Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

FW: banjir air pasang laut hingga ketinggian 3 meter pada 4 J uni 2008

Expand Messages
  • Hendry Jampiter
    Dear moderator, mohon maaf numpang posting ya.. JAKARTA , Investor Daily Seorang ahli tata air dari Belanda Aart R Van Nes memperkirakan Jakarta akan mengalami
    Message 1 of 1 , May 30, 2008
    • 0 Attachment

      Dear moderator, mohon maaf numpang posting ya..

       

              JAKARTA , Investor Daily
              Seorang ahli tata air dari Belanda Aart R Van Nes memperkirakan Jakarta akan mengalami banjir air pasang laut hingga ketinggian
              3 m pada 4 Juni 2008. Prediksi tersebut berdasarkan analisis yang mengacu pada keberadaan matahari dan bulan. 'Air pasang
              bakal terjadi di Jakarta bagian utara hingga ketinggian 3 m pada Juni 2008,' kata Nes, usai menemui Wakil Gubernur (Wagub) DKI
              Jakarta Prijanto, di Balai Kota Jakarta , Kamis (6/12).
             
              Menurut konsultan dari Belanda tersebut, meningkatnya ketinggian air tersebut merupakan sirklus 18,5 tahunan. Ketika itu, antara
              matahari dan bulan berada dalam satu garis lurus. Karenanya, Nes menyarankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta
              meningkatkan sistem informasi terhadap masyarakat. "Apabila informasi terkoordinasi dan cepat diterima masyarakat,
              diharapkan dampak buruk banjir dapat diminimalisasi," kata Nes bersama Jakarta Flood Team (JFT).
             
              Soal itu, Wagub Prijanto mengatakan, informasi yang dikemukakan Nes tidak ada sesuatu yang baru bagi Kota Jakarta. Terutama,
              rekomendasi yang diajukan agar warga Jakarta waspada terhadap bahaya banjir. Untuk mengantisipasi banjir pasang air laut, kata
              Prijanto, Pmprov DKI telah menyediakan anggaran sebesar Rp 15 miliar. Dana tersebut dipakai untuk membuat tanggul pengaman.
              "Kami juga siapkan perahu karet dan pelaksanaanya sudah tidak sentralisasi lagi," kilahnya.
             
              Tak Butuh Lahan
             
              Menurut Aart R Van Nes, untuk mengatasi banjir di kota Jakarta tidak dibutuhkan pembebasan lahan untuk pembangunan
              infrastruktur penanggulangan banjir. Hal tersebut terbukti, apabila saluran drainase di kota Jakarta berfungsi minimal 50%
              saja. Karena itu, sedimen yang mengendap di saluran air harus dikeruk.' Kalau sudah memelihara sistem saluran air, maka tidak
              lagi dibutuhkan pembebasan tanah,' ucapnya.
             
              Insiyur Belanda ini mengakui, proses pengerukan sedimentasi saluran air besar khususnya tidak mudah dilakukan. Pasalnya,
              saluran air tersebut melintang di berbagai tempat dan wilayah daerah lainnya. Karenanya, kata dia, perlu campur tangan
              pemerintah pusat.
             
              Guna meningkatkan partisipasi masyarakat, Aart R Van Nes mengaku telah memiliki proyek percontohan di Kelurahan Petogogan
              Selatan, Jakarta Pusat dan di Tomang, Jakarta Barat. Di lokasi tersebut, masyarakat diajak berpartisipasi mengantsipasi bahaya
              banjir.
             
              Dengan demikian masyarakat mulai terlatih bila banjir tiba. 'Masyarakat berpartisipasi dan selaras dengan lingkungan.
              Misalnya ketika air yang datang tinggi, telah terbiasa mematikan listrik dan membantu anak kecil terlebih dahulu,' ucapnya.
      (har)
              NOTE : HARAP DI SSEBARKAN KHUSUSNYA UNTUK TEMAN YANG BERDOMISILI DI JAKARTA  


      ::BCA::

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.