Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [IndoEnergy] Re: Global Warming

Expand Messages
  • Ma'rufin Sudibyo
    Ya, tentu saja tak ada yang salah dengan CO2 di atmosfer Bumi. Itu bukan gas setan. Namun menjadi bermasalah ketika konsentrasinya menjadi terlalu banyak.
    Message 1 of 1 , Jan 5, 2009
    View Source
    • 0 Attachment
      Ya, tentu saja tak ada yang salah dengan CO2 di atmosfer Bumi. Itu bukan "gas setan." Namun menjadi bermasalah ketika konsentrasinya menjadi terlalu banyak.

      Mari kita lihat kasus pemusnahan massal 65 juta tahun silam, yang menyebabkan sedikitnya 75 % populasi makhluk hidup penghuni Bumi punah. Alvarez et.al (1980) menyebutkan pemusnahan massal ini sangat terkait dengan eksistensi lapisan lempung hitam tipis nan kaya Iridium yang ditemukan terjepit di sedimen zaman Karbon dan Paleosen, yang kemudian diketahui memiliki hubungan dengan terbentuknya Megastruktur Chicxulub di Semenanjung Yucatan, kawah raksasa produk tumbukan benda langit. Memang timing terbentuknya Megastruktur Chicxulub dengan pemusnahan massal itu ada selisih waktu 0,3 juta tahun. Namun dari jejak-jeka di lapisan tipis lempung hitam itu diketahui bahwa pemusnahan massal terjadi akibat adanya perubahan lingkungan dramatis yang diawali dengan musim dingin nuklir selama 8 - 20 tahun (ingat hipotesis TTAPS alias Turco, Toon, Pollack, Ackerman dan Sagan), dimana suhu udara turun hingga titik yang membekukan akibat terhalangnya radiasi sinar Matahari oleh sebaran debu-debu di atmosfer, yang kemudian disusul dengan pemanasan global selama ribuan tahun kemudian dimana suhu rata-rata Bumi meningkat hingga 10 derajat Celcius dari nilainya semula. Aherns & O' Keefe (1990) dari NASA menunjukkan bahwa konsentrasi CO2 di atmosfer pada saat peristiwa itu mencapai 1,5 % alias 15.000 ppm atau 44 kali lipat di atas nilai sekarang (340 ppm, rata-rata).

      Dalam hal pemanasan global untuk konteks kekinian di Bumi, kita bisa juga berkaca pada apa yang terjadi di planet kembaran kita : Venus. Ada cukup banyak CO2 di atmosfer planet ini, yang mencapai konsentrasi > 80 %. Akibatnya ya bisa kita lihat, planet ini mempunyai suhu permukaan rata-rata yang luar biasa besarnya, hingga mencapai ratusan derajat Celcius.

      Salam,


      Ma'rufin


      From: Zaki <zaki@...>
      To: IndoEnergy@yahoogroups.com
      Sent: Monday, January 5, 2009 6:31:10 AM
      Subject: Re: [IndoEnergy] Re: Global Warming

      Tentu saja tidak ada yg salah dg adanya CO2 di atmosfer. Yg salah adalah jumlahnya yg semakin meningkat karena sifat CO2 ini memerangkap panas sehingga peningkatan jumlah CO2 di atmosfer akan menaikkan temperatur rata2 udara di bumi.
       
      Ada 2 penyebab utama kenaikan jumlah CO2 di atmosfer bumi: yg pertama kenaikan produksi CO2 akibat aktifitas seperti pembakaran bahan bakar di pabrik dan kendaraan, yg kedua karena siklus karbon yg terganggu (jumlah tanaman utk menyerap CO2 dari atmosfer semakin berkurang akibat penggundulan hutan dan konservasi lahan utk pemukiman).
       
      Jadi kenaikan jumlah CO2 di atmosfer bukan karena penyebab alami, paling tidak terlihat bahwa kenaikan ini terlihat secara signifikan sejak adanya revolusi industri di abad ke-18. Apakah alam akan menyeimbangkan dirinya? Saya rasa bisa saja, tapi prosesnya akan menyengsarakan umat manusia. Salah satu kemungkinan caranya seperti ini:
      - temperatur udara yg meningkat mencairkan es kutub dan menaikkan permukaan laut dan menyebabkan luas daratan berkurang
      - terjadi pergeseran iklim, daerah di sekitar katulistiwa semakin panas sehingga berkurang kesuburannya, daerah sub tropis akan memiliki iklim seperti tropis yg skrg, dan seterusnya, akibatnya spesies flora dan fauna akan berubah. (mungkin di Indonesia tambah banyak nyamuk karena tambah panas?). daerah subtropis yg skrg nantinya akan menjadi tempat yg cocok bagi flora dan fauna tropis. 
      - selain flora dan fauna yg berubah, jangan lupa pula yg ukurannya kecil seperti bakteri dan virus. penyakit yg biasa ada di Indonesia mungkin bergeser dikit lah ke daerah Cina. penyakit yg muncul di Indonesia entah seperti apa nanti yg muncul.
      - udara yg panas memungkinkan siklus air terjadi lebih cepat (penguapan, pembentukan awan, hujan, penyerapan air ke tanah), akibatnya hujan lebih sering tetapi tanah berkurang kesuburannya (karena airnya lebih cepat menguap). akibatnya daerah subur semakin sedikit dan produksi pangan akan berkurang
      - dari hal2 tsb di atas terlihat bahwa hasil akhirnya populasi manusia akan berkurang karena krisis: penyakit, kurangnya ketahanan tubuh thd udara yg lebih panas, kurangnya lahan, kurangnya pangan (biasanya kalo krisis begini orang lebih mudah gelap mata, jadi mungkin juga akan ada perang perebutan sumber daya).
      - populasi manusia, hewan dan tanaman yg berkurang lalu memungkinkan atmosfer bumi menjadi kembali ke level seperti sebelumnya (karena lebih sedikit CO2 yg dilepas ke atmosfer sehingga jumlah tanaman dapat seimbang dg jumlah CO2 yg dilepas ke atmosfer).
       
      Nah, alam bisa menyeimbangkan dirinya kan?
       
       
       
      ----- Original Message -----
      From: soedardjo
      Sent: Monday, January 05, 2009 10:41 AM
      Subject: [IndoEnergy] Re: Global Warming

      Maaf benar-benar saya tidak paham, apa itu Global Warming?
      Saya bukan peneliti Global Warming.
      Apa karena akselerasi SOx, NOx, CO, CO2 di dunia ini meningkat? Saya setuju masalah tersebut juga merupakan keseimbangan alami, untuk photosintesis tumbuh-tumbuhan, masih memerlukan CO2 (CO) mohon dikoreksi, sesuai ilmu yang saya terima di SMA jadul.
      Kemarin saja di Televisi, ada produsen jadul, minuman bersoda, masih membutuhkan buih pada minuman menggunakan botol isi CO2, agar minumannya fresh. Lalu apa salahnya ada CO2 di dunia ini?

      Wassalam soedardjo


      On Rab, Desember 31, 2008 21:54, andryansyah rivai wrote:

       

      Saya jadi teringat pernah mendengar/membaca berita bahwa ada orang yang ahli di bidangnya bicara bahwa pemanasan global itu hanya suatu siklus. Artinya kita akan kembali lagi ke siklus dingin. Dan saya percaya dengan ilmuwan ini karena adanya kesetimbangan. Jadi omongan pak Wisnu dan kelompok yang mengatakan pemanasan global akan terus berlanjut dan mengakibatkan bumi semakin panas adalah omongan yang belum terbukti kebenarnnya.
       
      Logika saya yang percaya pada ilmuwan yang bilang ini hanya suatu siklus adalah sbb:
      Minyak, gas, batubara (MGB) yang dibakar menghasilkan banyak CO2. Ini menguntungkan tumbuhan untuk berkembang karena fotosintesis banyak sumbernya. Jadi kalau MGB habis kita tidak kekurangan energi karena BBN (nabati) disamping banyaknya tumbuhan akan mendinginkan dunia.....
       
      Jadi buat saya..tidak ada itu pemanasan global yang ada hanya sebuah siklus yang kebetulan kita merasakan yang panasnya.... ..Bukankah ada yang pernah membuktikan bahwa es di kutub itu pernah cair sebagian dan sekarang terbentuk es lagi. Yang punya kitab suci silahkan disimak ulang, adakah dikatakan kiamat (habisnya manusia) itu karena bumi yang semakin panas?


      From: Chairul Hudaya gmail.com>
      To: IndoEnergy@yahoogro ups.com
      Sent: Wednesday, December 31, 2008 7:40:29 PM
      Subject: [IndoEnergy] Global Warming Re: Anti PLTN & PLTU Batubar

      Hehe.. jawabannya kok jadi begini toh pak lik.. Orang kita ngomongin
      global warming kok..
      Pak Darjo sepertinya tidak peduli dengan global warming yang sudah
      mengancam kehidupan manusia dewasa ini, dengan alasan bapak belum
      menelitinya, atau merasakannya. Itulah yang menjadi concern Pak Wisnu
      yang seharusnya dijawab pak.

      On 12/31/08, soedardjo soedardjo@batan. go.id> wrote:

      > Maaf Bapak ibu sekalian, karena ranah diskusi sudah sensitif
      menjurus sara, ijinkanlah saya menjawab pertanyaan pak Wisnu.
      >
      > Yth. pak Wisnu, apakah Bapak percaya ada utara, ada selatan dan
      sebagainya? Apakah Bapak melihat, mana utara dan mana selatan secara
      persis?. Apa Bapak dapat memegang Utara dan Selatan?. Jika Bapak belum
      dapat melihat Utara dan selatan serta belum dapat memegang Utara dan
      Selatan, mengapa Bapak percaya ada Utara dan Selatan? Itu hanya opini
      Bapak bukan? Padahal adanya Tuhan atau istilah saya Alloh, itu adalah
      suatu keyakinan.
      >
      > Apa Bapak yakin bahwa 1 adalah angka satu, dan 2 adalah angka dua?.
      Itu hanyalah suatu konvensi internasional, dan Bapak boleh SEPAKAT
      untuk TIDAK SEPAKAT.
      >
      > Suatu saat, ada murid menanya ke guru agamanya.
      >
      > M: "Guru, mana buktinya ada Alloh?"
      > G: Gurunya lalu menampar pipi muridnya
      > M: "ADUH, SAKIT GURU, mengapa GURU MENAMPAR PIPI SAYA"
      > G:" Mana buktinya sakit? Apa engkau dapat melihat SAKIT tersebut?"
      > M:" Tidak guru, saya atidak melihat sakit tersebut"
      > G:" Lalu mengapa anda percaya dengan SAKIT?. Toh sakit tidak dapat
      engkau lihat, namun dapat engkau rasakan, dapat engkau percayai jika
      saya tampar pipimu pasti sakit"
      > " Apa engkau tahu jika engkau akan saya tampar?"
      >
      > M: "Tidak guru"
      > G: "Allohlah yang menentukan nasib manusia, sehingga engkau tidak
      tahu sebelumnya jika nasibmu saya temapar pipimu karena ingin
      membuktikan Alloh itu ada"
      >
      > Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka
      sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta
      kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata :
      "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar
      petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi , sesudah
      datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma'afkan dari
      yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang
      nyata.
      > QS: An Nisaa (4) ayat 153
      >
      > Maaf pak Wisnu, jika Indoenergi ini menjadi polemik beda keyakinan.
      >
      > Wassalam soedardjo
      >
      >


       



      Internal Virus Database is out of date.
      Checked by AVG - http://www.avg. com
      Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.9.18/1850 - Release Date: 12/15/2008 5:04 PM

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.