separah nasib TKW yang sendirian. Yang menyedihkan, wanita-wanita
        Indonesia yang malang tersebut terkenal paling mudah dikerjai oleh para
        pecundang, sementara para tukang taksi sendiri sudah mengetahui persis
        posisi
        sulit yang sedang dihadapi oleh TKW tersebut. Apalagi jika diketahui mereka
        berangkat ke Saudi tidak disertai suaminya, semakin terbuka jalan menjadikan
        TKW tersebut sebagai "barang simpanannya". Biasanya, tukang taksi yang
        paling
        sering menyimpan stok wanita Indonesia berasal dari Benggali dan Pakistan,
        meski tidak sedikit juga sopir taksi dari negeri sendiri yang tega
        menjadikan
        mereka sebagai barang simpanannya. Belakangan ada kecenderungan oknum sopir
        taksi Indonesia yang justru mencari TKW kaburan untuk diperdagangkan kembali
        dengan harga mahal.

        Menyimpan wanita bukan muhrimnya di flat atau apartemen adalah perkara
        mudah.
        Sebab, peraturan pemerintah setempat yang mensyaratkan penyewaan flat harus
        dengan bukti surat keluarga (Ailah) tidak berlaku ketat. Terlebih tidak ada
        kontrol kuat dari pemilik imarah (apartemen, mirip rumah susun di Indonesia)
        sehingga para penyewa dapat dengan mudah memasukkan orang lain kapan saja
        tanpa
        diganggu tetangga sebelah. Kesaksian wartawan harian ini selama
        menelusuri tempat-tempat yang diduga kuat dijadikan sebagai tempat pelacuran
        gelap dan terselubung membuktikan bahwa pasangan kumpul kebo bebas kencan di
        flat-flat yang disewakan di Jeddah. Di tempat ini, jika mata kita jeli dan
        rajin "belanja" akan menjumpai beberapa wanita Indonesia berpakaian seronok
        nan
        menantang.

        Lalu bagaimana nasib wanita malang yang "ditolong" sopir taksi itu? Ternyata
        mereka dijadikan simpanan selama berbulan-bulan. Diberi makan, difasilitasi
        tempat tinggal dan diberi uang pegangan. "Setelah kenyang, dijual ke
        temannya
        dengan harga 50 real untuk sekali pakai. Mengenaskan sekali nasib TKW kita.
        Apalagi sebagian besar sopir taksi dari Benggali dan Pakistan di sini tidak
        datang dengan istri, persis seperti TKW kita yang tidak didampingi suami.
        Cerita ini benar-benar banyak terjadi. "Sampai ada pembicaraan, umpama
        hadis,
        pasti kabar ini sahih (valid)," kata Ustad Fudoili.


        (Bersambung)


        Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
        var lrec_target="_top"; var lrec_URL = new Array(); lrec_URL[1] = "http://rd.yahoo.com/M=231971.3069703.4522067.1261774/D=egroupweb/S=1705171464:HM/A=1554463/R=0/id=flashurl/*http://shop.store.yahoo.com/cgi-bin/clink?proflowers2+shopping:dmad/M=231971.3069703.4522067.1261774/D=egroupweb/S=1705171464:HM/A=1554463/R=1/1051934998+http://us.rmi.yahoo.com/rmi/http://www.proflowers.com/rmi-unframed-url/http://www.proflowers.com/freevase/index.cfm%3FREF=FGVYahooEgroupsLRECflash"; var link="javascript:LRECopenWindow(1)"; var lrec_flashfile = 'http://us.yimg.com/a/pr/proflowers2/proflowers_mom_300x250_30k.swf?clickTAG='+link+''; var lrec_altURL = "http://rd.yahoo.com/M=231971.3069703.4522067.1261774/D=egroupweb/S=1705171464:HM/A=1554463/R=2/id=altimgurl/*http://shop.store.yahoo.com/cgi-bin/clink?proflowers2+shopping:dmad/M=231971.3069703.4522067.1261774/D=egroupweb/S=1705171464:HM/A=1554463/R=3/1051934998+http://us.rmi.yahoo.com/rmi/http://www.proflowers.com/rmi-unframed-url/http://www.proflowers.com/freevase/index.cfm%3FREF=FGVYahooEgroupsLRECgif"; var lrec_altimg = "http://us.yimg.com/a/pr/proflowers2/mday_300x250_vase_20k.gif"; var lrec_width = 300; var lrec_height = 250;
        ---------------------------
        informasi kode pos bandung: http://www.bandung40000.com

        to unsubscribe: kisunda-unsubscribe@yahoogroups.com
        peraturan milis: dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership.
        himbauan: terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya.

        Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


        ---------------------------------
        Do you Yahoo!?
        The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

        [Non-text portions of this message have been removed]
      • oman abdurrahman
        Ku emutan, munculna kasus anu diposting Ku Kang Waluya ieu, dikawitan ku mahabuna TKW urang ka Arab Saudi. Ti payun di sudanet.com, kantos dipadungdengkeun
        Message 3 of 3 , May 6, 2003
          Ku emutan, munculna kasus anu diposting Ku Kang Waluya ieu, dikawitan ku mahabuna TKW urang ka Arab Saudi. Ti payun di sudanet.com, kantos dipadungdengkeun ngeunaan aya kamungkinan pangaruh ngagegedekeun teuing urusan ibadah mahdhoh (dina hal ieu munggah haji) sareng kiatna minat janten TKW ka Arab Saudi. Supados heunteu lepat pamahaman anu dimaksud, di dieu sim kuring nyutat tulisan sorangan dina "Ngadu Bako" (sundanet.com) ngeunaan kasang tukang mahabuna TKW sarupi kieu : "Nitenan warta-warta ngeunaan TKW bati istigfar. Ti ngawitan angkat dugi ka marulih deui teh estuning pinuh ku "pelecehan", ngahinakeun ka, boh salaku urang lembur, isteri, oge nu dianggap "teu nglartos". Ieu teh hiji masalah anu sakedahna para pangagung masihan perhatosan anu langkung.

          Ngiring jabung tumalapung, manawi aya manfaatna. Masalah TKW ku emutan dasarna pakuat-pakait sareng: (1)pendidikan/pangaweruh, (2) ekonomi, (3) anggapan kana ibadah ritual, oge (5) panginten politis.

          Nu ka (1) kedah aya program peningkatan kasadaran ka masyarakat desa. Yen janten TKW teh-kumargi sistem di urang teu acan sae, seueur mudharatna. Oge kalebet pedidikan nyaeta mekelan kanggo TKW anu kapilih ku rupa-rupa pangaweruh anu diperyogikeun. Kayaning bela diri, kamampuan (skill), tatacara angkat-angkatan ka/ti luar negeri, kaayaan darurat, karakter bangsa nu dituju, jrrd. DIna karakter contona, kantos aya nu haharewosan rerencangan anu rada ahli kana agama, yen cenah aya sabagian urang Arab aya nu nganggap ka jongos isteri teh lir isteri anu syah (nyoko kana ayat:"wama malakat aemanihim"). Cobi atuh hal-hal anu model kieu teh didugikeun ka "calon-calon TKW". Kanggo waragad tiasa ditaroskeun ka Depnaker margi tos aya anggaranan.

          Nu ka (2) nyoko kana kaayaan kamampuan ekonomi rakyat sareng program pamarentah kanggo nambihan devisa. Nu ti payun di obatan ku ningkatkeun usaha padesaan/
          ekonomi karakyatan supados rakyat heunteu kabongbroy teuing jaranten TKW. Ieu ngait kana strategi "pemulihan ekonomi rakyat/pedesaan". Atuh nu kadua, pamarentah tos sakedahna ngobah strategi ngirimkeun tenaga kerja. Nu dikirimkeun teh sakedahnamah tenaga kerja anu ngagaduhan "nilai tambah" (added value) ageung kanggo devisa nagara bari heunteu ngancam kana kasalametanana. Seueur widang-widang kaahlian anu tiasa janten Indonesia ekspor tenaga kerja sajabi ti ukur janten pembantu. Kanggo hal ieu saena diayakeun gempungan, minimal kanggo tingkat Jabar.

          Nu katilu mah rada radikal. Ieu nyoko kana pamahaman dina agama (hapuntena bilih aya nu teu sapuk). Dina agama di urang, seuseueurna nu diageungkeun teh urusan ritual. Contona, pangajenan kanu tos gelar haji (sakali deui hapunten sanes bade nyigeung sasaha). Haji teh dianggap hiji tingkatan anu panutamina dina beragama Islam di urang. Ku kituna, hampir sadayana nempatkeun ibadaha haji teh salaku udagan hirup anu utami. Dina kaayaan aya kasempetan janten jongos bari gaduh kayakinan kana haji sapertos kitu, atuh puguh bae seueur nu kabongbroy janten...TKW (artos kenging, haji meunang, namung...teu terang aya bahaya).

          Padahal upami nitenan al-Qur'an, amal utami anu upami heunteu dilakukeun kalebet dusta/bohong dina agama teh nyaeta: teu malire ka anak yatim sareng teu ngusahakeun mare dahar ka pakir miskin (Aroaetalladziina yukadzibu fid diin...dst), alias urusan sosial langkung utami dibanding urusan ritual. Saur hiji ulama, babandingan ayat dina Al-Qur'an anu nerangkeun urusan sosial sareng urusan ritual teh 100:10. Oge, Al-Qur'an dingawitan ku asma Allah dituntungtungan ku "An-Naas" ngandung hartos Islam/Qur'an ti Allah kanggo kamaslahatan hirup masyarakat manusa (An-Naas nu dianggo, sanes Insan atanapi Basyar anu dina basa urang hartosna sami, nyaeta manusa). Kanggo anu meryogikeun argumen tambihan kana hal ieu Insya Alloh sanes waktos.

          Anu kalima, ah ieu mah nembe oge dugaan. Kapungkur waktos menteri Depnaker na anu rada ngewa ka...urang Islam....sareng saterasna (tos bae da tos kalangkung sareng can tangtos leres dugaan teh).

          Kanggo saterasna, upami aya nu peryogi data urang mana bae anu janten TKW, naon masalahna, korban-korban TKW, dugi ka TKW ti daerah mana anu karesepna ka nagara mana, Insya Alloh bade ngusahakeun. Kaleresan aya rerencangan anu didamel di widang tanaga kerja (di pamarentahan)". Seratan sanesna ngeunaan TKW tiasa dipariosan di:
          http://sundanet.community.everyone.net/community/scripts/thread.pl Mangga kanggo saheulaanan bahan ngawarungbandung jejer anu kalintang pentingna ieu. Hapunten bilih panjang teuing. Baktos,manAR

          Waluya <resoma@...> wrote:Kamari dina KUSNET aya anggota nganggo nami Teratai_bunga (anggota enggal
          jigana teh,dipiwarang ngenalkeun ku Ua Sas ge alimeun!) langsung nyeuseulan
          ka Haji Rhoma. disebutna teh aki-aki nurustunjung urang Tasikmalaya. Dinten
          ieu sim kuring pangangguran buku-buka kana milis wanita-muslimah, geuning
          Teh teratai_bunga teh posting soal pelacuran TKW di Arab Saudi di WM. Ari
          sumber wartosna jigana tina tabloid/ harian Duta (Masyarakat?) kagungan NU.
          Teh Teratai_bunga naroskeun kunaon cenah "Ibu Ageung" teh cicing wae dinu
          soal nu kararieu?

          Kumargi wartos ieu nyebut-nyebut "Bandung" jeung "wanita dari daerah Jawa
          Barat", ku sim kuring difwd, kanggo renungkeuneun urang sarerea !.

          =BahWilly=

          * Menelusuri Pelacuran Gelap WNI di Arab Saudi (1)
          Ada Pangkalan Pelacur Indonesia di Jeddah
          Selasa, 29 April 2003

          Jika ingin membuktikan adanya jaringan pelacuran gelap warga negara
          Indonesia (WNI) di Arab Saudi, cobalah Anda menunggu di sekitar Toko Bandung
          atau Restoran Bali di distrik Syarafiyyah, Jeddah, sekitar pukul 23.00
          hingga
          dini hari. Dua atau tiga rombongan perempuan Indonesia akan keluar
          mengenakan
          pakaian abaya terbuka menunggu pelanggan datang. Di sini tidak ada wanita
          keluar malam tanpa didampingi muhrim kalau bukan pelacur," tutur Ketua Dewan
          Syura Partai Kebangkitan Bangsa Arab Saudi, Habib Sayed Mochsin Alhabshy,
          suatu
          ketika kepada Duta di Jeddah.

          Semula tidak sedikit pun terlintas dalam benak ada jaringan pelacuran gelap
          di
          negeri petrodolar Arab Saudi. Terlebih kabar tersebut melibatkan ratusan
          wanita
          asal Indonesia. Namun, malam itu juga Duta membuktikan. Dari sebuah
          apartemen
          milik seorang kawan tidak jauh dari tempat yang dimaksud, wartawan harian
          ini
          menunggu detik-detik keluarnya perempuan sebangsa menjajakan cinta
          sekejap kepada bangsa lain di negeri orang. Malam itu sudah menunjukkan
          pukul
          23.30 Waktu Arab Saudi (WAS), namun baru muncul seorang wanita ditemani
          seorang
          pria. Keduanya berumur sekitar 25 tahun. Wanita berkaca mata itu membuka
          penutup kepalanya dan tampak jelas berambut cekak seleher. Sementara abaya
          hitamnya dibiarkan terbuka sebagai tanda dia sedang mengundang para calon
          pelanggan. Sambil melintas di sekitar remang "Pohon Soekarno" tidak
          jauh dari lokasi, sayup-sayup terdengar logat dialek wanita itu berasal dari
          sebuah daerah di Jawa Barat.

          Duta terus memperhatikan gerak-gerik mereka dari mobil yang diparkir sekitar
          300 meter dari lokasi. Tidak lama kemudian muncul lagi dua wanita sejenis
          dari
          sebuah taksi. Persis seperti wanita pertama, keduanya juga mengenakan
          pakaian
          abaya hitam dengan penutup kepala dibiarkan terbuka. Malam semakin larut.
          Pagi
          pun datang. Satu persatu wanita Indonesia itu habis dibawa oleh seseorang
          yang
          entah berkebangsaan apa. Yang jelas, wanita Indonesia di Arab Saudi terkenal
          tidak berharga alias murah. Mereka yang ingin menyalurkan hasrat biologisnya
          dengan cepat, cukup menyediakan dana 50 real saja sudah
          dapat mengambil dari lokasi. Karena saking tidak berharganya wanita
          Indonesia di Arab Saudi, hingga mucul istilah "Abu Khomsin" atau "wanita
          seharga 50 real" untuk sekali pakai. Di Arab, untuk menyebut harga sesuatu,
          misalnya menanyakan jam tangan yang seharga 160 real, cukup dengan menyebut
          "Abu Miah wa Sittin", maka dihadapan Anda akan tersedia beberapa merek jam
          seharga yang
          dimaksud. Demikian juga berlaku untuk wanita Indonesia yang dihargai hanya
          50
          real.

          Pada hari berikutnya, Duta sengaja berkeliling dengan taksi di daerah
          penampungan yang banyak dihuni oleh para tenaga kerja wanita Indonesia (TKW)
          yang melarikan diri dari majikannya. Dari daerah seperti inilah, menurut
          kesaksian sejumlah mukimin Indonesia di Jeddah, biasanya banyak wanita
          penjajah
          cinta lahir. Para wanita penghibur di Arab Saudi biasanya disebut dengan
          panggilan "Sarmud" alias WTS.

          "Indonesia shaghir.. suwayya.. (maaf, "barangnya" wanita Indonesia
          kecil-kecil dan permainannya pelan," ujar sopir taksi yang mengaku dari
          Benggali itu. Bahkan pada kesempatan lain ada sopir taksi dari Pakistan
          menanyakan stok wanita panggilan dari Indonesai yang siap dikencani.

          Pelacuran terselubung wanita Indonesia di Jeddah ternyata sudah bukan
          rahasia lagi, mulai dari bisik-bisik sesama TKI hingga bangsa negara lain
          turut
          membicarakan wanita Indonesia. Bahkan ketika Duta bertemu dengan Ustazd
          Fudoili, seorang aktivis Partai Keadilan Arab Saudi, dia menunjukkan foto
          seorang wanita Indonesia sedang setengah telanjang digandeng dua pria
          Benggali.
          "Foto ini sudah pernah saya kirim ke Habib Riezik Shihab (komandan FPI) di
          Jakarta agar menekan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan baru dalam
          pengiriman TKW," ujarnya.



          Kurang Pendidikan

          Menurut mukimin ini, banyak wanita Indonesia jatuh ke dalam lembah nista di
          Arab Saudi karena sebagian besar TKW yang dikirim pemerintah kurang
          berpendidikan dan berangkat tidak disertai suami. Peran suami bagi seorang
          TKW
          dirasakan sangat berpengaruh terhadap kemungkinan seseorang jatuh dalam
          lingkaran setan pelacuran gelap. Sebab, para hidung belang tidak akan
          memiliki
          kesempatan menjebak TKW jika jelas ada suaminya.

          "Ada seribu alasan wanita Indonesia menjadi sarmud di negeri orang. Sebagian
          besar mengaku pada awalnya melarikan diri alias kabur dari majikan karena
          mengalami pelecehan seksual. Jumlahnya mungkin 60 % hendak diperkosa, 20%
          over
          time tidak sesuai dengan perjanjian kerja, ada lagi karena gaji tidak
          dibayar
          sekitar 20%. Lari dari majikan bagi TKW kita sama dengan masuk ke mulut
          singa.
          Oleh karena pendidikannya rendah, mereka tidak mengetahui prosedur melapor
          ke
          perwakilan RI, dan memilih minta tolong kepada sembarang
          orang, terutama tukang taksi. Tragisnya, dari kasus yang sering terjadi, TKW
          ini tidak dibawa ke KJRI, tapi diboyong ke flat sopir taksi tersebut
          kemudian di sana dikerjain," tutur Ustazd Fudoili.

          Masih menurut keterangan pengurus Islamic Center Indonesia di Jeddah itu,
          berdasarkan pengalaman di lapangan, TKW yang berangkat bersama suami
          biasanya
          bekerja serumah atau di lain tempat, tapi jika ada masalah, keadaannya tidak
          pernah separah nasib TKW yang sendirian. Yang menyedihkan, wanita-wanita
          Indonesia yang malang tersebut terkenal paling mudah dikerjai oleh para
          pecundang, sementara para tukang taksi sendiri sudah mengetahui persis
          posisi
          sulit yang sedang dihadapi oleh TKW tersebut. Apalagi jika diketahui mereka
          berangkat ke Saudi tidak disertai suaminya, semakin terbuka jalan menjadikan
          TKW tersebut sebagai "barang simpanannya". Biasanya, tukang taksi yang
          paling
          sering menyimpan stok wanita Indonesia berasal dari Benggali dan Pakistan,
          meski tidak sedikit juga sopir taksi dari negeri sendiri yang tega
          menjadikan
          mereka sebagai barang simpanannya. Belakangan ada kecenderungan oknum sopir
          taksi Indonesia yang justru mencari TKW kaburan untuk diperdagangkan kembali
          dengan harga mahal.

          Menyimpan wanita bukan muhrimnya di flat atau apartemen adalah perkara
          mudah.
          Sebab, peraturan pemerintah setempat yang mensyaratkan penyewaan flat harus
          dengan bukti surat keluarga (Ailah) tidak berlaku ketat. Terlebih tidak ada
          kontrol kuat dari pemilik imarah (apartemen, mirip rumah susun di Indonesia)
          sehingga para penyewa dapat dengan mudah memasukkan orang lain kapan saja
          tanpa
          diganggu tetangga sebelah. Kesaksian wartawan harian ini selama
          menelusuri tempat-tempat yang diduga kuat dijadikan sebagai tempat pelacuran
          gelap dan terselubung membuktikan bahwa pasangan kumpul kebo bebas kencan di
          flat-flat yang disewakan di Jeddah. Di tempat ini, jika mata kita jeli dan
          rajin "belanja" akan menjumpai beberapa wanita Indonesia berpakaian seronok
          nan
          menantang.

          Lalu bagaimana nasib wanita malang yang "ditolong" sopir taksi itu? Ternyata
          mereka dijadikan simpanan selama berbulan-bulan. Diberi makan, difasilitasi
          tempat tinggal dan diberi uang pegangan. "Setelah kenyang, dijual ke
          temannya
          dengan harga 50 real untuk sekali pakai. Mengenaskan sekali nasib TKW kita.
          Apalagi sebagian besar sopir taksi dari Benggali dan Pakistan di sini tidak
          datang dengan istri, persis seperti TKW kita yang tidak didampingi suami.
          Cerita ini benar-benar banyak terjadi. "Sampai ada pembicaraan, umpama
          hadis,
          pasti kabar ini sahih (valid)," kata Ustad Fudoili.


          (Bersambung)


          Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
          var lrec_target="_top"; var lrec_URL = new Array(); lrec_URL[1] = "http://rd.yahoo.com/M=231971.3069703.4522067.1261774/D=egroupweb/S=1705043464:HM/A=1554463/R=0/id=flashurl/*http://shop.store.yahoo.com/cgi-bin/clink?proflowers2+shopping:dmad/M=231971.3069703.4522067.1261774/D=egroupweb/S=1705043464:HM/A=1554463/R=1/1051934999+http://us.rmi.yahoo.com/rmi/http://www.proflowers.com/rmi-unframed-url/http://www.proflowers.com/freevase/index.cfm%3FREF=FGVYahooEgroupsLRECflash"; var link="javascript:LRECopenWindow(1)"; var lrec_flashfile = 'http://us.yimg.com/a/pr/proflowers2/proflowers_mom_300x250_30k.swf?clickTAG='+link+''; var lrec_altURL = "http://rd.yahoo.com/M=231971.3069703.4522067.1261774/D=egroupweb/S=1705043464:HM/A=1554463/R=2/id=altimgurl/*http://shop.store.yahoo.com/cgi-bin/clink?proflowers2+shopping:dmad/M=231971.3069703.4522067.1261774/D=egroupweb/S=1705043464:HM/A=1554463/R=3/1051934999+http://us.rmi.yahoo.com/rmi/http://www.proflowers.com/rmi-unframed-url/http://www.proflowers.com/freevase/index.cfm%3FREF=FGVYahooEgroupsLRECgif"; var lrec_altimg = "http://us.yimg.com/a/pr/proflowers2/mday_300x250_vase_20k.gif"; var lrec_width = 300; var lrec_height = 250;
          Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id

          Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


          ---------------------------------
          Do you Yahoo!?
          The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

          [Non-text portions of this message have been removed]
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.