Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

e-Newsletter Januari 2009

Expand Messages
  • pariama hutasoit
    goblue newsletter Dari Redaksi   Go Blue Trendsetters,   Selamat Tahun Baru 2009. Tahun lalu kini menjadi kenangan, dan hari ini merupakan sebuah harapan,
    Message 1 of 1 , Jan 7, 2009



      goblue newsletter

      Dari Redaksi

       

      Go Blue Trendsetters,

       

      Selamat Tahun Baru 2009. Tahun lalu kini menjadi kenangan, dan hari ini merupakan sebuah harapan, awal dari langkah baru yang nantinya akan kita jalani dalam kehidupan. Semoga tahun ini berjalan lebih baik bagi laut yang kita cintai ini, khususnya Go Blue.

       

      Menjelang akhir tahun 2008, selama hampir dua minggu Go Blue tidak online dikarenakan adanya perbaikan manajemen di dalam yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas maupun kualitas tampilannya. Sejumlah artikel terpaksa tidak dapat terbit dan sebagian lagi sempat tertunda. Namun demikian, kami telah mengupayakan agar tetap dapat meng-up-date info-info penting seputar dunia kelautan di Indonesia.

       

      Sejak diluncurkan bulan April 2008 lalu, Go Blue berupaya menjadi media informasi isu-isu kelautan, khususnya konservasi terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya, baik di Indonesia maupun internasional. Go Blue telah mendapatkan respon yang cukup besar dari para peselancar dunia maya, baik kalangan umum maupun pecinta lingkungan bidang kelautan. Ini tampak dari makin meningkatnya viewers dari hari ke hari. Redaksi telah menerima banyak sumbangan artikel, foto, agenda, komentar dan juga email-email yang masuk ke meja redaksi. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para kontributor setia Go Blue.

       

      Kami berharap tahun ini akan ada lebih banyak lagi kontributor yang menyumbangkan artikel, berita, agenda maupun foto-foto. Wadah ini terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin berkontribusi di dalamnya. Sekecil apapun kontribusi yang diberikan, pasti kami terima dan akan bermanfaat bagi kelestarian alam yang kita cintai ini.


      Mari selamatkan bumi kita.

       

      Let’s go blue!


      Kelompok Nelayan Pecinta Laut Penuktukan Membentuk Terumbu Karang Buatan

      Reef Check Center, Kubu Parisanta-Sembiran, Desember 2008. Kurang lebih 20 nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Pecinta Laut Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng-Bali berkumpul di pantai desa untuk membuat seamacam terumbu karang buatan (TKB). Sebanyak 4 buah unit TKB berbentuk beton akan dijadikan bahan eksperimen oleh mereka. Baca selengkapnya>>

       

      Pelatihan Selam Calon Badan Pengelola DPL Tejakula

      Reef Check Center, Sembiran, Desember 2008. Pada bulan November 2008, 5 warga Desa Tejakula Kecamatan Tejakula, Buleleng-Bali, mengikuti pelatihan selam tingkat Open Water dengan fasilitasi dari Reef Check Center serta dukungan peralatan scuba dan kolam dari Resort GAIA OASIS. Baca selengkapnya>>

       

      Dunia Pinggirkan Peran Wallace dalam Teori Evolusi

      Dunia meminggirkan peran Alfred Russel Wallace dalam penemuan teori evolusi. Pada akhirnya, dunia juga melupakan keanekaragaman hayati Indonesia yang menginspirasi Wallace menemukan teori survival the fitest dan teori evolusi. Baca selengkapnya>>

       

      Kehidupan Laut Antartika Lebih Beragam Daripada Galapagos

      Pulau-pulau yang ada di sekitar kutub selatan khususnya Antartika ternyata dihuni ribuan makhluk hidup. Temuan ini menarik karena lingkungan di Antartika sangat dingin, tidak hangat seperti wilayah tropis. Baca selengkapnya>>

       

      Sosok Go Blue

      Marthen Welly: ”Melestarikan Terumbu Karang dan Biota Laut sudah Menjadi Hobby”

      “Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarungi luas samudera, menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa”, cuplikan syair lagu ini diajarkan oleh guru wali kelasku waktu masih duduk di kelas satu SD Xaverius Teluk Betung - Bandar Lampung.  Dan sampai saat ini masih terus tertanam di kepala saya bahwa dulunya bangsa Indonesia adalah pelaut yang ulung dan pernah jaya di laut. Tapi kenapa di beberapa buku cetak pelajaran menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara agraris..?.  Salah cetak bukunya atau salah urus negara ini..? Baca selengkapnya>>

       

      ”Deklarasi Djuanda” 13 Desember Perjalanan Panjang Menuju Negara Kepulauan

      Desember adalah bulan bersejarah bagi Indonesia dan dunia. Dua peristiwa yang mengubah rezim kelautan nasional dan internasional terjadi di bulan ini. Pertama, Deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember 1957, dan kedua, pengesahan Konvensi PBB tentang Hukum Laut pada 10 Desember 1982 di Montego Bay, Jamaika. Baca selengkapnya>>

       

      Hutan Bakau di Sulsel Terancam Rusak

      Ratusan hektar hutan bakau di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terancam rusak parah akibat pembabatan liar yang dilakukan warga setempat.Pemerintah Sinjai sendiri sampai saat ini belum melakukan tindakan tegas, meski eksploitasi tersebut sudah berlangsung tiga bulan terakhir. Kerusakan paling parah terjadi di Kelurahan Larea-Rea, Kecamatan Sinjai Utara dan kawasan Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur. Baca selengkapnya>>

       

      Karang Beracun Kurang Dikenali Oleh Penyelam

      Para peneliti kelautan internasional mencemaskan sejumlah bahaya yang berisiko bagi kegiatan penyelaman di beberapa kawasan laut dunia. Bahaya penyelaman yang dimaksud adalah adanya spesies ikan dan karang beracun di beberapa obyek penyelaman yang kurang dikenal penyelam. Baca selengkapnya>>

       

      Presiden: CTI Summit Inisiatif Indonesia

      Pelaksanaan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 11-15 Mei 2009 mendatang, murni inisiatif bangsa Indonesia, dengan mengajak lima negara lainnya untuk membicarakan penyelamatan terumbu karang. Baca selengkapnya>>

       

      Penyu Hijau di Tolitoli Terancam Punah

      Penyu hijau di Pulau Lingayan, salah satu pulau terluar di Tolitoli, Sulawesi Tengah, saat ini terancam punah menyusul masih maraknya aksi pemburuan binatang laut yang dilindungi tersebut. “Penyu itu ditangkap lalu diperjualbelikan,” kata Bachtiar, ketua Pecinta Lingkungan Lingayan. Baca selengkapnya>>

       

      20 Persen Terumbu Karang Mati

      Dunia telah kehilangan hampir 20 persen terumbu karangnya akibat buangan karbon dioksida, demikian laporan yang disiarkan di Poznan, Polandia, Rabu (10/12) waktu setempat. Laporan itu, yang disiarkan oleh Global Coral Reef Monitoring Network di sisi pembicaraan Poznan, berusaha memberi tekanan atas peserta pembicaraan PBB mengenai iklim di Poznan, Polandia, agar membuat kemajuan dalam memerangi kenaikan temperatur. Baca selengkapnya>>

       

      LIPI: Populasi Coelacanth Harus Dilindungi

      Sejak ditemukan sepuluh tahun yang lalu di perairan Manado Tua, Sulawesi, Ikan Raja Laut atau yang lazim disebut Coelacanth, membuat nama Indonesia menjadi buah bibir di kalangan peneliti ikan di seluruh dunia, khususnya ikan purba. Menurut Peneliti Bidang Oceanografi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Augy Syahailatua PhD, ikan ini baru ditemukan di negara-negara Afrika Timur seperti Kenya, Madagaskar, Tanzania, Kongo, dan Mozambik, serta di Indonesia. Oleh karena itu keberadaanya perlu dilindungi sebagai satwa langka dari kepunahan maupun tindak pencurian. Baca selengkapnya>>

       

      Global Warming Bikin Dunia Banjir Pejantan

      Global warming tidak hanya menyebabkan perubahan iklim, tetapi juga mengganggu interaksi seksual di kehidupan liar. Salah satu dampak yang mengkhawatirkan adalah terganggunya perkembangbiakan makhluk hidup karena kenaikan suhu cenderung melahirkan banyak pejantan daripada betina. Baca selengkapnya>>

       

      Kampanye “Global Warming” Pangeran Albert Jelajahi Antartika

      Pangeran Albert II meninggalkan Monaco , Senin (5/1), memulai ekspedisi ke Antartika di Kutub Selatan untuk menggugah kepedulian publik terhadap pemanasan global (global warming). Perjalanan tersebut akan melengkapi pengalamannya yang lebih dulu mengunjungi Kutub Utara pada 2006. Baca selengkapnya>>

       

      Pelatihan Pengelolaan Ikan Karang Ramah Lingkungan

      Unit Pelaksana Rehabilitasi Dan Pengelolaan Terumbu Karang Tahap II (Corel Reef Rehabilitation And Management Program Phase II - Coremap II) RCU Sultra Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sultra melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Ikan Karang Ramah Lingkungan pada tanggal 26 s/d 27 Desember 2008 di Balai Kelurahan Liku Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara  yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buton Utara Bapak La Ode Ramlan, S.Pi. Baca selengkapnya>>

       

      Pantai Kalisusu Buton Utara Tempat Pemijahan Ikan Cakalang

      Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) atau Skipjack tuna banyak ditemukan di perairan Laut Banda dan Laut Flores. Ciri-ciri ikan cakalan ini badan seperti terpedo gemuk dan padat. Terdapat Sirip tambahan sebanyak 8 buah dibelakang sirip punggung dan 7 buah dibelakang sirip dubur. Tidak terdapat sisik kecuali sekitar kepala dan sekitar dada. Warna punggung gelap biru keungu-unguan sedang bagian bawah keperakan. Panjang dapat mencapai 90 CM dan biasanya 40 - 60 CM. Baca selengkapnya>>

       


      Tentang Go Blue Indonesia
      Go Blue merupakan sebuah portal yang dibangun bersama sebagai upaya membangun kesadaran publik dalam memahami
      isu-isu konservasi terumbu karang dan ekosistem terkaitnya, serta wadah promosi pariwisata ramah lingkungan di Indonesia
      www.goblue.or.id

       


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.