Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[islam-kristen] Re: Fw: [islamkristen] Menjadi Islam Sejati

Expand Messages
  • Omega Soemarso
    Sedikit tambahan: Dalam Islam kita mengenal fenomena Kalimatullah nuzul menjadi Al Quran melalui Muhamad SAW, peneguhannya adalah ke-buta-baca-tulis-an
    Message 1 of 1 , Jan 7, 2000
    • 0 Attachment
      Sedikit tambahan:
      Dalam Islam kita mengenal fenomena Kalimatullah nuzul menjadi Al Quran melalui Muhamad SAW,
      peneguhannya adalah ke-buta-baca-tulis-an Muhamad.
      Dalam Kristen kita mengenal fenomena Kalimatullah nuzul menjadi manusia Isa Al Masih melalui Siti Mariam (Maria). peneguhannya adalah ke perawanan Siti Mariam.
      Bila kita mau menghormati agama lain selain agama kita sendiri maka dalam hal islam-kristen ini adalah awal dari pengertian yang benar.
      Etika berdialog agama adalah Yang beragama Islam hanya mengambil referensi dari AlQur'an dan Haditsj dan tidak mencoba menginterpretasikan Alkitab untuk membenarkan agama Islam
      dan sebaliknya yang beragama Kristen juga mengambil referensi hanya dari Al Kitab serta sejarah2 Alkitab dan Gereja dengan memperhatikan persinggungan2 (baik positif maupun negatif) antara Islam dan Kristen yang tercatat dalam sejarah itu terutama dalam bagian sebelum atau dimana pengaruh helenic (barat) terhadap kekristenan belum ada. Serta tidak mecoba mengambil ayat2 AlQur'an untuk membenarkan agama Kristen.
      Diluar dialog antar agama siapapun bebas untuk mengambil referensi manapun dan menginterpretasikannya.
       
      Wassalam
       
      ----- Original Message -----
      From: lia
      Sent: Friday, January 07, 2000 3:00 AM
      Subject: [islamkristen] Re: Menjadi Islam Sejati

      Isi artikel/makalah mengenai mahzab Isa ini cukup menarik.
      Saya penganut Katolik. Pergaulan saya sehari-hari dan lingkungan saya dapat dikatakan jauh lebih banyak dengan saudara-saudara muslim.  Terus terang pengetahuan saya tentang agama masih sangat minim. Tetapi ada hal-hal yg membuat saya memberanikan diri untuk mengemukakan pendapat saya. Tidak ada maksud untuk mempertentangkan sesuatu, hanya sekedar urun rembug tentang apa yang saya ketahui dan yakini selama ini. Saya akan senang sekali apabila apa yang saya kemukakan di sini memang benar, sekaligus juga apabila apa yang saya kemukakan di sini tidak benar saya sangat mengharapkan masukannya.
       
      ***Mengenai istilah mahzab Isa.
      Menurut saya pribadi istilah ini kurang tepat. Menurut saya, Yesus (Isa) tidak dapat disamakan dengan pemimpin mahzab yang lain, seperti Syafii, Hambali, atau Hanafie, atau yang lain. Memang Dia terlahir sebagai manusia dengan sifat-sifat kemanusiaannya yang tidak perlu disangsikan. Dia juga tidak dapat disangkal lagi merupakan hamba Allah, yang kenabiannya tidak diragukan. Tetapi di sisi lain ada hal-hal yang melekat dalam diriNya yang menyebabkan Dia tidak dapat disamakan dengan manusia lain atau pun nabi-nabi lain. Hal ini dapat kita lihat dari fenomena berikut :
      - Yesus dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh Perawan Maria.
      - Yesus membuat berbagai macam mukzizat Allah yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa.
      - Yesus bangkit dari antara orang mati.
      - Yesus naik ke surga (kenaikan Isa Almasih).
      - Yesus akan datang mengadili seluruh umat manusia pada akhir jaman.
       
      ***Mengenai ibadat
      Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa Yesus tidak pernah merumuskan cara beribadah.
      Ibadat dalam tata cara Katolik yang dilakukan secara rutin dalam misa disebut dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh seorang imam (pastur/romo) yang berwenang. Sebagai gambaran saja, kerangkanya dapat saya gambarkan secara garis besarnya berikut ini :
      1. Pembukaan
      2. Liturgi Sabda
      3. Liturgi Ekaristi : Persembahan, Doa Syukur Agung, Komuni
      4. Pengutusan
      Inti dari perayaan ekaristi ini adalah Liturgi Ekaristi, di mana Yesus sendiri yang mengajarkan dengan mengadakan perjamuan kudus bersama murid-muridNya pada malam menjelang Dia disalibkan. Peristiwa ini disebut dengan Kamis Putih, yang merupakan salah satu rangkaian dari Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci).
      Selain itu juga dalam prosesi Komuni, diawali dengan Doa Bapa Kami, yang juga merupakan doa yang diajarkan Yesus sendiri untuk berdoa kepada Allah Bapa.
      Sedangkan pada bagian lainnya, merupakan pernyataan iman, tobat, permohonan, sekaligus pernyataan syukur dan madah pujian kepada kemuliaan Allah. Selain itu dalam kesempatan ini dibacakan pula beberapa ayat-ayat Alkitab (baik dari perjanjian lama maupun perjanjian baru/injil) dalam liturgi sabda. Jadi intinya dalam rangkaian ibadat ini kita memang menyembah dan berdoa kepada Allah.
      Tata cara Katolik ini sepengetahuan saya berbeda dengan tata cara ibadat Kristen Protestan ataupun aliran yang lain, yang antara lain tidak menggunakan tanda salib untuk mengawali dan mengakhiri doa, dan tidak mengadakan sakramen ekaristi maupun keenam sakramen lain (permandian/pembaptisan, krisma/penguatan, imamat, perkawinan, tobat/pengakuan dosa, perminyakan-utk org sakit) seperti yang dikenal dalam Katolik.
       
      ***Mengenai istilah Anak/Putera Allah
      Istilah Anak-Bapak ini rupanya kurang dapat diterima dan banyak dipertentangkan oleh saudara-saudara non-Nasrani : 'Bagaimana mungkin Allah beranak ?'. Menurut pendapat saya pribadi, Allah itu Maha Segalanya. Anak dalam hal ini tentunya (dan jelas) bukan dalam arti konteks biologis seperti yang terjadi pada manusia. Jelas tidak ada persetubuhan atau semacamnya. Tetapi hanya karena kebesaranNya sajalah yang mampu memungkinkan bahwa Yesus dikandung dari Roh Kudus (RohulQudus) (di artikel tersebut pada butir 3) secara gaib, bukan dari manusia lain secara biologis. Sedangkan untuk menunjukkan sisi kemanusiaanNya, dilahirkan dari seorang manusia yaitu Maria, yang diyakini masih tetap perawan walaupun telah melahirkanNya.
      Yesus yang terlahir sebagai manusia adalah anak Allah, sebagaimana kita semua umat manusia adalah juga anak-anak Allah; dan dengan demikian Allah adalah Bapa kita. Hanya bedanya, Yesus adalah anak Allah yang kudus, karena memiliki sisi kekudusan (dan bahkan dengan adanya sifat keTuhanan-- yang mungkin kurang bisa dipahami/diterima dg akal manusia) yang tidak dapat disamakan dengan manusia lainnya (seperti yang telah saya kemukakan di atas). Karena terbatasnya vocabulary kita, bukan hal yang aneh lagi kan bila kita menggunakan suatu kata dalam konteks/arti yang lebih umum/luas.
       
      Demikian antara lain sedikit yang ingin saya kemukakan sbg partisipasi dalam milis ini.
       
      PEACE IN HEART ** PEACE ON EARTH
       
       
       
       
       
      -----Original Message-----
      From: Mahzab Isa <mahzab_isa@...>
      To: islamkristen@egroups.com <islamkristen@egroups.com>
      Date: Wednesday, January 05, 2000 11:22 PM
      Subject: [islamkristen] Menjadi Islam Sejati

      Bagi anda yang ingin menjadi Islam yang sejati silahkan download attached file atau kirimkan surat.
      ... and you will find the Truth and the Truth will set you free ...


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.