Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [FISIKA] Re: tanya tentang kutub utara bumi

Expand Messages
  • Ma'rufin Sudibyo
    Sebelumnya mohon maaf, baru sempet saya bales, beberapa hari kemarin di rumah sakit ndak sempat. Dalam astronomi, seperti haknya juga dalam fisika, sebenarnya
    Message 1 of 1 , Jul 10, 2010
    View Source
    Sebelumnya mohon maaf, baru sempet saya bales, beberapa hari kemarin di rumah sakit ndak sempat.

    Dalam astronomi, seperti haknya juga dalam fisika, sebenarnya tak ada kerangka acuan mutlak. Pun demikian halnya dalam hal arah mataangin. Sehingga dimana saja kita berada sepanjang di permukaan Bumi, arah mataangin bisa dideduksi. Karena arah mataangin merupakan derivasi dari tata koordinat ekuator benda langit, sehingga merupakan derivasi dari nilai-nilai deklinasi dan RA (right ascension) setiap benda langit.

    Patokan arah mataangin dalam astronomi diperoleh dari konsep transit atau istiwa', yang secara umum merupakan kondisi ketika posisi sebuah benda langit tepat berada di garis meridian setempat. Saya lebih suka membahasakan transit sebagai satu peristiwa ketika sebuah benda langit tepat berada di garis Utara-Selatan setempat. Dalam kondisi transit, sudut jam (hour angle) benda langit tersebut sama dengan nol sehingga Right Ascension-nya akan tepat sama dengan nilai waktu bintang lokal setempat (LMST = Local Mean Sidereal Time).

    Saya ambil contoh Matahari. Sebagai benda langit, Matahari juga senantiasa mengalami transit setiap hari. Bahkan peristiwa transit Matahari dipakai sebagai salah satu klausul pergantian nilai JD (Julian Day) yang sangat penting kedudukannya dalam astronomi komputasi. dalam aplikasinya, saat Matahari mengalami transit sangat dipengaruhi oleh nilai perata waktu (equation of time) dan selisih antara garis meridian setempat dengan meridian acuan untuk zona waktu setempat. Equation of time ini perata waktu untuk mengompensasikan idealisasi nilai satu hari Matahari (yakni waktu ideal yang dibutuhkan Bumi untuk berputar pada sumbunya, yakni 24 jam) dengan periode rotasi aktual Bumi (yang sejatinya berbeda-beda dari waktu ke waktu, bisa berharga lebih dari 24 jam dan bisa juga kurang dari 24 jam, tergantung apakah Bumi berada di titik perihelion atau aphelion dalam orbitnya).

    Untuk daerah-daerah ekstrim seperti kedua kutub Bumi, waktu transit Matahari hanya dipengaruhi nilai equation of time-nya. Dan ketika transit itu terjadi, bayang-bayang sebuah benda yang berposisi tegaklurus di kutub utara akan tepat mengarah ke Utara-Selatan ketika tersinari cahaya Matahari.

    Berikut dilampirkan contoh kedudukan Matahari (dalam hal ketinggian dan azimuth) selama 23 jam (dari jam 1 waktu setempat hingga jam 3 waktu setempat) untuk kondisi di kutub utara. Grafik ini menunjukkan bahwa di kutub utara terdapat situasi dimana Matahari tidak pernah terbenam (yakni antara 21 Maret hingga 22 September) dan ketinggiannya tetap (sesuai dengan nilai deklinasi Matahari saat itu), namun Matahari seolah-olah berputar mengelilingi kita yang berdiri persis di titik kutub utara. Jelas terlihat bahwa azimuth Matahari pun melintasi garis azimuth 180 pada saat transit, dengan waktu transit pun ditunjukkan didalamnya. Dan berselang 12 jam kemudian Matahari pun melintasi garis azimuth 0 atau 360. Terlihat pula Matahari melintasi garis azimuth 90 maupun 70. Sehingga tak ada keraguan bahwa arah mataangin yang umum kita jumpai di sini pun juga kita jumpai di kutub utara. Tepat seperti pak Haryo ungkapkan, arah mataangin Utara untuk kutub utara memang menuju ke garis bujur 180.

    Sekedar menambahkan, dalam satu dua dekade ini wilayah kutub menjadi salah satu lokasi yang dicari untuk pengamatan benda langit. Musababnya, selain ada selang waktu lumayan panjang dimana kondisi langit selalu gelap (yakni sepanjang 6 bulan, secara teoritis), iklim kutub relatif bersahabat karena disini tidak ada turbulensi atmosfer maupun konvergensi awan (catatan : konvergensi awan terbesar ada di khatulistiwa dan realitanya ada di atmosfer Indonesia). Sehingga atmosfer di atas kutub relatif bersih dan tidak penuh golakan, kondisi yang sangat ideal untuk melakukan pengamatan dimana di tempat lain hanya dijumpai di puncak-puncak gunung sangat tinggi seperti di Gunung Mauna Kea, Hawaii (tempat dimana teleskop-teleskop raksasa termodern ditempatkan). Untuk itu pula SPT (South Pole Telescope) didirikan. Meski, ada juga di antara kita yang menganggap pendirian SPT ditujukan untuk melacak gerak "planet" Nibiru menjelang kejadian 2012, satu anggapan yang 'menggelikan' bagi kalangan astronomi.

    Salam,


    Ma'rufin

    From: Haryo Sumowidagdo <sumowidagdo@...>
    To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
    Sent: Tue, June 29, 2010 12:44:01 PM
    Subject: [FISIKA] Re: tanya tentang kutub utara bumi

     



    --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, Ma'rufin Sudibyo <marufins@...> wrote:
    >
    > Sekedar menambahkan saja dari penjelasan pak Haryo.
    >
    > Betul, arah mata angin USBT itu dibentuk dengan konsepsi pengamat memandang permukaan Bumi adalah datar, bukan melengkung sebagai bola. Dalam astronomi, ini merupakan bagian dari tata koordinat horizon, salah penggambaran sikap suatu benda langit dalam bentuk yang paling sederhana dan paling mendasar, namun sekaligus paling tak aplikatif guna memandang keseluruhan bola Bumi dalam satu perspektif, mengingat tata koordinat horizon berubah seiring dengan perubahan lintang/bujur dan waktu.
    >
    > Dalam tata koordinat horizon, arah mata angin dinyatakan secara kuantitatif (dinyatakan dalam angka) sebagai besaran azimuth yang merupakan satu lingkaran penuh. Arah Utara misalnya, merupakan azimuth 0 (nol) atau 360. Timur = 90, Selatan = 180 dan seterusnya. Ini berlaku di semua tempat, tak peduli meski di kutub utara atau kutub selatan sekalipun.
    >
    > So, andai pengamat berdiri tepat di kutub utara Bumi, maka ia tetap memandang lingkungan di sekelilingnya dalam perspektif tata koordinat horizon sehingga tetap memiliki lingkaran azimuth. Dari kutub utara, azimuth 0 (alias "Utara") menghadap ke ujung timur Russia berdekatan dengan Selat Bering, azimuth 90 (alias "Timur") mengarah ke Siberia, azimuth 180 (alias "Selatan") mengarah ke kepulauan Inggris Raya dan azimuth 270 (alias "Barat") mengarah ke Canada. Maka di sini pun arah - arah mataangin itu tetap berlaku.

    Pak Marufin, kelihatannya definisi ini memerlukan referensi arah 0 yakni Utara. Apakah ada perjanjian / konvensi tertentu mengenai arah manakah yang menjadi acuan arah "Utara Lokal" dalam koordinat horizon? Dari diskusi di atas tampaknya yang mejadi acuan adalah garis 180 BT/BB.

    Pada posisi di luar kutub, referensi ini bisa diambil dari arah utara geografis lokal (searah garis bujur/longitude). Namun di titik-titik kutub, situasinya simetris (karena seluruh garis bujur bertemu di kutub). Kecuali kondisi rotational symmetry ini di-rusak dengan memilih salah satu arah, kita tidak bisa mendefinisikan sistem koordinat horizon (atau lokal).


Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.