Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam

Expand Messages
  • iansyah
    Saya sudah baca sebagian isi buku ini... Kesimpulan sementara saya adalah... 1. Buku ini dan surveynya adalah pesanan seseorang/ pihak tertentu. 2. Terlihat
    Message 1 of 12 , Jun 1, 2009
    • 0 Attachment
      Saya sudah baca sebagian isi buku ini...
      Kesimpulan sementara saya adalah...
      1. Buku ini dan surveynya adalah pesanan seseorang/ pihak tertentu.
      2. Terlihat jelas sekali bahwa mereka membidik salah satu kelompok.
      3. Buku in itidak netral dalam membahas hasil survey.
      4. Ada tendensi surveynya diarahkan.
      5. Buku ini dipersiapkan dalam rangka menghadapi pemilu legislatif dan pemilu presiden 2009.


      Japri Sutiana:
      " Nah begitulah kalau orang sudah kena dokrin dari aliran fundamentalis. Mereka tidak suka paham bhinneka tunggal ika tapi lebih suka faham Arab. Yg terus menerus konflik di timur tengah dibawa bawa ke Indonesia. Semoga kita yg berpikiran waras tidak terbawa hanyut oleh aliran ini"


      Nanti di dalam kubur, tidak akan ada pertanyaan,
      1. "Apakah negaramu?"
      2. "Apakah kamu penganut demokrasi?"


      Yang ada adalah pertanyaan,
      Siapa Tuhanmu?
      Apa agamamu?
      Siapa orang yang diutus kepada kalian itu?
      Apa amal perbuatanmu?


      dan yang ditanyakan di akhirat adalah,

      Untuk apa umurmu kau habiskan?

      Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?
      Dari mana kau peroleh hartamu? Untuk apa kau membelanjakannya?
      Untuk apa tubuhmu kau gunakan?


      "Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka." Maka salah seorang sahabat bertanya," Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?" Nabi saw, menjawab,"Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di lautan, dan Allah akan mencabut 'rasa gentar' terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al-wahnu."Seorang sahabat bertanya, 'Apakah itu al-wahnu itu, ya Rasulullah?' Rasulullah saw, menjawab, "Cinta dunia dan takut mati." (Hr Abu Dawud dan Ahmad)


      Sekarang adalah waktu pembuktian dari kebenaran hadist tersebut. Dan hadist ini menyatakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat.


      Siapkah anda? Sy belum siap, Insya Allaah sedang mempersiapkan diri.


      Salam...


      iansyah


      On Friday 29 May 2009 09:57:24 japri sutiana wrote:
      > Saya baca komentar balik dari salah satu milis
      > Begini komentar mengenai isu buku ini.
      > Kita harus lebih mengutamakan keutuhan negara Islam daripada mengutamakan
      > keutuhan negara demokrasi
      > Karena negara Islam itu adalah tuntutan Allah sedangkan negara demokrasi
      > adalah negara kafir. Nah begitulah kalau orang sudah kena dokrin dari
      > aliran fundamentalis. Mereka tidak suka paham bhinneka tunggal ika tapi
      > lebih suka faham Arab. Yg terus menerus konflik di timur tengah dibawa bawa
      > ke Indonesia
      > Semoga kita yg berpikiran waras tidak terbawa hanyut oleh aliran ini
      >
      > --- On Wed, 5/27/09, iansyah <iansyah@...> wrote:
      >
      >
      > From: iansyah <iansyah@...>
      > Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam
      > To: islam-kristen@yahoogroups.com
      > Date: Wednesday, May 27, 2009, 11:43 AM
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > Hm... Semuanya masih debatable...
      > Sy belum baca semuanya...
      > Lebih baik kita baca dulu, om...
      > Baru kita komentar...
      > Saya jd penasaran sama buku ini...
      > Kl Gus Dur, sy sudah tidak heran dengan komentar2nya. .
      > Tapi kl yg lain sy blum tahu pola pemikirannya. ..
      >
      >
      > Terima kasih atas link bukunya Om Billy...
      >
      >
      > Jadi inget kata2 dari temen sy, John Kenkell :
      >
      >
      > "We live in society ruled by fear"
      >
      >
      > Hehehe...
      > Apa yang harus mereka takutkan ya...?
      >
      >
      > Sejarah pasti berulang... Itu sudah dinubuatkan di Al Qur'an
      > Jadi, tidak ada yang perlu ditakuti dari kehidupan di dunia fana ini.
      > Semuanya cuma sementara.
      > Hidup yang abadi nanti yang harus kita fikirkan...
      >
      >
      > salam
      >
      >
      > iansyah
      > inginjadiyangsediki tdiakhirjaman
      >
      > On Tuesday 26 May 2009 15:25:46 Harpro wrote:
      > > Negara kita kan negara demokrasi, kalau pada akhirnya pilihan mayoritas
      > > rakyat adalah negara Islam, apa itu artinya melanggar demokrasi???
      > >
      > > hp
      > >
      > >
      > >
      > >
      > > ----- Original Message -----
      > > From: Billy Yoseph Bibianus
      > > To: islam-kristen@ yahoogroups. com
      > > Cc: dialogislamkristen@ yahoogroups. com ;
      > > Sahabat_Seiman_ Kristen@yahoogro ups.com ; dunia-politik@ yahoogroups.
      > > com ; syahfuanrozi@ yahoo.com. sg ; syahrul.salam@ yahoo.co. id ;
      > > dedi0132@yahoo. co.id ; dominicusalvin@ yahoo.com ; serpihan_cahya@
      > > yahoo.com ; bhatara@imparsial. org ; hitam_putih_ abu2@yahoo. com Sent:
      > > Monday, May 25, 2009 11:14 AM
      > > Subject: [islam-kristen] Buku ilusi-negara- islam [1 Attachment]
      > >
      > >
      > > [Attachment( s) from Billy Yoseph Bibianus included below]
      > >
      > >
      > > Buku dalam bentuk attach yang merupakan terbitan dari Wahid
      > > Institut dan tulisan reflektif dibawah ini untuk memberikan jawaban
      > > keadaan tentang ancaman bagi Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi negara
      > > dan falsafah bangsa berada dalam posisi dilecehkan oleh politik
      > > aliran/ideologi lain. Kita harus mengakui tantangan kita sekarang lebih
      > > berat bukan di Jaman Soekarno atau kemenangan Pancasila era sebelumnya.
      > >
      > > Saya kirim email ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan salah satu
      > > agama, tetapi memberikan fakta realita yang sedang terjadi. Silakan
      > > teman-teman memberikan tanggapan opini setelah membaca buku ini. Ternyata
      > > dalam sistem demokrasi yang sedang berjalan gerakan Islam yang dimotori
      > > oleh mesin PKS dan ormas-ormasnya mengancam pluralitas bangsa,
      > > keanekaragaman kebangsaan. Nah teman-teman dipihak yang mana? mari kita
      > > beridiskusi secara sopan dan santun. Saya yakin teman-teman menginginkan
      > > Indonesia yang lebih sejahtera dan humanis.
      > >
      > > Terimakasih, Selamat Membaca...!
      > > Billy J.Bibianus
      > >
      > > Facebook untuk Add agar kita bisa saling mengenal dan berjejaring
      > > sesama OMK...! politea.plato@ gmail.com
      > >
      > > PKS Ancaman NKRI?
      > >
      > > Membaca buku Ilusi Negara Islam (INI), sungguh membuat bulu kuduk
      > > merinding. Ternyata , Indonesia sudah berasa di tubir jurang perpecahan.
      > > Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama-sama Hisbuth Tharir Indonesia
      > > (HTI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan sejumlah ormas Islam lain,
      > > menurut buku INI, ternyata masuk dalam kategori ancaman bagi masa depan
      > > Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Buku yang merupakan laporan
      > > penelitian terhadap aktivis-aktivis gerakan Islam (yang selama ini
      > > dikenal sebagai Islam garis keras) di 17 provinsi itu, menunjukkan dengan
      > > gamblang kiprah politik mereka dalam rangka membangun sebuah pemerintahan
      > > Islam sedunia atau Khilafah Islamiyah.
      > >
      > > Oleh karena itu, saya sangat maklum ketika PKS ngambek ketika
      > > Yuhdoyono memilih Boediono sebagai pasangannya dalam pemilihan
      > > presiden/wakil presiden mendatang. Isu neoliberalisme dimunculkan,
      > > menurut saya, sekaligus memanfaatkan momentum gerakan-gerakan perlawanan
      > > terhadap globalisasi ekonomi, privatisasi dan gerakan antiutang yang juga
      > > diusung banyak civil society organizations (CSOs). Barat yang sudah pasti
      > > menjadi musuh utama gerakan Wahabi dan Ikhwanul Muslimin karena dianggap
      > > sebagai biang kekacauan dunia, khususnya kemunduran Islam di berbagai
      > > belahan dunia, ‘dijual’ sebagai isu utama. Harapannya, gerakan itu akan
      > > memperoleh dukungan dari banyak kalangan, tak cuma para aktivis dan
      > > komunitas muslim semata.
      > >
      > > Di buku itu ditunjukkan, misalnya, betapa organisasi Islam sebesar
      > > Muhammadiyah sudah sedemikian parah ‘diacak-acak’ anggotanya sendiri yang
      > > merangkap sebagai aktivis PKS. Banyak masjid dan lembaga-lembaga
      > > pendidikannya ‘diserobot’ orang-orang partai. Begitu pula NU, yang hanya
      > > di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saja sudah ‘kehilangan’ 11
      > > masjid/mushala.
      > >
      > > Yang tak kalah mengagetkan, gerakan transnasional Islam model
      > > Wahabi/Ikhwanul Muslimin ini pernah pula berupaya masuk Istana Presiden.
      > > Sebuah proposal tawaran kerjasama dengan pemerintah dengan nilai ratusan
      > > juta dolar Amerika disodorkan, bahkan gamblang disebutkan sebagiannya
      > > bisa dimanfaatkan untuk operasional kabinet, hanya sebuah rekomendasi
      > > legal untuk sebuah proyek di Indonesia.
      > >
      > > Ilusi Negara Islam merupakan buku yang mencerahkan, memberi
      > > gambaran gamblang tentang gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana banyak
      > > BUMN dikuasai aktivis-aktivis Wahabi/Ikhwanul Muslimin/Hisbuth Tharir,
      > > juga parlemen dan banyak perusahaan-perusaha an swasta di Jakarta dan
      > > berbagai kota.
      > >
      > > Buku INI tak hanya layak jadi bacaan wajib masyarakat Indonesia,
      > > namun utamanya justru bagi Yudhoyono, Megawati dan Jusuf Kalla, supaya
      > > dia lebih berhati-hati memilih tokoh-tokoh dalam kabinetnya kelak. Selain
      > > itu, menarik pula dijadikan rujukan bagi para penerima mandat sebagai
      > > penjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia untuk lebih berhati-hati.
      > >
      > > Kita tahu, sering gosip mampir ke telinga kita, bahwa sejumlah
      > > oknum perwira (dan penisunan) polisi dan militer melakukan ‘kerjasama’ di
      > > bawah tangan dengan kelompok-kelompok garis keras. Terlepas dari
      > > persentase kebenaran isi buku (hasil penelitian itu), saya kira kita
      > > harus
      > > mengapresiasi kerja intelektual mereka dalam membangun peradaban
      > > Indonesia yang lebih bermartabat, tak ada diskriminasi dan lebih dari
      > > itu, saling hormat-menghormati tanpa memandang latar belakang agama,
      > > keyakinan, etnisitas dan sebagainya.
      > >
      > > Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa
      > > dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik
      > > secara gentle dan terhormat. Kita, tentu tak ingin ancaman pembunuhan
      > > kepada salah seorang Ketua PBNU di Mesir oleh seorang pimpinan partai
      > > Islam garis keras hanya demi perasaan tak suka Sang Ketua PBNU membuka
      > > fakta yang sesungguhnya tentang gerakan Islam di Indonesia. Terbitnya
      > > Ilusi Negara Islam sungguh merupakan sumbangan sangat berharga bagi
      > > masyarakat Indonesia untuk memilih dan membentuk peradaban yang lebih
      > > baik di masa mendatang. Kita juga diuntungkan oleh orang-orang seperti KH
      > > Abdurrahman Wahid, Prof. DR. Buya Ahmad Syafi’i Maarif, KH Ahmad Musthofa
      > > Bisri dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian itu.
      > >
      > > Tanpa kerja keras dan rasa cinta mereka pada Indonesia , tak
      > > mungkin buku yang sangat penting itu bisa terbit dan beredar di sini. Tak
      > > berlebihan bila buku semacam itu menjadi bacaan utama pelajar dan
      > > mahasiwa Indonesia , agar tatanan kehidupan yang lebih adil, saling
      > > menghargai dan menghormati itu bisa segera terwujud, setidaknya beberapa
      > > tahun mendatang.
      > >
      > > Semoga apa yang dilakukan Abdurrahman Wahid, Buya Syafi'i Maarif
      > > dan kawan-kawan bisa menjadi amal jariyah yang tak ternilai bagi
      > > Indonesia . Amin.
      > >
      > >
      > > Send instant messages to your online friends
      > > http://uk.messenger .yahoo.com


    • blckbelt
      Saya Kristen. Yang jelas bahwa umat Islam bangsa Indonesia tidak pernah menjajah bangasanya sendiri apalagi membunuh bangsanya sendiri yang beragama lain.
      Message 2 of 12 , Jun 1, 2009
      • 0 Attachment
        Saya Kristen. Yang jelas bahwa umat Islam bangsa Indonesia tidak pernah menjajah bangasanya sendiri apalagi membunuh bangsanya sendiri yang beragama lain. Tidak  seperti di Kurdi.
         
        ----- Original Message -----
        Cc: Is-Kr
        Sent: Sunday, May 31, 2009 6:39 PM
        Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam

        Oh... sekarang koq malah balik lagi ke dunia, koq ga lingkup indonesia aja...?

        Islam juga menjajah spanyol. Iraq menjajah rakyat-nya sendiri dgn
        membunuh banyak sekali warga kurdi... gmn tuh?

        gp

        On 5/30/09, Harpro <harpro31@hotmail. com> wrote:
        > Anda tidak pernah merasa siapa pelaku penjajah di bumi ini, yang juga banyak
        > membunuhi penduduk asli, soal teroris, saya juga tidak setuju, tapi itu juga
        > adalah adalah kejadian reaktif dari keadaan yang diciptakan oleh negara2
        > yang dzalim.
        >
        > Islam tidak pernah mengajarkan untuk melakukan kegiatan teroris atau
        > korupsi, semua itu tergantung pada manusianya masing2, terbukti yang korupsi
        > dan jd teroris bukn hanya orang Islam saja.
        >
        > Soal kalah menang itu urusan anda, saya tidak pernah mencari lawan di sini.
        >
        > hp
        >
        >
        >
        >
        > -----Original Message-----
        > From: great.pretender2000 [mailto:great.pretender2000 @...]
        > Sent: 30 Mei 2009 17:10
        > To: harpro31@hotmail. com
        > Cc: islam-kristen@ yahoogroups. com
        > Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara- islam
        >
        > Oh seputar indonesia...
        > Umat mayoritas islam pelaku teroris/bomber spt bali, marriot dsb...
        >
        > Bahkan koruptor terbesar juga yg membangun hampir 1000 mesjid alias
        > soeharto...adalah muslim... gmn tuh?
        >
        > pembakar gereja juga muslim...
        >
        > dari sisi mana juga anda kalah debat coyyy ;p
        >
        > gp
        >
        > On 5/30/09, Harpro <harpro31@hotmail. com> wrote:
        >> Sptnya yang dibahas masih seputar Indonesia gt loh.
        >> hp
        >>
        >> -----Original Message-----
        >> From: islam-kristen@ yahoogroups. com [mailto:islam-kristen@ yahoogroups. com]
        >> On Behalf Of great.pretender2000
        >> Sent: 27 Mei 2009 11:25
        >> To: islam-kristen@ yahoogroups. com
        >> Cc: Billy Yoseph Bibianus
        >> Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara- islam
        >>
        >> Mayoritas bumi adalah Kristen.. gimana tuh?
        >>
        >> gp
        >>
        >> On 5/26/09, Harpro <harpro31@hotmail. com> wrote:
        >>> Negara kita kan negara demokrasi, kalau pada akhirnya pilihan mayoritas
        >>> rakyat adalah negara Islam, apa itu artinya melanggar demokrasi???
        >>>
        >>> hp
        >>>
        >>>
        >>>
        >>>
        >>> ----- Original Message -----
        >>> From: Billy Yoseph Bibianus
        >>> To: islam-kristen@ yahoogroups. com
        >>> Cc: dialogislamkristen@ yahoogroups. com ;
        >>> Sahabat_Seiman_ Kristen@yahoogro ups.com ; dunia-politik@ yahoogroups. com ;
        >>> syahfuanrozi@ yahoo.com. sg ; syahrul.salam@ yahoo.co. id ;
        >> dedi0132@yahoo. co.id
        >>> ; dominicusalvin@ yahoo.com ; serpihan_cahya@ yahoo.com ;
        >>> bhatara@imparsial. org ; hitam_putih_ abu2@yahoo. com
        >>> Sent: Monday, May 25, 2009 11:14 AM
        >>> Subject: [islam-kristen] Buku ilusi-negara- islam [1 Attachment]
        >>>
        >>>
        >>> [Attachment( s) from Billy Yoseph Bibianus included below]
        >>>
        >>>
        >>> Buku dalam bentuk attach yang merupakan terbitan dari Wahid
        >> Institut
        >>> dan tulisan reflektif dibawah ini untuk memberikan jawaban keadaan
        > tentang
        >>> ancaman bagi Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi negara dan falsafah
        >>> bangsa berada dalam posisi dilecehkan oleh politik aliran/ideologi lain.
        >>> Kita harus mengakui tantangan kita sekarang lebih berat bukan di Jaman
        >>> Soekarno atau kemenangan Pancasila era sebelumnya.
        >>>
        >>> Saya kirim email ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan salah satu
        >>> agama, tetapi memberikan fakta realita yang sedang terjadi. Silakan
        >>> teman-teman memberikan tanggapan opini setelah membaca buku ini. Ternyata
        >>> dalam sistem demokrasi yang sedang berjalan gerakan Islam yang dimotori
        >> oleh
        >>> mesin PKS dan ormas-ormasnya mengancam pluralitas bangsa, keanekaragaman
        >>> kebangsaan. Nah teman-teman dipihak yang mana? mari kita beridiskusi
        >> secara
        >>> sopan dan santun. Saya yakin teman-teman menginginkan Indonesia yang
        > lebih
        >>> sejahtera dan humanis.
        >>>
        >>> Terimakasih, Selamat Membaca...!
        >>> Billy J.Bibianus
        >>>
        >>> Facebook untuk Add agar kita bisa saling mengenal dan berjejaring
        >>> sesama OMK...!
        >>> politea.plato@ gmail.com
        >>>
        >>> PKS Ancaman NKRI?
        >>>
        >>> Membaca buku Ilusi Negara Islam (INI), sungguh membuat bulu kuduk
        >>> merinding. Ternyata , Indonesia sudah berasa di tubir jurang perpecahan.
        >>> Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama-sama Hisbuth Tharir Indonesia
        >> (HTI),
        >>> Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan sejumlah ormas Islam lain,
        >> menurut
        >>> buku INI, ternyata masuk dalam kategori ancaman bagi masa depan Negara
        >>> Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
        >>> Buku yang merupakan laporan penelitian terhadap aktivis-aktivis
        >>> gerakan Islam (yang selama ini dikenal sebagai Islam garis keras) di 17
        >>> provinsi itu, menunjukkan dengan gamblang kiprah politik mereka dalam
        >> rangka
        >>> membangun sebuah pemerintahan Islam sedunia atau Khilafah Islamiyah.
        >>>
        >>> Oleh karena itu, saya sangat maklum ketika PKS ngambek ketika
        >>> Yuhdoyono memilih Boediono sebagai pasangannya dalam pemilihan
        >>> presiden/wakil presiden mendatang. Isu neoliberalisme dimunculkan,
        > menurut
        >>> saya, sekaligus memanfaatkan momentum gerakan-gerakan perlawanan terhadap
        >>> globalisasi ekonomi, privatisasi dan gerakan antiutang yang juga diusung
        >>> banyak civil society organizations (CSOs).
        >>> Barat yang sudah pasti menjadi musuh utama gerakan Wahabi dan
        >>> Ikhwanul Muslimin karena dianggap sebagai biang kekacauan dunia,
        > khususnya
        >>> kemunduran Islam di berbagai belahan dunia, 'dijual' sebagai isu utama.
        >>> Harapannya, gerakan itu akan memperoleh dukungan dari banyak kalangan,
        > tak
        >>> cuma para aktivis dan komunitas muslim semata.
        >>>
        >>> Di buku itu ditunjukkan, misalnya, betapa organisasi Islam
        > sebesar
        >>> Muhammadiyah sudah sedemikian parah 'diacak-acak' anggotanya sendiri yang
        >>> merangkap sebagai aktivis PKS. Banyak masjid dan lembaga-lembaga
        >>> pendidikannya 'diserobot' orang-orang partai. Begitu pula NU, yang hanya
        >> di
        >>> Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saja sudah 'kehilangan' 11
        >> masjid/mushala.
        >>>
        >>> Yang tak kalah mengagetkan, gerakan transnasional Islam model
        >>> Wahabi/Ikhwanul Muslimin ini pernah pula berupaya masuk Istana Presiden.
        >>> Sebuah proposal tawaran kerjasama dengan pemerintah dengan nilai ratusan
        >>> juta dolar Amerika disodorkan, bahkan gamblang disebutkan sebagiannya
        > bisa
        >>> dimanfaatkan untuk operasional kabinet, hanya sebuah rekomendasi legal
        >> untuk
        >>> sebuah proyek di Indonesia.
        >>>
        >>> Ilusi Negara Islam merupakan buku yang mencerahkan, memberi
        >> gambaran
        >>> gamblang tentang gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana banyak BUMN
        >> dikuasai
        >>> aktivis-aktivis Wahabi/Ikhwanul Muslimin/Hisbuth Tharir, juga parlemen
        > dan
        >>> banyak perusahaan-perusaha an swasta di Jakarta dan berbagai kota.
        >>>
        >>> Buku INI tak hanya layak jadi bacaan wajib masyarakat Indonesia,
        >>> namun utamanya justru bagi Yudhoyono, Megawati dan Jusuf Kalla, supaya
        > dia
        >>> lebih berhati-hati memilih tokoh-tokoh dalam kabinetnya kelak. Selain
        > itu,
        >>> menarik pula dijadikan rujukan bagi para penerima mandat sebagai penjaga
        >>> keamanan dan kedaulatan Indonesia untuk lebih berhati-hati.
        >>>
        >>> Kita tahu, sering gosip mampir ke telinga kita, bahwa sejumlah
        >> oknum
        >>> perwira (dan penisunan) polisi dan militer melakukan 'kerjasama' di bawah
        >>> tangan dengan kelompok-kelompok garis keras. Terlepas dari persentase
        >>> kebenaran isi buku (hasil penelitian itu), saya kira kita harus
        >>> mengapresiasi kerja intelektual mereka dalam membangun peradaban
        > Indonesia
        >>> yang lebih bermartabat, tak ada diskriminasi dan lebih dari itu, saling
        >>> hormat-menghormati tanpa memandang latar belakang agama, keyakinan,
        >>> etnisitas dan sebagainya.
        >>>
        >>> Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa
        >>> dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik
        >>> secara gentle dan terhormat.
        >>> Kita, tentu tak ingin ancaman pembunuhan kepada salah seorang
        >> Ketua
        >>> PBNU di Mesir oleh seorang pimpinan partai Islam garis keras hanya demi
        >>> perasaan tak suka Sang Ketua PBNU membuka fakta yang sesungguhnya tentang
        >>> gerakan Islam di Indonesia.
        >>> Terbitnya Ilusi Negara Islam sungguh merupakan sumbangan sangat
        >>> berharga bagi masyarakat Indonesia untuk memilih dan membentuk peradaban
        >>> yang lebih baik di masa mendatang. Kita juga diuntungkan oleh orang-orang
        >>> seperti KH Abdurrahman Wahid, Prof. DR. Buya Ahmad Syafi'i Maarif, KH
        >> Ahmad
        >>> Musthofa Bisri dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian itu.
        >>>
        >>> Tanpa kerja keras dan rasa cinta mereka pada Indonesia , tak
        >> mungkin
        >>> buku yang sangat penting itu bisa terbit dan beredar di sini. Tak
        >> berlebihan
        >>> bila buku semacam itu menjadi bacaan utama pelajar dan mahasiwa Indonesia
        >> ,
        >>> agar tatanan kehidupan yang lebih adil, saling menghargai dan menghormati
        >>> itu bisa segera terwujud, setidaknya beberapa tahun mendatang.
        >>>
        >>> Semoga apa yang dilakukan Abdurrahman Wahid, Buya Syafi'i Maarif
        >> dan
        >>> kawan-kawan bisa menjadi amal jariyah yang tak ternilai bagi Indonesia .
        >>> Amin.
        >>>
        >>>
        >>> Send instant messages to your online friends
        >> http://uk.messenger .yahoo.com
        >>>
        >>>
        >>
        >>
        >> --
        >> Salam, Great Pretender
        >>
        >>
        >> ------------ --------- --------- ------
        >>
        >> Yahoo! Groups Links
        >>
        >>
        >>
        >>
        >>
        >
        >
        > --
        > Salam, Great Pretender
        >
        >

        --
        Salam, Great Pretender

      • tommy_kds.upvc
        salam Pak Japri, berarti org tersebut bukan Warga Negara Indonesia... anggap aja seperti itu yah Pak...biar masalah perbedaan prinsip tidak jd keruh... tommy
        Message 3 of 12 , Jun 1, 2009
        • 0 Attachment
          salam Pak Japri,

          berarti org tersebut bukan Warga Negara Indonesia...
          anggap aja seperti itu yah Pak...biar masalah perbedaan prinsip tidak jd keruh...

          tommy Dwiyanto

          --- In islam-kristen@yahoogroups.com, japri sutiana <japri1234@...> wrote:
          >
          > Saya baca komentar balik dari salah satu milis
          > Begini komentar mengenai isu buku ini.
          > Kita harus lebih mengutamakan keutuhan negara Islam daripada mengutamakan keutuhan
          > negara demokrasi
          > Karena negara Islam itu adalah tuntutan Allah sedangkan negara demokrasi adalah negara kafir.
          > Nah begitulah kalau orang sudah kena dokrin dari aliran fundamentalis.
          > Mereka tidak suka paham bhinneka tunggal ika tapi lebih suka faham Arab.
          > Yg terus menerus konflik di timur tengah dibawa bawa ke Indonesia
          > Semoga kita yg berpikiran waras tidak terbawa hanyut oleh aliran ini
          >
          > --- On Wed, 5/27/09, iansyah <iansyah@...> wrote:
          >
          >
          > From: iansyah <iansyah@...>
          > Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam
          > To: islam-kristen@yahoogroups.com
          > Date: Wednesday, May 27, 2009, 11:43 AM
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          > Hm... Semuanya masih debatable...
          > Sy belum baca semuanya...
          > Lebih baik kita baca dulu, om...
          > Baru kita komentar...
          > Saya jd penasaran sama buku ini...
          > Kl Gus Dur, sy sudah tidak heran dengan komentar2nya. .
          > Tapi kl yg lain sy blum tahu pola pemikirannya. ..
          >
          >
          > Terima kasih atas link bukunya Om Billy...
          >
          >
          > Jadi inget kata2 dari temen sy, John Kenkell :
          >
          >
          > "We live in society ruled by fear"
          >
          >
          > Hehehe...
          > Apa yang harus mereka takutkan ya...?
          >
          >
          > Sejarah pasti berulang... Itu sudah dinubuatkan di Al Qur'an
          > Jadi, tidak ada yang perlu ditakuti dari kehidupan di dunia fana ini.
          > Semuanya cuma sementara.
          > Hidup yang abadi nanti yang harus kita fikirkan...
          >
          >
          > salam
          >
          >
          > iansyah
          > inginjadiyangsediki tdiakhirjaman
          >
          >
          > On Tuesday 26 May 2009 15:25:46 Harpro wrote:
          > > Negara kita kan negara demokrasi, kalau pada akhirnya pilihan mayoritas
          > > rakyat adalah negara Islam, apa itu artinya melanggar demokrasi???
          > >
          > > hp
          > >
          > >
          > >
          > >
          > > ----- Original Message -----
          > > From: Billy Yoseph Bibianus
          > > To: islam-kristen@ yahoogroups. com
          > > Cc: dialogislamkristen@ yahoogroups. com ;
          > > Sahabat_Seiman_ Kristen@yahoogro ups.com ; dunia-politik@ yahoogroups. com ;
          > > syahfuanrozi@ yahoo.com. sg ; syahrul.salam@ yahoo.co. id ;
          > > dedi0132@yahoo. co.id ; dominicusalvin@ yahoo.com ; serpihan_cahya@ yahoo.com
          > > ; bhatara@imparsial. org ; hitam_putih_ abu2@yahoo. com Sent: Monday, May 25,
          > > 2009 11:14 AM
          > > Subject: [islam-kristen] Buku ilusi-negara- islam [1 Attachment]
          > >
          > >
          > > [Attachment( s) from Billy Yoseph Bibianus included below]
          > >
          > >
          > > Buku dalam bentuk attach yang merupakan terbitan dari Wahid
          > > Institut dan tulisan reflektif dibawah ini untuk memberikan jawaban keadaan
          > > tentang ancaman bagi Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi negara dan
          > > falsafah bangsa berada dalam posisi dilecehkan oleh politik aliran/ideologi
          > > lain. Kita harus mengakui tantangan kita sekarang lebih berat bukan di
          > > Jaman Soekarno atau kemenangan Pancasila era sebelumnya.
          > >
          > > Saya kirim email ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan salah satu
          > > agama, tetapi memberikan fakta realita yang sedang terjadi. Silakan
          > > teman-teman memberikan tanggapan opini setelah membaca buku ini. Ternyata
          > > dalam sistem demokrasi yang sedang berjalan gerakan Islam yang dimotori
          > > oleh mesin PKS dan ormas-ormasnya mengancam pluralitas bangsa,
          > > keanekaragaman kebangsaan. Nah teman-teman dipihak yang mana? mari kita
          > > beridiskusi secara sopan dan santun. Saya yakin teman-teman menginginkan
          > > Indonesia yang lebih sejahtera dan humanis.
          > >
          > > Terimakasih, Selamat Membaca...!
          > > Billy J.Bibianus
          > >
          > > Facebook untuk Add agar kita bisa saling mengenal dan berjejaring
          > > sesama OMK...! politea.plato@ gmail.com
          > >
          > > PKS Ancaman NKRI?
          > >
          > > Membaca buku Ilusi Negara Islam (INI), sungguh membuat bulu kuduk
          > > merinding. Ternyata , Indonesia sudah berasa di tubir jurang perpecahan.
          > > Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama-sama Hisbuth Tharir Indonesia
          > > (HTI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan sejumlah ormas Islam lain,
          > > menurut buku INI, ternyata masuk dalam kategori ancaman bagi masa depan
          > > Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Buku yang merupakan laporan
          > > penelitian terhadap aktivis-aktivis gerakan Islam (yang selama ini dikenal
          > > sebagai Islam garis keras) di 17 provinsi itu, menunjukkan dengan gamblang
          > > kiprah politik mereka dalam rangka membangun sebuah pemerintahan Islam
          > > sedunia atau Khilafah Islamiyah.
          > >
          > > Oleh karena itu, saya sangat maklum ketika PKS ngambek ketika
          > > Yuhdoyono memilih Boediono sebagai pasangannya dalam pemilihan
          > > presiden/wakil presiden mendatang. Isu neoliberalisme dimunculkan, menurut
          > > saya, sekaligus memanfaatkan momentum gerakan-gerakan perlawanan terhadap
          > > globalisasi ekonomi, privatisasi dan gerakan antiutang yang juga diusung
          > > banyak civil society organizations (CSOs). Barat yang sudah pasti menjadi
          > > musuh utama gerakan Wahabi dan Ikhwanul Muslimin karena dianggap sebagai
          > > biang kekacauan dunia, khususnya kemunduran Islam di berbagai belahan
          > > dunia, ‘dijual’ sebagai isu utama. Harapannya, gerakan itu akan memperoleh
          > > dukungan dari banyak kalangan, tak cuma para aktivis dan komunitas muslim
          > > semata.
          > >
          > > Di buku itu ditunjukkan, misalnya, betapa organisasi Islam sebesar
          > > Muhammadiyah sudah sedemikian parah ‘diacak-acak’ anggotanya sendiri yang
          > > merangkap sebagai aktivis PKS. Banyak masjid dan lembaga-lembaga
          > > pendidikannya ‘diserobot’ orang-orang partai. Begitu pula NU, yang hanya di
          > > Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saja sudah ‘kehilangan’ 11 masjid/mushala.
          > >
          > > Yang tak kalah mengagetkan, gerakan transnasional Islam model
          > > Wahabi/Ikhwanul Muslimin ini pernah pula berupaya masuk Istana Presiden.
          > > Sebuah proposal tawaran kerjasama dengan pemerintah dengan nilai ratusan
          > > juta dolar Amerika disodorkan, bahkan gamblang disebutkan sebagiannya bisa
          > > dimanfaatkan untuk operasional kabinet, hanya sebuah rekomendasi legal
          > > untuk sebuah proyek di Indonesia.
          > >
          > > Ilusi Negara Islam merupakan buku yang mencerahkan, memberi
          > > gambaran gamblang tentang gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana banyak BUMN
          > > dikuasai aktivis-aktivis Wahabi/Ikhwanul Muslimin/Hisbuth Tharir, juga
          > > parlemen dan banyak perusahaan-perusaha an swasta di Jakarta dan berbagai
          > > kota.
          > >
          > > Buku INI tak hanya layak jadi bacaan wajib masyarakat Indonesia,
          > > namun utamanya justru bagi Yudhoyono, Megawati dan Jusuf Kalla, supaya dia
          > > lebih berhati-hati memilih tokoh-tokoh dalam kabinetnya kelak. Selain itu,
          > > menarik pula dijadikan rujukan bagi para penerima mandat sebagai penjaga
          > > keamanan dan kedaulatan Indonesia untuk lebih berhati-hati.
          > >
          > > Kita tahu, sering gosip mampir ke telinga kita, bahwa sejumlah
          > > oknum perwira (dan penisunan) polisi dan militer melakukan ‘kerjasama’ di
          > > bawah tangan dengan kelompok-kelompok garis keras. Terlepas dari persentase
          > > kebenaran isi buku (hasil penelitian itu), saya kira kita harus
          > > mengapresiasi kerja intelektual mereka dalam membangun peradaban Indonesia
          > > yang lebih bermartabat, tak ada diskriminasi dan lebih dari itu, saling
          > > hormat-menghormati tanpa memandang latar belakang agama, keyakinan,
          > > etnisitas dan sebagainya.
          > >
          > > Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa
          > > dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik
          > > secara gentle dan terhormat. Kita, tentu tak ingin ancaman pembunuhan
          > > kepada salah seorang Ketua PBNU di Mesir oleh seorang pimpinan partai Islam
          > > garis keras hanya demi perasaan tak suka Sang Ketua PBNU membuka fakta yang
          > > sesungguhnya tentang gerakan Islam di Indonesia. Terbitnya Ilusi Negara
          > > Islam sungguh merupakan sumbangan sangat berharga bagi masyarakat Indonesia
          > > untuk memilih dan membentuk peradaban yang lebih baik di masa mendatang.
          > > Kita juga diuntungkan oleh orang-orang seperti KH Abdurrahman Wahid, Prof.
          > > DR. Buya Ahmad Syafi’i Maarif, KH Ahmad Musthofa Bisri dan semua pihak yang
          > > terlibat dalam penelitian itu.
          > >
          > > Tanpa kerja keras dan rasa cinta mereka pada Indonesia , tak
          > > mungkin buku yang sangat penting itu bisa terbit dan beredar di sini. Tak
          > > berlebihan bila buku semacam itu menjadi bacaan utama pelajar dan mahasiwa
          > > Indonesia , agar tatanan kehidupan yang lebih adil, saling menghargai dan
          > > menghormati itu bisa segera terwujud, setidaknya beberapa tahun mendatang.
          > >
          > > Semoga apa yang dilakukan Abdurrahman Wahid, Buya Syafi'i Maarif
          > > dan kawan-kawan bisa menjadi amal jariyah yang tak ternilai bagi Indonesia
          > > . Amin.
          > >
          > >
          > > Send instant messages to your online friends
          > > http://uk.messenger .yahoo.com
          >
        • tommy_kds.upvc
          salam Pak Harpro, siapakah yg anda maksud dgn negara dzalim? bisakah anda menyebutkan nya ? thanks, Tommy Dwiyanto
          Message 4 of 12 , Jun 1, 2009
          • 0 Attachment
            salam Pak Harpro,
            siapakah yg anda maksud dgn negara dzalim?
            bisakah anda menyebutkan nya ?

            thanks,
            Tommy Dwiyanto


            --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "Harpro" <harpro31@...> wrote:
            >
            > Anda tidak pernah merasa siapa pelaku penjajah di bumi ini, yang juga banyak
            > membunuhi penduduk asli, soal teroris, saya juga tidak setuju, tapi itu juga
            > adalah adalah kejadian reaktif dari keadaan yang diciptakan oleh negara2
            > yang dzalim.
            >
            > Islam tidak pernah mengajarkan untuk melakukan kegiatan teroris atau
            > korupsi, semua itu tergantung pada manusianya masing2, terbukti yang korupsi
            > dan jd teroris bukn hanya orang Islam saja.
            >
            > Soal kalah menang itu urusan anda, saya tidak pernah mencari lawan di sini.
            >
            > hp
            >
            >
            >
            >
            > -----Original Message-----
            > From: great.pretender2000 [mailto:great.pretender2000@...]
            > Sent: 30 Mei 2009 17:10
            > To: harpro31@...
            > Cc: islam-kristen@yahoogroups.com
            > Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam
            >
            > Oh seputar indonesia...
            > Umat mayoritas islam pelaku teroris/bomber spt bali, marriot dsb...
            >
            > Bahkan koruptor terbesar juga yg membangun hampir 1000 mesjid alias
            > soeharto...adalah muslim... gmn tuh?
            >
            > pembakar gereja juga muslim...
            >
            > dari sisi mana juga anda kalah debat coyyy ;p
            >
            > gp
            >
            > On 5/30/09, Harpro <harpro31@...> wrote:
            > > Sptnya yang dibahas masih seputar Indonesia gt loh.
            > > hp
            > >
            > > -----Original Message-----
            > > From: islam-kristen@yahoogroups.com [mailto:islam-kristen@yahoogroups.com]
            > > On Behalf Of great.pretender2000
            > > Sent: 27 Mei 2009 11:25
            > > To: islam-kristen@yahoogroups.com
            > > Cc: Billy Yoseph Bibianus
            > > Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam
            > >
            > > Mayoritas bumi adalah Kristen.. gimana tuh?
            > >
            > > gp
            > >
            > > On 5/26/09, Harpro <harpro31@...> wrote:
            > >> Negara kita kan negara demokrasi, kalau pada akhirnya pilihan mayoritas
            > >> rakyat adalah negara Islam, apa itu artinya melanggar demokrasi???
            > >>
            > >> hp
            > >>
            > >>
            > >>
            > >>
            > >> ----- Original Message -----
            > >> From: Billy Yoseph Bibianus
            > >> To: islam-kristen@yahoogroups.com
            > >> Cc: dialogislamkristen@yahoogroups.com ;
            > >> Sahabat_Seiman_Kristen@yahoogroups.com ; dunia-politik@yahoogroups.com ;
            > >> syahfuanrozi@... ; syahrul.salam@... ;
            > > dedi0132@...
            > >> ; dominicusalvin@... ; serpihan_cahya@... ;
            > >> bhatara@... ; hitam_putih_abu2@...
            > >> Sent: Monday, May 25, 2009 11:14 AM
            > >> Subject: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam [1 Attachment]
            > >>
            > >>
            > >> [Attachment(s) from Billy Yoseph Bibianus included below]
            > >>
            > >>
            > >> Buku dalam bentuk attach yang merupakan terbitan dari Wahid
            > > Institut
            > >> dan tulisan reflektif dibawah ini untuk memberikan jawaban keadaan
            > tentang
            > >> ancaman bagi Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi negara dan falsafah
            > >> bangsa berada dalam posisi dilecehkan oleh politik aliran/ideologi lain.
            > >> Kita harus mengakui tantangan kita sekarang lebih berat bukan di Jaman
            > >> Soekarno atau kemenangan Pancasila era sebelumnya.
            > >>
            > >> Saya kirim email ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan salah satu
            > >> agama, tetapi memberikan fakta realita yang sedang terjadi. Silakan
            > >> teman-teman memberikan tanggapan opini setelah membaca buku ini. Ternyata
            > >> dalam sistem demokrasi yang sedang berjalan gerakan Islam yang dimotori
            > > oleh
            > >> mesin PKS dan ormas-ormasnya mengancam pluralitas bangsa, keanekaragaman
            > >> kebangsaan. Nah teman-teman dipihak yang mana? mari kita beridiskusi
            > > secara
            > >> sopan dan santun. Saya yakin teman-teman menginginkan Indonesia yang
            > lebih
            > >> sejahtera dan humanis.
            > >>
            > >> Terimakasih, Selamat Membaca...!
            > >> Billy J.Bibianus
            > >>
            > >> Facebook untuk Add agar kita bisa saling mengenal dan berjejaring
            > >> sesama OMK...!
            > >> politea.plato@...
            > >>
            > >> PKS Ancaman NKRI?
            > >>
            > >> Membaca buku Ilusi Negara Islam (INI), sungguh membuat bulu kuduk
            > >> merinding. Ternyata , Indonesia sudah berasa di tubir jurang perpecahan.
            > >> Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama-sama Hisbuth Tharir Indonesia
            > > (HTI),
            > >> Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan sejumlah ormas Islam lain,
            > > menurut
            > >> buku INI, ternyata masuk dalam kategori ancaman bagi masa depan Negara
            > >> Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
            > >> Buku yang merupakan laporan penelitian terhadap aktivis-aktivis
            > >> gerakan Islam (yang selama ini dikenal sebagai Islam garis keras) di 17
            > >> provinsi itu, menunjukkan dengan gamblang kiprah politik mereka dalam
            > > rangka
            > >> membangun sebuah pemerintahan Islam sedunia atau Khilafah Islamiyah.
            > >>
            > >> Oleh karena itu, saya sangat maklum ketika PKS ngambek ketika
            > >> Yuhdoyono memilih Boediono sebagai pasangannya dalam pemilihan
            > >> presiden/wakil presiden mendatang. Isu neoliberalisme dimunculkan,
            > menurut
            > >> saya, sekaligus memanfaatkan momentum gerakan-gerakan perlawanan terhadap
            > >> globalisasi ekonomi, privatisasi dan gerakan antiutang yang juga diusung
            > >> banyak civil society organizations (CSOs).
            > >> Barat yang sudah pasti menjadi musuh utama gerakan Wahabi dan
            > >> Ikhwanul Muslimin karena dianggap sebagai biang kekacauan dunia,
            > khususnya
            > >> kemunduran Islam di berbagai belahan dunia, 'dijual' sebagai isu utama.
            > >> Harapannya, gerakan itu akan memperoleh dukungan dari banyak kalangan,
            > tak
            > >> cuma para aktivis dan komunitas muslim semata.
            > >>
            > >> Di buku itu ditunjukkan, misalnya, betapa organisasi Islam
            > sebesar
            > >> Muhammadiyah sudah sedemikian parah 'diacak-acak' anggotanya sendiri yang
            > >> merangkap sebagai aktivis PKS. Banyak masjid dan lembaga-lembaga
            > >> pendidikannya 'diserobot' orang-orang partai. Begitu pula NU, yang hanya
            > > di
            > >> Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saja sudah 'kehilangan' 11
            > > masjid/mushala.
            > >>
            > >> Yang tak kalah mengagetkan, gerakan transnasional Islam model
            > >> Wahabi/Ikhwanul Muslimin ini pernah pula berupaya masuk Istana Presiden.
            > >> Sebuah proposal tawaran kerjasama dengan pemerintah dengan nilai ratusan
            > >> juta dolar Amerika disodorkan, bahkan gamblang disebutkan sebagiannya
            > bisa
            > >> dimanfaatkan untuk operasional kabinet, hanya sebuah rekomendasi legal
            > > untuk
            > >> sebuah proyek di Indonesia.
            > >>
            > >> Ilusi Negara Islam merupakan buku yang mencerahkan, memberi
            > > gambaran
            > >> gamblang tentang gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana banyak BUMN
            > > dikuasai
            > >> aktivis-aktivis Wahabi/Ikhwanul Muslimin/Hisbuth Tharir, juga parlemen
            > dan
            > >> banyak perusahaan-perusaha an swasta di Jakarta dan berbagai kota.
            > >>
            > >> Buku INI tak hanya layak jadi bacaan wajib masyarakat Indonesia,
            > >> namun utamanya justru bagi Yudhoyono, Megawati dan Jusuf Kalla, supaya
            > dia
            > >> lebih berhati-hati memilih tokoh-tokoh dalam kabinetnya kelak. Selain
            > itu,
            > >> menarik pula dijadikan rujukan bagi para penerima mandat sebagai penjaga
            > >> keamanan dan kedaulatan Indonesia untuk lebih berhati-hati.
            > >>
            > >> Kita tahu, sering gosip mampir ke telinga kita, bahwa sejumlah
            > > oknum
            > >> perwira (dan penisunan) polisi dan militer melakukan 'kerjasama' di bawah
            > >> tangan dengan kelompok-kelompok garis keras. Terlepas dari persentase
            > >> kebenaran isi buku (hasil penelitian itu), saya kira kita harus
            > >> mengapresiasi kerja intelektual mereka dalam membangun peradaban
            > Indonesia
            > >> yang lebih bermartabat, tak ada diskriminasi dan lebih dari itu, saling
            > >> hormat-menghormati tanpa memandang latar belakang agama, keyakinan,
            > >> etnisitas dan sebagainya.
            > >>
            > >> Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa
            > >> dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik
            > >> secara gentle dan terhormat.
            > >> Kita, tentu tak ingin ancaman pembunuhan kepada salah seorang
            > > Ketua
            > >> PBNU di Mesir oleh seorang pimpinan partai Islam garis keras hanya demi
            > >> perasaan tak suka Sang Ketua PBNU membuka fakta yang sesungguhnya tentang
            > >> gerakan Islam di Indonesia.
            > >> Terbitnya Ilusi Negara Islam sungguh merupakan sumbangan sangat
            > >> berharga bagi masyarakat Indonesia untuk memilih dan membentuk peradaban
            > >> yang lebih baik di masa mendatang. Kita juga diuntungkan oleh orang-orang
            > >> seperti KH Abdurrahman Wahid, Prof. DR. Buya Ahmad Syafi'i Maarif, KH
            > > Ahmad
            > >> Musthofa Bisri dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian itu.
            > >>
            > >> Tanpa kerja keras dan rasa cinta mereka pada Indonesia , tak
            > > mungkin
            > >> buku yang sangat penting itu bisa terbit dan beredar di sini. Tak
            > > berlebihan
            > >> bila buku semacam itu menjadi bacaan utama pelajar dan mahasiwa Indonesia
            > > ,
            > >> agar tatanan kehidupan yang lebih adil, saling menghargai dan menghormati
            > >> itu bisa segera terwujud, setidaknya beberapa tahun mendatang.
            > >>
            > >> Semoga apa yang dilakukan Abdurrahman Wahid, Buya Syafi'i Maarif
            > > dan
            > >> kawan-kawan bisa menjadi amal jariyah yang tak ternilai bagi Indonesia .
            > >> Amin.
            > >>
            > >>
            > >> Send instant messages to your online friends
            > > http://uk.messenger.yahoo.com
            > >>
            > >>
            > >
            > >
            > > --
            > > Salam, Great Pretender
            > >
            > >
            > > ------------------------------------
            > >
            > > Yahoo! Groups Links
            > >
            > >
            > >
            > >
            > >
            >
            >
            > --
            > Salam, Great Pretender
            >
          • tommy_kds.upvc
            salam GP, maaf saya tdk tahu nama anda jd saya singkat GP...kl nama saya adalah nama sebenarnya krn saya tdk akan menyembunyikan identitas saya. krn saya
            Message 5 of 12 , Jun 1, 2009
            • 0 Attachment
              salam GP,
              maaf saya tdk tahu nama anda jd saya singkat GP...kl nama saya adalah nama sebenarnya krn saya tdk akan menyembunyikan identitas saya.
              krn saya disini utk berdiskusi bukan menjelek kan antar agama...jd maksud saya adalah ingin kedamaian, keterbukaan dan keselarasan pemikiran antar umat.

              anda hanya men diskreditkan umat islam, tp anda tdk mendiskreditkan umat di luar islam, mengapa?
              apakah umat diluar islam sudah pasti baik?

              thanks,
              Tommy Dwiyanto
              nama baptis saya Joseph


              --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "great.pretender2000" <great.pretender2000@...> wrote:
              >
              > Oh... sekarang koq malah balik lagi ke dunia, koq ga lingkup indonesia aja...?
              >
              > Islam juga menjajah spanyol. Iraq menjajah rakyat-nya sendiri dgn
              > membunuh banyak sekali warga kurdi... gmn tuh?
              >
              > gp
              >
              > On 5/30/09, Harpro <harpro31@...> wrote:
              > > Anda tidak pernah merasa siapa pelaku penjajah di bumi ini, yang juga banyak
              > > membunuhi penduduk asli, soal teroris, saya juga tidak setuju, tapi itu juga
              > > adalah adalah kejadian reaktif dari keadaan yang diciptakan oleh negara2
              > > yang dzalim.
              > >
              > > Islam tidak pernah mengajarkan untuk melakukan kegiatan teroris atau
              > > korupsi, semua itu tergantung pada manusianya masing2, terbukti yang korupsi
              > > dan jd teroris bukn hanya orang Islam saja.
              > >
              > > Soal kalah menang itu urusan anda, saya tidak pernah mencari lawan di sini.
              > >
              > > hp
              > >
              > >
              > >
              > >
              > > -----Original Message-----
              > > From: great.pretender2000 [mailto:great.pretender2000@...]
              > > Sent: 30 Mei 2009 17:10
              > > To: harpro31@...
              > > Cc: islam-kristen@yahoogroups.com
              > > Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam
              > >
              > > Oh seputar indonesia...
              > > Umat mayoritas islam pelaku teroris/bomber spt bali, marriot dsb...
              > >
              > > Bahkan koruptor terbesar juga yg membangun hampir 1000 mesjid alias
              > > soeharto...adalah muslim... gmn tuh?
              > >
              > > pembakar gereja juga muslim...
              > >
              > > dari sisi mana juga anda kalah debat coyyy ;p
              > >
              > > gp
              > >
              > > On 5/30/09, Harpro <harpro31@...> wrote:
              > >> Sptnya yang dibahas masih seputar Indonesia gt loh.
              > >> hp
              > >>
              > >> -----Original Message-----
              > >> From: islam-kristen@yahoogroups.com [mailto:islam-kristen@yahoogroups.com]
              > >> On Behalf Of great.pretender2000
              > >> Sent: 27 Mei 2009 11:25
              > >> To: islam-kristen@yahoogroups.com
              > >> Cc: Billy Yoseph Bibianus
              > >> Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam
              > >>
              > >> Mayoritas bumi adalah Kristen.. gimana tuh?
              > >>
              > >> gp
              > >>
              > >> On 5/26/09, Harpro <harpro31@...> wrote:
              > >>> Negara kita kan negara demokrasi, kalau pada akhirnya pilihan mayoritas
              > >>> rakyat adalah negara Islam, apa itu artinya melanggar demokrasi???
              > >>>
              > >>> hp
              > >>>
              > >>>
              > >>>
              > >>>
              > >>> ----- Original Message -----
              > >>> From: Billy Yoseph Bibianus
              > >>> To: islam-kristen@yahoogroups.com
              > >>> Cc: dialogislamkristen@yahoogroups.com ;
              > >>> Sahabat_Seiman_Kristen@yahoogroups.com ; dunia-politik@yahoogroups.com ;
              > >>> syahfuanrozi@... ; syahrul.salam@... ;
              > >> dedi0132@...
              > >>> ; dominicusalvin@... ; serpihan_cahya@... ;
              > >>> bhatara@... ; hitam_putih_abu2@...
              > >>> Sent: Monday, May 25, 2009 11:14 AM
              > >>> Subject: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam [1 Attachment]
              > >>>
              > >>>
              > >>> [Attachment(s) from Billy Yoseph Bibianus included below]
              > >>>
              > >>>
              > >>> Buku dalam bentuk attach yang merupakan terbitan dari Wahid
              > >> Institut
              > >>> dan tulisan reflektif dibawah ini untuk memberikan jawaban keadaan
              > > tentang
              > >>> ancaman bagi Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi negara dan falsafah
              > >>> bangsa berada dalam posisi dilecehkan oleh politik aliran/ideologi lain.
              > >>> Kita harus mengakui tantangan kita sekarang lebih berat bukan di Jaman
              > >>> Soekarno atau kemenangan Pancasila era sebelumnya.
              > >>>
              > >>> Saya kirim email ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan salah satu
              > >>> agama, tetapi memberikan fakta realita yang sedang terjadi. Silakan
              > >>> teman-teman memberikan tanggapan opini setelah membaca buku ini. Ternyata
              > >>> dalam sistem demokrasi yang sedang berjalan gerakan Islam yang dimotori
              > >> oleh
              > >>> mesin PKS dan ormas-ormasnya mengancam pluralitas bangsa, keanekaragaman
              > >>> kebangsaan. Nah teman-teman dipihak yang mana? mari kita beridiskusi
              > >> secara
              > >>> sopan dan santun. Saya yakin teman-teman menginginkan Indonesia yang
              > > lebih
              > >>> sejahtera dan humanis.
              > >>>
              > >>> Terimakasih, Selamat Membaca...!
              > >>> Billy J.Bibianus
              > >>>
              > >>> Facebook untuk Add agar kita bisa saling mengenal dan berjejaring
              > >>> sesama OMK...!
              > >>> politea.plato@...
              > >>>
              > >>> PKS Ancaman NKRI?
              > >>>
              > >>> Membaca buku Ilusi Negara Islam (INI), sungguh membuat bulu kuduk
              > >>> merinding. Ternyata , Indonesia sudah berasa di tubir jurang perpecahan.
              > >>> Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama-sama Hisbuth Tharir Indonesia
              > >> (HTI),
              > >>> Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan sejumlah ormas Islam lain,
              > >> menurut
              > >>> buku INI, ternyata masuk dalam kategori ancaman bagi masa depan Negara
              > >>> Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
              > >>> Buku yang merupakan laporan penelitian terhadap aktivis-aktivis
              > >>> gerakan Islam (yang selama ini dikenal sebagai Islam garis keras) di 17
              > >>> provinsi itu, menunjukkan dengan gamblang kiprah politik mereka dalam
              > >> rangka
              > >>> membangun sebuah pemerintahan Islam sedunia atau Khilafah Islamiyah.
              > >>>
              > >>> Oleh karena itu, saya sangat maklum ketika PKS ngambek ketika
              > >>> Yuhdoyono memilih Boediono sebagai pasangannya dalam pemilihan
              > >>> presiden/wakil presiden mendatang. Isu neoliberalisme dimunculkan,
              > > menurut
              > >>> saya, sekaligus memanfaatkan momentum gerakan-gerakan perlawanan terhadap
              > >>> globalisasi ekonomi, privatisasi dan gerakan antiutang yang juga diusung
              > >>> banyak civil society organizations (CSOs).
              > >>> Barat yang sudah pasti menjadi musuh utama gerakan Wahabi dan
              > >>> Ikhwanul Muslimin karena dianggap sebagai biang kekacauan dunia,
              > > khususnya
              > >>> kemunduran Islam di berbagai belahan dunia, 'dijual' sebagai isu utama.
              > >>> Harapannya, gerakan itu akan memperoleh dukungan dari banyak kalangan,
              > > tak
              > >>> cuma para aktivis dan komunitas muslim semata.
              > >>>
              > >>> Di buku itu ditunjukkan, misalnya, betapa organisasi Islam
              > > sebesar
              > >>> Muhammadiyah sudah sedemikian parah 'diacak-acak' anggotanya sendiri yang
              > >>> merangkap sebagai aktivis PKS. Banyak masjid dan lembaga-lembaga
              > >>> pendidikannya 'diserobot' orang-orang partai. Begitu pula NU, yang hanya
              > >> di
              > >>> Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saja sudah 'kehilangan' 11
              > >> masjid/mushala.
              > >>>
              > >>> Yang tak kalah mengagetkan, gerakan transnasional Islam model
              > >>> Wahabi/Ikhwanul Muslimin ini pernah pula berupaya masuk Istana Presiden.
              > >>> Sebuah proposal tawaran kerjasama dengan pemerintah dengan nilai ratusan
              > >>> juta dolar Amerika disodorkan, bahkan gamblang disebutkan sebagiannya
              > > bisa
              > >>> dimanfaatkan untuk operasional kabinet, hanya sebuah rekomendasi legal
              > >> untuk
              > >>> sebuah proyek di Indonesia.
              > >>>
              > >>> Ilusi Negara Islam merupakan buku yang mencerahkan, memberi
              > >> gambaran
              > >>> gamblang tentang gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana banyak BUMN
              > >> dikuasai
              > >>> aktivis-aktivis Wahabi/Ikhwanul Muslimin/Hisbuth Tharir, juga parlemen
              > > dan
              > >>> banyak perusahaan-perusaha an swasta di Jakarta dan berbagai kota.
              > >>>
              > >>> Buku INI tak hanya layak jadi bacaan wajib masyarakat Indonesia,
              > >>> namun utamanya justru bagi Yudhoyono, Megawati dan Jusuf Kalla, supaya
              > > dia
              > >>> lebih berhati-hati memilih tokoh-tokoh dalam kabinetnya kelak. Selain
              > > itu,
              > >>> menarik pula dijadikan rujukan bagi para penerima mandat sebagai penjaga
              > >>> keamanan dan kedaulatan Indonesia untuk lebih berhati-hati.
              > >>>
              > >>> Kita tahu, sering gosip mampir ke telinga kita, bahwa sejumlah
              > >> oknum
              > >>> perwira (dan penisunan) polisi dan militer melakukan 'kerjasama' di bawah
              > >>> tangan dengan kelompok-kelompok garis keras. Terlepas dari persentase
              > >>> kebenaran isi buku (hasil penelitian itu), saya kira kita harus
              > >>> mengapresiasi kerja intelektual mereka dalam membangun peradaban
              > > Indonesia
              > >>> yang lebih bermartabat, tak ada diskriminasi dan lebih dari itu, saling
              > >>> hormat-menghormati tanpa memandang latar belakang agama, keyakinan,
              > >>> etnisitas dan sebagainya.
              > >>>
              > >>> Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa
              > >>> dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik
              > >>> secara gentle dan terhormat.
              > >>> Kita, tentu tak ingin ancaman pembunuhan kepada salah seorang
              > >> Ketua
              > >>> PBNU di Mesir oleh seorang pimpinan partai Islam garis keras hanya demi
              > >>> perasaan tak suka Sang Ketua PBNU membuka fakta yang sesungguhnya tentang
              > >>> gerakan Islam di Indonesia.
              > >>> Terbitnya Ilusi Negara Islam sungguh merupakan sumbangan sangat
              > >>> berharga bagi masyarakat Indonesia untuk memilih dan membentuk peradaban
              > >>> yang lebih baik di masa mendatang. Kita juga diuntungkan oleh orang-orang
              > >>> seperti KH Abdurrahman Wahid, Prof. DR. Buya Ahmad Syafi'i Maarif, KH
              > >> Ahmad
              > >>> Musthofa Bisri dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian itu.
              > >>>
              > >>> Tanpa kerja keras dan rasa cinta mereka pada Indonesia , tak
              > >> mungkin
              > >>> buku yang sangat penting itu bisa terbit dan beredar di sini. Tak
              > >> berlebihan
              > >>> bila buku semacam itu menjadi bacaan utama pelajar dan mahasiwa Indonesia
              > >> ,
              > >>> agar tatanan kehidupan yang lebih adil, saling menghargai dan menghormati
              > >>> itu bisa segera terwujud, setidaknya beberapa tahun mendatang.
              > >>>
              > >>> Semoga apa yang dilakukan Abdurrahman Wahid, Buya Syafi'i Maarif
              > >> dan
              > >>> kawan-kawan bisa menjadi amal jariyah yang tak ternilai bagi Indonesia .
              > >>> Amin.
              > >>>
              > >>>
              > >>> Send instant messages to your online friends
              > >> http://uk.messenger.yahoo.com
              > >>>
              > >>>
              > >>
              > >>
              > >> --
              > >> Salam, Great Pretender
              > >>
              > >>
              > >> ------------------------------------
              > >>
              > >> Yahoo! Groups Links
              > >>
              > >>
              > >>
              > >>
              > >>
              > >
              > >
              > > --
              > > Salam, Great Pretender
              > >
              > >
              >
              >
              > --
              > Salam, Great Pretender
              >
            • Billy Yoseph Bibianus
              Yang terpenting adalah Pluralisme, Kebangsaan dan Nasionalisme. Dan itu untuk Kehidupan bersama bukan satu Agama yaitu Islam. Islam yang saya kenal adalah
              Message 6 of 12 , Jun 3, 2009
              • 0 Attachment
                Yang terpenting adalah Pluralisme, Kebangsaan dan Nasionalisme. Dan itu untuk Kehidupan bersama bukan satu Agama yaitu Islam. Islam yang saya kenal adalah Kasih dan Toleransi bukan Kekerasan. Hidup Islam dan Agama lain yang hidup dalam satu Keanekaragaman yatiu payung yang bernama Indonesia....
                 
                Terimkasih....!!!
                Teriring salam semangat dan Sukses...

                --- On Mon, 1/6/09, iansyah <iansyah@...> wrote:

                From: iansyah <iansyah@...>
                Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara-islam
                To: islam-kristen@yahoogroups.com
                Date: Monday, 1 June, 2009, 2:25 PM

                Saya sudah baca sebagian isi buku ini...
                Kesimpulan sementara saya adalah...
                1. Buku ini dan surveynya adalah pesanan seseorang/ pihak tertentu.
                2. Terlihat jelas sekali bahwa mereka membidik salah satu kelompok.
                3. Buku in itidak netral dalam membahas hasil survey.
                4. Ada tendensi surveynya diarahkan.
                5. Buku ini dipersiapkan dalam rangka menghadapi pemilu legislatif dan pemilu presiden 2009.


                Japri Sutiana:
                " Nah begitulah kalau orang sudah kena dokrin dari aliran fundamentalis. Mereka tidak suka paham bhinneka tunggal ika tapi lebih suka faham Arab. Yg terus menerus konflik di timur tengah dibawa bawa ke Indonesia. Semoga kita yg berpikiran waras tidak terbawa hanyut oleh aliran ini"


                Nanti di dalam kubur, tidak akan ada pertanyaan,
                1. "Apakah negaramu?"
                2. "Apakah kamu penganut demokrasi?"


                Yang ada adalah pertanyaan,
                Siapa Tuhanmu?
                Apa agamamu?
                Siapa orang yang diutus kepada kalian itu?
                Apa amal perbuatanmu?


                dan yang ditanyakan di akhirat adalah,

                Untuk apa umurmu kau habiskan?Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?
                Dari mana kau peroleh hartamu? Untuk apa kau membelanjakannya?
                Untuk apa tubuhmu kau gunakan?


                "Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang kelaparan mengerumuni hidangan mereka." Maka salah seorang sahabat bertanya," Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?" Nabi saw, menjawab,"Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di lautan, dan Allah akan mencabut 'rasa gentar' terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al-wahnu."Seorang sahabat bertanya, 'Apakah itu al-wahnu itu, ya Rasulullah?' Rasulullah saw, menjawab, "Cinta dunia dan takut mati." (Hr Abu Dawud dan Ahmad)


                Sekarang adalah waktu pembuktian dari kebenaran hadist tersebut. Dan hadist ini menyatakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat.


                Siapkah anda? Sy belum siap, Insya Allaah sedang mempersiapkan diri.


                Salam...


                iansyah


                On Friday 29 May 2009 09:57:24 japri sutiana wrote:
                > Saya baca komentar balik dari salah satu milis
                > Begini komentar mengenai isu buku ini.
                > Kita harus lebih mengutamakan keutuhan negara Islam daripada mengutamakan
                > keutuhan negara demokrasi
                > Karena negara Islam itu adalah tuntutan Allah sedangkan negara demokrasi
                > adalah negara kafir. Nah begitulah kalau orang sudah kena dokrin dari
                > aliran fundamentalis. Mereka tidak suka paham bhinneka tunggal ika tapi
                > lebih suka faham Arab. Yg terus menerus konflik di timur tengah dibawa bawa
                > ke Indonesia
                > Semoga kita yg berpikiran waras tidak terbawa hanyut oleh aliran ini
                >
                > --- On Wed, 5/27/09, iansyah <iansyah@gmx. net> wrote:
                >
                >
                > From: iansyah <iansyah@gmx. net>
                > Subject: Re: [islam-kristen] Buku ilusi-negara- islam
                > To: islam-kristen@ yahoogroups. com
                > Date: Wednesday, May 27, 2009, 11:43 AM
                >
                >
                >
                >
                >
                >
                >
                >
                > Hm... Semuanya masih debatable...
                > Sy belum baca semuanya...
                > Lebih baik kita baca dulu, om...
                > Baru kita komentar...
                > Saya jd penasaran sama buku ini...
                > Kl Gus Dur, sy sudah tidak heran dengan komentar2nya. .
                > Tapi kl yg lain sy blum tahu pola pemikirannya. ..
                >
                >
                > Terima kasih atas link bukunya Om Billy...
                >
                >
                > Jadi inget kata2 dari temen sy, John Kenkell :
                >
                >
                > "We live in society ruled by fear"
                >
                >
                > Hehehe...
                > Apa yang harus mereka takutkan ya...?
                >
                >
                > Sejarah pasti berulang... Itu sudah dinubuatkan di Al Qur'an
                > Jadi, tidak ada yang perlu ditakuti dari kehidupan di dunia fana ini.
                > Semuanya cuma sementara.
                > Hidup yang abadi nanti yang harus kita fikirkan...
                >
                >
                > salam
                >
                >
                > iansyah
                > inginjadiyangsediki tdiakhirjaman
                >
                > On Tuesday 26 May 2009 15:25:46 Harpro wrote:
                > > Negara kita kan negara demokrasi, kalau pada akhirnya pilihan mayoritas
                > > rakyat adalah negara Islam, apa itu artinya melanggar demokrasi???
                > >
                > > hp
                > >
                > >
                > >
                > >
                > > ----- Original Message -----
                > > From: Billy Yoseph Bibianus
                > > To: islam-kristen@ yahoogroups. com
                > > Cc: dialogislamkristen@ yahoogroups. com ;
                > > Sahabat_Seiman_ Kristen@yahoogro ups.com ; dunia-politik@ yahoogroups.
                > > com ; syahfuanrozi@ yahoo.com. sg ; syahrul.salam@ yahoo.co. id ;
                > > dedi0132@yahoo. co.id ; dominicusalvin@ yahoo.com ; serpihan_cahya@
                > > yahoo.com ; bhatara@imparsial. org ; hitam_putih_ abu2@yahoo. com Sent:
                > > Monday, May 25, 2009 11:14 AM
                > > Subject: [islam-kristen] Buku ilusi-negara- islam [1 Attachment]
                > >
                > >
                > > [Attachment( s) from Billy Yoseph Bibianus included below]
                > >
                > >
                > > Buku dalam bentuk attach yang merupakan terbitan dari Wahid
                > > Institut dan tulisan reflektif dibawah ini untuk memberikan jawaban
                > > keadaan tentang ancaman bagi Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi negara
                > > dan falsafah bangsa berada dalam posisi dilecehkan oleh politik
                > > aliran/ideologi lain. Kita harus mengakui tantangan kita sekarang lebih
                > > berat bukan di Jaman Soekarno atau kemenangan Pancasila era sebelumnya.
                > >
                > > Saya kirim email ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan salah satu
                > > agama, tetapi memberikan fakta realita yang sedang terjadi. Silakan
                > > teman-teman memberikan tanggapan opini setelah membaca buku ini. Ternyata
                > > dalam sistem demokrasi yang sedang berjalan gerakan Islam yang dimotori
                > > oleh mesin PKS dan ormas-ormasnya mengancam pluralitas bangsa,
                > > keanekaragaman kebangsaan. Nah teman-teman dipihak yang mana? mari kita
                > > beridiskusi secara sopan dan santun. Saya yakin teman-teman menginginkan
                > > Indonesia yang lebih sejahtera dan humanis.
                > >
                > > Terimakasih, Selamat Membaca...!
                > > Billy J.Bibianus
                > >
                > > Facebook untuk Add agar kita bisa saling mengenal dan berjejaring
                > > sesama OMK...! politea.plato@ gmail.com
                > >
                > > PKS Ancaman NKRI?
                > >
                > > Membaca buku Ilusi Negara Islam (INI), sungguh membuat bulu kuduk
                > > merinding. Ternyata , Indonesia sudah berasa di tubir jurang perpecahan.
                > > Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama-sama Hisbuth Tharir Indonesia
                > > (HTI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan sejumlah ormas Islam lain,
                > > menurut buku INI, ternyata masuk dalam kategori ancaman bagi masa depan
                > > Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Buku yang merupakan laporan
                > > penelitian terhadap aktivis-aktivis gerakan Islam (yang selama ini
                > > dikenal sebagai Islam garis keras) di 17 provinsi itu, menunjukkan dengan
                > > gamblang kiprah politik mereka dalam rangka membangun sebuah pemerintahan
                > > Islam sedunia atau Khilafah Islamiyah.
                > >
                > > Oleh karena itu, saya sangat maklum ketika PKS ngambek ketika
                > > Yuhdoyono memilih Boediono sebagai pasangannya dalam pemilihan
                > > presiden/wakil presiden mendatang. Isu neoliberalisme dimunculkan,
                > > menurut saya, sekaligus memanfaatkan momentum gerakan-gerakan perlawanan
                > > terhadap globalisasi ekonomi, privatisasi dan gerakan antiutang yang juga
                > > diusung banyak civil society organizations (CSOs). Barat yang sudah pasti
                > > menjadi musuh utama gerakan Wahabi dan Ikhwanul Muslimin karena dianggap
                > > sebagai biang kekacauan dunia, khususnya kemunduran Islam di berbagai
                > > belahan dunia, ‘dijual’ sebagai isu utama. Harapannya, gerakan itu akan
                > > memperoleh dukungan dari banyak kalangan, tak cuma para aktivis dan
                > > komunitas muslim semata.
                > >
                > > Di buku itu ditunjukkan, misalnya, betapa organisasi Islam sebesar
                > > Muhammadiyah sudah sedemikian parah ‘diacak-acak’ anggotanya sendiri yang
                > > merangkap sebagai aktivis PKS. Banyak masjid dan lembaga-lembaga
                > > pendidikannya ‘diserobot’ orang-orang partai. Begitu pula NU, yang hanya
                > > di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saja sudah ‘kehilangan’ 11
                > > masjid/mushala.
                > >
                > > Yang tak kalah mengagetkan, gerakan transnasional Islam model
                > > Wahabi/Ikhwanul Muslimin ini pernah pula berupaya masuk Istana Presiden.
                > > Sebuah proposal tawaran kerjasama dengan pemerintah dengan nilai ratusan
                > > juta dolar Amerika disodorkan, bahkan gamblang disebutkan sebagiannya
                > > bisa dimanfaatkan untuk operasional kabinet, hanya sebuah rekomendasi
                > > legal untuk sebuah proyek di Indonesia.
                > >
                > > Ilusi Negara Islam merupakan buku yang mencerahkan, memberi
                > > gambaran gamblang tentang gerakan Islam di Indonesia. Bagaimana banyak
                > > BUMN dikuasai aktivis-aktivis Wahabi/Ikhwanul Muslimin/Hisbuth Tharir,
                > > juga parlemen dan banyak perusahaan-perusaha an swasta di Jakarta dan
                > > berbagai kota.
                > >
                > > Buku INI tak hanya layak jadi bacaan wajib masyarakat Indonesia,
                > > namun utamanya justru bagi Yudhoyono, Megawati dan Jusuf Kalla, supaya
                > > dia lebih berhati-hati memilih tokoh-tokoh dalam kabinetnya kelak. Selain
                > > itu, menarik pula dijadikan rujukan bagi para penerima mandat sebagai
                > > penjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia untuk lebih berhati-hati.
                > >
                > > Kita tahu, sering gosip mampir ke telinga kita, bahwa sejumlah
                > > oknum perwira (dan penisunan) polisi dan militer melakukan ‘kerjasama’ di
                > > bawah tangan dengan kelompok-kelompok garis keras. Terlepas dari
                > > persentase kebenaran isi buku (hasil penelitian itu), saya kira kita
                > > harus
                > > mengapresiasi kerja intelektual mereka dalam membangun peradaban
                > > Indonesia yang lebih bermartabat, tak ada diskriminasi dan lebih dari
                > > itu, saling hormat-menghormati tanpa memandang latar belakang agama,
                > > keyakinan, etnisitas dan sebagainya.
                > >
                > > Selayaknya pula, PKS, HTI, DDII dan ormas-ormas yang merasa
                > > dirugikan dengan publikasi buku itu, membuat klarifikasi kepada publik
                > > secara gentle dan terhormat. Kita, tentu tak ingin ancaman pembunuhan
                > > kepada salah seorang Ketua PBNU di Mesir oleh seorang pimpinan partai
                > > Islam garis keras hanya demi perasaan tak suka Sang Ketua PBNU membuka
                > > fakta yang sesungguhnya tentang gerakan Islam di Indonesia. Terbitnya
                > > Ilusi Negara Islam sungguh merupakan sumbangan sangat berharga bagi
                > > masyarakat Indonesia untuk memilih dan membentuk peradaban yang lebih
                > > baik di masa mendatang. Kita juga diuntungkan oleh orang-orang seperti KH
                > > Abdurrahman Wahid, Prof. DR. Buya Ahmad Syafi’i Maarif, KH Ahmad Musthofa
                > > Bisri dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian itu.
                > >
                > > Tanpa kerja keras dan rasa cinta mereka pada Indonesia , tak
                > > mungkin buku yang sangat penting itu bisa terbit dan beredar di sini. Tak
                > > berlebihan bila buku semacam itu menjadi bacaan utama pelajar dan
                > > mahasiwa Indonesia , agar tatanan kehidupan yang lebih adil, saling
                > > menghargai dan menghormati itu bisa segera terwujud, setidaknya beberapa
                > > tahun mendatang.
                > >
                > > Semoga apa yang dilakukan Abdurrahman Wahid, Buya Syafi'i Maarif
                > > dan kawan-kawan bisa menjadi amal jariyah yang tak ternilai bagi
                > > Indonesia . Amin.
                > >
                > >
                > > Send instant messages to your online friends
                > > http://uk.messenger .yahoo.com



                Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.