Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [jogja-linux] Buat temen2 KPLI yg mau rapat...

Expand Messages
  • Indra Wahyudi
    ... Kami akan segera membicarakannya dengan rekan2 pada rapat besok. Setelah fix draft kegiatannya, kami akan menghubungi rekan2 di UNY ( sementara tetap
    Message 1 of 7 , Mar 1 12:22 AM
    • 0 Attachment
      >
      > Workshop keliling kampus jadinya kapan?
      > Temen2 dari UNY rencananya mau ngadain workshop besok bulan april, tapi
      > kayaknya terancam gagal, soalnya tempat+komputer di kampus ternyata enggak
      > boleh dipinjem.
      >
      > Kalo workshopnya KPLI jadi dilaksanakan, mungkin temen2 UNY bersedia jadi
      > yg pertama dipake kampusnya. Sebagai pengganti kegiatan yg gagal
      > dilaksanakan.
      >

      Kami akan segera membicarakannya dengan rekan2 pada rapat besok.
      Setelah fix draft kegiatannya, kami akan menghubungi rekan2 di UNY ( sementara tetap dijalur ini ).
      Mohon dikonfirmasikan lagi kerekan2 anda di UNY tentang rencana ini :)

      > Coba besok senen saya tanyakan sama temen2 UNY. Saya sih pengennya UNY
      > punya KSL juga seperti kampus-kampus lainnya. Kegiatan ini sebagai upaya
      > sosialisasi Linux di lingkungan UNY.
      >

      Akan lebih baik begitu :)
      Biar makin banyak instansi pendidikan yg sadar kalo mereka selama ini menggunakan software berlisensi gPL/glodok Public License, atw wPL/wahana Public License, atw bPL/bima sakti Public License :D.
      Kalo dah pada sadar, mau ga maukan harus develop sendiri :).

      Kita tunggu berdirinya KSL UNY.
      Salam,
      -iw-
    • Bambang Purnomosidi D P
      ... Kalau sadar sih, saya yakin sudah lama. IMO, sosialisasi atau kampanye Linux dengan menggunakan tema bajak membajak kelihatannya tetap bakal susah kecuali
      Message 2 of 7 , Mar 1 1:31 AM
      • 0 Attachment
        > Biar makin banyak instansi pendidikan yg sadar kalo mereka selama ini menggunakan software berlisensi gPL/glodok Public License, atw wPL/wahana Public License, atw bPL/bima sakti Public License :D.
        > Kalo dah pada sadar, mau ga maukan harus develop sendiri :).

        Kalau sadar sih, saya yakin sudah lama. IMO, sosialisasi atau kampanye
        Linux dengan menggunakan tema bajak membajak kelihatannya tetap bakal
        susah kecuali memang benar-benar ada ketegasan hukumnya (sesuatu yang
        susah diharapkan di ID). Kasusnya mungkin sama dengan korupsi ;).

        Pendekatannya mungkin diubah ke manfaat-manfaat yang bakal diperoleh
        dengan menggunakan Linux (atau Free OS lainnya). Dengan demikian kalau
        sasarannya emang mau mengkampanyekan Linux ke user awam, pola semacam
        workshop atau roadshow atau installfest mungkin lebih cocok (asal tidak
        menggunakan Gentoo/Rock/Lunar/Sourcemage Linux saja :)) ).

        IMO, pak/mas/om/pakde/paklik Ketua sebaiknya lebih fokus,
        atau dengan kata lain tidak melenceng dari misi. Kalau emang misi sudah
        ditentukan, yaitu untuk menyebarluaskan penggunaan software Open Source di
        lembaga pendidikan dan masyarakat, tinggal sekarang tentukan langkah per
        langkah.

        IMO (lagi), tahap awal mungkin dengan mengenalkan Linux ke pemakai non
        Linux. Penekanannya bukan ke masalah bajak membajak tetapi masalah
        kemudahan dan berbagai manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan
        Linux.

        Untuk sampai ke institusi mungkin masih agak jauh. Sejauh apa yang saya
        amati selama ini, keengganan berpindah OS (meskipun tahu kalau membajak)
        sebagian besar karena institusi sudah menggunakan software yang di develop
        under proprietary system. Berpindah ke lain OS memang buka hal yang mudah,
        apalagi ada ketakutan sistem baru tidak akan bisa berjalan sebaik sistem
        lama.

        Ini sekedar saran lho om ketua :), soalnya besok gak bisa gabung di
        meeting :(

        --
        bpdp.org
      • Triyan W. Nugroho
        Memang sepertinya institusi sama sekali nggak tertarik pake Linux. Mereka pake Linux paling-paling jadi server, dan sama sekali enggak ada kontribusi ke
        Message 3 of 7 , Mar 2 6:30 AM
        • 0 Attachment
          Memang sepertinya institusi sama sekali nggak tertarik pake Linux. Mereka
          pake Linux paling-paling jadi server, dan sama sekali enggak ada kontribusi
          ke komunitas Linux.

          Di UNY sendiri sebentar lagi akan membuka (entah kursus, pelatihan atau apa)
          mengenai Cisco, dll, termasuk Linux. Tapi biayanya ... Mungkin lebih baik
          buat beli CD Windows yang asli... :-P

          Sepertinya yang dipikirkan cuma uang, dan enggak mau berbagi ilmu kalo nggak
          dibayar. Mungkin itu juga salah satu ciri orang Indonesia. Sukanya hanya
          mengeruk keuntungan saja ... Ini IMHO lho...

          Mengenai workshop di UNY, terus terang saya pesimis. Karena pihak kampus
          sama sekali enggak mendukung, kami kesulitan mendapatkan komputer. Padahal,
          yang dipake buat kursus yang saya sebutkan tadi, 20 biji Pentium tiga, dan
          semuanya baru!

          Mungkin masih eman-eman kalo dipinjamkan...


          ----- Original Message -----
          From: "Bambang Purnomosidi D P" <bpurnomo@...>
          To: <jogja-linux@yahoogroups.com>
          Sent: Saturday, March 01, 2003 4:31 PM
          Subject: Re: [jogja-linux] Buat temen2 KPLI yg mau rapat...


          >
          > > Biar makin banyak instansi pendidikan yg sadar kalo mereka selama ini
          menggunakan software berlisensi gPL/glodok Public License, atw wPL/wahana
          Public License, atw bPL/bima sakti Public License :D.
          > > Kalo dah pada sadar, mau ga maukan harus develop sendiri :).
          >
          > Kalau sadar sih, saya yakin sudah lama. IMO, sosialisasi atau kampanye
          > Linux dengan menggunakan tema bajak membajak kelihatannya tetap bakal
          > susah kecuali memang benar-benar ada ketegasan hukumnya (sesuatu yang
          > susah diharapkan di ID). Kasusnya mungkin sama dengan korupsi ;).
          >
          > Pendekatannya mungkin diubah ke manfaat-manfaat yang bakal diperoleh
          > dengan menggunakan Linux (atau Free OS lainnya). Dengan demikian kalau
          > sasarannya emang mau mengkampanyekan Linux ke user awam, pola semacam
          > workshop atau roadshow atau installfest mungkin lebih cocok (asal tidak
          > menggunakan Gentoo/Rock/Lunar/Sourcemage Linux saja :)) ).
          >
          > IMO, pak/mas/om/pakde/paklik Ketua sebaiknya lebih fokus,
          > atau dengan kata lain tidak melenceng dari misi. Kalau emang misi sudah
          > ditentukan, yaitu untuk menyebarluaskan penggunaan software Open Source di
          > lembaga pendidikan dan masyarakat, tinggal sekarang tentukan langkah per
          > langkah.
          >
          > IMO (lagi), tahap awal mungkin dengan mengenalkan Linux ke pemakai non
          > Linux. Penekanannya bukan ke masalah bajak membajak tetapi masalah
          > kemudahan dan berbagai manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan
          > Linux.
          >
          > Untuk sampai ke institusi mungkin masih agak jauh. Sejauh apa yang saya
          > amati selama ini, keengganan berpindah OS (meskipun tahu kalau membajak)
          > sebagian besar karena institusi sudah menggunakan software yang di develop
          > under proprietary system. Berpindah ke lain OS memang buka hal yang mudah,
          > apalagi ada ketakutan sistem baru tidak akan bisa berjalan sebaik sistem
          > lama.
          >
          > Ini sekedar saran lho om ketua :), soalnya besok gak bisa gabung di
          > meeting :(
          >
          > --
          > bpdp.org
        • Bambang Purnomosidi D P
          ... Wah, ati-ati nih kalau mau menggeneralisasi :). Banyak institusi yang mulai tertarik menggunakan Linux kok. Kontribusi? banyak tuh temen-temen maupun
          Message 4 of 7 , Mar 3 7:53 PM
          • 0 Attachment
            On Sun, 2 Mar 2003, Triyan W. Nugroho wrote:

            > Memang sepertinya institusi sama sekali nggak tertarik pake Linux. Mereka
            > pake Linux paling-paling jadi server, dan sama sekali enggak ada kontribusi
            > ke komunitas Linux.

            Wah, ati-ati nih kalau mau menggeneralisasi :). Banyak institusi yang
            mulai tertarik menggunakan Linux kok. Kontribusi? banyak tuh temen-temen
            maupun institusi yang berkontribusi, saking banyaknya, saya jadi nggak
            bisa nyebutin satu per satu ;)

            > Di UNY sendiri sebentar lagi akan membuka (entah kursus, pelatihan atau apa)
            > mengenai Cisco, dll, termasuk Linux. Tapi biayanya ... Mungkin lebih baik
            > buat beli CD Windows yang asli... :-P

            Mungkin emang begitu, tapi begitu bisa Linux, kita tidak akan tergantung
            pada vendor atau harus memikirkan lisensi yang harus dibayar per komputer,
            per koneksi, phew ...

            Lagipula, belajar kan nggak harus selalu lewat kursus? ;)

            >
            > Sepertinya yang dipikirkan cuma uang, dan enggak mau berbagi ilmu kalo nggak
            > dibayar. Mungkin itu juga salah satu ciri orang Indonesia. Sukanya hanya
            > mengeruk keuntungan saja ... Ini IMHO lho...
            >

            Wah itu sih kasuistik saja, sesuatu yang nggak bisa digeneralisasi dengan
            mengatakan "ciri orang indonesia".

            > Mengenai workshop di UNY, terus terang saya pesimis. Karena pihak kampus
            > sama sekali enggak mendukung, kami kesulitan mendapatkan komputer. Padahal,
            > yang dipake buat kursus yang saya sebutkan tadi, 20 biji Pentium tiga, dan
            > semuanya baru!
            >
            > Mungkin masih eman-eman kalo dipinjamkan...
            >

            Sabar saja, proses kan masih panjang? Saya kira KSL atau kelompok Linux,
            atau berbagai kelompok lainnya memang merupakan tempat yang tepat untuk
            menetapkan strategi. Tinggal ditetapkan dulu sebenarnya, apa sih yang kita
            maui sekarang ini? Kalau bagian ini saja nggak jelas, ya langkah
            berikutnya bakal memble.

            --
            bpdp
          • Indra Wahyudi
            ... Yoi Mas... justru kehadiran KSL secara perlahan akan merubah culture tersebut. Buktinya dah banyak, ada beberapa KSL yg dipercaya untuk melakukan riset
            Message 5 of 7 , Mar 3 9:57 PM
            • 0 Attachment
              jogja-linux@yahoogroups.com wrote:


              >
              > On Sun, 2 Mar 2003, Triyan W. Nugroho wrote:
              >
              > > Memang sepertinya institusi sama sekali nggak tertarik pake Linux. Mereka
              > > pake Linux paling-paling jadi server, dan sama sekali enggak ada kontribusi
              > > ke komunitas Linux.
              >
              > Wah, ati-ati nih kalau mau menggeneralisasi :). Banyak institusi yang
              > mulai tertarik menggunakan Linux kok. Kontribusi? banyak tuh temen-temen
              > maupun institusi yang berkontribusi, saking banyaknya, saya jadi nggak
              > bisa nyebutin satu per satu ;)
              >

              Yoi Mas... justru kehadiran KSL secara perlahan akan merubah culture tersebut.
              Buktinya dah banyak, ada beberapa KSL yg dipercaya untuk melakukan riset dilabnya dengan harapan akan memberikan kontribusi bagi kampus. Toh yg kecipratan institusinya juga :D

              Kebanyakan KSL justru "diakui" kehadiranya setelah mereka unjuk gigi :), jadi ga perlu nunggu komando dari atas. Maju aja lagi.. :)

              > > Di UNY sendiri sebentar lagi akan membuka (entah kursus, pelatihan atau apa)
              > > mengenai Cisco, dll, termasuk Linux. Tapi biayanya ... Mungkin lebih baik
              > > buat beli CD Windows yang asli... :-P
              >
              > Mungkin emang begitu, tapi begitu bisa Linux, kita tidak akan tergantung
              > pada vendor atau harus memikirkan lisensi yang harus dibayar per komputer,
              > per koneksi, phew ...
              >

              Saya pernah denger, kalo UGM ditawari microsoft untuk menyewa win98 untuk 100 user. Mereka diminta bayar 1M perbulannya %( dan itu special untuk pendidikan.

              > Lagipula, belajar kan nggak harus selalu lewat kursus? ;)
              >

              Betul... banyak referensi di internet, lagian KPLI+KSL diapain donk :D

              > >
              > > Sepertinya yang dipikirkan cuma uang, dan enggak mau berbagi ilmu kalo nggak
              > > dibayar. Mungkin itu juga salah satu ciri orang Indonesia. Sukanya hanya
              > > mengeruk keuntungan saja ... Ini IMHO lho...
              > >
              >
              > Wah itu sih kasuistik saja, sesuatu yang nggak bisa digeneralisasi dengan
              > mengatakan "ciri orang indonesia".
              >
              > > Mengenai workshop di UNY, terus terang saya pesimis. Karena pihak kampus
              > > sama sekali enggak mendukung, kami kesulitan mendapatkan komputer. Padahal,
              > > yang dipake buat kursus yang saya sebutkan tadi, 20 biji Pentium tiga, dan
              > > semuanya baru!
              > >
              > > Mungkin masih eman-eman kalo dipinjamkan...
              > >
              >
              > Sabar saja, proses kan masih panjang? Saya kira KSL atau kelompok Linux,
              > atau berbagai kelompok lainnya memang merupakan tempat yang tepat untuk
              > menetapkan strategi. Tinggal ditetapkan dulu sebenarnya, apa sih yang kita
              > maui sekarang ini? Kalau bagian ini saja nggak jelas, ya langkah
              > berikutnya bakal memble.

              Saran pa..., pengalam kami di KSL kalo ga boleh akses komputernya.. pinjem aja labnya. Trus pesertanya bawa komputer dewe :)
              Tunjukan kalo kita sungguh-sungguh.

              KPLI siap & full support dech..., biar acara temen2 di UNY terealisasi sekalian promosi Open Source & Free Software.
              Jangan cuman kursus software "pirated" yg terus diadain. Kali2 yang "GRATIS" yang bisa diliat jeroannya. ;)

              Salam,
              -iw-
            • Triyan W. Nugroho
              ... From: Bambang Purnomosidi D P To: Sent: Tuesday, March 04, 2003 10:53 AM Subject: Re: [jogja-linux]
              Message 6 of 7 , Mar 4 4:43 AM
              • 0 Attachment
                ----- Original Message -----
                From: "Bambang Purnomosidi D P" <bpurnomo@...>
                To: <jogja-linux@yahoogroups.com>
                Sent: Tuesday, March 04, 2003 10:53 AM
                Subject: Re: [jogja-linux] Buat temen2 KPLI yg mau rapat...


                >
                > On Sun, 2 Mar 2003, Triyan W. Nugroho wrote:
                >
                > > Memang sepertinya institusi sama sekali nggak tertarik pake Linux.
                Mereka
                > > pake Linux paling-paling jadi server, dan sama sekali enggak ada
                kontribusi
                > > ke komunitas Linux.
                >
                > Wah, ati-ati nih kalau mau menggeneralisasi :). Banyak institusi yang
                > mulai tertarik menggunakan Linux kok. Kontribusi? banyak tuh temen-temen
                > maupun institusi yang berkontribusi, saking banyaknya, saya jadi nggak
                > bisa nyebutin satu per satu ;)

                Maksud saya, institusi dimana saya tinggal, UNY. Mereka sepertinya sama
                sekali enggak menaruh perhatian sama produk-produk Open Source...

                Mahasiswanya sendiri juga kebanyakan enggak peduli. Saya jadi enggak ada
                teman buat berdiskusi masalah per-linux-an. Paling cuma lewat milis.

                >
                > > Di UNY sendiri sebentar lagi akan membuka (entah kursus, pelatihan atau
                apa)
                > > mengenai Cisco, dll, termasuk Linux. Tapi biayanya ... Mungkin lebih
                baik
                > > buat beli CD Windows yang asli... :-P
                >
                > Mungkin emang begitu, tapi begitu bisa Linux, kita tidak akan tergantung
                > pada vendor atau harus memikirkan lisensi yang harus dibayar per komputer,
                > per koneksi, phew ...
                >
                > Lagipula, belajar kan nggak harus selalu lewat kursus? ;)

                Yah, semoga aja peserta pelatihan tsb setelah bisa Linux terus meninggalkan
                propietary. Biar saya ada temennya...

                >
                > >
                > > Sepertinya yang dipikirkan cuma uang, dan enggak mau berbagi ilmu kalo
                nggak
                > > dibayar. Mungkin itu juga salah satu ciri orang Indonesia. Sukanya hanya
                > > mengeruk keuntungan saja ... Ini IMHO lho...
                > >
                >
                > Wah itu sih kasuistik saja, sesuatu yang nggak bisa digeneralisasi dengan
                > mengatakan "ciri orang indonesia".

                Wah, maaf saja kalo ada yang tersinggung dengan perkataan saya. Maklum, saya
                sempat sedikit sakit hati ketika proposal kami ditolak mentah-mentah oleh
                pihak kampus.
                Mereka sering menyindir kalo kami mengadakan kegiatan seperti baksos, dll
                yang enggak ada hubungannya sama teknik (soalnya kami mhs teknik). Tapi saat
                ingin ngadain kegiatan yg ada hubungannya dengan teknologi, mereka enggak
                mendukung.

                >
                > > Mengenai workshop di UNY, terus terang saya pesimis. Karena pihak kampus
                > > sama sekali enggak mendukung, kami kesulitan mendapatkan komputer.
                Padahal,
                > > yang dipake buat kursus yang saya sebutkan tadi, 20 biji Pentium tiga,
                dan
                > > semuanya baru!
                > >
                > > Mungkin masih eman-eman kalo dipinjamkan...
                > >
                >
                > Sabar saja, proses kan masih panjang? Saya kira KSL atau kelompok Linux,
                > atau berbagai kelompok lainnya memang merupakan tempat yang tepat untuk
                > menetapkan strategi. Tinggal ditetapkan dulu sebenarnya, apa sih yang kita
                > maui sekarang ini? Kalau bagian ini saja nggak jelas, ya langkah
                > berikutnya bakal memble.

                Benar juga. Dengan kegiatan ini, saya berharap bisa "meracuni" teman2 saya
                dg Linux. Saya sendiri masih sangat newbie sekali. Mungkin saja prosesnya
                memang masih panjang.
              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.