Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Mengintip Persiapan Wanadri ke Atap Dunia

Expand Messages
  • Raymond. N
    Mengintip Persiapan Wanadri ke Atap Dunia CIPANAS – Langkah Asep Rahmat Sofyan begitu mantap. Anggota Wanadri — perhimpunan penempuh rimba dan pendaki
    Message 1 of 2 , Sep 30, 2004
    • 0 Attachment

      Mengintip Persiapan Wanadri ke Atap Dunia
       

      CIPANAS � Langkah Asep Rahmat Sofyan begitu mantap. Anggota Wanadri � perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung dari Bandung � ini sama sekali tak menunjukkan kelelahan. Padahal, dia harus memakai sepatu khusus untuk pendakian di gunung es lengkap dengan crampoon (cakar besi yang ditaruh di sepatu). Belum lagi anggota memadukan teknik moving together (berjalan bersama dengan cara mengikatkan tali di tubuh) bersama delapan pendaki gunung Wanadri lainnya.
      �Sobirin tolong perhatikan talinya,� seru Asep memberi aba-aba. Sobirin yang ada di paling depan latihan moving together ini segera meralat langkah. Dia menengok sebentar lalu meneruskan langkah. Diikuti tujuh rekannya, di buntut ada Asep. Kabut tipis yang mulai menyelimuti Alun-alun Timur Surya Kencana, Gunung Gede, Jawa Barat pun tak mampu menahan langkah mantap mereka.
      Para pendaki kawakan itu ingin melatih teknik moving together untuk melintasi rute datar antara Alun-alun Timur menuju Alun-alun Barat Surya Kencana. Jaraknya sekitar 1,6 km. Alun-alun Barat menjadi kemah induk (base camp) latihan Wanadri di Gunung Gede-Pangrango sebagai persiapan Ekspedisi Carstensz Wanadri 2004, pertengahan bulan ini.
      �Latihan di sini cukup ideal sebagai persiapan kami ke Carstensz Pyramide (puncak tertinggi Indonesia 4.884 mdpl di pegunungan Sudirman, Papua). Terutama, sebagai try out untuk habit di ketinggian,� ungkap Asep anggota bernomor W-677 TL yang ditemui SH, akhir pekan lalu di Alun-alun Barat Surya Kencana, Gunung Gede. Selama uji coba ini, mereka menitikberatkan porsi angkat beban (30 - 40 kilogram per orang), teknik moving together, termasuk pemakaian crampoon, kapak es (ice axe) dan sit harness saat melakukan pendakian.
      Menurut Asep, selama latihan tim ini didampingi Rubianto � anggota TNI AU dan Wanadri yang pernah melatih fisik tim Ekspedisi Everest Indonesia 1997. �Kalau nggak dilatih secara kontinu kemampuan fisik dapat hilang. Lagipula kami juga harus berlatih membiasakan diri memakai crampoon dan kapak es untuk jalan miring dan turun,� tambah Iwan Suwanto yang akrab disapa Tole.
      Latihan Wanadri di Gunung Gede-Pangrango ini digelar pada 1 � 7 September lalu. Pada awal pendakian ke Gunung Gede, mereka melakukan latihan beban sepanjang jalur Gunung Putri � Alun-alun Timur Surya Kencana. �Porsinya 30 menit jalan, istirahat 5 menit,� ujar Tole. Sedang jalur Alun-alun Timur ke Alun-alun Barat tiap anggota tim memakai crampoon.
      Hari berikutnya, diisi dengan porsi jogging dan dilanjutkan teknik jalan bersama seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. �Hari keempat kami melakukan trekking antara Alun-alun Barat Surya Kencana ke Puncak Gede (2958 mdpl). Tiap orang harus naik 3 kali, bolak-balik,� sebut Tole sambil tersenyum. Hasilnya, rata-rata pendaki Wanadri punya catatan waktu 30 menit untuk rute pergi pulang itu.
      Latihan itu merupakan persiapan summit attack. Sebagai informasi, jarak Alun-alun Barat ke Puncak Gede sekitar setengah kilometer. Namun, medan pendakian curam dan terjal dengan batu dan kerikil yang mudah lepas.
      Hari kelima, tim bergerak menuju Puncak Pangrango (3019 mdpl) sambil diisi dengan latihan beban. Lalu dilanjutkan dengan latihan teknik di puncak Pangrango hingga keesokan harinya. Hari terakhir, latihan ditutup dengan relaksasi di Cibodas dan kembali ke Jakarta.
      �Sebetulnya pendakian kami ke Carstensz (Pyramide) ini tahap awal persiapan tim menuju (Gunung) Everest (titik tertinggi dunia, 8848 mdpl),� kata Tole. Di Papua, selain memanjat Carstensz Pyramide, mereka juga akan mendaki Puncak Soekarno (4862 mdpl) dan Puncak Sumantri Brodjonegoro (4855 mdpl). Soal biaya, Tole berujar,�Sekitar 122 juta rupiah.�
      Awal 2005, tim ini berencana mendaki Lo Buche dan Chulu West di kawasan Himalaya. Sasaran akhir, Mei 2005 Wanadri menargetkan dapat mengibarkan merah putih di atap dunia lewat jalur utara (Tibet). Gunawan Ahmad � pendaki kawakan Wanadri � optimis tim ini mampu meraih tripod Everest. Kalaupun ada yang memberatkan, seperti biasa, persoalan dana. Sebab, kabarnya dibutuhkan dana sekitar 5 miliar rupiah untuk mewujudkan impian itu. Nah, Anda berminat membantu mereka? (bay)
       


      Do you Yahoo!?
      Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.