Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [kimia_indonesia] merkuri dan arsen di teluk buyat

Expand Messages
  • MordevaN
    Menanggap tulisan Sandi Eko Bramono dan komentar Hamzah Fansuri. Sepertinya komentar HF cukup mengena tentang tulisan SEB, namun ada beberapa hal yang kurang
    Message 1 of 22 , Aug 2, 2004
    View Source
    • 0 Attachment
      Menanggap tulisan Sandi Eko Bramono dan komentar Hamzah Fansuri.

      Sepertinya komentar HF cukup mengena tentang tulisan SEB, namun ada
      beberapa hal yang kurang tepat dimana,
      HF : "saya lebih cenderung untuk mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa
      (kalau ada) di pantai Buyat, Minahasa, adalah berasal dari penambangan rakyat
      (liar??) yang umumnya menyertai penambangan besar, yang diyakini masih
      menggunakan metode ekstraksi dengan raksa".
      Dalam hal ini dilihat dari segi geografis, limbah tambang rakyat mengalir melalui
      sungai Totot ke teluk Totok bukan teluk Buyat yang diributkan. Kedua teluk
      dipisahkan semenanjung +/- 2 km (katanya, silahkan cari tau lebih lanjut).
      Sehingga pencemaran oleh tambang rakyat harusnya ada di teluk Totok.

      Kemudian HF : "saya meragukan pendapat yang mengatakan bahwa sumber
      pencemaran raksa ini adalah akibat dari tailing PT Newmont Indonesia yang
      dibuang ke laut, kecuali jika PT Newmont Indonesia memang benar menggunakan
      metode ekstraksi raksa."
      Saya sependapat dengan HF bahwa tak mungkin Newmont menggunakan teknologi
      ekstraksi amalgam raksa di tambangnya, karena effisiensinya jauh lebih rendah
      (60%) dibanding dengan teknik Cyanida Heap Leaching yang 90%. Namun bukan
      berarti tailing Newmont bebas dari mercuri dan logam berat lainnya sebab pada
      process leaching tersebut Asam Cyanida (HCN) tidak saja melarutkan Emas (Au)
      tapi juga semua logam2 berat yang ada terkandung dalam biji(ores) tersebut seperti
      arsen (As), lead (Pb), zinc(Zn), uranium(U), mercury(Hg), and cadmium(Cd) dan
      lain sebagainya, yang kemudian dipisah dari Emas dan dibuang bersama
      limbah(tailing). Jadi sumber mercuri di Buyat memang bukan berasal dari Hg yang
      dipakai untuk mengekstrak emas oleh Newmont tapi dari hasil samping process
      ekstraksi Newmont tersebut.
      Logam berat beracun ini dapat terakumulasi di manusia melalui rantai makanan
      (ikan) yang dapat menyebabkan orang tersebut terkena penyakit2 termasuk kanker,
      seperti yang diderita oleh orang Buyat itu.
      Tidak dapat dikatakan bahwa penggunaan Cyanida "lebih" ramah lingkungan. Telah
      banyak bencana terjadi akibat tambang emas ber-cyanida ini mulai dari Cajamarca
      di Peru hingga Buyat Minahasa bahkan di negara asalnya AS, sehingga negara
      bagian New South Wales, Australia (yang bukan negara asal Newmont, ) mencoba
      mengajukan rancangan UU untuk menghentikan pemakaian Cyanida ini, lihat
      http://www.rainforestinfo.org.au/gold/cyanide.htm
      mdvn





      On 2 Aug 2004 at 13:11, Hamzah Fansuri wrote:

      Saya coba mengomentari artikel di Republika Online yang ditulis oleh
      Srd. Sandhi Eko Bramono. Apa yang ditulis oleh srd Bramono itu adalah
      benar adanya dan sudah terbuktikan bahwa pengolahan emas menggunakan
      raksa bisa mengakibatkan wabah penyakit seperti yang terjadi di teluk
      Minamata pada dekade 60 an. Akan tetapi penulis tidak menyatakan
      secara eksplisit bahwa PT Newmont Indonesia lah yang bertanggung jawab
      atas pencemaran raksa di Minahasa dan pada intinya penulis hanya
      mengatakan dampak negatif dari limbah raksa. Ekstraksi emas dari
      bijihnya dengan metode amalgam raksa sudah lama ditinggalkan oleh
      pertambangan besar karena efisiensinya rendah sedangkan dampak
      lingkungannya sangat besar dan mematikan. Menurut sumber di
      http://www.chemlink.com.au/cyanide.htm, 98% penambangan emas di
      Australia (negara asal pemilik PT Newmont) sudah menggunakan metode
      sianida yang "lebih" ramah lingkungan. Kenyataan ini membuat saya
      meragukan pendapat yang mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa ini
      adalah akibat dari tailing PT Newmont Indonesia yang dibuang ke laut,
      kecuali jika PT Newmont Indonesia memang benar menggunakan metode
      ekstraksi raksa. Berbeda dengan penambang besar, penambangan rakyat
      masih menggunakan cara ekstraksi raksa karena metode ini tidak
      memerlukan teknologi tinggi dan relatif dapat digunakan oleh setiap
      penambang tradisional. Penambangan rakyat menggunakan raksa ini
      umumnya terjadi di negara berkembang dan telah menjadi isu penting di
      PBB untuk diterapkan langkah nyatanya di beberapa negara berkembang
      mencakup Indonesia (http://www.unido.org/en/doc/4571). Proses
      penyebaran raksa pada saluran air (drainage) pada penambangan rakyat
      menggunakan raksa juga telah diteliti di Tanzania
      (http://www.geus.dk/program-areas/common/int_tz01-uk.html). Di
      Indonesia sendiri, penambangan rakyat umumnya menggunakan metode raksa
      ini dan cukup memprihatinkan karena tidak tampak adanya langkah
      konkrit dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Sayangnya tidak
      ada informasi (belum ketemu) di internet mengenai permasalahan ini di
      Indonesia. Saya pernah mendengar kabar beberapa tahun lalu mengenai
      keprihatinan pemerintah maupun pengamat lingkungan mengenai pencemaran
      raksa di penambangan liar emas di daerah jawa Barat (lupa namanya).
      Dengan tidak bermaksud membela perusahaan besar, saya lebih cenderung
      untuk mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa (kalau ada) di pantai
      Buyat, Minahasa, adalah berasal dari penambangan rakyat (liar??) yang
      umumnya menyertai penambangan besar, yang diyakini masih menggunakan
      metode ekstraksi dengan raksa. Dengan demikian, jika pemerintah memang
      hendak menyelesaikan masalah pencemaran di Minahasa itu, maka tidaklah
      cukup hanya melihat kepada PT Newmont, tetapi harus pula diikuti
      dengan langkah nyata agar tidak ada lagi proses pengolahan bijih emas
      menggunakan metode amalgam raksa. Demikian tanggapan dari saya.

      Wassalam
      Hamzah Fansuri

      -----Original Message-----
      From: nurul hidayat [mailto:nurday73@...]
      Sent: Friday, 30 July 2004 3:49 PM
      To: kimia_ugm@yahoogroups.com; kimia_indonesia@yahoogroups.com
      Subject: [kimia_indonesia] merkuri dan arsen di teluk buyat


      Buat mas2/bapak2/mbak2/ibu2 yg kerja di newmont atau
      yg pakar di bidang ini,tolong dikomentari sekedar utk pencerahan
      ======================================================

      Merkuri dan Arsen di Teluk Buyat
      Republika Online
      Laporan : Sandhi Eko Bramono


      Peristiwa pencemaran yang terjadi di Teluk Buyat,
      Sulawesi Utara, akhir- akhir ini cukup memberikan
      keprihatinan yang mendalam bagi bangsa Indonesia.
      Penyebabnya adalah pencemaran air laut akibat logam
      berat arsen (As) dan merkuri (Hg) yang telah melebihi
      nilai ambang batas yang ditetapkan. PT Newmont
      Minahasa Raya merupakan perusahaan yang dituding
      sebagai biang keladi pencemaran ini, karena membuang
      tailing (batuan dan tanah sisa ekstraksi bijih emas)
      ke dasar laut di Teluk Buyat. Tak pelak lagi, tragedi
      Minamata yang pernah terjadi di Jepang pada era
      1960-an, dapat terulang di Indonesia saat ini. Saat
      itu, terjadi pencemaran merkuri dalam kadar yang
      tinggi di Teluk Minamata, Jepang. Dampaknya,
      masyarakat sekitar yang mengonsumsi ikan menderita
      penyakit gangguan syaraf dan kanker yang terjadi
      setelah sekian belas tahun perusahaan batu baterai dan
      aki yang ada di sana beroperasi. Haruskah ini terulang
      di Indonesia?

      Kandungan tailing
      Tailing merupakan batuan dan tanah yang tersisa dari
      suatu proses ekstraksi bijih logam, seperti bijih emas
      dan bijih tembaga. Tailing dihasilkan dalam jumlah
      yang luar biasa besar dari segi volume, mengingat
      dalam 1 ton tanah yang mengandung bijih emas, hanya
      terdapat 0.001 ton emas murni! Dapat dibayangkan bahwa
      akan tersisa 0.999 ton tanah (yang dikenal sebagai
      tailing) serta membutuhkan penanganan lanjut setelah
      kegiatan penambangan tersebut. Tailing tidak hanya
      berisi tanah dan batuan, namun juga mengandung
      unsur-unsur logam berat lainnya yang tidak ekonomis
      untuk diekstraksi dari kawasan pertambangan tersebut,
      seperti alumunium (Al), antimony (Sb), dan timah (Sn).


      Sesungguhnya logam-logam ini terdapat dalam jumlah
      yang sangat terbatas dan rendah dalam tailing. Namun
      volume tailing yang sangat besar, menjadikan kuantitas
      yang ada akan cukup besar, serta dapat memberikan
      dampak negatif jika dibuang tanpa pengolahan yang
      tepat sebelumnya. Sedangkan merkuri dan arsen berasal
      dari bahan kimia yang ditambahkan selama proses
      pengekstraksian bijih emas yang dilakukan. Senyawa
      arsenik digunakan sebagai bahan tambahan untuk
      mengikat emas dengan lebih baik (senyawa amalgam)
      dalam kadar yang lebih tinggi. Namun setelah emas
      terikat pada arsen, dilakukan proses pemanggangan
      (roasting) bijih emas yang telah terikat arsen
      tersebut. Saat proses pemanggangan, arsen akan
      terlepas sebagai gas dan terjadi reduksi konsentrasi
      arsen dalam bijih tersebut.

      Proses pengolahan gas buang hasil pemanggangan
      dilakukan dengan penyemprotan (scrubbing) pada alat
      pengendali pencemaran udara wet scrubber. Air yang
      berperan sebagai scrubber dalam proses tadi masih
      membutukan penanganan lebih lanjut sebelum dibuang ke
      laut bersama sisa tailing yang ada. Senyawa merkuri
      juga digunakan sebagai senyawa amalgam untuk emas
      (membantu pengikatan emas) dalam tailing yang akan
      diekstraksi. Tailing yang mengandung bijih emas akan
      terikat bersama merkuri. Untuk mengurangi kadar
      merkuri pada pengolahan tailing tersebut, umumnya
      dilakukan pemerasan dengan menggunakan fabric filter.
      Merkuri sisa perasan yang tersisa dalam bentuk cair
      tersebut, juga harus diolah lebih lanjut. Kandungan
      merkuri dan arsen yang terdapat dalam tailing itu
      sendiri juga harus diperhatikan, mengingat recovery
      percentage dari arsen maupun merkuri tidak akan pernah
      mencapai 100 persen.

      Pembuangan ke dasar laut
      Teknologi pembuangan ke dasar laut sudah sejak lama ditinggalkan di
      beberapa negara maju, termasuk di Amerika Serikat. Fenomena transpor
      dan transformasi dari berbagai jenis logam yang terkandung di dalam
      tailing, cukup sulit untuk diprediksi dan dimodelkan dalam simulasi
      komputer. Hal ini lebih disebabkan oleh keberagaman jenis logam yang
      ada di dalam kandungan tailing, serta parameter
      fisika-kimia-mikrobiologi air laut yang cukup beragam dan bersifat
      stokastik.

      Meskipun pembuangan dilakukan pada kedalaman hingga
      ratusan meter dan beberapa puluh kilometer dari bibir
      pantai, dampak yang ditimbulkan dapat memberikan efek
      negatif pada biota laut, yang akan menimbulkan dampak
      buruk pula bagi manusia dan kesehatannya. Hal inilah
      yang menjadi dasar pertimbangan, pembuangan ke dasar
      laut sudah ditinggalkan oleh negara-negara maju saat
      ini. Sebelum tailing dibuang ke dasar laut, parameter
      fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut mutlak untuk dipertimbangkan.


      Namun, pembuangan ke laut bukan berarti tidak terdapat
      suatu pengolahan pendahuluan untuk tailing. Tailing
      harus diolah hingga suatu tingkat yang aman dibuang ke
      laut sebagai lokasi pembuangan akhir. Oleh karenanya,
      konsep dalam pembuangan tailing ke dasar laut adalah
      melakukan pengolahan pendahuluan (pretreatment) dengan
      tujuan untuk meminimasi dan imobilisasi logam-logam
      berat yang terkandung dalam tailing. Dengan hal ini,
      sangat diharapkan terjadi minimasi dari pelarutan
      kembali logam-logam berat yang sebelumnya telah
      terimobilisasi dalam tailing.

      Karakteristik fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut Karakteristik
      fisika mencakup kecepatan arus, arah arus, dan temperatur air laut.
      Faktor-faktor ini akan memberikan gambaran mengenai arah persebaran
      dan konsentrasi dari logam-logam yang terkandung dalam air laut dalam
      kurun waktu setelah pembuangan tailing ke laut. Simulasi dengan
      komputer harus dilakukan, untuk mempertegas bahwa logam-logam berat
      yang terkandung dalam tailing akan tersebar di air laut pada radius
      yang terbatas dan dalam konsentrasi yang kecil. Karakteristik kimia
      mencakup pengaruh pH, salinitas, kekuatan ionik, asiditas,
      alkalinitas, serta kompleksasi logam-logam berat oleh air laut, harus
      menjadi suatu bahan pertimbangan.

      Dalam hal ini, dibutuhkan suatu pemahaman mengenai
      proses kimia dalam air laut itu sendiri terhadap
      tailing, yang harus mampu meminimasi tingkat
      solubilitas (kelarutan) logam-logam berat pada tailing
      di air laut. Interaksi berbagai senyawa di air laut,
      yang didukung oleh kondisi dan karakteristik kimia air
      laut yang ada, akan menentukan kondisi logam-logam
      berat yang ada. Sangat diharapkan terjadi imobilisasi
      dari logam-logam berat tersebut, sehingga dispersi
      (persebaran) logam-logam berat dapat direduksi. Harus disimulasikan
      pula mengenai peluang terjadinya mobilisasi logam-logam berat setelah
      sebelumnya terimobilisasi. Sedangkan karakteristik mikrobiologi yang
      harus dipertimbangkan adalah adanya keberagaman mikroorganisme air
      laut yang dapat mempengaruhi mobilitas logam-logam berat yang ada
      dalam tailing. Beberapa jenis mikroorganisme mampu menghasilkan
      kondisi yang dapat melarutkan logam-logam berat. Dalam hal ini, akan
      terjadi persebaran logam - logam berat yang sebelumnya telah
      terimobilisasi.

      Dampak lingkungan yang terjadi
      Merkuri dan arsen akan terikat dan terakumulasi di
      dalam jaringan lemak (liphophylic) biota-biota laut.
      Pelarutan logam-logam berat dalam tailing yang
      merupakan bentuk imobilisasi dari logam-logam
      tersebut, akan mudah terikat dalam jaringan biota
      laut, khususnya biota laut yang tinggal di dasar laut (benthos),
      seperti kerang, kepiting, dan udang. Biota-biota ini menghisap air
      laut dalam jumlah yang cukup tinggi untuk kemudian dilepaskan kembali
      sebagai cara untuk memperoleh makanannya. Kandungan arsen dan merkuri
      terlarut dalam air laut, akan memberikan akumulasi arsen dan merkuri
      pada jaringan tubuh biota-biota tersebut.

      Sedangkan ikan yang tidak tinggal di dasar laut juga
      akan mengalami akumulasi arsen dan merkuri dalam
      tubuhnya, meskipun tidak akan setinggi kadar dalam
      kerang, kepiting, dan udang. Kadar logam berat yang
      terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kematian
      mendadak pada biota-biota laut ini. Setelah terjadi
      tahapan ini, masyarakat harus diberitakan untuk tidak mengonsumsi
      biota-biota laut ini, yang akan memindahkan logam-logam berat yang
      beracun ini kepada manusia yang mengonsumsinya. Gejala keracunan awal
      yang dapat teramati pada manusia, adalah rasa gatal dan ruam-ruam pada
      bagian tubuh yang terkena air laut yang terkontaminasi oleh logam
      berat.

      Sedangkan dampak jangka pendek dari mengonsumsi biota
      laut yang tercemar logam berat, adalah gangguan berupa muntah-muntah
      dan mual. Dampak jangka panjangnya berupa gangguan sistem syaraf,
      penyakit kanker, dan gangguan reproduksi pada wanita. Hal ini sudah
      dialami oleh ratusan penduduk Jepang yang tinggal di sekitar Teluk
      Minamata pada tahun 1960-an. Jadi, apakah PT Newmont Minahasa Raya
      telah melakukan pengolahan pendahuluan untuk tailing dengan benar?
      Apakah karakteristik fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut telah
      dipertimbangkan saat memutuskan untuk pembuangan ke dasar laut? Apakah
      kandungan logam-logam berat pada biota laut sudah diperiksa? Semoga
      saja ini semua segera mendapat penangan yang serius dari pemerintah,
      sehingga kasus yang sangat merugikan kesehatan masyarakat dan
      lingkungan akibat kegiatan penambangan semacam ini, dapat lebih mudah
      diidentifikasi, dapat dicegah secara dini, serta tidak akan terulang
      lagi. Semoga!

      Anggota Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik
      Lingkungan Indonesia (IATPI)
      Mahasiswa Pascasarjana Master of Environmental
      Engineering Science, UNSW, Australia



      =====
      Nurul Hidayat A

      Present address :

      *Institute of Analytical Chemistry and Radiochemistry, Innsbruck
      University, Innrain 52 a, A-6020 Innsbruck, Austria phone :
      +435125075196, fax : +435125072965 ** Europaheim Zimmer 470,
      Technikerstrasse 9B, A-6020 Innsbruck phone : +435122226470,
      +436763169773.




      __________________________________
      Do you Yahoo!?
      New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
      http://promotions.yahoo.com/new_mail





      Yahoo! Groups Links








      ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
      --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
      http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/cEYolB/TM
      --------------------------------------------------------------------~-
      >


      Yahoo! Groups Links








      [Non-text portions of this message have been removed]
    • nurday73
      memang baik kalau ada forum seminar kimia online atau paling tidak ada semacam forum diskusi ilmiah, shg data2 ttg suatu topik mungkin akan lebih terfokus.
      Message 2 of 22 , Aug 3, 2004
      View Source
      • 0 Attachment
        memang baik kalau ada forum seminar kimia online atau paling tidak
        ada semacam forum diskusi ilmiah, shg data2 ttg suatu topik mungkin
        akan lebih terfokus.
        Cuma sorry, saya juga nggak tahu teknisnya bagaimana. moderator/yg
        banyak tahu TI mungkin bisa membantu?

        Wassalam,
        NH
        --- In kimia_indonesia@yahoogroups.com, endang katmiwati
        <ebin_jpn@y...> wrote:
        > aduh bagus banget ya usul bapak..,saya tinggal di Tokyo Jepang tapi
        kok belum pernah ikutan / gabung dalam acara yang bapak sebutkan..wah
        sayanya kurang piknik kali ya ....mau dong usul bapak kita
        realisasi....
        >
        > Hamzah Fansuri <hfansuri@v...> wrote:Dear pengelola milis dan
        seluruh anggota,
        > Saya punya satu usulan untuk lebih menggairahkan anggota berperan
        aktif
        > secara profesioanl di milis ini, yaitu mengadakan seminar kimia
        online yang
        > topiknya disesuaikan dengan keadaan terkini, baik di dalam negeri
        Indonesia,
        > maupun di belantara Internasional. Saya intip-intip, teman-teman
        yang sedang
        > study di Jepang sangat rajin mengadakan seminar model ini dan
        mendapat
        > tanggapan sangat positif dari komunitasnya.
        > Saya cuma usul lho,...tapi sama sekali buta mengenai teknis
        pelaksanaannya.
        >
        > Demikian usulann saya, mohon ditanggapi
        > Wassalam
        > Hamzah Fansuri
        >
        >
        > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
        >
        >
        > ---------------------------------
        > Yahoo! Groups Links
        >
        > To visit your group on the web, go to:
        > http://groups.yahoo.com/group/kimia_indonesia/
        >
        > To unsubscribe from this group, send an email to:
        > kimia_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
        >
        > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
        Service.
        >
        >
        >
        >
        > ---------------------------------
        > Do you Yahoo!?
        > Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
        >
        > [Non-text portions of this message have been removed]
      • endang katmiwati
        Konbanwa/ selamat malam, Kalau boleh tahu mas/pak Nurul sekarang mempelajari bidang apa ? Dan saya juga tertarik dengan kimia lingkungan dan akan mendalaminya
        Message 3 of 22 , Aug 3, 2004
        View Source
        • 0 Attachment
          Konbanwa/ selamat malam,

          Kalau boleh tahu mas/pak Nurul sekarang mempelajari bidang apa ? Dan saya juga tertarik dengan kimia lingkungan dan akan mendalaminya terus-menerus....
          Dan bagaimana cara untuk bergabung di IATPI ...onegaishimasu/please...

          nurday73 <nurday73@...> wrote:
          Terimakasih banyak atas tanggapannya. Saya bisa dapat penjelasan
          scientific di luar berita2 yg ada di internet. saya memang tertarik
          dgn kimia lingkungan, karena penelitian saya dulu banyak berkaitan
          dgn kimia lingkungan.
          Cuma takdir mengantarkan saya utk mempelajari bidang lain saat ini,
          walau demikian tidak mengurangi perhatian saya di bidang kimia
          lingkungan.
          Mudah2an bangsa indonesia makin sadar atas pentingnya kelestarian
          lingkungan, demikian juga dunia industri dan pemerintah.

          Wassalamualaikum wR.wB,
          nurul hidayat

          --- In kimia_indonesia@yahoogroups.com, "Hamzah Fansuri"
          <hfansuri@v...> wrote:
          > Saya coba mengomentari artikel di Republika Online yang ditulis
          oleh Srd.
          > Sandhi Eko Bramono.
          > Apa yang ditulis oleh srd Bramono itu adalah benar adanya dan sudah
          > terbuktikan bahwa pengolahan emas menggunakan raksa bisa
          mengakibatkan wabah
          > penyakit seperti yang terjadi di teluk Minamata pada dekade 60 an.
          Akan
          > tetapi penulis tidak menyatakan secara eksplisit bahwa PT Newmont
          Indonesia
          > lah yang bertanggung jawab atas pencemaran raksa di Minahasa dan
          pada
          > intinya penulis hanya mengatakan dampak negatif dari limbah raksa.
          > Ekstraksi emas dari bijihnya dengan metode amalgam raksa sudah lama
          > ditinggalkan oleh pertambangan besar karena efisiensinya rendah
          sedangkan
          > dampak lingkungannya sangat besar dan mematikan. Menurut sumber di
          > http://www.chemlink.com.au/cyanide.htm, 98% penambangan emas di
          Australia
          > (negara asal pemilik PT Newmont) sudah menggunakan metode sianida
          yang
          > "lebih" ramah lingkungan. Kenyataan ini membuat saya meragukan
          pendapat yang
          > mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa ini adalah akibat dari
          tailing PT
          > Newmont Indonesia yang dibuang ke laut, kecuali jika PT Newmont
          Indonesia
          > memang benar menggunakan metode ekstraksi raksa.
          > Berbeda dengan penambang besar, penambangan rakyat masih
          menggunakan cara
          > ekstraksi raksa karena metode ini tidak memerlukan teknologi tinggi
          dan
          > relatif dapat digunakan oleh setiap penambang tradisional.
          Penambangan
          > rakyat menggunakan raksa ini umumnya terjadi di negara berkembang
          dan telah
          > menjadi isu penting di PBB untuk diterapkan langkah nyatanya di
          beberapa
          > negara berkembang mencakup Indonesia
          (http://www.unido.org/en/doc/4571).
          > Proses penyebaran raksa pada saluran air (drainage) pada
          penambangan rakyat
          > menggunakan raksa juga telah diteliti di Tanzania
          > (http://www.geus.dk/program-areas/common/int_tz01-uk.html). Di
          Indonesia
          > sendiri, penambangan rakyat umumnya menggunakan metode raksa ini
          dan cukup
          > memprihatinkan karena tidak tampak adanya langkah konkrit dari
          pemerintah
          > untuk mengatasi masalah ini. Sayangnya tidak ada informasi (belum
          ketemu) di
          > internet mengenai permasalahan ini di Indonesia. Saya pernah
          mendengar kabar
          > beberapa tahun lalu mengenai keprihatinan pemerintah maupun pengamat
          > lingkungan mengenai pencemaran raksa di penambangan liar emas di
          daerah jawa
          > Barat (lupa namanya).
          > Dengan tidak bermaksud membela perusahaan besar, saya lebih
          cenderung untuk
          > mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa (kalau ada) di pantai
          Buyat,
          > Minahasa, adalah berasal dari penambangan rakyat (liar??) yang
          umumnya
          > menyertai penambangan besar, yang diyakini masih menggunakan metode
          > ekstraksi dengan raksa. Dengan demikian, jika pemerintah memang
          hendak
          > menyelesaikan masalah pencemaran di Minahasa itu, maka tidaklah
          cukup hanya
          > melihat kepada PT Newmont, tetapi harus pula diikuti dengan langkah
          nyata
          > agar tidak ada lagi proses pengolahan bijih emas menggunakan metode
          amalgam
          > raksa.
          > Demikian tanggapan dari saya.
          >
          > Wassalam
          > Hamzah Fansuri
          >
          > -----Original Message-----
          > From: nurul hidayat [mailto:nurday73@y...]
          > Sent: Friday, 30 July 2004 3:49 PM
          > To: kimia_ugm@yahoogroups.com; kimia_indonesia@yahoogroups.com
          > Subject: [kimia_indonesia] merkuri dan arsen di teluk buyat
          >
          >
          > Buat mas2/bapak2/mbak2/ibu2 yg kerja di newmont atau
          > yg pakar di bidang ini,tolong dikomentari sekedar utk pencerahan
          > ======================================================
          >
          > Merkuri dan Arsen di Teluk Buyat
          > Republika Online
          > Laporan : Sandhi Eko Bramono
          >
          >
          > Peristiwa pencemaran yang terjadi di Teluk Buyat,
          > Sulawesi Utara, akhir- akhir ini cukup memberikan
          > keprihatinan yang mendalam bagi bangsa Indonesia.
          > Penyebabnya adalah pencemaran air laut akibat logam
          > berat arsen (As) dan merkuri (Hg) yang telah melebihi
          > nilai ambang batas yang ditetapkan. PT Newmont
          > Minahasa Raya merupakan perusahaan yang dituding
          > sebagai biang keladi pencemaran ini, karena membuang
          > tailing (batuan dan tanah sisa ekstraksi bijih emas)
          > ke dasar laut di Teluk Buyat. Tak pelak lagi, tragedi
          > Minamata yang pernah terjadi di Jepang pada era
          > 1960-an, dapat terulang di Indonesia saat ini. Saat
          > itu, terjadi pencemaran merkuri dalam kadar yang
          > tinggi di Teluk Minamata, Jepang. Dampaknya,
          > masyarakat sekitar yang mengonsumsi ikan menderita
          > penyakit gangguan syaraf dan kanker yang terjadi
          > setelah sekian belas tahun perusahaan batu baterai dan
          > aki yang ada di sana beroperasi. Haruskah ini terulang
          > di Indonesia?
          >
          > Kandungan tailing
          > Tailing merupakan batuan dan tanah yang tersisa dari
          > suatu proses ekstraksi bijih logam, seperti bijih emas
          > dan bijih tembaga. Tailing dihasilkan dalam jumlah
          > yang luar biasa besar dari segi volume, mengingat
          > dalam 1 ton tanah yang mengandung bijih emas, hanya
          > terdapat 0.001 ton emas murni! Dapat dibayangkan bahwa
          > akan tersisa 0.999 ton tanah (yang dikenal sebagai
          > tailing) serta membutuhkan penanganan lanjut setelah
          > kegiatan penambangan tersebut. Tailing tidak hanya
          > berisi tanah dan batuan, namun juga mengandung
          > unsur-unsur logam berat lainnya yang tidak ekonomis
          > untuk diekstraksi dari kawasan pertambangan tersebut,
          > seperti alumunium (Al), antimony (Sb), dan timah (Sn).
          >
          >
          > Sesungguhnya logam-logam ini terdapat dalam jumlah
          > yang sangat terbatas dan rendah dalam tailing. Namun
          > volume tailing yang sangat besar, menjadikan kuantitas
          > yang ada akan cukup besar, serta dapat memberikan
          > dampak negatif jika dibuang tanpa pengolahan yang
          > tepat sebelumnya. Sedangkan merkuri dan arsen berasal
          > dari bahan kimia yang ditambahkan selama proses
          > pengekstraksian bijih emas yang dilakukan. Senyawa
          > arsenik digunakan sebagai bahan tambahan untuk
          > mengikat emas dengan lebih baik (senyawa amalgam)
          > dalam kadar yang lebih tinggi. Namun setelah emas
          > terikat pada arsen, dilakukan proses pemanggangan
          > (roasting) bijih emas yang telah terikat arsen
          > tersebut. Saat proses pemanggangan, arsen akan
          > terlepas sebagai gas dan terjadi reduksi konsentrasi
          > arsen dalam bijih tersebut.
          >
          > Proses pengolahan gas buang hasil pemanggangan
          > dilakukan dengan penyemprotan (scrubbing) pada alat
          > pengendali pencemaran udara wet scrubber. Air yang
          > berperan sebagai scrubber dalam proses tadi masih
          > membutukan penanganan lebih lanjut sebelum dibuang ke
          > laut bersama sisa tailing yang ada. Senyawa merkuri
          > juga digunakan sebagai senyawa amalgam untuk emas
          > (membantu pengikatan emas) dalam tailing yang akan
          > diekstraksi. Tailing yang mengandung bijih emas akan
          > terikat bersama merkuri. Untuk mengurangi kadar
          > merkuri pada pengolahan tailing tersebut, umumnya
          > dilakukan pemerasan dengan menggunakan fabric filter.
          > Merkuri sisa perasan yang tersisa dalam bentuk cair
          > tersebut, juga harus diolah lebih lanjut. Kandungan
          > merkuri dan arsen yang terdapat dalam tailing itu
          > sendiri juga harus diperhatikan, mengingat recovery
          > percentage dari arsen maupun merkuri tidak akan pernah
          > mencapai 100 persen.
          >
          > Pembuangan ke dasar laut
          > Teknologi pembuangan ke dasar laut sudah sejak lama ditinggalkan di
          beberapa
          > negara maju, termasuk di Amerika Serikat. Fenomena transpor dan
          transformasi
          > dari berbagai jenis logam yang terkandung di dalam tailing, cukup
          sulit
          > untuk diprediksi dan dimodelkan dalam simulasi komputer. Hal ini
          lebih
          > disebabkan oleh keberagaman jenis logam yang ada di dalam kandungan
          tailing,
          > serta parameter fisika-kimia-mikrobiologi air laut yang cukup
          beragam dan
          > bersifat stokastik.
          >
          > Meskipun pembuangan dilakukan pada kedalaman hingga
          > ratusan meter dan beberapa puluh kilometer dari bibir
          > pantai, dampak yang ditimbulkan dapat memberikan efek
          > negatif pada biota laut, yang akan menimbulkan dampak
          > buruk pula bagi manusia dan kesehatannya. Hal inilah
          > yang menjadi dasar pertimbangan, pembuangan ke dasar
          > laut sudah ditinggalkan oleh negara-negara maju saat
          > ini. Sebelum tailing dibuang ke dasar laut, parameter
          > fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut mutlak untuk
          dipertimbangkan.
          >
          > Namun, pembuangan ke laut bukan berarti tidak terdapat
          > suatu pengolahan pendahuluan untuk tailing. Tailing
          > harus diolah hingga suatu tingkat yang aman dibuang ke
          > laut sebagai lokasi pembuangan akhir. Oleh karenanya,
          > konsep dalam pembuangan tailing ke dasar laut adalah
          > melakukan pengolahan pendahuluan (pretreatment) dengan
          > tujuan untuk meminimasi dan imobilisasi logam-logam
          > berat yang terkandung dalam tailing. Dengan hal ini,
          > sangat diharapkan terjadi minimasi dari pelarutan
          > kembali logam-logam berat yang sebelumnya telah
          > terimobilisasi dalam tailing.
          >
          > Karakteristik fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut
          Karakteristik fisika
          > mencakup kecepatan arus, arah arus, dan temperatur air laut. Faktor-
          faktor
          > ini akan memberikan gambaran mengenai arah persebaran dan
          konsentrasi dari
          > logam-logam yang terkandung dalam air laut dalam kurun waktu setelah
          > pembuangan tailing ke laut. Simulasi dengan komputer harus
          dilakukan, untuk
          > mempertegas bahwa logam-logam berat yang terkandung dalam tailing
          akan
          > tersebar di air laut pada radius yang terbatas dan dalam
          konsentrasi yang
          > kecil. Karakteristik kimia mencakup pengaruh pH, salinitas,
          kekuatan ionik,
          > asiditas, alkalinitas, serta kompleksasi logam-logam berat oleh air
          laut,
          > harus menjadi suatu bahan pertimbangan.
          >
          > Dalam hal ini, dibutuhkan suatu pemahaman mengenai
          > proses kimia dalam air laut itu sendiri terhadap
          > tailing, yang harus mampu meminimasi tingkat
          > solubilitas (kelarutan) logam-logam berat pada tailing
          > di air laut. Interaksi berbagai senyawa di air laut,
          > yang didukung oleh kondisi dan karakteristik kimia air
          > laut yang ada, akan menentukan kondisi logam-logam
          > berat yang ada. Sangat diharapkan terjadi imobilisasi
          > dari logam-logam berat tersebut, sehingga dispersi
          > (persebaran) logam-logam berat dapat direduksi. Harus disimulasikan
          pula
          > mengenai peluang terjadinya mobilisasi logam-logam berat setelah
          sebelumnya
          > terimobilisasi. Sedangkan karakteristik mikrobiologi yang harus
          > dipertimbangkan adalah adanya keberagaman mikroorganisme air laut
          yang dapat
          > mempengaruhi mobilitas logam-logam berat yang ada dalam tailing.
          Beberapa
          > jenis mikroorganisme mampu menghasilkan kondisi yang dapat
          melarutkan
          > logam-logam berat. Dalam hal ini, akan terjadi persebaran logam -
          logam
          > berat yang sebelumnya telah terimobilisasi.
          >
          > Dampak lingkungan yang terjadi
          > Merkuri dan arsen akan terikat dan terakumulasi di
          > dalam jaringan lemak (liphophylic) biota-biota laut.
          > Pelarutan logam-logam berat dalam tailing yang
          > merupakan bentuk imobilisasi dari logam-logam
          > tersebut, akan mudah terikat dalam jaringan biota
          > laut, khususnya biota laut yang tinggal di dasar laut (benthos),
          seperti
          > kerang, kepiting, dan udang. Biota-biota ini menghisap air laut
          dalam jumlah
          > yang cukup tinggi untuk kemudian dilepaskan kembali sebagai cara
          untuk
          > memperoleh makanannya. Kandungan arsen dan merkuri terlarut dalam
          air laut,
          > akan memberikan akumulasi arsen dan merkuri pada jaringan tubuh
          biota-biota
          > tersebut.
          >
          > Sedangkan ikan yang tidak tinggal di dasar laut juga
          > akan mengalami akumulasi arsen dan merkuri dalam
          > tubuhnya, meskipun tidak akan setinggi kadar dalam
          > kerang, kepiting, dan udang. Kadar logam berat yang
          > terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kematian
          > mendadak pada biota-biota laut ini. Setelah terjadi
          > tahapan ini, masyarakat harus diberitakan untuk tidak mengonsumsi
          > biota-biota laut ini, yang akan memindahkan logam-logam berat yang
          beracun
          > ini kepada manusia yang mengonsumsinya. Gejala keracunan awal yang
          dapat
          > teramati pada manusia, adalah rasa gatal dan ruam-ruam pada bagian
          tubuh
          > yang terkena air laut yang terkontaminasi oleh logam berat.
          >
          > Sedangkan dampak jangka pendek dari mengonsumsi biota
          > laut yang tercemar logam berat, adalah gangguan berupa muntah-
          muntah dan
          > mual. Dampak jangka panjangnya berupa gangguan sistem syaraf,
          penyakit
          > kanker, dan gangguan reproduksi pada wanita. Hal ini sudah dialami
          oleh
          > ratusan penduduk Jepang yang tinggal di sekitar Teluk Minamata pada
          tahun
          > 1960-an. Jadi, apakah PT Newmont Minahasa Raya telah melakukan
          pengolahan
          > pendahuluan untuk tailing dengan benar? Apakah karakteristik
          fisika, kimia,
          > dan mikrobiologi air laut telah dipertimbangkan saat memutuskan
          untuk
          > pembuangan ke dasar laut? Apakah kandungan logam-logam berat pada
          biota laut
          > sudah diperiksa? Semoga saja ini semua segera mendapat penangan
          yang serius
          > dari pemerintah, sehingga kasus yang sangat merugikan kesehatan
          masyarakat
          > dan lingkungan akibat kegiatan penambangan semacam ini, dapat lebih
          mudah
          > diidentifikasi, dapat dicegah secara dini, serta tidak akan
          terulang lagi.
          > Semoga!
          >
          > Anggota Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik
          > Lingkungan Indonesia (IATPI)
          > Mahasiswa Pascasarjana Master of Environmental
          > Engineering Science, UNSW, Australia
          >
          >
          >
          > =====
          > Nurul Hidayat A
          >
          > Present address :
          >
          > *Institute of Analytical Chemistry and Radiochemistry, Innsbruck
          University,
          > Innrain 52 a, A-6020 Innsbruck, Austria phone : +435125075196, fax :
          > +435125072965
          > ** Europaheim Zimmer 470, Technikerstrasse 9B, A-6020 Innsbruck
          phone :
          > +435122226470, +436763169773.
          >
          >
          >
          >
          > __________________________________
          > Do you Yahoo!?
          > New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
          > http://promotions.yahoo.com/new_mail
          >
          >
          >
          >
          >
          > Yahoo! Groups Links



          Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


          ---------------------------------
          Yahoo! Groups Links

          To visit your group on the web, go to:
          http://groups.yahoo.com/group/kimia_indonesia/

          To unsubscribe from this group, send an email to:
          kimia_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

          Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



          ---------------------------------
          Do you Yahoo!?
          New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!

          [Non-text portions of this message have been removed]
        • MordevaN
          Menanggap tulisan Sandi Eko Bramono dan komentar Hamzah Fansuri. Sepertinya komentar HF cukup mengena tentang tulisan SEB, namun ada beberapa hal yang kurang
          Message 4 of 22 , Aug 3, 2004
          View Source
          • 0 Attachment
            Menanggap tulisan Sandi Eko Bramono dan komentar Hamzah Fansuri.

            Sepertinya komentar HF cukup mengena tentang tulisan SEB, namun ada
            beberapa hal yang kurang tepat dimana,
            HF : "saya lebih cenderung untuk mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa
            (kalau ada) di pantai Buyat, Minahasa, adalah berasal dari penambangan rakyat
            (liar??) yang umumnya menyertai penambangan besar, yang diyakini masih
            menggunakan metode ekstraksi dengan raksa".

            Dalam hal ini dilihat dari segi geografis, limbah tambang rakyat mengalir melalui
            sungai Totot ke teluk Totok bukan teluk Buyat yang diributkan. Kedua teluk
            dipisahkan semenanjung +/- 2 km (katanya, silahkan cari tau lebih lanjut).
            Sehingga pencemaran oleh tambang rakyat harusnya ada di teluk Totok.

            Kemudian HF : "saya meragukan pendapat yang mengatakan bahwa sumber
            pencemaran raksa ini adalah akibat dari tailing PT Newmont Indonesia yang
            dibuang ke laut, kecuali jika PT Newmont Indonesia memang benar menggunakan
            metode ekstraksi raksa."

            Saya sependapat dengan HF bahwa tak mungkin Newmont menggunakan teknologi
            ekstraksi amalgam raksa di tambangnya, karena effisiensinya jauh lebih rendah
            (60%) dibanding dengan teknik Cyanida Heap Leaching yang 90%. Namun bukan
            berarti tailing Newmont bebas dari mercuri dan logam berat lainnya sebab pada
            process leaching tersebut Asam Cyanida (HCN) tidak saja melarutkan Emas (Au)
            tapi juga semua logam2 berat yang ada terkandung dalam biji(ores) tersebut seperti
            arsen (As), lead (Pb), zinc(Zn), uranium(U), mercury(Hg), and cadmium(Cd) dan
            lain sebagainya, yang kemudian dipisah dari Emas dan dibuang bersama
            limbah(tailing). Jadi sumber mercuri di Buyat memang bukan berasal dari Hg yang
            dipakai untuk mengekstrak emas oleh Newmont tapi dari hasil samping process
            ekstraksi Newmont tersebut.
            Logam berat beracun ini dapat terakumulasi di manusia melalui rantai makanan
            (ikan) yang dapat menyebabkan orang tersebut terkena penyakit2 termasuk kanker,
            seperti yang diderita oleh orang Buyat itu.
            Tidak dapat dikatakan bahwa penggunaan Cyanida "lebih" ramah lingkungan. Telah
            banyak bencana terjadi akibat tambang emas ber-cyanida ini mulai dari Cajamarca
            di Peru hingga Buyat Minahasa bahkan di negara asalnya AS, sehingga negara
            bagian New South Wales, Australia (yang bukan negara asal Newmont, ) mencoba
            mengajukan rancangan UU untuk menghentikan pemakaian Cyanida ini, lihat
            http://www.rainforestinfo.org.au/gold/cyanide.htm
            mdvn





            On 2 Aug 2004 at 13:11, Hamzah Fansuri wrote:

            Saya coba mengomentari artikel di Republika Online yang ditulis oleh
            Srd. Sandhi Eko Bramono. Apa yang ditulis oleh srd Bramono itu adalah
            benar adanya dan sudah terbuktikan bahwa pengolahan emas menggunakan
            raksa bisa mengakibatkan wabah penyakit seperti yang terjadi di teluk
            Minamata pada dekade 60 an. Akan tetapi penulis tidak menyatakan
            secara eksplisit bahwa PT Newmont Indonesia lah yang bertanggung jawab
            atas pencemaran raksa di Minahasa dan pada intinya penulis hanya
            mengatakan dampak negatif dari limbah raksa. Ekstraksi emas dari
            bijihnya dengan metode amalgam raksa sudah lama ditinggalkan oleh
            pertambangan besar karena efisiensinya rendah sedangkan dampak
            lingkungannya sangat besar dan mematikan. Menurut sumber di
            http://www.chemlink.com.au/cyanide.htm, 98% penambangan emas di
            Australia (negara asal pemilik PT Newmont) sudah menggunakan metode
            sianida yang "lebih" ramah lingkungan. Kenyataan ini membuat saya
            meragukan pendapat yang mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa ini
            adalah akibat dari tailing PT Newmont Indonesia yang dibuang ke laut,
            kecuali jika PT Newmont Indonesia memang benar menggunakan metode
            ekstraksi raksa. Berbeda dengan penambang besar, penambangan rakyat
            masih menggunakan cara ekstraksi raksa karena metode ini tidak
            memerlukan teknologi tinggi dan relatif dapat digunakan oleh setiap
            penambang tradisional. Penambangan rakyat menggunakan raksa ini
            umumnya terjadi di negara berkembang dan telah menjadi isu penting di
            PBB untuk diterapkan langkah nyatanya di beberapa negara berkembang
            mencakup Indonesia (http://www.unido.org/en/doc/4571). Proses
            penyebaran raksa pada saluran air (drainage) pada penambangan rakyat
            menggunakan raksa juga telah diteliti di Tanzania
            (http://www.geus.dk/program-areas/common/int_tz01-uk.html). Di
            Indonesia sendiri, penambangan rakyat umumnya menggunakan metode raksa
            ini dan cukup memprihatinkan karena tidak tampak adanya langkah
            konkrit dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Sayangnya tidak
            ada informasi (belum ketemu) di internet mengenai permasalahan ini di
            Indonesia. Saya pernah mendengar kabar beberapa tahun lalu mengenai
            keprihatinan pemerintah maupun pengamat lingkungan mengenai pencemaran
            raksa di penambangan liar emas di daerah jawa Barat (lupa namanya).
            Dengan tidak bermaksud membela perusahaan besar, saya lebih cenderung
            untuk mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa (kalau ada) di pantai
            Buyat, Minahasa, adalah berasal dari penambangan rakyat (liar??) yang
            umumnya menyertai penambangan besar, yang diyakini masih menggunakan
            metode ekstraksi dengan raksa. Dengan demikian, jika pemerintah memang
            hendak menyelesaikan masalah pencemaran di Minahasa itu, maka tidaklah
            cukup hanya melihat kepada PT Newmont, tetapi harus pula diikuti
            dengan langkah nyata agar tidak ada lagi proses pengolahan bijih emas
            menggunakan metode amalgam raksa. Demikian tanggapan dari saya.

            Wassalam
            Hamzah Fansuri

            -----Original Message-----
            From: nurul hidayat [mailto:nurday73@...]
            Sent: Friday, 30 July 2004 3:49 PM
            To: kimia_ugm@yahoogroups.com; kimia_indonesia@yahoogroups.com
            Subject: [kimia_indonesia] merkuri dan arsen di teluk buyat


            Buat mas2/bapak2/mbak2/ibu2 yg kerja di newmont atau
            yg pakar di bidang ini,tolong dikomentari sekedar utk pencerahan
            ======================================================

            Merkuri dan Arsen di Teluk Buyat
            Republika Online
            Laporan : Sandhi Eko Bramono


            Peristiwa pencemaran yang terjadi di Teluk Buyat,
            Sulawesi Utara, akhir- akhir ini cukup memberikan
            keprihatinan yang mendalam bagi bangsa Indonesia.
            Penyebabnya adalah pencemaran air laut akibat logam
            berat arsen (As) dan merkuri (Hg) yang telah melebihi
            nilai ambang batas yang ditetapkan. PT Newmont
            Minahasa Raya merupakan perusahaan yang dituding
            sebagai biang keladi pencemaran ini, karena membuang
            tailing (batuan dan tanah sisa ekstraksi bijih emas)
            ke dasar laut di Teluk Buyat. Tak pelak lagi, tragedi
            Minamata yang pernah terjadi di Jepang pada era
            1960-an, dapat terulang di Indonesia saat ini. Saat
            itu, terjadi pencemaran merkuri dalam kadar yang
            tinggi di Teluk Minamata, Jepang. Dampaknya,
            masyarakat sekitar yang mengonsumsi ikan menderita
            penyakit gangguan syaraf dan kanker yang terjadi
            setelah sekian belas tahun perusahaan batu baterai dan
            aki yang ada di sana beroperasi. Haruskah ini terulang
            di Indonesia?

            Kandungan tailing
            Tailing merupakan batuan dan tanah yang tersisa dari
            suatu proses ekstraksi bijih logam, seperti bijih emas
            dan bijih tembaga. Tailing dihasilkan dalam jumlah
            yang luar biasa besar dari segi volume, mengingat
            dalam 1 ton tanah yang mengandung bijih emas, hanya
            terdapat 0.001 ton emas murni! Dapat dibayangkan bahwa
            akan tersisa 0.999 ton tanah (yang dikenal sebagai
            tailing) serta membutuhkan penanganan lanjut setelah
            kegiatan penambangan tersebut. Tailing tidak hanya
            berisi tanah dan batuan, namun juga mengandung
            unsur-unsur logam berat lainnya yang tidak ekonomis
            untuk diekstraksi dari kawasan pertambangan tersebut,
            seperti alumunium (Al), antimony (Sb), dan timah (Sn).


            Sesungguhnya logam-logam ini terdapat dalam jumlah
            yang sangat terbatas dan rendah dalam tailing. Namun
            volume tailing yang sangat besar, menjadikan kuantitas
            yang ada akan cukup besar, serta dapat memberikan
            dampak negatif jika dibuang tanpa pengolahan yang
            tepat sebelumnya. Sedangkan merkuri dan arsen berasal
            dari bahan kimia yang ditambahkan selama proses
            pengekstraksian bijih emas yang dilakukan. Senyawa
            arsenik digunakan sebagai bahan tambahan untuk
            mengikat emas dengan lebih baik (senyawa amalgam)
            dalam kadar yang lebih tinggi. Namun setelah emas
            terikat pada arsen, dilakukan proses pemanggangan
            (roasting) bijih emas yang telah terikat arsen
            tersebut. Saat proses pemanggangan, arsen akan
            terlepas sebagai gas dan terjadi reduksi konsentrasi
            arsen dalam bijih tersebut.

            Proses pengolahan gas buang hasil pemanggangan
            dilakukan dengan penyemprotan (scrubbing) pada alat
            pengendali pencemaran udara wet scrubber. Air yang
            berperan sebagai scrubber dalam proses tadi masih
            membutukan penanganan lebih lanjut sebelum dibuang ke
            laut bersama sisa tailing yang ada. Senyawa merkuri
            juga digunakan sebagai senyawa amalgam untuk emas
            (membantu pengikatan emas) dalam tailing yang akan
            diekstraksi. Tailing yang mengandung bijih emas akan
            terikat bersama merkuri. Untuk mengurangi kadar
            merkuri pada pengolahan tailing tersebut, umumnya
            dilakukan pemerasan dengan menggunakan fabric filter.
            Merkuri sisa perasan yang tersisa dalam bentuk cair
            tersebut, juga harus diolah lebih lanjut. Kandungan
            merkuri dan arsen yang terdapat dalam tailing itu
            sendiri juga harus diperhatikan, mengingat recovery
            percentage dari arsen maupun merkuri tidak akan pernah
            mencapai 100 persen.

            Pembuangan ke dasar laut
            Teknologi pembuangan ke dasar laut sudah sejak lama ditinggalkan di
            beberapa negara maju, termasuk di Amerika Serikat. Fenomena transpor
            dan transformasi dari berbagai jenis logam yang terkandung di dalam
            tailing, cukup sulit untuk diprediksi dan dimodelkan dalam simulasi
            komputer. Hal ini lebih disebabkan oleh keberagaman jenis logam yang
            ada di dalam kandungan tailing, serta parameter
            fisika-kimia-mikrobiologi air laut yang cukup beragam dan bersifat
            stokastik.

            Meskipun pembuangan dilakukan pada kedalaman hingga
            ratusan meter dan beberapa puluh kilometer dari bibir
            pantai, dampak yang ditimbulkan dapat memberikan efek
            negatif pada biota laut, yang akan menimbulkan dampak
            buruk pula bagi manusia dan kesehatannya. Hal inilah
            yang menjadi dasar pertimbangan, pembuangan ke dasar
            laut sudah ditinggalkan oleh negara-negara maju saat
            ini. Sebelum tailing dibuang ke dasar laut, parameter
            fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut mutlak untuk dipertimbangkan.


            Namun, pembuangan ke laut bukan berarti tidak terdapat
            suatu pengolahan pendahuluan untuk tailing. Tailing
            harus diolah hingga suatu tingkat yang aman dibuang ke
            laut sebagai lokasi pembuangan akhir. Oleh karenanya,
            konsep dalam pembuangan tailing ke dasar laut adalah
            melakukan pengolahan pendahuluan (pretreatment) dengan
            tujuan untuk meminimasi dan imobilisasi logam-logam
            berat yang terkandung dalam tailing. Dengan hal ini,
            sangat diharapkan terjadi minimasi dari pelarutan
            kembali logam-logam berat yang sebelumnya telah
            terimobilisasi dalam tailing.

            Karakteristik fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut Karakteristik
            fisika mencakup kecepatan arus, arah arus, dan temperatur air laut.
            Faktor-faktor ini akan memberikan gambaran mengenai arah persebaran
            dan konsentrasi dari logam-logam yang terkandung dalam air laut dalam
            kurun waktu setelah pembuangan tailing ke laut. Simulasi dengan
            komputer harus dilakukan, untuk mempertegas bahwa logam-logam berat
            yang terkandung dalam tailing akan tersebar di air laut pada radius
            yang terbatas dan dalam konsentrasi yang kecil. Karakteristik kimia
            mencakup pengaruh pH, salinitas, kekuatan ionik, asiditas,
            alkalinitas, serta kompleksasi logam-logam berat oleh air laut, harus
            menjadi suatu bahan pertimbangan.

            Dalam hal ini, dibutuhkan suatu pemahaman mengenai
            proses kimia dalam air laut itu sendiri terhadap
            tailing, yang harus mampu meminimasi tingkat
            solubilitas (kelarutan) logam-logam berat pada tailing
            di air laut. Interaksi berbagai senyawa di air laut,
            yang didukung oleh kondisi dan karakteristik kimia air
            laut yang ada, akan menentukan kondisi logam-logam
            berat yang ada. Sangat diharapkan terjadi imobilisasi
            dari logam-logam berat tersebut, sehingga dispersi
            (persebaran) logam-logam berat dapat direduksi. Harus disimulasikan
            pula mengenai peluang terjadinya mobilisasi logam-logam berat setelah
            sebelumnya terimobilisasi. Sedangkan karakteristik mikrobiologi yang
            harus dipertimbangkan adalah adanya keberagaman mikroorganisme air
            laut yang dapat mempengaruhi mobilitas logam-logam berat yang ada
            dalam tailing. Beberapa jenis mikroorganisme mampu menghasilkan
            kondisi yang dapat melarutkan logam-logam berat. Dalam hal ini, akan
            terjadi persebaran logam - logam berat yang sebelumnya telah
            terimobilisasi.

            Dampak lingkungan yang terjadi
            Merkuri dan arsen akan terikat dan terakumulasi di
            dalam jaringan lemak (liphophylic) biota-biota laut.
            Pelarutan logam-logam berat dalam tailing yang
            merupakan bentuk imobilisasi dari logam-logam
            tersebut, akan mudah terikat dalam jaringan biota
            laut, khususnya biota laut yang tinggal di dasar laut (benthos),
            seperti kerang, kepiting, dan udang. Biota-biota ini menghisap air
            laut dalam jumlah yang cukup tinggi untuk kemudian dilepaskan kembali
            sebagai cara untuk memperoleh makanannya. Kandungan arsen dan merkuri
            terlarut dalam air laut, akan memberikan akumulasi arsen dan merkuri
            pada jaringan tubuh biota-biota tersebut.

            Sedangkan ikan yang tidak tinggal di dasar laut juga
            akan mengalami akumulasi arsen dan merkuri dalam
            tubuhnya, meskipun tidak akan setinggi kadar dalam
            kerang, kepiting, dan udang. Kadar logam berat yang
            terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kematian
            mendadak pada biota-biota laut ini. Setelah terjadi
            tahapan ini, masyarakat harus diberitakan untuk tidak mengonsumsi
            biota-biota laut ini, yang akan memindahkan logam-logam berat yang
            beracun ini kepada manusia yang mengonsumsinya. Gejala keracunan awal
            yang dapat teramati pada manusia, adalah rasa gatal dan ruam-ruam pada
            bagian tubuh yang terkena air laut yang terkontaminasi oleh logam
            berat.

            Sedangkan dampak jangka pendek dari mengonsumsi biota
            laut yang tercemar logam berat, adalah gangguan berupa muntah-muntah
            dan mual. Dampak jangka panjangnya berupa gangguan sistem syaraf,
            penyakit kanker, dan gangguan reproduksi pada wanita. Hal ini sudah
            dialami oleh ratusan penduduk Jepang yang tinggal di sekitar Teluk
            Minamata pada tahun 1960-an. Jadi, apakah PT Newmont Minahasa Raya
            telah melakukan pengolahan pendahuluan untuk tailing dengan benar?
            Apakah karakteristik fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut telah
            dipertimbangkan saat memutuskan untuk pembuangan ke dasar laut? Apakah
            kandungan logam-logam berat pada biota laut sudah diperiksa? Semoga
            saja ini semua segera mendapat penangan yang serius dari pemerintah,
            sehingga kasus yang sangat merugikan kesehatan masyarakat dan
            lingkungan akibat kegiatan penambangan semacam ini, dapat lebih mudah
            diidentifikasi, dapat dicegah secara dini, serta tidak akan terulang
            lagi. Semoga!

            Anggota Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik
            Lingkungan Indonesia (IATPI)
            Mahasiswa Pascasarjana Master of Environmental
            Engineering Science, UNSW, Australia



            =====
            Nurul Hidayat A

            Present address :

            *Institute of Analytical Chemistry and Radiochemistry, Innsbruck
            University, Innrain 52 a, A-6020 Innsbruck, Austria phone :
            +435125075196, fax : +435125072965 ** Europaheim Zimmer 470,
            Technikerstrasse 9B, A-6020 Innsbruck phone : +435122226470,
            +436763169773.
          • nurday73
            Sekarang saya baru belajar proteomics, mudah2an nanti kalau balik ke indonesia saya bisa meneruskan penelitian di bidang proteomics dan juga kimia lingkungan.
            Message 5 of 22 , Aug 3, 2004
            View Source
            • 0 Attachment
              Sekarang saya baru belajar proteomics, mudah2an nanti kalau balik ke
              indonesia saya bisa meneruskan penelitian di bidang proteomics dan
              juga kimia lingkungan.

              Salam,
              nurul hidayat


              --- In kimia_indonesia@yahoogroups.com, endang katmiwati
              <ebin_jpn@y...> wrote:
              > Konbanwa/ selamat malam,
              >
              > Kalau boleh tahu mas/pak Nurul sekarang mempelajari bidang apa ? Dan
              saya juga tertarik dengan kimia lingkungan dan akan mendalaminya
              terus-menerus....
              > Dan bagaimana cara untuk bergabung di IATPI ...onegaishimasu/please...
              >
              > nurday73 <nurday73@y...> wrote:
              > Terimakasih banyak atas tanggapannya. Saya bisa dapat penjelasan
              > scientific di luar berita2 yg ada di internet. saya memang tertarik
              > dgn kimia lingkungan, karena penelitian saya dulu banyak berkaitan
              > dgn kimia lingkungan.
              > Cuma takdir mengantarkan saya utk mempelajari bidang lain saat ini,
              > walau demikian tidak mengurangi perhatian saya di bidang kimia
              > lingkungan.
              > Mudah2an bangsa indonesia makin sadar atas pentingnya kelestarian
              > lingkungan, demikian juga dunia industri dan pemerintah.
              >
              > Wassalamualaikum wR.wB,
              > nurul hidayat
              >
              > --- In kimia_indonesia@yahoogroups.com, "Hamzah Fansuri"
              > <hfansuri@v...> wrote:
              > > Saya coba mengomentari artikel di Republika Online yang ditulis
              > oleh Srd.
              > > Sandhi Eko Bramono.
              > > Apa yang ditulis oleh srd Bramono itu adalah benar adanya dan sudah
              > > terbuktikan bahwa pengolahan emas menggunakan raksa bisa
              > mengakibatkan wabah
              > > penyakit seperti yang terjadi di teluk Minamata pada dekade 60 an.
              > Akan
              > > tetapi penulis tidak menyatakan secara eksplisit bahwa PT Newmont
              > Indonesia
              > > lah yang bertanggung jawab atas pencemaran raksa di Minahasa dan
              > pada
              > > intinya penulis hanya mengatakan dampak negatif dari limbah raksa.
              > > Ekstraksi emas dari bijihnya dengan metode amalgam raksa sudah lama
              > > ditinggalkan oleh pertambangan besar karena efisiensinya rendah
              > sedangkan
              > > dampak lingkungannya sangat besar dan mematikan. Menurut sumber di
              > > http://www.chemlink.com.au/cyanide.htm, 98% penambangan emas di
              > Australia
              > > (negara asal pemilik PT Newmont) sudah menggunakan metode sianida
              > yang
              > > "lebih" ramah lingkungan. Kenyataan ini membuat saya meragukan
              > pendapat yang
              > > mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa ini adalah akibat dari
              > tailing PT
              > > Newmont Indonesia yang dibuang ke laut, kecuali jika PT Newmont
              > Indonesia
              > > memang benar menggunakan metode ekstraksi raksa.
              > > Berbeda dengan penambang besar, penambangan rakyat masih
              > menggunakan cara
              > > ekstraksi raksa karena metode ini tidak memerlukan teknologi tinggi
              > dan
              > > relatif dapat digunakan oleh setiap penambang tradisional.
              > Penambangan
              > > rakyat menggunakan raksa ini umumnya terjadi di negara berkembang
              > dan telah
              > > menjadi isu penting di PBB untuk diterapkan langkah nyatanya di
              > beberapa
              > > negara berkembang mencakup Indonesia
              > (http://www.unido.org/en/doc/4571).
              > > Proses penyebaran raksa pada saluran air (drainage) pada
              > penambangan rakyat
              > > menggunakan raksa juga telah diteliti di Tanzania
              > > (http://www.geus.dk/program-areas/common/int_tz01-uk.html). Di
              > Indonesia
              > > sendiri, penambangan rakyat umumnya menggunakan metode raksa ini
              > dan cukup
              > > memprihatinkan karena tidak tampak adanya langkah konkrit dari
              > pemerintah
              > > untuk mengatasi masalah ini. Sayangnya tidak ada informasi (belum
              > ketemu) di
              > > internet mengenai permasalahan ini di Indonesia. Saya pernah
              > mendengar kabar
              > > beberapa tahun lalu mengenai keprihatinan pemerintah maupun pengamat
              > > lingkungan mengenai pencemaran raksa di penambangan liar emas di
              > daerah jawa
              > > Barat (lupa namanya).
              > > Dengan tidak bermaksud membela perusahaan besar, saya lebih
              > cenderung untuk
              > > mengatakan bahwa sumber pencemaran raksa (kalau ada) di pantai
              > Buyat,
              > > Minahasa, adalah berasal dari penambangan rakyat (liar??) yang
              > umumnya
              > > menyertai penambangan besar, yang diyakini masih menggunakan metode
              > > ekstraksi dengan raksa. Dengan demikian, jika pemerintah memang
              > hendak
              > > menyelesaikan masalah pencemaran di Minahasa itu, maka tidaklah
              > cukup hanya
              > > melihat kepada PT Newmont, tetapi harus pula diikuti dengan langkah
              > nyata
              > > agar tidak ada lagi proses pengolahan bijih emas menggunakan metode
              > amalgam
              > > raksa.
              > > Demikian tanggapan dari saya.
              > >
              > > Wassalam
              > > Hamzah Fansuri
              > >
              > > -----Original Message-----
              > > From: nurul hidayat [mailto:nurday73@y...]
              > > Sent: Friday, 30 July 2004 3:49 PM
              > > To: kimia_ugm@yahoogroups.com; kimia_indonesia@yahoogroups.com
              > > Subject: [kimia_indonesia] merkuri dan arsen di teluk buyat
              > >
              > >
              > > Buat mas2/bapak2/mbak2/ibu2 yg kerja di newmont atau
              > > yg pakar di bidang ini,tolong dikomentari sekedar utk pencerahan
              > > ======================================================
              > >
              > > Merkuri dan Arsen di Teluk Buyat
              > > Republika Online
              > > Laporan : Sandhi Eko Bramono
              > >
              > >
              > > Peristiwa pencemaran yang terjadi di Teluk Buyat,
              > > Sulawesi Utara, akhir- akhir ini cukup memberikan
              > > keprihatinan yang mendalam bagi bangsa Indonesia.
              > > Penyebabnya adalah pencemaran air laut akibat logam
              > > berat arsen (As) dan merkuri (Hg) yang telah melebihi
              > > nilai ambang batas yang ditetapkan. PT Newmont
              > > Minahasa Raya merupakan perusahaan yang dituding
              > > sebagai biang keladi pencemaran ini, karena membuang
              > > tailing (batuan dan tanah sisa ekstraksi bijih emas)
              > > ke dasar laut di Teluk Buyat. Tak pelak lagi, tragedi
              > > Minamata yang pernah terjadi di Jepang pada era
              > > 1960-an, dapat terulang di Indonesia saat ini. Saat
              > > itu, terjadi pencemaran merkuri dalam kadar yang
              > > tinggi di Teluk Minamata, Jepang. Dampaknya,
              > > masyarakat sekitar yang mengonsumsi ikan menderita
              > > penyakit gangguan syaraf dan kanker yang terjadi
              > > setelah sekian belas tahun perusahaan batu baterai dan
              > > aki yang ada di sana beroperasi. Haruskah ini terulang
              > > di Indonesia?
              > >
              > > Kandungan tailing
              > > Tailing merupakan batuan dan tanah yang tersisa dari
              > > suatu proses ekstraksi bijih logam, seperti bijih emas
              > > dan bijih tembaga. Tailing dihasilkan dalam jumlah
              > > yang luar biasa besar dari segi volume, mengingat
              > > dalam 1 ton tanah yang mengandung bijih emas, hanya
              > > terdapat 0.001 ton emas murni! Dapat dibayangkan bahwa
              > > akan tersisa 0.999 ton tanah (yang dikenal sebagai
              > > tailing) serta membutuhkan penanganan lanjut setelah
              > > kegiatan penambangan tersebut. Tailing tidak hanya
              > > berisi tanah dan batuan, namun juga mengandung
              > > unsur-unsur logam berat lainnya yang tidak ekonomis
              > > untuk diekstraksi dari kawasan pertambangan tersebut,
              > > seperti alumunium (Al), antimony (Sb), dan timah (Sn).
              > >
              > >
              > > Sesungguhnya logam-logam ini terdapat dalam jumlah
              > > yang sangat terbatas dan rendah dalam tailing. Namun
              > > volume tailing yang sangat besar, menjadikan kuantitas
              > > yang ada akan cukup besar, serta dapat memberikan
              > > dampak negatif jika dibuang tanpa pengolahan yang
              > > tepat sebelumnya. Sedangkan merkuri dan arsen berasal
              > > dari bahan kimia yang ditambahkan selama proses
              > > pengekstraksian bijih emas yang dilakukan. Senyawa
              > > arsenik digunakan sebagai bahan tambahan untuk
              > > mengikat emas dengan lebih baik (senyawa amalgam)
              > > dalam kadar yang lebih tinggi. Namun setelah emas
              > > terikat pada arsen, dilakukan proses pemanggangan
              > > (roasting) bijih emas yang telah terikat arsen
              > > tersebut. Saat proses pemanggangan, arsen akan
              > > terlepas sebagai gas dan terjadi reduksi konsentrasi
              > > arsen dalam bijih tersebut.
              > >
              > > Proses pengolahan gas buang hasil pemanggangan
              > > dilakukan dengan penyemprotan (scrubbing) pada alat
              > > pengendali pencemaran udara wet scrubber. Air yang
              > > berperan sebagai scrubber dalam proses tadi masih
              > > membutukan penanganan lebih lanjut sebelum dibuang ke
              > > laut bersama sisa tailing yang ada. Senyawa merkuri
              > > juga digunakan sebagai senyawa amalgam untuk emas
              > > (membantu pengikatan emas) dalam tailing yang akan
              > > diekstraksi. Tailing yang mengandung bijih emas akan
              > > terikat bersama merkuri. Untuk mengurangi kadar
              > > merkuri pada pengolahan tailing tersebut, umumnya
              > > dilakukan pemerasan dengan menggunakan fabric filter.
              > > Merkuri sisa perasan yang tersisa dalam bentuk cair
              > > tersebut, juga harus diolah lebih lanjut. Kandungan
              > > merkuri dan arsen yang terdapat dalam tailing itu
              > > sendiri juga harus diperhatikan, mengingat recovery
              > > percentage dari arsen maupun merkuri tidak akan pernah
              > > mencapai 100 persen.
              > >
              > > Pembuangan ke dasar laut
              > > Teknologi pembuangan ke dasar laut sudah sejak lama ditinggalkan di
              > beberapa
              > > negara maju, termasuk di Amerika Serikat. Fenomena transpor dan
              > transformasi
              > > dari berbagai jenis logam yang terkandung di dalam tailing, cukup
              > sulit
              > > untuk diprediksi dan dimodelkan dalam simulasi komputer. Hal ini
              > lebih
              > > disebabkan oleh keberagaman jenis logam yang ada di dalam kandungan
              > tailing,
              > > serta parameter fisika-kimia-mikrobiologi air laut yang cukup
              > beragam dan
              > > bersifat stokastik.
              > >
              > > Meskipun pembuangan dilakukan pada kedalaman hingga
              > > ratusan meter dan beberapa puluh kilometer dari bibir
              > > pantai, dampak yang ditimbulkan dapat memberikan efek
              > > negatif pada biota laut, yang akan menimbulkan dampak
              > > buruk pula bagi manusia dan kesehatannya. Hal inilah
              > > yang menjadi dasar pertimbangan, pembuangan ke dasar
              > > laut sudah ditinggalkan oleh negara-negara maju saat
              > > ini. Sebelum tailing dibuang ke dasar laut, parameter
              > > fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut mutlak untuk
              > dipertimbangkan.
              > >
              > > Namun, pembuangan ke laut bukan berarti tidak terdapat
              > > suatu pengolahan pendahuluan untuk tailing. Tailing
              > > harus diolah hingga suatu tingkat yang aman dibuang ke
              > > laut sebagai lokasi pembuangan akhir. Oleh karenanya,
              > > konsep dalam pembuangan tailing ke dasar laut adalah
              > > melakukan pengolahan pendahuluan (pretreatment) dengan
              > > tujuan untuk meminimasi dan imobilisasi logam-logam
              > > berat yang terkandung dalam tailing. Dengan hal ini,
              > > sangat diharapkan terjadi minimasi dari pelarutan
              > > kembali logam-logam berat yang sebelumnya telah
              > > terimobilisasi dalam tailing.
              > >
              > > Karakteristik fisika, kimia, dan mikrobiologi air laut
              > Karakteristik fisika
              > > mencakup kecepatan arus, arah arus, dan temperatur air laut. Faktor-
              > faktor
              > > ini akan memberikan gambaran mengenai arah persebaran dan
              > konsentrasi dari
              > > logam-logam yang terkandung dalam air laut dalam kurun waktu setelah
              > > pembuangan tailing ke laut. Simulasi dengan komputer harus
              > dilakukan, untuk
              > > mempertegas bahwa logam-logam berat yang terkandung dalam tailing
              > akan
              > > tersebar di air laut pada radius yang terbatas dan dalam
              > konsentrasi yang
              > > kecil. Karakteristik kimia mencakup pengaruh pH, salinitas,
              > kekuatan ionik,
              > > asiditas, alkalinitas, serta kompleksasi logam-logam berat oleh air
              > laut,
              > > harus menjadi suatu bahan pertimbangan.
              > >
              > > Dalam hal ini, dibutuhkan suatu pemahaman mengenai
              > > proses kimia dalam air laut itu sendiri terhadap
              > > tailing, yang harus mampu meminimasi tingkat
              > > solubilitas (kelarutan) logam-logam berat pada tailing
              > > di air laut. Interaksi berbagai senyawa di air laut,
              > > yang didukung oleh kondisi dan karakteristik kimia air
              > > laut yang ada, akan menentukan kondisi logam-logam
              > > berat yang ada. Sangat diharapkan terjadi imobilisasi
              > > dari logam-logam berat tersebut, sehingga dispersi
              > > (persebaran) logam-logam berat dapat direduksi. Harus disimulasikan
              > pula
              > > mengenai peluang terjadinya mobilisasi logam-logam berat setelah
              > sebelumnya
              > > terimobilisasi. Sedangkan karakteristik mikrobiologi yang harus
              > > dipertimbangkan adalah adanya keberagaman mikroorganisme air laut
              > yang dapat
              > > mempengaruhi mobilitas logam-logam berat yang ada dalam tailing.
              > Beberapa
              > > jenis mikroorganisme mampu menghasilkan kondisi yang dapat
              > melarutkan
              > > logam-logam berat. Dalam hal ini, akan terjadi persebaran logam -
              > logam
              > > berat yang sebelumnya telah terimobilisasi.
              > >
              > > Dampak lingkungan yang terjadi
              > > Merkuri dan arsen akan terikat dan terakumulasi di
              > > dalam jaringan lemak (liphophylic) biota-biota laut.
              > > Pelarutan logam-logam berat dalam tailing yang
              > > merupakan bentuk imobilisasi dari logam-logam
              > > tersebut, akan mudah terikat dalam jaringan biota
              > > laut, khususnya biota laut yang tinggal di dasar laut (benthos),
              > seperti
              > > kerang, kepiting, dan udang. Biota-biota ini menghisap air laut
              > dalam jumlah
              > > yang cukup tinggi untuk kemudian dilepaskan kembali sebagai cara
              > untuk
              > > memperoleh makanannya. Kandungan arsen dan merkuri terlarut dalam
              > air laut,
              > > akan memberikan akumulasi arsen dan merkuri pada jaringan tubuh
              > biota-biota
              > > tersebut.
              > >
              > > Sedangkan ikan yang tidak tinggal di dasar laut juga
              > > akan mengalami akumulasi arsen dan merkuri dalam
              > > tubuhnya, meskipun tidak akan setinggi kadar dalam
              > > kerang, kepiting, dan udang. Kadar logam berat yang
              > > terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kematian
              > > mendadak pada biota-biota laut ini. Setelah terjadi
              > > tahapan ini, masyarakat harus diberitakan untuk tidak mengonsumsi
              > > biota-biota laut ini, yang akan memindahkan logam-logam berat yang
              > beracun
              > > ini kepada manusia yang mengonsumsinya. Gejala keracunan awal yang
              > dapat
              > > teramati pada manusia, adalah rasa gatal dan ruam-ruam pada bagian
              > tubuh
              > > yang terkena air laut yang terkontaminasi oleh logam berat.
              > >
              > > Sedangkan dampak jangka pendek dari mengonsumsi biota
              > > laut yang tercemar logam berat, adalah gangguan berupa muntah-
              > muntah dan
              > > mual. Dampak jangka panjangnya berupa gangguan sistem syaraf,
              > penyakit
              > > kanker, dan gangguan reproduksi pada wanita. Hal ini sudah dialami
              > oleh
              > > ratusan penduduk Jepang yang tinggal di sekitar Teluk Minamata pada
              > tahun
              > > 1960-an. Jadi, apakah PT Newmont Minahasa Raya telah melakukan
              > pengolahan
              > > pendahuluan untuk tailing dengan benar? Apakah karakteristik
              > fisika, kimia,
              > > dan mikrobiologi air laut telah dipertimbangkan saat memutuskan
              > untuk
              > > pembuangan ke dasar laut? Apakah kandungan logam-logam berat pada
              > biota laut
              > > sudah diperiksa? Semoga saja ini semua segera mendapat penangan
              > yang serius
              > > dari pemerintah, sehingga kasus yang sangat merugikan kesehatan
              > masyarakat
              > > dan lingkungan akibat kegiatan penambangan semacam ini, dapat lebih
              > mudah
              > > diidentifikasi, dapat dicegah secara dini, serta tidak akan
              > terulang lagi.
              > > Semoga!
              > >
              > > Anggota Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik
              > > Lingkungan Indonesia (IATPI)
              > > Mahasiswa Pascasarjana Master of Environmental
              > > Engineering Science, UNSW, Australia
              > >
              > >
              > >
              > > =====
              > > Nurul Hidayat A
              > >
              > > Present address :
              > >
              > > *Institute of Analytical Chemistry and Radiochemistry, Innsbruck
              > University,
              > > Innrain 52 a, A-6020 Innsbruck, Austria phone : +435125075196, fax :
              > > +435125072965
              > > ** Europaheim Zimmer 470, Technikerstrasse 9B, A-6020 Innsbruck
              > phone :
              > > +435122226470, +436763169773.
              > >
              > >
              > >
              > >
              > > __________________________________
              > > Do you Yahoo!?
              > > New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
              > > http://promotions.yahoo.com/new_mail
              > >
              > >
              > >
              > >
              > >
              > > Yahoo! Groups Links
              >
              >
              >
              > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
              >
              >
              > ---------------------------------
              > Yahoo! Groups Links
              >
              > To visit your group on the web, go to:
              > http://groups.yahoo.com/group/kimia_indonesia/
              >
              > To unsubscribe from this group, send an email to:
              > kimia_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
              >
              > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
              >
              >
              >
              > ---------------------------------
              > Do you Yahoo!?
              > New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
              >
              > [Non-text portions of this message have been removed]
            • Hariman Bahtiar
              saya ikutan dukung kegiatan semacam ini. bagaimana pak moderator ?
              Message 6 of 22 , Aug 3, 2004
              View Source
              • 0 Attachment
                saya ikutan dukung kegiatan semacam ini.
                bagaimana pak moderator ?
                At 12:44 AM 8/3/04 -0700, you wrote:
                >aduh bagus banget ya usul bapak..,saya tinggal di Tokyo Jepang tapi kok
                >belum pernah ikutan / gabung dalam acara yang bapak sebutkan..wah sayanya
                >kurang piknik kali ya ....mau dong usul bapak kita realisasi....
                >
                >Hamzah Fansuri <hfansuri@...> wrote:Dear pengelola milis
                >dan seluruh anggota,
                >Saya punya satu usulan untuk lebih menggairahkan anggota berperan aktif
                >secara profesioanl di milis ini, yaitu mengadakan seminar kimia online yang
                >topiknya disesuaikan dengan keadaan terkini, baik di dalam negeri Indonesia,
                >maupun di belantara Internasional. Saya intip-intip, teman-teman yang sedang
                >study di Jepang sangat rajin mengadakan seminar model ini dan mendapat
                >tanggapan sangat positif dari komunitasnya.
                >Saya cuma usul lho,...tapi sama sekali buta mengenai teknis pelaksanaannya.
                >
                >Demikian usulann saya, mohon ditanggapi
                >Wassalam
                >Hamzah Fansuri
                >
                >
                >Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
                >
                >
                >---------------------------------
                >Yahoo! Groups Links
                >
                > To visit your group on the web, go to:
                >http://groups.yahoo.com/group/kimia_indonesia/
                >
                > To unsubscribe from this group, send an email to:
                >kimia_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
                >
                > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
                >
                >
                >
                >
                >---------------------------------
                >Do you Yahoo!?
                >Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
                >
                >[Non-text portions of this message have been removed]
                >
                >
                >
                >
                >
                >Yahoo! Groups Links
                >
                >
                >
                >
              • Bhirowo Herusasongko
                what a bril idea! tapi biayanya disesuaikan sama standar keuangan mahasiswa S1 di Indonesia ya? ^_^
                Message 7 of 22 , Aug 3, 2004
                View Source
                • 0 Attachment
                  what a bril idea! tapi biayanya disesuaikan sama standar keuangan
                  mahasiswa S1 di Indonesia ya? ^_^
                • Hamzah Fansuri
                  Nah...saya juga tadinya mengira Nurul hidayat ini Bapak atau Mas, tapi waktu dicek ke Universitasnya di Insbruck, ternyata initial A yang dibelakang itu
                  Message 8 of 22 , Aug 3, 2004
                  View Source
                  • 0 Attachment
                    Nah...saya juga tadinya mengira Nurul hidayat ini Bapak atau Mas, tapi waktu
                    dicek ke Universitasnya di Insbruck, ternyata initial "A" yang dibelakang
                    itu adalah "Aprilita", mosok itu nama laki-laki :)? BTW, ngurus visa ke
                    Schengen countries itu agak repot ya??

                    Wassalam
                    Hamzah

                    -----Original Message-----
                    From: endang katmiwati [mailto:ebin_jpn@...]
                    Sent: Tuesday, 3 August 2004 10:54 PM
                    To: kimia_indonesia@yahoogroups.com
                    Subject: Re: [kimia_indonesia] Re: merkuri dan arsen di teluk buyat


                    Konbanwa/ selamat malam,

                    Kalau boleh tahu mas/pak Nurul sekarang mempelajari bidang apa ? Dan saya
                    juga tertarik dengan kimia lingkungan dan akan mendalaminya
                    terus-menerus.... Dan bagaimana cara untuk bergabung di IATPI
                    ...onegaishimasu/please...
                  • endang katmiwati
                    Pak Hamzah, jadi rekan kita Nurul Hidayat itu otona hito / a woman ?? Bapak sendiri sedang study di Curtin Univ. atau sebagai educationer ? Pingin kenal aja
                    Message 9 of 22 , Aug 3, 2004
                    View Source
                    • 0 Attachment
                      Pak Hamzah,
                      jadi rekan kita Nurul Hidayat itu otona hito / a woman ??
                      Bapak sendiri sedang study di Curtin Univ. atau sebagai educationer ?
                      Pingin kenal aja kok sebab saya pernah apply ke Curtin Univ. melalui AusAid gagal....nyeseeel deh....udah beberapa tahap lulus......

                      Hamzah Fansuri <hfansuri@...> wrote:
                      Nah...saya juga tadinya mengira Nurul hidayat ini Bapak atau Mas, tapi waktu
                      dicek ke Universitasnya di Insbruck, ternyata initial "A" yang dibelakang
                      itu adalah "Aprilita", mosok itu nama laki-laki :)? BTW, ngurus visa ke
                      Schengen countries itu agak repot ya??

                      Wassalam
                      Hamzah

                      -----Original Message-----
                      From: endang katmiwati [mailto:ebin_jpn@...]
                      Sent: Tuesday, 3 August 2004 10:54 PM
                      To: kimia_indonesia@yahoogroups.com
                      Subject: Re: [kimia_indonesia] Re: merkuri dan arsen di teluk buyat


                      Konbanwa/ selamat malam,

                      Kalau boleh tahu mas/pak Nurul sekarang mempelajari bidang apa ? Dan saya
                      juga tertarik dengan kimia lingkungan dan akan mendalaminya
                      terus-menerus.... Dan bagaimana cara untuk bergabung di IATPI
                      ...onegaishimasu/please...



                      Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


                      ---------------------------------
                      Yahoo! Groups Links

                      To visit your group on the web, go to:
                      http://groups.yahoo.com/group/kimia_indonesia/

                      To unsubscribe from this group, send an email to:
                      kimia_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

                      Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



                      ---------------------------------
                      Do you Yahoo!?
                      New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!

                      [Non-text portions of this message have been removed]
                    • nurday73
                      Ha ha ha....begitulah nama kadang membuat bingung kita,sebab itu kita dianjurkan utk memberi nama yg baik. Tapi karena nama saya terlanjur sudah terdaftar oleh
                      Message 10 of 22 , Aug 3, 2004
                      View Source
                      • 0 Attachment
                        Ha ha ha....begitulah nama kadang membuat bingung kita,sebab itu kita
                        dianjurkan utk memberi nama yg baik.
                        Tapi karena nama saya terlanjur sudah terdaftar oleh ortu ha ha..saya
                        tidak mau mengubahnya.
                        Yg jelas saya laki2 tulen 100% he he....
                        Buat pak hamzah, memang visa schengen countries itu gampang2
                        susah...dulu saya menjelang deadline berangkat baru dapat, tapi
                        sesudah saya lebih gampang dapatnya.

                        salam,
                        NH
                        --- In kimia_indonesia@yahoogroups.com, endang katmiwati
                        <ebin_jpn@y...> wrote:
                        > Pak Hamzah,
                        > jadi rekan kita Nurul Hidayat itu otona hito / a woman ??
                        > Bapak sendiri sedang study di Curtin Univ. atau sebagai
                        educationer ?
                        > Pingin kenal aja kok sebab saya pernah apply ke Curtin Univ.
                        melalui AusAid gagal....nyeseeel deh....udah beberapa tahap
                        lulus......
                        >
                        > Hamzah Fansuri <hfansuri@v...> wrote:
                        > Nah...saya juga tadinya mengira Nurul hidayat ini Bapak atau Mas,
                        tapi waktu
                        > dicek ke Universitasnya di Insbruck, ternyata initial "A" yang
                        dibelakang
                        > itu adalah "Aprilita", mosok itu nama laki-laki :)? BTW, ngurus
                        visa ke
                        > Schengen countries itu agak repot ya??
                        >
                        > Wassalam
                        > Hamzah
                        >
                        > -----Original Message-----
                        > From: endang katmiwati [mailto:ebin_jpn@y...]
                        > Sent: Tuesday, 3 August 2004 10:54 PM
                        > To: kimia_indonesia@yahoogroups.com
                        > Subject: Re: [kimia_indonesia] Re: merkuri dan arsen di teluk buyat
                        >
                        >
                        > Konbanwa/ selamat malam,
                        >
                        > Kalau boleh tahu mas/pak Nurul sekarang mempelajari bidang apa ?
                        Dan saya
                        > juga tertarik dengan kimia lingkungan dan akan mendalaminya
                        > terus-menerus.... Dan bagaimana cara untuk bergabung di IATPI
                        > ...onegaishimasu/please...
                        >
                        >
                        >
                        > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
                        >
                        >
                        > ---------------------------------
                        > Yahoo! Groups Links
                        >
                        > To visit your group on the web, go to:
                        > http://groups.yahoo.com/group/kimia_indonesia/
                        >
                        > To unsubscribe from this group, send an email to:
                        > kimia_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
                        >
                        > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
                        Service.
                        >
                        >
                        >
                        > ---------------------------------
                        > Do you Yahoo!?
                        > New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
                        >
                        > [Non-text portions of this message have been removed]
                      • Antonius Suryatenggara
                        Perkenalkan dahulu, nama saya Antonius Suryatenggara, salah satu redaksi chem-is-try.org. Tentang forum seminar kimia online, saya juga merasa itu baik. Hanya,
                        Message 11 of 22 , Aug 13, 2004
                        View Source
                        • 0 Attachment
                          Perkenalkan dahulu, nama saya Antonius Suryatenggara, salah satu
                          redaksi chem-is-try.org.

                          Tentang forum seminar kimia online, saya juga merasa itu baik.
                          Hanya, bentuk pelaksanaannya seperti apa, itu belum kita punya. Saya
                          mau coba di sini melontarkan satu bentuk dulu.

                          Bagaimana kalau seminar/diskusi ini dilakuan dalam bentuk forum?
                          Contoh konkritnya bisa dilihat di Forum Diskusi chem-is-try.org
                          (http://www.chem-is-try.org/phpbb/). Kita bisa membuat satu kategori
                          di sini, misalnya "Diskusi". Lalu dibuat tema2 diskusi di dalam kategori
                          ini.

                          Bagaimana tanggapan rekan2 yang lain?


                          On Tue, 03 Aug 2004 08:01:32 -0000
                          "nurday73" <nurday73@...> wrote:

                          > memang baik kalau ada forum seminar kimia online atau paling tidak
                          > ada semacam forum diskusi ilmiah, shg data2 ttg suatu topik mungkin
                          > akan lebih terfokus.
                          > Cuma sorry, saya juga nggak tahu teknisnya bagaimana. moderator/yg
                          > banyak tahu TI mungkin bisa membantu?
                          >
                          > Wassalam,
                          > NH
                          > --- In kimia_indonesia@yahoogroups.com, endang katmiwati
                          > <ebin_jpn@y...> wrote:
                          > > aduh bagus banget ya usul bapak..,saya tinggal di Tokyo Jepang tapi
                          > kok belum pernah ikutan / gabung dalam acara yang bapak sebutkan..wah
                          > sayanya kurang piknik kali ya ....mau dong usul bapak kita
                          > realisasi....
                          > >
                          > > Hamzah Fansuri <hfansuri@v...> wrote:Dear pengelola milis dan
                          > seluruh anggota,
                          > > Saya punya satu usulan untuk lebih menggairahkan anggota berperan
                          > aktif
                          > > secara profesioanl di milis ini, yaitu mengadakan seminar kimia
                          > online yang
                          > > topiknya disesuaikan dengan keadaan terkini, baik di dalam negeri
                          > Indonesia,
                          > > maupun di belantara Internasional. Saya intip-intip, teman-teman
                          > yang sedang
                          > > study di Jepang sangat rajin mengadakan seminar model ini dan
                          > mendapat
                          > > tanggapan sangat positif dari komunitasnya.
                          > > Saya cuma usul lho,...tapi sama sekali buta mengenai teknis
                          > pelaksanaannya.
                          > >
                          > > Demikian usulann saya, mohon ditanggapi
                          > > Wassalam
                          > > Hamzah Fansuri

                          --
                          Antonius Suryatenggara <mutatas2@...>
                        • jelliarko palgunadi
                          Teman-teman sekalian, saya setuju jika ide forum seminar kimia on-line direalisir. saya punya pemikiran seperti ini, pertama kita bentuk dulu sebuah tim
                          Message 12 of 22 , Aug 14, 2004
                          View Source
                          • 0 Attachment
                            Teman-teman sekalian,

                            saya setuju jika ide forum seminar kimia on-line
                            direalisir.

                            saya punya pemikiran seperti ini,
                            pertama kita bentuk dulu sebuah tim panitia kecil dari
                            anggota milis kimia_indonesia yang bersifat kolektif
                            dan sukarela. mereka yang berminat dapat mengajukan
                            nama2 untuk kemudian melakukan komunikasi dan
                            koordinasi lebih lanjut lewat jalur email.

                            kemudian panitia tersebut bertindak sebagai kolektor
                            artikel sekaligus moderator dapat mulai mengumpulkan
                            artikel2 kimia yang dikategorikan sebagai hasil
                            penelitian maupun artikel review dari para anggota
                            milis (tentunya artikel yang hendak dikoleksi sudah
                            memiliki kriteria tertentu sebagai bahan seminar).
                            untuk teknisnya tentu saja perlu dilakukan pembicaraan
                            lebih lanjut.

                            setelah semua tersusun baik, seminar kimia on-line
                            dapat dimulai dengan pemaparan artikel lewat jalur
                            milis (up-load artikel) atau lewat jalur website
                            chem-is-try.

                            Setiap anggota milis berhak dan bebas untuk mengajukan
                            pertanyaan dan setiap lalu lintas pertanyaan maupun
                            argumentasi yang dikirimkan lewat jalur milis perlu
                            diatur oleh panitia tadi.

                            setiap artikel perlu diberi batas waktu untuk dimuat
                            dan dibahas dalam forum.

                            mungkin masih banyak hal2 teknis yg perlu dipikirkan.
                            nah, yang penting saya kira adalah mulai dengan
                            membentuk panitia kecil tadi yang tentu saja
                            anggotanya memiliki waktu luang dan akses internet
                            memadai.

                            sekian dan terimakasih,


                            --- Antonius Suryatenggara <mutatas2@...> wrote:

                            > Perkenalkan dahulu, nama saya Antonius
                            > Suryatenggara, salah satu
                            > redaksi chem-is-try.org.
                            >
                            > Tentang forum seminar kimia online, saya juga merasa
                            > itu baik.
                            > Hanya, bentuk pelaksanaannya seperti apa, itu belum
                            > kita punya. Saya
                            > mau coba di sini melontarkan satu bentuk dulu.
                            >
                            > Bagaimana kalau seminar/diskusi ini dilakuan dalam
                            > bentuk forum?
                            > Contoh konkritnya bisa dilihat di Forum Diskusi
                            > chem-is-try.org
                            > (http://www.chem-is-try.org/phpbb/). Kita bisa
                            > membuat satu kategori
                            > di sini, misalnya "Diskusi". Lalu dibuat tema2
                            > diskusi di dalam kategori
                            > ini.
                            >
                            > Bagaimana tanggapan rekan2 yang lain?
                            >


                            =====
                            I. A. Jelliarko P.
                            IRDA-KIST, Seoul
                            Environt. & Process Tech.
                            Green & Sustainable Chemistry Group
                            +82-2-958-5866 (Lab)
                            http://www.geocities.com/sendmeyoursweetmail/
                            http://greenchem.kist.re.kr/



                            __________________________________
                            Do you Yahoo!?
                            Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
                            http://promotions.yahoo.com/new_mail
                          • endang katmiwati
                            That s a good idea..., I really agree it. Antonius Suryatenggara wrote:Perkenalkan dahulu, nama saya Antonius Suryatenggara, salah satu
                            Message 13 of 22 , Aug 14, 2004
                            View Source
                            • 0 Attachment
                              That's a good idea..., I really agree it.

                              Antonius Suryatenggara <mutatas2@...> wrote:Perkenalkan dahulu, nama saya Antonius Suryatenggara, salah satu
                              redaksi chem-is-try.org.

                              Tentang forum seminar kimia online, saya juga merasa itu baik.
                              Hanya, bentuk pelaksanaannya seperti apa, itu belum kita punya. Saya
                              mau coba di sini melontarkan satu bentuk dulu.

                              Bagaimana kalau seminar/diskusi ini dilakuan dalam bentuk forum?
                              Contoh konkritnya bisa dilihat di Forum Diskusi chem-is-try.org
                              (http://www.chem-is-try.org/phpbb/). Kita bisa membuat satu kategori
                              di sini, misalnya "Diskusi". Lalu dibuat tema2 diskusi di dalam kategori
                              ini.

                              Bagaimana tanggapan rekan2 yang lain?


                              On Tue, 03 Aug 2004 08:01:32 -0000
                              "nurday73" <nurday73@...> wrote:

                              > memang baik kalau ada forum seminar kimia online atau paling tidak
                              > ada semacam forum diskusi ilmiah, shg data2 ttg suatu topik mungkin
                              > akan lebih terfokus.
                              > Cuma sorry, saya juga nggak tahu teknisnya bagaimana. moderator/yg
                              > banyak tahu TI mungkin bisa membantu?
                              >
                              > Wassalam,
                              > NH
                              > --- In kimia_indonesia@yahoogroups.com, endang katmiwati
                              > <ebin_jpn@y...> wrote:
                              > > aduh bagus banget ya usul bapak..,saya tinggal di Tokyo Jepang tapi
                              > kok belum pernah ikutan / gabung dalam acara yang bapak sebutkan..wah
                              > sayanya kurang piknik kali ya ....mau dong usul bapak kita
                              > realisasi....
                              > >
                              > > Hamzah Fansuri <hfansuri@v...> wrote:Dear pengelola milis dan
                              > seluruh anggota,
                              > > Saya punya satu usulan untuk lebih menggairahkan anggota berperan
                              > aktif
                              > > secara profesioanl di milis ini, yaitu mengadakan seminar kimia
                              > online yang
                              > > topiknya disesuaikan dengan keadaan terkini, baik di dalam negeri
                              > Indonesia,
                              > > maupun di belantara Internasional. Saya intip-intip, teman-teman
                              > yang sedang
                              > > study di Jepang sangat rajin mengadakan seminar model ini dan
                              > mendapat
                              > > tanggapan sangat positif dari komunitasnya.
                              > > Saya cuma usul lho,...tapi sama sekali buta mengenai teknis
                              > pelaksanaannya.
                              > >
                              > > Demikian usulann saya, mohon ditanggapi
                              > > Wassalam
                              > > Hamzah Fansuri

                              --
                              Antonius Suryatenggara <mutatas2@...>



                              Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


                              ---------------------------------
                              Yahoo! Groups Links

                              To visit your group on the web, go to:
                              http://groups.yahoo.com/group/kimia_indonesia/

                              To unsubscribe from this group, send an email to:
                              kimia_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

                              Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



                              __________________________________________________
                              Do You Yahoo!?
                              Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                              http://mail.yahoo.com

                              [Non-text portions of this message have been removed]
                            • Hamzah Fansuri
                              Dear all, Contoh seminar on-line yang ada pada alamat web di bawah ini mungkin bisa membantu untuk merealisasikan ide ini untuk komunitas kimia_indonesia.
                              Message 14 of 22 , Aug 15, 2004
                              View Source
                              • 0 Attachment
                                Dear all,
                                Contoh seminar on-line yang ada pada alamat web di bawah ini mungkin bisa
                                membantu untuk merealisasikan ide ini untuk komunitas kimia_indonesia.
                                http://www.whisky.eco.tut.ac.jp/members/gani/SoNet/Organizing%20committees.h
                                tm

                                Regards,
                                Hamzah

                                -----Original Message-----
                                From: jelliarko palgunadi [mailto:jelli_jello@...]
                                Sent: Saturday, 14 August 2004 9:48 PM
                                To: kimia_indonesia@yahoogroups.com
                                Subject: [kimia_indonesia] Usul kegiatan on internet symposium


                                Teman-teman sekalian,

                                saya setuju jika ide forum seminar kimia on-line
                                direalisir.

                                saya punya pemikiran seperti ini,
                                pertama kita bentuk dulu sebuah tim panitia kecil dari
                                anggota milis kimia_indonesia yang bersifat kolektif
                                dan sukarela. mereka yang berminat dapat mengajukan
                                nama2 untuk kemudian melakukan komunikasi dan
                                koordinasi lebih lanjut lewat jalur email.

                                kemudian panitia tersebut bertindak sebagai kolektor
                                artikel sekaligus moderator dapat mulai mengumpulkan
                                artikel2 kimia yang dikategorikan sebagai hasil
                                penelitian maupun artikel review dari para anggota
                                milis (tentunya artikel yang hendak dikoleksi sudah
                                memiliki kriteria tertentu sebagai bahan seminar).
                                untuk teknisnya tentu saja perlu dilakukan pembicaraan
                                lebih lanjut.

                                setelah semua tersusun baik, seminar kimia on-line
                                dapat dimulai dengan pemaparan artikel lewat jalur
                                milis (up-load artikel) atau lewat jalur website
                                chem-is-try.

                                Setiap anggota milis berhak dan bebas untuk mengajukan pertanyaan dan setiap
                                lalu lintas pertanyaan maupun argumentasi yang dikirimkan lewat jalur milis
                                perlu diatur oleh panitia tadi.

                                setiap artikel perlu diberi batas waktu untuk dimuat
                                dan dibahas dalam forum.

                                mungkin masih banyak hal2 teknis yg perlu dipikirkan.
                                nah, yang penting saya kira adalah mulai dengan
                                membentuk panitia kecil tadi yang tentu saja
                                anggotanya memiliki waktu luang dan akses internet
                                memadai.

                                sekian dan terimakasih,


                                --- Antonius Suryatenggara <mutatas2@...> wrote:

                                > Perkenalkan dahulu, nama saya Antonius
                                > Suryatenggara, salah satu
                                > redaksi chem-is-try.org.
                                >
                                > Tentang forum seminar kimia online, saya juga merasa
                                > itu baik.
                                > Hanya, bentuk pelaksanaannya seperti apa, itu belum
                                > kita punya. Saya
                                > mau coba di sini melontarkan satu bentuk dulu.
                                >
                                > Bagaimana kalau seminar/diskusi ini dilakuan dalam
                                > bentuk forum?
                                > Contoh konkritnya bisa dilihat di Forum Diskusi chem-is-try.org
                                > (http://www.chem-is-try.org/phpbb/). Kita bisa
                                > membuat satu kategori
                                > di sini, misalnya "Diskusi". Lalu dibuat tema2
                                > diskusi di dalam kategori
                                > ini.
                                >
                                > Bagaimana tanggapan rekan2 yang lain?
                                >


                                =====
                                I. A. Jelliarko P.
                                IRDA-KIST, Seoul
                                Environt. & Process Tech.
                                Green & Sustainable Chemistry Group
                                +82-2-958-5866 (Lab)
                                http://www.geocities.com/sendmeyoursweetmail/
                                http://greenchem.kist.re.kr/



                                __________________________________
                                Do you Yahoo!?
                                Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
                                http://promotions.yahoo.com/new_mail




                                Yahoo! Groups Links
                              • Hariman Bahtiar
                                Hanya sekedar masukan. Tidak semua kantor diperbolehkan untuk mengakses secara bebas ke dunia maya (baca : surfing). Mungkin beberapa dari kita di milis ini
                                Message 15 of 22 , Aug 16, 2004
                                View Source
                                • 0 Attachment
                                  Hanya sekedar masukan.
                                  Tidak semua kantor diperbolehkan untuk mengakses secara bebas ke dunia maya
                                  (baca : surfing).
                                  Mungkin beberapa dari kita di milis ini hanya dapat bertukar informasi dari
                                  fasilitas e-mail yang diberikan oleh manajemen perusahaan.

                                  Dari situ saya berpendapat, mungkin sarana diskusi (yang belkangan ramai
                                  dibicarakan) cukup menggunakan fasilitas milis ini saja, hanya mungkin di
                                  bagian subject kita beri "code" tertentu yang dapat membedakan isi mail
                                  satu dengan yang lain.


                                  Nuhun,
                                  Hariman
                                  At 08:43 PM 8/14/04 -0700, you wrote:

                                  >That's a good idea..., I really agree it.
                                  >
                                  >Antonius Suryatenggara <mutatas2@...> wrote:Perkenalkan dahulu, nama
                                  >saya Antonius Suryatenggara, salah satu
                                  >redaksi chem-is-try.org.
                                  >
                                  >Tentang forum seminar kimia online, saya juga merasa itu baik.
                                  >Hanya, bentuk pelaksanaannya seperti apa, itu belum kita punya. Saya
                                  >mau coba di sini melontarkan satu bentuk dulu.
                                  >
                                  >Bagaimana kalau seminar/diskusi ini dilakuan dalam bentuk forum?
                                  >Contoh konkritnya bisa dilihat di Forum Diskusi chem-is-try.org
                                  >(http://www.chem-is-try.org/phpbb/). Kita bisa membuat satu kategori
                                  >di sini, misalnya "Diskusi". Lalu dibuat tema2 diskusi di dalam kategori
                                  >ini.
                                  >
                                  >Bagaimana tanggapan rekan2 yang lain?
                                  >
                                  >
                                  >On Tue, 03 Aug 2004 08:01:32 -0000
                                  >"nurday73" <nurday73@...> wrote:
                                  >
                                  > > memang baik kalau ada forum seminar kimia online atau paling tidak
                                  > > ada semacam forum diskusi ilmiah, shg data2 ttg suatu topik mungkin
                                  > > akan lebih terfokus.
                                  > > Cuma sorry, saya juga nggak tahu teknisnya bagaimana. moderator/yg
                                  > > banyak tahu TI mungkin bisa membantu?
                                  > >
                                  > > Wassalam,
                                  > > NH
                                  > > --- In kimia_indonesia@yahoogroups.com, endang katmiwati
                                  > > <ebin_jpn@y...> wrote:
                                  > > > aduh bagus banget ya usul bapak..,saya tinggal di Tokyo Jepang tapi
                                  > > kok belum pernah ikutan / gabung dalam acara yang bapak sebutkan..wah
                                  > > sayanya kurang piknik kali ya ....mau dong usul bapak kita
                                  > > realisasi....
                                  > > >
                                  > > > Hamzah Fansuri <hfansuri@v...> wrote:Dear pengelola milis dan
                                  > > seluruh anggota,
                                  > > > Saya punya satu usulan untuk lebih menggairahkan anggota berperan
                                  > > aktif
                                  > > > secara profesioanl di milis ini, yaitu mengadakan seminar kimia
                                  > > online yang
                                  > > > topiknya disesuaikan dengan keadaan terkini, baik di dalam negeri
                                  > > Indonesia,
                                  > > > maupun di belantara Internasional. Saya intip-intip, teman-teman
                                  > > yang sedang
                                  > > > study di Jepang sangat rajin mengadakan seminar model ini dan
                                  > > mendapat
                                  > > > tanggapan sangat positif dari komunitasnya.
                                  > > > Saya cuma usul lho,...tapi sama sekali buta mengenai teknis
                                  > > pelaksanaannya.
                                  > > >
                                  > > > Demikian usulann saya, mohon ditanggapi
                                  > > > Wassalam
                                  > > > Hamzah Fansuri
                                  >
                                  >--
                                  >Antonius Suryatenggara <mutatas2@...>
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
                                  >
                                  >
                                  >---------------------------------
                                  >Yahoo! Groups Links
                                  >
                                  > To visit your group on the web, go to:
                                  >http://groups.yahoo.com/group/kimia_indonesia/
                                  >
                                  > To unsubscribe from this group, send an email to:
                                  >kimia_indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
                                  >
                                  > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >__________________________________________________
                                  >Do You Yahoo!?
                                  >Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                                  >http://mail.yahoo.com
                                  >
                                  >[Non-text portions of this message have been removed]
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >Yahoo! Groups Links
                                  >
                                  >
                                  >
                                  >
                                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.