Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

BREAK!NG NEWS ! ~ I S U S A R A ~ !!!

Expand Messages
  • Eddy Tg
    Rhoma Irama: Kampanye SARA Dibenarkan ________________________________ JAKARTA, KOMPAS.com — Raja dangdut Rhoma Irama yang juga merupakan tim kampanye
    Message 1 of 1 , Jul 30, 2012
    • 0 Attachment
      Rhoma Irama: Kampanye SARA Dibenarkan

      JAKARTA, KOMPAS.com — Raja dangdut Rhoma Irama yang juga merupakan tim kampanye pasangan calon gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menuturkan, kampanye yang mengusung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dibenarkan. Hal ini disampaikannya saat memberikan ceramah shalat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu, (29/7/2012).

      "Di dalam mengampanyekan sesuatu, SARA itu dibenarkan. Sekarang kita sudah hidup di zaman keterbukaan dan demokrasi, masyarakat harus mengetahui siapa calon pemimpin mereka," kata Rhoma Irama.

      Rhoma pun menyebutkan nama Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie atas dasar pembenaran penggunaan isu SARA. "Saya dapat berbicara seperti ini karena memang dibenarkan Ketua Dewan, Jimly Asshidiqie," katanya.

      Senada dengan ustaz dan pengurus masjid sebelumnya yang mengajak para jamaah untuk memilih yang seiman, Rhoma Irama juga mengimbau para jamaah untuk memilih pemimpin yang seiman. "Islam itu agama yang sempurna, memilih pemimpin bukan hanya soal politik, melainkan juga ibadah. Pilihlah yang seiman dengan mayoritas masyarakat Jakarta," ujarnya.

      Dalam ceramahnya, Fauzi Bowo lebih banyak mengingatkan tentang berkah di bulan Ramadhan. "Di bulan Ramadhan mari saling mempererat habluminannas dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Bulan ini merupakan kesempatan emas melakukan ibadah lebih tekun dan khusyuk agar mendapat bonus Allah," ujar pria yang akrab disapa Foke ini.

      Dalam akhir paparannya, Foke mengklaim keberhasilannya dalam membuat suasana kondusif selama memimpin Jakarta. "Jakarta ini bukan kota yang sederhana. Saya bersyukur, selama saya memimpin, tidak ada satu pun masyarakat Jakarta yang memaksa mereka berhenti melaksanakan aktivitas," tuturnya.

      Dalam kesempatan tersebut, Foke memberikan sumbangan kepada anak asuh PKU yang dikelola Muhammadiyah Tanjung Duren dan Masjid Al-Isra, bantuan masjid sebesar Rp 28 juta, Al Quran, alat olahraga, dan lampu hemat energi. Hadir pula Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Fajar Pandjaitan, Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin, dan petinggi harian Poskota.

      http://megapolitan.kompas.com/read/2...ARA.Dibenarkan

      ******************************
      JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqie menanggapi pernyataan Rhoma Irama yang memberikan ceramah tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu, (29/7/2012). Jimly menyebutkan, penggunaan isu suku agama ras dan antar-golongan (SARA) masih diperbolehkan sepanjang itu digunakan sebagai transparansi.
      "Isu SARA ini bersifat netral. Kalau sekadar informatif untuk transparansi, tidak apa-apa," kata Jimly Ashiddiqie, saat dihubungi pada hari Senin (30/7/2012).
      Namun, ia mengingatkan, jangan sampai isu SARA ini digunakan sebagai celah untuk saling menyerang satu sama lain. "Tapi, kalau pada akhirnya identitas ini dipakai untuk menyerang dan menjelek-jelekkan secara negatif dengan menyebar benci dan permusuhan, hal itu tentu sangat dilarang keras," ujar Jimly.
      Saat ditanya tanggapannya mengenai ceramah yang berisi ajakan untuk memilih yang seiman, menurutnya hal itu memang sulit diatur. "Yah, kalau kasus yang seperti itu, sangat susah diaturnya karena urusan internal umat beragama," kata Jimly.
      Menurut dia, jika dilakukan di tempat ibadah seperti masjid atau gereja, maka tentunya hal itu sulit dicegah. "Asal jangan di media publik saja. Kalau di internal masjid, gereja, dan sebagainya tentu sulit dicegah. Biar saja asal tidak di media dan forum publik," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.
      Jimly mengatakan, saat ini faktor agama sudah bukan menjadi faktor utama pemilih dalam memilih calon pemimpin mereka. Keterbukaan informasi yang ada saat ini, dikatakan Jimly, justru akan lebih baik karena digunakan sebagai pendidikan politik yang rasional.
      Mengenai peraturan dan sanksi apabila menemukan kampanye hitam berbau isu SARA, Jimly menyerahkannya kepada Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta (Panwaslu DKI Jakarta). "Kalau sudah ada tindak pelanggaran, itu sudah masuk wilayah kerja Panwaslu. Tanyakan saja ke sana," katanya.
      Sebelumnya diberitakan, raja dangdut Rhoma Irama memberikan ceramah tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (29/7/2012), malam. Dalam ceramahnya, ia menyebutkan bahwa kampanye yang bernada SARA itu dibenarkan. "Di dalam mengampanyekan sesuatu, SARA itu dibenarkan. Sekarang kita sudah hidup di zaman keterbukaan dan demokrasi, masyarakat harus mengetahui siapa calon pemimpin mereka," kata Rhoma Irama, semalam.
      Dalam ceramahnya itu pula, ia menyebutkan nama Jimly Asshiddiqie atas dasar pembenaran penggunaan isu SARA. "Saya dapat berbicara seperti ini karena memang dibenarkan Ketua Dewan, Jimly Asshiddiqie," katanya.
      Editor :
      Hertanto Soebijoto
      *****************************
      Awas, Lempar Isu SARA Terancam Penjara
      JAKARTA, KOMPAS.com - Kampanye hitam dengan berbekal isu mengenai suku, agama, ras, dan golongan tidak henti-hentinya mewarnai putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2012. Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah, mengatakan bahwa dilarang keras melakukan fitnah, menghasut, dan menghina seseorang terkait masalah sara saat sedang berkampanye di depan publik.
      "Itu ada undang-undangnya. Jadi tidak bisa berkampanye dengan cara seperti itu," kata Ramdansyah, Kamis (26/7/2012) di Jakarta.
      Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 78 huruf (b), dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, dan calon kepala daerah atau wakil kepala daerah atau partai politik. Pada Pasal 116 ayat 2, dijelaskan bahwa bagi tiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan larangan pelaksanaan kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 huruf (b), maka akan diancam dengan pidana penjara paling singkat tiga bulan atau paling lama 18 bulan dan atau denda paling sedikit Rp 600.000 dan paling banyak Rp 6.000.000.
      "Jadi sebaiknya menghasut dalam kampanye sebaiknya dihindari," ujar Ramdansyah.
      Beberapa waktu ini, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo-Basuki T Purnama, menjadi korban kampanye hitam yang membawa isu SARA. Tim sukses pasangan nomor urut tiga itu telah melaporkan kepada Panitia Pengawas Pemilu mengenai selebaran gelap di kawasan Jelambar Baru, Jakarta Barat, yang berisi pesan bahwa kemenangan Jokowi-Ahok adalah kemenangan etnis dan agama tertentu.
      Editor :
      Laksono Hari W

      *****************************
      JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung menilai warga DKI Jakarta memiliki tingkat rasionalitas yang paling tinggi dibanding daerah lain. Dengan demikian, Pramono meyakini warga ibu kota tak akan terpengaruh dengan kampanye yang berbau suku, agama, ras, dan golongan (SARA) dalam Pilkada DKI Jakarta.
      "Bukan saya merendahkan (masyarakat) yang lain. Tapi di Jakarta informasi itu lebih cepat dibanding daerah lain. Dengan demikian, kalaupun ada yang terpengaruh dengan saran-saran (SARA) seperti itu, kecil sekali," kata Pramono di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/7/2012).
      Hal itu dikatakan Pramono ketika dimintai tanggapan pernyataan Raja Dangdut Rhoma Irama bahwa kampanye dengan mengusung isu SARA dibenarkan. Rhoma yang merupakan juru kampanye pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli juga menghimbau para jamaah untuk memilih pemimpin yang seiman.
      Perolehan suara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi masih kalah dibanding suara pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama di putaran pertama. Keduanya akan kembali bertarung di putaran kedua September 2012 .
      "Saya meyakini pemilih memiliki preferensi masing- masing siapa yang akan dipilih. Apalagi untuk gubernur yang notabene mempunyai kedekatan pilihan secara langsung oleh warganya," kata Pramono.
      Pramono mengatakan, semua pihak harus sepakat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Untuk itu, politisi PDI Perjuangan itu meminta agar jangan ada pembenturan antara warga dengan membawa isu SARA.
      "Bahwa seseorang dalam agama yang sama kemudian menganjurkan pengikutnya memilih (pasangan tertentu), yah itu boleh-boleh saja. Tapi jangan mengkafirkan atau menyalahkan yang lain. Dalam demokrasi itu yang dilihat bukan agama, tapi yang dilihat orang," kata Pramono.
      Selain itu, Pramono juga berharap Pilkada DKI ini tidak masuk pada wilayah yang sensitif bagi bangsa kita. "Karena di daerah lain juga bisa terjadi hal sama yang mungkin mayoritasnya bukan Islam. Kalau itu terjadi yang dirugikan kita yang selama ini oleh founding fathers dijaga dalam pembukaan UUD 1945 sebagai bangsa yang bhineka, majemuk."
      Editor :
      A. Wisnubrata
      *************************************
      JAKARTA, KOMPAS.com - Memainkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan tak pernah henti-hentinya terjadi jelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2012 putaran kedua. Berbagai hasutan terkait SARA merebak melalui sosial media atau pesan singkat.
      Ketua Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) Syafi'i Mufid mengimbau kepada para warga Jakarta agar tidak mudah terhasut dengan isu murahan berlatar belakang SARA sebab masalah tersebut sangat rentan dan dapat memicu konflik horizontal. "Perpecahan itu muncul karena orang-orang mulai menebar dengan membangun prasangka yang negatif. Harusnya jangan menebar prasangka," kata Syafi'i, Sabtu (28/7/2012) di Jakarta.
      Ia mengatakan bahwa pihaknya tetap berpegang pada seruan moral yang ada dengan tidak memasukkan masalah agama dalam persoalan politik. "Kami sudah mengalami tragedi masa lalu yang tidak menguntungkan ketika persoalan politik dibawa pada ranah agama. Jangan bawa fanatisme sempit," ujar Syafi'i.
      Ia mengatakan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk membuat kondisi Jakarta tetap rukun, aman, dan damai. Ia mengakui Jakarta memang memiliki catatan terkait konflik yang bermuatan SARA, tapi hal itu harus mulai dapat diatasi sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain. "Sekali lagi, jangan membuat kondisi Jakarta yang sudah baik menjadi rusak karena isu semacam itu. Biarkan warga memilih sendiri pemimpin yang memang baik tanpa harus ada pengaruh," ujarnya.
      Editor :
      Laksono Hari W


      **************************************
      JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mendeklarasikan Gerakan Stop Kampanye SARA pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012.

      Hal ini tercetus lantaran kampanye hitam bermuatan masalah Suku, Agama, Ras, Antar golongan (SARA) makin marak.

      "Kami bersama dengan FKUB ingin memberikan imbauan pada kedua pasangan calon yang lolos putaran kedua beserta tim sukses dan pendukung untuk tidak menebar isu SARA," kata Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, di Gedung Sasana Prasada Karya, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

      Ia mengungkapkan bahwa mencuatnya isu SARA ini sudah tercium bahkan sebelum penetapan pasangan calon pada Mei lalu. Selebaran yang berisi kegagalan salah satu pasangan calon tertentu di suatu daerah sempat muncul.

      Kemudian disusul munculnya poster dengan tulisan "1 Guru 1 Ilmu" yang menampilkan wajah-wajah tersangka korupsi dari Partai Demokrat. Namun, kedua kampanye hitam tersebut langsung diturunkan paksa oleh pihaknya sebelum memasuki kampanye.

      Memasuki putaran kedua, isu SARA semakin marak sehingga butuh pencegahan. Isu ini tidak hanya melalui selebaran atau poster tapi juga melalui pesan berantai pada ponsel. Hal ini tentu saja ditakutkan akan memunculkan konflik yang tidak diinginkan.

      "Kami mengajak pada masyarakat dan juga media untuk terus memperkuat kampanye Stop SARA pada putaran kedua ini," ujar Ramdansyah.

      Saat ini, Panwaslu juga tengah menangani beberapa kasus terkait isu SARA yang menyebar di wilayah Jelambar Baru, Grogol Petamburan dan Menteng Atas. Untuk itu, kini pihaknya membutuhkan peranan pemuka agama untuk ikut menyosialisasikan imbauan kampanye Stop SARA ini.

      "Imbauan dari pemuka agama ini sangat dibutuhkan karena mudah-mudahan dapat mengurangi potensi SARA yang akan terjadi," tandasnya.
      Editor :
      Reza Wahyudi
      *********************************************
      Tim Jokowi-Ahok Gencar Perangi Isu SARA (Selasa, 31 Juli 2012)

      JAKARTA, KOMPAS.com - Tim sukses pasangan Jokowi-Ahok sangat gencar memerangi isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang belakangan ini menghantam kubu mereka. Mengingat dengan isu semacam itu hanya akan membuat kondisi Jakarta tidak aman.
      Tim sukses pasangan Jokowi-Ahok, Denny Iskandar, mengatakan, melempar kampanye hitam yang bermuatan isu SARA pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta ini adalah perbuatan yang tidak jantan.
      "Mempermainkan isu SARA adalah perbuatan yang tidak jantan. Isu SARA ini juga sangat berbahaya jika masuk ke anak muda," kata Denny, di Jakarta, Selasa (31/7/2012).
      Menanggapi langkah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) medeklarasikan Gerakan Kampanye Stop SARA pada Sabtu (28/7/2012) lalu, tim sukses Jokowi-Ahok sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
      "Tentu saja sangat mendukung sepenuhnya ajakan Panwaslu dan FKUB kepada para calon, untuk tidak mengusung isu berbau SARA dalam kampanye," ungkap Denny.
      Selanjutnya, ia meminta agar warga Jakarta tidak mudah terpancing dengan isu murahan yang bermuatan SARA. Jika menemukan orang yang menebar isu SARA terhadap pasangan calon manapun, maka diminta untuk segera melapor dan membawa bukti pada Panwaslu atau yang berwajib.
      Editor :
      Hertanto Soebijoto
      **************************************
      JUST RELAX ! JUST JOKE !

      Ada cewek sexy sedang kampanye dg menggunalan tato dipahanya,
      Cewe sexy ini dgn rok mininya naik angkot.
      Ia memamerkan tato Jokowi di paha kiri & tato Ahok di paha kanan.

      Cowok yg duduk di depannya melihat lurus ke sela paha cewek tsb /antara paha kiri dengan paha kanan\,
      sambil mengernyitkan dahi tanpa berkedip..................!
      Cewek sexy itu dgn sewot bertanya: "Ngapain elu pelototin paha gua terus menerus?" 

      Dgn kalem cowok itu menjawab:
      "Maaf non, apakah yg kumisan di tengah itu Fauzi Bowo ?"

      =)) =)). ♥ħǻάª² ;;;;:*ħǻάª² ;;;♥ǻάªª²³ ;;;♥♥:)







    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.