Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: Re: Bls: Bls: Bls: [kabiogama_pusat] 15 ha Taman Nasional Diswastanisasi

Expand Messages
  • distries@yahoo.co.id
    Nimbrung dikit.. Perlu diingat Kementerian Kehutanan terbentuk jauh sebelum DKP mas, dan kewenangan konservasi ada di Kehutanan termasuk pengelolaan kawasan
    Message 1 of 42 , Dec 1, 2010
    View Source
    • 0 Attachment
      Nimbrung dikit..

      Perlu diingat Kementerian Kehutanan terbentuk jauh sebelum DKP mas, dan kewenangan konservasi ada di Kehutanan termasuk pengelolaan kawasan konservasi. Begitu pula soal ikan arowana yang secara internasional termasuk dalam Appendix I CITES dan management authority di Indonesia ditunjuk Departemen Kehutanan sehingga bukan keanehan kalau Kehutanan yg mengelola karena yg diberi kewenangan dan berlaku secara internasional. Dan baru melalui PP 60 (70?) DKP ditunjuk sebagai management authority juga.


      ----- Original Message -----
      From:prabowo
      To:kabiogama_pusat@yahoogroups.com
      Subject:Re: Bls: Bls: Bls: [kabiogama_pusat] 15 ha Taman Nasional Diswastanisasi

      Pada dasarnya, regulasi kita sudah bagus, hanya saja kita selalu lemah di pengawasan dan penegakan hukum, dan sering timbulnya ketidaksepahaman antar aparat dan instansi, oleh karena itu perlu kordinasi yang baik antar stakeholder terkait, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah, masyarakat serta LSM, dan tentu saja pihak akademisi, lalu dimana posisi Fak. Biologi UGM ?? selalu tidak terdengar dalam pembahasan2 kebijakan pemerintah pusat.Dan sebenarnya untuk TN laut saat ini masih dibawah kewenangan kementerian kehutanan, dan saat ini sedang terjadi proses pengalihan dari kementerian kehutanan kepada kementerian kelautan dan perikanan, tapi entah kapan itu bisa terjadi, coz mereka sepertinya enggan menyerahkannya, walaupun sudah ada regulasinya, aneh juga kalau TN laut masih dikelola oleh kementerian kehutanan, Sama anehnya ketikan perizinan perdagangan ikan arwana, napoleon, kuda laut, labi2 dan karang masih dipegang kewenangannya oleh kementerian
      kehutanan. lah kok jadi curhat.. Tapi itulah kenyataannya bahwa pemerintah dan pemimpin kita masih lebih senang bagi2 kue kekuasan dibanding berusaha mensejahtrakan masyarakat

      PRABOWO
      Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut
      Ditjen KP3K Kementrian Kelautan dan PerikananGedung Mina Bahari III Lt. 10 Jl Medan Merdeka Timur No 16Stop Global Warming, Save Our Heritage..

      --- On Wed, 12/1/10, Dhama Susanthi <cha_chamuah@...> wrote:

      From: Dhama Susanthi <cha_chamuah@...>
      Subject: Bls: Bls: Bls: [kabiogama_pusat] 15 ha Taman Nasional Diswastanisasi
      To: kabiogama_pusat@yahoogroups.com
      Date: Wednesday, December 1, 2010, 9:34 AM
















       










      semoga pihak2 ini bisa memegang komitmen untuk "tidak main akal2-an" dalam pengelolaan "bersama" taman nasional ini...
       
      Ada kasus  pada masyarakat adat baduy yang lestari di Lebak, Banten..Banyak sekali "perusahaan swasta" yang ingin masuk ke daerah itu (tentunya dalam hal ini bukan untuk pelestarian), hal ini karena di jalur sungai yang masuk wilayah HAK ULAYAT baduy mempunyai kandungan emas yang tinggi...semoga jangan seperti kasus ini..
       
       dHAMA








      Dari: Retno Peni Sancayaningsih <retpeni@...>
      Kepada: kabiogama_pusat@yahoogroups.com
      Terkirim: Rab, 1 Desember, 2010 08:38:26
      Judul: Re: Bls: Bls: [kabiogama_pusat] 15 ha Taman Nasional Diswastanisasi

       





       Ya benar, saya dapat memahami tanggapan anda ... bahwa swasta yg profesional tentunya yg akan digandeng, saya juga menanggapi dari sisi yang berbeda saja, jangan sampai istilah dan kata payung hukum menjadi lemah jika "gayusologi" menyelinap di balik itu semua.

      Setuju dengan selamatkan sumberdaya alam Indonesia ..... dengan cara yang benar tentunya.

      Salam, rps
       

      --- Pada Sel, 30/11/10, max biaggi <mustikamax@...> menulis:


      Dari: max biaggi <mustikamax@...>
      Judul: Re: Bls: Bls: [kabiogama_pusat] 15 ha Taman Nasional Diswastanisasi
      Kepada: kabiogama_pusat@yahoogroups.com
      Tanggal: Selasa, 30 November, 2010, 4:56 AM


       





      Saya menanggapi hal sbb:
      SWASTA tidak sama dengan BURUK

      Menurut saya adanya swastanisasi pengelolaan Taman Nasional akan menjadi lebih profesional. Menurut saya pemerintah sudah tepat bahwa dia mengakui tidak sanggup mengelola semua taman nasional sehingga menyerahkan sebagian taman nasional kepada swasta agar lebih baik.

      Benar sekali efisiensi di swasta sdh tinggi, karena hanya fokus pada misi swastanya ...

      Swasta akan lebih fokus pada pekerjaaanya , toh yang ditunjuk swasta tentu bukan HPH yang menebang hutan ,tetapi sebuah managemen swasta dalam mengelola TN.

      Tetapi kalau sdh terjadi black list ya jangan dong ...

      Jadi janganlah berprasangka dahulu dan pesimis dengan swasta atau hal hal baru yang lebih baik agar kita lebih maju,  karena pemerintah tentu akan mengawal kinerja Swasta tersebut , tidak asal lepas begitu
      saja karena dalam artikel tersebut menyebutkan baru menyusun payung hukum,

      sehingga segala kegiatannya diawasi oleh hukum,tinggal praktiknya kita tunggu saja.
      Moto saya : "Selamatkan Sumber Daya Alam Indonesia, bagaimanapun caranya"


      --- On Mon, 11/29/10, Dhama Susanthi <cha_chamuah@...> wrote:


      From: Dhama Susanthi <cha_chamuah@...>
      Subject: Bls: Bls: [kabiogama_pusat] 15 ha Taman Nasional Diswastanisasi
      To: kabiogama_pusat@yahoogroups.com
      Date: Monday, November 29, 2010, 10:28 PM


       




      Kelompok usaha Sinar Mas telah mengalo kasikan dana se kitar Rp3 miliar untuk membuat kandang badak di TNUK dan bos a Artha Graha Tomy Winata sebesar Rp10 miliar untuk TNBB
       
       
      sebenarnya ada apa dibalik swastanisasi tersebut?.,. tidak mungkin perusahaan mengucurkan dana sebesar itu kalau tidak bisa meraup untung. Karena banyak fenomena CSR yang sebenarnya mengandung motiv lain..
       
      merasa semakin prihatin dengan keadaan pemerintahan ini..

       dHAMA








      Dari: Retno Peni Sancayaningsih <retpeni@...>
      Kepada: kabiogama_pusat@yahoogroups.com
      Terkirim: Sel, 30 November, 2010 10:56:11
      Judul: Bls: [kabiogama_pusat] 15 ha Taman Nasional Diswastanisasi

       





      Terimakasih share infonya,

      Kalau Pemerintah lebih percaya kepada swasta artinya juga pemerintah TDK DPT menggunakan leadershipnya mengarah ke kepentingan lingkungan (publik), jangan-jangan SUDAH PADA KEBLINGER ya, mestinya istilah tanggungjawab terhadap konservasi, bukan kewenangan pengelolaan .... kok sepertinya jadi artinya meleset, seolah mengelola lahan bisnis ya???. Mulai dari penyebutan istilah, sampai nanti peruntukan juga berubah ..... kalau pasal 33 masih dipegang, jangan sampai bumi air, dlsb jadi hak sekelompok taipan .... arah angin Pemerintah sebenarnya kemana sih ??? 

      Saya pribadi menanyakan jika Tmn Nasional diswastakan, yg katanya Pem tdk mendptkan keuntungan dlm mengelola TN, tetapi swasta malah mau (ada apa dibalik itu semua ???) jangan-jangan ada kompensasi tdk membayar pajak, atau itu merupakan pemutihan rasa bersalah agar
      tdk diperkarakan ?

      Saat ini saja Pemerintah seolah membiarkan Gayus ditangani kepolisian juga masih dipertanyakan, adakah niat good governance tdk sih ?


      Retno Peni, alumni biologi UGM

      --- Pada Sen, 29/11/10, Dhama Susanthi <cha_chamuah@...> menulis:


      Dari: Dhama Susanthi <cha_chamuah@...>
      Judul: [kabiogama_pusat] 15 ha Taman Nasional Diswastanisasi
      Kepada: "kabiogama pusat" <kabiogama_pusat@yahoogroups.com>, "bio bio" <BioUGM_04@yahoogroups.com>
      Tanggal: Senin, 29 November, 2010, 9:32 PM


       





      15 ha Taman Nasional Diswastanisasi

      Pemerintah menyiapkan payung hukum pengelolaan oleh swasta terhadap 50 taman nasional dan kawasan konservasi.


      Payung hukum & regulasi pengelolaan kawasan konservasi disiapkan Pemerintah memberi kewenangan kepada swasta mengelola ka wasan hutan sebagai lokasi wisata.

      JAKARTA: Pemerintah menyiapkan payung hukum pengelolaan oleh swasta terhadap 50 taman nasional dan kawasan konservasi seluas 15 juta hektare. “Begitu payung hukum itu selesai dibuat, segera ditawarkan ke investor,“ ujar Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan Darori, akhir pekan lalu.
      Swastanisasi tersebut, menurutnya, bukan hanya untuk mencari segi ekonominya saja melainkan juga memaksimalkan pemanfaatan taman nasional/ka wasan konservasi yang selama ini terbentur minimnya dana pengelolaan.
      “Anggaran pemerintah terbatas untuk mengelola taman nasional dan kawasan konservasi, padahal banyak yang bisa dimanfaatkan pada kawasan itu tanpa mengeksploitasi dan merusak ekosistemnya.” Darori menjelaskan butuh komitmen dan investasi besar dalam mengelola taman nasional/ kawasan konservasi sehingga diperlukan payung hukum dan regulasi yang jelas untuk mengawal usaha ini.
      “Investasi tak sedikit, swasta juga harus berkomitmen akan mengelola sesuai dengan peraturan yang ada dan tengah kami siapkan. Kami harapkan pengelolaan oleh swasta bisa profesional sekaligus menjaga ekosistem taman nasional dan konservasi itu.“
      Pemerintah memberikan kewe nangan kepada swasta mengelola kawasan hutan sebagai lokasi wisata.
      “Pemerintah juga tak akan me narik biaya apa pun, hanya me megang komit megang komitmen swasta, tentunya ada rambu dan sanksi bagi mereka yang mengabaikan komitmen itu.“
      Sudah dirintis Sudah dirintis Menurut Darori, beberapa negara seperti Jepang, dan Brasil sudah menyerahkan pengelolaan taman nasional kepada swasta dengan hasil baik.
      Taman nasional dan ekosistemnya terjaga, negara juga tak di untungkan dengan devisa dari turis yang mengunjungi taman nasional itu.
      Pelibatan swasta dalam penges lolaan taman nasional, sudah dirintis Kemenhut pada Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBB). (TNBB).
      Kelompok usaha Sinar Mas telah mengalo kasikan dana se kitar Rp3 miliar untuk membuat kandang badak di TNUK dan bos a Artha Graha Tomy Winata sebeil sar Rp10 miliar untuk TNBB.
      n “Pemerintah tak dapat keuna tungan dalam rupiah karena da na itu semua disalurkan lang sung di lokasi taman nasional idan swasta mendapatkan image b yang bagus sebagai kelompok usaha yang peduli konservasi.“
      Upaya pengelolaan taman wisata/kawasan konservasi, lanjut Darori, merupakan bagian dari upaya promosi menjaga kawasan konservasi.
      “Kemenhut, sudah mengeluarkan data kawasan yang dilindungi di Indonesia.“
      Sebelumnya Kemenhut menetapkan 36 juta ha sebagai kawasan hutan yang meliputi 566 titik kawasan hutan yang harus dilindungi.
      Dari luasan itu ada 12 klasifikasi kawasan konservasi nasional mencakup 450 daerah termasuk kawasan konservasi laut.
      “Dari 566 kawasan yang dilindungi, 76 titik di antaranya merupakan kawasan konservasi laut atau total 13,5 juta ha.“ (erwin.tambunan@...)





      EMAIL
      bunan@...

      Sumber: Bisnis Indonesia, 29 November 2010, i6

       dHAMA
    • Dhama Susanthi
      Senang sekali pembahasan ini semakin menarik..sepertinya diperlukan forum khusus untuk membahas lebih dalam (hehehe).. Hal yang sangat wajar terjadi ketika ada
      Message 42 of 42 , Dec 5, 2010
      View Source
      • 0 Attachment
        Senang sekali pembahasan ini semakin menarik..sepertinya diperlukan forum khusus untuk membahas lebih dalam (hehehe)..

        Hal yang sangat wajar terjadi ketika ada pandangan yang berbeda misal antara Pak Tri dan Pak Prabowo dengan claim fakta masing-masing,.. Dan saya yakin keduanyanya mempunyai kebenaran sendiri2 dengan data yang dimiliki..
        Dengan forum ini saya bisa melihat fakta dan pandangan lain dari orang2 yang benar2 ahli dan berkecimpung di bidang konservasi..
        Jadi tidak ada istilahnya seseorang menjatuhkan institusi atau kredibilitas orang lain..
         

         

        dHAMA




        Dari: Tri DS <distries@...>
        Kepada: kabiogama_pusat@yahoogroups.com
        Terkirim: Sab, 4 Desember, 2010 17:26:52
        Judul: RE: Re: RE: Re: [kabiogama_pusat] Re: 15 ha Taman NasionalDiswastanisasi

         

        Wkwwkkkwwwkkkk.. kebenaran? Kebenaran yg mana? Saya 10 tahun bertugas di pontianak. Sekali lagi segala sesuatu lihatlah secara menyeluruh dan obyektif, berimbang, jgn pake kacamata egosektoral, itu picik namanya, picik bgitu. Ibarat tdk suka dg sseorg jd apapun yg ada pd org itu kliatn buruk semua. Dan setau saya info itu A1 harus dliat dr banyak aspek.
        pp 7 menetapkan jenis2 dlindungi, tp ttg status plindungan d uu no 5 1990 yg memuat ktentuan satwa dilindungi hdp atau mati dan bagian2nya dlarang dpdagangkan.

        Soal pdagangan telur penyu kami terus mengawasi, dan kdg kucing2n dg ptugas kami khususnya polhut, namanya brg ilegal. Maling kadang lebih pintar dr polisi dlm mcari ksempatan.

        Sory, saya cuma meluruskan informasi yg tdk benar, krn kbenarn itu harus dsampaikan. Apalagi info yg tanpa didasari data dan fakta obyektif d lapangan, namun dilandasi keegosektoralan yg mngaburkan obyektifitas. Tanpa obyektifitas sesuatu akan nampak berbeda. Kapan negara kt akan bs maju klu spt itu

        ----- Original Message -----
        From:prabowo
        To:kabiogama_pusat@yahoogroups.com
        Subject:Re: RE: Re: [kabiogama_pusat] Re: 15 ha Taman NasionalDiswastanisasi

        Untuk validasi data, bisa cek langsung ke lapangan, kebetulan kami juga punya UPT di Pontianak. Soal kasus penjualan penyu, coba aja datang ke pontianak, atau coba aja ke Pantai pesisir padang, telur penyu dijual bebas, ada kok bebarapa foto yang kita ambil. Bahkan beberapa media pun sering menampilkan informasi maraknya penjualan telur penyu. Dan koreksi status perlindungan penyu bukan UU, tapi diatur dalam PP no 7/99.
        Soal kewenangan PPNS kami dalam hal penindakan pelanggaran perikanan, kami diamanatkan lebih.
        kami memang sedang menjalankan amanah,dan cilakanya kami diamanahkan untuk mengelola konservasi sumberdaya ikan. Satu hal yang selalu saya ingat dari perkataan Direktur saya Bapak Agus Dermawan, Pekerjaan Konservasi Pekerjaan Mulia karena menjaga bumi dari kerusakan adalah tugas yang diberikan tuhan kepada manusia sebagai kalifah di bumi.
        Mohon maaf jika saya menyudutkan salah satu pihak, saya hanya coba menyampaikan kebenaran yang ada, dan sharing iformasi dengan kawan2 yang memiliki ilmu lebih

        PRABOWO
        Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut
        Ditjen KP3K Kementrian Kelautan dan PerikananGedung Mina Bahari III Lt. 10 Jl Medan Merdeka Timur No 16Stop Global Warming, Save Our Heritage..

        --- On Fri, 12/3/10, rury eprilurahman <rurybiougm@...> wrote:

        From: rury eprilurahman <rurybiougm@...>
        Subject: Re: RE: Re: [kabiogama_pusat] Re: 15 ha Taman NasionalDiswastanisasi
        To: kabiogama_pusat@yahoogroups.com
        Date: Friday, December 3, 2010, 11:56 PM

         

        Dear all,

        Semakin ramai saja nih pembahasannya. Semakin bangga saya jadi alumni Biologi UGM.

        Ikut komentar ya... Mari kita saling bertukar pikiran untuk menuju hal yang lebih baik. Syukur ketemu solusinya dan bisa ngudari bolah bundet di negara tercinta ini meskipun sedikit. Bagi yang melemparkan info yang belum jelas atau tanpa bukti/ fakta kuat mohon diklarifikasi saja. Kita ga hidup sendiri. Hati-hati lho dalam beropini, kadang kita bisa menyinggung orang lain baik dari lisan maupun tulisan kita (kayanya sudah dicontohkan oleh pemimpin kita hehehe). Belajarlah dari pengalaman masing-masing untuk menjadi lebih baik. Masih banyak hal yang sebenarnya kita belum tahu bahkan belum paham di luar hal-hal yang kita rasa sudah kuasai. Bagi yang merasa belum sepaham, niatkan untuk saling
        mengingatkan saudara kita yang khilaf atau masih perlu bimbingan. Mari tunjukkan kalau alumni kita juga mampu  berperan di berbagai sektor (meskipun dari pembahasan sebelumnya permintaan secara khusus untuk biologi belum seramai lulusan ekonomi, kehutanan, teknik, kedokteran dan kawan2 lainnya - semangat!!!).

        Anyway, ambil benang merah dulu ah. Prestasi kita sebagai alumni Biologi UGM sudah sangat membanggakan bukan?! Sudah terbukti dengan banyaknya alumni kita yang duduk di berbagai sektor baik wiraswasta, pemerintah atau swasta! Jangan sampai baju yang kita pakai nantinya akan mejadi tembok bagi sesama alumni ya, justru harus jadi jejaring yang kuat dong.... harus bisa nambal sing bolong lan ngraketke sing suwek. Setuju banget dah dengan Joe untuk "with great power comes great responsibility". Makasih mas Joe, mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan study dan segera kembali ke pos di Biologi.
        Wah jadi ngelantur. Ning apik tenan iki. Perlu diteruskan tapi dengan cara Think Positive baru dilanjut dengan Think Smart. Sukses selalu deh...monggo dilanjut gan.....saya ikut menyimak saja. Maklum tidak begitu menguasai permasalahan...

        Rury Eprilurahman
        Laboratory of Animal Taxonomy
        Faculty of Biology
        Universitas Gadjah Mada
        Yogyakarta - INDONESIA

        From: Arif Harsoyo <arifharsoyo@...>
        To: kabiogama_pusat@yahoogroups.com
        Sent: Fri, December 3, 2010 10:56:33 PM
        Subject: Re: RE: Re: [kabiogama_pusat] Re: 15 ha Taman NasionalDiswastanisasi

         

        nimbrung ga nyambung dr 1280 mania

        INGAT KONSERVASI = 3 P ( Perlindungan, Pelestarian dan Pembabatan (hutan))

        mengutip seorang tentang "ujung tombak konservasi SDA" yg posisinya dibawah "ujung tombak pembabatan hutan (setidaknya yg jualan ijin)". dilindungi, dilestarikan trus dibabat saat mencapai nilai ekonomis ...klo masih belum jelas, ulangi dari awal ...

        hehehe, cm waton nimbrung kok, wong omong gede yo ra klakon, cm omongan angkringan. g usah dianggep serius ya, apalagi yg bekerja di t4 bersangkutan. saya yakin semua melaksanakan tugas dan amanah jabatan yang dipegangnya dengan maksimal.

        cm memang kita berada di negeri yg kalo berbuat benar malah bisa disalahkan, dan saat salah malah dicari pembenarannya. jd klo diskusi soal pembagian kekuasaan, wewenang dan yurisdiksi yang ideal, bisa 3 kali pemilu belum selesai ... bahkan sampai si muka tembem yg suka ngrecoki rakyat jogja itu tobat jg belum tentu kelar ..

        maka dari itu, yuk saya mengajak semua peminat milis ini (minimal yg baca) untuk melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan pekerjaan kita masing2 dengan sebaik2nya. mbuh mengko negara berubah lebih baik po ora, ora masalah, yang penting kita lakukan saja dengan maksimal. klo emang masih ga beres, ato negara makin carut marut, salahkan saja SBY ... pemimpin kan memang ada untuk jadi kambing congek, bukan malah suka nyalahin anak buah atau mengeluh kerjanya berat, iya to?? wong namanya orang nomer satu, tentu saja pekerjaannya plg berat ...

        "with great power comes great responsibility" gitu kata Paman Ben ...

        uwis ah, tak mendengarkan radio jalin merapi di 1280 aja, sapa tau banjire tambah gede ntar ...

        1280 emang oke, udah pake radio tp g dikasih headsetnya, hanya di Indonesia ...

        yuuk

        Arif Harsoyo
        703@joegja


      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.