Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fw: ke johor cuma 100 ribuan loh..

Expand Messages
  • Nhanha
    Bener ngak yach...? ... SUARA PEMBARUAN DAILY Air Asia Masuk Indonesia Tarif Jakarta-Johor Baru Rp 100 Ribu JAKARTA - Maskapai penerbangan berbasis tarif
    Message 1 of 1 , Mar 10, 2004
    • 0 Attachment

      Bener ngak yach...?
       

      ----------------------
      SUARA PEMBARUAN DAILY
      Air Asia  Masuk Indonesia

      Tarif Jakarta-Johor Baru Rp 100 Ribu

      JAKARTA -  Maskapai penerbangan berbasis tarif murah asal Malaysia, Air
      Asia, mulai  April mendatang akan masuk ke Indonesia dengan tarif jauh
      di
      bawah harga  rata-rata. Untuk rute Jakarta-Johor Baru (Malaysia),
      tiketnya
      akan dijual  Rp 100 ribu.

      "Saya sudah mendapat informasi itu melalui e-mail sejak  November tahun
      lalu, termasuk harga-harganya. Mereka akan terbang April nanti  dari
      Jakarta-Johor sekitar Rp 100 ribu. Harga ini memang mencengangkan  dan
      menjadi pembicaraan di kalangan airline nasional," ujar Ketua  Komisi
      Keuangan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia  (Indonesia
      National Air Carriers Association/INACA) Bambang Nariyana kepada  
      Pembaruan
      di Jakarta, Jumat (5/3).

      Menurut informasi, harga tiket  Air Asia rute Bandung-Kuala Lumpur
      sekitar
      Rp 150 ribu dan Surabaya-Kuala  Lumpur dijual Rp 300 ribu. Padahal tarif
      Jakarta-Kuala Lumpur yang dijual  Malaysia Airlines (maskapai
      penerbangan
      nasional Malaysia) di agen-agen  perjalanan sekitar US$ 170 atau Rp 1,4
      juta, sedangkan Lion Air, untuk rute  yang sama, menjual tiket dengan
      harga
      US$ 124 atau Rp 1,05 juta.  Sedangkan Garuda mematok harga US$ 178 atau
      Rp
      1,5 juta.

      Harga  tiket yang dipatok Air Asia tersebut bahkan di atas harga tiket  
      untuk
      rute domestik. Sebagai contoh, untuk rute Jakarta-Bandung, tiket  yang
      dijual maskapai penerbangan nasional sekitar Rp 230 ribu, dan  rute
      Surabaya-Jakarta Rp 300 ribu.

      Di Malaysia, Air Asia menjual tiket  dengan sub kelas. Kelas termurah
      harganya 80 persen lebih murah dari harga  rata-rata airline lain,
      sedangkan
      kelas paling mahal, harganya pun 20  persen lebih murah dari airline

      lain.

      Bambang menjelaskan, harga  murah Air Asia itu merupakan fenomena
      menarik.

      Diperkirakan akan  menjadi pembahasan serius pada Rapat Umum Anggota
      INACA
      di Yogyakarta,  10-11 Maret mendatang. Fenomena itu pun menjadi
      perbincangan
      hangat dalam  Asian Aerospace Show di Singapura 24-29 Februari lalu.

      "Hal ini tidak  bisa kita hindari, karena adanya persaingan ketat di
      dunia
      penerbangan.  Semuanya tergantung supply and demand. Dengan banyaknya
      airline, persaingan  harga akan ketat," ujar Bambang.

      Menurut Bambang, INACA ataupun  pemerintah tidak berwenang mengatur
      ataupun
      menahan tarif murah yang  diberlakukan maskapai penerbangan asing.
      Karena
      itu, yang bisa dilakukan  adalah memperbaiki kondisi internal setiap  
      airline
      domestik.

      Diakui, munculnya Air Asia bertarif murah memang  merupakan ancaman.
      Tetapi
      bukan berarti maskapai penerbangan nasional  tidak bisa berbuat sesuatu.
      "Kita bisa menjadikan ancaman itu peluang, yakni  melakukan efisiensi,"
      tukas dia.

      Dijelaskan, Air Asia melakukan  efisiensi dalam penerbangannya yakni
      tidak
      memberikan tiket, tetapi  langsung boarding pass. Air Asia juga tidak
      menerapkan reservasi dengan  banyak loket, tetapi mayoritas penjualan
      via
      internet. Efisiensi ini  dilakukan untuk memotong jalur distribusi.

      Kemudian mereka tidak  memberikan makanan di dalam pesawat, makanan itu
      dijual kepada penumpang.  Prinsipnya, lanjut Bambang, Air Asia tidak
      memberikan pelayanan yang  gratis.

      Dalam situs resmi Air Asia disebutkan, maskapai yang mulai  berdiri
      tahun
      2001 memang sejak awal memilih menjadi maskapai bertarif  murah. "Kami
      memiliki moto siapapun boleh terbang," ujar CEO Air Asia,Tony  Fernandes
      dalam situsnya. Artinya yang bisa menikmati naik pesawat bukan  orang
      kaya
      saja.

      Pihaknya bisa menerapkan harga murah karena  memang tidak mencetak
      tiket.
      Biaya percetakan bisa ditekan. Kemudian tipe  pesawat hanya satu jenis
      yang
      digunakan yakni Boeing 737-300. Dengan satu  tipe pesawat, perawatan
      lebih
      mudah dan murah. Awak pesawat hanya dilatih  untuk satu tipe, tidak
      perlu
      melakukan latihan untuk tipe pesawat yang  beragam, seperti yang
      dilakukan
      maskapai penerbangan  lainnya.

      "Kami juga tidak memberikan makanan. Kami menjualnya, sehingga  
      penumpang
      bisa memilih makanan dan minuman apa yang mereka suka," kata  dia.

      Di pesawat Air Asia hanya memiliki satu kelas dengan tempat duduk  
      bebas.
      Penumpang yang lebih dulu datang, dia bebas pilih tempat  duduk.

      Target Wisatawan Indonesia

      Berkaitan dengan hal tersebut,  Pemerintah Malaysia memperkirakan jumlah
      wisatawan Indonesia yang akan  berkunjung ke Malaysia tahun ini mencapai

      1,5
      juta orang. Jumlah itu  meningkat tajam ketimbang tahun sebelumnya
      sekitar
      689 ribu  orang.

      "Peningkatan ini karena banyak orang Indonesia yang sudah sadar  bahwa
      Malaysia memiliki kota modern, yakni Kuala Lumpur. Bahkan lebih modern  
      dari
      Singapura," ujar Director Malaysia Tourism Promotion Board Jakarta,  
      Roslan
      Othman kepada Pembaruan di Jakarta, Kamis (4/3).

      Selain  itu, lanjut Roslan, minat belanja wisatawan Indonesia ke
      Malaysia
      sudah  meningkat. Sebab harga barang-barang di Malaysia lebih murah
      ketimbang di  Indonesia ataupun Singapura.

      Begitu juga untuk warga Indonesia yang akan  berobat ke luar negeri
      sudah
      banyak yang tidak lagi melirik Singapura,  tetapi memilih ke Malaysia.
      Karena untuk pelayanan kesehatan seperti tarif  rumah sakit dan jasa
      dokter,
      Malaysia mematok tarif murah. Sementara  standar yang ditawarkan serupa.

      Dia menjelaskan, jumlah wisatawan  Indonesia ke Malaysia pada 2001
      sebanyak
      769 ribu orang, kemudian 2002  sebanyak 777 ribu orang. Sedangkan pada
      2003
      akibat wabah SARS dan  peristiwa bom Marriot di Jakarta, jumlahnya
      menurun
      menjadi 689 ribu  orang. Sedangkan total wisatawan dunia yang berkunjung
      ke
      Malaysia setiap  tahun mencapai 14 juta orang.

      "Target 1,5 juta wisatawan dari Indonesia  pada tahun ini kami
      prediksikan
      akan tercapai. Terutama dengan makin  banyaknya penerbangan ke Malaysia.
      Apalagi dengan adanya penerbangan Air Asia  (maskapai penerbangan murah
      milik Malaysia) dari beberapa kota di Indonesia  ke Johor Baru dan Kuala
      Lumpur," tutur Roslan. (Y-4)

      Last modified:  5/3/04

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.