Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Fwd: [highcamp the adventures] KLM Sukses Buka Jalur Baru Pendakian Merapi Lewat Selatan

Expand Messages
  • nhanha baik
    ... From: romlee Date: Sep 4, 2007 1:57 AM Subject: [highcamp the adventures] KLM Sukses Buka Jalur Baru Pendakian Merapi Lewat Selatan To:
    Message 1 of 1 , Sep 3, 2007


      ---------- Forwarded message ----------
      From: romlee <romli@...>
      Date: Sep 4, 2007 1:57 AM
      Subject: [highcamp the adventures] KLM Sukses Buka Jalur Baru Pendakian Merapi Lewat Selatan
      To: undisclosed-recipients@...



      03/09/2007 12:22 WIB
      KLM Sukses Buka Jalur Baru Pendakian
      Merapi Lewat Selatan

      Bagus Kurniawan - detikcom
      Yogyakarta - Pasca erupsi 2006, Komunitas Lereng Merapi (KLM) berhasil
      membuka jalur pendakian
      baru lewat selatan. Jalur baru itu lewat Dusun Kali Tengah Lor, Desa
      Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Sedang jalur pendakian dari
      selatan yang lama, melewati rumah juru kunci Merapi Mbah Maridjan di Dusun
      Kinahrejo Desa Umbulharjo. Namun jalur ini tetap belum bisa dilewati karena
      runtuhnya Gegerboyo dan masih banyak timbunan material di hulu Kali gendol.
      Pembukaan jalur itu dilakukan 7 anggota KLM yang sebagian besar warga Dusun
      Kali Tengah Lor dan Sambungrejo Balerante. Pendakian dilakukan dari dusun
      mereka pada Minggu 2 September pukul 08.00 WIB. Para pendaki sampai ke
      puncak pukul 16.30 WIB. "Jalur pendakian berada di sisi timur
      Kali Gendol. Kami sempat berhenti 2 jam karena masih ada luncuran material
      ke Kali Gendol dengan jarak pendek dan sedang," kata ketua tim KLM, Mangun
      (55), warga Kali Tengah Lor kepada Detikcom di sekretariat KLM Jl Palagan
      Tentara Pelajar Sariharjo, Ngaglik Sleman, Senin (3/9/2007).
      Menurut Mangun, tim sempat berhenti pada pukul 10.24 WIB di ketinggian 1835
      meter di atas permukaan laut (dpl) atau di sekitar wilayah puncak Kukusan.
      Hal ini digunakan untuk memantau situasi dan memetakan wilayah. Setelah
      luncuran reda, tim melanjutkan perjalanan ke wilayah Gunung Kendil yang
      berdekatan dengan hulu Kali Gendol. Kondisi sekitar Gunung Kendil masih
      banyak timbunan material pasir dan batu-batuan besar. Hal ini membuat tim
      pendaki kesulitan berjalan cepat.
      "Pada pukul 11.18 WIB juga berhenti lagi karena ada luncuran disertai suara
      gemuruh yang cukup keras dibanding sebelumnya. Cuaca saat itu berkabut,"
      kata Mangun didampingi anggota tim lainnya Kuri (45). Sekitar pukul 16.00
      WIB, beberapa ratus meter dari puncak kata Mangun, tim berhasil mencapai
      kawasan Kawah Woro. Di tempat itu, mereka mengambil beberapa bongkahan kecil
      belerang. Rencananya belerang itu akan diberikan kepada juru kunci Merapi
      Mbah Marijan untuk keperluan labuhan. Sebab pasca erupsi, Mbah Maridjan
      sudah tak bisa mengambil belerang di puncak
      dari jalur selatan. "Sampai puncak pukul 16.30 WIB dan setelah melakukan
      pemetaan dan istirahat, kami kemudian turun lewat Selo Boyolali. Sampai di
      Pos Selo pukul 19.15 WIB," ungkapnya.
      Kuri menambahkan tim yang membuka jalur baru itu dibekali peralatan lengkap
      seperti helm, sepatu, GPS (Global Positioning System), peta rupa bumi dan
      gambar foto udara Merapi, HT, Kamera digital dan tali.
      Beberapa jalur baru yang bisa dilewati semua sudah diberi tanda. Namun ada
      beberapa tempat dengan jalur yang masih sukar dilalui sehingga perlu
      diberikan tali pengaman. "Jalur di sekitar puncak juga sudah kami beri tanda
      " katanya.
      Berdasarkan hasil evaluasi, pendakian ke puncak melalui Kali Tengah Lor dan
      Sambungrejo lebih cepat dibandingkan melalui Pos Kinahrejo. Jika melalui
      Kinahrejo, kesulitan yang dihadapi adalah saat menyeberang kawasan pasir di
      hulu Kali Gendol.
      "Sekitar 6-7 jam sampai ke puncak. Kami berharap masyarakat Kali Tengah Lor
      dan sekitarnya bisa diberdayakan setelah dibukanya jalur baru ini yang aman
      bagi pendaki," kata Kuri. (bgs/djo)





      [Non-text portions of this message have been removed]

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.