Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

HUMOR ALA GUS DUR

Expand Messages
  • dennysobarna
    Iklan Gratis Handoyo ?Gus Pur epigon Gus Dur bernapas lega ketika dipertemukan dengan tokoh aslinya yaitu Gus Dur, saat program Kick Andy yang diputar di
    Message 1 of 1 , Jun 2, 2008
    • 0 Attachment
      Iklan Gratis
      Handoyo ?Gus Pur' epigon Gus Dur bernapas lega ketika dipertemukan
      dengan tokoh aslinya yaitu Gus Dur, saat program Kick Andy yang
      diputar di Metro TV, Kamis 15/11/2007.

      "Apakah Handoyo pernah minta izin langsung kepada Anda untuk menjadi
      Gus Dur dalam Republik Mimpi?" tanya Andy F Noya, host program itu,
      kepada Gus Dur.

      "Abis gimana lagi, yah anggep saja sudah," jawab Gus Dur enteng.

      Dalam kesempatan itu, Gus Dur mengaku senang dengan adanya tokoh Gus
      Pur dalam parodi politik itu. "Itung-itung advertensi (iklan)
      gratis," katanya disambut gelak tawa penonton.

      Bahkan ketika ditanya lebih ganteng siapa antara Gus Dur dan Gus
      Pur. Gus Dur mengatakan Handoyo seperti iklan film foto yang
      bermoto ?seindah warna aslinya', tapi Gus Dur memplesetkannya
      menjadi, "lebih indah dari warna aslinya," kata Gus Dur.


      Duet Ideal
      Mengejek diri sendiri adalah hal yang kerap yang dilakukan Gus Dur.

      Dalam sebuah pertemuan besar melibatkan para pebisnis intenasional
      di Bali akhir 1999, di depan ratusan peserta dari berbagai negara,
      dengan rileks Gus Dur bicara dalam bahasa Inggris yang fasih.

      "Presiden dan Wakil Presiden kali Ini adalah tim yang ideal,"
      katanya. "Presidennya tidak bisa melihat, dan Wakilnya tidak bisa
      ngomong ...." (

      Santri Dilarang Merokok
      "Para santri dilarang keras merokok!" begitulah aturan yang berlaku
      di semua pesantren, termasuk di pesantren Tambak Beras asuhan Kiai
      Fattah, tempat Gus Dur pernah nyatri. Tapi, namanya santri, kalau
      tidak bengal dan melanggar aturan rasanya kurang afdhol.

      Suatu malam, tutur Gus Dur, listrik di pesantren itu tiba-tiba
      padam. Suasana pun jadi gelap gulita. Para santri ada yang tidak
      peduli, ada yang tidur tapi ada juga yang terlihat jalan-jalan
      mencari udara segar.

      Di luar sebuah rumah, ada seseorang sedang duduk-duduk santai
      sambail merokok. Seorang santri yang kebetulan melintas di dekatnya
      terkejut melihat ada nyala rokok di tengah kegelapan itu.

      "Nyedot, Kang?" sapa si santri sambil menghampiri "senior"-nya yang
      sedang asyik merokok itu. Langsung saja orang itu memberikan rokok
      yang sedang dihisapnya kepada sang "yunior". Saat dihisap, bara
      rokok itu membesar, sehingga si santri mengenali wajah orang tadi.

      Saking takutnya, santri itu langsung lari tunggang langgang sambil
      membawa rokok pinjamannya. "Hai, rokokku jangan dibawa!" teriak Kiai
      Fattah

      Membuat Orang-Orang Berdoa
      Di pintu akherat seorang malaikat menanyai seorang sopir metro
      mini. "Apa kerja kamu selama di dunia?" tanya malaikat itu.

      "Saya sopir metro mini, Pak?" Lalu malaikat itu memberikan kamar
      yang mewah untuk sopir metro tersebut dan peralatan yang terbuat
      dari emas. Lalu datang Gus Dur yang dituntut ajudannya yang setia.

      "Apa kerja kamu di dunia?" tanya malaikat kepada Gus Dur.

      "Saya presiden dan juga juru dakwah Pak?" Lalu malaikat itu
      memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Melihat itu Gus
      Dur pun protes.

      "Pak kenapa kok saya yang presiden sekaligus juru dakwah mendapatkan
      yang lebih rendah dari sopir metro?" Dengan tenang malaikat itu
      menjawab: "Begini Pak ... Pada saat Bapak Ceramah, Bapak membuat
      orang-orang semua ngantuk dan tertidur ... sehingga melupakan Tuhan.
      Sedangkan pada saat sopir Metro mini mengemudi dengan ngebut , dia
      membuat orang-orang berdoa ...."

      Riya'
      "Pejabat Indonesia ini narsis dan riya' (memperlihatkan ibadahnya
      kepada umum)," kata Gus Dur suatu ketika.

      Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu
      makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

      Dalam kesempatan itu, kata Gus Dur, si nyonya pejabat ditawarkan
      makanan pembuka oleh seorang pramusaji, "you like salad, madame?"

      "Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, Dzuhur, Asyar,
      Maghrib and Isya," jawab si Nyonya percaya diri


      Jin dan Tiga Manusia

      Menurut Gus Dur, pernah ada sebuah kapal berisi penumpang berbagai
      bangsa karam. Ada tiga orang yang selamat, masing-masing dari
      Prancis, Amerika dan Indonesia. Mereka terapung-apung di tengah laut
      dengan hanya mengandalkan sekeping papan.

      Tiba-tiba muncul jin yang baik hati. Dia bersimpati pada nasib
      ketiga bangsa manusia itu, dan menawarkan jasa. "Kalian boleh minta
      apa saja, akan kupenuhi," kata sang jin. Yang pertama ditanya adalah
      si orang Prancis.

      "Saya ini petugas lembaga sosial di Paris," katanya.
      "Banyak orang yang memerlukan tenaga saya. Jado tolonglah saya
      dikembalikan ke negeri saya." Dalam sekejap, orang itu lenyap,
      kembali ke negerinya.

      "Kamu, orang Amerika, apa permintaanmu?"

      "Saya ini pejabat pemerintah. Banyak tugas saya yang terlantar
      karena kecelakaan ini. Tolonglah saya dikembalikan ke Washington."

      "Oke," kata jin, sambil menjentikkan jarinya. Dan orang Amerika
      lenyap seketika, kembali ke negerinya.

      "Nah sekarang tinggal kamu orang Indonesia. Sebut saja apa maumu."

      " Duh, Pak Jin, sepi banget disini," keluh si orang
      Indonesia. "Tolonglah kedua teman saya tadi dikembalikan ke sini."

      Zutt, orang Prancis dan Pria Amerika itu muncul lagi.

      Dicium Artis Cantik
      Magnet sense of humor Gus Dur yang tinggi membuat kesengsem salah
      satu artis cantik saat hadir dalam suatu acara di rumah salah
      seorang pengasuh Pondok Kajen. Saking gemesnya, artis itu dengan
      santai langsung ngesun (mencium) pipi Gus Dur tanpa pake permisi.

      Jelas beberapa di antara mereka yang hadir langsung dibikin kaget
      dan bingung. Siapa yang kuat ngeliat kiat nyentrik cuma diem aja
      disun (dicium) artis cantik.

      Tak lama kemudian begitu sudah agak sepi, Gus Mus yang sedang di
      antara mereka, langsung numpahin sederet kalimat yang sudah dari
      tadi cuma bisa disimpan dalam hati.

      "Loh Gus, Kok Gus Dur diam saja sih disun sama perempuan?'

      Dengan santai dan silakan bayangin sendiri gayanya, Gus Dur malah
      ngasih jawaban sepele.

      "Lha wong saya kan nggak bisa lihat. Ya mbok sampeyan jangan pengen


      Cuma Takut Tiga Roda
      Suatu hari, ketika selesai menghadiri sebuah rapat di Istana Negara,
      Presiden Gus Dur sibuk memperbincangkan mengenai wabah demam
      berdarah yang akhir-akhir ini melanda Kota Jakarta.

      "Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini masih marak di
      Jakarta Pak?" tanya salah seorang menterinya.

      "Ya karena Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj
      dilarang beredar di kota Jakarta ini. Padahal kan nyamuk di sini
      cuma takut sama tiga roda ...!"
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.