Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [islam-kristen] 11. BUAH ROH

Expand Messages
  • Harpro
    Pak Maruli, Saya mau tanya kenapa bapak dan umumnya orang Kirsten masih memakai ayat2 dari kitab Taurat, padahal perintah2 dalam Taurat sudah tidak dikuti
    Message 1 of 2 , Mar 20, 2009
    • 0 Attachment
      Pak Maruli,
       
      Saya mau tanya kenapa bapak dan umumnya orang Kirsten masih memakai ayat2 dari kitab Taurat, padahal perintah2 dalam Taurat sudah tidak dikuti lagi?, apakah karena Yesus dahulu juga memakai Taurat?, tapi pada masa itu, beliau menjalankan isi perintah Taurat, kalau Kristen yang sekarang atas perintah Paulus, hukum Taurat dibatalkan dan kalau mau konsekwen seharusnyalah kitabnya sekalian saja dibatalkan pemakaiannya, apa artinya ayat2 kitabnya diakui tapi perintah2nya semua diabaikan?
      Kalau orang2 Kristen percaya pada ayat2 Taurat seharusnya apapun ayat yang ada di dalam Taurat harus dilaksanakan, secara umum bagi pemeluk agama Kristen.
       
      hp

      Sent: Friday, March 13, 2009 7:19 AM
      Subject: [islam-kristen] 11. BUAH ROH

      11. BUAH ROH

       

      Jika seorang petani membajak sawahnya, dan menanami serta memupuk bibit yang ditanam, ia mempunyai satu tujuan dalam pikirannya. Ia menunjukkan perhatiaannya pada tuaian. Ia memadukan segala usaha, tidak menghiraukan soal biaya untuk memperoleh tuaian yang melimpah. Juga ia menunjukkan poerhatiannya pada kualitas dan kuantitas.

                  Jadi dalam Alkitab, Allah berulang-ulang kali digambarkan sebagai pemilik kebun atau petani, dan Ia bersifat Ilahi (Yak 5:8). Berabad-abad lamanya, Ia juga mempersiapkan ladang-Nya – umat manusia, dan menaburkan benih-Nya – firman Allah. Ia telah mengairinya, merawatnya – semua dilakukan untuk suatu tuaian yaitu untuk tuaian yang melimpah. Semua usaha termasuk mesin yang mahal, yaitu mesin keselamatan, penderitaan dan tetesan air mata Taman Getsemani  dan  Bukit Golgota, darah yang mengucur, keringat, airmata, semua dilakukan untuk mendapatkan sasaran yang diinginkan.

                  Dan Allah juga ingin mendapatkan tuaian dengan kualitas yang baik. Ia rindu melihat tabiat-Nya yang indah dicerminkan oleh umat-Nya. pada mulanya, sebelum manusia berdosa, ia dijadikan dalam peta Allah—sanggup untuk mencerminkan keindahan Allah ibarat sebuah cermin yang bersih tanpa cacat (Kej 1:26.27). tujuan Allah yang terutama dalam rencana penyelamatan itu ialah untuk melihat peta itu dipulihkan (Rm 8:29, Gal 1:15,16; 2 Kor 3:18).

                  Inilah sasaran utama (tujuan utama) dari rencana keselamatan Allah. Supaya tujuan ini selalu bersinar dihadapan kita dan untuk mengarahkan sasaran untuk mencapainya, maka Allah telah memberikan gambaran secara rinci kepada kita tentang kehidupan  manusia, yaitu tabiat didalam hari kita dan perbuatan di luar yang kelihatan jika rupa Allah itu sudah  dipulihkan. Gambaran ini telah dijelaskan bagi kita dalam Gal 5:22,23 dimana buah roh itu dijelaskan. TETAPI BUAH ROH IALAH: KASIH, SUKACITA, DAMAI SEJAHTERA, KESABARAN, KEMURAHAN, KEBAIKAN, KESETIAAN, KELEMAHLEMBUTAN, PENGUASAAN DIRI.

       

      Buah dalam ayat ini ditulis dalam bentuk tunggal untuk menjelaskan hasil atau produk atau tuaian dari Roh Kudus yang bekerja tanpa rintangan dalam hari orang yang berserah. Dalam terjemahan bahasa modern kadang-kadang disebut tuaian Roh Kudus, yang secara alamiah akan terlihat dalam hidup apabila Roh Kudus memegang kendali. Buah atau tuaian dari Roh kudus itu bukanlah sama sekali produk kuasa manusia melainkan produk dari suatu kuasa yamg datang dari luar diri manusia itu. Buah itu tidak diusahakan atau diperoleh sendiri, malainkan dihasilkan dalam diri kita dengan poersetujuan kita tentunya, dan dengan tinggalnya kuasa Roh Kudus itu dalam diri manusia (Yeh 36:27, Ef 3:16-19). Ada hal yang istimewa sepanjang zaman tentang tabiat yang ama indah ini. Seperti keistimewaan permata surgawi, maka tabiat yang seperti ini bukanlah meillik dunia ini melainkan milik dunia yang lebih baik dari sekarang ini. Untuk membicarakannyasaja bisa mendebarkan jantung.

       

      Sementara kita memikirkan tentang Buah Roh itu dan hubungan kita dengan itu, maka timbul tiga pertanyaan:

       

      1.         MENGAPA BUAH ITU SANGAT BERARTI PADA ALLAH?

       

      Karena inilah sifat-sifat tabiat-Nya yang amat penting. Inilah dasar dari nilai-nilai pribadi-Nya. inilah kekayaan-Nya yang paling berharga bercahaya bagaikan benang mutiara yang keluar dari mesin pemintalan dari lubuk hati-Nya.(Gal 5:22,23) ini adalah potret dari hati Allah.

                  Dan jika anda memikirkan hal itu, inilah satu-saatunya tabiat yang pertahan untuk selama-lamanya. Inilah tabiat yang pantas bertahan untuk selama-lamanya. Inilah juga satu-satunya di dunia ini yan gbisa disentuh olehy Allah denga embun kekekalan. Tabiat seperti ini akan tahan terhadapo segala macam tekanan walau bumi ini runtuh selkalipun.

       

      2.         MENGAPA BUAH ITU SANGAT BERARTI BAGI KITA?

       

                  Karena, sebagaimana dikatakan oleh Roy Hession: hal yang dirisaukan oleh Allah ialah dinginnya hati kita terhadap Dia, san sifat kita yang sombong dan tak terpatahkan itu. Lalu kita membawa sifat kita yang dingin itu ke rumah itulah sebabnya jarang ada gereja, atau pusat misi, atau panitia yang mau membuat suatu pelayanan untuk Tuhan tanpa masalah yang tidak bisa diselesaikan yang membawa kendala hubungan pribadi yang meresahkan, dan yang  mengganjal kemajuan.

                  Itulah sebabnya pelayanan Kristiani seperti ini memberikan kesempatan bagi kita untuk menjadi pemimpin dan meraih kedudukan yang mungkin tidak bisa kita peroleh dalam dunia, lalu kita jatuh kedalam kecingkakan, mencari kepentingan sendiri, dan ambisi duniawi. Apabila masalah seperti diatas bersembunyi dalam hati, maka kita akan bekerja bersama orang lain dengan perasaan menyesal, sukar, suka mengeritik, irihari, dan frstrasi yang   timbul dari hati sendiri. Kita pikir kita bekerja bagi Allah tetapi ukuran betapa kecil dan pelayanan kita untuk Tuhan bisa dinyatakan oleh kekesalan hati kita dan dengan melihat perbuatan orang lain, keadaan dan situasi, atau keadaan kesehatan yang tidak memungkinkan kita untuk meneruskan pekerjaan itu.

                  Damlam kondisi seperti ini, menurut Hession, kita memcoba memberikan satu jawab, kepada orang lain yan gkita sendiri belim tahu pastu apa jawabannya.        Gal 5:22,23 memuat jawabannya. Inilah formula yang harus ada untuk mencapai kemajuan dalam hubungan bermasyarakat. Biarlah tabiat yang sucu ini berterima pada hati semua orang dan dipraktikkan didalam rumah, digereja, dan sekolah, ditempat kerja, maka surga akan turun kedunia ini.       Tidak ada lagi dalam Alkitab tantangan moral bagi setiap orang selain dari ini. Pada kesempatan inilah kesempatan untuk menerapkannya dalam hidup sehari-hari semua teori injil Kristiani itu diuji.

       

      3.         BAGAIMANA TABIAT INDAH SEPERTI INI DAPAT DIHASILKAN DI DALAM HIDUP MANUSIA SEPERTI KITA?

       

      Jawabannya ialah: dengan mukjuzat kasih karunia dan kuasa yang berkesinambungan dari pihak Allah dan menerima kuasa mukjizat itu secara kontinu dari pihak manusia. Alkitab mengajarkan bahwa tidak akan ada buah tanpa didahului oleh kehidupan – dalam hal ini, HIDUP ALLAH SENDIRI. Biarlah hidup Allah yang memberi kekuatan, semangat, dan yang tak terkalahkan itu berkomunikasi dengan manusia yang percaya atas dara dan tidak bisa diganggu. Maka tidak ada pembatasan pada keindahan, kekuatan, dan kemenangan yang bisa dikembangkan dalam juwa manusia.

                  Hal ini telah diperlihatkan dalam hidup Yesus Kristus semasih Ia berada  di dunia ini, Ia memberlihatkan keindahan “buah roh” dalam  tubuh dan daging manusia. Dan menderita siksa untuk menjelaskan demi keuntungan kita tentang bagaimana hal ini bisa terjadi. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, kata-Nya. Yoh 5:30) tetapi Bapa yang diam di dalam Aku. Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Yoh 14:10.

      Dalam hidup daging  dibumi ini, Yesus menanggalkan kuasa keilahian-Nya, Ia menerima keterbatasan manusia, dan tidak menggunakan sumber daya rohani yang tidak bisa kita peroleh dengan bebas dan berkelimpahan. Kesaksian Alkitab tidak berbeda tnetang bagaimana buah roh bisa dihasilkan.

      • Yoh 14:4 “Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri.”
      • Yoh 15:5 “ Diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
      • Fil 2:13 “Karena Allah lah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
      • Ef 3:16 “ Menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Rohnya di dalam batinmu.”
      • Gal 2:20 “ Kristus yang hidup didalam Aku.”
      • Fil 4:13 “ Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

      Kesimpulan        

       

      Sebagaimana dalam alam, demikian juga dalam kasih Karunia. Bagaimana bibit yang tidak berdaya itu bisa tumbuh menjadi pohon yang segar dan berkembang? Dan bagaimana pohon itu bisa menghasilkan buah? Tidak ada perjuangan atau kesulitan melainkan dengan santai saja. Tidak juga dengan unjuk rasa atau disiplin yang ketat atau dengan keringat. Tetapi dengan menyerah – menyerah secara berkesinambungan kepada kebaikan tanah, matahari, hujan dan udara.  Dalam salah satu bukunya, Arthur Maxwell memberkan penjelasan tentang bagaimana bua Roh itu dihasilkan:

                  Dalam setiap hutan, biasanya ada beberapa pohon yang mempertahankan sebagian dari daun-daunnya pada musim dingin. Angin topan bisa terjadi; beberapa tumbuhan-tumbuhan bisa tercabut; hujan keras bisa turun; namun daun-daun tersebut bisa bertahan. Anda bisa ambil tongkat dan memukul dahan pohon itu sekuat tenaga tetapi daun-daun itu tidak akan gugur. Tetapi biarkan beberapa minggu lewat. Tunggu sampai musim semi datang! Pada suatu pagi yang cerah anda bisa mendapati bahwa pohon itu sudah gundul. Dalam satu malam, setiap daun sudah gugur ketanah.

                  Mengapa? Sari cairan dalam pohon itu sudah naik keatas,. Cuma itu saja rahasianya. Kehidupan itu  mengalir lagi dalam pohon itu. Dengan cepatnya cairan itu mengalir dari akar hingga kedahan yang paling tinggi dengan kuasa yang membawa pembarian yang menyebabkan jutaan daun-daun yang indah mulai muncul dan menutupi pohon yang telanjang itu dengan keindahan daun-daun hijau.

                  Demikian juga dengan hidup yang dipenuhi oleh Allah. Tanpa bantuan Roh Kudus, anda bisa bergumul dengan dosa sepanjang umur tetapi tidak akan berhasil. Tetapi izinkan Dia mengalir dalam hidup anda. Biarkan lah hidup Allah mengalir bagaikan cairan dalam pohon naik keatas dan beredar dalam seluruh segi hidup anda. Dengan cepat dosa yang sudah lama mejara lela  dalam hidup anda akan hilangf. Kata hati akan bangun. Kemauan yang sekarang berada dibawah kuasa Roh akan menyatakan diri dengan seribu bahasa dan perbuatan-perbuatan baik.

                  Demikianlah hidup baru yan gdikuasai Allah sebagaimana digambarkan Alkitab; dan Allah berfirman: Engkau akan hidup. Mungkin anda tidak bisa mengersti semua rahasia itu.  Dan Tuhan tidak mengharapkan anda mengeri semua rahasia itu. Apa yang Ia minta ialah supaya anda percaya pada janji-Nya dan menerima tawaran yang diberikan-Nya.  Hiduplah dalam roh dan kebenaran, jiwamu pasti segar.

       

       

      Bersambung….

       

      Sumber: THE NEW PICTORIAL AID

       

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.