Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Sembahyang Muslim Tidak Sampai Alamatnya? http://bacabacaquran.com/

Expand Messages
  • siap murtad
    Sembahyang Muslim Tidak Sampai Kepada Alamatnya? http://bacabacaquran.com/ Mari kita baca: Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsiran, wala yaghfirudz
    Message 1 of 5 , Jun 1, 2011
    • 0 Attachment
      Sembahyang Muslim Tidak Sampai Kepada Alamatnya?

      http://bacabacaquran.com/

      Mari kita baca:
      Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsiran, wala yaghfirudz dzunuba illa anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal ghafurur rahim.”
      “Wahai, Allah! Bahwasanya aku aniaya terhadap diriku sendiri dengan penganiayaan yang banyak. Tidak ada yang berhak mengampuni aku melainkan hanya Engkau. Karena itu ampunilah aku sebenarnya ampun dari Engkau. Dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.”
      Ini adalah doa ajaran Rasulullah saw yang disampaikan kepada Abu Bakar Shiddiq r.a. ketika ia minta diajarkan oleh Muhammad untuk membaca doa dalam shalat. Lihat Shahih Bukhari no.455.
      Rupa-rupanya Muhammad tahu bahwa manusia amat banyak kesalahannya dalam segala aspek kehidupannya, sehingga perlu selalu membaca doa khusus ini dalam shalatnya. Beliau sadar bahwa hal itu juga berlaku untuk dirinya yang penuh bergelimang dalam dosa dan kesalahan, sedemikian sehingga beliau sendiri bahkan harus mengakui: “Demi Allah! Saya minta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” ( Shahih Bukhari no.1732).
      Pertanyaan yang langsung sampai kebenak orang adalah apakah sesungguhnya dosa-dosa Muhammad itu sehingga mengharuskan dia minta ampun begitu banyak? Dan apakah tidak kapok-kapoknya Muhammad berbuat dosa sehingga mengharuskan dia minta ampun setiap hari sebegitu-gitu lagi? Apakah dia tidak maksum sebagai nabi Allah, alias “kebal” dari dosa? ATAU jangan-jangan doanya kepada Allah SWT memang tidak sampai kepada alamatnya, sehingga ia was-was merasa dikejar guilty-feeling (perasaan berdosa) lalu mengulang-ulang doa yang itu-itu lagi kepada Allahnya setiap hari? Teman Muslim mungkin menertawakan kemungkinan terakhir ini. Namun justru itulah agaknya kemungkinan yang paling masuk akal! No way, How come?
      KOMENTAR KITA:
      Kesan kita sangat absah bahwa apa yang didoakan oleh Muhammad dulu — dan kini Muslim—tidak sampai kepada alamatnya! Bukan semata-mata karena isi doanya tidak diridhoi Allah, tetapi justru karena jalur dan vehicle (kendaraan) yang menyampaikannya itu tidak absah!
      Diseluruh kisah para nabi dalam kitab-kitab suci sebelum Al-Quran, Tuhan Elohim selalu berfirman langsung kepada setiap mereka, dan sebaliknya mereka berbicara atau bertanya balik langsung kepada Tuhannya tanpa batasan apapun, seperti layaknya dalam hubungan anak dengan Bapanya. Hanya kepada Muhammad seorang – yang mengklaim “nabi terbesar dan terakhir” – ditetapkan batasan batasan Allah SWT, yang hanya memperkenankan Muhammad untuk berkomunikasi kepada Nya dengan dua syarat. Satu, komunikasi tidak langsung, alias lewat ruh Jibril. Dan dua, komunikasi satu arah, ala dikte, tidak ada dialog balik atau tanya jawab!
      Nah, jikalau Allah SWT tidak berkenan untuk berkonunikasi langsung dengan Nabi-Nya yang satu ini, maka dimanakah AKSES bagi Muhammad dan para pengikutnya untuk BERDOA LANGSUNG KEPADA ALLAH? Dan jikalau Allah SWT tidak menerima komunikasi timbal-balik kecuali pendikte-an kebawah, maka bagaimana Dia akan “menerima” doa yang kini disampaikan para Muslim balik keatas ? Dimanapun, aturan dan jalur komunikasi adalah “timbal-balik” menurut apa yang ditetapkan dan dicontohkan dari otoritas-atas kebawah. Dan jikalau Muhammad (dan kini Muslim) ingin berkomunikasi dengan Allah SWT, maka dia tidak bisa nyelonong langsung kealamat atas tanpa melewati jalur Jibril pula! Hubungan Muslim dengan Allah SWT dalam Islam adalah hubungan budak dengan sang Tuan, ada batasan batasan yang menyekat, bukan hubungan anak dengan sang Bapa dalam kasih anugerah-Nya seperti yang difirmankan-Nya dalam Alkitab.
      Tidak heran kenapa doa Muhammad disaat yang walau paling kritis dan memilukan, namun beliau tidak tampak “dihiraukan” oleh Allah-nya. Saat saat terakhir, Muhammad mengajukan dua doa permintaan kepada Allah SWT diujung akhir nafasnya:
      “Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya,
      dan hubungkan saya dengan Teman Yang Maha Tinggi”.

      (Shahih Bukhari no.1573).
      Namun dia ditinggal sendiri dengan doanya yang kosong… tidak ada Jibril disitu … tidak ada hadhirat Allah yang hadir … tidak pula dihubungkan dengan satu sosok Teman Yang Maha Tinggi yang dimintakannya. Tragis… Dan jikalau Anda menyelidikinya dengan seksama, kemungkinan besar sosok yang dia maksudkan itu adalah Isa Al-Masih yang ada disisi Tuhan, sosok Yang Terkemuka di Alam Akhirat (dan dialam dunia), menurut Surat 3:45 ! Bukankah Muhammad tahu persis bahwa Isa Al-Masih lah yang akan menjadi TANDA dan SAKSI bagi hari KIAMAT, ahlul dan pemegang mandat alam akhirat. Maka Muhammad juga buru-buru berkata: “Saya yang lebih dekat dengan Isa anak Maryam didunia dan diakhirat”. (Bukhari no.1501). Namun hubungan paling dekat ini tidak terwujud.
      Nabi besar ini telah berjuang hebat disepanjang hidupnya. Dia menemukan keberhasilan besar didunia, namun terlambat menemukan jalan dan jalur yang hakiki keakhirat, yaitu Sang Jalan untuk sampai kepada alamatnya yang ASALI! Sebab Isa al_Masih berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Andaikata Muhammad memakai jalur yang benar, jalur syafatnya Isa al-Masih yang otoritatif, maka ceritanya akan berlainan diakhirat. Lihat seorang penyamun yang disalibkan disamping Yesus. Sang penjahat ini menyesal dan minta langsung kepada Yesus, agar dirinya dihubungkan, dengan berkata:
      “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
      Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
      hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

      (Lukas 23:42-43).


    • Satria Baja Hitam
      Makanya muslim maksain Tuhan dg nungang nungging sampe nyungsep2 ke lantai siang malam bahkan masih juga ada tahajud dan shalat2 sunah lainnya, hampir nggak
      Message 2 of 5 , Jun 2, 2011
      • 0 Attachment
        Makanya muslim maksain Tuhan dg nungang nungging sampe nyungsep2 ke lantai siang malam bahkan masih juga ada tahajud dan shalat2 sunah lainnya, hampir nggak bisa tidur krn mau maksain Tuhan spymau nolongin. Tetapi Tuhannya bilang no no no, kamu hrs ngos2an dulu (Qs 13 : 11). Itupun kalau aku mau, krn aku sdh tetapkan takdir .



        Dari: siap murtad <islamic.invasion@...>
        Kepada: proletar milis <proletar@yahoogroups.com>
        Terkirim: Rab, 1 Juni, 2011 15:55:05
        Judul: [islam-kristen] Sembahyang Muslim Tidak Sampai Alamatnya? http://bacabacaquran.com/

         

        Sembahyang Muslim Tidak Sampai Kepada Alamatnya?

        http://bacabacaquran.com/

        Mari kita baca:
        Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsiran, wala yaghfirudz dzunuba illa anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal ghafurur rahim.”
        “Wahai, Allah! Bahwasanya aku aniaya terhadap diriku sendiri dengan penganiayaan yang banyak. Tidak ada yang berhak mengampuni aku melainkan hanya Engkau. Karena itu ampunilah aku sebenarnya ampun dari Engkau. Dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.”
        Ini adalah doa ajaran Rasulullah saw yang disampaikan kepada Abu Bakar Shiddiq r.a. ketika ia minta diajarkan oleh Muhammad untuk membaca doa dalam shalat. Lihat Shahih Bukhari no.455.
        Rupa-rupanya Muhammad tahu bahwa manusia amat banyak kesalahannya dalam segala aspek kehidupannya, sehingga perlu selalu membaca doa khusus ini dalam shalatnya. Beliau sadar bahwa hal itu juga berlaku untuk dirinya yang penuh bergelimang dalam dosa dan kesalahan, sedemikian sehingga beliau sendiri bahkan harus mengakui: “Demi Allah! Saya minta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” ( Shahih Bukhari no.1732).
        Pertanyaan yang langsung sampai kebenak orang adalah apakah sesungguhnya dosa-dosa Muhammad itu sehingga mengharuskan dia minta ampun begitu banyak? Dan apakah tidak kapok-kapoknya Muhammad berbuat dosa sehingga mengharuskan dia minta ampun setiap hari sebegitu-gitu lagi? Apakah dia tidak maksum sebagai nabi Allah, alias “kebal” dari dosa? ATAU jangan-jangan doanya kepada Allah SWT memang tidak sampai kepada alamatnya, sehingga ia was-was merasa dikejar guilty-feeling (perasaan berdosa) lalu mengulang-ulang doa yang itu-itu lagi kepada Allahnya setiap hari? Teman Muslim mungkin menertawakan kemungkinan terakhir ini. Namun justru itulah agaknya kemungkinan yang paling masuk akal! No way, How come?
        KOMENTAR KITA:
        Kesan kita sangat absah bahwa apa yang didoakan oleh Muhammad dulu — dan kini Muslim—tidak sampai kepada alamatnya! Bukan semata-mata karena isi doanya tidak diridhoi Allah, tetapi justru karena jalur dan vehicle (kendaraan) yang menyampaikannya itu tidak absah!
        Diseluruh kisah para nabi dalam kitab-kitab suci sebelum Al-Quran, Tuhan Elohim selalu berfirman langsung kepada setiap mereka, dan sebaliknya mereka berbicara atau bertanya balik langsung kepada Tuhannya tanpa batasan apapun, seperti layaknya dalam hubungan anak dengan Bapanya. Hanya kepada Muhammad seorang – yang mengklaim “nabi terbesar dan terakhir” – ditetapkan batasan batasan Allah SWT, yang hanya memperkenankan Muhammad untuk berkomunikasi kepada Nya dengan dua syarat. Satu, komunikasi tidak langsung, alias lewat ruh Jibril. Dan dua, komunikasi satu arah, ala dikte, tidak ada dialog balik atau tanya jawab!
        Nah, jikalau Allah SWT tidak berkenan untuk berkonunikasi langsung dengan Nabi-Nya yang satu ini, maka dimanakah AKSES bagi Muhammad dan para pengikutnya untuk BERDOA LANGSUNG KEPADA ALLAH? Dan jikalau Allah SWT tidak menerima komunikasi timbal-balik kecuali pendikte-an kebawah, maka bagaimana Dia akan “menerima” doa yang kini disampaikan para Muslim balik keatas ? Dimanapun, aturan dan jalur komunikasi adalah “timbal-balik” menurut apa yang ditetapkan dan dicontohkan dari otoritas-atas kebawah. Dan jikalau Muhammad (dan kini Muslim) ingin berkomunikasi dengan Allah SWT, maka dia tidak bisa nyelonong langsung kealamat atas tanpa melewati jalur Jibril pula! Hubungan Muslim dengan Allah SWT dalam Islam adalah hubungan budak dengan sang Tuan, ada batasan batasan yang menyekat, bukan hubungan anak dengan sang Bapa dalam kasih anugerah-Nya seperti yang difirmankan-Nya dalam Alkitab.
        Tidak heran kenapa doa Muhammad disaat yang walau paling kritis dan memilukan, namun beliau tidak tampak “dihiraukan” oleh Allah-nya. Saat saat terakhir, Muhammad mengajukan dua doa permintaan kepada Allah SWT diujung akhir nafasnya:
        “Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya,
        dan hubungkan saya dengan Teman Yang Maha Tinggi”.

        (Shahih Bukhari no.1573).
        Namun dia ditinggal sendiri dengan doanya yang kosong… tidak ada Jibril disitu … tidak ada hadhirat Allah yang hadir … tidak pula dihubungkan dengan satu sosok Teman Yang Maha Tinggi yang dimintakannya. Tragis… Dan jikalau Anda menyelidikinya dengan seksama, kemungkinan besar sosok yang dia maksudkan itu adalah Isa Al-Masih yang ada disisi Tuhan, sosok Yang Terkemuka di Alam Akhirat (dan dialam dunia), menurut Surat 3:45 ! Bukankah Muhammad tahu persis bahwa Isa Al-Masih lah yang akan menjadi TANDA dan SAKSI bagi hari KIAMAT, ahlul dan pemegang mandat alam akhirat. Maka Muhammad juga buru-buru berkata: “Saya yang lebih dekat dengan Isa anak Maryam didunia dan diakhirat”. (Bukhari no.1501). Namun hubungan paling dekat ini tidak terwujud.
        Nabi besar ini telah berjuang hebat disepanjang hidupnya. Dia menemukan keberhasilan besar didunia, namun terlambat menemukan jalan dan jalur yang hakiki keakhirat, yaitu Sang Jalan untuk sampai kepada alamatnya yang ASALI! Sebab Isa al_Masih berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Andaikata Muhammad memakai jalur yang benar, jalur syafatnya Isa al-Masih yang otoritatif, maka ceritanya akan berlainan diakhirat. Lihat seorang penyamun yang disalibkan disamping Yesus. Sang penjahat ini menyesal dan minta langsung kepada Yesus, agar dirinya dihubungkan, dengan berkata:
        “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
        Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
        hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

        (Lukas 23:42-43).


      • wiedyaparamita@yahoo.com
        Hahahahaaa lucu sekali SBH ini hihihi ... From: Satria Baja Hitam Sender: islam-kristen@yahoogroups.com Date: Fri, 3 Jun 2011 08:32:57
        Message 3 of 5 , Jun 15, 2011
        • 0 Attachment
          Hahahahaaa lucu sekali SBH ini hihihi
          From: Satria Baja Hitam <s4tr14bh@...>
          Sender: islam-kristen@yahoogroups.com
          Date: Fri, 3 Jun 2011 08:32:57 +0800 (SGT)
          To: <islam-kristen@yahoogroups.com>
          ReplyTo: islam-kristen@yahoogroups.com
          Subject: Bls: [islam-kristen] Sembahyang Muslim Tidak Sampai Alamatnya? http://bacabacaquran.com/

           

          Makanya muslim maksain Tuhan dg nungang nungging sampe nyungsep2 ke lantai siang malam bahkan masih juga ada tahajud dan shalat2 sunah lainnya, hampir nggak bisa tidur krn mau maksain Tuhan spymau nolongin. Tetapi Tuhannya bilang no no no, kamu hrs ngos2an dulu (Qs 13 : 11). Itupun kalau aku mau, krn aku sdh tetapkan takdir .



          Dari: siap murtad <islamic.invasion@...>
          Kepada: proletar milis <proletar@yahoogroups.com>
          Terkirim: Rab, 1 Juni, 2011 15:55:05
          Judul: [islam-kristen] Sembahyang Muslim Tidak Sampai Alamatnya? http://bacabacaquran.com/

           

          Sembahyang Muslim Tidak Sampai Kepada Alamatnya?

          http://bacabacaquran.com/

          Mari kita baca:
          Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsiran, wala yaghfirudz dzunuba illa anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal ghafurur rahim.”
          “Wahai, Allah! Bahwasanya aku aniaya terhadap diriku sendiri dengan penganiayaan yang banyak. Tidak ada yang berhak mengampuni aku melainkan hanya Engkau. Karena itu ampunilah aku sebenarnya ampun dari Engkau. Dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.”
          Ini adalah doa ajaran Rasulullah saw yang disampaikan kepada Abu Bakar Shiddiq r.a. ketika ia minta diajarkan oleh Muhammad untuk membaca doa dalam shalat. Lihat Shahih Bukhari no.455.
          Rupa-rupanya Muhammad tahu bahwa manusia amat banyak kesalahannya dalam segala aspek kehidupannya, sehingga perlu selalu membaca doa khusus ini dalam shalatnya. Beliau sadar bahwa hal itu juga berlaku untuk dirinya yang penuh bergelimang dalam dosa dan kesalahan, sedemikian sehingga beliau sendiri bahkan harus mengakui: “Demi Allah! Saya minta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” ( Shahih Bukhari no.1732).
          Pertanyaan yang langsung sampai kebenak orang adalah apakah sesungguhnya dosa-dosa Muhammad itu sehingga mengharuskan dia minta ampun begitu banyak? Dan apakah tidak kapok-kapoknya Muhammad berbuat dosa sehingga mengharuskan dia minta ampun setiap hari sebegitu-gitu lagi? Apakah dia tidak maksum sebagai nabi Allah, alias “kebal” dari dosa? ATAU jangan-jangan doanya kepada Allah SWT memang tidak sampai kepada alamatnya, sehingga ia was-was merasa dikejar guilty-feeling (perasaan berdosa) lalu mengulang-ulang doa yang itu-itu lagi kepada Allahnya setiap hari? Teman Muslim mungkin menertawakan kemungkinan terakhir ini. Namun justru itulah agaknya kemungkinan yang paling masuk akal! No way, How come?
          KOMENTAR KITA:
          Kesan kita sangat absah bahwa apa yang didoakan oleh Muhammad dulu — dan kini Muslim—tidak sampai kepada alamatnya! Bukan semata-mata karena isi doanya tidak diridhoi Allah, tetapi justru karena jalur dan vehicle (kendaraan) yang menyampaikannya itu tidak absah!
          Diseluruh kisah para nabi dalam kitab-kitab suci sebelum Al-Quran, Tuhan Elohim selalu berfirman langsung kepada setiap mereka, dan sebaliknya mereka berbicara atau bertanya balik langsung kepada Tuhannya tanpa batasan apapun, seperti layaknya dalam hubungan anak dengan Bapanya. Hanya kepada Muhammad seorang – yang mengklaim “nabi terbesar dan terakhir” – ditetapkan batasan batasan Allah SWT, yang hanya memperkenankan Muhammad untuk berkomunikasi kepada Nya dengan dua syarat. Satu, komunikasi tidak langsung, alias lewat ruh Jibril. Dan dua, komunikasi satu arah, ala dikte, tidak ada dialog balik atau tanya jawab!
          Nah, jikalau Allah SWT tidak berkenan untuk berkonunikasi langsung dengan Nabi-Nya yang satu ini, maka dimanakah AKSES bagi Muhammad dan para pengikutnya untuk BERDOA LANGSUNG KEPADA ALLAH? Dan jikalau Allah SWT tidak menerima komunikasi timbal-balik kecuali pendikte-an kebawah, maka bagaimana Dia akan “menerima” doa yang kini disampaikan para Muslim balik keatas ? Dimanapun, aturan dan jalur komunikasi adalah “timbal-balik” menurut apa yang ditetapkan dan dicontohkan dari otoritas-atas kebawah. Dan jikalau Muhammad (dan kini Muslim) ingin berkomunikasi dengan Allah SWT, maka dia tidak bisa nyelonong langsung kealamat atas tanpa melewati jalur Jibril pula! Hubungan Muslim dengan Allah SWT dalam Islam adalah hubungan budak dengan sang Tuan, ada batasan batasan yang menyekat, bukan hubungan anak dengan sang Bapa dalam kasih anugerah-Nya seperti yang difirmankan-Nya dalam Alkitab.
          Tidak heran kenapa doa Muhammad disaat yang walau paling kritis dan memilukan, namun beliau tidak tampak “dihiraukan” oleh Allah-nya. Saat saat terakhir, Muhammad mengajukan dua doa permintaan kepada Allah SWT diujung akhir nafasnya:
          “Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya,
          dan hubungkan saya dengan Teman Yang Maha Tinggi”.

          (Shahih Bukhari no.1573).
          Namun dia ditinggal sendiri dengan doanya yang kosong… tidak ada Jibril disitu … tidak ada hadhirat Allah yang hadir … tidak pula dihubungkan dengan satu sosok Teman Yang Maha Tinggi yang dimintakannya. Tragis… Dan jikalau Anda menyelidikinya dengan seksama, kemungkinan besar sosok yang dia maksudkan itu adalah Isa Al-Masih yang ada disisi Tuhan, sosok Yang Terkemuka di Alam Akhirat (dan dialam dunia), menurut Surat 3:45 ! Bukankah Muhammad tahu persis bahwa Isa Al-Masih lah yang akan menjadi TANDA dan SAKSI bagi hari KIAMAT, ahlul dan pemegang mandat alam akhirat. Maka Muhammad juga buru-buru berkata: “Saya yang lebih dekat dengan Isa anak Maryam didunia dan diakhirat”. (Bukhari no.1501). Namun hubungan paling dekat ini tidak terwujud.
          Nabi besar ini telah berjuang hebat disepanjang hidupnya. Dia menemukan keberhasilan besar didunia, namun terlambat menemukan jalan dan jalur yang hakiki keakhirat, yaitu Sang Jalan untuk sampai kepada alamatnya yang ASALI! Sebab Isa al_Masih berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Andaikata Muhammad memakai jalur yang benar, jalur syafatnya Isa al-Masih yang otoritatif, maka ceritanya akan berlainan diakhirat. Lihat seorang penyamun yang disalibkan disamping Yesus. Sang penjahat ini menyesal dan minta langsung kepada Yesus, agar dirinya dihubungkan, dengan berkata:
          “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”
          Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
          hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

          (Lukas 23:42-43).


        • ndeboost
          Lalu bagaimana takdir menurut imanmu? Bisa mintakan utk diubah ga? ... Alamatnya? http://bacabacaquran.com/ ... lantai siang ... nggak bisa ... no no, ...
          Message 4 of 5 , Jun 29, 2011
          • 0 Attachment
            Lalu bagaimana takdir menurut imanmu? Bisa mintakan utk diubah ga?
            --- In islam-kristen@yahoogroups.com, wiedyaparamita@... wrote:
            >
            > Hahahahaaa lucu sekali SBH ini hihihi
            > -----Original Message-----
            > From: Satria Baja Hitam s4tr14bh@...
            > Sender: islam-kristen@yahoogroups.com
            > Date: Fri, 3 Jun 2011 08:32:57
            > To: islam-kristen@yahoogroups.com
            > Reply-To: islam-kristen@yahoogroups.com
            > Subject: Bls: [islam-kristen] Sembahyang Muslim Tidak Sampai
            Alamatnya? http://bacabacaquran.com/
            >
            > Makanya muslim maksain Tuhan dg nungang nungging sampe nyungsep2 ke
            lantai siang
            > malam bahkan masih juga ada tahajud dan shalat2 sunah lainnya, hampir
            nggak bisa
            > tidur krn mau maksain Tuhan spymau nolongin. Tetapi Tuhannya bilang no
            no no,
            > kamu hrs ngos2an dulu (Qs 13 : 11). Itupun kalau aku mau, krn aku sdh
            tetapkan
            > takdir .
            >
            >
            >
            >
            >
            > ________________________________
            > Dari: siap murtad islamic.invasion@...
            > Kepada: proletar milis proletar@yahoogroups.com
            > Terkirim: Rab, 1 Juni, 2011 15:55:05
            > Judul:[islam-kristen] Sembahyang Muslim Tidak Sampai Alamatnya?
            > http://bacabacaquran.com/
            >
            >
            > Sembahyang Muslim Tidak Sampai Kepada Alamatnya?
            >
            > http://bacabacaquran.com/
            >
            >
            > Mari kita baca:
            > Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsiran, wala yaghfirudz
            dzunuba illa
            > anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal
            ghafurur rahim.”
            > “Wahai, Allah! Bahwasanya aku aniaya terhadap diriku sendiri
            dengan
            > penganiayaan yang banyak. Tidak ada yang berhak mengampuni aku
            melainkan hanya
            > Engkau. Karena itu ampunilah aku sebenarnya ampun dari Engkau. Dan
            kasihanilah
            > aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.”
            > Ini adalah doa ajaran Rasulullah saw yang disampaikan kepada Abu
            Bakar Shiddiq
            > r.a. ketika ia minta diajarkan oleh Muhammad untuk membaca doa dalam
            shalat.
            > Lihat Shahih Bukhari no.455.
            > Rupa-rupanya Muhammad tahu bahwa manusia amat banyak kesalahannya
            dalam segala
            > aspek kehidupannya, sehingga perlu selalu membaca doa khusus ini
            dalam
            > shalatnya. Beliau sadar bahwa hal itu juga berlaku untuk dirinya yang
            penuh
            > bergelimang dalam dosa dan kesalahan, sedemikian sehingga beliau
            sendiri bahkan
            > harus mengakui: “Demi Allah! Saya minta ampun dan bertobat
            kepada Allah, dalam
            > satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” ( Shahih Bukhari
            no.1732).
            > Pertanyaan yang langsung sampai kebenak orang adalah apakah
            sesungguhnya
            > dosa-dosa Muhammad itu sehingga mengharuskan dia minta ampun begitu
            banyak? Dan
            > apakah tidak kapok-kapoknya Muhammad berbuat dosa sehingga
            mengharuskan dia
            > minta ampun setiap hari sebegitu-gitu lagi? Apakah dia tidak maksum
            sebagai nabi
            > Allah, alias “kebal” dari dosa? ATAU jangan-jangan
            doanya kepada Allah SWT
            > memang tidak sampai kepada alamatnya, sehingga ia was-was merasa
            dikejar
            > guilty-feeling (perasaan berdosa) lalu mengulang-ulang doa yang
            itu-itu lagi
            > kepada Allahnya setiap hari? Teman Muslim mungkin menertawakan
            kemungkinan
            > terakhir ini. Namun justru itulah agaknya kemungkinan yang paling
            masuk akal!
            > No way, How come?
            > KOMENTAR KITA:
            > Kesan kita sangat absah bahwa apa yang didoakan oleh Muhammad dulu
            â€" dan kini
            > Muslimâ€"tidak sampai kepada alamatnya! Bukan semata-mata karena
            isi doanya tidak
            > diridhoi Allah, tetapi justru karena jalur dan vehicle (kendaraan)
            yang
            > menyampaikannya itu tidak absah!
            > Diseluruh kisah para nabi dalam kitab-kitab suci sebelum Al-Quran,
            Tuhan Elohim
            > selalu berfirman langsung kepada setiap mereka, dan sebaliknya mereka
            berbicara
            > atau bertanya balik langsung kepada Tuhannya tanpa batasan apapun,
            seperti
            > layaknya dalam hubungan anak dengan Bapanya. Hanya kepada Muhammad
            seorang â€"
            > yang mengklaim “nabi terbesar dan terakhir” â€"
            ditetapkan batasan batasan Allah
            > SWT, yang hanya memperkenankan Muhammad untuk berkomunikasi kepada
            Nya dengan
            > dua syarat. Satu, komunikasi tidak langsung, alias lewat ruh Jibril.
            Dan dua,
            > komunikasi satu arah, ala dikte, tidak ada dialog balik atau tanya
            jawab!
            > Nah, jikalau Allah SWT tidak berkenan untuk berkonunikasi langsung
            dengan
            > Nabi-Nya yang satu ini, maka dimanakah AKSES bagi Muhammad dan para
            pengikutnya
            > untuk BERDOA LANGSUNG KEPADA ALLAH? Dan jikalau Allah SWT tidak
            menerima
            > komunikasi timbal-balik kecuali pendikte-an kebawah, maka bagaimana
            Dia akan
            > “menerima” doa yang kini disampaikan para Muslim balik
            keatas ? Dimanapun,
            > aturan dan jalur komunikasi adalah “timbal-balik”
            menurut apa yang ditetapkan
            > dan dicontohkan dari otoritas-atas kebawah. Dan jikalau Muhammad (dan
            kini
            > Muslim) ingin berkomunikasi dengan Allah SWT, maka dia tidak bisa
            nyelonong
            > langsung kealamat atas tanpa melewati jalur Jibril pula! Hubungan
            Muslim dengan
            > Allah SWT dalam Islam adalah hubungan budak dengan sang Tuan, ada
            batasan
            > batasan yang menyekat, bukan hubungan anak dengan sang Bapa dalam
            kasih
            > anugerah-Nya seperti yang difirmankan-Nya dalam Alkitab.
            > Tidak heran kenapa doa Muhammad disaat yang walau paling kritis dan
            memilukan,
            > namun beliau tidak tampak “dihiraukan” oleh Allah-nya.
            Saat saat terakhir,
            > Muhammad mengajukan dua doa permintaan kepada Allah SWT diujung akhir
            nafasnya:
            > “Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya,
            > dan hubungkan saya dengan Teman Yang Maha Tinggi”.
            > (Shahih Bukhari no.1573).
            > Namun dia ditinggal sendiri dengan doanya yang kosong… tidak ada
            Jibril disitu
            > … tidak ada hadhirat Allah yang hadir … tidak pula
            dihubungkan dengan satu
            > sosok Teman Yang Maha Tinggi yang dimintakannya. Tragis… Dan
            jikalau Anda
            > menyelidikinya dengan seksama, kemungkinan besar sosok yang dia
            maksudkan itu
            > adalah Isa Al-Masih yang ada disisi Tuhan, sosok Yang Terkemuka di
            Alam Akhirat
            > (dan dialam dunia), menurut Surat 3:45 ! Bukankah Muhammad tahu
            persis bahwa
            > Isa Al-Masih lah yang akan menjadi TANDA dan SAKSI bagi hari KIAMAT,
            ahlul dan
            > pemegang mandat alam akhirat. Maka Muhammad juga buru-buru berkata:
            “Saya yang
            > lebih dekat dengan Isa anak Maryam didunia dan diakhirat”.
            (Bukhari no.1501).
            > Namun hubungan paling dekat ini tidak terwujud.
            > Nabi besar ini telah berjuang hebat disepanjang hidupnya. Dia
            menemukan
            > keberhasilan besar didunia, namun terlambat menemukan jalan dan jalur
            yang
            > hakiki keakhirat, yaitu Sang Jalan untuk sampai kepada alamatnya yang
            ASALI!
            > Sebab Isa al_Masih berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan
            hidup. Tidak ada
            > seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
            (Yohanes 14:6).
            > Andaikata Muhammad memakai jalur yang benar, jalur syafatnya Isa
            al-Masih yang
            > otoritatif, maka ceritanya akan berlainan diakhirat. Lihat seorang
            penyamun
            > yang disalibkan disamping Yesus. Sang penjahat ini menyesal dan minta
            langsung
            > kepada Yesus, agar dirinya dihubungkan, dengan berkata:
            > “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai
            Raja.”
            > Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
            > hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam
            Firdaus.”
            > (Lukas 23:42-43).
            >
            > * 1000 KESALAHAN QURAN
            > * 30 Days International
            > * A Pocket Guide to Islam
            > * ADA APA DENGAN MUSLIM
            > * AGAMA PALSU
            > * ANSWERING ISLAM
            > * ANSWERING-ISLAM
            > * Arab World Ministries
            > * ARTIKEL ISLAM
            > * AYAT-AYAT SETAN
            > * Baca Alkitab bahasa Arab
            > * BERITA MUSLIM SAHIH
            > * BUKTI SAKSI
            > * CHRIST, MUHAMMAD & I
            > * CONVERSATION WITH MUSLIM
            > * DIAN EDEW
            > * DISKUSI ISMAIL ISHAK
            > * DOWNLOAD ARAB BIBLE MP3
            > * DULADI
            > * EHSAN JAMI
            > * FAITH FREEDOM
            > * FAITHFREEDOM PEDIA
            > * FAITHFREEDOM WIKI
            > * FF INDONESIA
            > * Former Muslims United (FMU)
            > * FORUM MENGENAL ISLAM
            > * FORUM MURTADIN INDONESIA
            > * FREE E-BOOKS about ISLAM
            > * FUCK MUHAMMAD
            > * GEERT WILDERS
            > * GENSGTER of MOHAMMED
            > * GOSPEL FOR MUSLIMS
            > * GRATIS AUDIO ALKITAB BHS ARAB
            > * IBNU WARRAQ
            > * INDONESIA EX-MUSLIM FORUM
            > * INFO FOR MUSLIM
            > * INJIL BAGIMU
            > * IRSHAD MANJI
            > * ISA DAN ISLAM
            > * ISLAM EXPOSE
            > * ISLAM EXPOSED
            > * ISLAM FOBIA
            > * ISLAM HIDDEN LIES
            > * ISLAM in FOCUS
            > * ISLAM IN LIGHT OF HISTORY
            > * ISLAM MENANTI YESUS
            > * ISLAM SESAT
            > * ISLAM VS KRISTEN
            > * ISLAM WATCH
            > * ISMAIL DIBERKATI
            > * ISMAIL SAUDARAKU
            > * JAWABAN SAM SHAMOUN
            > * JELAS NGGAK
            > * JIHAD dan PERANG SUCI
            > * JIHAD WATCH
            > * JOELS TRUMPET
            > * KABAR BAIK
            > * KABAR SUKACITA
            > * KARMEL BLUME
            > * KEBENARAN ISLAM
            > * KEBENARAN TENTANG MUHAMMAD
            > * KEBOHONGAN DARI ISLAM
            > * KESAKSIAN EX-MUSLIM
            > * KOCAK HUMOR
            > * KONTRADIKSI ALKITAB
            > * KONTRADIKSI ALKITAB-Sarapanpagi.org
            > * KONTROVERSI AYAT2 SETAN
            > * KRITIK TERHADAP ISLAM
            > * LASKAR MURTADIN
            > * MARK A GABRIEL
            > * MENGENAL ISLAM
            > * MESJID TUHAN
            > * MINISTRY TO MUSLIMS
            > * MUHAMMAD dan ZAINAB
            > * MUHAMMAD SAW
            > * MUSLIM BERTANYA
            > * MUSLIM JADI KRISTEN
            > * Muslim Journey to Hope
            > * MUSLIM YANG TERCERAHKAN
            > * PEDSON
            > * PERTANYAAN MUSLIM
            > * PRESTASI MUHAMMAD
            > * PROPHET of DOOM
            > * PUTRA HAMAS
            > * RELIGIOUS PERSECUTIONS
            > * ROBERT MOREY
            > * ROD PARSLEY
            > * SALMAN RUSHDIE
            > * SATE MUSLIM
            > * SAVE MOSLEM-DESTROY ISLAM
            > * SECRET of QURAN
            > * SELAMATKAN MUSLIM INDONESIA
            > * SIAPAKAH ALLAH INI
            > * SIAPAKAH ISA
            > * SON OF HAMAS's Blog
            > * SON OF HAMAS's Web
            > * STOP ISLAMISASI EROPA!
            > * TANYA JAWAB ALKITAB
            > * The Challenge of Islam
            > * THE QURAN
            > * THE RELIGION of PEACE
            > * THE TRUE FURQAN
            > * TULISAN MURTAD
            > * VCD EX-MUSLIMS
            > * VIDEO DEBAT ISLAM-KRISTEN
            > * VIDEO DEBAT KRISTEN-ISLAM
            > * WAFA SULTAN On YOUTUBE
            > * WHY I AM NOT A MUSLIM
            > * WHY WE LEFT ISLAM
            > * WIKI ISLAM
            > * Women against Shariah
            > * YESUS DAN MUHAMMAD
            >
          • wiedya
            Takdir itu tidak ada..
            Message 5 of 5 , Jul 30 4:46 PM
            • 0 Attachment
              Takdir itu tidak ada..

              --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "ndeboost" <rambitesemak@...> wrote:
              >
              > Lalu bagaimana takdir menurut imanmu? Bisa mintakan utk diubah ga?
              > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, wiedyaparamita@ wrote:
              > >
              > > Hahahahaaa lucu sekali SBH ini hihihi
              > > -----Original Message-----
              > > From: Satria Baja Hitam s4tr14bh@
              > > Sender: islam-kristen@yahoogroups.com
              > > Date: Fri, 3 Jun 2011 08:32:57
              > > To: islam-kristen@yahoogroups.com
              > > Reply-To: islam-kristen@yahoogroups.com
              > > Subject: Bls: [islam-kristen] Sembahyang Muslim Tidak Sampai
              > Alamatnya? http://bacabacaquran.com/
              > >
              > > Makanya muslim maksain Tuhan dg nungang nungging sampe nyungsep2 ke
              > lantai siang
              > > malam bahkan masih juga ada tahajud dan shalat2 sunah lainnya, hampir
              > nggak bisa
              > > tidur krn mau maksain Tuhan spymau nolongin. Tetapi Tuhannya bilang no
              > no no,
              > > kamu hrs ngos2an dulu (Qs 13 : 11). Itupun kalau aku mau, krn aku sdh
              > tetapkan
              > > takdir .
              > >
              > >
              > >
              > >
              > >
              > > ________________________________
              > > Dari: siap murtad islamic.invasion@
              > > Kepada: proletar milis proletar@yahoogroups.com
              > > Terkirim: Rab, 1 Juni, 2011 15:55:05
              > > Judul:[islam-kristen] Sembahyang Muslim Tidak Sampai Alamatnya?
              > > http://bacabacaquran.com/
              > >
              > >
              > > Sembahyang Muslim Tidak Sampai Kepada Alamatnya?
              > >
              > > http://bacabacaquran.com/
              > >
              > >
              > > Mari kita baca:
              > > Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsiran, wala yaghfirudz
              > dzunuba illa
              > > anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal
              > ghafurur rahim.”
              > > “Wahai, Allah! Bahwasanya aku aniaya terhadap diriku sendiri
              > dengan
              > > penganiayaan yang banyak. Tidak ada yang berhak mengampuni aku
              > melainkan hanya
              > > Engkau. Karena itu ampunilah aku sebenarnya ampun dari Engkau. Dan
              > kasihanilah
              > > aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.”
              > > Ini adalah doa ajaran Rasulullah saw yang disampaikan kepada Abu
              > Bakar Shiddiq
              > > r.a. ketika ia minta diajarkan oleh Muhammad untuk membaca doa dalam
              > shalat.
              > > Lihat Shahih Bukhari no.455.
              > > Rupa-rupanya Muhammad tahu bahwa manusia amat banyak kesalahannya
              > dalam segala
              > > aspek kehidupannya, sehingga perlu selalu membaca doa khusus ini
              > dalam
              > > shalatnya. Beliau sadar bahwa hal itu juga berlaku untuk dirinya yang
              > penuh
              > > bergelimang dalam dosa dan kesalahan, sedemikian sehingga beliau
              > sendiri bahkan
              > > harus mengakui: “Demi Allah! Saya minta ampun dan bertobat
              > kepada Allah, dalam
              > > satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” ( Shahih Bukhari
              > no.1732).
              > > Pertanyaan yang langsung sampai kebenak orang adalah apakah
              > sesungguhnya
              > > dosa-dosa Muhammad itu sehingga mengharuskan dia minta ampun begitu
              > banyak? Dan
              > > apakah tidak kapok-kapoknya Muhammad berbuat dosa sehingga
              > mengharuskan dia
              > > minta ampun setiap hari sebegitu-gitu lagi? Apakah dia tidak maksum
              > sebagai nabi
              > > Allah, alias “kebal” dari dosa? ATAU jangan-jangan
              > doanya kepada Allah SWT
              > > memang tidak sampai kepada alamatnya, sehingga ia was-was merasa
              > dikejar
              > > guilty-feeling (perasaan berdosa) lalu mengulang-ulang doa yang
              > itu-itu lagi
              > > kepada Allahnya setiap hari? Teman Muslim mungkin menertawakan
              > kemungkinan
              > > terakhir ini. Namun justru itulah agaknya kemungkinan yang paling
              > masuk akal!
              > > No way, How come?
              > > KOMENTAR KITA:
              > > Kesan kita sangat absah bahwa apa yang didoakan oleh Muhammad dulu
              > â€" dan kini
              > > Muslimâ€"tidak sampai kepada alamatnya! Bukan semata-mata karena
              > isi doanya tidak
              > > diridhoi Allah, tetapi justru karena jalur dan vehicle (kendaraan)
              > yang
              > > menyampaikannya itu tidak absah!
              > > Diseluruh kisah para nabi dalam kitab-kitab suci sebelum Al-Quran,
              > Tuhan Elohim
              > > selalu berfirman langsung kepada setiap mereka, dan sebaliknya mereka
              > berbicara
              > > atau bertanya balik langsung kepada Tuhannya tanpa batasan apapun,
              > seperti
              > > layaknya dalam hubungan anak dengan Bapanya. Hanya kepada Muhammad
              > seorang â€"
              > > yang mengklaim “nabi terbesar dan terakhir” â€"
              > ditetapkan batasan batasan Allah
              > > SWT, yang hanya memperkenankan Muhammad untuk berkomunikasi kepada
              > Nya dengan
              > > dua syarat. Satu, komunikasi tidak langsung, alias lewat ruh Jibril.
              > Dan dua,
              > > komunikasi satu arah, ala dikte, tidak ada dialog balik atau tanya
              > jawab!
              > > Nah, jikalau Allah SWT tidak berkenan untuk berkonunikasi langsung
              > dengan
              > > Nabi-Nya yang satu ini, maka dimanakah AKSES bagi Muhammad dan para
              > pengikutnya
              > > untuk BERDOA LANGSUNG KEPADA ALLAH? Dan jikalau Allah SWT tidak
              > menerima
              > > komunikasi timbal-balik kecuali pendikte-an kebawah, maka bagaimana
              > Dia akan
              > > “menerima” doa yang kini disampaikan para Muslim balik
              > keatas ? Dimanapun,
              > > aturan dan jalur komunikasi adalah “timbal-balik”
              > menurut apa yang ditetapkan
              > > dan dicontohkan dari otoritas-atas kebawah. Dan jikalau Muhammad (dan
              > kini
              > > Muslim) ingin berkomunikasi dengan Allah SWT, maka dia tidak bisa
              > nyelonong
              > > langsung kealamat atas tanpa melewati jalur Jibril pula! Hubungan
              > Muslim dengan
              > > Allah SWT dalam Islam adalah hubungan budak dengan sang Tuan, ada
              > batasan
              > > batasan yang menyekat, bukan hubungan anak dengan sang Bapa dalam
              > kasih
              > > anugerah-Nya seperti yang difirmankan-Nya dalam Alkitab.
              > > Tidak heran kenapa doa Muhammad disaat yang walau paling kritis dan
              > memilukan,
              > > namun beliau tidak tampak “dihiraukan” oleh Allah-nya.
              > Saat saat terakhir,
              > > Muhammad mengajukan dua doa permintaan kepada Allah SWT diujung akhir
              > nafasnya:
              > > “Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya,
              > > dan hubungkan saya dengan Teman Yang Maha Tinggi”.
              > > (Shahih Bukhari no.1573).
              > > Namun dia ditinggal sendiri dengan doanya yang kosong… tidak ada
              > Jibril disitu
              > > … tidak ada hadhirat Allah yang hadir … tidak pula
              > dihubungkan dengan satu
              > > sosok Teman Yang Maha Tinggi yang dimintakannya. Tragis… Dan
              > jikalau Anda
              > > menyelidikinya dengan seksama, kemungkinan besar sosok yang dia
              > maksudkan itu
              > > adalah Isa Al-Masih yang ada disisi Tuhan, sosok Yang Terkemuka di
              > Alam Akhirat
              > > (dan dialam dunia), menurut Surat 3:45 ! Bukankah Muhammad tahu
              > persis bahwa
              > > Isa Al-Masih lah yang akan menjadi TANDA dan SAKSI bagi hari KIAMAT,
              > ahlul dan
              > > pemegang mandat alam akhirat. Maka Muhammad juga buru-buru berkata:
              > “Saya yang
              > > lebih dekat dengan Isa anak Maryam didunia dan diakhirat”.
              > (Bukhari no.1501).
              > > Namun hubungan paling dekat ini tidak terwujud.
              > > Nabi besar ini telah berjuang hebat disepanjang hidupnya. Dia
              > menemukan
              > > keberhasilan besar didunia, namun terlambat menemukan jalan dan jalur
              > yang
              > > hakiki keakhirat, yaitu Sang Jalan untuk sampai kepada alamatnya yang
              > ASALI!
              > > Sebab Isa al_Masih berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan
              > hidup. Tidak ada
              > > seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
              > (Yohanes 14:6).
              > > Andaikata Muhammad memakai jalur yang benar, jalur syafatnya Isa
              > al-Masih yang
              > > otoritatif, maka ceritanya akan berlainan diakhirat. Lihat seorang
              > penyamun
              > > yang disalibkan disamping Yesus. Sang penjahat ini menyesal dan minta
              > langsung
              > > kepada Yesus, agar dirinya dihubungkan, dengan berkata:
              > > “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai
              > Raja.”
              > > Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
              > > hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam
              > Firdaus.”
              > > (Lukas 23:42-43).
              > >
              > > * 1000 KESALAHAN QURAN
              > > * 30 Days International
              > > * A Pocket Guide to Islam
              > > * ADA APA DENGAN MUSLIM
              > > * AGAMA PALSU
              > > * ANSWERING ISLAM
              > > * ANSWERING-ISLAM
              > > * Arab World Ministries
              > > * ARTIKEL ISLAM
              > > * AYAT-AYAT SETAN
              > > * Baca Alkitab bahasa Arab
              > > * BERITA MUSLIM SAHIH
              > > * BUKTI SAKSI
              > > * CHRIST, MUHAMMAD & I
              > > * CONVERSATION WITH MUSLIM
              > > * DIAN EDEW
              > > * DISKUSI ISMAIL ISHAK
              > > * DOWNLOAD ARAB BIBLE MP3
              > > * DULADI
              > > * EHSAN JAMI
              > > * FAITH FREEDOM
              > > * FAITHFREEDOM PEDIA
              > > * FAITHFREEDOM WIKI
              > > * FF INDONESIA
              > > * Former Muslims United (FMU)
              > > * FORUM MENGENAL ISLAM
              > > * FORUM MURTADIN INDONESIA
              > > * FREE E-BOOKS about ISLAM
              > > * FUCK MUHAMMAD
              > > * GEERT WILDERS
              > > * GENSGTER of MOHAMMED
              > > * GOSPEL FOR MUSLIMS
              > > * GRATIS AUDIO ALKITAB BHS ARAB
              > > * IBNU WARRAQ
              > > * INDONESIA EX-MUSLIM FORUM
              > > * INFO FOR MUSLIM
              > > * INJIL BAGIMU
              > > * IRSHAD MANJI
              > > * ISA DAN ISLAM
              > > * ISLAM EXPOSE
              > > * ISLAM EXPOSED
              > > * ISLAM FOBIA
              > > * ISLAM HIDDEN LIES
              > > * ISLAM in FOCUS
              > > * ISLAM IN LIGHT OF HISTORY
              > > * ISLAM MENANTI YESUS
              > > * ISLAM SESAT
              > > * ISLAM VS KRISTEN
              > > * ISLAM WATCH
              > > * ISMAIL DIBERKATI
              > > * ISMAIL SAUDARAKU
              > > * JAWABAN SAM SHAMOUN
              > > * JELAS NGGAK
              > > * JIHAD dan PERANG SUCI
              > > * JIHAD WATCH
              > > * JOELS TRUMPET
              > > * KABAR BAIK
              > > * KABAR SUKACITA
              > > * KARMEL BLUME
              > > * KEBENARAN ISLAM
              > > * KEBENARAN TENTANG MUHAMMAD
              > > * KEBOHONGAN DARI ISLAM
              > > * KESAKSIAN EX-MUSLIM
              > > * KOCAK HUMOR
              > > * KONTRADIKSI ALKITAB
              > > * KONTRADIKSI ALKITAB-Sarapanpagi.org
              > > * KONTROVERSI AYAT2 SETAN
              > > * KRITIK TERHADAP ISLAM
              > > * LASKAR MURTADIN
              > > * MARK A GABRIEL
              > > * MENGENAL ISLAM
              > > * MESJID TUHAN
              > > * MINISTRY TO MUSLIMS
              > > * MUHAMMAD dan ZAINAB
              > > * MUHAMMAD SAW
              > > * MUSLIM BERTANYA
              > > * MUSLIM JADI KRISTEN
              > > * Muslim Journey to Hope
              > > * MUSLIM YANG TERCERAHKAN
              > > * PEDSON
              > > * PERTANYAAN MUSLIM
              > > * PRESTASI MUHAMMAD
              > > * PROPHET of DOOM
              > > * PUTRA HAMAS
              > > * RELIGIOUS PERSECUTIONS
              > > * ROBERT MOREY
              > > * ROD PARSLEY
              > > * SALMAN RUSHDIE
              > > * SATE MUSLIM
              > > * SAVE MOSLEM-DESTROY ISLAM
              > > * SECRET of QURAN
              > > * SELAMATKAN MUSLIM INDONESIA
              > > * SIAPAKAH ALLAH INI
              > > * SIAPAKAH ISA
              > > * SON OF HAMAS's Blog
              > > * SON OF HAMAS's Web
              > > * STOP ISLAMISASI EROPA!
              > > * TANYA JAWAB ALKITAB
              > > * The Challenge of Islam
              > > * THE QURAN
              > > * THE RELIGION of PEACE
              > > * THE TRUE FURQAN
              > > * TULISAN MURTAD
              > > * VCD EX-MUSLIMS
              > > * VIDEO DEBAT ISLAM-KRISTEN
              > > * VIDEO DEBAT KRISTEN-ISLAM
              > > * WAFA SULTAN On YOUTUBE
              > > * WHY I AM NOT A MUSLIM
              > > * WHY WE LEFT ISLAM
              > > * WIKI ISLAM
              > > * Women against Shariah
              > > * YESUS DAN MUHAMMAD
              > >
              >
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.