Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

MUHAMMAD BUKAN KETURUNAN ISMAEL

Expand Messages
  • Maxi Iroth
    MUHAMMAD BUKAN KETURUNAN ISMAEL Selama ini, orang Arab mengklaim bahwa Muhammad adalah keturunan langsung Ismail, anak Abraham dari gundiknya yang pertama,
    Message 1 of 1 , Jul 2, 2010
    • 0 Attachment

      MUHAMMAD BUKAN KETURUNAN ISMAEL

      Selama ini, orang Arab mengklaim bahwa Muhammad adalah keturunan langsung Ismail, anak Abraham dari gundiknya yang pertama, Hagar. Tapi hal itu sulit dibuktikan, karena orang Arab bukan bangsa terpelajar dan mereka tidak punya catatan garis silsilah yang meyakinkan, selain dari hasil tafsir-menafsir para ulama abad belakangan. Ada banyak versi dikeluarkan, demi meyakinkan umat muslim sedunia bahwa nabi mereka yang bernama Muhammad adalah keturunan Ismail. Arab tidak punya catatan sedikit pun mengenai sejarah kehidupan nenek moyang mereka, tidak seperti Israel yang memiliki buku sejarah Perjanjian Lama. Dari hasil penelusuran sejarah, kita dapat sebuah catatan menarik dari sejarawan dan ilmuwan abad ke-2, bahwa penghuni Semenanjung Arab di sebelah timur Laut Merah adalah anak-anak keturunan gundik Abraham yang lain, yaitu Ketura.

      However, before Constantine, Origin continues the Jewish tradition of “locating the ‘the city of Madiam’ (Madyan) in northwestern Arabia to the east of the Red Sea.” Consider his statement from antiquity:

      “And Abraham took another wife whose name was Ketura. And she bore him Zimran [Gen. 25:1-2]. From the children of Ketura were born many nations, which live in the Troglodyten desert, and Felix Arabia and beyond it – even the land of the Midians, and the city of Midian lying in the desert beyond Arabia in the region of Paran, to the east of the Red Sea.

      Terjemahan bagian akhir:

      Anak-anak Ketura melahirkan banyak suku bangsa, di mana mereka tinggal di Gurun Troglodyten, Felix Arabia dan seterusnya - merata di daratan Midian, dan kota Midian yang berdiri di gurun melewati Tanah Arab bagian Paran, hingga di sebelah timur Laut Merah.

      Jadi, bangsa yang mendiami wilayah di sebelah timur Laut Merah adalah anak-anak keturunan gundik Abraham yang kedua yang bernama Ketura. Muhammad berasal dari Mekkah. Mekkah adalah sebuah kota di sebelah timur Laut Merah. Mari kita lihat letak kota Mekkah dari peta berikut:

      Sementara anak-anak keturunan Ismail, berdasarkan catatan buku sejarah, mereka mendiami daerah sebelah utara Jazirah Arabia, dan bukan tinggal di Semenanjung Arab (selatan Arabia).

      Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

      Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur (=Siria). Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka. (Kejadian 25:17-1

      Apa yang disebut sebagai penduduk Tanah Arab, yang di kemudian hari disebut Arab saja ini, tidak selalu identik dengan anak-anak keturunan Ismail. Sebab suku-suku bangsa lain yang mendiami Tanah Arab juga disebut orang Arab. Dirunut dari asal-usulnya, orang Arab itu berasal dari:

      1) Anak-anak keturunan Ismail (dari Hagar, gundik Abraham yang pertama) 

      2) Anak-anak keturunan Ketura (gundik ke-dua Abraham)

      3) Anak-anak keturunan Esau (saudara Yakub)

      4) Anak-anak keturunan Lot (Moab dan Amon)

      Mari kita lihat dari catatan sejarah berikut:

      Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan! Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya." (Yesaya 21:13-17).

      Dalam catatan di atas disebut 3 nama, yaitu Dedan, Tema dan Kedar. Dedan adalah anak keturunan Ketura, sedangkan Tema dan Kedar adalah anak keturunan Ismail.

      Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan. (1 Tawarikh 1:32)

      Keturunan Ketura yang bernama Dedan itu selalu dikaitkan dengan penduduk Arab:

      kepada Dedan, Tema, Bus dan kepada orang-orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling; kepada semua raja Arab yang tinggal di padang gurun; (Yeremia 25:23-24)

      Dedan berdagang dengan engkau dalam kulit pelana untuk menunggang kuda. Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau. (Yehezkiel 27:20-21)

      Anak keturunan Ketura yang lain, suku Midian, juga tinggal di Tanah Arab di sebelah timur Teluk Akaba dan sebelah timur Laut Merah. Lihat peta:

      Dari pernyataan sejarawan abad 2, suku Midian tinggal dalam wilayah Arab di sebelah timur Laut Merah:

      Origin (AD185 –254)

      However, before Constantine, Origin continues the Jewish tradition of “locating the ‘the city of Madiam’ (Madyan) in northwestern Arabia to the east of the Red Sea.” Consider his statement from antiquity: “And Abraham took another wife whose name was Ketura. And she bore him Zimran [Gen. 25:1-2]. From the children of Ketura were born many nations, which live in the Troglodyten desert, and Felix Arabia and beyond it – even the land of the Midians, and the city of Midian lying in the desert beyond Arabia in the region of Paran, to the east of the Red Sea.

      terjemahan bagian akhir:

      Anak-anak Ketura melahirkan banyak suku bangsa, di mana mereka tinggal di Gurun Troglodyten, Felix Arabia dan seterusnya - merata di daratan Midian, dan kota Midian yang berdiri di gurun melewati Tanah Arab bagian Paran, hingga di sebelah timur Laut Merah.

      Esau pun juga masuk dalam cakupan bangsa Arab:

      Larilah cepat, bersembunyilah dalam liang-liang, hai penduduk Dedan! Sebab malapetaka akan Kudatangkan atas Esau, pada waktu Aku menghukum dia. (Yeremia 49:8 ) oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Edom (=anak keturunan Esau) dan melenyapkan dari padanya manusia dan binatang dan Aku membuatnya menjadi reruntuhan; dari Teman sampai Dedan mereka akan mati rebah oleh pedang. (Yehezkiel 25:13)

      Juga para pahlawanmu, hai Teman, akan tertegun, supaya semua orang di pegunungan Esau lenyap terbunuh. (Obaja 1:9).

      Esau bercampur dengan anak Ismail:

      maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya. Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot. (Kejadian 28:8-9)

      Sifat-sifat orang Arab berasal dari leluhur mereka, Ismail, Esau & Lot:

      Tinggal di padang gurun

      Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. (Kejadian 25:27)

      Tingkah lakunya liar dan barbar

      Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu (=Ismail); tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya." (Kejadian 16:12)

      Selalu memusuhi umat Israel dan membencinya

      Esau menaruh dendam kepada Yakub (=leluhur Israel) karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh." (Kejadian 27:41)

      Suka incest (berhubungan seks dengan satu anggota keluarga)

      Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya. Kata kakaknya kepada adiknya: "Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.

      Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."

      Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: "Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita." Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.  Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang. (Kejadian 19:30-38 )

      Lihat peta lokasi tinggal anak-anak keturunan Esau (Edom) dan Lot (Moab & Amon)

      Kenapa Arab lebih suka menyebut dirinya keturunan Ismail?

      Bila Arab tidak selalu identik dengan Hagar dan Ismail, lalu kenapa orang Arab khususnya Muhammad selalu senang mengkait-kaitkan diri mereka dengan Ismail? Sebab nama Hagar dan Ismail lebih dikenal dan populer di dalam Bibel ketimbang nama anak-anak Ketura. Apalagi Ismail adalah anak sulung Abraham dari gundiknya yang pertama. Jadi, Anda jangan heran, bila Arab senang menghubung-hubungkan ritual PAGAN mereka dengan nama Ismail plus Abraham untuk melindungi agama Pagan mereka dari sebutan SYIRIK.

      Bila seandainya nama anak-anak Ketura yang lebih menonjol dalam sejarah Bibel, pastilah orang Arab akan mengklaim: Dulu Ka’bah didirikan oleh Midian bersama Abraham, atau, dulu Yoksan bersama Abraham melakukan ritual haji di Mekkah, dst.

      Jadi, bangsa yang mendiami wilayah di sebelah timur Laut Merah adalah anak-anak keturunan gundik Abraham yang kedua yang bernama Ketura. Muhammad berasal dari Mekkah. Mekkah adalah sebuah kota di sebelah timur Laut Merah. Mari kita lihat letak kota Mekkah dari peta berikut:

      Sementara anak-anak keturunan Ismail, berdasarkan catatan buku sejarah, mereka mendiami daerah sebelah utara Jazirah Arabia, dan bukan tinggal di Semenanjung Arab (selatan Arabia).

      Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur (=Siria). Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka. (Kejadian 25:17-1

      Lihat peta petunjuk berikut ini.

      Selama ini, suku Kedar (anak kedua Ismail) dijadikan kandidat dari bapa leluhur Muhammad sesudah Ismail. Tapi ternyata suku Kedar mendiami sebelah utara Jazirah Arab sesuai dengan petunjuk Buku Kejadian 25:17-18. Dengan demikian, sangat besar kemungkinannya, suku Quraishnya Muhammad berasal dari keturunan gundik Ketura, dan bukan keturunan Hagar.

      Anak-anak Ketura, antara lain:

      Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. (Kejadian 25)

      Tinggal pilih: Siapa leluhurnya Muhammad di antara ke-6 nama di atas!

      Note:

      Kisah diambil dari referensi Alkitb, karena Alkitab pemilik cerita asli kisah Hagar dan Ismail.


      MAXII

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.