Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fw: Berita Operasi SAR Gn. Argopuro, Mohon Bantuan.

Expand Messages
  • Nhanha
    Dearst, OPERASI SAR Gn. ARGOPURA Hilang mahasiswa S2 Universitas Parahiyangan-Bandung dan masih dinyatakan hilang hingga (sekarang) email ini dikirim, yang
    Message 1 of 2 , Mar 5, 2006
    • 0 Attachment
       

       

      Dearst,

       

      OPERASI SAR Gn. ARGOPURA

      Hilang mahasiswa S2 Universitas Parahiyangan-Bandung dan masih dinyatakan hilang hingga (sekarang) email ini dikirim, yang dinyatakan hilang sejak tanggal 27 Januari 2006 dan masih terus oleh Tim SAR (rekan-rekan Pencinta Alam sekalian) dimana subyek (survivor) belum diketemukan hingga email ini dikirim.

       

      Bagi rekan-rekan yang ingin bergabung dengan Tim SAR bisa langsung berkoordinasi dengan rekan-rekan yang terlebih dahulu sudah berada di POS SMC (Search Mission Commander) di Kecamatan Krucil (koordinat lengkapnya) dan berkoordinasi dengan saudara Audy selaku staff SMC untuk menunggu instruksi serta pengaturan lebih lanjut.

       

      Sudah dimulai dari tanggal 01-02-2006 dan masih berlangsung hingga sekarang kemungkinan ditutupnya operasi SAR sekitar akhir Maret sambil menunggu situasi serta kondisi (perkembangan) di lapangan, bagi rekan-rekan yang ingin mendukung & membantu operasi SAR tersebut baik finansial maupun non-finansial. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi sekretariat Mahitala UnPar atau mengakses websitenya.

       

      Contact person ,  bisa hub. Mtop754@... maupun adityajuniutomo@...

       

      Regards, Aditya.

      Just Be Carefull There's A Jungle Out There Guys

       

    • Harley Sastha
      No. : Ist/PSGT/FMI/02/2006 Hal : Undangan MENGUAK MISTERI, MENGURAI SEJARAH PERADABAN GUNUNG TAMBORA Letusan Gunung Tambora (Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara
      Message 2 of 2 , Mar 6, 2006
      • 0 Attachment
        No. : Ist/PSGT/FMI/02/2006
        Hal : Undangan

        MENGUAK MISTERI, MENGURAI SEJARAH PERADABAN
        GUNUNG TAMBORA

        Letusan Gunung Tambora (Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia) pada April 1815, merupakan letusan modern gunung api paling dahsyat hingga saat ini, dan berdampak sangat besar dalam sejarah peradaban manusia di dunia. Gunung tipe strato vulkanik yang semula memiliki ketinggian 4.200 meter (13.000 ft) diatas permukaan laut (mdpl), akibat letusan itu ketinggiannya menjadi 2.851 meter dpl (9.350 ft). Sisa letusan membentuk mangkuk kaldera yang sangat besar (terbesar di Indonesia). Diameter kawah mencapai 7 kilometer (4 mil), serta panjang keliling 16 kilometer, dengan kedalamannya sekitar 1.500 meter. Letusan itu mengakibatkan debu membumbung tinggi menutupi stratosfir dan memengaruhi cuaca di bumi secara global. Sinar matahari ke bumi terhambat oleh debu. Benua Eropa dan Amerika mengalami musim dingin yang berkepanjangan, menyebabkan kegagalan panen, kelaparan, dan korban secara keseluruhan mencapai ratusan ribu nyawa manusia meninggal. Kekalahan Napoleon Bonaparte di Rusia diduga juga akibat letusan Tambora.
        Hingga 1816 masyarakat dunia mengalami tahun tanpa musim panas ("The Year Without Summer").
        Dalam skala lokal, sejumlah empat dari enam kerajaan yang ada di Pulau Sumbawa lenyap. Hujan air hitam dan debu melanda Surabaya, Madura, Bali, Sulawesi, dan Maluku. Sedangkan suara letusannya terdengar hingga Jakarta. Saat ini letusan yang hampir mencapai usia 200 tahun itu tercatat dalam Guinness Book of Record dan terkenal dengan sebutan “The Great Volcanic Eruption in History”.

        Memasuki dua abad dari letusan Gunung Tambora (1815 - 2015) merupakan momentum yang tepat untuk menggali, mengungkap dan memperkenalkan potensi Gunung Tambora, Pulau Sumbawa dan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada khususnya, serta Indonesia sebagai negara yang memiliki gunung api terbanyak di dunia.
        April 2006 adalah tahun ke 191 dari letusan bersejarah Gunung Tambora. Jelang 2 abad peristiwa itu maka Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) memprakarsai kegiatan "Penggalian Potensi Kawasan Gunung Tambora". Langkah awal dalam mengimplementasikan hal ini adalah dengan menyelenggarakan seminar yang bersifat ilmiah dan komprehensif.

        Secara umum seminar bertujuan untuk memperkenalkan keunikan Gunung Tambora sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sumber daya hayati, geologi, vulkanologi, arkeologi, kehutanan, budaya, dan ekowisata.
        Secara khusus, seminar bertujuan untuk memperkenalkan Gunung Tambora secara lebih dekat kepada kalangan masyarakat dunia mountaineering untuk dieksplorasi.

        NAMA KEGIATAN:
        Seminar Sehari
        Menguak Misteri, Mengurai Sejarah Peradaban Gunung Tambora.
        Jelang 2 Abad Peringatan Letusan Gunung Tambora.

        WAKTU DAN TEMPAT:
        Seminar diselenggarakan pada,
        Hari/Tanggal : Sabtu, 22 April 2006
        Waktu: 09.00 - 17.00 WIB
        Tempat: Ruang Seminar Widya Graha,
        Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
        Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav 10 Jakarta Selatan.

        PENYELENGGARA:
        Penyelenggara kegiatan adalah Federasi Mountaineering Indonesia (FMI), didukung oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan World Wildlife Fund (WWF).

        MATERI DAN PEMBICARA
        a. Pembicara kunci
        1. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
        2. Menteri Kehutanan
        3. Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
        4. Gubernur Nusa Tenggara Barat

        b. Panel 1, dengan tema: Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Hayati Gunung Tambora, dengan pembicara dari:
        1. LIPI - Aspek Sumber Daya Hayati
        2. ITB - Aspek Geologi/Vulkanologi
        3. UI - Aspek Sosial-Budaya

        c. Panel 2, dengan tema: Mengurai Khazanah Alam dan Budaya Gunung Tambora Serta Peluang Pengembangannya, dengan pembicara dari:
        1. Puslit Arkenas - Aspek Arkeologi
        2. WWF - Aspek Kehutanan
        3. Pendaki Gunung - Aspek Ekowisata

        PESERTA:
        Peserta berasal dari kalangan; akademisi, peneliti, kalangan pariwisata, kehutanan, arkeologi, geologi, vulkanologi, peminat/penggiat kegiatan alam terbuka, pemerhati sosial dan budaya, dan kalangan umum.

        Biaya seminar: Rp50.000/orang untuk kalangan mahasiswa, pecinta alam/pendaki gunung.
        Rp100.000/orang untuk kalangan umum.
        Peserta akan mendapatkan: bahan-bahan seminar (seminar kit), piagam, snack, makan.

        Pendaftaran peserta dapat menghubungi:
        Abas 0811889836, Connie 08161156818, Shima (021) 522 1687
        Fax: (021) 522 1687
        E-mail: fmi_seminar_tambora@...
        Biaya dapat di transfer ke rekening:
        a/n Dwi Bahari Astuti. No. 0060267138, BCA KCU Wisma GKBI
        (tunjukkan bukti transfer saat datang menghadiri acara).

        Pendaftaran sampai 10 April 2006, terbatas untuk 150 orang.

        Alamat Sekretariat Panitia:
        Sasana Widya Sarwono LIPI, Lt. 5, atau
        Widya Graha LIPI, Lt. 3
        Jl. Jenderal Gatot Subroto 10, Jakarta Selatan 12720
        Telp: (021) 522 1687 Fax: (021) 522 1687
        E-mail: fmi_seminar_tambora@...


        PANITIA SEMINAR
        FEDERASI MOUNTAINEERING INDONESIA (FMI)
        Didukung oleh: LIPI, Pemda NTB, WWF


        Yahoo! Mail
        Use Photomail to share photos without annoying attachments.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.