Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Ditemukan Gunung Api Raksasa Bawah Laut Sumatera

Expand Messages
  • Ma'rufin Sudibyo
    Dikutip dari Kompas.com. Gunung bawah laut adalah hal yang umum di sepanjang Lempeng Sunda, yakni batas pertemuan antara Lempeng India-Australia dengan Lempeng
    Message 1 of 3 , May 28, 2009
    View Source
    Dikutip dari Kompas.com. Gunung bawah laut adalah hal yang umum di sepanjang Lempeng Sunda, yakni batas pertemuan antara Lempeng India-Australia dengan Lempeng Sunda (Eurasia) yang secara fisis nampak sebagai palung laut memanjang dari selatan Pulau Jawa hingga ke sebelah barat Sumatera. Kelak gunung-gunung laut ini akan masuk ke dalam palung dan menjadi "pengganjal" yang membuat aktivitas tektonik setempat menjadi sedikit lebih lambat sehingga konsekuensinya aktivitas kegempaan (seismik) di tempat tersebut menjadi lebih kecil dibanding daerah-daerah lain disekitarnya yang gak kemasukan gunung laut. Pesisir selatan Jawa Tengah - DIY misalnya, merupakan contoh daerah ini, dimana kegempaannya cukup sedikit karena (kemungkinan besar) palung laut di lwilayah ini sudah mulai terganjal oleh lereng gunung laut Roo Rise.

    Salah satu gunung laut populer yang sampe muncul ke atas permukaan dan menjadi pulau tersendiri adalah Pulau Christmas alias Pulau Natal, milik Australia, yang ada di sebelah selatan Jawa Barat.

    Namun jika gunung laut itu gunung api, besar lagi, mana berkaldera pula, rasanya baru kali ini ada. Aktif apa tidak, kita belum tahu.


    Salam,


    Ma'rufin

    =====

    JAKARTA, KOMPAS.com — Tim yang terdiri dari gabungan para pakar geologi Indonesia, AS, dan Perancis berhasil menemukan gunung api raksasa di bawah perairan barat Sumatera. Gunung api tersebut berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter dan berada 330 km arah barat Kota Bengkulu. Para ahli geologi ini berasal dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas dan IPG (Institut de Physique du Globe) Paris.

    "Gunung api ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia, tak ada gunung setinggi ini kecuali Gunung Jayawijaya di Papua," kata Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam BPPT Yusuf Surachman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5). Gunung api bawah laut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, 330 km dari Bengkulu, di kedalaman 5,9 km dengan puncak berada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Meskipun gunung ini diketahui memiliki kaldera yang menandainya sebagai gunung api, para pakar mengaku belum mengetahui tingkat keaktifan gunung api bawah laut ini. "Bagaimanapun gunung api bawah laut sangat berbahaya jika meletus," katanya. Survei yang menggunakan kapal seismik Geowave Champion canggih milik CGGVeritas itu adalah yang pertama di dunia karena menggunakan streamer terpanjang, 15 km, dari yang pernah dilakukan oleh kapal survei seismik.

    Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui struktur geologi dalam (penetrasi sampai 50 km) yang meliputi Palung Sunda, prisma akresi, tinggian busur luar (outer arc high), dan cekungan busur muka (fore arc basin) perairan Sumatera. Sejak gempa dan tsunami akhir 2004 dan gempa-gempa besar susulan lainnya, terjadi banyak perubahan struktur di kawasan perairan Sumatera yang menarik minat banyak peneliti asing.

    Tim ahli dari Indonesia, AS, dan Perancis kemudian bekerja sama memetakan struktur geologi dalam untuk memahami secara lebih baik sumber dan mekanisme gempa pemicu tsunami menggunakan citra seismik dalam (deep seismic image).



  • Ma'rufin Sudibyo
    Sedikit koreksi, justru Danau Toba alias Gunung Toba itu yang masih aktif, meski status keaktifannya saat ini adalah dormant (tidur panjang). Sisa-sisa
    Message 2 of 3 , May 31, 2009
    View Source
    • 0 Attachment
      Sedikit koreksi, justru Danau Toba alias Gunung Toba itu yang masih aktif, meski status keaktifannya saat ini adalah dormant (tidur panjang). Sisa-sisa aktifitas Gunung Toba terhampar di kawasan bukit Pusukbukit di tepi barat danau ini, dalam bentuk kerucut kecil vulkanis dengan beberapa titik mata air panas (hotsprings) di kakinya. Sama halnya dengan Gunung Toba, bukit Pusukbukit ini mendapatkan magmanya dari dapur magma di kedalaman 50 km dari permukaan tanah. Penanda lainnya dari aktivitas Toba adalah kenaikan gradual (perlahan) Pulau Samosir, yang ditunjukkan dengan keberadaan lapisan-lapisan sedimen danau di pulau ini. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa dalam dapur magma sedang terjadi proses pengisian magma kembali (refiling). Ini membuat tekanan dalam dapur magma meningkat sehingga ia sampai bisa mengangkat pulau sedikit demi sedikit. Namun proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Tekanan dapur magma Gunung Toba baru akan mencapai situasi yang sama dengan kondisi pada saat meletus 74.000 tahun silam pada setidaknya 400.000 - 600.000 tahun ke depan. Jadi jangan terlalu dikhawatirkan.


      Sementara gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu, kemungkinan besar justru sudah tidak aktif. Meski hal ini perlu diteliti lebih lanjut, namun kita bisa mengambil analogi dari gunung-gunung laut lainnya yang pernah diteliti. Ada tiga alasan mengapa gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu sudah tidak aktif alias mati. Pertama, gunung laut itu berdiri di atas lempeng Australia yang tergolong ke dalam lempeng samudera. Di Bumi ini tidak ada gunung api laut di lempeng samudera yang masih aktif terkecuali ia berdiri di zona pemekaran lantai samudera (mid oceanic ridge) atau di atas vulkanisme titik panas (hotspot) sehingga terjadi kontinuitas supplai magma dari lapisan asthenosfer Bumi ke gunung tersebut. Sementara gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu jaraknya cukup jauh terhadap zona pemekaran lantai samudera dan lokasi vulkanisme titik panas.


      Kedua, tinggi tubuh gunung laut itu "hanya" mencapai 4,6 km dari dasar laut. Andaikata ia masih aktif dan memiliki kaldera, tentunya tinggi sebelumnya jauh lebih besar dari 4,6 km itu. Pada umumnya gunung api di Bumi (khususnya yang berada di daratan) akan terpangkas ketinggiannya menjadi tinggal sepertiganya saja dari semula jika ia telah meletus dahsyat (alias membentuk kaldera). So jika gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu masih aktif dan punya kaldera, dapatlah direkonstruksi bahwa pada satu ketika (sebelum kalderanya terbentuk), ia pernah punya ketinggian 12.000 meter dari dasar laut alias menyembul setinggi 7.000 meter dari permukaan laut. Ketinggian sebesar ini sangat sulit terjadi karena gravitasi Bumi dan proses pelapukan karena cuaca membatasi ketingian gunung maupun gunung api yang mampu dibentuk di permukaan Bumi tidaklah melebihi angka 10.000 meter dihitung dari dasarnya.


      Dan yang ketiga, gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu sangat mungkin adalah gunung perisai (shield) karena memiliki lereng yang sangat landai. Jika gunung laut ini diasumsikan berbentuk kerucut sempurna, maka dengan tinggi 4,6 km dan setengah radius alas 25 km kita dapatkan kemiringan lerengnya sebesar arc tan (4,6/25) = 10 derajat. Ini sangat landai dan setara dengan kemiringan lereng gunung-gunung di Kepulauan Hawaii (seperti gunung Mauna Loa misalnya, yang berdiri setinggi 9 km dari dasar laut dengan lebar dasar gunung mencapai 100 km). Gunung-gunung perisai dibentuk dari magma cair encer yang kaya basa sehingga relatif mudah mengalir (bagaikan air) dan tidak sanggup menyekap gas-gas vulkanik didalamnya. Sebagai konsekuensinya maka gunung perisai selalu memiliki tipe letusan berupa efusif (leleran) murni tanpa adanya letusan asap. Dari sini juga tidak relevan untuk membandingkan gunung laut di lepas pantai Bengkulu ini dengan Gunung Toba, ataupun Krakatau, ataupun Tambora misalnya, karena jenis magma mereka berbeda. Gunung Toba, Krakatau dan Tambora memiliki magma yang sangat asam alias sangat kaya dengan silikat, yang dicirikan dari banyaknya batu apung yang dihasilkan dalam letusannya, sementara magma sangat asam ini sangat menentukan dahsyat tidaknya letusan gunung tersebut. Makin asam magmanya, makin dahsyat letusannya.


      So, kesimpulan akhirnya, gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu tidaklah perlu disikapi berlebihan, apalagi ditakuti. Gunung itu hanyalah gunung laut biasa, sama halnya dengan gunung laut yang kini menjadi Pulau Christmas (900 km di selatan Jakarta), juga dengan gunung-gunung laut yang banyak bertebaran di bibir Palung Sunda (palung laut hasil pertemuan lempeng Australia dengan Eurasia) seperti misalnya Roo Rise di lepas pantai selatan Jawa Tengah. Memang dalam kajian ilmu kegempaan, gunung laut di bibir palung ini akan mendatangkan masalah, karena begitu ia mulai memasuki palung, maka ia berperan sebagai pengganjal yang membuat kegempaan di daerah tersebut merosot drastis. Namun merosotonya kegempaan ini diikuti dengan tingginya timbunan energi seismik. Sehingga kelak ketika seluruh bagian gunung sudah masuk ke dalam palung, timbunan energi seismik itu akan dilepaskan secara serentak sebagai sebuah gempa yang sangat besar. Tetapi hal ini baru akan terjadi dalam berjuta-juta tahun mendatang.


      Salam,


      Ma'rufin


      From: "atriza_002@..." <atriza_002@...>
      To: Forum Kompas <Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com>
      Sent: Sunday, May 31, 2009 10:52:03 AM
      Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Ditemukan Gunung Api Raksasa Bawah Laut Sumatera

      Yang membuat kita was was seandai nya gunung api raksasa di bawah laut ini masih aktif,kalau Toba Volcano sudah tidak aktif...

      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !

      -----Original Message-----
      From: verdi adhanta <verdiadhanta@ yahoo.com>

      Date: Sat, 30 May 2009 07:44:34
      To: <Forum-Pembaca- Kompas@yahoogrou ps.com>
      Subject: Re: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Ditemukan Gunung Api Raksasa Bawah Laut Sumatera

      Wah, itu belum apa-apa. Sumatra juga punya Supervolcano, yaitu gunung Toba.
      Dimana? Ya Danau toba itu Kawahnya. 74,000 tahun lalu ia terakhir meletus, dan akibatnya Bumi mengalami jaman es mini (sekitar 6 tahun) dan menekan populasi manusia, sampai tinggal 15,000 orang (jadi bumi ini pernah dihuni oleh 15000 orang, gara-gara Supervolcano di Sumatra ini.) Saingannya Toba cuma Yellowstone, yang sedikit lebih kecil dari Toba.

      http://anthropology.net/2007/07/06/mount-toba-eruption-ancient-humans-unscathed-study-claims/


    • Ma'rufin Sudibyo
      Sedikit koreksi, justru Danau Toba alias Gunung Toba itu yang masih aktif, meski status keaktifannya saat ini adalah dormant (tidur panjang). Sisa-sisa
      Message 3 of 3 , May 31, 2009
      View Source
      • 0 Attachment
        Sedikit koreksi, justru Danau Toba alias Gunung Toba itu yang masih aktif, meski status keaktifannya saat ini adalah dormant (tidur panjang). Sisa-sisa aktifitas Gunung Toba terhampar di kawasan bukit Pusukbukit di tepi barat danau ini, dalam bentuk kerucut kecil vulkanis dengan beberapa titik mata air panas (hotsprings) di kakinya. Sama halnya dengan Gunung Toba, bukit Pusukbukit ini mendapatkan magmanya dari dapur magma di kedalaman 50 km dari permukaan tanah. Penanda lainnya dari aktivitas Toba adalah kenaikan gradual (perlahan) Pulau Samosir, yang ditunjukkan dengan keberadaan lapisan-lapisan sedimen danau di pulau ini. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa dalam dapur magma sedang terjadi proses pengisian magma kembali (refiling). Ini membuat tekanan dalam dapur magma meningkat sehingga ia sampai bisa mengangkat pulau sedikit demi sedikit. Namun proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Tekanan dapur magma Gunung Toba baru akan mencapai situasi yang sama dengan kondisi pada saat meletus 74.000 tahun silam pada setidaknya 400.000 - 600.000 tahun ke depan. Jadi jangan terlalu dikhawatirkan.


        Sementara gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu, kemungkinan besar justru sudah tidak aktif. Meski hal ini perlu diteliti lebih lanjut, namun kita bisa mengambil analogi dari gunung-gunung laut lainnya yang pernah diteliti. Ada tiga alasan mengapa gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu sudah tidak aktif alias mati. Pertama, gunung laut itu berdiri di atas lempeng Australia yang tergolong ke dalam lempeng samudera. Di Bumi ini tidak ada gunung api laut di lempeng samudera yang masih aktif terkecuali ia berdiri di zona pemekaran lantai samudera (mid oceanic ridge) atau di atas vulkanisme titik panas (hotspot) sehingga terjadi kontinuitas supplai magma dari lapisan asthenosfer Bumi ke gunung tersebut. Sementara gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu jaraknya cukup jauh terhadap zona pemekaran lantai samudera dan lokasi vulkanisme titik panas.


        Kedua, tinggi tubuh gunung laut itu "hanya" mencapai 4,6 km dari dasar laut. Andaikata ia masih aktif dan memiliki kaldera, tentunya tinggi sebelumnya jauh lebih besar dari 4,6 km itu. Pada umumnya gunung api di Bumi (khususnya yang berada di daratan) akan terpangkas ketinggiannya menjadi tinggal sepertiganya saja dari semula jika ia telah meletus dahsyat (alias membentuk kaldera). So jika gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu masih aktif dan punya kaldera, dapatlah direkonstruksi bahwa pada satu ketika (sebelum kalderanya terbentuk), ia pernah punya ketinggian 12.000 meter dari dasar laut alias menyembul setinggi 7.000 meter dari permukaan laut. Ketinggian sebesar ini sangat sulit terjadi karena gravitasi Bumi dan proses pelapukan karena cuaca membatasi ketingian gunung maupun gunung api yang mampu dibentuk di permukaan Bumi tidaklah melebihi angka 10.000 meter dihitung dari dasarnya.


        Dan yang ketiga, gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu sangat mungkin adalah gunung perisai (shield) karena memiliki lereng yang sangat landai. Jika gunung laut ini diasumsikan berbentuk kerucut sempurna, maka dengan tinggi 4,6 km dan setengah radius alas 25 km kita dapatkan kemiringan lerengnya sebesar arc tan (4,6/25) = 10 derajat. Ini sangat landai dan setara dengan kemiringan lereng gunung-gunung di Kepulauan Hawaii (seperti gunung Mauna Loa misalnya, yang berdiri setinggi 9 km dari dasar laut dengan lebar dasar gunung mencapai 100 km). Gunung-gunung perisai dibentuk dari magma cair encer yang kaya basa sehingga relatif mudah mengalir (bagaikan air) dan tidak sanggup menyekap gas-gas vulkanik didalamnya. Sebagai konsekuensinya maka gunung perisai selalu memiliki tipe letusan berupa efusif (leleran) murni tanpa adanya letusan asap. Dari sini juga tidak relevan untuk membandingkan gunung laut di lepas pantai Bengkulu ini dengan Gunung Toba, ataupun Krakatau, ataupun Tambora misalnya, karena jenis magma mereka berbeda. Gunung Toba, Krakatau dan Tambora memiliki magma yang sangat asam alias sangat kaya dengan silikat, yang dicirikan dari banyaknya batu apung yang dihasilkan dalam letusannya, sementara magma sangat asam ini sangat menentukan dahsyat tidaknya letusan gunung tersebut. Makin asam magmanya, makin dahsyat letusannya.


        So, kesimpulan akhirnya, gunung laut di lepas pantai Bengkulu itu tidaklah perlu disikapi berlebihan, apalagi ditakuti. Gunung itu hanyalah gunung laut biasa, sama halnya dengan gunung laut yang kini menjadi Pulau Christmas (900 km di selatan Jakarta), juga dengan gunung-gunung laut yang banyak bertebaran di bibir Palung Sunda (palung laut hasil pertemuan lempeng Australia dengan Eurasia) seperti misalnya Roo Rise di lepas pantai selatan Jawa Tengah. Memang dalam kajian ilmu kegempaan, gunung laut di bibir palung ini akan mendatangkan masalah, karena begitu ia mulai memasuki palung, maka ia berperan sebagai pengganjal yang membuat kegempaan di daerah tersebut merosot drastis. Namun merosotonya kegempaan ini diikuti dengan tingginya timbunan energi seismik. Sehingga kelak ketika seluruh bagian gunung sudah masuk ke dalam palung, timbunan energi seismik itu akan dilepaskan secara serentak sebagai sebuah gempa yang sangat besar. Tetapi hal ini baru akan terjadi dalam berjuta-juta tahun mendatang.


        Salam,


        Ma'rufin


        From: "atriza_002@..." <atriza_002@...>
        To: Forum Kompas <Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com>
        Sent: Sunday, May 31, 2009 10:52:03 AM
        Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Ditemukan Gunung Api Raksasa Bawah Laut Sumatera

        Yang membuat kita was was seandai nya gunung api raksasa di bawah laut ini masih aktif,kalau Toba Volcano sudah tidak aktif...

        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !

        -----Original Message-----
        From: verdi adhanta <verdiadhanta@ yahoo.com>

        Date: Sat, 30 May 2009 07:44:34
        To: <Forum-Pembaca- Kompas@yahoogrou ps.com>
        Subject: Re: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Ditemukan Gunung Api Raksasa Bawah Laut Sumatera

        Wah, itu belum apa-apa. Sumatra juga punya Supervolcano, yaitu gunung Toba.
        Dimana? Ya Danau toba itu Kawahnya. 74,000 tahun lalu ia terakhir meletus, dan akibatnya Bumi mengalami jaman es mini (sekitar 6 tahun) dan menekan populasi manusia, sampai tinggal 15,000 orang (jadi bumi ini pernah dihuni oleh 15000 orang, gara-gara Supervolcano di Sumatra ini.) Saingannya Toba cuma Yellowstone, yang sedikit lebih kecil dari Toba.

        http://anthropology.net/2007/07/06/mount-toba-eruption-ancient-humans-unscathed-study-claims/


      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.