Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Bogowonto #1 (prolog)..di tempat-tempat yang entah

Expand Messages
  • jarody hestu
    salam lestari,  lha priyayi putri-putri kok yo do wani ? (para perempuan ini kok pada berani ?)celoteh salah seorang petani baik hati dari belasan petani dan
    Message 1 of 2 , May 31, 2011
    • 0 Attachment

      salam lestari,

       

      "lha priyayi putri-putri kok yo do wani ?"

      (para perempuan ini kok pada berani ?)

      celoteh salah seorang petani baik hati dari belasan petani dan pencari ikan yang kami temui sepanjang pengarungan ini. Sementara lirikan matanya tertuju kepada Sukma dan sang skiper, Nurul.

       

      Petani ini hanyalah salah satu dari belasan petani yang kami ajak bicara ketika perahu menepi ke eddies. Sambil memberi waktu kepada anggota tim untuk melakukan scouting. Sama halnya dengan petani yang lain, beliau terheran-heran melihat perahu merah ini melintasi sungai berarus deras ini. Karena pemandangan seperti ini tak pernah dijumpai sepanjang dia hidup di sini. Tak pernah ada perahu arung jeram yang melintasi sungai Bogowonto atas.

       

      Ada lagi beberapa orang petani yang memberikan kode dengan telapak tangan membuka terangkat ke atas, sekitar 60 meter di kejauhan. Maksudnya jelas, melarang kami untuk melintasi jeram yang memanjang bertumpuk-tumpuk di depan kami.

       

      Dan benar saja, jeram di depan adalah sekumpulan batu yang berliku membentuk arus besar yang tak terlihat dari depan tempat perahu karet ditambatkan. Arus utama yang berada di samping kanan sungai berujung kepada 2 batu besar yang akan menghimpit perahu dan mencelakakannya pada hole di depannya. Arus yang menjebak, karena jika dilalui tanpa scouting maka sang skiper akan mengarahkan perahu ke arus utama ini yang ternyata akan mencelakakan perahu. Scouting berguna untuk mencari letak alternatif jalur yang akan dilalui, tanpa melewati arus utama, dan itu sangat sulit..pergerakan arus ke arah main stream begitu besar. Ada waterfall kecil setinggi 1,5 meter di luar main stream, dan itulah jalur yang akan dilalui dengan aman..di sebelah kiri sungai. Di depannya, masih menunggu pergerakan air yang bergradien meskipun flat, begitu panjang. Itulah jeram "tumpuk undung". Begitu kami menamakannya. Dan pada akhirnya, separuh jalur di antaranya tak mampu kami lewati dengan perahu. Kami melewatinya dengan "lining" (menghela perahu dengan tali). Pergerakan arus ke arah main stream ternyata begitu kuat dan kekuatan kami tidak cukup untuk membelokkan perahu ke kiri, ke arah waterfall. Hanya waterfall itu yang kami lalui dengan perahu. Faktor keselamatan dan kekuatan para pendayung yang kurang membuat kami gagal melewatinya dengan perahu, maklumlah..sebagian besar dari kami bukan atlet arung jeram.

       

      selepas melewati jeram "Tumpuk Undung" (2 jam 47 menit dari start)..salah satu jeram terbaik dari puluhan jeram terbaik di sungai Bogowonto atas, Wonosobo..
      ~ jeram "Tumpuk Undung" adalah nama lapangan dari Satu Bumi dalam perintisan pemetaan jalur ini di pengarungan 6 jam 20 menit dari jembatan Sitretes, Wonosobo hingga desa Panungkulan, Purworejo ~


       

      Ada banyak cerita dari 2 episode pengarungan sungai Bogowonto (perintisan jalur Bogowonto atas dan pengarungan kembali Bogowonto bawah). Dan sebelumnya akan saya ceritakan, bagaimana perkenalan kami dengan sungai yang penuh kejutan ini, Bogowonto. Kenapa mengejutkan? Karena sebelumnya kami menganggap sungai ini bergradien biasa saja dan bisa dilalui oleh para pemula yang belajar arung jeram. Namun ternyata, Bogowonto atas menunjukkan sendiri kepada kami bahwa "di tempat-tempat yang entah" resiko itu tersembunyi. Dan resiko itu menunggu kelalaian manusia yang datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kadang batas antara hidup dan mati dikalahkan oleh rasa percaya diri tinggi yang memabukkan. Ya..inilah berpetualang, bermain cantik untuk menghadapi resiko, entah itu di "taman bermain" yang biasanya ataupun "di tempat-tempat yang entah" di mana manusia belum "berjalan kaki" di sana.*

       

      Fajar Suryo Isworo dan Nurul Fitriani, junior saya di Satu Bumi dan rekan bermain dan berpetualang di Equator Indonesia. Mereka berdua yang memberi ide brilian ini, tentang pembukaan sungai Bogowonto dari atas hingga bawah. Bogowonto bawah itu sendiri sudah pernah diarungi, dan itu adalah faktor yang memberi semangat bagi kami bahwa Bogowonto pasti bisa diarungi dari atas.

       

      Saya sendiri mengiyakannya. Kenapa tidak? Kami pernah melakukan hal yang sama terhadap sebuah tempat bernama Glenmore. Itu di gunung, perjalanan 10 hari yang patut dicatat dengan tinta merah. Dan pada akhirnya perjalanan itu membawa kebaikan kepada kami semua yang diciptakan oleh tempat yang baik pula. Lalu sekarang kesempatan itu datang di sungai. Di sebuah tempat di mana orang-orang sederhana bercocok tanam di pinggirannya. Begitu hijau pemandangannya dengan warna coklat air yang meliuk-liuk. Lalu tiba-tiba perahu berwarna merah menjadi pusat perhatian yang mencolok mata. Demi petualangan yang menggoda yang tak pernah mati, kami harus pergi ke sana..Bogowonto! :)

       

      bersambung

       

      menuju Bogowonto Raft

      April-Mei 2011

       

      ~ jarody hestu

      www.equator-indonesia.com

      www.satubumi.net

    • jarody hestu
      salam lestari,   lha priyayi putri-putri kok yo do wani ? (para perempuan ini kok pada berani ?) celoteh salah seorang petani baik hati dari belasan petani
      Message 2 of 2 , Dec 7, 2011
      • 0 Attachment
        salam lestari,
         
        "lha priyayi putri-putri kok yo do wani ?"
        (para perempuan ini kok pada berani ?)
        celoteh salah seorang petani baik hati dari belasan petani dan pencari ikan yang kami temui sepanjang pengarungan ini. Sementara lirikan matanya tertuju kepada Sukma dan sang skiper, Nurul.
         
        Petani ini hanyalah salah satu dari belasan petani yang kami ajak bicara ketika perahu menepi ke eddies. Sambil memberi waktu kepada anggota tim untuk melakukan scouting. Sama halnya dengan petani yang lain, beliau terheran-heran melihat perahu merah ini melintasi sungai berarus deras ini. Karena pemandangan seperti ini tak pernah dijumpai sepanjang dia hidup di sini. Tak pernah ada perahu arung jeram yang melintasi sungai Bogowonto atas.
         
        Ada lagi beberapa orang petani yang memberikan kode dengan telapak tangan membuka terangkat ke atas, sekitar 60 meter di kejauhan. Maksudnya jelas, melarang kami untuk melintasi jeram yang memanjang bertumpuk-tumpuk di depan kami.
         
        Dan benar saja, jeram di depan adalah sekumpulan batu yang berliku membentuk arus besar yang tak terlihat dari depan tempat perahu karet ditambatkan. Arus utama yang berada di samping kanan sungai berujung kepada 2 batu besar yang akan menghimpit perahu dan mencelakakannya pada hole di depannya. Arus yang menjebak, karena jika dilalui tanpa scouting maka sang skiper akan mengarahkan perahu ke arus utama ini yang ternyata akan mencelakakan perahu. Scouting berguna untuk mencari letak alternatif jalur yang akan dilalui, tanpa melewati arus utama, dan itu sangat sulit..pergerakan arus ke arah main stream begitu besar. Ada waterfall kecil setinggi 1,5 meter di luar main stream, dan itulah jalur yang akan dilalui dengan aman..di sebelah kiri sungai. Di depannya, masih menunggu pergerakan air yang bergradien meskipun flat, begitu panjang. Itulah jeram "tumpuk undung". Begitu kami menamakannya. Dan pada akhirnya, separuh jalur di antaranya tak mampu kami lewati dengan perahu. Kami melewatinya dengan "lining" (menghela perahu dengan tali). Pergerakan arus ke arah main stream ternyata begitu kuat dan kekuatan kami tidak cukup untuk membelokkan perahu ke kiri, ke arah waterfall. Hanya waterfall itu yang kami lalui dengan perahu. Faktor keselamatan dan kekuatan para pendayung yang kurang membuat kami gagal melewatinya dengan perahu, maklumlah..sebagian besar dari kami bukan atlet arung jeram.
         

        salah satu jeram utama di bogowonto atas
         
        Ada banyak cerita dari 2 episode pengarungan sungai Bogowonto (perintisan jalur Bogowonto atas dan pengarungan kembali Bogowonto bawah). Dan sebelumnya akan saya ceritakan, bagaimana perkenalan kami dengan sungai yang penuh kejutan ini, Bogowonto. Kenapa mengejutkan? Karena sebelumnya kami menganggap sungai ini bergradien biasa saja dan bisa dilalui oleh para pemula yang belajar arung jeram. Namun ternyata, Bogowonto atas menunjukkan sendiri kepada kami bahwa "di tempat-tempat yang entah" resiko itu tersembunyi. Dan resiko itu menunggu kelalaian manusia yang datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kadang batas antara hidup dan mati dikalahkan oleh rasa percaya diri tinggi yang memabukkan. Ya..inilah berpetualang, bermain cantik untuk menghadapi resiko, entah itu di "taman bermain" yang biasanya ataupun "di tempat-tempat yang entah" di mana manusia belum "berjalan kaki" di sana.*
         
        Fajar Suryo Isworo dan Nurul Fitriani, junior saya di Satu Bumi dan rekan bermain dan berpetualang di Equator Indonesia. Mereka berdua yang memberi ide brilian ini, tentang pembukaan sungai Bogowonto dari atas hingga bawah. Bogowonto bawah itu sendiri sudah pernah diarungi, dan itu adalah faktor yang memberi semangat bagi kami bahwa Bogowonto pasti bisa diarungi dari atas.
         
        Saya sendiri mengiyakannya. Kenapa tidak? Kami pernah melakukan hal yang sama terhadap sebuah tempat bernama Glenmore. Itu di gunung, perjalanan 10 hari yang patut dicatat dengan tinta merah. Dan pada akhirnya perjalanan itu membawa kebaikan kepada kami semua yang diciptakan oleh tempat yang baik pula. Lalu sekarang kesempatan itu datang di sungai. Di sebuah tempat di mana orang-orang sederhana bercocok tanam di pinggirannya. Begitu hijau pemandangannya dengan warna coklat air yang meliuk-liuk. Lalu tiba-tiba perahu berwarna merah menjadi pusat perhatian yang mencolok mata. Demi petualangan yang menggoda yang tak pernah mati, kami harus pergi ke sana..Bogowonto! :)
         
        bersambung
        ..dari survey-survey kami baik darat maupun air selama bulan April dan Mei 2011
         
        menuju Bogowonto Raft 2012
         
        ~ jarody hestu
        www.equator-indonesia.com
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.