Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Festival Hari Pasaran Menuju Cirebon

Expand Messages
  • Ikhsan Nurcahya Basha
    Festival Hari Pasaran Menuju Cirebon Sesudah untuk beberapa lama Dinar dan Dirham beredar di Cirebon, dalam waktu dekat akan dimulai Festival Hari Pasaran.
    Message 1 of 1 , Feb 27, 2011
    View Source
    • 0 Attachment
      Festival Hari Pasaran Menuju Cirebon

      Sesudah untuk beberapa lama Dinar dan Dirham beredar di Cirebon, dalam waktu dekat akan dimulai Festival Hari Pasaran. 

      Kota Udang, Cirebon, boleh jadi adalah kota pertama tempat beredarnya koin Dirham perak. Ini terjadi lebih dari lima abad lalu, ketika Pangeran Cakrabuana, Akuwu Cirebon, bersama adik perempuannya, Rarasantang, sesudah keduanya memeluk Islam, kembali dari beribadah haji ke Tanah Haram. Haji Abdullah Iman, nama baru Pangeran Cakrabuana, dan adiknya, yang kemudian dinikai oleh seorang Pangeran dari Mesir, Sultan Maulana, dan diberi gelar Permaisuri Syarifah Mudaim, kemudian telah lebih dahulu meninggalkan Mesir, ketika Permaisuri Syarifah mengandung 3 bulan. Kepadanya Sultan Maulana memberikan pesangon sebanyak 1000 Dirham perak.

      Boleh jadi koin-koin Dirham yang berlabuh di Cirebon inilah Dirham Perak pertama yang memasuki Tanah Jawa, Dan melihat masa kedatangan koin itu ke Cirebon dapat dipastikan koin-koin Dirham perak ini berasal dari Dinasti Mamluk. Dari pasangan Sultan Maulana dan Syarifah Mudaim inilah, beberapa bulan kemudian, di tahun 1448, lahir seorang bayi laki-laki, bernama Syarif Hidayatullah. Kelak, sesudah dewasa, ia berhijrah ke tanah Jawa, dan kita kenal sebagai Sunan Gunung Jati.

      Di awal tahun 2011, di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Dirham perak, juga Dinar emas, akan kembali digunakan secara riil dalam transaksi perdagangan. Pak Zaenal, seorang pengajar di sana, tengah mempersiapkan segala sesuatunya. Kegiatannya akan terdiri dari dua bagian, yaitu seminar dan kajian, serta pelaksanaan Festival Hari Pasaran (FHP). Acara ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu 15 dan 16 Maret 2011. Tema kajiannya adalah "Mengembalikan Peradaban Islam yang hilang: Pengenalan Dinar Dirham sebagai Alat Traksaksi Yang Mudah dan Handal terhadap Pengaruh Hiperinflasi".

      Meski acara ini masih cukup lama, panitia telah memasang spanduk di beberapa sudut kampus IAIN Syekh Nurjati, Cirebon. Pak Zaenal Masduqi, dari pihak panitia, juga mengabarkan bahwa Sultan Sepuh XIV telah bersedia menjadi pembicara kunci dalam seminar di atas.

      Untuk anggota masyarakat yang berminat mengikuti FHP dan seminar, silakan hubungi:
      Bpk Zaenal Masduqi
      Kampus IAIN Syekh Nurjati
      Cirebon
      Hp: 081320000230
       

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.