Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Netanyahu: Resolusi PBB atas Palestina Tak Mengubah Apa Pun

Expand Messages
  • Syiah
    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi sinis keputusan Majelis Umum PBB, Kamis (29/11/2012) di New York, yang mengakui Palestina sebagai negara
    Message 1 of 1 , Dec 6, 2012
    • 0 Attachment
      Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi sinis keputusan Majelis Umum PBB, Kamis (29/11/2012) di New York, yang mengakui Palestina sebagai negara pemantau non-anggota. Israel termasuk satu dari 9 anggota yang menentang resolusi tersebut.

      "Ini sebuah resolusi tak bermakna yang tidak mengubah apa pun di lapangan. Tidak akan terbentuk negara Palestina tanpa perjanjian yang memastikan keamanan bagi warga Israel," kata Netanyahu dalam pernyataan resmi untuk menanggapi putusan PBB.

      Netanyahu menuding Palestina telah menyalahi kesepakatan dengan Israel karena membawa masalah kedua pihak ke dalam ranah unilateral. "Upaya perdamaian antara Jerusalem dan Ramallah adalah lewat negosiasi langsung tanpa prakondisi, bukan keputusan unilateral di PBB," ujarnya.

      Ia juga menuding Presiden Palestina Mahmoud Abbas menjalankan propaganda yang tidak berniat menginginkan perdamaian dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB.

      Sebelum voting dimulai, Abbas mengajak anggota delegasi untuk mendukung resolusi dengan menceritakan kembali serangan Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan 170 orang. Abbas mengatakan, perdamaian harus segera dilakukan sehingga tidak perlu ada lagi agresi militer yang mengingatkan adanya pendudukan Israel di Palestina.

      Voting yang akhirnya mendukung status Palestina sebagai negara non-anggota dilakukan pada tanggal yang sama saat voting Resolusi 181 pada 29 November 1947 yang membagi Palestina sebagai bekas jajahan Inggris menjadi dua negara, masing-masing untuk Arab dan Yahudi. Namun, keputusan tersebut ditolak negara-negara Arab dan setelah muncul konflk akhirnya hanya Israel yang diakui sebagai negara enam bulan kemudian.

      Israel yang menduduki Tepi Barat dan Jerusalem Timur sejak 1967 menyatakan, Negara Palestina harus terbentuk dari hasil negosiasi langsung kedua pihak. Prasyarat Israel adalah kepastian keamanan bagi warganya dari serangan warga Palestina.

      Sementara Mahmoud Abbas dalam pidatonya di Majelis Umum PBB menegaskan bahwa Palestina bersikukuh mendapatkan kemerdekaan dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kota berikut wilayah yang diduduki Israel tahun 1967.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.