Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Mu'jizat Jesus

Expand Messages
  • H. M. Nur Abdurrahman
    =================== Mu jizat Jesus 0leh Tri Budiono AS =================== Kitab Injil penuh dengan kisah mu jizat yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dan di
    Message 1 of 4 , Mar 4, 2007
    • 0 Attachment
      ===================
      Mu'jizat Jesus
      0leh Tri Budiono AS 
      =================== 
       
             Kitab Injil penuh dengan kisah mu’jizat yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dan di  dalam Injil tersebut, tidak di lainnya, disangka terletak dalil Keilahiannya. Bahkan  sebenarnya inti ajaran agama Kristen itu adalah mu’jizat; jika Yesus tidak bangkit dari  antara yang mati, maka kepercayaan dan ajaran Kristen niscaya akan sia-sia belaka. Kewajiban agama, ajaran yang normal dan kebangkitan rohani tidak terdapat kecuali mu’jizat dan mu’jizat saja yang terdapat pada Injil tersebut. Orang mati dibangkitkan dari kubur, banyak orang sakit disembuhkan, air diubah jadi anggur, roh jahat dilenyapkan, dan banyak sekali perbuatan yang aneh-aneh dilakukan. Demi berdalih, maka catatan di berbagai Injil tersebut secara harfiah dikira benar; tapi apa pengaruh dari semua itu terhadap kehidupan orang-orang yang pernah menyaksikan segala mu’jizat aneh tersebut? Mu’jizat dalam kehidupan seorang Nabi harus bisa meyakinkan orang terhadap hakikat risalahnya dan harus meyakinkan pula pikiran orang biasa bahwa dengan memiliki kekuatan yang luar biasa itu dia harus diikuti risalah rohani. Dia harus membawa perubahan akhlak dan rohani yang menjadi tujuan utamanya, dan mu’jizat itu hanya diperlukan demi menunjang tujuan tersebut. Yang pertama-tama harus diperhatikan adalah mu’jizat itu harus memiliki makna tujuan akhir, sedangkan mu’jizat seperti itu cuma berakhir pada dirinya sendiri saja. Jadi  mu’jizat itu harus dibuktikan dengan pengaruh yang dihasilkannya.
              
             Pertanyaan paling penting bagi kita karenanya: dengan mengira Yesus melakukan segala mu’jizat atau keajaiban-keajaiban yang menakjubkan seperti tercantum di dalam Injil, apa hasilnya? Seberapa besar keberhasilan yang ia capai dalam mentransformasi manusia? Salah satu Injil mengatakan kepada kita bahwa Yesus telah diikuti oleh sejumlah besar orang sakit yang semuanya disembuhkan, lainnya lagi mengatakan banyak sekali yang disembuhkan. Sekarang, jika yang dinyatakan itu benar, maka tak seorang pun di negeri itu akan tersisa untuk beriman kepada Yesus. Sungguh tak masuk akal bahwa mereka yang menyaksikan perbuatan luar biasa yang dilakukan Yesus Kristus itu malah dia sendiri ditolak dan dituduh sebagai seorang pendusta. Mereka melihat bahwa orang-orang yang sakit disembuhkan dan yang mati dihidupkan kembali tapi mengapa mereka masih saja tidak beriman kepadanya bila tak ada satu keajaiban pun yang ditempa? Dan betapa anehnya meskipun sejumlah besar manusia disembuhkan, tapi mengapa tak seorang pun percaya kepada Yesus, meskipun Injil memberitahukan kepada kita bahwa kepercayaan itu adalah kondisi paling prima untuk kesembuhan; karena jika sejumlah besar manusia itu percaya kepada Yesus, niscaya dia akan diikuti oleh lebih banyak lagi ketika saat penyalibannya dari sekedar kenyataan yang telah terjadi, maka saat itu pun niscaya cukup besar untuk  merobohkan kekuasaan pada waktu itu.
              
             Tapi apakah yang kita dapati? Para pengikut Yesus itu menyedihkan sekali, bukan hanya dalam jumlah, tapi juga dalam hal karakter. Dari sejumlah limaratus orang yang mengikutinya dia hanya memilih duabelas orang saja yang duduk dalam duabelas kedudukan terhormat yang bisa dipercaya untuk bekerja di hadapan Tuannya, dan yang duabelas orang ini benar-benar sangat lemah karakternya, yang paling menonjol dari mereka adalah Petrus yang pernah mengingkari Yesus sebanyak tiga kali karena merasa takut diperlakukan keras oleh para musuh, dan ia tak ragu-ragu mengutuk yang kutukan itu dia anggap hanya untuk mengelak saja. Lain-lainnya lagi bahkan tidak mau mendekati  Yesus, sementara salah seorang yang terpilih dari mereka berbalik menjadi pengkhianat. Dalam suatu peristiwa paling awal ketika Yesus meminta kepada mereka untuk berdo’a baginya, beliau dapati semuanya tertidur lelap. Sering sekali beliau memberi peringatan keras kepada mereka karena tak memiliki iman. Jika di dunia ini segala mu’jizat dilakukan oleh Yesus, dan bila mereka pernah menyaksikannya, tidakkah perkara itu akan berkesan? Tapi buktinya Yesus tidak bisa membawa perubahan berarti, baik kepada para sahabatnya apalagi kepada para musuhnya, ini cukup untuk menjadi bukti dan saksi bahwa kisah segala keajaiban itu sebenarnya hanyalah rekayasa belaka.
       
             Kegetiran hasil yang dicapai oleh Yesus Kristus meskipun dibarengi segala kisah keajabian yang dianggap hebat itu, tak ada artinya bila dibandingkan dengan hasil yang dicapai oleh Nabi Besar Dunia yang muncul di negeri Arab. Di hadapan Nabi Suci adalah bangsa yang belum pernah samasekali mendapat petunjuk kebenaran, di antara mereka itu belum pernah ada seorang Nabi pun yang pernah muncul sebelum beliau, usaha mereformasi mereka baik yang dikerjakan oleh Yahudi maupun Kristen terbukti gagal total. Bangsa ini, baik kebudayaan materi maupun moral, telah tenggelam ke jurang kehinaan dan kebobrokkan, berabad-abad lamanya suara para pembaharu hanya jatuh menimpa telinga tuli. Namun dalam waktu yang kurang dari seperempat abad saja, perubahan ajaib telah membalikannya. Kejahatan yang sudah begitu tua dilenyapkan, kedunguan dan klenik khayali diganti dengan kecintaan terhadap ilmu dan keintelektualan. Dari segala unsur manusia yang pecah berantakan yang tidak mengenal apa itu namanya bangsa, tumbuh menjadi suatu bangsa yang hidup bersatu dan menjadi bangsa yang termaju di antara berbagai bangsa yang besar-besar di dunia dari keadaan yang tak mempunyai kekuasaan apa pun yang kemudian ilmu pengetahuannya menjadi obor dunia selama berabad-abad. Ketahuilah bahwa kemajuan material itu adalah akibat dari perubahan batin, perubahan akhlak dan sudah tentu utamanya adalah perubahan atau transformasi rohaniah dimana hal ini tidak ada persamaannya dan tidak pernah pula disaksikan di belahan dunia lainnya. Baik dalam bidang akhlak, moral maupun material, Muhammad saw membangkitkan suatu bangsa dari keterpurukkan ke tingkat kemajuan yang luar biasa. Kebalikan dari ini, apa yang diperbuat Yesus Kristus? Di hadapan beliau sudah terpampang bangsa Yahudi yang sudah pandai membaca kitab-kitab suci dan pernah berpengalaman melakukan kebajikan yang paling tidak dalam bentuk lahiriahnya saja. Beliau juga sudah mendapati bahwa bangsa itu hidup di bawah pemerintahan yang berbudaya dengan peradaban material demi menunjang kemajuannya. Meskipun dengan adanya kemajuan tersebut, beliau tetap tidak bisa menghasilkan perubahan sedikit pun terhadap kehidupan bangsa tersebut apalagi secara keseluruhan. Jika akibatnya begitu menyedihkan, maka sudah pasti tidak mungkin ada sesuatu yang dikerjakan secara menakjubkan. Dalam hal inilah, kisah segala keajaiban atau mu’jizat yang aneh-aneh itu jelas sekali hanya berupa rekayasa semata atau hanya berupa perkara yang dilebih-lebihkan saja dari keadaan yang sebenarnya demi menutupi borokborok kegagalan yang jelas-jelas kelihatan di depan mata.
              
             Kritik yang menelaah Injil menunjuk kepada kesimpulan yang sama. Markus 8:12  berisi tanda-tanda pengingkaran yang nyata:
       
      “Dan ia mengeluh dalam hatinya, dan berkata, Mengapa generasi ini meminta  keajaiban? Sungguh aku katakan kepadamu. Tak akan ada keajaiban yang akan  diberikan kepada generasi ini”.
       
             Pernyataan yang sama dikemukakan di dalam Injil lainnya. Lihatlah Matius 12:39; 16:4 dan di dalam Lukas 11:29.
       
      “Beberapa orang ahli Taurat dan kaum Parisi menjawab sambil berkata, Tuan, kami  ingin melihat keajabian darimu. Tapi dia menjawab dan berkata kepada mereka,  Generasi yang jahat dan berzina ini meminta keajaiban; tidak akan ada keajaiban apa  pun yang akan diberikan kepadamu, kecuali keajaiban dari nabi Yunus” (Matius  12:38-39).
       
             Di sini kita ditunjukkan pengingkaran yang begitu nyata bahwa di sana tidak ada suatu tanda keajaiban pun kecuali keajaiban Nabi Yunus, yang ini dipahami oleh beberapa komentator Injil dengan arti keajaiban ajaran, yang oleh lainnya dipahami sebagai tetap tinggal di kuburan (yakni tetap hidup sebagaimana Yunus) selama tiga hari tiga malam. Jika Yesus telah melakukan keajaiban-keajaiban yang adiluhung, mengapa kaum Parisi meminta keajaiban dan mengapa Yesus menolak untuk memberikan keajaiban tersebut? Dalam menjawab permintaan mereka itu, beliau seharusnya menunjuk kepada ribuan saksi yang telah disembuhkannya; yang pada faktanya kerumunan massa yang ada di sekeliling beliau itu harus bisa membungkam pertanyaan orang-orang tersebut dengan bukti mereka sendiri. Tapi tidak ada sesuatu pun yang terjadi. Para komentator Injil berkata bahwa kaum Parisi mereka meminta keajaiban luar biasa dan bukan penyembuhan orang-orang yang sakit “karena mereka sudah biasa melakukan hal itu”. Jika itu memang benar begitu, maka jelas sekali bahwa Yesus bisa menyembuhkan orang-orang yang sakit itu bukan dalam hal yang luar biasa. Dan mengapa Yesus tidak menunjuk kepada orang-orang yang dibangkitkan dari kematian?
              
             Lagi, Markus memberitahukan kepada kita bahwa Yesus tidak bisa berbuat sesuatu yang luar biasa sewaktu di Nazareth, beliau hanya menyembuhkan beberapa orang yang sakit: “Dia tidak bisa mengerjakan sesuatu yang luar biasa, dia hanya menyembuhkan beberapa orang yang sakit dengan meletakkan tangannya di atas mereka, lalu menyembuhkan mereka”. Ini pun menunjukkan bahwa Yesus tidak mampu melakukan mu’jizat yang aneh-aneh, dan menyembuhkan beberapa orang yang sakit tersebut itu cuma pekerjaan biasa saja. Pernyataan ini cukup menjadi bukti bahwa kisah perbuatan yang ajaib serta aneh-aneh itu, sekali lagi, hanya rekayasa belaka, atau paling tidak, ya cuma dilebihlebihkan saja.
       
       
       
    • mikael_agl
      Sebuah pemahaman yang sempit, keliru dan salah kaprah. 1 Korintus 1:18, Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa,
      Message 2 of 4 , Mar 9, 2007
      • 0 Attachment
        Sebuah pemahaman yang sempit, keliru dan salah kaprah.

        1 Korintus 1:18, Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah
        kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang
        diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
        1 Korintus 15:17 Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah
        kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

        Intisari iman kristiani bukanlah terletak pada mukjizat atau
        keajaiban melainkan pada salib dan peristiwa kebangkitan Kristus.

        Umat kristiani mengimani Yesus Kristus sama sekali bukanlah karena
        mukjizat yang dilakukan-Nya.
        Umat Kristiani mengimani Yesus sebagai Tuhan karena memang Dia adalah
        Tuhan. Iman ini timbul karena hubungan pribadi dari orang yang
        mengimani dengan Yesus Kristus yang diimani tsb.
        Dengan kata lain, pemahaman akan Yesus Kristus sebagai Tuhan timbul
        karena pengenalan secara pribadi.

        salam
        mikael

        --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurrahman"
        <mnabdurrahman@...> wrote:
        >
        > ===================
        > Mu'jizat Jesus
        > 0leh Tri Budiono AS
        > ===================
        >
        > Kitab Injil penuh dengan kisah mu'jizat yang dilakukan oleh
        Yesus Kristus, dan di dalam Injil tersebut, tidak di lainnya,
        disangka terletak dalil Keilahiannya. Bahkan sebenarnya inti ajaran
        agama Kristen itu adalah mu'jizat; jika Yesus tidak bangkit dari
        antara yang mati, maka kepercayaan dan ajaran Kristen niscaya akan
        sia-sia belaka. Kewajiban agama, ajaran yang normal dan kebangkitan
        rohani tidak terdapat kecuali mu'jizat dan mu'jizat saja yang
        terdapat pada Injil tersebut. Orang mati dibangkitkan dari kubur,
        banyak orang sakit disembuhkan, air diubah jadi anggur, roh jahat
        dilenyapkan, dan banyak sekali perbuatan yang aneh-aneh dilakukan.
        Demi berdalih, maka catatan di berbagai Injil tersebut secara harfiah
        dikira benar; tapi apa pengaruh dari semua itu terhadap kehidupan
        orang-orang yang pernah menyaksikan segala mu'jizat aneh tersebut?
        Mu'jizat dalam kehidupan seorang Nabi harus bisa meyakinkan orang
        terhadap hakikat risalahnya dan harus meyakinkan pula pikiran orang
        biasa bahwa dengan memiliki kekuatan yang luar biasa itu dia harus
        diikuti risalah rohani. Dia harus membawa perubahan akhlak dan rohani
        yang menjadi tujuan utamanya, dan mu'jizat itu hanya diperlukan demi
        menunjang tujuan tersebut. Yang pertama-tama harus diperhatikan
        adalah mu'jizat itu harus memiliki makna tujuan akhir, sedangkan
        mu'jizat seperti itu cuma berakhir pada dirinya sendiri saja. Jadi
        mu'jizat itu harus dibuktikan dengan pengaruh yang dihasilkannya.
        >
        > Pertanyaan paling penting bagi kita karenanya: dengan
        mengira Yesus melakukan segala mu'jizat atau keajaiban-keajaiban yang
        menakjubkan seperti tercantum di dalam Injil, apa hasilnya? Seberapa
        besar keberhasilan yang ia capai dalam mentransformasi manusia? Salah
        satu Injil mengatakan kepada kita bahwa Yesus telah diikuti oleh
        sejumlah besar orang sakit yang semuanya disembuhkan, lainnya lagi
        mengatakan banyak sekali yang disembuhkan. Sekarang, jika yang
        dinyatakan itu benar, maka tak seorang pun di negeri itu akan tersisa
        untuk beriman kepada Yesus. Sungguh tak masuk akal bahwa mereka yang
        menyaksikan perbuatan luar biasa yang dilakukan Yesus Kristus itu
        malah dia sendiri ditolak dan dituduh sebagai seorang pendusta.
        Mereka melihat bahwa orang-orang yang sakit disembuhkan dan yang mati
        dihidupkan kembali tapi mengapa mereka masih saja tidak beriman
        kepadanya bila tak ada satu keajaiban pun yang ditempa? Dan betapa
        anehnya meskipun sejumlah besar manusia disembuhkan, tapi mengapa tak
        seorang pun percaya kepada Yesus, meskipun Injil memberitahukan
        kepada kita bahwa kepercayaan itu adalah kondisi paling prima untuk
        kesembuhan; karena jika sejumlah besar manusia itu percaya kepada
        Yesus, niscaya dia akan diikuti oleh lebih banyak lagi ketika saat
        penyalibannya dari sekedar kenyataan yang telah terjadi, maka saat
        itu pun niscaya cukup besar untuk merobohkan kekuasaan pada waktu
        itu.
        >
        > Tapi apakah yang kita dapati? Para pengikut Yesus itu
        menyedihkan sekali, bukan hanya dalam jumlah, tapi juga dalam hal
        karakter. Dari sejumlah limaratus orang yang mengikutinya dia hanya
        memilih duabelas orang saja yang duduk dalam duabelas kedudukan
        terhormat yang bisa dipercaya untuk bekerja di hadapan Tuannya, dan
        yang duabelas orang ini benar-benar sangat lemah karakternya, yang
        paling menonjol dari mereka adalah Petrus yang pernah mengingkari
        Yesus sebanyak tiga kali karena merasa takut diperlakukan keras oleh
        para musuh, dan ia tak ragu-ragu mengutuk yang kutukan itu dia anggap
        hanya untuk mengelak saja. Lain-lainnya lagi bahkan tidak mau
        mendekati Yesus, sementara salah seorang yang terpilih dari mereka
        berbalik menjadi pengkhianat. Dalam suatu peristiwa paling awal
        ketika Yesus meminta kepada mereka untuk berdo'a baginya, beliau
        dapati semuanya tertidur lelap. Sering sekali beliau memberi
        peringatan keras kepada mereka karena tak memiliki iman. Jika di
        dunia ini segala mu'jizat dilakukan oleh Yesus, dan bila mereka
        pernah menyaksikannya, tidakkah perkara itu akan berkesan? Tapi
        buktinya Yesus tidak bisa membawa perubahan berarti, baik kepada para
        sahabatnya apalagi kepada para musuhnya, ini cukup untuk menjadi
        bukti dan saksi bahwa kisah segala keajaiban itu sebenarnya hanyalah
        rekayasa belaka.
        >
        > Kegetiran hasil yang dicapai oleh Yesus Kristus meskipun
        dibarengi segala kisah keajabian yang dianggap hebat itu, tak ada
        artinya bila dibandingkan dengan hasil yang dicapai oleh Nabi Besar
        Dunia yang muncul di negeri Arab. Di hadapan Nabi Suci adalah bangsa
        yang belum pernah samasekali mendapat petunjuk kebenaran, di antara
        mereka itu belum pernah ada seorang Nabi pun yang pernah muncul
        sebelum beliau, usaha mereformasi mereka baik yang dikerjakan oleh
        Yahudi maupun Kristen terbukti gagal total. Bangsa ini, baik
        kebudayaan materi maupun moral, telah tenggelam ke jurang kehinaan
        dan kebobrokkan, berabad-abad lamanya suara para pembaharu hanya
        jatuh menimpa telinga tuli. Namun dalam waktu yang kurang dari
        seperempat abad saja, perubahan ajaib telah membalikannya. Kejahatan
        yang sudah begitu tua dilenyapkan, kedunguan dan klenik khayali
        diganti dengan kecintaan terhadap ilmu dan keintelektualan. Dari
        segala unsur manusia yang pecah berantakan yang tidak mengenal apa
        itu namanya bangsa, tumbuh menjadi suatu bangsa yang hidup bersatu
        dan menjadi bangsa yang termaju di antara berbagai bangsa yang besar-
        besar di dunia dari keadaan yang tak mempunyai kekuasaan apa pun yang
        kemudian ilmu pengetahuannya menjadi obor dunia selama berabad-abad.
        Ketahuilah bahwa kemajuan material itu adalah akibat dari perubahan
        batin, perubahan akhlak dan sudah tentu utamanya adalah perubahan
        atau transformasi rohaniah dimana hal ini tidak ada persamaannya dan
        tidak pernah pula disaksikan di belahan dunia lainnya. Baik dalam
        bidang akhlak, moral maupun material, Muhammad saw membangkitkan
        suatu bangsa dari keterpurukkan ke tingkat kemajuan yang luar biasa.
        Kebalikan dari ini, apa yang diperbuat Yesus Kristus? Di hadapan
        beliau sudah terpampang bangsa Yahudi yang sudah pandai membaca kitab-
        kitab suci dan pernah berpengalaman melakukan kebajikan yang paling
        tidak dalam bentuk lahiriahnya saja. Beliau juga sudah mendapati
        bahwa bangsa itu hidup di bawah pemerintahan yang berbudaya dengan
        peradaban material demi menunjang kemajuannya. Meskipun dengan adanya
        kemajuan tersebut, beliau tetap tidak bisa menghasilkan perubahan
        sedikit pun terhadap kehidupan bangsa tersebut apalagi secara
        keseluruhan. Jika akibatnya begitu menyedihkan, maka sudah pasti
        tidak mungkin ada sesuatu yang dikerjakan secara menakjubkan. Dalam
        hal inilah, kisah segala keajaiban atau mu'jizat yang aneh-aneh itu
        jelas sekali hanya berupa rekayasa semata atau hanya berupa perkara
        yang dilebih-lebihkan saja dari keadaan yang sebenarnya demi menutupi
        borokborok kegagalan yang jelas-jelas kelihatan di depan mata.
        >
        > Kritik yang menelaah Injil menunjuk kepada kesimpulan yang
        sama. Markus 8:12 berisi tanda-tanda pengingkaran yang nyata:
        >
        > "Dan ia mengeluh dalam hatinya, dan berkata, Mengapa generasi ini
        meminta keajaiban? Sungguh aku katakan kepadamu. Tak akan ada
        keajaiban yang akan diberikan kepada generasi ini".
        >
        > Pernyataan yang sama dikemukakan di dalam Injil lainnya.
        Lihatlah Matius 12:39; 16:4 dan di dalam Lukas 11:29.
        >
        > "Beberapa orang ahli Taurat dan kaum Parisi menjawab sambil
        berkata, Tuan, kami ingin melihat keajabian darimu. Tapi dia
        menjawab dan berkata kepada mereka, Generasi yang jahat dan berzina
        ini meminta keajaiban; tidak akan ada keajaiban apa pun yang akan
        diberikan kepadamu, kecuali keajaiban dari nabi Yunus" (Matius 12:38-
        39).
        >
        > Di sini kita ditunjukkan pengingkaran yang begitu nyata
        bahwa di sana tidak ada suatu tanda keajaiban pun kecuali keajaiban
        Nabi Yunus, yang ini dipahami oleh beberapa komentator Injil dengan
        arti keajaiban ajaran, yang oleh lainnya dipahami sebagai tetap
        tinggal di kuburan (yakni tetap hidup sebagaimana Yunus) selama tiga
        hari tiga malam. Jika Yesus telah melakukan keajaiban-keajaiban yang
        adiluhung, mengapa kaum Parisi meminta keajaiban dan mengapa Yesus
        menolak untuk memberikan keajaiban tersebut? Dalam menjawab
        permintaan mereka itu, beliau seharusnya menunjuk kepada ribuan saksi
        yang telah disembuhkannya; yang pada faktanya kerumunan massa yang
        ada di sekeliling beliau itu harus bisa membungkam pertanyaan orang-
        orang tersebut dengan bukti mereka sendiri. Tapi tidak ada sesuatu
        pun yang terjadi. Para komentator Injil berkata bahwa kaum Parisi
        mereka meminta keajaiban luar biasa dan bukan penyembuhan orang-orang
        yang sakit "karena mereka sudah biasa melakukan hal itu". Jika itu
        memang benar begitu, maka jelas sekali bahwa Yesus bisa menyembuhkan
        orang-orang yang sakit itu bukan dalam hal yang luar biasa. Dan
        mengapa Yesus tidak menunjuk kepada orang-orang yang dibangkitkan
        dari kematian?
        >
        > Lagi, Markus memberitahukan kepada kita bahwa Yesus tidak
        bisa berbuat sesuatu yang luar biasa sewaktu di Nazareth, beliau
        hanya menyembuhkan beberapa orang yang sakit: "Dia tidak bisa
        mengerjakan sesuatu yang luar biasa, dia hanya menyembuhkan beberapa
        orang yang sakit dengan meletakkan tangannya di atas mereka, lalu
        menyembuhkan mereka". Ini pun menunjukkan bahwa Yesus tidak mampu
        melakukan mu'jizat yang aneh-aneh, dan menyembuhkan beberapa orang
        yang sakit tersebut itu cuma pekerjaan biasa saja. Pernyataan ini
        cukup menjadi bukti bahwa kisah perbuatan yang ajaib serta aneh-aneh
        itu, sekali lagi, hanya rekayasa belaka, atau paling tidak, ya cuma
        dilebihlebihkan saja.
        >
      • oza oza
        anda mengatakan Umat kristiani mengimani Yesus Kristus sama sekali bukanlah karena mukjizat yang dilakukan-Nya. Umat Kristiani mengimani Yesus sebagai Tuhan
        Message 3 of 4 , Mar 12, 2007
        • 0 Attachment
          anda mengatakan
          "Umat kristiani mengimani Yesus Kristus sama sekali bukanlah karena
          mukjizat yang dilakukan-Nya.
          Umat Kristiani mengimani Yesus sebagai Tuhan karena memang Dia adalah
          Tuhan. Iman ini timbul karena hubungan pribadi dari orang yang
          mengimani dengan Yesus Kristus yang diimani tsb.
          Dengan kata lain, pemahaman akan Yesus Kristus sebagai Tuhan timbul
          karena pengenalan secara pribadi."
           
          Tapi anda tak pernah mau menerima kebenaran dalam bibel yang mengatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang Esa dan Yesus hanyalah utusannya'
          dan Yesus tak berdaya kecuali dengan kehendak Allah"
          jadi coba anda benar2 pelajari isi bibel dan tanya hati kecil anda apakah ajaran Bibel yang saat ini tertulis masih asli, atau sudah ada perubahan dengan berbagai banyaknya ayat2 yang bertentangan di dalamnya.
           
          salam
          semaga Allah SWT membuka jalan kebenaran dan memberikan HidayahNya pada kita.

          mikael_agl <mikael_agl@...> wrote:
          Sebuah pemahaman yang sempit, keliru dan salah kaprah.

          1 Korintus 1:18, Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah
          kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang
          diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
          1 Korintus 15:17 Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah
          kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

          Intisari iman kristiani bukanlah terletak pada mukjizat atau
          keajaiban melainkan pada salib dan peristiwa kebangkitan Kristus.

          Umat kristiani mengimani Yesus Kristus sama sekali bukanlah karena
          mukjizat yang dilakukan-Nya.
          Umat Kristiani mengimani Yesus sebagai Tuhan karena memang Dia adalah
          Tuhan. Iman ini timbul karena hubungan pribadi dari orang yang
          mengimani dengan Yesus Kristus yang diimani tsb.
          Dengan kata lain, pemahaman akan Yesus Kristus sebagai Tuhan timbul
          karena pengenalan secara pribadi.

          salam
          mikael

          --- In islam-kristen@ yahoogroups. com, "H. M. Nur Abdurrahman"
          <mnabdurrahman@ ...> wrote:
          >
          > ============ =======
          > Mu'jizat Jesus
          > 0leh Tri Budiono AS
          > ============ =======
          >
          > Kitab Injil penuh dengan kisah mu'jizat yang dilakukan oleh
          Yesus Kristus, dan di dalam Injil tersebut, tidak di lainnya,
          disangka terletak dalil Keilahiannya. Bahkan sebenarnya inti ajaran
          agama Kristen itu adalah mu'jizat; jika Yesus tidak bangkit dari
          antara yang mati, maka kepercayaan dan ajaran Kristen niscaya akan
          sia-sia belaka. Kewajiban agama, ajaran yang normal dan kebangkitan
          rohani tidak terdapat kecuali mu'jizat dan mu'jizat saja yang
          terdapat pada Injil tersebut. Orang mati dibangkitkan dari kubur,
          banyak orang sakit disembuhkan, air diubah jadi anggur, roh jahat
          dilenyapkan, dan banyak sekali perbuatan yang aneh-aneh dilakukan.
          Demi berdalih, maka catatan di berbagai Injil tersebut secara harfiah
          dikira benar; tapi apa pengaruh dari semua itu terhadap kehidupan
          orang-orang yang pernah menyaksikan segala mu'jizat aneh tersebut?
          Mu'jizat dalam kehidupan seorang Nabi harus bisa meyakinkan orang
          terhadap hakikat risalahnya dan harus meyakinkan pula pikiran orang
          biasa bahwa dengan memiliki kekuatan yang luar biasa itu dia harus
          diikuti risalah rohani. Dia harus membawa perubahan akhlak dan rohani
          yang menjadi tujuan utamanya, dan mu'jizat itu hanya diperlukan demi
          menunjang tujuan tersebut. Yang pertama-tama harus diperhatikan
          adalah mu'jizat itu harus memiliki makna tujuan akhir, sedangkan
          mu'jizat seperti itu cuma berakhir pada dirinya sendiri saja. Jadi
          mu'jizat itu harus dibuktikan dengan pengaruh yang dihasilkannya.
          >
          > Pertanyaan paling penting bagi kita karenanya: dengan
          mengira Yesus melakukan segala mu'jizat atau keajaiban-keajaiban yang
          menakjubkan seperti tercantum di dalam Injil, apa hasilnya? Seberapa
          besar keberhasilan yang ia capai dalam mentransformasi manusia? Salah
          satu Injil mengatakan kepada kita bahwa Yesus telah diikuti oleh
          sejumlah besar orang sakit yang semuanya disembuhkan, lainnya lagi
          mengatakan banyak sekali yang disembuhkan. Sekarang, jika yang
          dinyatakan itu benar, maka tak seorang pun di negeri itu akan tersisa
          untuk beriman kepada Yesus. Sungguh tak masuk akal bahwa mereka yang
          menyaksikan perbuatan luar biasa yang dilakukan Yesus Kristus itu
          malah dia sendiri ditolak dan dituduh sebagai seorang pendusta.
          Mereka melihat bahwa orang-orang yang sakit disembuhkan dan yang mati
          dihidupkan kembali tapi mengapa mereka masih saja tidak beriman
          kepadanya bila tak ada satu keajaiban pun yang ditempa? Dan betapa
          anehnya meskipun sejumlah besar manusia disembuhkan, tapi mengapa tak
          seorang pun percaya kepada Yesus, meskipun Injil memberitahukan
          kepada kita bahwa kepercayaan itu adalah kondisi paling prima untuk
          kesembuhan; karena jika sejumlah besar manusia itu percaya kepada
          Yesus, niscaya dia akan diikuti oleh lebih banyak lagi ketika saat
          penyalibannya dari sekedar kenyataan yang telah terjadi, maka saat
          itu pun niscaya cukup besar untuk merobohkan kekuasaan pada waktu
          itu.
          >
          > Tapi apakah yang kita dapati? Para pengikut Yesus itu
          menyedihkan sekali, bukan hanya dalam jumlah, tapi juga dalam hal
          karakter. Dari sejumlah limaratus orang yang mengikutinya dia hanya
          memilih duabelas orang saja yang duduk dalam duabelas kedudukan
          terhormat yang bisa dipercaya untuk bekerja di hadapan Tuannya, dan
          yang duabelas orang ini benar-benar sangat lemah karakternya, yang
          paling menonjol dari mereka adalah Petrus yang pernah mengingkari
          Yesus sebanyak tiga kali karena merasa takut diperlakukan keras oleh
          para musuh, dan ia tak ragu-ragu mengutuk yang kutukan itu dia anggap
          hanya untuk mengelak saja. Lain-lainnya lagi bahkan tidak mau
          mendekati Yesus, sementara salah seorang yang terpilih dari mereka
          berbalik menjadi pengkhianat. Dalam suatu peristiwa paling awal
          ketika Yesus meminta kepada mereka untuk berdo'a baginya, beliau
          dapati semuanya tertidur lelap. Sering sekali beliau memberi
          peringatan keras kepada mereka karena tak memiliki iman. Jika di
          dunia ini segala mu'jizat dilakukan oleh Yesus, dan bila mereka
          pernah menyaksikannya, tidakkah perkara itu akan berkesan? Tapi
          buktinya Yesus tidak bisa membawa perubahan berarti, baik kepada para
          sahabatnya apalagi kepada para musuhnya, ini cukup untuk menjadi
          bukti dan saksi bahwa kisah segala keajaiban itu sebenarnya hanyalah
          rekayasa belaka.
          >
          > Kegetiran hasil yang dicapai oleh Yesus Kristus meskipun
          dibarengi segala kisah keajabian yang dianggap hebat itu, tak ada
          artinya bila dibandingkan dengan hasil yang dicapai oleh Nabi Besar
          Dunia yang muncul di negeri Arab. Di hadapan Nabi Suci adalah bangsa
          yang belum pernah samasekali mendapat petunjuk kebenaran, di antara
          mereka itu belum pernah ada seorang Nabi pun yang pernah muncul
          sebelum beliau, usaha mereformasi mereka baik yang dikerjakan oleh
          Yahudi maupun Kristen terbukti gagal total. Bangsa ini, baik
          kebudayaan materi maupun moral, telah tenggelam ke jurang kehinaan
          dan kebobrokkan, berabad-abad lamanya suara para pembaharu hanya
          jatuh menimpa telinga tuli. Namun dalam waktu yang kurang dari
          seperempat abad saja, perubahan ajaib telah membalikannya. Kejahatan
          yang sudah begitu tua dilenyapkan, kedunguan dan klenik khayali
          diganti dengan kecintaan terhadap ilmu dan keintelektualan. Dari
          segala unsur manusia yang pecah berantakan yang tidak mengenal apa
          itu namanya bangsa, tumbuh menjadi suatu bangsa yang hidup bersatu
          dan menjadi bangsa yang termaju di antara berbagai bangsa yang besar-
          besar di dunia dari keadaan yang tak mempunyai kekuasaan apa pun yang
          kemudian ilmu pengetahuannya menjadi obor dunia selama berabad-abad.
          Ketahuilah bahwa kemajuan material itu adalah akibat dari perubahan
          batin, perubahan akhlak dan sudah tentu utamanya adalah perubahan
          atau transformasi rohaniah dimana hal ini tidak ada persamaannya dan
          tidak pernah pula disaksikan di belahan dunia lainnya. Baik dalam
          bidang akhlak, moral maupun material, Muhammad saw membangkitkan
          suatu bangsa dari keterpurukkan ke tingkat kemajuan yang luar biasa.
          Kebalikan dari ini, apa yang diperbuat Yesus Kristus? Di hadapan
          beliau sudah terpampang bangsa Yahudi yang sudah pandai membaca kitab-
          kitab suci dan pernah berpengalaman melakukan kebajikan yang paling
          tidak dalam bentuk lahiriahnya saja. Beliau juga sudah mendapati
          bahwa bangsa itu hidup di bawah pemerintahan yang berbudaya dengan
          peradaban material demi menunjang kemajuannya. Meskipun dengan adanya
          kemajuan tersebut, beliau tetap tidak bisa menghasilkan perubahan
          sedikit pun terhadap kehidupan bangsa tersebut apalagi secara
          keseluruhan. Jika akibatnya begitu menyedihkan, maka sudah pasti
          tidak mungkin ada sesuatu yang dikerjakan secara menakjubkan. Dalam
          hal inilah, kisah segala keajaiban atau mu'jizat yang aneh-aneh itu
          jelas sekali hanya berupa rekayasa semata atau hanya berupa perkara
          yang dilebih-lebihkan saja dari keadaan yang sebenarnya demi menutupi
          borokborok kegagalan yang jelas-jelas kelihatan di depan mata.
          >
          > Kritik yang menelaah Injil menunjuk kepada kesimpulan yang
          sama. Markus 8:12 berisi tanda-tanda pengingkaran yang nyata:
          >
          > "Dan ia mengeluh dalam hatinya, dan berkata, Mengapa generasi ini
          meminta keajaiban? Sungguh aku katakan kepadamu. Tak akan ada
          keajaiban yang akan diberikan kepada generasi ini".
          >
          > Pernyataan yang sama dikemukakan di dalam Injil lainnya.
          Lihatlah Matius 12:39; 16:4 dan di dalam Lukas 11:29.
          >
          > "Beberapa orang ahli Taurat dan kaum Parisi menjawab sambil
          berkata, Tuan, kami ingin melihat keajabian darimu. Tapi dia
          menjawab dan berkata kepada mereka, Generasi yang jahat dan berzina
          ini meminta keajaiban; tidak akan ada keajaiban apa pun yang akan
          diberikan kepadamu, kecuali keajaiban dari nabi Yunus" (Matius 12:38-
          39).
          >
          > Di sini kita ditunjukkan pengingkaran yang begitu nyata
          bahwa di sana tidak ada suatu tanda keajaiban pun kecuali keajaiban
          Nabi Yunus, yang ini dipahami oleh beberapa komentator Injil dengan
          arti keajaiban ajaran, yang oleh lainnya dipahami sebagai tetap
          tinggal di kuburan (yakni tetap hidup sebagaimana Yunus) selama tiga
          hari tiga malam. Jika Yesus telah melakukan keajaiban-keajaiban yang
          adiluhung, mengapa kaum Parisi meminta keajaiban dan mengapa Yesus
          menolak untuk memberikan keajaiban tersebut? Dalam menjawab
          permintaan mereka itu, beliau seharusnya menunjuk kepada ribuan saksi
          yang telah disembuhkannya; yang pada faktanya kerumunan massa yang
          ada di sekeliling beliau itu harus bisa membungkam pertanyaan orang-
          orang tersebut dengan bukti mereka sendiri. Tapi tidak ada sesuatu
          pun yang terjadi. Para komentator Injil berkata bahwa kaum Parisi
          mereka meminta keajaiban luar biasa dan bukan penyembuhan orang-orang
          yang sakit "karena mereka sudah biasa melakukan hal itu". Jika itu
          memang benar begitu, maka jelas sekali bahwa Yesus bisa menyembuhkan
          orang-orang yang sakit itu bukan dalam hal yang luar biasa. Dan
          mengapa Yesus tidak menunjuk kepada orang-orang yang dibangkitkan
          dari kematian?
          >
          > Lagi, Markus memberitahukan kepada kita bahwa Yesus tidak
          bisa berbuat sesuatu yang luar biasa sewaktu di Nazareth, beliau
          hanya menyembuhkan beberapa orang yang sakit: "Dia tidak bisa
          mengerjakan sesuatu yang luar biasa, dia hanya menyembuhkan beberapa
          orang yang sakit dengan meletakkan tangannya di atas mereka, lalu
          menyembuhkan mereka". Ini pun menunjukkan bahwa Yesus tidak mampu
          melakukan mu'jizat yang aneh-aneh, dan menyembuhkan beberapa orang
          yang sakit tersebut itu cuma pekerjaan biasa saja. Pernyataan ini
          cukup menjadi bukti bahwa kisah perbuatan yang ajaib serta aneh-aneh
          itu, sekali lagi, hanya rekayasa belaka, atau paling tidak, ya cuma
          dilebihlebihkan saja.
          >



          Sucker-punch spam with award-winning protection.
          Try the free Yahoo! Mail Beta.

        • mikael_agl
          Saya kembalikan tulisan anda pada posting sebelumnya untuk menanggapi tulisan anda dibawah. Dalam postingan anda sebelumnya anda menulis demikian: maaf mas
          Message 4 of 4 , Mar 17, 2007
          • 0 Attachment

            Saya kembalikan tulisan anda pada posting sebelumnya untuk menanggapi tulisan anda dibawah.

            Dalam postingan anda sebelumnya anda menulis demikian:

            maaf mas kalau mengambil referensi tolong diambil full /penuh
            jangan hanya di preteli seenak perutnya. apa yang anda tulis hanyalah bagian dari reaksi suatu masalah, padahal dalam hadis itu diterangkan gak hanya itunya saja.
            terus anda juga gak boleh mengartikan menurut arti harfiah saja, anda jangan kaya orang bodoh yang gak tau gaya bahasa...
            jadi tolong disikapi dengan perasaan yang penuh kekeluargaan dan jangan menghujat...

            Hehehe......
            kenyataannya anda juga suka main sunat dan main pretel ayat-ayat kitab suci orang lain. Jangan begitu ah......

            Coba jika ayat-ayat Alquran dan hadis juga disunat dan ditafsirkan
            seenaknya seperti yang dilakukan oleh rekan Jodi Leonpard di
            postingan berikut:

            http://groups.yahoo.com/group/islam-kristen/message/20883
            http://groups.yahoo.com/group/islam-kristen/message/20884

            Dari ayat-ayat yang disunat rekan diatas ternyata bahwa:
            Bahwa Allohnya Muhammad itu penipu, pendendam, dan keji, dll.
            Bahwa Muhammad yang anda puji itu ternyata seorang yang kejam,
            penyembah berhala dan seorang maniak seks, dll?

            Mengapa anda masih menyembah Allah yang begitu rendah seperti itu? dan mengapa anda masih mengikuti teladan Muhammad yang anda muliakan tsb? BAgaimana sikap pribadi anda?

            Apakah anda setuju dengan pendapat rekan Jodi Leonpar ???
            Karena nyatanya anda dalam tulisan anda dibawah memakai cara yang sama dalam menyerang ajaran Kristen.

            jadi coba anda benar2 pelajari isi Quran dan Hadis  dan tanya hati kecil anda apakah ajaran Quran dan Hadis  yang saat ini tertulis masih asli, atau sudah ada perubahan dengan berbagai banyaknya ayat2 yang bertentangan di dalamnya.

             
            salam
            semoga Allah Yang Maha Kasih membuka jalan kebenaran dan memberikan HidayahNya pada kita.


            --- In islam-kristen@yahoogroups.com, oza oza <rozaq_krawen@...> wrote:
            >
            > anda mengatakan
            > "Umat kristiani mengimani Yesus Kristus sama sekali bukanlah karena
            > mukjizat yang dilakukan-Nya.
            > Umat Kristiani mengimani Yesus sebagai Tuhan karena memang Dia adalah
            > Tuhan. Iman ini timbul karena hubungan pribadi dari orang yang
            > mengimani dengan Yesus Kristus yang diimani tsb.
            > Dengan kata lain, pemahaman akan Yesus Kristus sebagai Tuhan timbul
            > karena pengenalan secara pribadi."
            >
            > Tapi anda tak pernah mau menerima kebenaran dalam bibel yang mengatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang Esa dan Yesus hanyalah utusannya'
            > dan Yesus tak berdaya kecuali dengan kehendak Allah"
            >
            > jadi coba anda benar2 pelajari isi bibel dan tanya hati kecil anda apakah ajaran Bibel yang saat ini tertulis masih asli, atau sudah ada perubahan dengan berbagai banyaknya ayat2 yang bertentangan di dalamnya.
            >
            > salam
            > semaga Allah SWT membuka jalan kebenaran dan memberikan HidayahNya pada kita.
            >
            > mikael_agl mikael_agl@... wrote:
            > Sebuah pemahaman yang sempit, keliru dan salah kaprah.
            >
            > 1 Korintus 1:18, Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah
            > kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang
            > diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
            > 1 Korintus 15:17 Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah
            > kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
            >
            > Intisari iman kristiani bukanlah terletak pada mukjizat atau
            > keajaiban melainkan pada salib dan peristiwa kebangkitan Kristus.
            >
            > Umat kristiani mengimani Yesus Kristus sama sekali bukanlah karena
            > mukjizat yang dilakukan-Nya.
            > Umat Kristiani mengimani Yesus sebagai Tuhan karena memang Dia adalah
            > Tuhan. Iman ini timbul karena hubungan pribadi dari orang yang
            > mengimani dengan Yesus Kristus yang diimani tsb.
            > Dengan kata lain, pemahaman akan Yesus Kristus sebagai Tuhan timbul
            > karena pengenalan secara pribadi.
            >
            > salam
            > mikael
            >
            > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurrahman"
            > mnabdurrahman@ wrote:
            > >
            > > ===================
            > > Mu'jizat Jesus
            > > 0leh Tri Budiono AS
            > > ===================
            > >
            > > Kitab Injil penuh dengan kisah mu'jizat yang dilakukan oleh
            > Yesus Kristus, dan di dalam Injil tersebut, tidak di lainnya,
            > disangka terletak dalil Keilahiannya. Bahkan sebenarnya inti ajaran
            > agama Kristen itu adalah mu'jizat; jika Yesus tidak bangkit dari
            > antara yang mati, maka kepercayaan dan ajaran Kristen niscaya akan
            > sia-sia belaka. Kewajiban agama, ajaran yang normal dan kebangkitan
            > rohani tidak terdapat kecuali mu'jizat dan mu'jizat saja yang
            > terdapat pada Injil tersebut. Orang mati dibangkitkan dari kubur,
            > banyak orang sakit disembuhkan, air diubah jadi anggur, roh jahat
            > dilenyapkan, dan banyak sekali perbuatan yang aneh-aneh dilakukan.
            > Demi berdalih, maka catatan di berbagai Injil tersebut secara harfiah
            > dikira benar; tapi apa pengaruh dari semua itu terhadap kehidupan
            > orang-orang yang pernah menyaksikan segala mu'jizat aneh tersebut?
            > Mu'jizat dalam kehidupan seorang Nabi harus bisa meyakinkan orang
            > terhadap hakikat risalahnya dan harus meyakinkan pula pikiran orang
            > biasa bahwa dengan memiliki kekuatan yang luar biasa itu dia harus
            > diikuti risalah rohani. Dia harus membawa perubahan akhlak dan rohani
            > yang menjadi tujuan utamanya, dan mu'jizat itu hanya diperlukan demi
            > menunjang tujuan tersebut. Yang pertama-tama harus diperhatikan
            > adalah mu'jizat itu harus memiliki makna tujuan akhir, sedangkan
            > mu'jizat seperti itu cuma berakhir pada dirinya sendiri saja. Jadi
            > mu'jizat itu harus dibuktikan dengan pengaruh yang dihasilkannya.
            > >
            > > Pertanyaan paling penting bagi kita karenanya: dengan
            > mengira Yesus melakukan segala mu'jizat atau keajaiban-keajaiban yang
            > menakjubkan seperti tercantum di dalam Injil, apa hasilnya? Seberapa
            > besar keberhasilan yang ia capai dalam mentransformasi manusia? Salah
            > satu Injil mengatakan kepada kita bahwa Yesus telah diikuti oleh
            > sejumlah besar orang sakit yang semuanya disembuhkan, lainnya lagi
            > mengatakan banyak sekali yang disembuhkan. Sekarang, jika yang
            > dinyatakan itu benar, maka tak seorang pun di negeri itu akan tersisa
            > untuk beriman kepada Yesus. Sungguh tak masuk akal bahwa mereka yang
            > menyaksikan perbuatan luar biasa yang dilakukan Yesus Kristus itu
            > malah dia sendiri ditolak dan dituduh sebagai seorang pendusta.
            > Mereka melihat bahwa orang-orang yang sakit disembuhkan dan yang mati
            > dihidupkan kembali tapi mengapa mereka masih saja tidak beriman
            > kepadanya bila tak ada satu keajaiban pun yang ditempa? Dan betapa
            > anehnya meskipun sejumlah besar manusia disembuhkan, tapi mengapa tak
            > seorang pun percaya kepada Yesus, meskipun Injil memberitahukan
            > kepada kita bahwa kepercayaan itu adalah kondisi paling prima untuk
            > kesembuhan; karena jika sejumlah besar manusia itu percaya kepada
            > Yesus, niscaya dia akan diikuti oleh lebih banyak lagi ketika saat
            > penyalibannya dari sekedar kenyataan yang telah terjadi, maka saat
            > itu pun niscaya cukup besar untuk merobohkan kekuasaan pada waktu
            > itu.
            > >
            > > Tapi apakah yang kita dapati? Para pengikut Yesus itu
            > menyedihkan sekali, bukan hanya dalam jumlah, tapi juga dalam hal
            > karakter. Dari sejumlah limaratus orang yang mengikutinya dia hanya
            > memilih duabelas orang saja yang duduk dalam duabelas kedudukan
            > terhormat yang bisa dipercaya untuk bekerja di hadapan Tuannya, dan
            > yang duabelas orang ini benar-benar sangat lemah karakternya, yang
            > paling menonjol dari mereka adalah Petrus yang pernah mengingkari
            > Yesus sebanyak tiga kali karena merasa takut diperlakukan keras oleh
            > para musuh, dan ia tak ragu-ragu mengutuk yang kutukan itu dia anggap
            > hanya untuk mengelak saja. Lain-lainnya lagi bahkan tidak mau
            > mendekati Yesus, sementara salah seorang yang terpilih dari mereka
            > berbalik menjadi pengkhianat. Dalam suatu peristiwa paling awal
            > ketika Yesus meminta kepada mereka untuk berdo'a baginya, beliau
            > dapati semuanya tertidur lelap. Sering sekali beliau memberi
            > peringatan keras kepada mereka karena tak memiliki iman. Jika di
            > dunia ini segala mu'jizat dilakukan oleh Yesus, dan bila mereka
            > pernah menyaksikannya, tidakkah perkara itu akan berkesan? Tapi
            > buktinya Yesus tidak bisa membawa perubahan berarti, baik kepada para
            > sahabatnya apalagi kepada para musuhnya, ini cukup untuk menjadi
            > bukti dan saksi bahwa kisah segala keajaiban itu sebenarnya hanyalah
            > rekayasa belaka.
            > >
            > > Kegetiran hasil yang dicapai oleh Yesus Kristus meskipun
            > dibarengi segala kisah keajabian yang dianggap hebat itu, tak ada
            > artinya bila dibandingkan dengan hasil yang dicapai oleh Nabi Besar
            > Dunia yang muncul di negeri Arab. Di hadapan Nabi Suci adalah bangsa
            > yang belum pernah samasekali mendapat petunjuk kebenaran, di antara
            > mereka itu belum pernah ada seorang Nabi pun yang pernah muncul
            > sebelum beliau, usaha mereformasi mereka baik yang dikerjakan oleh
            > Yahudi maupun Kristen terbukti gagal total. Bangsa ini, baik
            > kebudayaan materi maupun moral, telah tenggelam ke jurang kehinaan
            > dan kebobrokkan, berabad-abad lamanya suara para pembaharu hanya
            > jatuh menimpa telinga tuli. Namun dalam waktu yang kurang dari
            > seperempat abad saja, perubahan ajaib telah membalikannya. Kejahatan
            > yang sudah begitu tua dilenyapkan, kedunguan dan klenik khayali
            > diganti dengan kecintaan terhadap ilmu dan keintelektualan. Dari
            > segala unsur manusia yang pecah berantakan yang tidak mengenal apa
            > itu namanya bangsa, tumbuh menjadi suatu bangsa yang hidup bersatu
            > dan menjadi bangsa yang termaju di antara berbagai bangsa yang besar-
            > besar di dunia dari keadaan yang tak mempunyai kekuasaan apa pun yang
            > kemudian ilmu pengetahuannya menjadi obor dunia selama berabad-abad.
            > Ketahuilah bahwa kemajuan material itu adalah akibat dari perubahan
            > batin, perubahan akhlak dan sudah tentu utamanya adalah perubahan
            > atau transformasi rohaniah dimana hal ini tidak ada persamaannya dan
            > tidak pernah pula disaksikan di belahan dunia lainnya. Baik dalam
            > bidang akhlak, moral maupun material, Muhammad saw membangkitkan
            > suatu bangsa dari keterpurukkan ke tingkat kemajuan yang luar biasa.
            > Kebalikan dari ini, apa yang diperbuat Yesus Kristus? Di hadapan
            > beliau sudah terpampang bangsa Yahudi yang sudah pandai membaca kitab-
            > kitab suci dan pernah berpengalaman melakukan kebajikan yang paling
            > tidak dalam bentuk lahiriahnya saja. Beliau juga sudah mendapati
            > bahwa bangsa itu hidup di bawah pemerintahan yang berbudaya dengan
            > peradaban material demi menunjang kemajuannya. Meskipun dengan adanya
            > kemajuan tersebut, beliau tetap tidak bisa menghasilkan perubahan
            > sedikit pun terhadap kehidupan bangsa tersebut apalagi secara
            > keseluruhan. Jika akibatnya begitu menyedihkan, maka sudah pasti
            > tidak mungkin ada sesuatu yang dikerjakan secara menakjubkan. Dalam
            > hal inilah, kisah segala keajaiban atau mu'jizat yang aneh-aneh itu
            > jelas sekali hanya berupa rekayasa semata atau hanya berupa perkara
            > yang dilebih-lebihkan saja dari keadaan yang sebenarnya demi menutupi
            > borokborok kegagalan yang jelas-jelas kelihatan di depan mata.
            > >
            > > Kritik yang menelaah Injil menunjuk kepada kesimpulan yang
            > sama. Markus 8:12 berisi tanda-tanda pengingkaran yang nyata:
            > >
            > > "Dan ia mengeluh dalam hatinya, dan berkata, Mengapa generasi ini
            > meminta keajaiban? Sungguh aku katakan kepadamu. Tak akan ada
            > keajaiban yang akan diberikan kepada generasi ini".
            > >
            > > Pernyataan yang sama dikemukakan di dalam Injil lainnya.
            > Lihatlah Matius 12:39; 16:4 dan di dalam Lukas 11:29.
            > >
            > > "Beberapa orang ahli Taurat dan kaum Parisi menjawab sambil
            > berkata, Tuan, kami ingin melihat keajabian darimu. Tapi dia
            > menjawab dan berkata kepada mereka, Generasi yang jahat dan berzina
            > ini meminta keajaiban; tidak akan ada keajaiban apa pun yang akan
            > diberikan kepadamu, kecuali keajaiban dari nabi Yunus" (Matius 12:38-
            > 39).
            > >
            > > Di sini kita ditunjukkan pengingkaran yang begitu nyata
            > bahwa di sana tidak ada suatu tanda keajaiban pun kecuali keajaiban
            > Nabi Yunus, yang ini dipahami oleh beberapa komentator Injil dengan
            > arti keajaiban ajaran, yang oleh lainnya dipahami sebagai tetap
            > tinggal di kuburan (yakni tetap hidup sebagaimana Yunus) selama tiga
            > hari tiga malam. Jika Yesus telah melakukan keajaiban-keajaiban yang
            > adiluhung, mengapa kaum Parisi meminta keajaiban dan mengapa Yesus
            > menolak untuk memberikan keajaiban tersebut? Dalam menjawab
            > permintaan mereka itu, beliau seharusnya menunjuk kepada ribuan saksi
            > yang telah disembuhkannya; yang pada faktanya kerumunan massa yang
            > ada di sekeliling beliau itu harus bisa membungkam pertanyaan orang-
            > orang tersebut dengan bukti mereka sendiri. Tapi tidak ada sesuatu
            > pun yang terjadi. Para komentator Injil berkata bahwa kaum Parisi
            > mereka meminta keajaiban luar biasa dan bukan penyembuhan orang-orang
            > yang sakit "karena mereka sudah biasa melakukan hal itu". Jika itu
            > memang benar begitu, maka jelas sekali bahwa Yesus bisa menyembuhkan
            > orang-orang yang sakit itu bukan dalam hal yang luar biasa. Dan
            > mengapa Yesus tidak menunjuk kepada orang-orang yang dibangkitkan
            > dari kematian?
            > >
            > > Lagi, Markus memberitahukan kepada kita bahwa Yesus tidak
            > bisa berbuat sesuatu yang luar biasa sewaktu di Nazareth, beliau
            > hanya menyembuhkan beberapa orang yang sakit: "Dia tidak bisa
            > mengerjakan sesuatu yang luar biasa, dia hanya menyembuhkan beberapa
            > orang yang sakit dengan meletakkan tangannya di atas mereka, lalu
            > menyembuhkan mereka". Ini pun menunjukkan bahwa Yesus tidak mampu
            > melakukan mu'jizat yang aneh-aneh, dan menyembuhkan beberapa orang
            > yang sakit tersebut itu cuma pekerjaan biasa saja. Pernyataan ini
            > cukup menjadi bukti bahwa kisah perbuatan yang ajaib serta aneh-aneh
            > itu, sekali lagi, hanya rekayasa belaka, atau paling tidak, ya cuma
            > dilebihlebihkan saja.
            > >
            >
            >
            >
            >
            >
            >
            > ---------------------------------
            > Sucker-punch spam with award-winning protection.
            > Try the free Yahoo! Mail Beta.
            >
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.