Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

30Juli

Expand Messages
  • I
    Tidak halal engkau mengambil Herodias! (Im 25:1.8-17; Mat 14:1-12) Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu
    Message 1 of 2 , Jul 28, 2011
    • 0 Attachment
      "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
      (Im 25:1.8-17; Mat 14:1-12)
      " Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus." (Mat 14:1-12), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
      Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
      • Dalam Warta Gembira hari ini ditampilkan tokoh Herodes dan Yohanes Pembaptis: Herodes dikenal sebagai orang yang gila terhadap kuasa, harta, hormat dan perempuan, sedangkan Yohanes Pembaptis dikenal sebagai seorang nabi yang berani berkorban demi kebenaran, maka ia berani menegor raja Herodes "Tidak halal engkau mengambil Herodias". Herodias adalah isteri Filipus, saudara Herodes. Memang orang yang kaya akan harta benda, terhormat dan berkuasa mudah tergoda untuk kawin-cerai, termasuk merebut isteri otang lain atau suadaranya atau berselingkuh seenaknya. Sebagai orang beriman kita memiliki tugas kenabian, maka marilah kita hayati kenabian kita dengan meneladan Yohanes Pembaptis. Hendaknya tidak takut dan tidak gentar memberantas aneka bentuk kejahatan, korupsi serta perselingkuhan. Maka secara khusus kami mengajak para penegak dan pejuang kebenaran untuk dengan tegas memberantas kejahatan, korupsi dan perselingkuhan. Kami harapkan para penegak hukum seperti hakim, jaksa, polisi dst..tidak `tebang pilih' dalam memberantas kejahatan dan korupsi. Para pejabat dan petinggi hidup bermasyarakat, bernegara dan berbangsa hendaknya menjadi teladan hidup jujur, tidak korupsi dan tidak berbuat jahat. Demikian juga para wakil rakyat yang duduk di DPR maupun DPRD; ingatlah anda adalah wakil rakyat yang harus memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan/organisasi. Ketua anda adalah rakyat, maka sebagai wakil rakyat jika tidak melaksanakan kehendak rakyat, tahu akibatnya: anda akan dipecat oleh rakyat dengan cara rakyat. Marilah kita hayati iman dan ajaran agama kita di dalam hidup sehari-hari dengan hidup baik, berbudi pekerti luhur atau bermoral; hendaknya jangan mengambil milik orang lain tanpa izin pemilik yang bersangkutan.
      • "Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu" (Im 25;17), demikian kutipan Firman Allah kepada Musa berkenaan dengan tahun Yobel. Marilah firman ini kita renungkan dan hayati, sebagai bukti bahwa kita sungguh beriman, memepersembahkan diri seutuhnya kepada Allah. "Janganlah kamu merugikan satu sama lain, sebaliknya hendaknya kamu saling menguntungkan satu sama lain". "Win-win solution" itulah pedoman atau acuan ketika harus menyelesaikan aneka masalah atau pertentangan. Secara khusus kami berharap kepada para pengusaha atau memperkerjakan orang, hendaknya memberi imbal jasa atau gaji yang memadai, sehingga mereka yang membantu usaha anda sungguh dapat hidup sejahtera. Para pengusaha hendaknya ingat bahwa para buruh atau pegawai yang membantu keberhasilan usahanya. Jika anda tidak mensejahterakan buruh atau pegawai anda, maka ada kemungkinan mereka akan bekerja seenaknya serta melakukan korupsi. Jika pengusaha pelit dalam mensejaherakan buruh atau pegawainya, maka para buruh atau pegawai juga akan pelit menyumbangkan tenaga dan waktunya dalam bekerja. Tahun Yobel juga merupakan tahun pengampunan, maka baiklah kami mengajak anda yang memberi hutang kepada orang lain untuk memberi pengampunan, entah membebaskan semua hutangnya atau sebagian dari hutangnya. Kepada mereka yang bermusuhan kami harapkan untuk berdamai dan saling mengampuni.
      " Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi." (Mzm 67:2-3.5)
      Ign 30 Juli 2011
    • marya_sj
      Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu. (Kel 33: 7-11; 34:5b-9.28; Mat 13:36-43) Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu,
      Message 2 of 2 , Jul 28, 2013
      • 0 Attachment
        "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."

        (Kel 33: 7-11; 34:5b-9.28; Mat 13:36-43)

        " Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang.
        Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada
        kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya:
        "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah
        dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si
        jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai
        ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang
        itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
        Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan
        mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang
        melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan
        ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan
        gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti
        matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia
        mendengar!" (Mat 13:36-43), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

        Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
        sederhana sebagai berikut:

        · Yesus adalah guru yang baik, Ia mengajar dengan sederhana, antara
        lain dengan menggunakan apa yang ada dalam hidup sehari-hari. Di Tanah
        Suci/Israel pohon sesawi tumbuh dengan subur di ladang-ladang dan
        memang kelihatan burung-burung kecil bertengger di pohon tersebut
        untuk mencari makanan, biji sesawi yang sangat kecil. Yesus
        mengajarkan perihal Kerajaan Allah bagaikan biji sesawi, diawali
        dengan `kecil sekali' berproses terus-menerus, tumbuh dan berkembang
        lama-lama semakin besar tak terkendalikan pertumbuhan dan
        perkembangannya. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan anda
        sekalian yang beriman kepada Yesus Kristus: jangan takut dan gentar
        meskipun anda sendirian atau dalam jumlah kecil tinggal di suatu
        tempat, entah tempat tinggal atau tempat kerja. Setialah pada iman
        anda dan percayalah bahwa pada waktunya Allah akan menambahkan teman
        seiman kepada anda. Memang dari anda sendiri diharapkan mewujudkan
        iman anda dalam cara hidup dan cara bertindak sehari-hari, sehingga
        cara hidup dan cara bertindak anda senantiasa memikat, mempesona dan
        menarik orang lain untuk mendekat dan bergabung. Dengan kata lain
        kesaksian hidup merupakan cara utama dan pertama-tama dalam tugas
        pewartaan/missioner, yang tak tergantikan dengan cara apapun. Maka
        dengan ini kami mengajak segenap umat beriman untuk hidup dan berindak
        dijiwai oleh iman, karena iman tanpa perbuatan omong-kosong, mati.

        · "Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar
        perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan.
        Setiap orang yang mencari TUHAN, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan
        yang di luar perkemahan. Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu,
        bangunlah seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di
        pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia
        masuk ke dalam kemah. Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah
        tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan
        Musa di sana." (Kel.33:7-9). Kutipan ini kiranya dapat menjadi bahan
        refleksi kita dalam rangka hidup beriman atau beragama. Hendaknya kita
        jangan sibuk berdoa saja, melainkan terlibat dalam seluk beluk
        kehidupan sehari-hari, karena Tuhan tidak hanya ditemukan di dalam
        rumah ibadat saja, tetapi juga hadir dan berkarya dalam seluruh
        ciptaanNya di bumi ini. Pertama-tama marilah kita temukan Tuhan di
        alam raya, keluar dari kamar kerja atau rumah kita, menikmati
        keindahan alam raya. Bukankah cukup banyak orang menjadi bergairah
        hidupnya, sebagaimana dialami oleh mereka yang mengadakan penyegaran
        diri dengan menikmati pantai atau pegunungan. Segala yang elok, indah
        dan mempesona di alam raya ini merupakan karya Tuhan dan Ia terus
        berkarya dalam keelokan dan keindahan alam raya ini. Kita juga dapat
        menemukan Tuhan dalam diri saudara-saudari kita yang bergairah dan
        bersemangat serta dinamis dalam hidup dan kerja sehari-hari, meskipun
        harus menghadapi aneka tantangan, masalah dan hambatan. Kegairahan dan
        semangat hidup mereka merupakan penghayatan karya Tuhan dalam dirinya
        yang lemah dan rapuh. Kemungkinan juga kita kagum dan terpesona oleh
        gadis atau perempuan yang cantik atau laki-laki yang tampan, hendaknya
        ketika anda melihatnya segera memuji dan memuliakan Tuhan, karena
        kecantikan atau ketampanan tersebut merupakan karya atau anugerah
        Tuhan. Pendek kata kita jangan sibuk hanya berdoa atau beribadah dalam
        tempat ibadat saja, hayatilah hidup dan kerja anda sebagai ibadah
        kepada Tuhan.

        "TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang
        diperas.Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa,
        perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel. TUHAN adalah penyayang
        dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia
        menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam." (Mzm 103:6-9)

        Ign 30 Juli 2013
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.