Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

OOT : Ikutan Tur Hijau Kota Tua dengan Sepeda Onthel, 9 Mei 2010 yuks...

Expand Messages
  • www.ikka
    Peta Hijau Jakarta, mengajak warga untuk tur hijau mengelilingi sebagian dari kawasan Kota Tua ini, dengan mengendarai sepeda onthel, untuk sepedanya sudah
    Message 1 of 1 , May 2, 2010
      Peta Hijau Jakarta, mengajak warga untuk tur hijau mengelilingi sebagian dari kawasan Kota Tua ini, dengan mengendarai sepeda onthel, untuk sepedanya sudah disediakan di depan Fathailah, mau bawa sepeda sendiri juga boleh...

      Hari & Tanggal : Minggu, 9 Mei 2010
      Berkumpul pukul : 07.00 Pagi
      di : Taman Fatahillah

      Dari sini kita akan menyusuri :
      1. Pelabuhan Sunda Kelapa
      2. Jembatan Intan/Kali Besar
      3. kawasan Pekojan
      4. Petak 9
      5. dan kembali ke Fatahillah.

      Detail Artikel dengan gambar bisa dilihat di :
      http://www.facebook.com/note.php?note_id=391545031891

      Kota Tua di Jakarta makin lama menjadi ikon wisata yang menonjol. Masih terpeliharanya beberapa bangunan tua peninggalan Belanda, menjadi berkah tersendiri bagi sebagian warga Kota Tua. Terlebih di kawasan Taman Fatahillah yang direnovasi dan sekarang sering menjadi ajang berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan, pembuatan film dll.

      Namun wajah Kota Tua tidak hanya seputar Taman Fatahillah. Kota Tua tidak hanya tempat wisata, tetapi berbagai kegiatan perdagangan terjadi di kawasan ini. Mulai dari perdagangan antar pulau di Pelabuhan Sunda Kelapa sampai perdagangan eletronik di kawasan Glodok. Penghuninya pun beragam, mulai dari etnis Tionghoa, Arab, Bugis, Betawi , Jawa, dll. Permasalahan di kawasan ini pun cukup kompleks. Mulai dari sampah, sanitasi air, pemukiman padat, perdagangan illegal, sarana kesehatan dll.

      Berikut Sedikit Cerita tentang Lokasi yang akan kita jelajahi dengan sepeda onthel

      Pelabuhan Sunda Kelapa
      adalah pelabuhan kapal-kapal tradisonal yang digunakan dari jaman dahulu sampai sekarang.


      (foto : Awang)


      Kali Besar
      kita akan menyaksikan jembatan peninggalan kota yang dibangun oleh Belanda, termasuk juga tata airnya.



      Pekojan
      dulu dikenal sebagai kampung tempat tinggalnya etnik Arab. Beberapa masjid tua berdiri di sini. Salah satu nya adalah Masjin An Nawier. Masjid An-Nawier ini mempunyai arsitektur yang khas perpaduan gaya Timur Tengah, Cina, Eropa, dan Jawa. Kita dapat menyaksikan ornamen khas Cina menempel di pintu-pintu masjid dan bentuk konstruksi daun jendela beraksen Jawa. Masjid Jami An-Nawier Pekojan merupakan salah satu masjid tua yang ada di Jakarta saat ini, dibangun pada abad ke-17 di era penjajahan pemerintahan kolonial Belanda.


      ( foto : Jakarta.go.id )


      Petak 9
      adalah pemukiman etnik Tionghoa sejak dahulu yang mempunyai banyak vihara. Seiring dengan masuknya agama Kristen, terjadi percampuran budaya di sini. Salah satunya adalah

      Gereja Katolik yang berarsitektur Cina - St Maria de fatima
      Gereja ini berdiri sekitar 57 tahun yang lalu berarti kurang lebih sekitar tahun 1952 dengan arsitektur Cina, tanpa adanya sebuah salib seperti gereja-gereja yang lainnya. Halaman utama cukup bagus dan menarik, terlihat di sisi kanannya ada sebuah patung Bunda Maria dan anak-anak kecil terlihat begitu indah dikelilingi oleh tanaman-tanaman. Sedangkan di sebelah kiri sebuah patung Yesus yang menggantung di sebuah menara.


      (foto : kaskus.us)

      Di sini kita juga akan melihat persoalan-persoalan pemukiman padat, seiring bertambahnya penduduk. selain itu juga kita akan mengunjungi salah satu tempat yang terkenal di are petak 9 ini yaitu:

      Vihara Dharma Bakti

      (foto: flickr.com/photos/tjetjep)


      Semua perjalanan ini kita akan dibonceng para bapak ojek sepeda ini. Dengan mengendarai sepeda onthel ini, kita akan merasakan perlu jalur sepeda segera direalisasikan di Jakarta.

      Tertarik?

      Silakan daftar
      via email ke : ikka.wuwiwa@... dengan menyertakan nama - no ponsel - Jumlah Orang.
      Biaya tur ini Rp 75.000,-/orang.
      Sudah termasuk sewa sepeda onthel, makan siang, tiket masuk.
      Bagi yang membawa sepeda sendiri, maka biaya yang dikenakan hanya Rp 35.000,-/orang
      Pendaftaran ditutup tanggal 7 Mei 2010
      peserta dibatasi maksimal 30 orang saja
      Informasi No rekening akan di infokan setelah mendaftar melalui email
      Info lebih jauh, dapat hubungi telepon Peta Hijau Jakarta : 021 68465892

      ==============================================================

      INFO & TIPS bagi Peserta Tur Peta Hijau

      Apa yang perlu DIBAWA?

      * Bawa BOTOL MINUM dari rumah, untuk kurangi sampah air kemasan. Panitia menyediakan air minum untuk isi ulang GRATIS!
      * Topi & cengdem juga perlu dibawa untuk mengatasi terik matahari
      * Kamera, nah kalau ini wajib untuk foto-foto narsis ;-)


      NAIK APA ke Taman Fatahillah?

      * Sebaiknya gunakan angkutan umum/ sepeda untuk kurangi polusi & macet.
      * Museum Taman Fatahillah mudah dijangkau dengan menggunakan bus TransJakarta dan KRL Jabodetabek.
      * Untuk KRL Jabodetabek, sila cek jadwal lengkapnya di www.krlmania.com/jadwal
      * Sila cek peta koridor bis TransJakarta di www.suaratransjakarta.org/info-penumpang/peta
      * Bagi yang membawa kendaraan, parkirkan di tempat parkir yang ada di sepanjang koridor bus TransJakarta dan sambung dengan bis tersebut hingga Taman Fatahillah. Info tempat parkir bisa dilihat di: http://www.suaratransjakarta.org/node/381
      * Jika ingin bawa mobil, sebaiknya gunakan 1 mobil beramai-ramai.
      * Bagi yang akan membawa kendaraan bermotor, perlu diperhatikan bahwa jalan menuju Kota Tua biasanya MACET & RUANG PARKIR TERBATAS!


      salam,
      Ikka WuWiWa
      http://facebook.com/wuwiwa
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.