Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Palestina-Israel Bukan Konflik Agama (kata siapa ?)

Expand Messages
  • Syiah
    Pengamat: Perseteruan Palestina-Israel Bukan Konflik Agama Racelle Weiman, direktur Dialog Institute dari Temple University di Philadelphia, AS, lembaga yang
    Message 1 of 8 , Dec 6, 2012
    • 0 Attachment
      Pengamat: Perseteruan Palestina-Israel Bukan Konflik Agama

      Racelle Weiman, direktur Dialog Institute dari Temple University di Philadelphia, AS, lembaga yang mengadvokasi dialog dan toleransi antara kelompok yang berbeda, mengatakan adalah suatu kesalahan besar jika orang menganggap perseteruan antara Palestina dan Israel saat ini merupakan konflik antara umat agama Islam dan Yahudi, karena konflik tersebut menyangkut batas wilayah.

      “Masalah Palestina dan Israel saat ini adalah isu batas wilayah. Ini adalah isu politik, bukan konflik agama,” ujarnya pada ceramah mengenai pengajaran toleransi dan memerangi prasangka di Universitas Indonesia, Rabu (5/12).

      Weiman menegaskan konflik Israel-Palestina merupakan isu politik akibat sengketa wilayah yang berlangsung sejak keluarnya Resolusi PBB No. 181/1947 yang membagi wilayah Palestina untuk bangsa Israel dan bangsa Arab.

      “Israel sendiri bukan Yahudi. Penduduknya beragam, ada Yahudi, Muslim dan Kristen. Sama seperti Indonesia. Indonesia bukan Muslim. Mayoritas penduduk memang Muslim, namun Anda bukan Muslim,” ujar Weiman.

      Menurut Weiman, banyak yang menjadikan keberagaman ini sebagai sumber konflik dan ancaman, karena secara alami kebanyakan dari kita takut akan perubahan dan hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda. Kita merasa lebih nyaman dan mudah saat hidup dengan orang-orang yang sama dengan kita, ujarnya.

      Ia menyerukan adanya toleransi, yang dapat mengatasi semua perbedaan. Toleransi sendiri akan muncul jika ada ruang dialog, ujar Weiman.

      “Dialog bukan hanya tentang berbicara, dialog adalah mendengarkan. Ini mengenai bagaimana kita belajar dan memahami perbedaan dengan yang lain. Sehingga kita dapat mengatakan, memahami orang lain adalah lebih penting.”

      Sementara itu, berbicara mengenai toleransi yang ada di Indonesia, Alissa Abdurrahman Wahid dari Abdurrahman Wahid Center yang menyelenggarakan forum dialog ini mengatakan, sebagai bangsa yang dibangun atas berbagai suku, kelompok etnis, adat istiadat, bahasa dan juga agama, bangsa Indonesia juga harus kembali pada kesadaran bahwa Indonesia dibangun atas keberagaman.

      “Indonesia ada karena keberagaman. Kalau tidak ada kesepakatan waktu itu, tidak akan ada Indonesia. Kesepakatan itu dibuat thun 1945, karena berbagai elemen yang ada di nusantara memilih untuk jadi Indonesia,” ujarnya.
    • Tawangalun
      Opo biar dipukuli suaminya?Seorang Eks Juara Renang Amerika Masuk Islam, Elisabeth Belajar Menjadi Muslimah Yang TaatPosted: 26 September 2010 in Muallaf
      Message 2 of 8 , Dec 7, 2012
      • 0 Attachment
        Opo biar dipukuli suaminya?

        Seorang Eks Juara Renang Amerika Masuk Islam, "Elisabeth" Belajar Menjadi Muslimah Yang Taat

        Posted: 26 September 2010 in Muallaf
        Kaitkata:
        AmerikaBelajar MenjadiElisabethJuara RenangMasuk IslamMuslimahSeorang EksYang Taat

        I'am a MuslimahMantan juara renang se Amerika Serikat selama dua kali berturut-turut itu akhirnya masuk Islam. Liz , begitu ia akrab dipanggil, bahkan bercita-cita memiliki kolam renang khusus untuk sisters

        Setahun lebih sudah, Liz, demikianlah kami biasa memanggilnya, memeluk agama Islam. Aku masih ingat di suatu siang hari, dia datang ditemani oleh teman-temannya dari Columbia University dan menyatakan tekad untuk menjadi Muslimah. Umurnya kala itu masih beliau, kurang dari 22 tahun. Dengan uraian air mata dan diiringi pekikan "Allahu Akbar" gadis cantik dan tinggi semampai itu dengan nama lengkap Elizabet Stwouwart akhirnya mengucapkan "kalimah syahadah." Sejak itu, keislamannya belum pernah dibuka ke orang tuanya yang tinggal di New Haven, sebuah kota kecil di negara bagian Connecticut Amerika Serikat.

        Bapaknya seorang keturunan Belanda dan telah menetap di Amerika sejak ratusan tahun. Sementara ibunya adalah keturunan Ukraina yang juga telah lama turun-temurun di Amerika. Alasan Elizabeth tidak membuka keislamannya kepada orang tuanya, menurutnya, karena dia masih muda dan masih membutuhkan uluran tangan orang tuanya untuk sekolah.

        Elizabeth adalah mantan juara renang se Amerika Serikat selama dua kali berturut-turut (tahun 2003 dan 2004). Sebelum masuk Islam, Liz masih menjadi pelatih renang profesional di salah satu klub renang di New York. Dia bahkan bercita-cita untuk mempunyai kolam renang khusus bagi sisters.

        Pertengahan tahun lalu, Liz berhasil menyelesaikan sekolahnya pada Economic School Columbia University. Dengan mudah juga dia diterima bekerja pada sebuah perusahaan konsultan di bidang telekomunikasi, Sprint. Dalam melakukan kerjanya sebagai konsultan, Elizabeth harus melakukan perjalanan setiap Minggu ke berbagai kota, dan harus pulang ke New York di akhir pekan. Salah satunya, untuk tetap bisa belajar Islam di Islamic Forum for New Muslims di Islamic Center.

        Satu hal yang menarik dari Elizabeth ini adalah, karena punya teman-teman dari berbagai negara, termasuk Saudi Arabia di Columbia, yang, seringkali jika datang ke kelas selalu memakai cadar. Biasanya saya menggoda dengan bercanda, "Sejak kapan jadi princess Liz?" Anak pendiam ini biasanya hanya menjawab dengan senyum. Idul Fitri lalu Elizabeth bersama para muallaf lainnya kami ajak `berhalal bihalal' ala Indonesia ke berbagai rumah pejabat Indonesia di New York. Liz, nampaknya sangat senang dengan makanan-makanan Indonesia.

        Maryam Kembali ke Bumi

        Bulan Maret lalu, Elizabeth turut diundang sebagai peninjau dalam konferensi ulama Islam dan Yahudi di Seville, Spanyol. Alhamadulillah, dengan pakaian Muslimah yang sangat rapi, Elzabeth menjadi pusat perhatian berbagai kalangan di berbagai tempat yang kita singgahi di Spanyol. Ketika mata-mata membelalak melihat Elizabeth itu, saya bercanda "Anda dan pakaian Muslim anda jauh lebih memikat ketimbang wanita-wanita yang tengah telanjang itu." Gadis rendah hati ini biasanya hanya menjawab "thank you Imam Shamsi".

        Di konferensi itu sendiri, banyak orang yang hampir tidak percara kalau Elizabeth adalah orang Amerika asli. Kebanyakan menyangka kalau dia adalah Muslimah dari Lebanon. Sheikh Atuwajiri, orang Saudi yang juga Direktur Unesco, di suatu saat pernah mengatakan kepada Elizabeth "I thought you are one of our princesses." Tentu Elizabeth hanya tersenyum seraya berkata "Thank you so much".

        Pada saat istirahat biasanya terjadi interaksi dengan peserta-peserta lainnya. Salah seorang isteri Rabbi Yahudi dari Jerman mendekati Elizabeth "Are you married?" Liz menjawab "No!". Isteri Rabbi itu bertanya kembali, "Why then you cover your head?" Dengan tegas Elizabeth menjelaskan bahwa dalam Islam kewajiban menutup rambut dimulai sejak seseorang mencapai umur baligh. "And I think I am matured enough to wear it", candanya.

        Saya yang kebetulan dekat dari mereka berdua menyelah "Mom, why then you dont wear your scarf, while you are a married lady and a wife a Rabbi?". Dengan senyum ibu itu menjawab bahwa dia memakainya, tapi tidak dengan kain, melainkan menutup rambut aslinya dengan rambut palsu. Saya dan Elizabeth hanya tersenyum mendengar penjelasan isteri Rabbi itu.

        Di saat akan berpisah, isteri Rabbi tiu kembali lagi ke Elizabeth. Entah serius atau bercanda dia mengatakan "Since your parents are Catholics, you are a Muslim, what do you thin if you marry a Jewish?". Elizabeth dengan serius menjawab "We Muslim girls are not allowed to marry non Muslim men". Sang ibu meninggalkan Elizabeth dengan senyum kecut.

        Satu lagi peristiwa menarik di Seville. Ketika kami dibawa keliling kota untuk melihat-lihat dari dekat kota klasik itu, Elizabeth tentunya ikut dengan hijab dan pakaian Muslimah yang rapi. Sekali lagi, para turis dan masyarakat di pinggir-pinggir jalan pasti tertarik untuk memandang Elizabeth. Entah itu karena kecantikannya, atau karena pakaiannya yang unik. Saya yang melihat kejadian itu biasanya bercanda, "Liz, probably they think Mary has come again to give birth to Jesus". Elizabeth kembali tersenyum seperti biasa.

        Membuka rahasia

        Beberapa hari sekembali dari Spanyol, Elizabeth mengirim emai dan meminta buku-buku yang kiranya cocok untuk ibunya. Menurutnya, kalau bisa mengenai "parenting in Islam". Dengan sigap saya jawab "You have it next Saturday". Saya kira Elizabeth sudah mulai mendekati orang tuanya untuk memberitahu keislamannya.

        Tapi rupanya kepergian Elizabeth ke Spanyol menjadi awal terbukanya rahasia keislamannya ke orang tuanya. Saat di Spanyol, ibunya senantiasa berkirim email dan bertanya kegiatan apa yang anaknya itu. Mau tidak mau, Liz, tentunya tidak ingin menyembunyikan bahwa yang dia ikuti adalah pertemuan ulama Islam dan Yahudi.

        Mendengar "Yahudi dan Islam" sang ibunya terkejut. Namun menurut Elizabeth, dia tidak "shocked" dan juga tidak marah. Tapi, bapaknya belum tahu karena ibunya tidak memberitahukan perpindahan agama anaknya. Di awal pemberitahuan Elizabeth rupanya tidak jelas, sehingga ibunya menyayangkan anaknya berpindah agama ke Yahudi. Tapi sepekan sekembali dari Spanyol, di saat bapaknya berulang tahun, ibunya membuka rahasia itu. Bahwa sang anak telah berpindah ke agama Yahudi. Elizabeth hanya terdiam dan geli.

        Setelah perayaan selesai, Liz mendekati ibunya dan menjelaskan bahwa dia tidak pindah agama ke Yahudi tapi ke Islam. Ibunya dan bapaknya tambah bingung (confused). Bahkan adik perempuannya menampakkan rasa marah. "You will not find a husband here. You must go to the Middle east".

        Hari Sabtu kemarin, 22 April, cerita terbukanya rahasia ini diceritakan oleh Elizabeth kepada teman-teman mualaf. Matanya nampak bening, mengingat relasi dengan orang tuanya menjadi renggang. "Saya kira mereka mulai berusaha untuk memutuskan hubungan dengan saya".

        Saya hanya memberikan nasihat padanya, "Teruskan saja komunikasi Anda dengan orang tua dan adik kamu. Saya yakin, semua akan berlalu dan segera pulih seperti semula". Saya kemudian menceritakan pengalaman-pengalaman yang lebih pahit bagi mereka yang menerima hidayah Allah. Dan saya ingatkan, "ujian yang menghadang memang bukan mudah, tapi justru itu yang akan semakin menempa keimanan dan keislaman kamu".

        Percakapan itu diiringi dengan minum air zamzam dan makan kurma yang kami bawa dari tanah haram. Harapan kami, semoga minuman air zamzam itu menjadi pelicin jalan yang akan ditempuh oleh Elizabeth di masa depan. Doa kami menyertaimu, Liz!

        *) Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Tulisan ini dimuat di http://www.hidayatullah.com/


      • Tawangalun
        Nah ini Polisi wanita,biar dipukuli suaminya? Raquel, Kisah Mualaf Seorang Polisi Wanita Amerika
        Message 3 of 8 , Dec 7, 2012
        • 0 Attachment
          Nah ini Polisi wanita,biar dipukuli suaminya?

          POSTED On : 01 - Jul - 2012
          ― EDITOR By : el-Asyi
          Share Artikel »


          ATJEHCYBER | Bila Allah menghendaki, Allah akan membuka hati seseorang untuk berlapang dada menerima Islam. Dan tak ada yang dapat menghalangi Kehendak Allah Subahanahu wa Ta'ala.

          Hidayah Islam telah menyapa seorang wanita yang memiliki pekerjaan sebagai perwira polisi Amerika Serikat (AS) di Detroit. Dalam sebuah wawancara di Youtube pada September 2011, ia menceritakan bagaimana ia memeluk Islam. Berikut adalah singkat cerita tentangnya yang diterjemahkan dari trasnkrip Onislam.

          ***

          Assalamu'alaykum, Namaku Raquel. Aku masuk Islam sepekan yang lalu. Aku adalah seorang perwira polisi di kota Detroit. Aku bekerja di sana dari 1996 hingga 2004, dan aku ditembak pada tahun 2002. Aku ditembak ketika sedang bekerja pada pekerjaan itu. Aku hampir meninggal dan aku tahu bahwa aku memiliki sebuah awal baru dan sebuah hidup baru.

          Aku agaknya tidak tahu bagaimana untuk mengikuti Tuhan. Aku hanya tidak tahu agama apa untuk diyakini hingga aku bertemu beberapa teman Muslim yang benar-benar berbicara padaku dan menjelaskan banyak hal kepadaku. Hal itu sangat mengubah hidupku dan aku tidak takut mati lagi.

          Satu-satunya hal adalah kita untuk takut kepada Allah dan kita tidak pernah tahu kapan hari berikutnya bagi kita, jadi lebih baik kita mengatakan Syahadat sekarang dan memiliki iman itu, karena hanya ada satu Tuhan, dan aku tahu itu.

          Aku benar-benar hampir mati, dan jika aku telah mati pada hari itu, aku tidak tahu apakah aku akan pergi ke Neraka atau tidak. Tetapi sekarang, aku telah memiliki kepercayaan diri dan kedamaian serta kebahagaian yang aku tahu kemana aku akan pergi jika sesuatu terjadi padaku hari ini.

          Sebelum aku menjadi Muslim, aku benar-benar tidak memiliki pendapat yang kuat sejauh ini tentang umat Islam. Aku bukan seorang yang pro-Muslim atau anti-Muslim atau apapun semacamnya. Aku selalu menjadi tipe orang yang seperti itu, aku benar-benar open-minded (berpikiran terbuka). Dan itu adalah satu hal yang sangat berbeda tentangku dari keluargaku, bahwa aku sangat open-minded dan aku menghormati orang-orang atas apa yang mereka yakini.

          Aku sebenarnya marah dalam pekerjaanku sebagai seorang polisi karena orang-orang menyerang Muslim di Detroit atas kesalahan yang tidak ada alasannya sama sekali, terutama setelah serangan 9/11. Dan itu sangat menyakiti hatiku untuk melihat semua ini dan benar-benar setelah itu aku menjadi sangat tertarik dengan keyakinan Islam setelah 9/11 karena aku sangat terganggu oleh hal-hal yang aku lihat sebagai petugas polisi di jalanan.

          Menjadi Seorang Muslim Baru di Las Vegas

          Raquel yang kemudian tinggal di Las Vegas sebagai seorang Muslim yang baru, berusaha untuk mempelajari Islam lebih dalam dan berusaha menunjukkan sikap baik seorang Muslim.

          Aku di sini di Las Vegas di Masjid ku dan aku memberikan beberapa pakaian kepada orang-orang yang membutuhkan. Apa yang kita lakukan adalah hanya meninggalkannya di atas meja untuk mereka dan mereka datang serta berharap mereka dapat mendapatkan sesuatu yang mereka sukai. Jadi aku hanya pergi untuk meninggalkan pakaian-pakaian untuk lingkungan sekitar dan mereka dapat mengambil apa yang mereka butuhkan, dan berharap ada beberapa sweater yang bagus di sini yang mereka dapat gunakan karena di Vegas cukup dingin.

          Sebagai seorang wanita yang baru saja menjadi Muslimah sepekan (ketika itu), Raquel masih belum lancar mengucapkan do'a-do'a atau surat yang harus ia baca ketika shalat. Sehingga ia membaca dari kertas apa-apa yang harus ia baca (yang telah ia salin ke dalam tulisan latin) ketika shalat. Ia hanya belajar melalui internet dengan mendengarkan audio, kemudian ia mencari kalimat yang bertuliskan latin dan terjemahan bahasa inggris.

          Aku tahu bagi beberapa orang mungkin berkecil hati untuk belajar bahasa baru. Pada dasarnya ini adalah sebuah budaya. Ini (Islam) bukan hanya sekedar agama, ini adalah jalan hidup. Bagiku, ini tidak menakutkan. Hanya saja bahwa aku ingin belajar lebih cepat dan aku ingin bisa melakukannya sendiri. Tetapi sulit karena aku di rumah sendiri dan aku belajar hampir semuanya melalui internet, bahkan bagaimana aku mengikat (memakai) kerudungku dan segalanya. Aku harus belajar semuanya sendiri. Tetapi ini telah menjadi pengalaman sangat indah dan ada banyak kedamaian padanya dan banyak kebahagiaan yang kalian tidak pernah pelajari dan mendapatkannya. ini adalah sebuah pengalaman yang luar biasa!

          Aku sepenuhnya tahu bahwa aku melakukan hal yang benar. Aku telah mempertimbangkannya selama dua tahun. Aku memiliki banyak teologi dan pengetahuan tetapi aku belum pernah mengalaminya. Akut tidak pernah pergi ke sebuah Masjid dan tidak juga berpengalaman, tetapi aku memiliki banyak teman Muslim dan bahkan aku memilik seorang teman kerja Muslima di pasukan kepolisian yang menjelaskan (tentang Islam) banyak kepadaku.

          Dalam video itu, Raquel melakukan sholat dengan membaca bacaan-bacaan sholat dengan masih terbata-bata, namun ia terlihat menikmatinya.

          Ketika aku sholat, meskipun aku tidak begitu mengerti do'a-do'a itu, apa yang aku lakukan ada di internet, aku mengetahui beberapa situs di mana setelah ada bahasa Arabnya, aku akan mendapatkannya dalam bahasa Inggris (tulisan latin) juga. Jadi aku akan membacanya dalam versi Inggris (maksudnya dalam tulisan latin -red) dan ini begitu kuat dan aku merasa dilindungi, dan aku tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang harus aku takutkan kecuali Allah. Sangat menyenangkan. Ini baru dalam hidupku dan aku baru saja mengenal kedamaian dan sebuah kebahagiaan baru yang datang padaku.

          Hal yang paling utama yang aku sukai tentang Islam adalah aku benar-benar tertutup (menutup tubuh), aku lakukan. Jujur saja aku benar-benar menikmatinya, terutama di sini di Las Vegas karena para pria melihat kepada wanita dengan sangat menyeramkan dan aku benar-benar merasa aman. Satu hal lainnya yang aku suka adalah bahwa aku belajar banyak. Aku belajar banyak dan aku senang belajar. Dan aku selalu yakin bahwa kehidupan adalah sebuah pengalaman belajar. Dan aku sangat mencintai tentang ini (Islam), aku belajar sesuatu yang baru setiap hari.

          Ada banyak kedamaian dan banyak kebahagaiaan yang aku tidak pernah rasakan sebelumnya.
        • Tawangalun
          MasyaAllaah, pesepak bola Inggris masuk Islam Althaf Kamis, 21 Juni 2012 08:09:30
          Message 4 of 8 , Dec 8, 2012
          • 0 Attachment

            MasyaAllaah, pesepak bola Inggris masuk Islam

            Althaf

            Kamis, 21 Juni 2012 08:09:30

            LONDON (Arrahmah.com) - Philipe Sanderos, pria kelahiran Swiss yang bermain sebagai punggawa klub Fulham Liga Premier Inggris, telah masuk Islam.

            Ia mendeklarasikan keyakinannya di sebuah Islamic Center di kota Manchester.

            Senderos sebelumnya bermain untuk raksasa sepakbola Inggris, Arsenal, dan sekarang bermain untuk tim nasional negaranya, Swiss.

            Philippe, lulusan teologi, menunjukkan banyak minat dalam agama-agama dunia dan menghabiskan sebagian besar waktunya di luar sepakbola untuk membaca segala hal mengenai agama sebelum dia memeluk Islam.

            "Saya sangat tertarik pada agama-agama dunia dan membaca banyak buku tentang itu", Senderos berkata dalam sebuah wawancara dengan majalah Arsenal.

            "Jika saya tidak bermain sepakbola, saya mungkin akan menjadi seorang imam", tambahnya.

            Senderos akhirnya mencari pengetahuan untuk manfaat dan menemukan petunjuk dalam agama Islam. (althaf/arrahmah.com)

            Tawangalun.
          • Satria Baja Hitam
            Spy lebih jelas mana yg yg benar dan yg salah dlm masalah Palestina ialah dgn membaca Alkitab krn dlm Alkitab sdh di jelaskan ttg Tanah Kanaan itu yg tlh di
            Message 5 of 8 , Dec 9, 2012
            • 0 Attachment
              Spy lebih jelas mana yg yg benar dan yg salah dlm masalah Palestina ialah dgn membaca Alkitab krn dlm Alkitab sdh di jelaskan ttg Tanah Kanaan itu yg tlh di tetapkan bagi  bgs Israel sebelum lahir Ismael dan Ishak. Keluarnya bgs Israel dari Mesir di tuntun oleh Allah sendiri di bawah pimpinan Musa dan Yosua menuju ke tanah Kanaan utk di milki bgs Israel sampai selama lamanaya. Jadi kalau di serobot oleh org2 Arab, maka  kita akan lihat nanti Apakah firmannya si jibril lebih benar atau ketetapan Allah Israel yg akan menjadi kenyataan.Jadi jelaslah bhw masalah Palestina akan membuktikan akan mana Allah yg benar itu. :O) badut:O) badut:O) badut:O) badut:O) badut:O) badut:O) badut:O) badut:O) badut:O) badut:O) badut:O) badut:-w menunggu:-w menunggu:-w menunggu:-w menunggu:-w menunggu:-w menunggu:-w menunggu#-o waduh!#-o waduh!#-o waduh!#-o waduh!#-o waduh!#-o waduh!#-o waduh!:-/ bingung:-/ bingung:-/ bingung:-/ bingung:-/ bingung:-/ bingung:-/ bingung:-/ bingung:-/ bingung8-> melamun8-> melamun8-> melamun8-> melamun8-> melamun8-> melamun8-> melamun8-> melamun8-> melamun8-> melamun:)] sedang menelepon:)] sedang menelepon:)] sedang menelepon:)] sedang menelepon:)] sedang menelepon:)] sedang menelepon:-&lt berkesah:-&lt berkesah:-&lt berkesah:(( menangis:(( menangis:(( menangis:(( menangis:(( menangis:(( menangis:(( menangis'+_+ dingin'+_+ dingin'+_+ dingin'+_+ dingin'+_+ dingin'+_+ dingin'+_+ dingin'+_+ dingin'+_+ dingin
              ~^o^~ beri semangat~^o^~ beri semangat~^o^~ beri semangat~^o^~ beri semangat~^o^~ beri semangat~^o^~ beri semangat
              Dari: Syiah <tamanbaru03@...>
              Kepada: ayubyahya@...; benaya_77@...; bukan.pedanda@...; gunawan_ms@...; hakekathidupku@yahoogroups.com; kencanaparwata@...; kontak@...; melatimerah600@...; muslimabdullah66@...; rezameutia@...; setiadianggrahito@...; warodat@...; *AleXander* <ec.alexander@...>; Abbas Amin <abas_amin08@...>; Abdullatif <latifabdul777@...>; Alde baran (NSSP/B) <alde@...-sankyo.co.jp>; Alexander Edbert <alexander.edbert@...>; baswati <baswati@...>; "Debate-Religious-Spirituality@yahoogroups.com" <debate-religious-spirituality@yahoogroups.com>; Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...>; Dwi Santoso <dwisantoso@...>; Gabriella Rantau <gkrantau@...>; Iman K. <alexander_soebroto@...>; "Indonesia-Rising@yahoogroups.com" <Indonesia-Rising@yahoogroups.com>; Islam Kristen <islam-kristen@yahoogroups.com>; item abu <itemabu@...>; Jhonny Research <jhonny_research@...>; Kabarmu Kutunggu <kabarmukutunggu_nol1@...>; Kembung Kotif <kkotif@...>; "mediacare@yahoogroups.com" <mediacare@yahoogroups.com>; "MURTADIN_KAFIRUN@yahoogroups.com" <MURTADIN_KAFIRUN@yahoogroups.com>; Musik hari Ini <musikhariini@...>; "parapemikir@yahoogroups.com" <parapemikir@yahoogroups.com>; radenaryosuseno <radenaryosuseno@...>; Richan S <richansitumorang@...>; Roman Proteus <pt_kasoet@...>; Slamet <Slamet@...>; Tawangalun <tawangalun@...>; ttbnice <rparapat@...>; Wibowo Jo <wibowo_nhst@...>; yudiantogimin <yudiantogimin@...>; "zamanku@yahoogroups.com" <zamanku@yahoogroups.com>
              Dikirim: Kamis, 6 Desember 2012 16:15
              Judul: [islam-kristen] Palestina-Israel Bukan Konflik Agama (kata siapa ?)
               
              Pengamat: Perseteruan Palestina-Israel Bukan Konflik Agama

              Racelle Weiman, direktur Dialog Institute dari Temple University di Philadelphia, AS, lembaga yang mengadvokasi dialog dan toleransi antara kelompok yang berbeda, mengatakan adalah suatu kesalahan besar jika orang menganggap perseteruan antara Palestina dan Israel saat ini merupakan konflik antara umat agama Islam dan Yahudi, karena konflik tersebut menyangkut batas wilayah.

              “Masalah Palestina dan Israel saat ini adalah isu batas wilayah. Ini adalah isu politik, bukan konflik agama,” ujarnya pada ceramah mengenai pengajaran toleransi dan memerangi prasangka di Universitas Indonesia, Rabu (5/12).

              Weiman menegaskan konflik Israel-Palestina merupakan isu politik akibat sengketa wilayah yang berlangsung sejak keluarnya Resolusi PBB No. 181/1947 yang membagi wilayah Palestina untuk bangsa Israel dan bangsa Arab.

              “Israel sendiri bukan Yahudi. Penduduknya beragam, ada Yahudi, Muslim dan Kristen. Sama seperti Indonesia. Indonesia bukan Muslim. Mayoritas penduduk memang Muslim, namun Anda bukan Muslim,” ujar Weiman.

              Menurut Weiman, banyak yang menjadikan keberagaman ini sebagai sumber konflik dan ancaman, karena secara alami kebanyakan dari kita takut akan perubahan dan hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda. Kita merasa lebih nyaman dan mudah saat hidup dengan orang-orang yang sama dengan kita, ujarnya.

              Ia menyerukan adanya toleransi, yang dapat mengatasi semua perbedaan. Toleransi sendiri akan muncul jika ada ruang dialog, ujar Weiman.

              “Dialog bukan hanya tentang berbicara, dialog adalah mendengarkan. Ini mengenai bagaimana kita belajar dan memahami perbedaan dengan yang lain. Sehingga kita dapat mengatakan, memahami orang lain adalah lebih penting.”

              Sementara itu, berbicara mengenai toleransi yang ada di Indonesia, Alissa Abdurrahman Wahid dari Abdurrahman Wahid Center yang menyelenggarakan forum dialog ini mengatakan, sebagai bangsa yang dibangun atas berbagai suku, kelompok etnis, adat istiadat, bahasa dan juga agama, bangsa Indonesia juga harus kembali pada kesadaran bahwa Indonesia dibangun atas keberagaman.

              “Indonesia ada karena keberagaman. Kalau tidak ada kesepakatan waktu itu, tidak akan ada Indonesia. Kesepakatan itu dibuat thun 1945, karena berbagai elemen yang ada di nusantara memilih untuk jadi Indonesia,” ujarnya.
            • Satria Baja Hitam
              Masalah Palestina bukan soal politik atau agama tetapi soal jibril yg benar atau Allah Israel yg benar ________________________________ Dari: Syiah
              Message 6 of 8 , Dec 9, 2012
              • 0 Attachment

                Masalah Palestina bukan soal politik atau agama tetapi soal jibril yg benar atau Allah Israel yg benar
                Dari: Syiah <tamanbaru03@...>
                Kepada: ayubyahya@...; benaya_77@...; bukan.pedanda@...; gunawan_ms@...; hakekathidupku@yahoogroups.com; kencanaparwata@...; kontak@...; melatimerah600@...; muslimabdullah66@...; rezameutia@...; setiadianggrahito@...; warodat@...; *AleXander* <ec.alexander@...>; Abbas Amin <abas_amin08@...>; Abdullatif <latifabdul777@...>; Alde baran (NSSP/B) <alde@...-sankyo.co.jp>; Alexander Edbert <alexander.edbert@...>; baswati <baswati@...>; "Debate-Religious-Spirituality@yahoogroups.com" <debate-religious-spirituality@yahoogroups.com>; Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...>; Dwi Santoso <dwisantoso@...>; Gabriella Rantau <gkrantau@...>; Iman K. <alexander_soebroto@...>; "Indonesia-Rising@yahoogroups.com" <Indonesia-Rising@yahoogroups.com>; Islam Kristen <islam-kristen@yahoogroups.com>; item abu <itemabu@...>; Jhonny Research <jhonny_research@...>; Kabarmu Kutunggu <kabarmukutunggu_nol1@...>; Kembung Kotif <kkotif@...>; "mediacare@yahoogroups.com" <mediacare@yahoogroups.com>; "MURTADIN_KAFIRUN@yahoogroups.com" <MURTADIN_KAFIRUN@yahoogroups.com>; Musik hari Ini <musikhariini@...>; "parapemikir@yahoogroups.com" <parapemikir@yahoogroups.com>; radenaryosuseno <radenaryosuseno@...>; Richan S <richansitumorang@...>; Roman Proteus <pt_kasoet@...>; Slamet <Slamet@...>; Tawangalun <tawangalun@...>; ttbnice <rparapat@...>; Wibowo Jo <wibowo_nhst@...>; yudiantogimin <yudiantogimin@...>; "zamanku@yahoogroups.com" <zamanku@yahoogroups.com>
                Dikirim: Kamis, 6 Desember 2012 16:15
                Judul: [islam-kristen] Palestina-Israel Bukan Konflik Agama (kata siapa ?)
                 
                Pengamat: Perseteruan Palestina-Israel Bukan Konflik Agama

                Racelle Weiman, direktur Dialog Institute dari Temple University di Philadelphia, AS, lembaga yang mengadvokasi dialog dan toleransi antara kelompok yang berbeda, mengatakan adalah suatu kesalahan besar jika orang menganggap perseteruan antara Palestina dan Israel saat ini merupakan konflik antara umat agama Islam dan Yahudi, karena konflik tersebut menyangkut batas wilayah.

                “Masalah Palestina dan Israel saat ini adalah isu batas wilayah. Ini adalah isu politik, bukan konflik agama,” ujarnya pada ceramah mengenai pengajaran toleransi dan memerangi prasangka di Universitas Indonesia, Rabu (5/12).

                Weiman menegaskan konflik Israel-Palestina merupakan isu politik akibat sengketa wilayah yang berlangsung sejak keluarnya Resolusi PBB No. 181/1947 yang membagi wilayah Palestina untuk bangsa Israel dan bangsa Arab.

                “Israel sendiri bukan Yahudi. Penduduknya beragam, ada Yahudi, Muslim dan Kristen. Sama seperti Indonesia. Indonesia bukan Muslim. Mayoritas penduduk memang Muslim, namun Anda bukan Muslim,” ujar Weiman.

                Menurut Weiman, banyak yang menjadikan keberagaman ini sebagai sumber konflik dan ancaman, karena secara alami kebanyakan dari kita takut akan perubahan dan hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda. Kita merasa lebih nyaman dan mudah saat hidup dengan orang-orang yang sama dengan kita, ujarnya.

                Ia menyerukan adanya toleransi, yang dapat mengatasi semua perbedaan. Toleransi sendiri akan muncul jika ada ruang dialog, ujar Weiman.

                “Dialog bukan hanya tentang berbicara, dialog adalah mendengarkan. Ini mengenai bagaimana kita belajar dan memahami perbedaan dengan yang lain. Sehingga kita dapat mengatakan, memahami orang lain adalah lebih penting.”

                Sementara itu, berbicara mengenai toleransi yang ada di Indonesia, Alissa Abdurrahman Wahid dari Abdurrahman Wahid Center yang menyelenggarakan forum dialog ini mengatakan, sebagai bangsa yang dibangun atas berbagai suku, kelompok etnis, adat istiadat, bahasa dan juga agama, bangsa Indonesia juga harus kembali pada kesadaran bahwa Indonesia dibangun atas keberagaman.

                “Indonesia ada karena keberagaman. Kalau tidak ada kesepakatan waktu itu, tidak akan ada Indonesia. Kesepakatan itu dibuat thun 1945, karena berbagai elemen yang ada di nusantara memilih untuk jadi Indonesia,” ujarnya.
              • Tawangalun
                Seandainya pembangunan perumahan di Yerusalem Timur tdk hanya dikasihkan kpd orang Yahudi maka orang akan percaya bahwa masalah Palestina bukan konflik
                Message 7 of 8 , Dec 12, 2012
                • 0 Attachment
                  Seandainya pembangunan perumahan di Yerusalem Timur tdk hanya dikasihkan kpd orang Yahudi maka orang akan percaya bahwa masalah Palestina bukan konflik agama.Kan katanya penduduk Israel itu ada yahudi ,Islam dan Kristen.Tapi kenapa perumahan2 yg dibangun tsb hanya dikasihkan kpd Yahudi?

                  Tawangalun.

                  --- In islam-kristen@yahoogroups.com, Satria Baja Hitam <s4tr14bh@...> wrote:
                  >
                  >
                  >
                  > Masalah Palestina bukan soal politik atau agama tetapi soal jibril yg benar atau Allah Israel yg benar
                  >
                  >
                  > ________________________________
                  > Dari: Syiah <tamanbaru03@...>
                  > Kepada: ayubyahya@...; benaya_77@...; bukan.pedanda@...; gunawan_ms@...; hakekathidupku@yahoogroups.com; kencanaparwata@...; kontak@...; melatimerah600@...; muslimabdullah66@...; rezameutia@...; setiadianggrahito@...; warodat@...; *AleXander* <ec.alexander@...>; Abbas Amin <abas_amin08@...>; Abdullatif <latifabdul777@...>; Alde baran (NSSP/B) <alde@...>; Alexander Edbert <alexander.edbert@...>; baswati <baswati@...>; "Debate-Religious-Spirituality@yahoogroups.com" <debate-religious-spirituality@yahoogroups.com>; Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...>; Dwi Santoso <dwisantoso@...>; Gabriella Rantau <gkrantau@...>; Iman K. <alexander_soebroto@...>; "Indonesia-Rising@yahoogroups.com" <Indonesia-Rising@yahoogroups.com>; Islam Kristen <islam-kristen@yahoogroups.com>; item abu <itemabu@...>; Jhonny
                  > Research <jhonny_research@...>; Kabarmu Kutunggu <kabarmukutunggu_nol1@...>; Kembung Kotif <kkotif@...>; "mediacare@yahoogroups.com" <mediacare@yahoogroups.com>; "MURTADIN_KAFIRUN@yahoogroups.com" <MURTADIN_KAFIRUN@yahoogroups.com>; Musik hari Ini <musikhariini@...>; "parapemikir@yahoogroups.com" <parapemikir@yahoogroups.com>; radenaryosuseno <radenaryosuseno@...>; Richan S <richansitumorang@...>; Roman Proteus <pt_kasoet@...>; Slamet <Slamet@...>; Tawangalun <tawangalun@...>; ttbnice <rparapat@...>; Wibowo Jo <wibowo_nhst@...>; yudiantogimin <yudiantogimin@...>; "zamanku@yahoogroups.com" <zamanku@yahoogroups.com>
                  > Dikirim: Kamis, 6 Desember 2012 16:15
                  > Judul: [islam-kristen] Palestina-Israel Bukan Konflik Agama (kata siapa ?)
                  >
                  >  
                  > Pengamat: Perseteruan Palestina-Israel Bukan Konflik Agama
                  >
                  > Racelle Weiman, direktur Dialog Institute dari Temple University di Philadelphia, AS, lembaga yang mengadvokasi dialog dan toleransi antara kelompok yang berbeda, mengatakan adalah suatu kesalahan besar jika orang menganggap perseteruan antara Palestina dan Israel saat ini merupakan konflik antara umat agama Islam dan Yahudi, karena konflik tersebut menyangkut batas wilayah.
                  >
                  > “Masalah Palestina dan Israel saat ini adalah isu batas wilayah. Ini adalah isu politik, bukan konflik agama,” ujarnya pada ceramah mengenai pengajaran toleransi dan memerangi prasangka di Universitas Indonesia, Rabu (5/12).
                  >
                  > Weiman menegaskan konflik Israel-Palestina merupakan isu politik akibat sengketa wilayah yang berlangsung sejak keluarnya Resolusi PBB No. 181/1947 yang membagi wilayah Palestina untuk bangsa Israel dan bangsa Arab.
                  >
                  > “Israel sendiri bukan Yahudi. Penduduknya beragam, ada Yahudi, Muslim dan Kristen. Sama seperti Indonesia. Indonesia bukan Muslim. Mayoritas penduduk memang Muslim, namun Anda bukan Muslim,” ujar Weiman.
                  >
                  > Menurut Weiman, banyak yang menjadikan keberagaman ini sebagai sumber konflik dan ancaman, karena secara alami kebanyakan dari kita takut akan perubahan dan hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda. Kita merasa lebih nyaman dan mudah saat hidup dengan orang-orang yang sama dengan kita, ujarnya.
                  >
                  > Ia menyerukan adanya toleransi, yang dapat mengatasi semua perbedaan. Toleransi sendiri akan muncul jika ada ruang dialog, ujar Weiman.
                  >
                  > “Dialog bukan hanya tentang berbicara, dialog adalah mendengarkan. Ini mengenai bagaimana kita belajar dan memahami perbedaan dengan yang lain. Sehingga kita dapat mengatakan, memahami orang lain adalah lebih penting.”
                  >
                  > Sementara itu, berbicara mengenai toleransi yang ada di Indonesia, Alissa Abdurrahman Wahid dari Abdurrahman Wahid Center yang menyelenggarakan forum dialog ini mengatakan, sebagai bangsa yang dibangun atas berbagai suku, kelompok etnis, adat istiadat, bahasa dan juga agama, bangsa Indonesia juga harus kembali pada kesadaran bahwa Indonesia dibangun atas keberagaman.
                  >
                  > “Indonesia ada karena keberagaman. Kalau tidak ada kesepakatan waktu itu, tidak akan ada Indonesia. Kesepakatan itu dibuat thun 1945, karena berbagai elemen yang ada di nusantara memilih untuk jadi Indonesia,” ujarnya.
                  >
                • Tawangalun
                  Cerita Islam | Keislaman mantan tentara AS di penjara Guantanamo itu mengguncangkan Amerika : Hold Brooks
                  Message 8 of 8 , Dec 15, 2012
                  • 0 Attachment

                    Cerita Islam | Keislaman mantan tentara AS di penjara Guantanamo itu mengguncangkan Amerika : Hold Brooks


                    Seorang tentara AS yang bertugas menjaga dan menyiksa para mujahidin yang ditawan di Guantanamo, Terry Hold Brooks, dengan sukarela masuk Islam. Keislamannya mengguncangkan negara `demokrasi' terbesar di dunia itu.
                    Hold Brooks ditugaskan oleh Angkatan Bersenjata AS untuk menjaga dan menyiksa para mujahidin di penjara Guantanamo. Para komandan senantiasa mendoktrin para tentara yang bertugas di Guantanamo bahwa para mujahidin yang mereka tahan adalah manusia paling jahat di muka bumi. Sebab, mereka bekerja di bawah kepemimpinan Usamah bin Ladin. "Mereka akan membunuhmu saat pertama kali engkau bertemu mereka, "kata para komandan.
                    Tugas para tentara penjaga adalah mengawasi dan menyiksa mereka dengan sadis. Hold Brooks justru memperlakukan mujahidin dengan baik dan sebisa mungkin meringankan siksaan terhadap mereka. Para tawanan sampai menjulukinya `penjaga yang lembut'. Para penjaga lain justru menuduhnya `sang pengkhianat'.
                    Hal yang paling mengesankan Hold Brooks dari para tawanan adalah senyum ceria di wajah mereka dan ucapan "al-hamdulillah", segala puji bagi Allah saat malam telah tiba.
                    Hold Brooks adalah seorang ateis. Bersama para penjaga lainnya, ia mengisi waktu luang dengan botol-botol minuman keras dan seks bebas. Pada suatu malam, ia ingin mengobrol dengan tawanan. Ia pergi ke sel tawanan no. 509, seorang muslim Maroko bernama Ahmad Rasyidi. Setelah berbincang-bincang dengannya, Brooks mengalami pencerahan.
                    Itu kali pertama ia mengenal Islam yang sebenarnya. Bukan Islam yang digambarkan secara buruk oleh media massa AS yang berada dalam kendali kekuatan Yahudi. Sejak itu, tiap malam ia datang ke sel Ahmad Rasyidi untuk belajar Islam. Botol minuman keras, seks bebas, dan kawan-kawan begadangnya ia tinggalkan.
                    Brooks mulai membeli buku-buku tentang Islam dan membacanya dengan tekun. Sampai akhirnya pada suatu hari, Brooks membawa selembar kertas dan sebuah pena. Disodorkannya ke dalam sel Ahmad Rasyidi melalui celah-celah besi. Ia meminta Rasyidi menuliskan lafal dua kalimat syahadat berbahasa Arab, dalam huruf latin.
                    Hari itu, dengan suara keras ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Namanya diubah menjadi Musthafa Abdullah. Kehidupannya yang semula diisi musik, disko, tato, dan seks bebas telah ditinggalkannya. Ia mulai rajin mengerjakan shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur'an. Pada tahun 2005, ia berhenti dari dinas militer. Ia lalu bekerja di Tempa Islamic Centre.
                    Meski hari-harinya telah diisi dengan kegiatan keislaman, bayang-bayang penyiksaan sadis di Guantanamo tetap tergambar jelas dalam benaknya. Begitulah kekuatan Islam, orang-orang yang memusuhinya berbalik menjadi pembelanya saat mereka telah mengenal keindahannya.
                    Sumber : (muhib almajdi/arrahmah.com)
                    Tawangalun.
                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.