Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Resume Pengamatan Hilaal Tua Syawwal dan Hilaal Zulqa'idah 1430 H

Expand Messages
  • Ma'rufin Sudibyo
    Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena resume pengamatan hilaal dan hilaal tua ini terlambat untuk diposkan. Mohon perkenannya. Hilaal Tua Syawwal
    Message 1 of 1 , Oct 28, 2009
    View Source
    • 0 Attachment
      Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena resume pengamatan hilaal dan hilaal tua ini terlambat untuk diposkan. Mohon perkenannya.
       
      Hilaal Tua Syawwal 1430 H

      1. Sabtu pagi 17 Oktober 2009 menjelang Matahari terbit (sunrise)

      Pengamat dan hasil :
      • Pak AR Sugeng (Klaten), hilaal tua terlihat sampai 2 menit sebelum sunrise dengan binokuler, langit cerah dengan scatter clouds.
      • Ma'rufin (Cirebon), hilaal tua terlihat sampai 20 menit sebelum sunrise (dengan mata telanjang) dan hingga 10 menit sebelum sunrise (dengan binokuler), langit cerah dengan scatter clouds dan horizon berkabut.
      2. Minggu pagi 18 Oktober 2009 menjelang Matahari terbit (sunrise)

      Pengamat dan hasil :
      • Pak AR Sugeng (Klaten), hilaal tua tak terlihat, langit cerah dengan scatter clouds.
      • Ma'rufin (Cirebon), hilaal tua tak terlihat, langit cerah dengan scatter clouds.
      • Pak Iwan Kuswidi (Yogyakarta), hilaal tua tak terlihat, langit mendung
      Pengamat lain dan hasilnya :
      • Mbak Iin Salsabila & tim (Ancol, Jakarta), hilaal tua terlihat pada Sabtu pagi 17 Oktober 2009, waktu tidak dilampirkan, kondisi langit tidak dilampirkan.

      Hilaal Zulqaidah 1430 H

      1. Minggu senja 18 Oktober 2009 setelah Matahari terbenam (sunset)

      Pengamat dan hasil :
      • Pak AR Sugeng (Klaten), hilaal tak terlihat, langit mendung total, kontak via ponsel & email.
      • Pak Ibnu Zahid Aboel Muid & tim LFNU Gresik (Condrodipo Gresik), hilaal tak terlihat, langit cerah dengan scatter clouds, kontak via email.
      • Pak Iwan Kuswidi (Puncak, Bogor), hilaal tak terlihat, langit berawan sebagian khususnya di horizon barat, kontak via email
      • Pak Ismail Fahmi & tim (Pelabuhan Ratu Jabar), hilaal tak terlihat, langit cerah, kontak via ponsel & email.
      • Mas Arya Dilaga (Semarang), hilaal tak terlihat, langit berawan sebagian dengan horizon tertutupi awan.
      2. Senin senja 19 Oktober 2009 setelah Matahari terbenam (sunset)

      Pengamat dan hasil :
      • Pak Mutoha (Yogyakarta), hilaal terlihat dengan binokuler 3 menit sebelum sunset, langit cerah.
      • Pak AR Sugeng (Klaten), hilaal terlihat pukul 17:49 WIB, langit berawan sebagian terutama di horizon.
      • Pak Ibnu Zahid Aboel Muid & tim LFNU Gresik (Condrodipo Gresik), hilaal terlihat dengan teodolit tepat saat sunset, langit berawan tipis.
      • Pak Arief Syamsulaksana (Perth, Australia), hilaal terlihat 17 menit setelah sunset, langit cerah.
      • Pak Ismail Fahmi & tim (Pelabuhan Ratu Jabar), hilaal terlihat dengan teleskop pada 17:48 WIB, terlihat dengan mata telanjang pada 18:09 WIB, langit berawan di horizon.
      • Mas Arya Dilaga (Semarang), hilaal tak terlihat, langit berawan sebagian dengan horizon tertutupi awan.
      • Tim LFNU Kebumen (Kebumen, Jawa Tengah), hilaal tak terlihat, langit mendung.
      Terima kasih atas semua partisipasinya. Data-data telah kami catat dan Insya' Allah akan sangat berguna dalam histori, kajian dan penentuan kalender Hijriyyah di Indonesia. Dan kami tunggu lagi partisipasi serta laporannya dalam pengamatan hilaal tua Zulqa'idah dan hilaal Zulhijjah 1430 H mendatang.

      1 Zulqa'idah 1430 H

      Secara teoritis, berdasarkan data hisab, pada Minggu senja 18 Oktober 2009 Bulan berada pada ketinggian yang cukup rendah yakni di sekitar horizon. Bulan berada pada kondisi moonset = sunset (kondisi dimana Lag = 0 menit) hanya di sebagian Pulau Jawa, yakni kawasan Jawa Barat bagian selatan, sebagian Jawa Tengah bagian selatan dan DIY serta Banten bagian selatan, sehingga tidak mungkin bisa dilihat/diobservasi dalam spektrum cahaya tampak (yakni menggunakan mata telanjang ataupun alat optik yang dikalibrasikan dengan mata telanjang). Sementara pada Senin senja 19 Oktober 2009 Bulan telah memiliki Lag hingga + 52 menit dan pada kondisi ini model visibilitas RHI menunjukkan Bulan akan terlihat sebagai sabit sebelum terbenamnya Matahari (karena batas maksimal Bulan terlihat sebagai sabit tepat saat Matahari terbenam adalah + 42 menit dengan menggunakan alat optik). Dan ini terbukti pada titik pengamatan di Brambang Gunungkidul dan Condrodipo Gresik.

      Sebagai catatan, database RHI menunjukkan bahwa yang disebut hilaal adalah Bulan dalam fase sabit yang memiliki Lag + 27 hingga + 42 menit. Bulan dengan Lag > + 42 menit kami definisikan sebagai Bulan sabit saja (alias Moon crescent) sementara Bulan dengan Lag < + 27 menit kami definisikan sebagai Bulan gelap (darkmoon alias Mahaq)

      Meski demikian, realitanya dengan kondisi atmosfer yang sangat dinamis membuat tidak semua titik pengamatan bisa mengamati hilaal. Pada 19 Oktober 2009, dari 7 titik pengamatan dalam jejaring RHI yang melaporkan diri, hanya 5 yang bisa mengamati hilaal (71 %).

      Dengan demikian 1 Syawwal 1430 H telah dimulai pada Senin senja 19 Oktober 2009 saat sunset, atau secara gampangnya dikatakan 1 Syawwal 1430 H = Selasa 20 Oktober 2009, berdasarkan pada teramatinya hilaal dalam observasi dan dikomparasikan dengan hisab model visibilitas RHI.

      29 Zulqa'idah 1430 H

      29 Zulqa'idah 1430 H penting artinya karena menjadi saat untuk menentukan 1 Zulhijjah. Tanggal 29 ini didekati dengan dua pendekatan. Pendekatan pertama berdasarkan hasil observasi hilaal pada awal Zulqa'idah. Sementara pendekatan kedua menggunakan kaidah yang diusulkan Bp. Hendro Setyanto (bahwa hari terjadinya konjungsi adalah tanggal 29 Qamariyyah, dengan catatan transisi hari berlangsung saat sunset)

      Kedua pendekatan menghasilkan 29 Zulqa'idah 1430 H bertepatan dengan Selasa, 17 November 2009.

      Periode Sinodis

      Untuk lunasi Zulqa'idah 1430 H ini, periode sinodis Bulan bernilai 29 hari 13 jam 41 menit. Harus diingat, ini adalah periode sinodis yang aktual, sementara angka 29 hari 12 jam 44 menit sebagaimana yang terpublikasikan secara luas sebenarnya (dan menjadi dasar bagi sistem kalender 'urfi) merupakan periode sinodis rata-rata. 

      Event Khusus

      Tak ada event khusus terkait Bulan dan Matahari dalam Zulqa'idah 1430 H.
       
      Salam,


      Ma'rufin

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.