Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: Iran vs AS Kenapa Kita Tidak Berdoa Bagi Mereka

Expand Messages
  • laretidar
    Buat saudara-saudaraku yang terkasih, kenapa kalo kita mengaku beriman kepada Allah tapi perilaku kita tidak seperti yang diajarkan Allah kepada kita. Kalau
    Message 1 of 14 , Jul 31, 2006
      Buat saudara-saudaraku yang terkasih, kenapa kalo kita mengaku beriman
      kepada Allah tapi perilaku kita tidak seperti yang diajarkan Allah
      kepada kita. Kalau kita beriman bahwa Allah dapat melakukan
      segala-galanya kenapa kita selalu mengutamakan pemikiran dan kemampuan
      kita sendiri untuk menghancurkan orang lain dengan mengatasnamakan
      Allah. Apakah Allah tidak sanggup membela diriNya sendiri ????

      Kenapa kita tidak berbicara dengan Allah dan mohon kepadaNya untuk
      menghentikan perang dan memberikan perdamaian kepada semua umat.

      Perang dan saling bunuh walaupun dengan dalih membela Allah menurutku
      tidak benar. Sebab Allah sendiri adalah Kasih, dan Dia pasti tidak
      rela kalo ciptaanNya dimusnahkan oleh hasil ciptaanNya juga.
      Sejelek-jeleknya dan sedosa-dosanya manusia Allah masih mau
      menyelamatkan kita walaupun kita sudah menghujatnya, tapi kenapa kita
      manusia lebih suka menghancurkan orang lain yang juga adalah ciptaan
      Allah juga tapi kebetulan berbeda pegangan hidupnya.

      Allah tidak bodoh, Allah tidak dungu, Allah tidak lemah, Allah
      mengerti semua bahasa, Allah memiliki pasukan penghancur yang efisien,
      Allah tidak perlu dibela, Allah memiliki segala-galanya.

      Janganlah kita mengaku beriman kepada Allah kalo masih mau
      menghancurkan orang lain atau menyakiti orang lain dengan alasan
      apapun.

      Sayang sekali hampir di seluruh dunia ini banyak orang beragama tetapi
      hanya beberapa saja yang benar2 beriman kepadaNya.

      Semoga Tuhan mengampuni segala dosa2 kita dan ada perdamaian diantara
      umatNya.


      GBU
    • mursalaat
      Jawabnya sderhana: Orang yang tidak mengenal Allah (cuma sekedar tahu dari kitab suci dan cerita manusia) tidak akan pernah tahu apakah doa2nya didengar Allah
      Message 2 of 14 , Aug 1, 2006
        Jawabnya sderhana:
        Orang yang tidak mengenal Allah (cuma sekedar tahu dari kitab suci
        dan cerita manusia) tidak akan pernah tahu apakah doa2nya didengar
        Allah atau tidak, apalagi sudah dijawab apa belum. Karena bagi
        orang2 yang demikian doa adalah komunikasi satu arah, dari dirinya
        kepada Allah.
        Karena dia tidak pernah tahu dan tdk pernah dengar jawaban Allah
        (karena dia tidak mengenal Allah secara pribadi) maka seringkali ia
        mengambil sikap, berdiam diri dan pasrah atau mengambil tindakan
        sendiri dengan mengambil asumsi bahwa itulah kehendak Allah baginya.
        Juga ciri orang yang tidak mengenal Allah secara pribadi, jadi cuma
        tahu saja dari kitrabnya dan dari orang lain, adalah, melakukan
        segala upaya agar supaya ia berkenan kepada Allah, bahkan tiudak
        jarang orang-orang ini menunjukkan sikap bahwa mereka rela
        mengorbankan dirinya (bahkan nyawanya) demi harpan mereka bahwa
        Allah berkenan kepada mereka dan pada akhirnya menjawab doa-doa
        mereka.
        Kasihaaan sekali mereka ini. Oleh karena itu kita harus beritakan
        kepada mereka bahwa semua itu sia-sia karena tidak ada manusia
        dibenarkan oleh perbuatannya ataupun kebaikannya, melainkan sikap
        hatinya dalam segala hal, yakni untuk memuaskan ego, daging atau
        untuk menyenangkan hati Allah.
        Dan untuk mengetahui bahwa sikap hati kita itu menyenangkan hati
        Allah atau tidak kita harus mengenalNya secara pribadi dan menjalin
        hubungan yang semakin intim denganNya.
        Dan Isa Almasih (Yeshua Ha Masiah/ Yesus Kristus)lah satu-satunya
        yang menawarkan jalan kepada pengenalan dan hubungan itu.
        Jelas iblis tidak menyukai hal itu dan melaukan segala upaya agar
        misi utamnya tetap berjalan yaitu menyakiti hati Allah dengan
        menghancurkan ciptaanNya dengan segala cara tipu muslihat.
        Iblis jelas sudah kalah terhadap Yesus, jadi orang yang tidak
        percaya kepada Yesus dan bahwa Yesus sudah mengalahkan iblis dan
        antek-anteknya, juga ada dalam kuasa iblis itu sendiri.
        Jelas iblis tidak akan mengijinkan orang tersebut tahu. Orang yang
        dalam kuasa iblis selalu mengira bahwa ia melakukan perbuatan yang
        baik dan benar untuk Allah, melalui ibadahnya dan tiutal-ritualnya.
        Dan karena ia tidak mengenal Allah secara pribadi maka selama itulah
        ia dalam kuasa iblis.
        paham?


        --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "laretidar" <laretidar@...>
        wrote:
        >
        > Buat saudara-saudaraku yang terkasih, kenapa kalo kita mengaku
        beriman
        > kepada Allah tapi perilaku kita tidak seperti yang diajarkan Allah
        > kepada kita. Kalau kita beriman bahwa Allah dapat melakukan
        > segala-galanya kenapa kita selalu mengutamakan pemikiran dan
        kemampuan
        > kita sendiri untuk menghancurkan orang lain dengan mengatasnamakan
        > Allah. Apakah Allah tidak sanggup membela diriNya sendiri ????
        >
        > Kenapa kita tidak berbicara dengan Allah dan mohon kepadaNya untuk
        > menghentikan perang dan memberikan perdamaian kepada semua umat.
        >
        > Perang dan saling bunuh walaupun dengan dalih membela Allah
        menurutku
        > tidak benar. Sebab Allah sendiri adalah Kasih, dan Dia pasti tidak
        > rela kalo ciptaanNya dimusnahkan oleh hasil ciptaanNya juga.
        > Sejelek-jeleknya dan sedosa-dosanya manusia Allah masih mau
        > menyelamatkan kita walaupun kita sudah menghujatnya, tapi kenapa
        kita
        > manusia lebih suka menghancurkan orang lain yang juga adalah
        ciptaan
        > Allah juga tapi kebetulan berbeda pegangan hidupnya.
        >
        > Allah tidak bodoh, Allah tidak dungu, Allah tidak lemah, Allah
        > mengerti semua bahasa, Allah memiliki pasukan penghancur yang
        efisien,
        > Allah tidak perlu dibela, Allah memiliki segala-galanya.
        >
        > Janganlah kita mengaku beriman kepada Allah kalo masih mau
        > menghancurkan orang lain atau menyakiti orang lain dengan alasan
        > apapun.
        >
        > Sayang sekali hampir di seluruh dunia ini banyak orang beragama
        tetapi
        > hanya beberapa saja yang benar2 beriman kepadaNya.
        >
        > Semoga Tuhan mengampuni segala dosa2 kita dan ada perdamaian
        diantara
        > umatNya.
        >
        >
        > GBU
        >
      • mikael_agl
        Iya nih.... Apa sih maksudnya memanipulasi seperti itu. Ada baiknya sertakan juga tulisan aslinya, dalam bahasa inggris. salam mikael ... menterjemahkan ...
        Message 3 of 14 , Aug 4, 2006
          Iya nih....
          Apa sih maksudnya memanipulasi seperti itu.
          Ada baiknya sertakan juga tulisan aslinya, dalam bahasa inggris.

          salam
          mikael

          --- In islam-kristen@yahoogroups.com, Heru Martinus Salim
          <heru_m_salim@...> wrote:
          >
          > Sekali lagi tolong diperhatikan. Paling tidak buat yang
          menterjemahkan
          > dan yang mem forward.
          >
          > Penganut ajaran Isa Almasih != (tidak sama dengan - red) Orang
          amerika.
          > Kita sebagai orang yang katanya "intelek", harus belajar kapan kita
          bisa
          > men generalisasi sesuatu, kapan hal itu tidak bisa dilakukan.
          Langkah2
          > yang diambil amerika, bukan berarti ajarannya yang salah, juga
          bukan
          > berarti semua penganut nya tidak mengikuti ajaran tsb. Terlalu
          banyak
          > aspek dalam kehidupan ini, dan terlalu kurang dewasa rasanya kalau
          > segala sesuatu dikaitkan dengan hal agama, padahal belum tentu
          orang tsb
          > peduli dengan agama.
          >
          > Kalau saya boleh sedikit singgung tentang pengikut ajaran nabi
          Muhammad,
          > bukankah lebih mengerikan??? Mereka mengatasnamakan agama mereka
          > (teroris - red) sebagai dasar untuk menghancurkan individu lain,
          untuk
          > mem bom jiwa2, menghancurkan gedung2, menyerang saat diserang.
          Semuanya
          > itu mengatasnamakan agama. Apakah dengan begitu saya boleh
          mengatakan,
          > kalau agama tsb mengajarkan semua hal tersebut???
          > Bolehkah saya memformulasikan
          > Penganut ajaran Muhammad = (sama dengan - red) mereka (teroris -
          red)
          >
          > Kita harus belajar untuk lebih dewasa dalam mem posting message2.
          Kalau
          > memang itu bukan aspirasi dari diri kita, lebih baik gak usah di
          > posting. Tp kalau memang beginilah aspirasi anda, agak susah
          rasanya
          > untuk berdiskusi bersama.
          >
          > Saya cuma berharap kita bisa sama2 saling diskusi dan belajar.
          Saling
          > mengenal satu dengan yang lainnya. Bukan bertujuan untuk saling
          > menyerang dan menghancurkan.
          >
          > Salam,
          > Heru
          >
          > noaslsigl schrieb:
          > >
          > > Surat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
          > > Kepada Presiden AS George W. Bush (dari situs irib.ir)
          > >
          > >
          > > Tuan George W. Bush, Presiden AS,
          > >
          > > Sudah lama saya memikirkan cara untuk menjelaskan berbagai hal
          yang
          > > sudah pasti kontradiktif di pentas internasional dan terus menerus
          > > didiskusikan, terutama di forum-forum politik dan mahasiswa.
          Banyak
          > > pertanyaan tak terjawab, sehingga saya terdorong untuk
          mendiskusikan
          > > sebagian kontradiksi dan pertanyaan itu dengan harapan dapat
          > > menyediakan peluang untuk melakukan pembenahan.
          > >
          > > Mungkinkah para penganut ajaran Nabi Agung Isa al-Masih as menaruh
          > > komitmen kepada HAM, menampilkan liberalisme sebagai model
          peradaban,
          > > menyatakan penolakan terhadap proliferasi bom nuklir dan
          > > senjata-senjata desktruksi massal, dan mengangkat slogan perang
          > > melawan teror, dan pada akhirnya, berjalan menuju penegakan
          > > masyarakat yang satu dan universal, sebagaimana masyarakat yang
          kelak
          > > akan dipimpin oleh al-Masih as dan orang-orang bertakwa di muka
          bumi;
          > > tetapi di saat yang sama, mereka menginvasi banyak negara,
          memusnahkan
          > > banyak nyawa, kehormatan, dan harta benda rakyat, menyempitkan
          > > peluang, dan membiarkan para penjahat membumi-hanguskan suatu kota
          > > kecil atau, misalnya, suatu desa atau kota secara total? Atau
          hanya
          > > lantaran dugaan ada senjata destruksi massal di suatu negara,
          negara
          > > ini lantas diduduki, sekitar 100.000 penduduknya terbunuh,
          > > sumber-sumber air, pertanian, dan industrinya musnah, hampir
          180.000
          > > pasukan asing ditempatkan di sana, kehormatan rumah-rumah
          pendudukan
          > > dilanggar, dan bisa jadi negara ini lantas terbelakang sampai 50
          tahun.
          > >
          > > Berapa harga yang harus dibayar? Ratusan milyar USD dari anggaran
          > > sebuah negara dan sejumlah negara tertentu lainnya dihamburkan,
          > > puluhan ribu pemuda dan pemudi ditugaskan sebagai pasukan
          pendudukan
          > > di tempat yang sangat berbahaya dan jauh dari keluarga mereka, dan
          > > kemudian tangan mereka berlumuran darah orang-orang lain? Mereka
          > > terpaksa menanggung banyak tekanan mental sehingga sebagian
          diantara
          > > mereka terpaksa bunuh diri. Sebagian dari mereka kembali ke rumah
          > > mereka dalam kondisi stres dan terengah-engah menahan penyakit dan
          > > penderitaan. Belum lagi sebagian di antara mereka yang tewas dan
          > > jenazahnya dikembalikan kepada keluarga mereka.
          > >
          > > Di tengah isu senjata pemusnah massal, tragedi itu menenggelamkan
          > > bangsa negara yang diduduki dan sekaligus negara yang menduduki.
          Di
          > > kemudian hari terungkap bahwa senjata pemusnah massal yang
          dijadikan
          > > alasan untuk bertindak itu ternyata tidak ada.
          > >
          > > Memang, Saddam adalah sosok diktator dan penjahat, tapi perang
          > > dikobarkan sebenarnya bukan untuk menggulingkannya. Seperti yang
          sudah
          > > diumumkan, perang itu bertujuan melacak dan memusnahkan senjata
          > > pemusnah massal. Jadi, Saddam digulingkan dalam konteks tujuan
          lain.
          > >
          > > Betapapun demikian, masyarakat regional menyambut gembira
          tergulingnya
          > > Saddam. Saya ingin mengingatkan bahwa selama bertahun-tahun
          memerangi
          > > Iran, Saddam didukung oleh Barat.
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Mungkin Anda tahu bahwa saya adalah seorang dosen. Para mahasiswa
          saya
          > > bertanya-tanya kepada saya; dapatkah semua tindakan itu
          dikompromikan
          > > dengan nilai-nilai yang telah disinggung di awal surat ini atau
          > > dianggap sebagai aktualisasi ajaran Isa al-Masih as, Nabi Penyeru
          > > Perdamaian dan Pengampunan.
          > >
          > > Para tahanan yang meringkuk di Guantanamo tidak diproses di
          > > pengadilan, hak-hak mereka dinistakan, keluarga mereka tidak
          > > diperbolehkan membesuk, dan mereka disekap di kawasan yang asing
          dan
          > > jauh dari negeri mereka. Sama sekali tidak ada pengawasan
          > > internasional atas kondisi dan nasib mereka. Tak seorangpun tahu
          > > status mereka; tahanan, tawanan perang, tersangka, atau penjahat.
          > >
          > > Tim inspeksi Eropa mengkonfirmasikan keberadaan penjara-penjara
          > > rahasia di Eropa. Saya tidak dapat mencarikan acuan sistem
          peradilan
          > > apapun untuk aksi penculikan dan penyekapan korbannya di
          > > penjara-penjara rahasia. Saya tidak habis berpikir; bagaimana
          > > tindakan-tindakan itu dapat dikaitkan dengan nilai-nilai yang
          telah
          > > diungkap di pembukaan surat ini, misalnya dengan ajaran al-Masih
          as,
          > > HAM, dan norma-norma liberal.
          > >
          > > Kalangan muda, mahasiswa, dan masyarakat biasa menyimpan banyak
          > > pertanyaan tentang fenomena Israel. Saya yakin Anda mengetahui
          > > sebagian diantara pertanyaan itu.
          > >
          > > Dalam sejarah, banyak negara menjadi obyek aksi pendudukan. Namun,
          > > pembentukan suatu negara baru dengan rakyat yang baru pula,
          menurut
          > > saya, adalah fenomena baru yang hanya ada pada zaman kita
          sekarang.
          > > Para mahasiswa saya mengatakan, sampai 60 tahun lalu belum pernah
          ada
          > > negara seperti itu. Mereka menyodorkan peta-peta bumi klasik dan
          > > meminta saya untuk berbuat hal yang sama. Kami tidak sanggup
          menemukan
          > > suatu negara bernama Israel.
          > >
          > > Saya katakan kepada mereka, coba telaah sejarang Perang Dunia I
          dan
          > > II. Salah seorang mahasiswa saya mengatakan bahwa dalam peristiwa
          > > Perang Dunia II yang menjatuhkan puluhan juta korban jiwa, berita
          > > seputar peperangan cepat sekali disiarkan oleh berbagai pihak yang
          > > terlibat perang. Setelah perang reda, mereka mengklaim bahwa enam
          juta
          > > orang Yahudi tewas. Enam juta orang itu tentu berasal dari dua
          juta
          > > keluarga.
          > >
          > > Seandainyapun klaim itu benar, apakah itu dapat dijadikan alasan
          yang
          > > rasional untuk mendirikan negara Israel di Timteng atau mendukung
          > > negara seperti ini?
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Anda pasti telah mengetahui bagaimana dan dengan harga apa Israel
          > > telah terbentuk, yaitu:
          > >
          > > - dengan terbantainya ribuan jiwa,
          > >
          > > - dengan membuat jutaan jiwa penduduk asli kawasan itu menjadi
          > > pengungsi, dan
          > >
          > > -dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun,
          serta
          > > penghancuran kota-kota dan tanah-tanah subur.
          > >
          > > Tragedi ini ternyata tidak hanya timbul pada masa pembentukan
          negara
          > > itu saja. Sangat disayangkan, selama 60 tahun sejak masa
          pembentukan
          > > itu, berbagai tragedi tersebut terus berjalan dan akan terus
          > > berlanjut. Rezim yang dibentuk bahkan tidak memiliki rasa belas
          > > kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, teror
          terencana
          > > dan terbuka terhadap tokoh-tokoh Palestina digelar, serta ribuan
          > > orang-orang Palestina dipenjara. Fenomena ini, pada abad-abad
          terakhir
          > > bisa dikatakan sulit dicari tandingannya, atau malah tidak ada
          > > bandingannya.
          > >
          > > Pertanyaan besar lainnya yang saat ini mengemuka pada masyarakat
          dunia
          > > adalah: mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela? Apakah
          > > pembelaan kepada rezim semacam ini merupakan salah satu ajaran
          Nabi
          > > Isa a.s. atau sesuai dengan nilai-nilai liberalisme?
          > >
          > > Apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi para
          pemilik
          > > asli tanah Palestina, baik yang tinggal di Palestina maupun di
          luar;
          > > dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen, bertentangan
          > > dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran para
          nabi?
          > > Bila tidak bertentangan, mengapa usulan referendum seperti itu
          tidak
          > > pernah disetujui?
          > >
          > > Akhir-akhir ini, dengan pilihan rakyat Palestina sendiri, telah
          > > terbentuk pemerintahan. Semua pengawas independen mengukuhkan
          bahwa
          > > pemerintah itu sah dipilih oleh rakyat Palestina. Namun tak
          terduga,
          > > pemerintah pilihan rakyat itu malah kemudian ditekan sedemikian
          rupa
          > > agar mereka mengakui eksistensi negara bernama Israel dan tidak
          lagi
          > > meneruskan perlawanan. Mereka dipaksa melanjutkan program
          pemerintah
          > > sebelumnya.
          > >
          > > Seandainya pemerintah terpilih itu sejak awal mengumumkan
          kebijakannya
          > > sebagaimana yang diinginkan oleh para penekan, apakah masyarakat
          > > Palestina akan memilih mereka? Apakah cara-cara pemaksaan terhadap
          > > pemerintah Palestina itu sesuai dengan nilai-nilai yang saya
          tulis di
          > > atas? Demikian pula, masyarakat bertanya-tanya, mengapa setiap
          > > resolusi PBB anti Israel yang diajukan ke DK PBB selalu diveto?
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya hubungan
          > > dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, dengan
          > > berbagai cara melakukan interaksi dengan saya. Mereka melihat
          > > kebijakan ganda yang ada ini tidak sesuai dengan logika apapun.
          > > Bukti-bukti menunjukkan, bagaimana kebanyakan masyarakat di
          kawasan,
          > > dari hari ke hari semakin marah dengan kebijakan yang diambil di
          > > kawasn ini.
          > >
          > > Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan, namun
          saya
          > > ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.
          > >
          > > Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan Timur
          Tengah
          > > dianggap dan dicitrakan sebagai ancaman terhadap rezim Israel?
          Apakah
          > > usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar
          masyarakat?
          > >
          > > Anda mungkin memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain pada
          masa
          > > abad pertengahan, pada bagian mana dari sejarah dan di manakah
          hal itu
          > > pernah terjadi, kemajuan ilmu dan teknologi dianggap sebagai
          sebuah
          > > kejahatan? Apakah dengan mengandaikan kemungkinan dipakainya ilmu
          dan
          > > teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan untuk
          > > menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian adalah
          > > benar, maka seluruh ilmu harus ditentang, bahkan fisika, kimia,
          > > matematika, kedokteran, arsitektur, dan lain-lain.
          > >
          > > Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya
          tidak
          > > ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal yang
          > > tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila orang lain
          berdusta
          > > terhadap Anda.
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk
          mempertanyakan
          > > mengapa selalu ada usaha untuk tidak menyetujui pemerintahan
          terpilih
          > > dari rakyat dan pada saat yang sama, adanya pembelaan bagi mereka
          yang
          > > ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih? Mengapa
          ancaman
          > > selalu diarahkan kepada mereka?
          > >
          > > Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja,
          kreatif,
          > > dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam menjamin
          > > kebutuhan dan kemajuan materi dan spiritual masyarakat dunia.
          > > Sayangnya, kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar Afrika
          menjadi
          > > kendala terbesar bagi mereka untuk dapat memainkan peran penting
          tersebut.
          > >
          > > Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan luar
          biasa
          > > dan barang tambang mereka dijarah, padahal mereka lebih
          membutuhkannya
          > > daripada orang lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai dengan
          ajaran
          > > Nabi Isa dan hak-hak asasi manusia?
          > >
          > > Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak
          > > pertanyaan. Salah satunya terkait dengan aksi kudeta 28 Murdad (19
          > > Agustus) terhadap pemerintahan waktu itu, 52 tahun lalu. Kemudian
          juga
          > > tindakan penentangan terhadap revolusi Islam Iran tahun 1979
          dengan
          > > menjadikan Kedutaan Amerika sebagai pusat penggulingan revolusi.
          Dalam
          > > hal ini, melalui ribuan lembar dokumen, terbukti bahwa Kedubes AS
          > > mendukung para penentang Republik Islam. AS juga mendukung total
          > > Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, menembak pesawat
          penumpang
          > > sipil Iran, membekukan harta masyarakat Iran, dan kini melontarkan
          > > ancaman-ancaman yang semakin meningkat dengan menunjukkan
          > > ketidaksetujuan serta kemarahan atas kemajuan ilmu dan teknologi
          serta
          > > nuklir masyarakat Iran. Padahal, semua orang Iran bergembira
          dengan
          > > kemajuan negara mereka dan mengadakan pesta untuk keberhasilan
          mereka
          > > itu. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini yang
          penjelasannya
          > > tidak bisa saya cantumkan dalam surat ini.
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang
          > > mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di bagian
          mana
          > > saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat disayangkan.
          > > Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa kebencian terhadap
          > > pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada
          mereka
          > > yang ditinggalkan.
          > >
          > > Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta, dan
          > > kehormatan rakyatnya. Seperti yang disebut-sebut, negara Anda
          memiliki
          > > sistem keamanan, penjagaan, dan informasi yang luas dan canggih.
          > > Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun diburu.
          Operasi
          > > teror 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah konsep dan
          > > pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa kerja sama dengan
          > > sistem informasi dan keamanan? Bisakah sebuah operasi rumit
          > > berlangsung tanpa adanya pengaruh yang luas di dalam sistem
          keamanan
          > > dan informasi dalam negeri? Tentunya ini hanya sebuah kemungkinan
          dari
          > > orang-orang yang berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain dari
          > > kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan resmi
          > > mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Dan
          mengapa
          > > para pelaku dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan dihukum?
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan dan
          > > ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan
          masyarakat di
          > > negara-negara yang bertetangga dengan pusat krisis dunia, selama
          > > bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan.
          > >
          > > Setelah peristiwa 11 September berlangsung, alih-alih munculnya
          > > peredaan jiwa dan ketenangan bagi mereka yang terkena musibah,
          > > masyarakat Amerika malah menjadi masyarakat yang paling menderita
          > > akibat kejadian tersebut. Sementara itu, sebagian dari media Barat
          > > malah membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa
          mengabarkan
          > > adanya kemungkinan serangan teroris. Mereka seperti sengaja
          memelihara
          > > keadaan agar masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan
          khawatir.
          > > Apakah ini yang disebut pelayanan terhadap rakyat Amerika? Apakah
          > > kerugian yang berasal dari ketakutan dan kekhawatiran itu dapat
          dihitung?
          > >
          > > Coba bayangkan, masyarakat Amerika merasa bakal ada serangan. Di
          > > jalanan, di tempat kerja, dan di rumah, mereka selalu merasa tidak
          > > aman. Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa media
          > > bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan
          memberikan
          > > rasa aman, bukannya malah mengabarkan ketidakamanan?
          > >
          > > Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini digunakan
          sebagai
          > > fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah begini,
          > > kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait dengan
          media.
          > >
          > > Dalam etika dan prinsip-prinsip media massa, penyampaian informasi
          > > yang benar dan kejujuran dalam menyebarkan berita adalah prinsip
          dasar
          > > yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk mengucapkan
          dan
          > > mengumumkan rasa penyesalan yang dalam atas ketiadaan rasa
          tanggung
          > > jawab sebagian media Barat di hadapan kewajiban ini. Alasan asli
          > > agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah massal. Tema ini
          > > diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya dan
          kemudian
          > > hal ini menjadi pembenar bagi penyerangan terhadap Irak.
          > >
          > > Bukankah kebenaran akan menjadi hilang di tengah situasi atmosfer
          > > rekayasa dan berisi kebohongan? Apakah hilangnya nilai kebenaran
          > > selaras dengan nilai-nilai yang telah saya tulis di atas? Namun,
          > > apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Di semua negara, masyarakatlah yang menanggung anggaran belanja
          > > negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka.
          Pertanyaannya di
          > > sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar dolar untuk
          mengirimkan
          > > pasukan ke Irak, apa yang didapat oleh masyarakat?
          > >
          > > Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian AS,
          masyarakat
          > > hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah.
          > > Pengangguran adalah masalah besar dan masalah ini kurang lebih
          terjadi
          > > juga di negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang seperti ini
          > > pengiriman sejumlah besar pasukan, dan itu pun dengan anggaran
          luar
          > > biasa dari masyarakat, dapat dibenarkan dan sesuai dengan
          > > prinsip-prinsip yang telah saya sebutkan sebelumnya?
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan
          masyarakat
          > > dunia, dan juga pendeeritaan pada masyarakat di kawasan kami dan
          > > masyarakat Anda. Namun maksud utama saya (yang sebagiannya,
          setidaknya
          > > akan Anda benarkan) adalah berikut ini.
          > >
          > > Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya berkuasa.
          > > Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan di
          masa
          > > depan, dekat atau jauh, nama dan perilaku mereka pasti akan
          senantiasa
          > > dinilai. Masyarakat di masa depan akan berkata, dalam periode
          kita ini
          > > apa yang telah terjadi.
          > >
          > > Apakah untuk masyarakat, kita telah menyiapkan keamanan dan
          > > kesejahteraan, ataukah malah ketidakamanan dan pengangguran?
          Apakah
          > > kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya mengurus kelompok
          > > khusus yang ingin kita lindungi, itu pun dengan harga kemiskinan
          dan
          > > kepapaan sebagian besar masyarakat dunia? Apakah kita akan memilih
          > > untuk mengutamakan sekelompok kaum minoritas dengan segala
          kekayaan,
          > > pangkat, dan kepuasan mereka ketimbang kerelaan Tuhan? Apakah kita
          > > telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah kita
          tidak
          > > memandang sedikit pun kepada mereka?
          > >
          > > Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia, ataukah kita
          > > malah memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal terhadap
          urusan
          > > negara lain; ataukah kita malah membangun penjara-penjara yang
          > > menakutkan untuk menempatkan sebagian orang di sana? Apakah kita
          telah
          > > berusaha mewujudkan perdamaian dunia ataukah kita menyebarkan
          ancaman
          > > dan kekerasan di seluruh dunia?
          > >
          > > Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan
          > > masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran yang
          telah
          > > diputarbalikkan? Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah
          > > pembela para penjajah dan penzalim?
          > >
          > > Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian,
          > > mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani masyarakat,
          > > kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga kehormatan manusia, lebih
          > > dipentingkan? Ataukah yang dikedepankan adalah kekuatan
          persenjataan,
          > > ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian kepada
          > > masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan merusak
          > > hak-hak manusia?
          > >
          > > Pada akhirnya, mereka akan menilai, apakah kita masih setia dengan
          > > sumpah yang kita ucapkan dalam rangka melayani masyarakat (yang
          > > merupakan tugas utama kita) dan menjalankan ajaran-ajaran para
          nabi,
          > > ataukah tidak?
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan proses
          > > semacam ini, akan ke manakah dunia ini melangkah? Sampai kapan
          > > masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan tidak
          > > benar dari para penguasa? Sampai kapan bayang-bayang ketakutan
          terus
          > > membebani masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata pemusnah
          massal?
          > > Sampai kapan darah anak-anak, para wanita, dan laki-laki harus
          > > mengalir di atas batu-batu jalanan dan sampai kapan rumah-rumah
          mereka
          > > harus dihancurkan?
          > >
          > > Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini? Apakah Anda
          > > berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat berlangsung
          terus?
          > >
          > > Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai
          keamanan,
          > > pertahanan, pengiriman pasukan, dialokasikan sebagai modal dan
          bantuan
          > > bagi negara-negara miskin, pengembangan kebersihan, pemberantasan
          > > berbagai macam penyakit, penghijauan, pengentasan kemiskinan dan
          > > kefakiran, penggalangan perdamaian, penghilangkan perselisihan
          antar
          > > negara-negara, eliminasi peperangan antar kabilah dan ras; dapat
          > > dibayangkan bagaimana dunia sekarang. Apakah pemerintahan dan
          rakyat
          > > Anda tidak akan merasa bangga dengan situasi seperti itu? Apakah
          > > posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda tidak akan
          > > semakin kokoh?
          > >
          > > Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus menyampaikan
          > > pertanyaan itu, bukankah terjadi kenaikan tingkat kebencian
          masyarakat
          > > dunia terhadap pemerintah Amerika?
          > >
          > > Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan seorang
          > > pun. Akan tetapi, jika saja hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya'qub,
          > > Ismail, Yusuf, dan atau Nabi Isa a.s. hadir di dunia ini dan
          mereka
          > > menyaksikan perilaku semacam ini, apakah yang akan mereka katakan?
          > > Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi oleh keadilan
          dengan
          > > kehadiran Nabi Isa a.s., akan memberikan tempat bagi kita untuk
          > > berperan? Apakah mereka akan menerima kita?
          > >
          > > Pertanyaan kunci saya di sini, apakah jalan yang lebih baik dalam
          > > pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?
          > >
          > > Hari ini di dunia, ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta
          orang
          > > Islam dan jutaan lagi kaum pengikut Nabi Musa a.s. Semua agama
          Ilahi
          > > memiliki satu kesamaan, yaitu kalimat tauhid; yaitu keyakinan akan
          > > Tuhan Yang Esa dan selain Dia, tidak ada tuhan lain di dunia ini.
          > >
          > > Al-Quran al-Karim menegaskan kalimat yang satu ini, dan ia
          memanggil
          > > semua pengikut agama Ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman:
          > >
          > > "Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang teguh) kepada
          suatu
          > > kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan
          > > kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita
          > > persekutukan Dia dengan sesuatupun. Tidak (pula) sebagian kita
          > > menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada
          Allah."
          > > (Ali Imran: 64)
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Berdasarkan firman Ilahi, kita semua diajak untuk menyembah Allah
          Yang
          > > Esa dan mengikuti utusan-utusan Ilahi.
          > >
          > > Penyembahan hanyalah bagi Tuhan Yang Esa, Yang Maha Kuasa dan
          Berkuasa
          > > atas segala sesuatu. Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang
          > > tersembunyi dan yang tampak; yang ada di masa lalu dan masa akan
          > > datang. Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya dan Ia
          > > mencatat amalan mereka. Tuhan Sang Pemilik langit dan bumi dan
          semua
          > > alam di bawah kekuasaan-Nya.
          > >
          > > Pengaturan seluruh alam ada di tangan-Nya dan Ia memberikan janji
          > > untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Ia penolong mereka yang
          > > terzalimi dan Ia menjadi musuh bagi orang-orang yang zalim. Dia
          Maha
          > > Pengasih dan Penyayang. Ia penolong kaum mukminin dan Ia menuntun
          > > mereka keluar dari kegelapan kepada keterang-benderangan. Ia
          mengawasi
          > > perbuatan hamba-hamba-Nya. Ia menyeru hamba-Nya untuk beriman dan
          > > berbuat baik dan menginginkan agar mereka berperilaku berdasarkan
          > > kebenaran. Ia berkehendak agar hamba-hamba-Nya tetap istiqamah
          dalam
          > > kebenaran.
          > >
          > > Allah menyeru hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia
          sebagai
          > > saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya. Puncak keburukan
          terkait
          > > dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan yang terbatas di
          dunia
          > > ini, mereka yang tidak mengikuti perintah-Nya dan menzalimi
          > > hamba-hamba Allah. Adapun puncak kebajikan dan surga yang kekal
          hanya
          > > akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di hadapan
          > > keagungan Ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya.
          > >
          > > Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah
          > > satu-satunya jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan. Saya
          mendengar
          > > bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya pada janji
          > > Ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka bumi.
          > >
          > > Kami juga percaya bahwa Nabi Isa a.s. adalah salah satu nabi besar
          > > Ilahi. Dalam Al-Quran, Nabi Isa mendapat penghormatan yang luar
          biasa.
          > > Berikut ini adalah ucapan Nabi Isa a.s yang dinukil oleh al-Quran:
          > >
          > > "Sesungguhnya, Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Maka sembahlah
          Dia.
          > > Ini adalah jalan yang lurus." (Maryam: 36)
          > >
          > > Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua para
          Nabi.
          > > Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-
          negara
          > > kepulauan, hanya satu, itu adalah Allah yang memberikan hidayah
          dan
          > > menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya serta selalu
          > > menghendaki kehormatan bagi umat manusia.
          > >
          > > Allah juga berfirman, "Allah Yang Maha Mengetahui dan Tinggi
          mengutus
          > > para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat
          untuk
          > > memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan (para nabi itu) agar
          > > mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran Ilahi kepada manusia.
          Dengan
          > > begitu, manusia dapat disucikan dari dosa. Allah mengirimkan
          kitab dan
          > > mizan agar manusia dapat menegakkan keadilan dan dapat
          meninggalkan
          > > orang-orang yang berbuat zalim."
          > >
          > > Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada dan tersebar di
          dalam
          > > Kitab Suci.
          > >
          > > Para Nabi dan utusan Ilahi memberikan janji:
          > >
          > > Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan Allah
          > > untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat baik
          akan
          > > diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan menanggung
          > > perbuatannya dengan menerima siksa Ilahi. Saya berpikir bahwa kita
          > > berdua sama meyakini akan hari itu.
          > >
          > > Tentunya, perhitungan bagi kita, para penguasa, tidak akan
          ringan. Hal
          > > itu karena kita harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat dan
          > > semua orang atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya dengan
          > > mereka dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.
          > >
          > > Para nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan
          > > prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, serta terjaganya harkat
          dan
          > > martabat manusia bagi seluruh manusia. Bila kita semua meyakini
          tauhid
          > > dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan
          martabat
          > > dan kemuliaan manusia, serta percaya kepada hari akhir, bukankah
          kita
          > > akan bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang diakibatkan
          oleh
          > > jauhnya ummat manusia dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-ajaran
          > > para nabi?
          > >
          > > Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas dan
          > > menjamin perdamaian, persaudaraan, dan keadilan? Tidakkah justru
          > > prinsip-prinsip itulah yang merupakan ajaran tertulis atau tidak
          > > tertulis mayoritas masyarakat dunia?
          > >
          > > Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Tidakkah Anda ingin
          > > kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi, kepada
          tauhid
          > > dan keadilan, kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat
          manusia,
          > > serta kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-Nya?
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada dalam
          > > jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak
          menyerahkan
          > > nasib manusia di tangan para penguasa zalim. Tuhan tidak
          membiarkan
          > > dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian yang
          > > bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa?
          > > Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan
          misterius di
          > > atas segalanya; kekuasaan yang mengatur semua hal di balik semua
          ini.
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Apakah Anda bisa mengingkari tanda-tanda perubahan di dunia
          sekarang
          > > ini? Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang lalu
          > > dapat disamakan?Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan dimensi
          yang
          > > sangat luas.
          > >
          > > Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka
          tidak
          > > percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling berpengaruh di
          > > dunia. Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman. Mereka
          tidak
          > > setuju dengan berkembangnya kondisi ini, begitu juga dengan
          perang.
          > > Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan berstandar ganda.
          > >
          > > Masyarakat dunia memprotes munculnya jurang pemisah yang dalam
          antara
          > > mereka yang kaya dan yang miskin; dan antara negara yang
          sejahtera dan
          > > miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan moral yang semakin
          > > meningkat. Mayoritas masyarakat di negara-negara dunia merasa
          tidak
          > > puas karena basis budaya mereka terancam dan institusi keluarga
          > > menjadi berantakan. Akibatnya, kasih sayang dan cinta semakin
          luntur.
          > >
          > > Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu dikarenakan
          > > hak-hak mereka tidak dipertahankan. Liberalisme dan demokrasi
          Barat
          > > tidak mampu mendekatkan manusia kepada cita-cita mereka dan kedua
          kata
          > > itu kini telah menjadi dua kata yang gagal. Para pemikir dan
          > > cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya
          pemikiran dan
          > > sistem liberal-demokrasi.
          > >
          > > Hari ini, perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada
          sebuah
          > > fokus, dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Tentunya, masyarakat
          yang
          > > berpegang kepada tauhid dan ajaran-ajaran para Nabi akan
          dimenangkan
          > > atas masalah yang dihadapi.
          > >
          > > Pertanyaan penting dan serius saya di sini: Apakah Anda tidak
          ingin
          > > menyertai mereka?
          > >
          > > Tuan Presiden,
          > >
          > > Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan kepada
          Tuhan dan
          > > penegakan keadilan dan kehendak Tuhan akan mengalahkan segala-
          galanya.
          > >
          > > Dan keselamatanlah bagi mereka yang mengikuti petunjuk
          > >
          > > Mahmoud Ahmadinejad,
          > >
          > > Presiden Republik Islam Iran
          > >
          > > Tehran 17-02-1384 HS / 07-05-2006
          > >
          > >
          >
        • mikael_agl
          Apa yang terjadi di Libanon dan palestina bukanlah pertikaian agama, melainkan mengenai pertikaian geopolitis. Juga Israel bukanlah negara yang muncul
          Message 4 of 14 , Aug 4, 2006
            Apa yang terjadi di Libanon dan palestina bukanlah pertikaian agama,
            melainkan mengenai pertikaian geopolitis.

            Juga Israel bukanlah negara yang muncul tiba-tiba di peta bumi.
            Ditanah yang disengketakan tsb dahulunya pernah berdiri kerajaan
            Israel, yang raja pertamanya adalah raja Saul, raja Daud, raja
            Salomo, dst. Bahkan pada zaman Yesus, Kerajaan Israel dipimpin oleh
            Herodes.
            Benar bahwa 60 tahun yang lalu tidak ada yang namanya negara Israel.
            Namun perlu diketahui juga, bahwa 70 tahun yang lalu juga tidak ada
            yang namanya negara Indonesia, adanya adalah hindia belanda. Begitu
            juga tidak ada negara Singapura, Malaysia, dan banyak negara lainnya.
            Namun toh, sekarang ini dunia mengakui negara Indonesia, Singapura
            dan Malaysia, dan sudah seharusnya dunia juga mengakui eksitensi
            negara Israel di peta dunia.

            Saya sangat sedih atas apa yang terjadi di Libanon dan Palestina
            sekarang ini. Israel salah karena melakukan serangan yang berlebihan,
            namun juga patut disalahkan pihak-pihak yang telah memprovokasi
            Israel dan berusaha melenyapkan Israel dari peta bumi.
            Perdamaian dan hidup berdampingan adalah solusi yang terbaik.

            salam
            mikael

            --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "noaslsigl" <noaslsigl@...>
            wrote:
            >
            > Surat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
            > Kepada Presiden AS George W. Bush (dari situs irib.ir)
            >
            >
            > Tuan George W. Bush, Presiden AS,
            >
            > Sudah lama saya memikirkan cara untuk menjelaskan berbagai hal yang
            > sudah pasti kontradiktif di pentas internasional dan terus menerus
            > didiskusikan, terutama di forum-forum politik dan mahasiswa. Banyak
            > pertanyaan tak terjawab, sehingga saya terdorong untuk mendiskusikan
            > sebagian kontradiksi dan pertanyaan itu dengan harapan dapat
            > menyediakan peluang untuk melakukan pembenahan.
            >
            > Mungkinkah para penganut ajaran Nabi Agung Isa al-Masih as menaruh
            > komitmen kepada HAM, menampilkan liberalisme sebagai model
            peradaban,
            > menyatakan penolakan terhadap proliferasi bom nuklir dan
            > senjata-senjata desktruksi massal, dan mengangkat slogan perang
            > melawan teror, dan pada akhirnya, berjalan menuju penegakan
            > masyarakat yang satu dan universal, sebagaimana masyarakat yang
            kelak
            > akan dipimpin oleh al-Masih as dan orang-orang bertakwa di muka
            bumi;
            > tetapi di saat yang sama, mereka menginvasi banyak negara,
            memusnahkan
            > banyak nyawa, kehormatan, dan harta benda rakyat, menyempitkan
            > peluang, dan membiarkan para penjahat membumi-hanguskan suatu kota
            > kecil atau, misalnya, suatu desa atau kota secara total? Atau hanya
            > lantaran dugaan ada senjata destruksi massal di suatu negara, negara
            > ini lantas diduduki, sekitar 100.000 penduduknya terbunuh,
            > sumber-sumber air, pertanian, dan industrinya musnah, hampir 180.000
            > pasukan asing ditempatkan di sana, kehormatan rumah-rumah pendudukan
            > dilanggar, dan bisa jadi negara ini lantas terbelakang sampai 50
            tahun.
            >
            > Berapa harga yang harus dibayar? Ratusan milyar USD dari anggaran
            > sebuah negara dan sejumlah negara tertentu lainnya dihamburkan,
            > puluhan ribu pemuda dan pemudi ditugaskan sebagai pasukan pendudukan
            > di tempat yang sangat berbahaya dan jauh dari keluarga mereka, dan
            > kemudian tangan mereka berlumuran darah orang-orang lain? Mereka
            > terpaksa menanggung banyak tekanan mental sehingga sebagian diantara
            > mereka terpaksa bunuh diri. Sebagian dari mereka kembali ke rumah
            > mereka dalam kondisi stres dan terengah-engah menahan penyakit dan
            > penderitaan. Belum lagi sebagian di antara mereka yang tewas dan
            > jenazahnya dikembalikan kepada keluarga mereka.
            >
            > Di tengah isu senjata pemusnah massal, tragedi itu menenggelamkan
            > bangsa negara yang diduduki dan sekaligus negara yang menduduki. Di
            > kemudian hari terungkap bahwa senjata pemusnah massal yang dijadikan
            > alasan untuk bertindak itu ternyata tidak ada.
            >
            > Memang, Saddam adalah sosok diktator dan penjahat, tapi perang
            > dikobarkan sebenarnya bukan untuk menggulingkannya. Seperti yang
            sudah
            > diumumkan, perang itu bertujuan melacak dan memusnahkan senjata
            > pemusnah massal. Jadi, Saddam digulingkan dalam konteks tujuan lain.
            >
            > Betapapun demikian, masyarakat regional menyambut gembira
            tergulingnya
            > Saddam. Saya ingin mengingatkan bahwa selama bertahun-tahun
            memerangi
            > Iran, Saddam didukung oleh Barat.
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Mungkin Anda tahu bahwa saya adalah seorang dosen. Para mahasiswa
            saya
            > bertanya-tanya kepada saya; dapatkah semua tindakan itu
            dikompromikan
            > dengan nilai-nilai yang telah disinggung di awal surat ini atau
            > dianggap sebagai aktualisasi ajaran Isa al-Masih as, Nabi Penyeru
            > Perdamaian dan Pengampunan.
            >
            > Para tahanan yang meringkuk di Guantanamo tidak diproses di
            > pengadilan, hak-hak mereka dinistakan, keluarga mereka tidak
            > diperbolehkan membesuk, dan mereka disekap di kawasan yang asing dan
            > jauh dari negeri mereka. Sama sekali tidak ada pengawasan
            > internasional atas kondisi dan nasib mereka. Tak seorangpun tahu
            > status mereka; tahanan, tawanan perang, tersangka, atau penjahat.
            >
            > Tim inspeksi Eropa mengkonfirmasikan keberadaan penjara-penjara
            > rahasia di Eropa. Saya tidak dapat mencarikan acuan sistem peradilan
            > apapun untuk aksi penculikan dan penyekapan korbannya di
            > penjara-penjara rahasia. Saya tidak habis berpikir; bagaimana
            > tindakan-tindakan itu dapat dikaitkan dengan nilai-nilai yang telah
            > diungkap di pembukaan surat ini, misalnya dengan ajaran al-Masih as,
            > HAM, dan norma-norma liberal.
            >
            > Kalangan muda, mahasiswa, dan masyarakat biasa menyimpan banyak
            > pertanyaan tentang fenomena Israel. Saya yakin Anda mengetahui
            > sebagian diantara pertanyaan itu.
            >
            > Dalam sejarah, banyak negara menjadi obyek aksi pendudukan. Namun,
            > pembentukan suatu negara baru dengan rakyat yang baru pula, menurut
            > saya, adalah fenomena baru yang hanya ada pada zaman kita sekarang.
            > Para mahasiswa saya mengatakan, sampai 60 tahun lalu belum pernah
            ada
            > negara seperti itu. Mereka menyodorkan peta-peta bumi klasik dan
            > meminta saya untuk berbuat hal yang sama. Kami tidak sanggup
            menemukan
            > suatu negara bernama Israel.
            >
            > Saya katakan kepada mereka, coba telaah sejarang Perang Dunia I dan
            > II. Salah seorang mahasiswa saya mengatakan bahwa dalam peristiwa
            > Perang Dunia II yang menjatuhkan puluhan juta korban jiwa, berita
            > seputar peperangan cepat sekali disiarkan oleh berbagai pihak yang
            > terlibat perang. Setelah perang reda, mereka mengklaim bahwa enam
            juta
            > orang Yahudi tewas. Enam juta orang itu tentu berasal dari dua juta
            > keluarga.
            >
            > Seandainyapun klaim itu benar, apakah itu dapat dijadikan alasan
            yang
            > rasional untuk mendirikan negara Israel di Timteng atau mendukung
            > negara seperti ini?
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Anda pasti telah mengetahui bagaimana dan dengan harga apa Israel
            > telah terbentuk, yaitu:
            >
            > - dengan terbantainya ribuan jiwa,
            >
            > - dengan membuat jutaan jiwa penduduk asli kawasan itu menjadi
            > pengungsi, dan
            >
            > -dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun, serta
            > penghancuran kota-kota dan tanah-tanah subur.
            >
            > Tragedi ini ternyata tidak hanya timbul pada masa pembentukan negara
            > itu saja. Sangat disayangkan, selama 60 tahun sejak masa pembentukan
            > itu, berbagai tragedi tersebut terus berjalan dan akan terus
            > berlanjut. Rezim yang dibentuk bahkan tidak memiliki rasa belas
            > kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, teror terencana
            > dan terbuka terhadap tokoh-tokoh Palestina digelar, serta ribuan
            > orang-orang Palestina dipenjara. Fenomena ini, pada abad-abad
            terakhir
            > bisa dikatakan sulit dicari tandingannya, atau malah tidak ada
            > bandingannya.
            >
            > Pertanyaan besar lainnya yang saat ini mengemuka pada masyarakat
            dunia
            > adalah: mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela? Apakah
            > pembelaan kepada rezim semacam ini merupakan salah satu ajaran Nabi
            > Isa a.s. atau sesuai dengan nilai-nilai liberalisme?
            >
            > Apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi para
            pemilik
            > asli tanah Palestina, baik yang tinggal di Palestina maupun di luar;
            > dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen, bertentangan
            > dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran para nabi?
            > Bila tidak bertentangan, mengapa usulan referendum seperti itu tidak
            > pernah disetujui?
            >
            > Akhir-akhir ini, dengan pilihan rakyat Palestina sendiri, telah
            > terbentuk pemerintahan. Semua pengawas independen mengukuhkan bahwa
            > pemerintah itu sah dipilih oleh rakyat Palestina. Namun tak terduga,
            > pemerintah pilihan rakyat itu malah kemudian ditekan sedemikian rupa
            > agar mereka mengakui eksistensi negara bernama Israel dan tidak lagi
            > meneruskan perlawanan. Mereka dipaksa melanjutkan program pemerintah
            > sebelumnya.
            >
            > Seandainya pemerintah terpilih itu sejak awal mengumumkan
            kebijakannya
            > sebagaimana yang diinginkan oleh para penekan, apakah masyarakat
            > Palestina akan memilih mereka? Apakah cara-cara pemaksaan terhadap
            > pemerintah Palestina itu sesuai dengan nilai-nilai yang saya tulis
            di
            > atas? Demikian pula, masyarakat bertanya-tanya, mengapa setiap
            > resolusi PBB anti Israel yang diajukan ke DK PBB selalu diveto?
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya hubungan
            > dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, dengan
            > berbagai cara melakukan interaksi dengan saya. Mereka melihat
            > kebijakan ganda yang ada ini tidak sesuai dengan logika apapun.
            > Bukti-bukti menunjukkan, bagaimana kebanyakan masyarakat di kawasan,
            > dari hari ke hari semakin marah dengan kebijakan yang diambil di
            > kawasn ini.
            >
            > Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan, namun
            saya
            > ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.
            >
            > Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan Timur
            Tengah
            > dianggap dan dicitrakan sebagai ancaman terhadap rezim Israel?
            Apakah
            > usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar
            masyarakat?
            >
            > Anda mungkin memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain pada masa
            > abad pertengahan, pada bagian mana dari sejarah dan di manakah hal
            itu
            > pernah terjadi, kemajuan ilmu dan teknologi dianggap sebagai sebuah
            > kejahatan? Apakah dengan mengandaikan kemungkinan dipakainya ilmu
            dan
            > teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan untuk
            > menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian adalah
            > benar, maka seluruh ilmu harus ditentang, bahkan fisika, kimia,
            > matematika, kedokteran, arsitektur, dan lain-lain.
            >
            > Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya
            tidak
            > ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal yang
            > tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila orang lain
            berdusta
            > terhadap Anda.
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk mempertanyakan
            > mengapa selalu ada usaha untuk tidak menyetujui pemerintahan
            terpilih
            > dari rakyat dan pada saat yang sama, adanya pembelaan bagi mereka
            yang
            > ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih? Mengapa
            ancaman
            > selalu diarahkan kepada mereka?
            >
            > Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja, kreatif,
            > dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam menjamin
            > kebutuhan dan kemajuan materi dan spiritual masyarakat dunia.
            > Sayangnya, kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar Afrika menjadi
            > kendala terbesar bagi mereka untuk dapat memainkan peran penting
            tersebut.
            >
            > Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan luar
            biasa
            > dan barang tambang mereka dijarah, padahal mereka lebih
            membutuhkannya
            > daripada orang lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai dengan
            ajaran
            > Nabi Isa dan hak-hak asasi manusia?
            >
            > Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak
            > pertanyaan. Salah satunya terkait dengan aksi kudeta 28 Murdad (19
            > Agustus) terhadap pemerintahan waktu itu, 52 tahun lalu. Kemudian
            juga
            > tindakan penentangan terhadap revolusi Islam Iran tahun 1979 dengan
            > menjadikan Kedutaan Amerika sebagai pusat penggulingan revolusi.
            Dalam
            > hal ini, melalui ribuan lembar dokumen, terbukti bahwa Kedubes AS
            > mendukung para penentang Republik Islam. AS juga mendukung total
            > Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, menembak pesawat penumpang
            > sipil Iran, membekukan harta masyarakat Iran, dan kini melontarkan
            > ancaman-ancaman yang semakin meningkat dengan menunjukkan
            > ketidaksetujuan serta kemarahan atas kemajuan ilmu dan teknologi
            serta
            > nuklir masyarakat Iran. Padahal, semua orang Iran bergembira dengan
            > kemajuan negara mereka dan mengadakan pesta untuk keberhasilan
            mereka
            > itu. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini yang
            penjelasannya
            > tidak bisa saya cantumkan dalam surat ini.
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang
            > mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di bagian
            mana
            > saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat disayangkan.
            > Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa kebencian terhadap
            > pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada mereka
            > yang ditinggalkan.
            >
            > Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta, dan
            > kehormatan rakyatnya. Seperti yang disebut-sebut, negara Anda
            memiliki
            > sistem keamanan, penjagaan, dan informasi yang luas dan canggih.
            > Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun diburu. Operasi
            > teror 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah konsep dan
            > pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa kerja sama dengan
            > sistem informasi dan keamanan? Bisakah sebuah operasi rumit
            > berlangsung tanpa adanya pengaruh yang luas di dalam sistem keamanan
            > dan informasi dalam negeri? Tentunya ini hanya sebuah kemungkinan
            dari
            > orang-orang yang berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain dari
            > kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan resmi
            > mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Dan
            mengapa
            > para pelaku dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan dihukum?
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan dan
            > ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan masyarakat
            di
            > negara-negara yang bertetangga dengan pusat krisis dunia, selama
            > bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan.
            >
            > Setelah peristiwa 11 September berlangsung, alih-alih munculnya
            > peredaan jiwa dan ketenangan bagi mereka yang terkena musibah,
            > masyarakat Amerika malah menjadi masyarakat yang paling menderita
            > akibat kejadian tersebut. Sementara itu, sebagian dari media Barat
            > malah membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa
            mengabarkan
            > adanya kemungkinan serangan teroris. Mereka seperti sengaja
            memelihara
            > keadaan agar masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan khawatir.
            > Apakah ini yang disebut pelayanan terhadap rakyat Amerika? Apakah
            > kerugian yang berasal dari ketakutan dan kekhawatiran itu dapat
            dihitung?
            >
            > Coba bayangkan, masyarakat Amerika merasa bakal ada serangan. Di
            > jalanan, di tempat kerja, dan di rumah, mereka selalu merasa tidak
            > aman. Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa media
            > bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan memberikan
            > rasa aman, bukannya malah mengabarkan ketidakamanan?
            >
            > Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini digunakan
            sebagai
            > fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah begini,
            > kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait dengan
            media.
            >
            > Dalam etika dan prinsip-prinsip media massa, penyampaian informasi
            > yang benar dan kejujuran dalam menyebarkan berita adalah prinsip
            dasar
            > yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk mengucapkan dan
            > mengumumkan rasa penyesalan yang dalam atas ketiadaan rasa tanggung
            > jawab sebagian media Barat di hadapan kewajiban ini. Alasan asli
            > agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah massal. Tema ini
            > diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya dan
            kemudian
            > hal ini menjadi pembenar bagi penyerangan terhadap Irak.
            >
            > Bukankah kebenaran akan menjadi hilang di tengah situasi atmosfer
            > rekayasa dan berisi kebohongan? Apakah hilangnya nilai kebenaran
            > selaras dengan nilai-nilai yang telah saya tulis di atas? Namun,
            > apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Di semua negara, masyarakatlah yang menanggung anggaran belanja
            > negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka. Pertanyaannya
            di
            > sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar dolar untuk mengirimkan
            > pasukan ke Irak, apa yang didapat oleh masyarakat?
            >
            > Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian AS,
            masyarakat
            > hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah.
            > Pengangguran adalah masalah besar dan masalah ini kurang lebih
            terjadi
            > juga di negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang seperti ini
            > pengiriman sejumlah besar pasukan, dan itu pun dengan anggaran luar
            > biasa dari masyarakat, dapat dibenarkan dan sesuai dengan
            > prinsip-prinsip yang telah saya sebutkan sebelumnya?
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan
            masyarakat
            > dunia, dan juga pendeeritaan pada masyarakat di kawasan kami dan
            > masyarakat Anda. Namun maksud utama saya (yang sebagiannya,
            setidaknya
            > akan Anda benarkan) adalah berikut ini.
            >
            > Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya berkuasa.
            > Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan di
            masa
            > depan, dekat atau jauh, nama dan perilaku mereka pasti akan
            senantiasa
            > dinilai. Masyarakat di masa depan akan berkata, dalam periode kita
            ini
            > apa yang telah terjadi.
            >
            > Apakah untuk masyarakat, kita telah menyiapkan keamanan dan
            > kesejahteraan, ataukah malah ketidakamanan dan pengangguran? Apakah
            > kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya mengurus kelompok
            > khusus yang ingin kita lindungi, itu pun dengan harga kemiskinan dan
            > kepapaan sebagian besar masyarakat dunia? Apakah kita akan memilih
            > untuk mengutamakan sekelompok kaum minoritas dengan segala kekayaan,
            > pangkat, dan kepuasan mereka ketimbang kerelaan Tuhan? Apakah kita
            > telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah kita tidak
            > memandang sedikit pun kepada mereka?
            >
            > Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia, ataukah kita
            > malah memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal terhadap
            urusan
            > negara lain; ataukah kita malah membangun penjara-penjara yang
            > menakutkan untuk menempatkan sebagian orang di sana? Apakah kita
            telah
            > berusaha mewujudkan perdamaian dunia ataukah kita menyebarkan
            ancaman
            > dan kekerasan di seluruh dunia?
            >
            > Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan
            > masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran yang telah
            > diputarbalikkan? Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah
            > pembela para penjajah dan penzalim?
            >
            > Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian,
            > mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani masyarakat,
            > kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga kehormatan manusia, lebih
            > dipentingkan? Ataukah yang dikedepankan adalah kekuatan
            persenjataan,
            > ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian kepada
            > masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan merusak
            > hak-hak manusia?
            >
            > Pada akhirnya, mereka akan menilai, apakah kita masih setia dengan
            > sumpah yang kita ucapkan dalam rangka melayani masyarakat (yang
            > merupakan tugas utama kita) dan menjalankan ajaran-ajaran para nabi,
            > ataukah tidak?
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan proses
            > semacam ini, akan ke manakah dunia ini melangkah? Sampai kapan
            > masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan tidak
            > benar dari para penguasa? Sampai kapan bayang-bayang ketakutan terus
            > membebani masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata pemusnah
            massal?
            > Sampai kapan darah anak-anak, para wanita, dan laki-laki harus
            > mengalir di atas batu-batu jalanan dan sampai kapan rumah-rumah
            mereka
            > harus dihancurkan?
            >
            > Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini? Apakah Anda
            > berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat berlangsung terus?
            >
            > Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai
            keamanan,
            > pertahanan, pengiriman pasukan, dialokasikan sebagai modal dan
            bantuan
            > bagi negara-negara miskin, pengembangan kebersihan, pemberantasan
            > berbagai macam penyakit, penghijauan, pengentasan kemiskinan dan
            > kefakiran, penggalangan perdamaian, penghilangkan perselisihan antar
            > negara-negara, eliminasi peperangan antar kabilah dan ras; dapat
            > dibayangkan bagaimana dunia sekarang. Apakah pemerintahan dan rakyat
            > Anda tidak akan merasa bangga dengan situasi seperti itu? Apakah
            > posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda tidak akan
            > semakin kokoh?
            >
            > Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus menyampaikan
            > pertanyaan itu, bukankah terjadi kenaikan tingkat kebencian
            masyarakat
            > dunia terhadap pemerintah Amerika?
            >
            > Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan seorang
            > pun. Akan tetapi, jika saja hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya'qub,
            > Ismail, Yusuf, dan atau Nabi Isa a.s. hadir di dunia ini dan mereka
            > menyaksikan perilaku semacam ini, apakah yang akan mereka katakan?
            > Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi oleh keadilan
            dengan
            > kehadiran Nabi Isa a.s., akan memberikan tempat bagi kita untuk
            > berperan? Apakah mereka akan menerima kita?
            >
            > Pertanyaan kunci saya di sini, apakah jalan yang lebih baik dalam
            > pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?
            >
            > Hari ini di dunia, ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta
            orang
            > Islam dan jutaan lagi kaum pengikut Nabi Musa a.s. Semua agama Ilahi
            > memiliki satu kesamaan, yaitu kalimat tauhid; yaitu keyakinan akan
            > Tuhan Yang Esa dan selain Dia, tidak ada tuhan lain di dunia ini.
            >
            > Al-Quran al-Karim menegaskan kalimat yang satu ini, dan ia memanggil
            > semua pengikut agama Ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman:
            >
            > "Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang teguh) kepada suatu
            > kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan
            > kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita
            > persekutukan Dia dengan sesuatupun. Tidak (pula) sebagian kita
            > menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada Allah."
            > (Ali Imran: 64)
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Berdasarkan firman Ilahi, kita semua diajak untuk menyembah Allah
            Yang
            > Esa dan mengikuti utusan-utusan Ilahi.
            >
            > Penyembahan hanyalah bagi Tuhan Yang Esa, Yang Maha Kuasa dan
            Berkuasa
            > atas segala sesuatu. Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang
            > tersembunyi dan yang tampak; yang ada di masa lalu dan masa akan
            > datang. Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya dan Ia
            > mencatat amalan mereka. Tuhan Sang Pemilik langit dan bumi dan semua
            > alam di bawah kekuasaan-Nya.
            >
            > Pengaturan seluruh alam ada di tangan-Nya dan Ia memberikan janji
            > untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Ia penolong mereka yang
            > terzalimi dan Ia menjadi musuh bagi orang-orang yang zalim. Dia Maha
            > Pengasih dan Penyayang. Ia penolong kaum mukminin dan Ia menuntun
            > mereka keluar dari kegelapan kepada keterang-benderangan. Ia
            mengawasi
            > perbuatan hamba-hamba-Nya. Ia menyeru hamba-Nya untuk beriman dan
            > berbuat baik dan menginginkan agar mereka berperilaku berdasarkan
            > kebenaran. Ia berkehendak agar hamba-hamba-Nya tetap istiqamah dalam
            > kebenaran.
            >
            > Allah menyeru hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia
            sebagai
            > saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya. Puncak keburukan
            terkait
            > dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan yang terbatas di
            dunia
            > ini, mereka yang tidak mengikuti perintah-Nya dan menzalimi
            > hamba-hamba Allah. Adapun puncak kebajikan dan surga yang kekal
            hanya
            > akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di hadapan
            > keagungan Ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya.
            >
            > Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah
            > satu-satunya jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan. Saya mendengar
            > bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya pada janji
            > Ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka bumi.
            >
            > Kami juga percaya bahwa Nabi Isa a.s. adalah salah satu nabi besar
            > Ilahi. Dalam Al-Quran, Nabi Isa mendapat penghormatan yang luar
            biasa.
            > Berikut ini adalah ucapan Nabi Isa a.s yang dinukil oleh al-Quran:
            >
            > "Sesungguhnya, Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Maka sembahlah Dia.
            > Ini adalah jalan yang lurus." (Maryam: 36)
            >
            > Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua para Nabi.
            > Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-
            negara
            > kepulauan, hanya satu, itu adalah Allah yang memberikan hidayah dan
            > menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya serta selalu
            > menghendaki kehormatan bagi umat manusia.
            >
            > Allah juga berfirman, "Allah Yang Maha Mengetahui dan Tinggi
            mengutus
            > para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat untuk
            > memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan (para nabi itu) agar
            > mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran Ilahi kepada manusia.
            Dengan
            > begitu, manusia dapat disucikan dari dosa. Allah mengirimkan kitab
            dan
            > mizan agar manusia dapat menegakkan keadilan dan dapat meninggalkan
            > orang-orang yang berbuat zalim."
            >
            > Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada dan tersebar di dalam
            > Kitab Suci.
            >
            >
            >
            > Para Nabi dan utusan Ilahi memberikan janji:
            >
            > Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan Allah
            > untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat baik
            akan
            > diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan menanggung
            > perbuatannya dengan menerima siksa Ilahi. Saya berpikir bahwa kita
            > berdua sama meyakini akan hari itu.
            >
            > Tentunya, perhitungan bagi kita, para penguasa, tidak akan ringan.
            Hal
            > itu karena kita harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat dan
            > semua orang atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya dengan
            > mereka dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.
            >
            > Para nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan
            > prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, serta terjaganya harkat
            dan
            > martabat manusia bagi seluruh manusia. Bila kita semua meyakini
            tauhid
            > dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan martabat
            > dan kemuliaan manusia, serta percaya kepada hari akhir, bukankah
            kita
            > akan bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang diakibatkan
            oleh
            > jauhnya ummat manusia dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-ajaran
            > para nabi?
            >
            > Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas dan
            > menjamin perdamaian, persaudaraan, dan keadilan? Tidakkah justru
            > prinsip-prinsip itulah yang merupakan ajaran tertulis atau tidak
            > tertulis mayoritas masyarakat dunia?
            >
            > Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Tidakkah Anda ingin
            > kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi, kepada tauhid
            > dan keadilan, kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat manusia,
            > serta kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-Nya?
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada dalam
            > jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak menyerahkan
            > nasib manusia di tangan para penguasa zalim. Tuhan tidak membiarkan
            > dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian yang
            > bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa?
            > Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan misterius
            di
            > atas segalanya; kekuasaan yang mengatur semua hal di balik semua
            ini.
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Apakah Anda bisa mengingkari tanda-tanda perubahan di dunia sekarang
            > ini? Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang lalu
            > dapat disamakan?Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan dimensi
            yang
            > sangat luas.
            >
            > Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka tidak
            > percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling berpengaruh di
            > dunia. Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman. Mereka
            tidak
            > setuju dengan berkembangnya kondisi ini, begitu juga dengan perang.
            > Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan berstandar ganda.
            >
            > Masyarakat dunia memprotes munculnya jurang pemisah yang dalam
            antara
            > mereka yang kaya dan yang miskin; dan antara negara yang sejahtera
            dan
            > miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan moral yang semakin
            > meningkat. Mayoritas masyarakat di negara-negara dunia merasa tidak
            > puas karena basis budaya mereka terancam dan institusi keluarga
            > menjadi berantakan. Akibatnya, kasih sayang dan cinta semakin
            luntur.
            >
            > Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu dikarenakan
            > hak-hak mereka tidak dipertahankan. Liberalisme dan demokrasi Barat
            > tidak mampu mendekatkan manusia kepada cita-cita mereka dan kedua
            kata
            > itu kini telah menjadi dua kata yang gagal. Para pemikir dan
            > cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya pemikiran
            dan
            > sistem liberal-demokrasi.
            >
            > Hari ini, perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada sebuah
            > fokus, dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Tentunya, masyarakat
            yang
            > berpegang kepada tauhid dan ajaran-ajaran para Nabi akan dimenangkan
            > atas masalah yang dihadapi.
            >
            > Pertanyaan penting dan serius saya di sini: Apakah Anda tidak ingin
            > menyertai mereka?
            >
            >
            >
            > Tuan Presiden,
            >
            > Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan kepada Tuhan
            dan
            > penegakan keadilan dan kehendak Tuhan akan mengalahkan segala-
            galanya.
            >
            > Dan keselamatanlah bagi mereka yang mengikuti petunjuk
            >
            >
            >
            > Mahmoud Ahmadinejad,
            >
            > Presiden Republik Islam Iran
            >
            > Tehran 17-02-1384 HS / 07-05-2006
            >
          • noaslsigl
            waduh... salah ya postingan saya? maaf deh, sebenarnya yang saya mau lihat adalah tanggapan rekan2 dari kacamata agama masing2. contohnya tanggapan dari rekan
            Message 5 of 14 , Aug 4, 2006
              waduh... salah ya postingan saya?
              maaf deh, sebenarnya yang saya mau lihat adalah tanggapan rekan2 dari
              kacamata agama masing2. contohnya tanggapan dari rekan laretidar (thx
              :)..anda benar2 penuh kasih)

              bung Heru dan bung Moderator,
              siapa sih yang bilang bahwa Penganut ajaran Isa Al Masih = orang Amerika?

              bung Heru dan bung Moderator,
              yang saya harapkan adalah tanggapan dengan kepala dingin,
              tanggapan yang menunjukan bagaimana rekan2 Kristen dan Islam
              menanggapi isu Iran vs AS (LIHAT JUDUL: IRAN vs AS!! bukan Islam vs
              Kristen!! bukan rakyat Iran vs Rakyat AS!! apalagi Israel vs Libanon)
              bagaimanapun juga isu ini cukup berpengaruh terhadap kerukunan umat
              beragama

              bung Heru dan bung Moderator,
              Apakah Demo2 anti AS dan Israel dilakukan didepan Gereja? TIDAK kan?
              artinya apa ya?

              bung Heru dan bung Moderator,
              Apakah anda tidak melihat bahwa pada suratnya presiden Ahmadinejad
              berusaha menunjukan bahwa kebijakan presiden Bush tidak sesuai dengan
              ajaran Isa Al Masih?

              dalam kalimat lain (kalau2 anda masih juga tidak mengerti) :

              bung Heru dan bung Moderator,
              Bisakah anda menunjukan mana kalimat dari Presiden Ahmadinejad yang
              menghujat ajaran Isa Al Masih?

              bung Heru dan bung Moderator,
              apakah suatu posting HARUS selalu berupa inspirasi dari diri sendiri?


              mohon maaf kalau kata2 saya menyinggung anda bung Heru, tapi anda
              benar2 harus mulai belajar menghilangkan PURBASANGKA dikepala anda,
              anda harus belajar membedakan yang mana fakta, yang mana asumsi dan
              prasangka.

              perkenankan saya menegaskan pendapat saya : "saya lebih senang
              berteman dengan mereka yang berbeda agama tapi baiksangka, jujur dan
              penuh kasih daripada berteman dengan mereka yang satu agama dengan
              saya tapi penghujat dan penuh purbasangka"

              Jangan berteriak "kamu kafir!" , jangan berteriak "kamu teroris!"
              kewajiban kita sebagai manusia adalah menyebar kasih!! BUKAN
              menghakimi!! bahkan kitalah yang akan dihakimi oleh-Nya

              salam
              noaslsigl



              --- In islam-kristen@yahoogroups.com, Heru Martinus Salim
              <heru_m_salim@...> wrote:
              >
              > Sekali lagi tolong diperhatikan. Paling tidak buat yang menterjemahkan
              > dan yang mem forward.
              >
              > Penganut ajaran Isa Almasih != (tidak sama dengan - red) Orang amerika.
              > Kita sebagai orang yang katanya "intelek", harus belajar kapan kita
              bisa
              > men generalisasi sesuatu, kapan hal itu tidak bisa dilakukan. Langkah2
              > yang diambil amerika, bukan berarti ajarannya yang salah, juga bukan
              > berarti semua penganut nya tidak mengikuti ajaran tsb. Terlalu banyak
              > aspek dalam kehidupan ini, dan terlalu kurang dewasa rasanya kalau
              > segala sesuatu dikaitkan dengan hal agama, padahal belum tentu orang
              tsb
              > peduli dengan agama.
              >
              > Kalau saya boleh sedikit singgung tentang pengikut ajaran nabi
              Muhammad,
              > bukankah lebih mengerikan??? Mereka mengatasnamakan agama mereka
              > (teroris - red) sebagai dasar untuk menghancurkan individu lain, untuk
              > mem bom jiwa2, menghancurkan gedung2, menyerang saat diserang. Semuanya
              > itu mengatasnamakan agama. Apakah dengan begitu saya boleh mengatakan,
              > kalau agama tsb mengajarkan semua hal tersebut???
              > Bolehkah saya memformulasikan
              > Penganut ajaran Muhammad = (sama dengan - red) mereka (teroris - red)
              >
              > Kita harus belajar untuk lebih dewasa dalam mem posting message2. Kalau
              > memang itu bukan aspirasi dari diri kita, lebih baik gak usah di
              > posting. Tp kalau memang beginilah aspirasi anda, agak susah rasanya
              > untuk berdiskusi bersama.
              >
              > Saya cuma berharap kita bisa sama2 saling diskusi dan belajar. Saling
              > mengenal satu dengan yang lainnya. Bukan bertujuan untuk saling
              > menyerang dan menghancurkan.
              >
              > Salam,
              > Heru
              >
              > noaslsigl schrieb:
              > >
              > > Surat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
              > > Kepada Presiden AS George W. Bush (dari situs irib.ir)
              > >
              > >
              > > Tuan George W. Bush, Presiden AS,
              > >
              > > Sudah lama saya memikirkan cara untuk menjelaskan berbagai hal yang
              > > sudah pasti kontradiktif di pentas internasional dan terus menerus
              > > didiskusikan, terutama di forum-forum politik dan mahasiswa. Banyak
              > > pertanyaan tak terjawab, sehingga saya terdorong untuk mendiskusikan
              > > sebagian kontradiksi dan pertanyaan itu dengan harapan dapat
              > > menyediakan peluang untuk melakukan pembenahan.
              > >
              > > Mungkinkah para penganut ajaran Nabi Agung Isa al-Masih as menaruh
              > > komitmen kepada HAM, menampilkan liberalisme sebagai model peradaban,
              > > menyatakan penolakan terhadap proliferasi bom nuklir dan
              > > senjata-senjata desktruksi massal, dan mengangkat slogan perang
              > > melawan teror, dan pada akhirnya, berjalan menuju penegakan
              > > masyarakat yang satu dan universal, sebagaimana masyarakat yang kelak
              > > akan dipimpin oleh al-Masih as dan orang-orang bertakwa di muka bumi;
              > > tetapi di saat yang sama, mereka menginvasi banyak negara, memusnahkan
              > > banyak nyawa, kehormatan, dan harta benda rakyat, menyempitkan
              > > peluang, dan membiarkan para penjahat membumi-hanguskan suatu kota
              > > kecil atau, misalnya, suatu desa atau kota secara total? Atau hanya
              > > lantaran dugaan ada senjata destruksi massal di suatu negara, negara
              > > ini lantas diduduki, sekitar 100.000 penduduknya terbunuh,
              > > sumber-sumber air, pertanian, dan industrinya musnah, hampir 180.000
              > > pasukan asing ditempatkan di sana, kehormatan rumah-rumah pendudukan
              > > dilanggar, dan bisa jadi negara ini lantas terbelakang sampai 50
              tahun.
              > >
              > > Berapa harga yang harus dibayar? Ratusan milyar USD dari anggaran
              > > sebuah negara dan sejumlah negara tertentu lainnya dihamburkan,
              > > puluhan ribu pemuda dan pemudi ditugaskan sebagai pasukan pendudukan
              > > di tempat yang sangat berbahaya dan jauh dari keluarga mereka, dan
              > > kemudian tangan mereka berlumuran darah orang-orang lain? Mereka
              > > terpaksa menanggung banyak tekanan mental sehingga sebagian diantara
              > > mereka terpaksa bunuh diri. Sebagian dari mereka kembali ke rumah
              > > mereka dalam kondisi stres dan terengah-engah menahan penyakit dan
              > > penderitaan. Belum lagi sebagian di antara mereka yang tewas dan
              > > jenazahnya dikembalikan kepada keluarga mereka.
              > >
              > > Di tengah isu senjata pemusnah massal, tragedi itu menenggelamkan
              > > bangsa negara yang diduduki dan sekaligus negara yang menduduki. Di
              > > kemudian hari terungkap bahwa senjata pemusnah massal yang dijadikan
              > > alasan untuk bertindak itu ternyata tidak ada.
              > >
              > > Memang, Saddam adalah sosok diktator dan penjahat, tapi perang
              > > dikobarkan sebenarnya bukan untuk menggulingkannya. Seperti yang sudah
              > > diumumkan, perang itu bertujuan melacak dan memusnahkan senjata
              > > pemusnah massal. Jadi, Saddam digulingkan dalam konteks tujuan lain.
              > >
              > > Betapapun demikian, masyarakat regional menyambut gembira tergulingnya
              > > Saddam. Saya ingin mengingatkan bahwa selama bertahun-tahun memerangi
              > > Iran, Saddam didukung oleh Barat.
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Mungkin Anda tahu bahwa saya adalah seorang dosen. Para mahasiswa saya
              > > bertanya-tanya kepada saya; dapatkah semua tindakan itu dikompromikan
              > > dengan nilai-nilai yang telah disinggung di awal surat ini atau
              > > dianggap sebagai aktualisasi ajaran Isa al-Masih as, Nabi Penyeru
              > > Perdamaian dan Pengampunan.
              > >
              > > Para tahanan yang meringkuk di Guantanamo tidak diproses di
              > > pengadilan, hak-hak mereka dinistakan, keluarga mereka tidak
              > > diperbolehkan membesuk, dan mereka disekap di kawasan yang asing dan
              > > jauh dari negeri mereka. Sama sekali tidak ada pengawasan
              > > internasional atas kondisi dan nasib mereka. Tak seorangpun tahu
              > > status mereka; tahanan, tawanan perang, tersangka, atau penjahat.
              > >
              > > Tim inspeksi Eropa mengkonfirmasikan keberadaan penjara-penjara
              > > rahasia di Eropa. Saya tidak dapat mencarikan acuan sistem peradilan
              > > apapun untuk aksi penculikan dan penyekapan korbannya di
              > > penjara-penjara rahasia. Saya tidak habis berpikir; bagaimana
              > > tindakan-tindakan itu dapat dikaitkan dengan nilai-nilai yang telah
              > > diungkap di pembukaan surat ini, misalnya dengan ajaran al-Masih as,
              > > HAM, dan norma-norma liberal.
              > >
              > > Kalangan muda, mahasiswa, dan masyarakat biasa menyimpan banyak
              > > pertanyaan tentang fenomena Israel. Saya yakin Anda mengetahui
              > > sebagian diantara pertanyaan itu.
              > >
              > > Dalam sejarah, banyak negara menjadi obyek aksi pendudukan. Namun,
              > > pembentukan suatu negara baru dengan rakyat yang baru pula, menurut
              > > saya, adalah fenomena baru yang hanya ada pada zaman kita sekarang.
              > > Para mahasiswa saya mengatakan, sampai 60 tahun lalu belum pernah ada
              > > negara seperti itu. Mereka menyodorkan peta-peta bumi klasik dan
              > > meminta saya untuk berbuat hal yang sama. Kami tidak sanggup menemukan
              > > suatu negara bernama Israel.
              > >
              > > Saya katakan kepada mereka, coba telaah sejarang Perang Dunia I dan
              > > II. Salah seorang mahasiswa saya mengatakan bahwa dalam peristiwa
              > > Perang Dunia II yang menjatuhkan puluhan juta korban jiwa, berita
              > > seputar peperangan cepat sekali disiarkan oleh berbagai pihak yang
              > > terlibat perang. Setelah perang reda, mereka mengklaim bahwa enam juta
              > > orang Yahudi tewas. Enam juta orang itu tentu berasal dari dua juta
              > > keluarga.
              > >
              > > Seandainyapun klaim itu benar, apakah itu dapat dijadikan alasan yang
              > > rasional untuk mendirikan negara Israel di Timteng atau mendukung
              > > negara seperti ini?
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Anda pasti telah mengetahui bagaimana dan dengan harga apa Israel
              > > telah terbentuk, yaitu:
              > >
              > > - dengan terbantainya ribuan jiwa,
              > >
              > > - dengan membuat jutaan jiwa penduduk asli kawasan itu menjadi
              > > pengungsi, dan
              > >
              > > -dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun, serta
              > > penghancuran kota-kota dan tanah-tanah subur.
              > >
              > > Tragedi ini ternyata tidak hanya timbul pada masa pembentukan negara
              > > itu saja. Sangat disayangkan, selama 60 tahun sejak masa pembentukan
              > > itu, berbagai tragedi tersebut terus berjalan dan akan terus
              > > berlanjut. Rezim yang dibentuk bahkan tidak memiliki rasa belas
              > > kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, teror terencana
              > > dan terbuka terhadap tokoh-tokoh Palestina digelar, serta ribuan
              > > orang-orang Palestina dipenjara. Fenomena ini, pada abad-abad terakhir
              > > bisa dikatakan sulit dicari tandingannya, atau malah tidak ada
              > > bandingannya.
              > >
              > > Pertanyaan besar lainnya yang saat ini mengemuka pada masyarakat dunia
              > > adalah: mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela? Apakah
              > > pembelaan kepada rezim semacam ini merupakan salah satu ajaran Nabi
              > > Isa a.s. atau sesuai dengan nilai-nilai liberalisme?
              > >
              > > Apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi para pemilik
              > > asli tanah Palestina, baik yang tinggal di Palestina maupun di luar;
              > > dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen, bertentangan
              > > dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran para nabi?
              > > Bila tidak bertentangan, mengapa usulan referendum seperti itu tidak
              > > pernah disetujui?
              > >
              > > Akhir-akhir ini, dengan pilihan rakyat Palestina sendiri, telah
              > > terbentuk pemerintahan. Semua pengawas independen mengukuhkan bahwa
              > > pemerintah itu sah dipilih oleh rakyat Palestina. Namun tak terduga,
              > > pemerintah pilihan rakyat itu malah kemudian ditekan sedemikian rupa
              > > agar mereka mengakui eksistensi negara bernama Israel dan tidak lagi
              > > meneruskan perlawanan. Mereka dipaksa melanjutkan program pemerintah
              > > sebelumnya.
              > >
              > > Seandainya pemerintah terpilih itu sejak awal mengumumkan kebijakannya
              > > sebagaimana yang diinginkan oleh para penekan, apakah masyarakat
              > > Palestina akan memilih mereka? Apakah cara-cara pemaksaan terhadap
              > > pemerintah Palestina itu sesuai dengan nilai-nilai yang saya tulis di
              > > atas? Demikian pula, masyarakat bertanya-tanya, mengapa setiap
              > > resolusi PBB anti Israel yang diajukan ke DK PBB selalu diveto?
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya hubungan
              > > dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, dengan
              > > berbagai cara melakukan interaksi dengan saya. Mereka melihat
              > > kebijakan ganda yang ada ini tidak sesuai dengan logika apapun.
              > > Bukti-bukti menunjukkan, bagaimana kebanyakan masyarakat di kawasan,
              > > dari hari ke hari semakin marah dengan kebijakan yang diambil di
              > > kawasn ini.
              > >
              > > Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan, namun saya
              > > ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.
              > >
              > > Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan Timur Tengah
              > > dianggap dan dicitrakan sebagai ancaman terhadap rezim Israel? Apakah
              > > usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar masyarakat?
              > >
              > > Anda mungkin memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain pada masa
              > > abad pertengahan, pada bagian mana dari sejarah dan di manakah hal itu
              > > pernah terjadi, kemajuan ilmu dan teknologi dianggap sebagai sebuah
              > > kejahatan? Apakah dengan mengandaikan kemungkinan dipakainya ilmu dan
              > > teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan untuk
              > > menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian adalah
              > > benar, maka seluruh ilmu harus ditentang, bahkan fisika, kimia,
              > > matematika, kedokteran, arsitektur, dan lain-lain.
              > >
              > > Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya tidak
              > > ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal yang
              > > tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila orang lain berdusta
              > > terhadap Anda.
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk mempertanyakan
              > > mengapa selalu ada usaha untuk tidak menyetujui pemerintahan terpilih
              > > dari rakyat dan pada saat yang sama, adanya pembelaan bagi mereka yang
              > > ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih? Mengapa ancaman
              > > selalu diarahkan kepada mereka?
              > >
              > > Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja, kreatif,
              > > dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam menjamin
              > > kebutuhan dan kemajuan materi dan spiritual masyarakat dunia.
              > > Sayangnya, kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar Afrika menjadi
              > > kendala terbesar bagi mereka untuk dapat memainkan peran penting
              tersebut.
              > >
              > > Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan luar biasa
              > > dan barang tambang mereka dijarah, padahal mereka lebih membutuhkannya
              > > daripada orang lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai dengan ajaran
              > > Nabi Isa dan hak-hak asasi manusia?
              > >
              > > Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak
              > > pertanyaan. Salah satunya terkait dengan aksi kudeta 28 Murdad (19
              > > Agustus) terhadap pemerintahan waktu itu, 52 tahun lalu. Kemudian juga
              > > tindakan penentangan terhadap revolusi Islam Iran tahun 1979 dengan
              > > menjadikan Kedutaan Amerika sebagai pusat penggulingan revolusi. Dalam
              > > hal ini, melalui ribuan lembar dokumen, terbukti bahwa Kedubes AS
              > > mendukung para penentang Republik Islam. AS juga mendukung total
              > > Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, menembak pesawat penumpang
              > > sipil Iran, membekukan harta masyarakat Iran, dan kini melontarkan
              > > ancaman-ancaman yang semakin meningkat dengan menunjukkan
              > > ketidaksetujuan serta kemarahan atas kemajuan ilmu dan teknologi serta
              > > nuklir masyarakat Iran. Padahal, semua orang Iran bergembira dengan
              > > kemajuan negara mereka dan mengadakan pesta untuk keberhasilan mereka
              > > itu. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini yang penjelasannya
              > > tidak bisa saya cantumkan dalam surat ini.
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang
              > > mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di bagian mana
              > > saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat disayangkan.
              > > Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa kebencian terhadap
              > > pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada mereka
              > > yang ditinggalkan.
              > >
              > > Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta, dan
              > > kehormatan rakyatnya. Seperti yang disebut-sebut, negara Anda memiliki
              > > sistem keamanan, penjagaan, dan informasi yang luas dan canggih.
              > > Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun diburu. Operasi
              > > teror 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah konsep dan
              > > pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa kerja sama dengan
              > > sistem informasi dan keamanan? Bisakah sebuah operasi rumit
              > > berlangsung tanpa adanya pengaruh yang luas di dalam sistem keamanan
              > > dan informasi dalam negeri? Tentunya ini hanya sebuah kemungkinan dari
              > > orang-orang yang berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain dari
              > > kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan resmi
              > > mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Dan mengapa
              > > para pelaku dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan dihukum?
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan dan
              > > ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan masyarakat di
              > > negara-negara yang bertetangga dengan pusat krisis dunia, selama
              > > bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan.
              > >
              > > Setelah peristiwa 11 September berlangsung, alih-alih munculnya
              > > peredaan jiwa dan ketenangan bagi mereka yang terkena musibah,
              > > masyarakat Amerika malah menjadi masyarakat yang paling menderita
              > > akibat kejadian tersebut. Sementara itu, sebagian dari media Barat
              > > malah membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa mengabarkan
              > > adanya kemungkinan serangan teroris. Mereka seperti sengaja memelihara
              > > keadaan agar masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan khawatir.
              > > Apakah ini yang disebut pelayanan terhadap rakyat Amerika? Apakah
              > > kerugian yang berasal dari ketakutan dan kekhawatiran itu dapat
              dihitung?
              > >
              > > Coba bayangkan, masyarakat Amerika merasa bakal ada serangan. Di
              > > jalanan, di tempat kerja, dan di rumah, mereka selalu merasa tidak
              > > aman. Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa media
              > > bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan memberikan
              > > rasa aman, bukannya malah mengabarkan ketidakamanan?
              > >
              > > Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini digunakan sebagai
              > > fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah begini,
              > > kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait dengan media.
              > >
              > > Dalam etika dan prinsip-prinsip media massa, penyampaian informasi
              > > yang benar dan kejujuran dalam menyebarkan berita adalah prinsip dasar
              > > yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk mengucapkan dan
              > > mengumumkan rasa penyesalan yang dalam atas ketiadaan rasa tanggung
              > > jawab sebagian media Barat di hadapan kewajiban ini. Alasan asli
              > > agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah massal. Tema ini
              > > diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya dan kemudian
              > > hal ini menjadi pembenar bagi penyerangan terhadap Irak.
              > >
              > > Bukankah kebenaran akan menjadi hilang di tengah situasi atmosfer
              > > rekayasa dan berisi kebohongan? Apakah hilangnya nilai kebenaran
              > > selaras dengan nilai-nilai yang telah saya tulis di atas? Namun,
              > > apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Di semua negara, masyarakatlah yang menanggung anggaran belanja
              > > negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka. Pertanyaannya di
              > > sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar dolar untuk mengirimkan
              > > pasukan ke Irak, apa yang didapat oleh masyarakat?
              > >
              > > Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian AS, masyarakat
              > > hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah.
              > > Pengangguran adalah masalah besar dan masalah ini kurang lebih terjadi
              > > juga di negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang seperti ini
              > > pengiriman sejumlah besar pasukan, dan itu pun dengan anggaran luar
              > > biasa dari masyarakat, dapat dibenarkan dan sesuai dengan
              > > prinsip-prinsip yang telah saya sebutkan sebelumnya?
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan masyarakat
              > > dunia, dan juga pendeeritaan pada masyarakat di kawasan kami dan
              > > masyarakat Anda. Namun maksud utama saya (yang sebagiannya, setidaknya
              > > akan Anda benarkan) adalah berikut ini.
              > >
              > > Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya berkuasa.
              > > Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan di masa
              > > depan, dekat atau jauh, nama dan perilaku mereka pasti akan senantiasa
              > > dinilai. Masyarakat di masa depan akan berkata, dalam periode kita ini
              > > apa yang telah terjadi.
              > >
              > > Apakah untuk masyarakat, kita telah menyiapkan keamanan dan
              > > kesejahteraan, ataukah malah ketidakamanan dan pengangguran? Apakah
              > > kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya mengurus kelompok
              > > khusus yang ingin kita lindungi, itu pun dengan harga kemiskinan dan
              > > kepapaan sebagian besar masyarakat dunia? Apakah kita akan memilih
              > > untuk mengutamakan sekelompok kaum minoritas dengan segala kekayaan,
              > > pangkat, dan kepuasan mereka ketimbang kerelaan Tuhan? Apakah kita
              > > telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah kita tidak
              > > memandang sedikit pun kepada mereka?
              > >
              > > Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia, ataukah kita
              > > malah memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal terhadap urusan
              > > negara lain; ataukah kita malah membangun penjara-penjara yang
              > > menakutkan untuk menempatkan sebagian orang di sana? Apakah kita telah
              > > berusaha mewujudkan perdamaian dunia ataukah kita menyebarkan ancaman
              > > dan kekerasan di seluruh dunia?
              > >
              > > Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan
              > > masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran yang telah
              > > diputarbalikkan? Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah
              > > pembela para penjajah dan penzalim?
              > >
              > > Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian,
              > > mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani masyarakat,
              > > kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga kehormatan manusia, lebih
              > > dipentingkan? Ataukah yang dikedepankan adalah kekuatan persenjataan,
              > > ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian kepada
              > > masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan merusak
              > > hak-hak manusia?
              > >
              > > Pada akhirnya, mereka akan menilai, apakah kita masih setia dengan
              > > sumpah yang kita ucapkan dalam rangka melayani masyarakat (yang
              > > merupakan tugas utama kita) dan menjalankan ajaran-ajaran para nabi,
              > > ataukah tidak?
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan proses
              > > semacam ini, akan ke manakah dunia ini melangkah? Sampai kapan
              > > masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan tidak
              > > benar dari para penguasa? Sampai kapan bayang-bayang ketakutan terus
              > > membebani masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata pemusnah massal?
              > > Sampai kapan darah anak-anak, para wanita, dan laki-laki harus
              > > mengalir di atas batu-batu jalanan dan sampai kapan rumah-rumah mereka
              > > harus dihancurkan?
              > >
              > > Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini? Apakah Anda
              > > berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat berlangsung terus?
              > >
              > > Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai keamanan,
              > > pertahanan, pengiriman pasukan, dialokasikan sebagai modal dan bantuan
              > > bagi negara-negara miskin, pengembangan kebersihan, pemberantasan
              > > berbagai macam penyakit, penghijauan, pengentasan kemiskinan dan
              > > kefakiran, penggalangan perdamaian, penghilangkan perselisihan antar
              > > negara-negara, eliminasi peperangan antar kabilah dan ras; dapat
              > > dibayangkan bagaimana dunia sekarang. Apakah pemerintahan dan rakyat
              > > Anda tidak akan merasa bangga dengan situasi seperti itu? Apakah
              > > posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda tidak akan
              > > semakin kokoh?
              > >
              > > Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus menyampaikan
              > > pertanyaan itu, bukankah terjadi kenaikan tingkat kebencian masyarakat
              > > dunia terhadap pemerintah Amerika?
              > >
              > > Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan seorang
              > > pun. Akan tetapi, jika saja hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya'qub,
              > > Ismail, Yusuf, dan atau Nabi Isa a.s. hadir di dunia ini dan mereka
              > > menyaksikan perilaku semacam ini, apakah yang akan mereka katakan?
              > > Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi oleh keadilan dengan
              > > kehadiran Nabi Isa a.s., akan memberikan tempat bagi kita untuk
              > > berperan? Apakah mereka akan menerima kita?
              > >
              > > Pertanyaan kunci saya di sini, apakah jalan yang lebih baik dalam
              > > pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?
              > >
              > > Hari ini di dunia, ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta orang
              > > Islam dan jutaan lagi kaum pengikut Nabi Musa a.s. Semua agama Ilahi
              > > memiliki satu kesamaan, yaitu kalimat tauhid; yaitu keyakinan akan
              > > Tuhan Yang Esa dan selain Dia, tidak ada tuhan lain di dunia ini.
              > >
              > > Al-Quran al-Karim menegaskan kalimat yang satu ini, dan ia memanggil
              > > semua pengikut agama Ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman:
              > >
              > > "Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang teguh) kepada suatu
              > > kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan
              > > kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita
              > > persekutukan Dia dengan sesuatupun. Tidak (pula) sebagian kita
              > > menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada Allah."
              > > (Ali Imran: 64)
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Berdasarkan firman Ilahi, kita semua diajak untuk menyembah Allah Yang
              > > Esa dan mengikuti utusan-utusan Ilahi.
              > >
              > > Penyembahan hanyalah bagi Tuhan Yang Esa, Yang Maha Kuasa dan Berkuasa
              > > atas segala sesuatu. Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang
              > > tersembunyi dan yang tampak; yang ada di masa lalu dan masa akan
              > > datang. Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya dan Ia
              > > mencatat amalan mereka. Tuhan Sang Pemilik langit dan bumi dan semua
              > > alam di bawah kekuasaan-Nya.
              > >
              > > Pengaturan seluruh alam ada di tangan-Nya dan Ia memberikan janji
              > > untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Ia penolong mereka yang
              > > terzalimi dan Ia menjadi musuh bagi orang-orang yang zalim. Dia Maha
              > > Pengasih dan Penyayang. Ia penolong kaum mukminin dan Ia menuntun
              > > mereka keluar dari kegelapan kepada keterang-benderangan. Ia mengawasi
              > > perbuatan hamba-hamba-Nya. Ia menyeru hamba-Nya untuk beriman dan
              > > berbuat baik dan menginginkan agar mereka berperilaku berdasarkan
              > > kebenaran. Ia berkehendak agar hamba-hamba-Nya tetap istiqamah dalam
              > > kebenaran.
              > >
              > > Allah menyeru hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia sebagai
              > > saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya. Puncak keburukan terkait
              > > dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan yang terbatas di dunia
              > > ini, mereka yang tidak mengikuti perintah-Nya dan menzalimi
              > > hamba-hamba Allah. Adapun puncak kebajikan dan surga yang kekal hanya
              > > akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di hadapan
              > > keagungan Ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya.
              > >
              > > Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah
              > > satu-satunya jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan. Saya mendengar
              > > bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya pada janji
              > > Ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka bumi.
              > >
              > > Kami juga percaya bahwa Nabi Isa a.s. adalah salah satu nabi besar
              > > Ilahi. Dalam Al-Quran, Nabi Isa mendapat penghormatan yang luar biasa.
              > > Berikut ini adalah ucapan Nabi Isa a.s yang dinukil oleh al-Quran:
              > >
              > > "Sesungguhnya, Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Maka sembahlah Dia.
              > > Ini adalah jalan yang lurus." (Maryam: 36)
              > >
              > > Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua para Nabi.
              > > Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-negara
              > > kepulauan, hanya satu, itu adalah Allah yang memberikan hidayah dan
              > > menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya serta selalu
              > > menghendaki kehormatan bagi umat manusia.
              > >
              > > Allah juga berfirman, "Allah Yang Maha Mengetahui dan Tinggi mengutus
              > > para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat untuk
              > > memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan (para nabi itu) agar
              > > mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran Ilahi kepada manusia. Dengan
              > > begitu, manusia dapat disucikan dari dosa. Allah mengirimkan kitab dan
              > > mizan agar manusia dapat menegakkan keadilan dan dapat meninggalkan
              > > orang-orang yang berbuat zalim."
              > >
              > > Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada dan tersebar di dalam
              > > Kitab Suci.
              > >
              > > Para Nabi dan utusan Ilahi memberikan janji:
              > >
              > > Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan Allah
              > > untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat baik akan
              > > diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan menanggung
              > > perbuatannya dengan menerima siksa Ilahi. Saya berpikir bahwa kita
              > > berdua sama meyakini akan hari itu.
              > >
              > > Tentunya, perhitungan bagi kita, para penguasa, tidak akan ringan. Hal
              > > itu karena kita harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat dan
              > > semua orang atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya dengan
              > > mereka dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.
              > >
              > > Para nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan
              > > prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, serta terjaganya harkat dan
              > > martabat manusia bagi seluruh manusia. Bila kita semua meyakini tauhid
              > > dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan martabat
              > > dan kemuliaan manusia, serta percaya kepada hari akhir, bukankah kita
              > > akan bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang diakibatkan oleh
              > > jauhnya ummat manusia dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-ajaran
              > > para nabi?
              > >
              > > Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas dan
              > > menjamin perdamaian, persaudaraan, dan keadilan? Tidakkah justru
              > > prinsip-prinsip itulah yang merupakan ajaran tertulis atau tidak
              > > tertulis mayoritas masyarakat dunia?
              > >
              > > Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Tidakkah Anda ingin
              > > kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi, kepada tauhid
              > > dan keadilan, kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat manusia,
              > > serta kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-Nya?
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada dalam
              > > jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak menyerahkan
              > > nasib manusia di tangan para penguasa zalim. Tuhan tidak membiarkan
              > > dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian yang
              > > bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa?
              > > Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan misterius di
              > > atas segalanya; kekuasaan yang mengatur semua hal di balik semua ini.
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Apakah Anda bisa mengingkari tanda-tanda perubahan di dunia sekarang
              > > ini? Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang lalu
              > > dapat disamakan?Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan dimensi yang
              > > sangat luas.
              > >
              > > Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka tidak
              > > percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling berpengaruh di
              > > dunia. Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman. Mereka tidak
              > > setuju dengan berkembangnya kondisi ini, begitu juga dengan perang.
              > > Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan berstandar ganda.
              > >
              > > Masyarakat dunia memprotes munculnya jurang pemisah yang dalam antara
              > > mereka yang kaya dan yang miskin; dan antara negara yang sejahtera dan
              > > miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan moral yang semakin
              > > meningkat. Mayoritas masyarakat di negara-negara dunia merasa tidak
              > > puas karena basis budaya mereka terancam dan institusi keluarga
              > > menjadi berantakan. Akibatnya, kasih sayang dan cinta semakin luntur.
              > >
              > > Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu dikarenakan
              > > hak-hak mereka tidak dipertahankan. Liberalisme dan demokrasi Barat
              > > tidak mampu mendekatkan manusia kepada cita-cita mereka dan kedua kata
              > > itu kini telah menjadi dua kata yang gagal. Para pemikir dan
              > > cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya pemikiran dan
              > > sistem liberal-demokrasi.
              > >
              > > Hari ini, perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada sebuah
              > > fokus, dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Tentunya, masyarakat yang
              > > berpegang kepada tauhid dan ajaran-ajaran para Nabi akan dimenangkan
              > > atas masalah yang dihadapi.
              > >
              > > Pertanyaan penting dan serius saya di sini: Apakah Anda tidak ingin
              > > menyertai mereka?
              > >
              > > Tuan Presiden,
              > >
              > > Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan kepada Tuhan dan
              > > penegakan keadilan dan kehendak Tuhan akan mengalahkan segala-galanya.
              > >
              > > Dan keselamatanlah bagi mereka yang mengikuti petunjuk
              > >
              > > Mahmoud Ahmadinejad,
              > >
              > > Presiden Republik Islam Iran
              > >
              > > Tehran 17-02-1384 HS / 07-05-2006
              > >
              > >
              >
            • ordinary people
              hhhmmm menarik sekali ide jawaban mas/mbak mursalat ini... pernyataan yang sampeyan tulis bahwa: Dan untuk mengetahui bahwa sikap hati kita itu menyenangkan
              Message 6 of 14 , Aug 7, 2006
                hhhmmm menarik sekali ide jawaban mas/mbak mursalat
                ini...
                pernyataan yang sampeyan tulis bahwa:
                Dan untuk mengetahui bahwa sikap hati kita itu
                menyenangkan hati
                Allah atau tidak kita harus mengenalNya secara
                pribadi dan menjalin
                hubungan yang semakin intim denganNya.
                Dan Isa Almasih (Yeshua Ha Masiah/ Yesus Kristus)lah
                satu-satunya yang menawarkan jalan kepada pengenalan
                dan hubungan
                itu.

                hhhmmm ternyata menurut sampeyan, Allah itu seneng
                dirinya dipuja puji, Allah itu sensitif terhadap
                rayuan seperti seorang bapak yang gak tega terhadap
                rengekan dan tangisan anaknya.
                berarti Allah itu menganut teori tak kenal maka tak
                sayang...
                artinya juga Allah itu pilih kasih, tidak adil dan
                ge-erran.
                Allah itu hatinya masih labil karena tergantung dari
                seberapa indah pujian dan rayuan yang sampai ke
                telinganya....

                kok bisa begitu ya?


                hehehe kalo cuma Almasih yang bisa mengenalkan jalan
                yang menghubungkan antara Allah dan manusia berarti
                Allah mengajarkan ketidak adlian sosial bagi seluruh
                umat dan mahkluknya. itu Tuhan beneran atau apa ya?
                logikanya di mana ya?
                wong ribuan sungai mengalir turun ke laut luas, ke
                surabaya juga bisa lewat darat, laut dan
                udara....terserah...

                hayo gimana...

                sampeyan kan sudah mengenal Allah dan sudah intim
                bersamanya?
                pertanyaannnya....apakah sampeyan mengenal saya? nama
                saya: orang biasa saja.
                bagaimanakah kepribadian saya?
                kalo sampeyan nggak tau berarti sampeyan bohong ngaku
                ngaku mengenal Allah.
                kalo orang sudah paham matematika integral tak
                terhingga, dijamin dia bisa menyelesaikan penjumlahan
                dan perkalian geeetoooo.

                atau sampeyan memang sudah canggih barangkali?
                wah selamat ya....hehehehehehehe

                orang biasa saja

                --- mursalaat <mursalaat@...> wrote:

                > Jawabnya sderhana:
                > Orang yang tidak mengenal Allah (cuma sekedar tahu
                > dari kitab suci
                > dan cerita manusia) tidak akan pernah tahu apakah
                > doa2nya didengar
                > Allah atau tidak, apalagi sudah dijawab apa belum.
                > Karena bagi
                > orang2 yang demikian doa adalah komunikasi satu
                > arah, dari dirinya
                > kepada Allah.
                > Karena dia tidak pernah tahu dan tdk pernah dengar
                > jawaban Allah
                > (karena dia tidak mengenal Allah secara pribadi)
                > maka seringkali ia
                > mengambil sikap, berdiam diri dan pasrah atau
                > mengambil tindakan
                > sendiri dengan mengambil asumsi bahwa itulah
                > kehendak Allah baginya.
                > Juga ciri orang yang tidak mengenal Allah secara
                > pribadi, jadi cuma
                > tahu saja dari kitrabnya dan dari orang lain,
                > adalah, melakukan
                > segala upaya agar supaya ia berkenan kepada Allah,
                > bahkan tiudak
                > jarang orang-orang ini menunjukkan sikap bahwa
                > mereka rela
                > mengorbankan dirinya (bahkan nyawanya) demi harpan
                > mereka bahwa
                > Allah berkenan kepada mereka dan pada akhirnya
                > menjawab doa-doa
                > mereka.
                > Kasihaaan sekali mereka ini. Oleh karena itu kita
                > harus beritakan
                > kepada mereka bahwa semua itu sia-sia karena tidak
                > ada manusia
                > dibenarkan oleh perbuatannya ataupun kebaikannya,
                > melainkan sikap
                > hatinya dalam segala hal, yakni untuk memuaskan ego,
                > daging atau
                > untuk menyenangkan hati Allah.
                > Dan untuk mengetahui bahwa sikap hati kita itu
                > menyenangkan hati
                > Allah atau tidak kita harus mengenalNya secara
                > pribadi dan menjalin
                > hubungan yang semakin intim denganNya.
                > Dan Isa Almasih (Yeshua Ha Masiah/ Yesus Kristus)lah
                > satu-satunya
                > yang menawarkan jalan kepada pengenalan dan hubungan
                > itu.
                > Jelas iblis tidak menyukai hal itu dan melaukan
                > segala upaya agar
                > misi utamnya tetap berjalan yaitu menyakiti hati
                > Allah dengan
                > menghancurkan ciptaanNya dengan segala cara tipu
                > muslihat.
                > Iblis jelas sudah kalah terhadap Yesus, jadi orang
                > yang tidak
                > percaya kepada Yesus dan bahwa Yesus sudah
                > mengalahkan iblis dan
                > antek-anteknya, juga ada dalam kuasa iblis itu
                > sendiri.
                > Jelas iblis tidak akan mengijinkan orang tersebut
                > tahu. Orang yang
                > dalam kuasa iblis selalu mengira bahwa ia melakukan
                > perbuatan yang
                > baik dan benar untuk Allah, melalui ibadahnya dan
                > tiutal-ritualnya.
                > Dan karena ia tidak mengenal Allah secara pribadi
                > maka selama itulah
                > ia dalam kuasa iblis.
                > paham?
                >
                >
                > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "laretidar"
                > <laretidar@...>
                > wrote:
                > >
                > > Buat saudara-saudaraku yang terkasih, kenapa kalo
                > kita mengaku
                > beriman
                > > kepada Allah tapi perilaku kita tidak seperti yang
                > diajarkan Allah
                > > kepada kita. Kalau kita beriman bahwa Allah dapat
                > melakukan
                > > segala-galanya kenapa kita selalu mengutamakan
                > pemikiran dan
                > kemampuan
                > > kita sendiri untuk menghancurkan orang lain dengan
                > mengatasnamakan
                > > Allah. Apakah Allah tidak sanggup membela diriNya
                > sendiri ????
                > >
                > > Kenapa kita tidak berbicara dengan Allah dan mohon
                > kepadaNya untuk
                > > menghentikan perang dan memberikan perdamaian
                > kepada semua umat.
                > >
                > > Perang dan saling bunuh walaupun dengan dalih
                > membela Allah
                > menurutku
                > > tidak benar. Sebab Allah sendiri adalah Kasih, dan
                > Dia pasti tidak
                > > rela kalo ciptaanNya dimusnahkan oleh hasil
                > ciptaanNya juga.
                > > Sejelek-jeleknya dan sedosa-dosanya manusia Allah
                > masih mau
                > > menyelamatkan kita walaupun kita sudah
                > menghujatnya, tapi kenapa
                > kita
                > > manusia lebih suka menghancurkan orang lain yang
                > juga adalah
                > ciptaan
                > > Allah juga tapi kebetulan berbeda pegangan
                > hidupnya.
                > >
                > > Allah tidak bodoh, Allah tidak dungu, Allah tidak
                > lemah, Allah
                > > mengerti semua bahasa, Allah memiliki pasukan
                > penghancur yang
                > efisien,
                > > Allah tidak perlu dibela, Allah memiliki
                > segala-galanya.
                > >
                > > Janganlah kita mengaku beriman kepada Allah kalo
                > masih mau
                > > menghancurkan orang lain atau menyakiti orang lain
                > dengan alasan
                > > apapun.
                > >
                > > Sayang sekali hampir di seluruh dunia ini banyak
                > orang beragama
                > tetapi
                > > hanya beberapa saja yang benar2 beriman kepadaNya.
                > >
                > > Semoga Tuhan mengampuni segala dosa2 kita dan ada
                > perdamaian
                > diantara
                > > umatNya.
                > >
                > >
                > > GBU
                > >
                >
                >
                >
                >
                >
                >
                >


                __________________________________________________
                Do You Yahoo!?
                Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                http://mail.yahoo.com
              • mursalaat
                Trimakasih dik, tuk tanggapannya Disini ada masalah interpretasi, tapi mungkin dapat sya jelasakan sbagai brikut: 1. Allah memang amat sangat berkenan untuk
                Message 7 of 14 , Aug 8, 2006
                  Trimakasih dik, tuk tanggapannya

                  Disini ada masalah interpretasi, tapi mungkin dapat sya jelasakan
                  sbagai brikut:
                  1. Allah memang amat sangat berkenan untuk dipuji, diagungkan dan
                  dimuliakan akan tetapi Allah membenci rayuan. Sderhana karena kalau
                  pujian adalah untuk Allah sedangkan rayuan adalah untuk ego dan
                  kedagingan si perayu.
                  2. Allah tidak tergantung kepada ciptaanNya namun Ia amat sangat
                  berkenan kepada mereka yang bergantung kapadaNya.
                  3. Keadilan Illahi memang berbeda dengan keadilan manusia ( yang
                  diekspresikan melalui sosialisme, komunisme, liberalisme dan semua
                  isme cipataan manusia serta gagal total) Keadilan Illah berpatokan
                  kepada prinsip "berilah (dengan tulis dan ikhlas tanpa pamrih) maka
                  engkau akan diberi" dan untuk dapat mempraktekkan hal itu maka kita
                  perlu iman, tanpa iman tidak mungkin seseorang dapat memahami
                  keadilan Illahi. Jadi bahwa jalan keselamatan hanyalah melalui Isa
                  Almasih bukanlah untuk mengakomodir keinginan manusia, melainkan
                  sebagai anugerah Allah. Semua dipanggil tetapi tidak semua mau
                  dipanggil, banyak yang menerima panggilan namun tidak banyak yang
                  setia dan terpilih.
                  4. Anda benar telah mengatakannya, saya mengenal Allah (dalam Isa
                  Almasih). Dan saya tidak mengenal anda, kecuali melalui milis ini.
                  Pengenalan akan Allah bukanlah seperti difersenial interal namun
                  lebih kepada induksi - deduksi, dengan mengenal Isa Almasih maka
                  orang mengenal Allah, dengan mengenal Allah orang mengenal Isa
                  Almasih. Itulah arti dari pada "jalan, kebenaran dan hidup" yang di
                  ucapkan oleh Isa Almasih, "tidak ada orang dapat datang kepada Bapa
                  tanpa melalui Aku"
                  Tambahan: Istilah Bapa dan Anak dalam Alkitab merupaka arti kiasan
                  untuk mengungkapkan bahwa Allah adalah sumber dari segala sesuatu
                  dan Isa Almasih bersumber kepada Allah ( silahkan teliti bahasa
                  ibrani dan aramaic yang diterjemahkan kepada kata Bapa dan Anak )
                  Penutup: Matematika sederhana seperti integral dan diferensial tidak
                  cukup untuk dapat membuktikan kebenaran Illahi serta hubungan saya
                  dengan Allah serta hubungan antara pengenal saya akan Allah dan
                  pengenalan saya akan anda.
                  Dalam matematika bagi saya, anda adalah x dan untuk dapat mengenal
                  anda saya membutuhkan matrix persamaan diferensial dalam tingkat 5
                  dimana salah satu tingakt adalah tingkat yang merepresentasikan
                  tingkat spiritual anda (hubungan anda dengan Allah).
                  Kendala disini adalah Allah mengenal Anda namun dia belum berkenan
                  untuk saya mengenal anda.

                  Tuhan memberkati anda
                  ta' iyaa

                  --- In islam-kristen@yahoogroups.com, ordinary people
                  <orang_biasa_saja@...> wrote:
                  >
                  > hhhmmm menarik sekali ide jawaban mas/mbak mursalat
                  > ini...
                  > pernyataan yang sampeyan tulis bahwa:
                  > Dan untuk mengetahui bahwa sikap hati kita itu
                  > menyenangkan hati
                  > Allah atau tidak kita harus mengenalNya secara
                  > pribadi dan menjalin
                  > hubungan yang semakin intim denganNya.
                  > Dan Isa Almasih (Yeshua Ha Masiah/ Yesus Kristus)lah
                  > satu-satunya yang menawarkan jalan kepada pengenalan
                  > dan hubungan
                  > itu.
                  >
                  > hhhmmm ternyata menurut sampeyan, Allah itu seneng
                  > dirinya dipuja puji, Allah itu sensitif terhadap
                  > rayuan seperti seorang bapak yang gak tega terhadap
                  > rengekan dan tangisan anaknya.
                  > berarti Allah itu menganut teori tak kenal maka tak
                  > sayang...
                  > artinya juga Allah itu pilih kasih, tidak adil dan
                  > ge-erran.
                  > Allah itu hatinya masih labil karena tergantung dari
                  > seberapa indah pujian dan rayuan yang sampai ke
                  > telinganya....
                  >
                  > kok bisa begitu ya?
                  >
                  >
                  > hehehe kalo cuma Almasih yang bisa mengenalkan jalan
                  > yang menghubungkan antara Allah dan manusia berarti
                  > Allah mengajarkan ketidak adlian sosial bagi seluruh
                  > umat dan mahkluknya. itu Tuhan beneran atau apa ya?
                  > logikanya di mana ya?
                  > wong ribuan sungai mengalir turun ke laut luas, ke
                  > surabaya juga bisa lewat darat, laut dan
                  > udara....terserah...
                  >
                  > hayo gimana...
                  >
                  > sampeyan kan sudah mengenal Allah dan sudah intim
                  > bersamanya?
                  > pertanyaannnya....apakah sampeyan mengenal saya? nama
                  > saya: orang biasa saja.
                  > bagaimanakah kepribadian saya?
                  > kalo sampeyan nggak tau berarti sampeyan bohong ngaku
                  > ngaku mengenal Allah.
                  > kalo orang sudah paham matematika integral tak
                  > terhingga, dijamin dia bisa menyelesaikan penjumlahan
                  > dan perkalian geeetoooo.
                  >
                  > atau sampeyan memang sudah canggih barangkali?
                  > wah selamat ya....hehehehehehehe
                  >
                  > orang biasa saja
                  >
                  > --- mursalaat <mursalaat@...> wrote:
                  >
                  > > Jawabnya sderhana:
                  > > Orang yang tidak mengenal Allah (cuma sekedar tahu
                  > > dari kitab suci
                  > > dan cerita manusia) tidak akan pernah tahu apakah
                  > > doa2nya didengar
                  > > Allah atau tidak, apalagi sudah dijawab apa belum.
                  > > Karena bagi
                  > > orang2 yang demikian doa adalah komunikasi satu
                  > > arah, dari dirinya
                  > > kepada Allah.
                  > > Karena dia tidak pernah tahu dan tdk pernah dengar
                  > > jawaban Allah
                  > > (karena dia tidak mengenal Allah secara pribadi)
                  > > maka seringkali ia
                  > > mengambil sikap, berdiam diri dan pasrah atau
                  > > mengambil tindakan
                  > > sendiri dengan mengambil asumsi bahwa itulah
                  > > kehendak Allah baginya.
                  > > Juga ciri orang yang tidak mengenal Allah secara
                  > > pribadi, jadi cuma
                  > > tahu saja dari kitrabnya dan dari orang lain,
                  > > adalah, melakukan
                  > > segala upaya agar supaya ia berkenan kepada Allah,
                  > > bahkan tiudak
                  > > jarang orang-orang ini menunjukkan sikap bahwa
                  > > mereka rela
                  > > mengorbankan dirinya (bahkan nyawanya) demi harpan
                  > > mereka bahwa
                  > > Allah berkenan kepada mereka dan pada akhirnya
                  > > menjawab doa-doa
                  > > mereka.
                  > > Kasihaaan sekali mereka ini. Oleh karena itu kita
                  > > harus beritakan
                  > > kepada mereka bahwa semua itu sia-sia karena tidak
                  > > ada manusia
                  > > dibenarkan oleh perbuatannya ataupun kebaikannya,
                  > > melainkan sikap
                  > > hatinya dalam segala hal, yakni untuk memuaskan ego,
                  > > daging atau
                  > > untuk menyenangkan hati Allah.
                  > > Dan untuk mengetahui bahwa sikap hati kita itu
                  > > menyenangkan hati
                  > > Allah atau tidak kita harus mengenalNya secara
                  > > pribadi dan menjalin
                  > > hubungan yang semakin intim denganNya.
                  > > Dan Isa Almasih (Yeshua Ha Masiah/ Yesus Kristus)lah
                  > > satu-satunya
                  > > yang menawarkan jalan kepada pengenalan dan hubungan
                  > > itu.
                  > > Jelas iblis tidak menyukai hal itu dan melaukan
                  > > segala upaya agar
                  > > misi utamnya tetap berjalan yaitu menyakiti hati
                  > > Allah dengan
                  > > menghancurkan ciptaanNya dengan segala cara tipu
                  > > muslihat.
                  > > Iblis jelas sudah kalah terhadap Yesus, jadi orang
                  > > yang tidak
                  > > percaya kepada Yesus dan bahwa Yesus sudah
                  > > mengalahkan iblis dan
                  > > antek-anteknya, juga ada dalam kuasa iblis itu
                  > > sendiri.
                  > > Jelas iblis tidak akan mengijinkan orang tersebut
                  > > tahu. Orang yang
                  > > dalam kuasa iblis selalu mengira bahwa ia melakukan
                  > > perbuatan yang
                  > > baik dan benar untuk Allah, melalui ibadahnya dan
                  > > tiutal-ritualnya.
                  > > Dan karena ia tidak mengenal Allah secara pribadi
                  > > maka selama itulah
                  > > ia dalam kuasa iblis.
                  > > paham?
                  > >
                  > >
                  > > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "laretidar"
                  > > <laretidar@>
                  > > wrote:
                  > > >
                  > > > Buat saudara-saudaraku yang terkasih, kenapa kalo
                  > > kita mengaku
                  > > beriman
                  > > > kepada Allah tapi perilaku kita tidak seperti yang
                  > > diajarkan Allah
                  > > > kepada kita. Kalau kita beriman bahwa Allah dapat
                  > > melakukan
                  > > > segala-galanya kenapa kita selalu mengutamakan
                  > > pemikiran dan
                  > > kemampuan
                  > > > kita sendiri untuk menghancurkan orang lain dengan
                  > > mengatasnamakan
                  > > > Allah. Apakah Allah tidak sanggup membela diriNya
                  > > sendiri ????
                  > > >
                  > > > Kenapa kita tidak berbicara dengan Allah dan mohon
                  > > kepadaNya untuk
                  > > > menghentikan perang dan memberikan perdamaian
                  > > kepada semua umat.
                  > > >
                  > > > Perang dan saling bunuh walaupun dengan dalih
                  > > membela Allah
                  > > menurutku
                  > > > tidak benar. Sebab Allah sendiri adalah Kasih, dan
                  > > Dia pasti tidak
                  > > > rela kalo ciptaanNya dimusnahkan oleh hasil
                  > > ciptaanNya juga.
                  > > > Sejelek-jeleknya dan sedosa-dosanya manusia Allah
                  > > masih mau
                  > > > menyelamatkan kita walaupun kita sudah
                  > > menghujatnya, tapi kenapa
                  > > kita
                  > > > manusia lebih suka menghancurkan orang lain yang
                  > > juga adalah
                  > > ciptaan
                  > > > Allah juga tapi kebetulan berbeda pegangan
                  > > hidupnya.
                  > > >
                  > > > Allah tidak bodoh, Allah tidak dungu, Allah tidak
                  > > lemah, Allah
                  > > > mengerti semua bahasa, Allah memiliki pasukan
                  > > penghancur yang
                  > > efisien,
                  > > > Allah tidak perlu dibela, Allah memiliki
                  > > segala-galanya.
                  > > >
                  > > > Janganlah kita mengaku beriman kepada Allah kalo
                  > > masih mau
                  > > > menghancurkan orang lain atau menyakiti orang lain
                  > > dengan alasan
                  > > > apapun.
                  > > >
                  > > > Sayang sekali hampir di seluruh dunia ini banyak
                  > > orang beragama
                  > > tetapi
                  > > > hanya beberapa saja yang benar2 beriman kepadaNya.
                  > > >
                  > > > Semoga Tuhan mengampuni segala dosa2 kita dan ada
                  > > perdamaian
                  > > diantara
                  > > > umatNya.
                  > > >
                  > > >
                  > > > GBU
                  > > >
                  > >
                  > >
                  > >
                  > >
                  > >
                  > >
                  > >
                  >
                  >
                  > __________________________________________________
                  > Do You Yahoo!?
                  > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                  > http://mail.yahoo.com
                  >
                • Pattiwael, Adolf Rudolf Cleffy
                  Kalau boleh saya kasih pendapat, Anda salah besar kalau mengartikan Allah seperti yg anda maksud. Allah tidak perlu dirayu2 segala, bahkan kita belum berucapun
                  Message 8 of 14 , Aug 8, 2006
                    RE: [islam-kristen] Re: Iran vs AS Kenapa Kita Tidak Berdoa Bagi Mereka

                    Kalau boleh saya kasih pendapat,

                       Anda salah besar kalau mengartikan Allah seperti yg anda maksud.
                    Allah tidak perlu dirayu2 segala, bahkan kita belum berucapun Dia sudah tau isi hati kita.
                    Jadi jangan deh terlalu polos2 amatlah, sebab apa yg dikatakan Mursalaat artinya sangat luas.

                    -----Original Message-----
                    From: islam-kristen@yahoogroups.com
                    [mailto:islam-kristen@yahoogroups.com]On Behalf Of ordinary people
                    Sent: 08 Agustus 2006 12:47
                    To: kepada mursalat
                    Subject: Re: [islam-kristen] Re: Iran vs AS Kenapa Kita Tidak Berdoa
                    Bagi Mereka


                    hhhmmm menarik sekali ide jawaban mas/mbak mursalat
                    ini...
                    pernyataan yang sampeyan tulis bahwa:
                    Dan untuk mengetahui bahwa sikap hati kita itu
                     menyenangkan hati
                     Allah atau tidak kita harus mengenalNya secara
                     pribadi dan menjalin
                     hubungan yang semakin intim denganNya.
                     Dan Isa Almasih (Yeshua Ha Masiah/ Yesus Kristus)lah
                     satu-satunya  yang menawarkan jalan kepada pengenalan
                    dan hubungan
                     itu.

                    hhhmmm ternyata menurut sampeyan, Allah itu seneng
                    dirinya dipuja puji, Allah itu sensitif terhadap
                    rayuan seperti seorang bapak yang gak tega terhadap
                    rengekan dan tangisan anaknya.
                    berarti Allah itu menganut teori tak kenal maka tak
                    sayang...
                    artinya juga Allah itu pilih kasih, tidak adil dan
                    ge-erran.
                    Allah itu hatinya masih labil karena tergantung dari
                    seberapa indah pujian dan rayuan yang sampai ke
                    telinganya....

                    kok bisa begitu ya?


                    hehehe kalo cuma Almasih yang bisa mengenalkan jalan
                    yang  menghubungkan antara Allah dan manusia berarti
                    Allah mengajarkan  ketidak adlian sosial bagi seluruh
                    umat dan mahkluknya. itu Tuhan beneran atau apa ya?
                    logikanya di mana ya?
                    wong ribuan sungai mengalir turun ke laut luas, ke
                    surabaya juga bisa lewat darat, laut dan
                    udara....terserah...

                    hayo gimana...

                    sampeyan kan sudah mengenal Allah dan sudah intim
                    bersamanya?
                    pertanyaannnya....apakah sampeyan mengenal saya? nama
                    saya: orang biasa saja.
                    bagaimanakah kepribadian saya?
                    kalo sampeyan nggak tau berarti sampeyan bohong ngaku
                    ngaku mengenal Allah.
                    kalo orang sudah paham matematika integral tak
                    terhingga, dijamin dia bisa menyelesaikan penjumlahan
                    dan perkalian geeetoooo.

                    atau sampeyan memang sudah canggih barangkali?
                    wah selamat ya....hehehehehehehe

                    orang biasa saja

                    --- mursalaat <mursalaat@...> wrote:

                    > Jawabnya sderhana:
                    > Orang yang tidak mengenal Allah (cuma sekedar tahu
                    > dari kitab suci
                    > dan cerita manusia) tidak akan pernah tahu apakah
                    > doa2nya didengar
                    > Allah atau tidak, apalagi sudah dijawab apa belum.
                    > Karena bagi
                    > orang2 yang demikian doa adalah komunikasi satu
                    > arah, dari dirinya
                    > kepada Allah.
                    > Karena dia tidak pernah tahu dan tdk pernah dengar
                    > jawaban Allah
                    > (karena dia tidak mengenal Allah secara pribadi)
                    > maka seringkali ia
                    > mengambil sikap, berdiam diri dan pasrah atau
                    > mengambil tindakan
                    > sendiri dengan mengambil asumsi bahwa itulah
                    > kehendak Allah baginya.
                    > Juga ciri orang yang tidak mengenal Allah secara
                    > pribadi, jadi cuma
                    > tahu saja dari kitrabnya dan dari orang lain,
                    > adalah, melakukan
                    > segala upaya agar supaya ia berkenan kepada Allah,
                    > bahkan tiudak
                    > jarang orang-orang ini menunjukkan sikap bahwa
                    > mereka rela
                    > mengorbankan dirinya (bahkan nyawanya) demi harpan
                    > mereka bahwa
                    > Allah berkenan kepada mereka dan pada akhirnya
                    > menjawab doa-doa
                    > mereka.
                    > Kasihaaan sekali mereka ini. Oleh karena itu kita
                    > harus beritakan
                    > kepada mereka bahwa semua itu sia-sia karena tidak
                    > ada manusia
                    > dibenarkan oleh perbuatannya ataupun kebaikannya,
                    > melainkan sikap
                    > hatinya dalam segala hal, yakni untuk memuaskan ego,
                    > daging atau
                    > untuk menyenangkan hati Allah.
                    > Dan untuk mengetahui bahwa sikap hati kita itu
                    > menyenangkan hati
                    > Allah atau tidak kita harus mengenalNya secara
                    > pribadi dan menjalin
                    > hubungan yang semakin intim denganNya.
                    > Dan Isa Almasih (Yeshua Ha Masiah/ Yesus Kristus)lah
                    > satu-satunya
                    > yang menawarkan jalan kepada pengenalan dan hubungan
                    > itu.
                    > Jelas iblis tidak menyukai hal itu dan melaukan
                    > segala upaya agar
                    > misi utamnya tetap berjalan yaitu menyakiti hati
                    > Allah dengan
                    > menghancurkan ciptaanNya dengan segala cara tipu
                    > muslihat.
                    > Iblis jelas sudah kalah terhadap Yesus, jadi orang
                    > yang tidak
                    > percaya kepada Yesus dan bahwa Yesus sudah
                    > mengalahkan iblis dan
                    > antek-anteknya, juga ada dalam kuasa iblis itu
                    > sendiri.
                    > Jelas iblis tidak akan mengijinkan orang tersebut
                    > tahu. Orang yang
                    > dalam kuasa iblis selalu mengira bahwa ia melakukan
                    > perbuatan yang
                    > baik dan benar untuk Allah, melalui ibadahnya dan
                    > tiutal-ritualnya.
                    > Dan karena ia tidak mengenal Allah secara pribadi
                    > maka selama itulah
                    > ia dalam kuasa iblis.
                    > paham?
                    >
                    >
                    > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "laretidar"
                    > <laretidar@...>
                    > wrote:
                    > >
                    > > Buat saudara-saudaraku yang terkasih, kenapa kalo
                    > kita mengaku
                    > beriman
                    > > kepada Allah tapi perilaku kita tidak seperti yang
                    > diajarkan Allah
                    > > kepada kita. Kalau kita beriman bahwa Allah dapat
                    > melakukan
                    > > segala-galanya kenapa kita selalu mengutamakan
                    > pemikiran dan
                    > kemampuan
                    > > kita sendiri untuk menghancurkan orang lain dengan
                    > mengatasnamakan
                    > > Allah. Apakah Allah tidak sanggup membela diriNya
                    > sendiri ????
                    > >
                    > > Kenapa kita tidak berbicara dengan Allah dan mohon
                    > kepadaNya untuk
                    > > menghentikan perang dan memberikan perdamaian
                    > kepada semua umat.
                    > >
                    > > Perang dan saling bunuh walaupun dengan dalih
                    > membela Allah
                    > menurutku
                    > > tidak benar. Sebab Allah sendiri adalah Kasih, dan
                    > Dia pasti tidak
                    > > rela kalo ciptaanNya dimusnahkan oleh hasil
                    > ciptaanNya juga.
                    > > Sejelek-jeleknya dan sedosa-dosanya manusia Allah
                    > masih mau
                    > > menyelamatkan kita walaupun kita sudah
                    > menghujatnya, tapi kenapa
                    > kita
                    > > manusia lebih suka menghancurkan orang lain yang
                    > juga adalah
                    > ciptaan
                    > > Allah juga tapi kebetulan berbeda pegangan
                    > hidupnya.
                    > >
                    > > Allah tidak bodoh, Allah tidak dungu, Allah tidak
                    > lemah, Allah
                    > > mengerti semua bahasa, Allah memiliki pasukan
                    > penghancur yang
                    > efisien,
                    > > Allah tidak perlu dibela, Allah memiliki
                    > segala-galanya.
                    > >
                    > > Janganlah kita mengaku beriman kepada Allah kalo
                    > masih mau
                    > > menghancurkan orang lain atau menyakiti orang lain
                    > dengan alasan
                    > > apapun.
                    > >
                    > > Sayang sekali hampir di seluruh dunia ini banyak
                    > orang beragama
                    > tetapi
                    > > hanya beberapa saja yang benar2 beriman kepadaNya.
                    > >
                    > > Semoga Tuhan mengampuni segala dosa2 kita dan ada
                    > perdamaian
                    > diantara
                    > > umatNya.
                    > >
                    > >
                    > > GBU
                    > >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >
                    >


                    __________________________________________________
                    Do You Yahoo!?
                    Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
                    http://mail.yahoo.com





                     
                    Yahoo! Groups Links

                    <*> To visit your group on the web, go to:
                        http://groups.yahoo.com/group/islam-kristen/

                    <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
                        islam-kristen-unsubscribe@yahoogroups.com

                    <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
                        http://docs.yahoo.com/info/terms/
                     

                    IMPORTANT NOTICE:

                    The information in this email (and any attachments) is confidential.
                    If you are not the intended recipient, you must not use or disseminate the information.
                    If you have received this email in error, please immediately notify me by "Reply" command
                    and permanently delete the original and any copies or printouts thereof.
                    Although this email and any attachments are believed to be free of any virus or
                    other defect that might affect any computer system into which it is received and opened,
                    it is the responsibility of the recipient to ensure that it is virus free and no responsibility
                    is accepted by American International Group, Inc. or its subsidiaries or affiliates either
                    jointly or severally, for any loss or damage arising in any way from its use.

                  • mikael_agl
                    maaf, ikutan nimbrung. Mengapa harus menghubungkan kebijakan presiden bush dengan ajaran isa almasih? Gak ada hubungannya sama sekali. Jadi pertanyaan
                    Message 9 of 14 , Aug 11, 2006
                      maaf, ikutan nimbrung.
                      Mengapa harus menghubungkan kebijakan presiden bush dengan ajaran isa
                      almasih?
                      Gak ada hubungannya sama sekali.
                      Jadi pertanyaan ahmadinejad salah total.

                      Apakah tepat seorang penjahat yg beragama islam kelakuannya tsb harus
                      dihubungkan dengan ajaran islam?
                      Atau tepatkah jika seorang penjahat yg kebetulan ber-ktp tertulis
                      agama kristen dihubungkan kelakuannya yg jahat dgn ajaran kristen?
                      Sama sekali gak nyambung.

                      salam
                      mikael

                      --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "noaslsigl" <noaslsigl@...>
                      wrote:
                      >
                      > waduh... salah ya postingan saya?
                      > maaf deh, sebenarnya yang saya mau lihat adalah tanggapan rekan2
                      dari
                      > kacamata agama masing2. contohnya tanggapan dari rekan laretidar
                      (thx
                      > :)..anda benar2 penuh kasih)
                      >
                      > bung Heru dan bung Moderator,
                      > siapa sih yang bilang bahwa Penganut ajaran Isa Al Masih = orang
                      Amerika?
                      >
                      > bung Heru dan bung Moderator,
                      > yang saya harapkan adalah tanggapan dengan kepala dingin,
                      > tanggapan yang menunjukan bagaimana rekan2 Kristen dan Islam
                      > menanggapi isu Iran vs AS (LIHAT JUDUL: IRAN vs AS!! bukan Islam vs
                      > Kristen!! bukan rakyat Iran vs Rakyat AS!! apalagi Israel vs
                      Libanon)
                      > bagaimanapun juga isu ini cukup berpengaruh terhadap kerukunan umat
                      > beragama
                      >
                      > bung Heru dan bung Moderator,
                      > Apakah Demo2 anti AS dan Israel dilakukan didepan Gereja? TIDAK kan?
                      > artinya apa ya?
                      >
                      > bung Heru dan bung Moderator,
                      > Apakah anda tidak melihat bahwa pada suratnya presiden Ahmadinejad
                      > berusaha menunjukan bahwa kebijakan presiden Bush tidak sesuai
                      dengan
                      > ajaran Isa Al Masih?
                      >
                      > dalam kalimat lain (kalau2 anda masih juga tidak mengerti) :
                      >
                      > bung Heru dan bung Moderator,
                      > Bisakah anda menunjukan mana kalimat dari Presiden Ahmadinejad yang
                      > menghujat ajaran Isa Al Masih?
                      >
                      > bung Heru dan bung Moderator,
                      > apakah suatu posting HARUS selalu berupa inspirasi dari diri
                      sendiri?
                      >
                      >
                      > mohon maaf kalau kata2 saya menyinggung anda bung Heru, tapi anda
                      > benar2 harus mulai belajar menghilangkan PURBASANGKA dikepala anda,
                      > anda harus belajar membedakan yang mana fakta, yang mana asumsi dan
                      > prasangka.
                      >
                      > perkenankan saya menegaskan pendapat saya : "saya lebih senang
                      > berteman dengan mereka yang berbeda agama tapi baiksangka, jujur dan
                      > penuh kasih daripada berteman dengan mereka yang satu agama dengan
                      > saya tapi penghujat dan penuh purbasangka"
                      >
                      > Jangan berteriak "kamu kafir!" , jangan berteriak "kamu teroris!"
                      > kewajiban kita sebagai manusia adalah menyebar kasih!! BUKAN
                      > menghakimi!! bahkan kitalah yang akan dihakimi oleh-Nya
                      >
                      > salam
                      > noaslsigl
                      >
                      >
                      >
                      > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, Heru Martinus Salim
                      > <heru_m_salim@> wrote:
                      > >
                      > > Sekali lagi tolong diperhatikan. Paling tidak buat yang
                      menterjemahkan
                      > > dan yang mem forward.
                      > >
                      > > Penganut ajaran Isa Almasih != (tidak sama dengan - red) Orang
                      amerika.
                      > > Kita sebagai orang yang katanya "intelek", harus belajar kapan
                      kita
                      > bisa
                      > > men generalisasi sesuatu, kapan hal itu tidak bisa dilakukan.
                      Langkah2
                      > > yang diambil amerika, bukan berarti ajarannya yang salah, juga
                      bukan
                      > > berarti semua penganut nya tidak mengikuti ajaran tsb. Terlalu
                      banyak
                      > > aspek dalam kehidupan ini, dan terlalu kurang dewasa rasanya
                      kalau
                      > > segala sesuatu dikaitkan dengan hal agama, padahal belum tentu
                      orang
                      > tsb
                      > > peduli dengan agama.
                      > >
                      > > Kalau saya boleh sedikit singgung tentang pengikut ajaran nabi
                      > Muhammad,
                      > > bukankah lebih mengerikan??? Mereka mengatasnamakan agama mereka
                      > > (teroris - red) sebagai dasar untuk menghancurkan individu lain,
                      untuk
                      > > mem bom jiwa2, menghancurkan gedung2, menyerang saat diserang.
                      Semuanya
                      > > itu mengatasnamakan agama. Apakah dengan begitu saya boleh
                      mengatakan,
                      > > kalau agama tsb mengajarkan semua hal tersebut???
                      > > Bolehkah saya memformulasikan
                      > > Penganut ajaran Muhammad = (sama dengan - red) mereka (teroris -
                      red)
                      > >
                      > > Kita harus belajar untuk lebih dewasa dalam mem posting message2.
                      Kalau
                      > > memang itu bukan aspirasi dari diri kita, lebih baik gak usah di
                      > > posting. Tp kalau memang beginilah aspirasi anda, agak susah
                      rasanya
                      > > untuk berdiskusi bersama.
                      > >
                      > > Saya cuma berharap kita bisa sama2 saling diskusi dan belajar.
                      Saling
                      > > mengenal satu dengan yang lainnya. Bukan bertujuan untuk saling
                      > > menyerang dan menghancurkan.
                      > >
                      > > Salam,
                      > > Heru
                      > >
                      > > noaslsigl schrieb:
                      > > >
                      > > > Surat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
                      > > > Kepada Presiden AS George W. Bush (dari situs irib.ir)
                      > > >
                      > > >
                      > > > Tuan George W. Bush, Presiden AS,
                      > > >
                      > > > Sudah lama saya memikirkan cara untuk menjelaskan berbagai hal
                      yang
                      > > > sudah pasti kontradiktif di pentas internasional dan terus
                      menerus
                      > > > didiskusikan, terutama di forum-forum politik dan mahasiswa.
                      Banyak
                      > > > pertanyaan tak terjawab, sehingga saya terdorong untuk
                      mendiskusikan
                      > > > sebagian kontradiksi dan pertanyaan itu dengan harapan dapat
                      > > > menyediakan peluang untuk melakukan pembenahan.
                      > > >
                      > > > Mungkinkah para penganut ajaran Nabi Agung Isa al-Masih as
                      menaruh
                      > > > komitmen kepada HAM, menampilkan liberalisme sebagai model
                      peradaban,
                      > > > menyatakan penolakan terhadap proliferasi bom nuklir dan
                      > > > senjata-senjata desktruksi massal, dan mengangkat slogan perang
                      > > > melawan teror, dan pada akhirnya, berjalan menuju penegakan
                      > > > masyarakat yang satu dan universal, sebagaimana masyarakat yang
                      kelak
                      > > > akan dipimpin oleh al-Masih as dan orang-orang bertakwa di muka
                      bumi;
                      > > > tetapi di saat yang sama, mereka menginvasi banyak negara,
                      memusnahkan
                      > > > banyak nyawa, kehormatan, dan harta benda rakyat, menyempitkan
                      > > > peluang, dan membiarkan para penjahat membumi-hanguskan suatu
                      kota
                      > > > kecil atau, misalnya, suatu desa atau kota secara total? Atau
                      hanya
                      > > > lantaran dugaan ada senjata destruksi massal di suatu negara,
                      negara
                      > > > ini lantas diduduki, sekitar 100.000 penduduknya terbunuh,
                      > > > sumber-sumber air, pertanian, dan industrinya musnah, hampir
                      180.000
                      > > > pasukan asing ditempatkan di sana, kehormatan rumah-rumah
                      pendudukan
                      > > > dilanggar, dan bisa jadi negara ini lantas terbelakang sampai 50
                      > tahun.
                      > > >
                      > > > Berapa harga yang harus dibayar? Ratusan milyar USD dari
                      anggaran
                      > > > sebuah negara dan sejumlah negara tertentu lainnya dihamburkan,
                      > > > puluhan ribu pemuda dan pemudi ditugaskan sebagai pasukan
                      pendudukan
                      > > > di tempat yang sangat berbahaya dan jauh dari keluarga mereka,
                      dan
                      > > > kemudian tangan mereka berlumuran darah orang-orang lain? Mereka
                      > > > terpaksa menanggung banyak tekanan mental sehingga sebagian
                      diantara
                      > > > mereka terpaksa bunuh diri. Sebagian dari mereka kembali ke
                      rumah
                      > > > mereka dalam kondisi stres dan terengah-engah menahan penyakit
                      dan
                      > > > penderitaan. Belum lagi sebagian di antara mereka yang tewas dan
                      > > > jenazahnya dikembalikan kepada keluarga mereka.
                      > > >
                      > > > Di tengah isu senjata pemusnah massal, tragedi itu
                      menenggelamkan
                      > > > bangsa negara yang diduduki dan sekaligus negara yang
                      menduduki. Di
                      > > > kemudian hari terungkap bahwa senjata pemusnah massal yang
                      dijadikan
                      > > > alasan untuk bertindak itu ternyata tidak ada.
                      > > >
                      > > > Memang, Saddam adalah sosok diktator dan penjahat, tapi perang
                      > > > dikobarkan sebenarnya bukan untuk menggulingkannya. Seperti
                      yang sudah
                      > > > diumumkan, perang itu bertujuan melacak dan memusnahkan senjata
                      > > > pemusnah massal. Jadi, Saddam digulingkan dalam konteks tujuan
                      lain.
                      > > >
                      > > > Betapapun demikian, masyarakat regional menyambut gembira
                      tergulingnya
                      > > > Saddam. Saya ingin mengingatkan bahwa selama bertahun-tahun
                      memerangi
                      > > > Iran, Saddam didukung oleh Barat.
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Mungkin Anda tahu bahwa saya adalah seorang dosen. Para
                      mahasiswa saya
                      > > > bertanya-tanya kepada saya; dapatkah semua tindakan itu
                      dikompromikan
                      > > > dengan nilai-nilai yang telah disinggung di awal surat ini atau
                      > > > dianggap sebagai aktualisasi ajaran Isa al-Masih as, Nabi
                      Penyeru
                      > > > Perdamaian dan Pengampunan.
                      > > >
                      > > > Para tahanan yang meringkuk di Guantanamo tidak diproses di
                      > > > pengadilan, hak-hak mereka dinistakan, keluarga mereka tidak
                      > > > diperbolehkan membesuk, dan mereka disekap di kawasan yang
                      asing dan
                      > > > jauh dari negeri mereka. Sama sekali tidak ada pengawasan
                      > > > internasional atas kondisi dan nasib mereka. Tak seorangpun tahu
                      > > > status mereka; tahanan, tawanan perang, tersangka, atau
                      penjahat.
                      > > >
                      > > > Tim inspeksi Eropa mengkonfirmasikan keberadaan penjara-penjara
                      > > > rahasia di Eropa. Saya tidak dapat mencarikan acuan sistem
                      peradilan
                      > > > apapun untuk aksi penculikan dan penyekapan korbannya di
                      > > > penjara-penjara rahasia. Saya tidak habis berpikir; bagaimana
                      > > > tindakan-tindakan itu dapat dikaitkan dengan nilai-nilai yang
                      telah
                      > > > diungkap di pembukaan surat ini, misalnya dengan ajaran al-
                      Masih as,
                      > > > HAM, dan norma-norma liberal.
                      > > >
                      > > > Kalangan muda, mahasiswa, dan masyarakat biasa menyimpan banyak
                      > > > pertanyaan tentang fenomena Israel. Saya yakin Anda mengetahui
                      > > > sebagian diantara pertanyaan itu.
                      > > >
                      > > > Dalam sejarah, banyak negara menjadi obyek aksi pendudukan.
                      Namun,
                      > > > pembentukan suatu negara baru dengan rakyat yang baru pula,
                      menurut
                      > > > saya, adalah fenomena baru yang hanya ada pada zaman kita
                      sekarang.
                      > > > Para mahasiswa saya mengatakan, sampai 60 tahun lalu belum
                      pernah ada
                      > > > negara seperti itu. Mereka menyodorkan peta-peta bumi klasik dan
                      > > > meminta saya untuk berbuat hal yang sama. Kami tidak sanggup
                      menemukan
                      > > > suatu negara bernama Israel.
                      > > >
                      > > > Saya katakan kepada mereka, coba telaah sejarang Perang Dunia I
                      dan
                      > > > II. Salah seorang mahasiswa saya mengatakan bahwa dalam
                      peristiwa
                      > > > Perang Dunia II yang menjatuhkan puluhan juta korban jiwa,
                      berita
                      > > > seputar peperangan cepat sekali disiarkan oleh berbagai pihak
                      yang
                      > > > terlibat perang. Setelah perang reda, mereka mengklaim bahwa
                      enam juta
                      > > > orang Yahudi tewas. Enam juta orang itu tentu berasal dari dua
                      juta
                      > > > keluarga.
                      > > >
                      > > > Seandainyapun klaim itu benar, apakah itu dapat dijadikan
                      alasan yang
                      > > > rasional untuk mendirikan negara Israel di Timteng atau
                      mendukung
                      > > > negara seperti ini?
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Anda pasti telah mengetahui bagaimana dan dengan harga apa
                      Israel
                      > > > telah terbentuk, yaitu:
                      > > >
                      > > > - dengan terbantainya ribuan jiwa,
                      > > >
                      > > > - dengan membuat jutaan jiwa penduduk asli kawasan itu menjadi
                      > > > pengungsi, dan
                      > > >
                      > > > -dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun,
                      serta
                      > > > penghancuran kota-kota dan tanah-tanah subur.
                      > > >
                      > > > Tragedi ini ternyata tidak hanya timbul pada masa pembentukan
                      negara
                      > > > itu saja. Sangat disayangkan, selama 60 tahun sejak masa
                      pembentukan
                      > > > itu, berbagai tragedi tersebut terus berjalan dan akan terus
                      > > > berlanjut. Rezim yang dibentuk bahkan tidak memiliki rasa belas
                      > > > kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, teror
                      terencana
                      > > > dan terbuka terhadap tokoh-tokoh Palestina digelar, serta ribuan
                      > > > orang-orang Palestina dipenjara. Fenomena ini, pada abad-abad
                      terakhir
                      > > > bisa dikatakan sulit dicari tandingannya, atau malah tidak ada
                      > > > bandingannya.
                      > > >
                      > > > Pertanyaan besar lainnya yang saat ini mengemuka pada
                      masyarakat dunia
                      > > > adalah: mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela?
                      Apakah
                      > > > pembelaan kepada rezim semacam ini merupakan salah satu ajaran
                      Nabi
                      > > > Isa a.s. atau sesuai dengan nilai-nilai liberalisme?
                      > > >
                      > > > Apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi para
                      pemilik
                      > > > asli tanah Palestina, baik yang tinggal di Palestina maupun di
                      luar;
                      > > > dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen, bertentangan
                      > > > dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran para
                      nabi?
                      > > > Bila tidak bertentangan, mengapa usulan referendum seperti itu
                      tidak
                      > > > pernah disetujui?
                      > > >
                      > > > Akhir-akhir ini, dengan pilihan rakyat Palestina sendiri, telah
                      > > > terbentuk pemerintahan. Semua pengawas independen mengukuhkan
                      bahwa
                      > > > pemerintah itu sah dipilih oleh rakyat Palestina. Namun tak
                      terduga,
                      > > > pemerintah pilihan rakyat itu malah kemudian ditekan sedemikian
                      rupa
                      > > > agar mereka mengakui eksistensi negara bernama Israel dan tidak
                      lagi
                      > > > meneruskan perlawanan. Mereka dipaksa melanjutkan program
                      pemerintah
                      > > > sebelumnya.
                      > > >
                      > > > Seandainya pemerintah terpilih itu sejak awal mengumumkan
                      kebijakannya
                      > > > sebagaimana yang diinginkan oleh para penekan, apakah masyarakat
                      > > > Palestina akan memilih mereka? Apakah cara-cara pemaksaan
                      terhadap
                      > > > pemerintah Palestina itu sesuai dengan nilai-nilai yang saya
                      tulis di
                      > > > atas? Demikian pula, masyarakat bertanya-tanya, mengapa setiap
                      > > > resolusi PBB anti Israel yang diajukan ke DK PBB selalu diveto?
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya
                      hubungan
                      > > > dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, dengan
                      > > > berbagai cara melakukan interaksi dengan saya. Mereka melihat
                      > > > kebijakan ganda yang ada ini tidak sesuai dengan logika apapun.
                      > > > Bukti-bukti menunjukkan, bagaimana kebanyakan masyarakat di
                      kawasan,
                      > > > dari hari ke hari semakin marah dengan kebijakan yang diambil di
                      > > > kawasn ini.
                      > > >
                      > > > Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan,
                      namun saya
                      > > > ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.
                      > > >
                      > > > Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan Timur
                      Tengah
                      > > > dianggap dan dicitrakan sebagai ancaman terhadap rezim Israel?
                      Apakah
                      > > > usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar
                      masyarakat?
                      > > >
                      > > > Anda mungkin memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain pada
                      masa
                      > > > abad pertengahan, pada bagian mana dari sejarah dan di manakah
                      hal itu
                      > > > pernah terjadi, kemajuan ilmu dan teknologi dianggap sebagai
                      sebuah
                      > > > kejahatan? Apakah dengan mengandaikan kemungkinan dipakainya
                      ilmu dan
                      > > > teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan untuk
                      > > > menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian
                      adalah
                      > > > benar, maka seluruh ilmu harus ditentang, bahkan fisika, kimia,
                      > > > matematika, kedokteran, arsitektur, dan lain-lain.
                      > > >
                      > > > Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya
                      tidak
                      > > > ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal
                      yang
                      > > > tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila orang lain
                      berdusta
                      > > > terhadap Anda.
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk
                      mempertanyakan
                      > > > mengapa selalu ada usaha untuk tidak menyetujui pemerintahan
                      terpilih
                      > > > dari rakyat dan pada saat yang sama, adanya pembelaan bagi
                      mereka yang
                      > > > ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih? Mengapa
                      ancaman
                      > > > selalu diarahkan kepada mereka?
                      > > >
                      > > > Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja,
                      kreatif,
                      > > > dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam
                      menjamin
                      > > > kebutuhan dan kemajuan materi dan spiritual masyarakat dunia.
                      > > > Sayangnya, kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar Afrika
                      menjadi
                      > > > kendala terbesar bagi mereka untuk dapat memainkan peran penting
                      > tersebut.
                      > > >
                      > > > Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan
                      luar biasa
                      > > > dan barang tambang mereka dijarah, padahal mereka lebih
                      membutuhkannya
                      > > > daripada orang lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai dengan
                      ajaran
                      > > > Nabi Isa dan hak-hak asasi manusia?
                      > > >
                      > > > Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak
                      > > > pertanyaan. Salah satunya terkait dengan aksi kudeta 28 Murdad
                      (19
                      > > > Agustus) terhadap pemerintahan waktu itu, 52 tahun lalu.
                      Kemudian juga
                      > > > tindakan penentangan terhadap revolusi Islam Iran tahun 1979
                      dengan
                      > > > menjadikan Kedutaan Amerika sebagai pusat penggulingan
                      revolusi. Dalam
                      > > > hal ini, melalui ribuan lembar dokumen, terbukti bahwa Kedubes
                      AS
                      > > > mendukung para penentang Republik Islam. AS juga mendukung total
                      > > > Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, menembak pesawat
                      penumpang
                      > > > sipil Iran, membekukan harta masyarakat Iran, dan kini
                      melontarkan
                      > > > ancaman-ancaman yang semakin meningkat dengan menunjukkan
                      > > > ketidaksetujuan serta kemarahan atas kemajuan ilmu dan
                      teknologi serta
                      > > > nuklir masyarakat Iran. Padahal, semua orang Iran bergembira
                      dengan
                      > > > kemajuan negara mereka dan mengadakan pesta untuk keberhasilan
                      mereka
                      > > > itu. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini yang
                      penjelasannya
                      > > > tidak bisa saya cantumkan dalam surat ini.
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang
                      > > > mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di
                      bagian mana
                      > > > saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat disayangkan.
                      > > > Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa kebencian
                      terhadap
                      > > > pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada
                      mereka
                      > > > yang ditinggalkan.
                      > > >
                      > > > Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta,
                      dan
                      > > > kehormatan rakyatnya. Seperti yang disebut-sebut, negara Anda
                      memiliki
                      > > > sistem keamanan, penjagaan, dan informasi yang luas dan canggih.
                      > > > Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun diburu.
                      Operasi
                      > > > teror 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah konsep dan
                      > > > pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa kerja sama
                      dengan
                      > > > sistem informasi dan keamanan? Bisakah sebuah operasi rumit
                      > > > berlangsung tanpa adanya pengaruh yang luas di dalam sistem
                      keamanan
                      > > > dan informasi dalam negeri? Tentunya ini hanya sebuah
                      kemungkinan dari
                      > > > orang-orang yang berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain dari
                      > > > kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan resmi
                      > > > mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Dan
                      mengapa
                      > > > para pelaku dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan dihukum?
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan dan
                      > > > ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan
                      masyarakat di
                      > > > negara-negara yang bertetangga dengan pusat krisis dunia, selama
                      > > > bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan.
                      > > >
                      > > > Setelah peristiwa 11 September berlangsung, alih-alih munculnya
                      > > > peredaan jiwa dan ketenangan bagi mereka yang terkena musibah,
                      > > > masyarakat Amerika malah menjadi masyarakat yang paling
                      menderita
                      > > > akibat kejadian tersebut. Sementara itu, sebagian dari media
                      Barat
                      > > > malah membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa
                      mengabarkan
                      > > > adanya kemungkinan serangan teroris. Mereka seperti sengaja
                      memelihara
                      > > > keadaan agar masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan
                      khawatir.
                      > > > Apakah ini yang disebut pelayanan terhadap rakyat Amerika?
                      Apakah
                      > > > kerugian yang berasal dari ketakutan dan kekhawatiran itu dapat
                      > dihitung?
                      > > >
                      > > > Coba bayangkan, masyarakat Amerika merasa bakal ada serangan. Di
                      > > > jalanan, di tempat kerja, dan di rumah, mereka selalu merasa
                      tidak
                      > > > aman. Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa
                      media
                      > > > bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan
                      memberikan
                      > > > rasa aman, bukannya malah mengabarkan ketidakamanan?
                      > > >
                      > > > Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini digunakan
                      sebagai
                      > > > fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah
                      begini,
                      > > > kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait dengan
                      media.
                      > > >
                      > > > Dalam etika dan prinsip-prinsip media massa, penyampaian
                      informasi
                      > > > yang benar dan kejujuran dalam menyebarkan berita adalah
                      prinsip dasar
                      > > > yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk
                      mengucapkan dan
                      > > > mengumumkan rasa penyesalan yang dalam atas ketiadaan rasa
                      tanggung
                      > > > jawab sebagian media Barat di hadapan kewajiban ini. Alasan asli
                      > > > agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah massal. Tema ini
                      > > > diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya dan
                      kemudian
                      > > > hal ini menjadi pembenar bagi penyerangan terhadap Irak.
                      > > >
                      > > > Bukankah kebenaran akan menjadi hilang di tengah situasi
                      atmosfer
                      > > > rekayasa dan berisi kebohongan? Apakah hilangnya nilai kebenaran
                      > > > selaras dengan nilai-nilai yang telah saya tulis di atas? Namun,
                      > > > apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Di semua negara, masyarakatlah yang menanggung anggaran belanja
                      > > > negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka.
                      Pertanyaannya di
                      > > > sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar dolar untuk
                      mengirimkan
                      > > > pasukan ke Irak, apa yang didapat oleh masyarakat?
                      > > >
                      > > > Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian AS,
                      masyarakat
                      > > > hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah.
                      > > > Pengangguran adalah masalah besar dan masalah ini kurang lebih
                      terjadi
                      > > > juga di negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang seperti
                      ini
                      > > > pengiriman sejumlah besar pasukan, dan itu pun dengan anggaran
                      luar
                      > > > biasa dari masyarakat, dapat dibenarkan dan sesuai dengan
                      > > > prinsip-prinsip yang telah saya sebutkan sebelumnya?
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan
                      masyarakat
                      > > > dunia, dan juga pendeeritaan pada masyarakat di kawasan kami dan
                      > > > masyarakat Anda. Namun maksud utama saya (yang sebagiannya,
                      setidaknya
                      > > > akan Anda benarkan) adalah berikut ini.
                      > > >
                      > > > Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya
                      berkuasa.
                      > > > Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan
                      di masa
                      > > > depan, dekat atau jauh, nama dan perilaku mereka pasti akan
                      senantiasa
                      > > > dinilai. Masyarakat di masa depan akan berkata, dalam periode
                      kita ini
                      > > > apa yang telah terjadi.
                      > > >
                      > > > Apakah untuk masyarakat, kita telah menyiapkan keamanan dan
                      > > > kesejahteraan, ataukah malah ketidakamanan dan pengangguran?
                      Apakah
                      > > > kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya mengurus kelompok
                      > > > khusus yang ingin kita lindungi, itu pun dengan harga
                      kemiskinan dan
                      > > > kepapaan sebagian besar masyarakat dunia? Apakah kita akan
                      memilih
                      > > > untuk mengutamakan sekelompok kaum minoritas dengan segala
                      kekayaan,
                      > > > pangkat, dan kepuasan mereka ketimbang kerelaan Tuhan? Apakah
                      kita
                      > > > telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah kita
                      tidak
                      > > > memandang sedikit pun kepada mereka?
                      > > >
                      > > > Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia, ataukah
                      kita
                      > > > malah memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal terhadap
                      urusan
                      > > > negara lain; ataukah kita malah membangun penjara-penjara yang
                      > > > menakutkan untuk menempatkan sebagian orang di sana? Apakah
                      kita telah
                      > > > berusaha mewujudkan perdamaian dunia ataukah kita menyebarkan
                      ancaman
                      > > > dan kekerasan di seluruh dunia?
                      > > >
                      > > > Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan
                      > > > masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran yang
                      telah
                      > > > diputarbalikkan? Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah
                      > > > pembela para penjajah dan penzalim?
                      > > >
                      > > > Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian,
                      > > > mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani
                      masyarakat,
                      > > > kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga kehormatan manusia, lebih
                      > > > dipentingkan? Ataukah yang dikedepankan adalah kekuatan
                      persenjataan,
                      > > > ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian kepada
                      > > > masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan
                      merusak
                      > > > hak-hak manusia?
                      > > >
                      > > > Pada akhirnya, mereka akan menilai, apakah kita masih setia
                      dengan
                      > > > sumpah yang kita ucapkan dalam rangka melayani masyarakat (yang
                      > > > merupakan tugas utama kita) dan menjalankan ajaran-ajaran para
                      nabi,
                      > > > ataukah tidak?
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan
                      proses
                      > > > semacam ini, akan ke manakah dunia ini melangkah? Sampai kapan
                      > > > masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan
                      tidak
                      > > > benar dari para penguasa? Sampai kapan bayang-bayang ketakutan
                      terus
                      > > > membebani masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata pemusnah
                      massal?
                      > > > Sampai kapan darah anak-anak, para wanita, dan laki-laki harus
                      > > > mengalir di atas batu-batu jalanan dan sampai kapan rumah-rumah
                      mereka
                      > > > harus dihancurkan?
                      > > >
                      > > > Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini? Apakah Anda
                      > > > berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat berlangsung
                      terus?
                      > > >
                      > > > Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai
                      keamanan,
                      > > > pertahanan, pengiriman pasukan, dialokasikan sebagai modal dan
                      bantuan
                      > > > bagi negara-negara miskin, pengembangan kebersihan,
                      pemberantasan
                      > > > berbagai macam penyakit, penghijauan, pengentasan kemiskinan dan
                      > > > kefakiran, penggalangan perdamaian, penghilangkan perselisihan
                      antar
                      > > > negara-negara, eliminasi peperangan antar kabilah dan ras; dapat
                      > > > dibayangkan bagaimana dunia sekarang. Apakah pemerintahan dan
                      rakyat
                      > > > Anda tidak akan merasa bangga dengan situasi seperti itu? Apakah
                      > > > posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda tidak
                      akan
                      > > > semakin kokoh?
                      > > >
                      > > > Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus
                      menyampaikan
                      > > > pertanyaan itu, bukankah terjadi kenaikan tingkat kebencian
                      masyarakat
                      > > > dunia terhadap pemerintah Amerika?
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan
                      seorang
                      > > > pun. Akan tetapi, jika saja hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq,
                      Ya'qub,
                      > > > Ismail, Yusuf, dan atau Nabi Isa a.s. hadir di dunia ini dan
                      mereka
                      > > > menyaksikan perilaku semacam ini, apakah yang akan mereka
                      katakan?
                      > > > Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi oleh keadilan
                      dengan
                      > > > kehadiran Nabi Isa a.s., akan memberikan tempat bagi kita untuk
                      > > > berperan? Apakah mereka akan menerima kita?
                      > > >
                      > > > Pertanyaan kunci saya di sini, apakah jalan yang lebih baik
                      dalam
                      > > > pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?
                      > > >
                      > > > Hari ini di dunia, ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta
                      orang
                      > > > Islam dan jutaan lagi kaum pengikut Nabi Musa a.s. Semua agama
                      Ilahi
                      > > > memiliki satu kesamaan, yaitu kalimat tauhid; yaitu keyakinan
                      akan
                      > > > Tuhan Yang Esa dan selain Dia, tidak ada tuhan lain di dunia
                      ini.
                      > > >
                      > > > Al-Quran al-Karim menegaskan kalimat yang satu ini, dan ia
                      memanggil
                      > > > semua pengikut agama Ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman:
                      > > >
                      > > > "Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang teguh) kepada
                      suatu
                      > > > kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan
                      > > > kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita
                      > > > persekutukan Dia dengan sesuatupun. Tidak (pula) sebagian kita
                      > > > menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada
                      Allah."
                      > > > (Ali Imran: 64)
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Berdasarkan firman Ilahi, kita semua diajak untuk menyembah
                      Allah Yang
                      > > > Esa dan mengikuti utusan-utusan Ilahi.
                      > > >
                      > > > Penyembahan hanyalah bagi Tuhan Yang Esa, Yang Maha Kuasa dan
                      Berkuasa
                      > > > atas segala sesuatu. Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang
                      > > > tersembunyi dan yang tampak; yang ada di masa lalu dan masa akan
                      > > > datang. Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya dan
                      Ia
                      > > > mencatat amalan mereka. Tuhan Sang Pemilik langit dan bumi dan
                      semua
                      > > > alam di bawah kekuasaan-Nya.
                      > > >
                      > > > Pengaturan seluruh alam ada di tangan-Nya dan Ia memberikan
                      janji
                      > > > untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Ia penolong mereka yang
                      > > > terzalimi dan Ia menjadi musuh bagi orang-orang yang zalim. Dia
                      Maha
                      > > > Pengasih dan Penyayang. Ia penolong kaum mukminin dan Ia
                      menuntun
                      > > > mereka keluar dari kegelapan kepada keterang-benderangan. Ia
                      mengawasi
                      > > > perbuatan hamba-hamba-Nya. Ia menyeru hamba-Nya untuk beriman
                      dan
                      > > > berbuat baik dan menginginkan agar mereka berperilaku
                      berdasarkan
                      > > > kebenaran. Ia berkehendak agar hamba-hamba-Nya tetap istiqamah
                      dalam
                      > > > kebenaran.
                      > > >
                      > > > Allah menyeru hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia
                      sebagai
                      > > > saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya. Puncak keburukan
                      terkait
                      > > > dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan yang terbatas di
                      dunia
                      > > > ini, mereka yang tidak mengikuti perintah-Nya dan menzalimi
                      > > > hamba-hamba Allah. Adapun puncak kebajikan dan surga yang kekal
                      hanya
                      > > > akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di hadapan
                      > > > keagungan Ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya.
                      > > >
                      > > > Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah
                      > > > satu-satunya jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan. Saya
                      mendengar
                      > > > bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya pada
                      janji
                      > > > Ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka bumi.
                      > > >
                      > > > Kami juga percaya bahwa Nabi Isa a.s. adalah salah satu nabi
                      besar
                      > > > Ilahi. Dalam Al-Quran, Nabi Isa mendapat penghormatan yang luar
                      biasa.
                      > > > Berikut ini adalah ucapan Nabi Isa a.s yang dinukil oleh al-
                      Quran:
                      > > >
                      > > > "Sesungguhnya, Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Maka sembahlah
                      Dia.
                      > > > Ini adalah jalan yang lurus." (Maryam: 36)
                      > > >
                      > > > Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua para
                      Nabi.
                      > > > Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-
                      negara
                      > > > kepulauan, hanya satu, itu adalah Allah yang memberikan hidayah
                      dan
                      > > > menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya serta selalu
                      > > > menghendaki kehormatan bagi umat manusia.
                      > > >
                      > > > Allah juga berfirman, "Allah Yang Maha Mengetahui dan Tinggi
                      mengutus
                      > > > para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat
                      untuk
                      > > > memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan (para nabi itu) agar
                      > > > mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran Ilahi kepada manusia.
                      Dengan
                      > > > begitu, manusia dapat disucikan dari dosa. Allah mengirimkan
                      kitab dan
                      > > > mizan agar manusia dapat menegakkan keadilan dan dapat
                      meninggalkan
                      > > > orang-orang yang berbuat zalim."
                      > > >
                      > > > Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada dan tersebar di
                      dalam
                      > > > Kitab Suci.
                      > > >
                      > > > Para Nabi dan utusan Ilahi memberikan janji:
                      > > >
                      > > > Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan
                      Allah
                      > > > untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat
                      baik akan
                      > > > diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan
                      menanggung
                      > > > perbuatannya dengan menerima siksa Ilahi. Saya berpikir bahwa
                      kita
                      > > > berdua sama meyakini akan hari itu.
                      > > >
                      > > > Tentunya, perhitungan bagi kita, para penguasa, tidak akan
                      ringan. Hal
                      > > > itu karena kita harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat
                      dan
                      > > > semua orang atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya
                      dengan
                      > > > mereka dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.
                      > > >
                      > > > Para nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan
                      > > > prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, serta terjaganya
                      harkat dan
                      > > > martabat manusia bagi seluruh manusia. Bila kita semua meyakini
                      tauhid
                      > > > dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan
                      martabat
                      > > > dan kemuliaan manusia, serta percaya kepada hari akhir,
                      bukankah kita
                      > > > akan bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang
                      diakibatkan oleh
                      > > > jauhnya ummat manusia dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-
                      ajaran
                      > > > para nabi?
                      > > >
                      > > > Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas dan
                      > > > menjamin perdamaian, persaudaraan, dan keadilan? Tidakkah justru
                      > > > prinsip-prinsip itulah yang merupakan ajaran tertulis atau tidak
                      > > > tertulis mayoritas masyarakat dunia?
                      > > >
                      > > > Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Tidakkah Anda
                      ingin
                      > > > kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi, kepada
                      tauhid
                      > > > dan keadilan, kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat
                      manusia,
                      > > > serta kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-Nya?
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada
                      dalam
                      > > > jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak
                      menyerahkan
                      > > > nasib manusia di tangan para penguasa zalim. Tuhan tidak
                      membiarkan
                      > > > dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian
                      yang
                      > > > bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa?
                      > > > Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan
                      misterius di
                      > > > atas segalanya; kekuasaan yang mengatur semua hal di balik
                      semua ini.
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Apakah Anda bisa mengingkari tanda-tanda perubahan di dunia
                      sekarang
                      > > > ini? Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang
                      lalu
                      > > > dapat disamakan?Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan
                      dimensi yang
                      > > > sangat luas.
                      > > >
                      > > > Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka
                      tidak
                      > > > percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling berpengaruh
                      di
                      > > > dunia. Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman.
                      Mereka tidak
                      > > > setuju dengan berkembangnya kondisi ini, begitu juga dengan
                      perang.
                      > > > Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan berstandar ganda.
                      > > >
                      > > > Masyarakat dunia memprotes munculnya jurang pemisah yang dalam
                      antara
                      > > > mereka yang kaya dan yang miskin; dan antara negara yang
                      sejahtera dan
                      > > > miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan moral yang semakin
                      > > > meningkat. Mayoritas masyarakat di negara-negara dunia merasa
                      tidak
                      > > > puas karena basis budaya mereka terancam dan institusi keluarga
                      > > > menjadi berantakan. Akibatnya, kasih sayang dan cinta semakin
                      luntur.
                      > > >
                      > > > Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu
                      dikarenakan
                      > > > hak-hak mereka tidak dipertahankan. Liberalisme dan demokrasi
                      Barat
                      > > > tidak mampu mendekatkan manusia kepada cita-cita mereka dan
                      kedua kata
                      > > > itu kini telah menjadi dua kata yang gagal. Para pemikir dan
                      > > > cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya
                      pemikiran dan
                      > > > sistem liberal-demokrasi.
                      > > >
                      > > > Hari ini, perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada
                      sebuah
                      > > > fokus, dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Tentunya,
                      masyarakat yang
                      > > > berpegang kepada tauhid dan ajaran-ajaran para Nabi akan
                      dimenangkan
                      > > > atas masalah yang dihadapi.
                      > > >
                      > > > Pertanyaan penting dan serius saya di sini: Apakah Anda tidak
                      ingin
                      > > > menyertai mereka?
                      > > >
                      > > > Tuan Presiden,
                      > > >
                      > > > Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan kepada
                      Tuhan dan
                      > > > penegakan keadilan dan kehendak Tuhan akan mengalahkan segala-
                      galanya.
                      > > >
                      > > > Dan keselamatanlah bagi mereka yang mengikuti petunjuk
                      > > >
                      > > > Mahmoud Ahmadinejad,
                      > > >
                      > > > Presiden Republik Islam Iran
                      > > >
                      > > > Tehran 17-02-1384 HS / 07-05-2006
                      > > >
                      > > >
                      > >
                      >
                    • noaslsigl
                      Hahahaha... ini dia komentar yang saya tunggu dari mikael_agl... saya catat nih !!! thanks yaa.... mudah-mudahan anda konsisten dengan pendapat anda ini. ok..
                      Message 10 of 14 , Aug 12, 2006
                        Hahahaha... ini dia komentar yang saya tunggu dari mikael_agl...
                        saya catat nih !!!
                        thanks yaa.... mudah-mudahan anda konsisten dengan pendapat anda ini.

                        ok.. kasus ditutup

                        --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "mikael_agl" <mikael_agl@...> wrote:
                        >
                        > maaf, ikutan nimbrung.
                        > Mengapa harus menghubungkan kebijakan presiden bush dengan ajaran isa
                        > almasih?
                        > Gak ada hubungannya sama sekali.
                        > Jadi pertanyaan ahmadinejad salah total.
                        >
                        > Apakah tepat seorang penjahat yg beragama islam kelakuannya tsb harus
                        > dihubungkan dengan ajaran islam?
                        > Atau tepatkah jika seorang penjahat yg kebetulan ber-ktp tertulis
                        > agama kristen dihubungkan kelakuannya yg jahat dgn ajaran kristen?
                        > Sama sekali gak nyambung.
                        >
                        > salam
                        > mikael
                        >
                        > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "noaslsigl" <noaslsigl@>
                        > wrote:
                        > >
                        > > waduh... salah ya postingan saya?
                        > > maaf deh, sebenarnya yang saya mau lihat adalah tanggapan rekan2
                        > dari
                        > > kacamata agama masing2. contohnya tanggapan dari rekan laretidar
                        > (thx
                        > > :)..anda benar2 penuh kasih)
                        > >
                        > > bung Heru dan bung Moderator,
                        > > siapa sih yang bilang bahwa Penganut ajaran Isa Al Masih = orang
                        > Amerika?
                        > >
                        > > bung Heru dan bung Moderator,
                        > > yang saya harapkan adalah tanggapan dengan kepala dingin,
                        > > tanggapan yang menunjukan bagaimana rekan2 Kristen dan Islam
                        > > menanggapi isu Iran vs AS (LIHAT JUDUL: IRAN vs AS!! bukan Islam vs
                        > > Kristen!! bukan rakyat Iran vs Rakyat AS!! apalagi Israel vs
                        > Libanon)
                        > > bagaimanapun juga isu ini cukup berpengaruh terhadap kerukunan umat
                        > > beragama
                        > >
                        > > bung Heru dan bung Moderator,
                        > > Apakah Demo2 anti AS dan Israel dilakukan didepan Gereja? TIDAK kan?
                        > > artinya apa ya?
                        > >
                        > > bung Heru dan bung Moderator,
                        > > Apakah anda tidak melihat bahwa pada suratnya presiden Ahmadinejad
                        > > berusaha menunjukan bahwa kebijakan presiden Bush tidak sesuai
                        > dengan
                        > > ajaran Isa Al Masih?
                        > >
                        > > dalam kalimat lain (kalau2 anda masih juga tidak mengerti) :
                        > >
                        > > bung Heru dan bung Moderator,
                        > > Bisakah anda menunjukan mana kalimat dari Presiden Ahmadinejad yang
                        > > menghujat ajaran Isa Al Masih?
                        > >
                        > > bung Heru dan bung Moderator,
                        > > apakah suatu posting HARUS selalu berupa inspirasi dari diri
                        > sendiri?
                        > >
                        > >
                        > > mohon maaf kalau kata2 saya menyinggung anda bung Heru, tapi anda
                        > > benar2 harus mulai belajar menghilangkan PURBASANGKA dikepala anda,
                        > > anda harus belajar membedakan yang mana fakta, yang mana asumsi dan
                        > > prasangka.
                        > >
                        > > perkenankan saya menegaskan pendapat saya : "saya lebih senang
                        > > berteman dengan mereka yang berbeda agama tapi baiksangka, jujur dan
                        > > penuh kasih daripada berteman dengan mereka yang satu agama dengan
                        > > saya tapi penghujat dan penuh purbasangka"
                        > >
                        > > Jangan berteriak "kamu kafir!" , jangan berteriak "kamu teroris!"
                        > > kewajiban kita sebagai manusia adalah menyebar kasih!! BUKAN
                        > > menghakimi!! bahkan kitalah yang akan dihakimi oleh-Nya
                        > >
                        > > salam
                        > > noaslsigl
                        > >
                        > >
                        > >
                        > > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, Heru Martinus Salim
                        > > <heru_m_salim@> wrote:
                        > > >
                        > > > Sekali lagi tolong diperhatikan. Paling tidak buat yang
                        > menterjemahkan
                        > > > dan yang mem forward.
                        > > >
                        > > > Penganut ajaran Isa Almasih != (tidak sama dengan - red) Orang
                        > amerika.
                        > > > Kita sebagai orang yang katanya "intelek", harus belajar kapan
                        > kita
                        > > bisa
                        > > > men generalisasi sesuatu, kapan hal itu tidak bisa dilakukan.
                        > Langkah2
                        > > > yang diambil amerika, bukan berarti ajarannya yang salah, juga
                        > bukan
                        > > > berarti semua penganut nya tidak mengikuti ajaran tsb. Terlalu
                        > banyak
                        > > > aspek dalam kehidupan ini, dan terlalu kurang dewasa rasanya
                        > kalau
                        > > > segala sesuatu dikaitkan dengan hal agama, padahal belum tentu
                        > orang
                        > > tsb
                        > > > peduli dengan agama.
                        > > >
                        > > > Kalau saya boleh sedikit singgung tentang pengikut ajaran nabi
                        > > Muhammad,
                        > > > bukankah lebih mengerikan??? Mereka mengatasnamakan agama mereka
                        > > > (teroris - red) sebagai dasar untuk menghancurkan individu lain,
                        > untuk
                        > > > mem bom jiwa2, menghancurkan gedung2, menyerang saat diserang.
                        > Semuanya
                        > > > itu mengatasnamakan agama. Apakah dengan begitu saya boleh
                        > mengatakan,
                        > > > kalau agama tsb mengajarkan semua hal tersebut???
                        > > > Bolehkah saya memformulasikan
                        > > > Penganut ajaran Muhammad = (sama dengan - red) mereka (teroris -
                        > red)
                        > > >
                        > > > Kita harus belajar untuk lebih dewasa dalam mem posting message2.
                        > Kalau
                        > > > memang itu bukan aspirasi dari diri kita, lebih baik gak usah di
                        > > > posting. Tp kalau memang beginilah aspirasi anda, agak susah
                        > rasanya
                        > > > untuk berdiskusi bersama.
                        > > >
                        > > > Saya cuma berharap kita bisa sama2 saling diskusi dan belajar.
                        > Saling
                        > > > mengenal satu dengan yang lainnya. Bukan bertujuan untuk saling
                        > > > menyerang dan menghancurkan.
                        > > >
                        > > > Salam,
                        > > > Heru
                        > > >
                        > > > noaslsigl schrieb:
                        > > > >
                        > > > > Surat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
                        > > > > Kepada Presiden AS George W. Bush (dari situs irib.ir)
                        > > > >
                        > > > >
                        > > > > Tuan George W. Bush, Presiden AS,
                        > > > >
                        > > > > Sudah lama saya memikirkan cara untuk menjelaskan berbagai hal
                        > yang
                        > > > > sudah pasti kontradiktif di pentas internasional dan terus
                        > menerus
                        > > > > didiskusikan, terutama di forum-forum politik dan mahasiswa.
                        > Banyak
                        > > > > pertanyaan tak terjawab, sehingga saya terdorong untuk
                        > mendiskusikan
                        > > > > sebagian kontradiksi dan pertanyaan itu dengan harapan dapat
                        > > > > menyediakan peluang untuk melakukan pembenahan.
                        > > > >
                        > > > > Mungkinkah para penganut ajaran Nabi Agung Isa al-Masih as
                        > menaruh
                        > > > > komitmen kepada HAM, menampilkan liberalisme sebagai model
                        > peradaban,
                        > > > > menyatakan penolakan terhadap proliferasi bom nuklir dan
                        > > > > senjata-senjata desktruksi massal, dan mengangkat slogan perang
                        > > > > melawan teror, dan pada akhirnya, berjalan menuju penegakan
                        > > > > masyarakat yang satu dan universal, sebagaimana masyarakat yang
                        > kelak
                        > > > > akan dipimpin oleh al-Masih as dan orang-orang bertakwa di muka
                        > bumi;
                        > > > > tetapi di saat yang sama, mereka menginvasi banyak negara,
                        > memusnahkan
                        > > > > banyak nyawa, kehormatan, dan harta benda rakyat, menyempitkan
                        > > > > peluang, dan membiarkan para penjahat membumi-hanguskan suatu
                        > kota
                        > > > > kecil atau, misalnya, suatu desa atau kota secara total? Atau
                        > hanya
                        > > > > lantaran dugaan ada senjata destruksi massal di suatu negara,
                        > negara
                        > > > > ini lantas diduduki, sekitar 100.000 penduduknya terbunuh,
                        > > > > sumber-sumber air, pertanian, dan industrinya musnah, hampir
                        > 180.000
                        > > > > pasukan asing ditempatkan di sana, kehormatan rumah-rumah
                        > pendudukan
                        > > > > dilanggar, dan bisa jadi negara ini lantas terbelakang sampai 50
                        > > tahun.
                        > > > >
                        > > > > Berapa harga yang harus dibayar? Ratusan milyar USD dari
                        > anggaran
                        > > > > sebuah negara dan sejumlah negara tertentu lainnya dihamburkan,
                        > > > > puluhan ribu pemuda dan pemudi ditugaskan sebagai pasukan
                        > pendudukan
                        > > > > di tempat yang sangat berbahaya dan jauh dari keluarga mereka,
                        > dan
                        > > > > kemudian tangan mereka berlumuran darah orang-orang lain? Mereka
                        > > > > terpaksa menanggung banyak tekanan mental sehingga sebagian
                        > diantara
                        > > > > mereka terpaksa bunuh diri. Sebagian dari mereka kembali ke
                        > rumah
                        > > > > mereka dalam kondisi stres dan terengah-engah menahan penyakit
                        > dan
                        > > > > penderitaan. Belum lagi sebagian di antara mereka yang tewas dan
                        > > > > jenazahnya dikembalikan kepada keluarga mereka.
                        > > > >
                        > > > > Di tengah isu senjata pemusnah massal, tragedi itu
                        > menenggelamkan
                        > > > > bangsa negara yang diduduki dan sekaligus negara yang
                        > menduduki. Di
                        > > > > kemudian hari terungkap bahwa senjata pemusnah massal yang
                        > dijadikan
                        > > > > alasan untuk bertindak itu ternyata tidak ada.
                        > > > >
                        > > > > Memang, Saddam adalah sosok diktator dan penjahat, tapi perang
                        > > > > dikobarkan sebenarnya bukan untuk menggulingkannya. Seperti
                        > yang sudah
                        > > > > diumumkan, perang itu bertujuan melacak dan memusnahkan senjata
                        > > > > pemusnah massal. Jadi, Saddam digulingkan dalam konteks tujuan
                        > lain.
                        > > > >
                        > > > > Betapapun demikian, masyarakat regional menyambut gembira
                        > tergulingnya
                        > > > > Saddam. Saya ingin mengingatkan bahwa selama bertahun-tahun
                        > memerangi
                        > > > > Iran, Saddam didukung oleh Barat.
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Mungkin Anda tahu bahwa saya adalah seorang dosen. Para
                        > mahasiswa saya
                        > > > > bertanya-tanya kepada saya; dapatkah semua tindakan itu
                        > dikompromikan
                        > > > > dengan nilai-nilai yang telah disinggung di awal surat ini atau
                        > > > > dianggap sebagai aktualisasi ajaran Isa al-Masih as, Nabi
                        > Penyeru
                        > > > > Perdamaian dan Pengampunan.
                        > > > >
                        > > > > Para tahanan yang meringkuk di Guantanamo tidak diproses di
                        > > > > pengadilan, hak-hak mereka dinistakan, keluarga mereka tidak
                        > > > > diperbolehkan membesuk, dan mereka disekap di kawasan yang
                        > asing dan
                        > > > > jauh dari negeri mereka. Sama sekali tidak ada pengawasan
                        > > > > internasional atas kondisi dan nasib mereka. Tak seorangpun tahu
                        > > > > status mereka; tahanan, tawanan perang, tersangka, atau
                        > penjahat.
                        > > > >
                        > > > > Tim inspeksi Eropa mengkonfirmasikan keberadaan penjara-penjara
                        > > > > rahasia di Eropa. Saya tidak dapat mencarikan acuan sistem
                        > peradilan
                        > > > > apapun untuk aksi penculikan dan penyekapan korbannya di
                        > > > > penjara-penjara rahasia. Saya tidak habis berpikir; bagaimana
                        > > > > tindakan-tindakan itu dapat dikaitkan dengan nilai-nilai yang
                        > telah
                        > > > > diungkap di pembukaan surat ini, misalnya dengan ajaran al-
                        > Masih as,
                        > > > > HAM, dan norma-norma liberal.
                        > > > >
                        > > > > Kalangan muda, mahasiswa, dan masyarakat biasa menyimpan banyak
                        > > > > pertanyaan tentang fenomena Israel. Saya yakin Anda mengetahui
                        > > > > sebagian diantara pertanyaan itu.
                        > > > >
                        > > > > Dalam sejarah, banyak negara menjadi obyek aksi pendudukan.
                        > Namun,
                        > > > > pembentukan suatu negara baru dengan rakyat yang baru pula,
                        > menurut
                        > > > > saya, adalah fenomena baru yang hanya ada pada zaman kita
                        > sekarang.
                        > > > > Para mahasiswa saya mengatakan, sampai 60 tahun lalu belum
                        > pernah ada
                        > > > > negara seperti itu. Mereka menyodorkan peta-peta bumi klasik dan
                        > > > > meminta saya untuk berbuat hal yang sama. Kami tidak sanggup
                        > menemukan
                        > > > > suatu negara bernama Israel.
                        > > > >
                        > > > > Saya katakan kepada mereka, coba telaah sejarang Perang Dunia I
                        > dan
                        > > > > II. Salah seorang mahasiswa saya mengatakan bahwa dalam
                        > peristiwa
                        > > > > Perang Dunia II yang menjatuhkan puluhan juta korban jiwa,
                        > berita
                        > > > > seputar peperangan cepat sekali disiarkan oleh berbagai pihak
                        > yang
                        > > > > terlibat perang. Setelah perang reda, mereka mengklaim bahwa
                        > enam juta
                        > > > > orang Yahudi tewas. Enam juta orang itu tentu berasal dari dua
                        > juta
                        > > > > keluarga.
                        > > > >
                        > > > > Seandainyapun klaim itu benar, apakah itu dapat dijadikan
                        > alasan yang
                        > > > > rasional untuk mendirikan negara Israel di Timteng atau
                        > mendukung
                        > > > > negara seperti ini?
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Anda pasti telah mengetahui bagaimana dan dengan harga apa
                        > Israel
                        > > > > telah terbentuk, yaitu:
                        > > > >
                        > > > > - dengan terbantainya ribuan jiwa,
                        > > > >
                        > > > > - dengan membuat jutaan jiwa penduduk asli kawasan itu menjadi
                        > > > > pengungsi, dan
                        > > > >
                        > > > > -dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun,
                        > serta
                        > > > > penghancuran kota-kota dan tanah-tanah subur.
                        > > > >
                        > > > > Tragedi ini ternyata tidak hanya timbul pada masa pembentukan
                        > negara
                        > > > > itu saja. Sangat disayangkan, selama 60 tahun sejak masa
                        > pembentukan
                        > > > > itu, berbagai tragedi tersebut terus berjalan dan akan terus
                        > > > > berlanjut. Rezim yang dibentuk bahkan tidak memiliki rasa belas
                        > > > > kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, teror
                        > terencana
                        > > > > dan terbuka terhadap tokoh-tokoh Palestina digelar, serta ribuan
                        > > > > orang-orang Palestina dipenjara. Fenomena ini, pada abad-abad
                        > terakhir
                        > > > > bisa dikatakan sulit dicari tandingannya, atau malah tidak ada
                        > > > > bandingannya.
                        > > > >
                        > > > > Pertanyaan besar lainnya yang saat ini mengemuka pada
                        > masyarakat dunia
                        > > > > adalah: mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela?
                        > Apakah
                        > > > > pembelaan kepada rezim semacam ini merupakan salah satu ajaran
                        > Nabi
                        > > > > Isa a.s. atau sesuai dengan nilai-nilai liberalisme?
                        > > > >
                        > > > > Apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi para
                        > pemilik
                        > > > > asli tanah Palestina, baik yang tinggal di Palestina maupun di
                        > luar;
                        > > > > dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen, bertentangan
                        > > > > dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran para
                        > nabi?
                        > > > > Bila tidak bertentangan, mengapa usulan referendum seperti itu
                        > tidak
                        > > > > pernah disetujui?
                        > > > >
                        > > > > Akhir-akhir ini, dengan pilihan rakyat Palestina sendiri, telah
                        > > > > terbentuk pemerintahan. Semua pengawas independen mengukuhkan
                        > bahwa
                        > > > > pemerintah itu sah dipilih oleh rakyat Palestina. Namun tak
                        > terduga,
                        > > > > pemerintah pilihan rakyat itu malah kemudian ditekan sedemikian
                        > rupa
                        > > > > agar mereka mengakui eksistensi negara bernama Israel dan tidak
                        > lagi
                        > > > > meneruskan perlawanan. Mereka dipaksa melanjutkan program
                        > pemerintah
                        > > > > sebelumnya.
                        > > > >
                        > > > > Seandainya pemerintah terpilih itu sejak awal mengumumkan
                        > kebijakannya
                        > > > > sebagaimana yang diinginkan oleh para penekan, apakah masyarakat
                        > > > > Palestina akan memilih mereka? Apakah cara-cara pemaksaan
                        > terhadap
                        > > > > pemerintah Palestina itu sesuai dengan nilai-nilai yang saya
                        > tulis di
                        > > > > atas? Demikian pula, masyarakat bertanya-tanya, mengapa setiap
                        > > > > resolusi PBB anti Israel yang diajukan ke DK PBB selalu diveto?
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya
                        > hubungan
                        > > > > dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, dengan
                        > > > > berbagai cara melakukan interaksi dengan saya. Mereka melihat
                        > > > > kebijakan ganda yang ada ini tidak sesuai dengan logika apapun.
                        > > > > Bukti-bukti menunjukkan, bagaimana kebanyakan masyarakat di
                        > kawasan,
                        > > > > dari hari ke hari semakin marah dengan kebijakan yang diambil di
                        > > > > kawasn ini.
                        > > > >
                        > > > > Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan,
                        > namun saya
                        > > > > ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.
                        > > > >
                        > > > > Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan Timur
                        > Tengah
                        > > > > dianggap dan dicitrakan sebagai ancaman terhadap rezim Israel?
                        > Apakah
                        > > > > usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar
                        > masyarakat?
                        > > > >
                        > > > > Anda mungkin memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain pada
                        > masa
                        > > > > abad pertengahan, pada bagian mana dari sejarah dan di manakah
                        > hal itu
                        > > > > pernah terjadi, kemajuan ilmu dan teknologi dianggap sebagai
                        > sebuah
                        > > > > kejahatan? Apakah dengan mengandaikan kemungkinan dipakainya
                        > ilmu dan
                        > > > > teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan untuk
                        > > > > menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian
                        > adalah
                        > > > > benar, maka seluruh ilmu harus ditentang, bahkan fisika, kimia,
                        > > > > matematika, kedokteran, arsitektur, dan lain-lain.
                        > > > >
                        > > > > Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya
                        > tidak
                        > > > > ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal
                        > yang
                        > > > > tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila orang lain
                        > berdusta
                        > > > > terhadap Anda.
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk
                        > mempertanyakan
                        > > > > mengapa selalu ada usaha untuk tidak menyetujui pemerintahan
                        > terpilih
                        > > > > dari rakyat dan pada saat yang sama, adanya pembelaan bagi
                        > mereka yang
                        > > > > ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih? Mengapa
                        > ancaman
                        > > > > selalu diarahkan kepada mereka?
                        > > > >
                        > > > > Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja,
                        > kreatif,
                        > > > > dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam
                        > menjamin
                        > > > > kebutuhan dan kemajuan materi dan spiritual masyarakat dunia.
                        > > > > Sayangnya, kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar Afrika
                        > menjadi
                        > > > > kendala terbesar bagi mereka untuk dapat memainkan peran penting
                        > > tersebut.
                        > > > >
                        > > > > Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan
                        > luar biasa
                        > > > > dan barang tambang mereka dijarah, padahal mereka lebih
                        > membutuhkannya
                        > > > > daripada orang lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai dengan
                        > ajaran
                        > > > > Nabi Isa dan hak-hak asasi manusia?
                        > > > >
                        > > > > Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak
                        > > > > pertanyaan. Salah satunya terkait dengan aksi kudeta 28 Murdad
                        > (19
                        > > > > Agustus) terhadap pemerintahan waktu itu, 52 tahun lalu.
                        > Kemudian juga
                        > > > > tindakan penentangan terhadap revolusi Islam Iran tahun 1979
                        > dengan
                        > > > > menjadikan Kedutaan Amerika sebagai pusat penggulingan
                        > revolusi. Dalam
                        > > > > hal ini, melalui ribuan lembar dokumen, terbukti bahwa Kedubes
                        > AS
                        > > > > mendukung para penentang Republik Islam. AS juga mendukung total
                        > > > > Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, menembak pesawat
                        > penumpang
                        > > > > sipil Iran, membekukan harta masyarakat Iran, dan kini
                        > melontarkan
                        > > > > ancaman-ancaman yang semakin meningkat dengan menunjukkan
                        > > > > ketidaksetujuan serta kemarahan atas kemajuan ilmu dan
                        > teknologi serta
                        > > > > nuklir masyarakat Iran. Padahal, semua orang Iran bergembira
                        > dengan
                        > > > > kemajuan negara mereka dan mengadakan pesta untuk keberhasilan
                        > mereka
                        > > > > itu. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini yang
                        > penjelasannya
                        > > > > tidak bisa saya cantumkan dalam surat ini.
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang
                        > > > > mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di
                        > bagian mana
                        > > > > saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat disayangkan.
                        > > > > Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa kebencian
                        > terhadap
                        > > > > pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada
                        > mereka
                        > > > > yang ditinggalkan.
                        > > > >
                        > > > > Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta,
                        > dan
                        > > > > kehormatan rakyatnya. Seperti yang disebut-sebut, negara Anda
                        > memiliki
                        > > > > sistem keamanan, penjagaan, dan informasi yang luas dan canggih.
                        > > > > Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun diburu.
                        > Operasi
                        > > > > teror 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah konsep dan
                        > > > > pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa kerja sama
                        > dengan
                        > > > > sistem informasi dan keamanan? Bisakah sebuah operasi rumit
                        > > > > berlangsung tanpa adanya pengaruh yang luas di dalam sistem
                        > keamanan
                        > > > > dan informasi dalam negeri? Tentunya ini hanya sebuah
                        > kemungkinan dari
                        > > > > orang-orang yang berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain dari
                        > > > > kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan resmi
                        > > > > mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Dan
                        > mengapa
                        > > > > para pelaku dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan dihukum?
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan dan
                        > > > > ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan
                        > masyarakat di
                        > > > > negara-negara yang bertetangga dengan pusat krisis dunia, selama
                        > > > > bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan.
                        > > > >
                        > > > > Setelah peristiwa 11 September berlangsung, alih-alih munculnya
                        > > > > peredaan jiwa dan ketenangan bagi mereka yang terkena musibah,
                        > > > > masyarakat Amerika malah menjadi masyarakat yang paling
                        > menderita
                        > > > > akibat kejadian tersebut. Sementara itu, sebagian dari media
                        > Barat
                        > > > > malah membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa
                        > mengabarkan
                        > > > > adanya kemungkinan serangan teroris. Mereka seperti sengaja
                        > memelihara
                        > > > > keadaan agar masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan
                        > khawatir.
                        > > > > Apakah ini yang disebut pelayanan terhadap rakyat Amerika?
                        > Apakah
                        > > > > kerugian yang berasal dari ketakutan dan kekhawatiran itu dapat
                        > > dihitung?
                        > > > >
                        > > > > Coba bayangkan, masyarakat Amerika merasa bakal ada serangan. Di
                        > > > > jalanan, di tempat kerja, dan di rumah, mereka selalu merasa
                        > tidak
                        > > > > aman. Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa
                        > media
                        > > > > bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan
                        > memberikan
                        > > > > rasa aman, bukannya malah mengabarkan ketidakamanan?
                        > > > >
                        > > > > Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini digunakan
                        > sebagai
                        > > > > fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah
                        > begini,
                        > > > > kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait dengan
                        > media.
                        > > > >
                        > > > > Dalam etika dan prinsip-prinsip media massa, penyampaian
                        > informasi
                        > > > > yang benar dan kejujuran dalam menyebarkan berita adalah
                        > prinsip dasar
                        > > > > yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk
                        > mengucapkan dan
                        > > > > mengumumkan rasa penyesalan yang dalam atas ketiadaan rasa
                        > tanggung
                        > > > > jawab sebagian media Barat di hadapan kewajiban ini. Alasan asli
                        > > > > agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah massal. Tema ini
                        > > > > diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya dan
                        > kemudian
                        > > > > hal ini menjadi pembenar bagi penyerangan terhadap Irak.
                        > > > >
                        > > > > Bukankah kebenaran akan menjadi hilang di tengah situasi
                        > atmosfer
                        > > > > rekayasa dan berisi kebohongan? Apakah hilangnya nilai kebenaran
                        > > > > selaras dengan nilai-nilai yang telah saya tulis di atas? Namun,
                        > > > > apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Di semua negara, masyarakatlah yang menanggung anggaran belanja
                        > > > > negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka.
                        > Pertanyaannya di
                        > > > > sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar dolar untuk
                        > mengirimkan
                        > > > > pasukan ke Irak, apa yang didapat oleh masyarakat?
                        > > > >
                        > > > > Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian AS,
                        > masyarakat
                        > > > > hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah.
                        > > > > Pengangguran adalah masalah besar dan masalah ini kurang lebih
                        > terjadi
                        > > > > juga di negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang seperti
                        > ini
                        > > > > pengiriman sejumlah besar pasukan, dan itu pun dengan anggaran
                        > luar
                        > > > > biasa dari masyarakat, dapat dibenarkan dan sesuai dengan
                        > > > > prinsip-prinsip yang telah saya sebutkan sebelumnya?
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan
                        > masyarakat
                        > > > > dunia, dan juga pendeeritaan pada masyarakat di kawasan kami dan
                        > > > > masyarakat Anda. Namun maksud utama saya (yang sebagiannya,
                        > setidaknya
                        > > > > akan Anda benarkan) adalah berikut ini.
                        > > > >
                        > > > > Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya
                        > berkuasa.
                        > > > > Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan
                        > di masa
                        > > > > depan, dekat atau jauh, nama dan perilaku mereka pasti akan
                        > senantiasa
                        > > > > dinilai. Masyarakat di masa depan akan berkata, dalam periode
                        > kita ini
                        > > > > apa yang telah terjadi.
                        > > > >
                        > > > > Apakah untuk masyarakat, kita telah menyiapkan keamanan dan
                        > > > > kesejahteraan, ataukah malah ketidakamanan dan pengangguran?
                        > Apakah
                        > > > > kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya mengurus kelompok
                        > > > > khusus yang ingin kita lindungi, itu pun dengan harga
                        > kemiskinan dan
                        > > > > kepapaan sebagian besar masyarakat dunia? Apakah kita akan
                        > memilih
                        > > > > untuk mengutamakan sekelompok kaum minoritas dengan segala
                        > kekayaan,
                        > > > > pangkat, dan kepuasan mereka ketimbang kerelaan Tuhan? Apakah
                        > kita
                        > > > > telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah kita
                        > tidak
                        > > > > memandang sedikit pun kepada mereka?
                        > > > >
                        > > > > Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia, ataukah
                        > kita
                        > > > > malah memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal terhadap
                        > urusan
                        > > > > negara lain; ataukah kita malah membangun penjara-penjara yang
                        > > > > menakutkan untuk menempatkan sebagian orang di sana? Apakah
                        > kita telah
                        > > > > berusaha mewujudkan perdamaian dunia ataukah kita menyebarkan
                        > ancaman
                        > > > > dan kekerasan di seluruh dunia?
                        > > > >
                        > > > > Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan
                        > > > > masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran yang
                        > telah
                        > > > > diputarbalikkan? Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah
                        > > > > pembela para penjajah dan penzalim?
                        > > > >
                        > > > > Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian,
                        > > > > mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani
                        > masyarakat,
                        > > > > kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga kehormatan manusia, lebih
                        > > > > dipentingkan? Ataukah yang dikedepankan adalah kekuatan
                        > persenjataan,
                        > > > > ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian kepada
                        > > > > masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan
                        > merusak
                        > > > > hak-hak manusia?
                        > > > >
                        > > > > Pada akhirnya, mereka akan menilai, apakah kita masih setia
                        > dengan
                        > > > > sumpah yang kita ucapkan dalam rangka melayani masyarakat (yang
                        > > > > merupakan tugas utama kita) dan menjalankan ajaran-ajaran para
                        > nabi,
                        > > > > ataukah tidak?
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan
                        > proses
                        > > > > semacam ini, akan ke manakah dunia ini melangkah? Sampai kapan
                        > > > > masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan
                        > tidak
                        > > > > benar dari para penguasa? Sampai kapan bayang-bayang ketakutan
                        > terus
                        > > > > membebani masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata pemusnah
                        > massal?
                        > > > > Sampai kapan darah anak-anak, para wanita, dan laki-laki harus
                        > > > > mengalir di atas batu-batu jalanan dan sampai kapan rumah-rumah
                        > mereka
                        > > > > harus dihancurkan?
                        > > > >
                        > > > > Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini? Apakah Anda
                        > > > > berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat berlangsung
                        > terus?
                        > > > >
                        > > > > Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai
                        > keamanan,
                        > > > > pertahanan, pengiriman pasukan, dialokasikan sebagai modal dan
                        > bantuan
                        > > > > bagi negara-negara miskin, pengembangan kebersihan,
                        > pemberantasan
                        > > > > berbagai macam penyakit, penghijauan, pengentasan kemiskinan dan
                        > > > > kefakiran, penggalangan perdamaian, penghilangkan perselisihan
                        > antar
                        > > > > negara-negara, eliminasi peperangan antar kabilah dan ras; dapat
                        > > > > dibayangkan bagaimana dunia sekarang. Apakah pemerintahan dan
                        > rakyat
                        > > > > Anda tidak akan merasa bangga dengan situasi seperti itu? Apakah
                        > > > > posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda tidak
                        > akan
                        > > > > semakin kokoh?
                        > > > >
                        > > > > Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus
                        > menyampaikan
                        > > > > pertanyaan itu, bukankah terjadi kenaikan tingkat kebencian
                        > masyarakat
                        > > > > dunia terhadap pemerintah Amerika?
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan
                        > seorang
                        > > > > pun. Akan tetapi, jika saja hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq,
                        > Ya'qub,
                        > > > > Ismail, Yusuf, dan atau Nabi Isa a.s. hadir di dunia ini dan
                        > mereka
                        > > > > menyaksikan perilaku semacam ini, apakah yang akan mereka
                        > katakan?
                        > > > > Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi oleh keadilan
                        > dengan
                        > > > > kehadiran Nabi Isa a.s., akan memberikan tempat bagi kita untuk
                        > > > > berperan? Apakah mereka akan menerima kita?
                        > > > >
                        > > > > Pertanyaan kunci saya di sini, apakah jalan yang lebih baik
                        > dalam
                        > > > > pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?
                        > > > >
                        > > > > Hari ini di dunia, ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta
                        > orang
                        > > > > Islam dan jutaan lagi kaum pengikut Nabi Musa a.s. Semua agama
                        > Ilahi
                        > > > > memiliki satu kesamaan, yaitu kalimat tauhid; yaitu keyakinan
                        > akan
                        > > > > Tuhan Yang Esa dan selain Dia, tidak ada tuhan lain di dunia
                        > ini.
                        > > > >
                        > > > > Al-Quran al-Karim menegaskan kalimat yang satu ini, dan ia
                        > memanggil
                        > > > > semua pengikut agama Ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman:
                        > > > >
                        > > > > "Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang teguh) kepada
                        > suatu
                        > > > > kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan
                        > > > > kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita
                        > > > > persekutukan Dia dengan sesuatupun. Tidak (pula) sebagian kita
                        > > > > menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada
                        > Allah."
                        > > > > (Ali Imran: 64)
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Berdasarkan firman Ilahi, kita semua diajak untuk menyembah
                        > Allah Yang
                        > > > > Esa dan mengikuti utusan-utusan Ilahi.
                        > > > >
                        > > > > Penyembahan hanyalah bagi Tuhan Yang Esa, Yang Maha Kuasa dan
                        > Berkuasa
                        > > > > atas segala sesuatu. Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang
                        > > > > tersembunyi dan yang tampak; yang ada di masa lalu dan masa akan
                        > > > > datang. Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya dan
                        > Ia
                        > > > > mencatat amalan mereka. Tuhan Sang Pemilik langit dan bumi dan
                        > semua
                        > > > > alam di bawah kekuasaan-Nya.
                        > > > >
                        > > > > Pengaturan seluruh alam ada di tangan-Nya dan Ia memberikan
                        > janji
                        > > > > untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Ia penolong mereka yang
                        > > > > terzalimi dan Ia menjadi musuh bagi orang-orang yang zalim. Dia
                        > Maha
                        > > > > Pengasih dan Penyayang. Ia penolong kaum mukminin dan Ia
                        > menuntun
                        > > > > mereka keluar dari kegelapan kepada keterang-benderangan. Ia
                        > mengawasi
                        > > > > perbuatan hamba-hamba-Nya. Ia menyeru hamba-Nya untuk beriman
                        > dan
                        > > > > berbuat baik dan menginginkan agar mereka berperilaku
                        > berdasarkan
                        > > > > kebenaran. Ia berkehendak agar hamba-hamba-Nya tetap istiqamah
                        > dalam
                        > > > > kebenaran.
                        > > > >
                        > > > > Allah menyeru hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia
                        > sebagai
                        > > > > saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya. Puncak keburukan
                        > terkait
                        > > > > dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan yang terbatas di
                        > dunia
                        > > > > ini, mereka yang tidak mengikuti perintah-Nya dan menzalimi
                        > > > > hamba-hamba Allah. Adapun puncak kebajikan dan surga yang kekal
                        > hanya
                        > > > > akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di hadapan
                        > > > > keagungan Ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya.
                        > > > >
                        > > > > Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah
                        > > > > satu-satunya jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan. Saya
                        > mendengar
                        > > > > bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya pada
                        > janji
                        > > > > Ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka bumi.
                        > > > >
                        > > > > Kami juga percaya bahwa Nabi Isa a.s. adalah salah satu nabi
                        > besar
                        > > > > Ilahi. Dalam Al-Quran, Nabi Isa mendapat penghormatan yang luar
                        > biasa.
                        > > > > Berikut ini adalah ucapan Nabi Isa a.s yang dinukil oleh al-
                        > Quran:
                        > > > >
                        > > > > "Sesungguhnya, Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Maka sembahlah
                        > Dia.
                        > > > > Ini adalah jalan yang lurus." (Maryam: 36)
                        > > > >
                        > > > > Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua para
                        > Nabi.
                        > > > > Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-
                        > negara
                        > > > > kepulauan, hanya satu, itu adalah Allah yang memberikan hidayah
                        > dan
                        > > > > menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya serta selalu
                        > > > > menghendaki kehormatan bagi umat manusia.
                        > > > >
                        > > > > Allah juga berfirman, "Allah Yang Maha Mengetahui dan Tinggi
                        > mengutus
                        > > > > para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat
                        > untuk
                        > > > > memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan (para nabi itu) agar
                        > > > > mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran Ilahi kepada manusia.
                        > Dengan
                        > > > > begitu, manusia dapat disucikan dari dosa. Allah mengirimkan
                        > kitab dan
                        > > > > mizan agar manusia dapat menegakkan keadilan dan dapat
                        > meninggalkan
                        > > > > orang-orang yang berbuat zalim."
                        > > > >
                        > > > > Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada dan tersebar di
                        > dalam
                        > > > > Kitab Suci.
                        > > > >
                        > > > > Para Nabi dan utusan Ilahi memberikan janji:
                        > > > >
                        > > > > Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan
                        > Allah
                        > > > > untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat
                        > baik akan
                        > > > > diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan
                        > menanggung
                        > > > > perbuatannya dengan menerima siksa Ilahi. Saya berpikir bahwa
                        > kita
                        > > > > berdua sama meyakini akan hari itu.
                        > > > >
                        > > > > Tentunya, perhitungan bagi kita, para penguasa, tidak akan
                        > ringan. Hal
                        > > > > itu karena kita harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat
                        > dan
                        > > > > semua orang atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya
                        > dengan
                        > > > > mereka dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.
                        > > > >
                        > > > > Para nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan
                        > > > > prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, serta terjaganya
                        > harkat dan
                        > > > > martabat manusia bagi seluruh manusia. Bila kita semua meyakini
                        > tauhid
                        > > > > dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan
                        > martabat
                        > > > > dan kemuliaan manusia, serta percaya kepada hari akhir,
                        > bukankah kita
                        > > > > akan bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang
                        > diakibatkan oleh
                        > > > > jauhnya ummat manusia dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-
                        > ajaran
                        > > > > para nabi?
                        > > > >
                        > > > > Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas dan
                        > > > > menjamin perdamaian, persaudaraan, dan keadilan? Tidakkah justru
                        > > > > prinsip-prinsip itulah yang merupakan ajaran tertulis atau tidak
                        > > > > tertulis mayoritas masyarakat dunia?
                        > > > >
                        > > > > Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Tidakkah Anda
                        > ingin
                        > > > > kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi, kepada
                        > tauhid
                        > > > > dan keadilan, kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat
                        > manusia,
                        > > > > serta kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-Nya?
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada
                        > dalam
                        > > > > jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak
                        > menyerahkan
                        > > > > nasib manusia di tangan para penguasa zalim. Tuhan tidak
                        > membiarkan
                        > > > > dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian
                        > yang
                        > > > > bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa?
                        > > > > Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan
                        > misterius di
                        > > > > atas segalanya; kekuasaan yang mengatur semua hal di balik
                        > semua ini.
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Apakah Anda bisa mengingkari tanda-tanda perubahan di dunia
                        > sekarang
                        > > > > ini? Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang
                        > lalu
                        > > > > dapat disamakan?Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan
                        > dimensi yang
                        > > > > sangat luas.
                        > > > >
                        > > > > Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka
                        > tidak
                        > > > > percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling berpengaruh
                        > di
                        > > > > dunia. Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman.
                        > Mereka tidak
                        > > > > setuju dengan berkembangnya kondisi ini, begitu juga dengan
                        > perang.
                        > > > > Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan berstandar ganda.
                        > > > >
                        > > > > Masyarakat dunia memprotes munculnya jurang pemisah yang dalam
                        > antara
                        > > > > mereka yang kaya dan yang miskin; dan antara negara yang
                        > sejahtera dan
                        > > > > miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan moral yang semakin
                        > > > > meningkat. Mayoritas masyarakat di negara-negara dunia merasa
                        > tidak
                        > > > > puas karena basis budaya mereka terancam dan institusi keluarga
                        > > > > menjadi berantakan. Akibatnya, kasih sayang dan cinta semakin
                        > luntur.
                        > > > >
                        > > > > Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu
                        > dikarenakan
                        > > > > hak-hak mereka tidak dipertahankan. Liberalisme dan demokrasi
                        > Barat
                        > > > > tidak mampu mendekatkan manusia kepada cita-cita mereka dan
                        > kedua kata
                        > > > > itu kini telah menjadi dua kata yang gagal. Para pemikir dan
                        > > > > cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya
                        > pemikiran dan
                        > > > > sistem liberal-demokrasi.
                        > > > >
                        > > > > Hari ini, perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada
                        > sebuah
                        > > > > fokus, dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Tentunya,
                        > masyarakat yang
                        > > > > berpegang kepada tauhid dan ajaran-ajaran para Nabi akan
                        > dimenangkan
                        > > > > atas masalah yang dihadapi.
                        > > > >
                        > > > > Pertanyaan penting dan serius saya di sini: Apakah Anda tidak
                        > ingin
                        > > > > menyertai mereka?
                        > > > >
                        > > > > Tuan Presiden,
                        > > > >
                        > > > > Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan kepada
                        > Tuhan dan
                        > > > > penegakan keadilan dan kehendak Tuhan akan mengalahkan segala-
                        > galanya.
                        > > > >
                        > > > > Dan keselamatanlah bagi mereka yang mengikuti petunjuk
                        > > > >
                        > > > > Mahmoud Ahmadinejad,
                        > > > >
                        > > > > Presiden Republik Islam Iran
                        > > > >
                        > > > > Tehran 17-02-1384 HS / 07-05-2006
                        > > > >
                        > > > >
                        > > >
                        > >
                        >
                      • mikael_agl
                        hehehehe..... saya ngerti kok dengan maksud anda. Silahkan saja dicatat dan di ingat baik-baik. salam mikael ... ini. ... isa ... harus ... rekan2 ...
                        Message 11 of 14 , Aug 14, 2006
                          hehehehe.....
                          saya ngerti kok dengan maksud anda.
                          Silahkan saja dicatat dan di ingat baik-baik.

                          salam
                          mikael

                          --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "noaslsigl" <noaslsigl@...>
                          wrote:
                          >
                          > Hahahaha... ini dia komentar yang saya tunggu dari mikael_agl...
                          > saya catat nih !!!
                          > thanks yaa.... mudah-mudahan anda konsisten dengan pendapat anda
                          ini.
                          >
                          > ok.. kasus ditutup
                          >
                          > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "mikael_agl" <mikael_agl@>
                          wrote:
                          > >
                          > > maaf, ikutan nimbrung.
                          > > Mengapa harus menghubungkan kebijakan presiden bush dengan ajaran
                          isa
                          > > almasih?
                          > > Gak ada hubungannya sama sekali.
                          > > Jadi pertanyaan ahmadinejad salah total.
                          > >
                          > > Apakah tepat seorang penjahat yg beragama islam kelakuannya tsb
                          harus
                          > > dihubungkan dengan ajaran islam?
                          > > Atau tepatkah jika seorang penjahat yg kebetulan ber-ktp tertulis
                          > > agama kristen dihubungkan kelakuannya yg jahat dgn ajaran kristen?
                          > > Sama sekali gak nyambung.
                          > >
                          > > salam
                          > > mikael
                          > >
                          > > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, "noaslsigl" <noaslsigl@>
                          > > wrote:
                          > > >
                          > > > waduh... salah ya postingan saya?
                          > > > maaf deh, sebenarnya yang saya mau lihat adalah tanggapan
                          rekan2
                          > > dari
                          > > > kacamata agama masing2. contohnya tanggapan dari rekan
                          laretidar
                          > > (thx
                          > > > :)..anda benar2 penuh kasih)
                          > > >
                          > > > bung Heru dan bung Moderator,
                          > > > siapa sih yang bilang bahwa Penganut ajaran Isa Al Masih =
                          orang
                          > > Amerika?
                          > > >
                          > > > bung Heru dan bung Moderator,
                          > > > yang saya harapkan adalah tanggapan dengan kepala dingin,
                          > > > tanggapan yang menunjukan bagaimana rekan2 Kristen dan Islam
                          > > > menanggapi isu Iran vs AS (LIHAT JUDUL: IRAN vs AS!! bukan
                          Islam vs
                          > > > Kristen!! bukan rakyat Iran vs Rakyat AS!! apalagi Israel vs
                          > > Libanon)
                          > > > bagaimanapun juga isu ini cukup berpengaruh terhadap kerukunan
                          umat
                          > > > beragama
                          > > >
                          > > > bung Heru dan bung Moderator,
                          > > > Apakah Demo2 anti AS dan Israel dilakukan didepan Gereja? TIDAK
                          kan?
                          > > > artinya apa ya?
                          > > >
                          > > > bung Heru dan bung Moderator,
                          > > > Apakah anda tidak melihat bahwa pada suratnya presiden
                          Ahmadinejad
                          > > > berusaha menunjukan bahwa kebijakan presiden Bush tidak sesuai
                          > > dengan
                          > > > ajaran Isa Al Masih?
                          > > >
                          > > > dalam kalimat lain (kalau2 anda masih juga tidak mengerti) :
                          > > >
                          > > > bung Heru dan bung Moderator,
                          > > > Bisakah anda menunjukan mana kalimat dari Presiden Ahmadinejad
                          yang
                          > > > menghujat ajaran Isa Al Masih?
                          > > >
                          > > > bung Heru dan bung Moderator,
                          > > > apakah suatu posting HARUS selalu berupa inspirasi dari diri
                          > > sendiri?
                          > > >
                          > > >
                          > > > mohon maaf kalau kata2 saya menyinggung anda bung Heru, tapi
                          anda
                          > > > benar2 harus mulai belajar menghilangkan PURBASANGKA dikepala
                          anda,
                          > > > anda harus belajar membedakan yang mana fakta, yang mana asumsi
                          dan
                          > > > prasangka.
                          > > >
                          > > > perkenankan saya menegaskan pendapat saya : "saya lebih senang
                          > > > berteman dengan mereka yang berbeda agama tapi baiksangka,
                          jujur dan
                          > > > penuh kasih daripada berteman dengan mereka yang satu agama
                          dengan
                          > > > saya tapi penghujat dan penuh purbasangka"
                          > > >
                          > > > Jangan berteriak "kamu kafir!" , jangan berteriak "kamu
                          teroris!"
                          > > > kewajiban kita sebagai manusia adalah menyebar kasih!! BUKAN
                          > > > menghakimi!! bahkan kitalah yang akan dihakimi oleh-Nya
                          > > >
                          > > > salam
                          > > > noaslsigl
                          > > >
                          > > >
                          > > >
                          > > > --- In islam-kristen@yahoogroups.com, Heru Martinus Salim
                          > > > <heru_m_salim@> wrote:
                          > > > >
                          > > > > Sekali lagi tolong diperhatikan. Paling tidak buat yang
                          > > menterjemahkan
                          > > > > dan yang mem forward.
                          > > > >
                          > > > > Penganut ajaran Isa Almasih != (tidak sama dengan - red)
                          Orang
                          > > amerika.
                          > > > > Kita sebagai orang yang katanya "intelek", harus belajar
                          kapan
                          > > kita
                          > > > bisa
                          > > > > men generalisasi sesuatu, kapan hal itu tidak bisa dilakukan.
                          > > Langkah2
                          > > > > yang diambil amerika, bukan berarti ajarannya yang salah,
                          juga
                          > > bukan
                          > > > > berarti semua penganut nya tidak mengikuti ajaran tsb.
                          Terlalu
                          > > banyak
                          > > > > aspek dalam kehidupan ini, dan terlalu kurang dewasa rasanya
                          > > kalau
                          > > > > segala sesuatu dikaitkan dengan hal agama, padahal belum
                          tentu
                          > > orang
                          > > > tsb
                          > > > > peduli dengan agama.
                          > > > >
                          > > > > Kalau saya boleh sedikit singgung tentang pengikut ajaran nabi
                          > > > Muhammad,
                          > > > > bukankah lebih mengerikan??? Mereka mengatasnamakan agama
                          mereka
                          > > > > (teroris - red) sebagai dasar untuk menghancurkan individu
                          lain,
                          > > untuk
                          > > > > mem bom jiwa2, menghancurkan gedung2, menyerang saat
                          diserang.
                          > > Semuanya
                          > > > > itu mengatasnamakan agama. Apakah dengan begitu saya boleh
                          > > mengatakan,
                          > > > > kalau agama tsb mengajarkan semua hal tersebut???
                          > > > > Bolehkah saya memformulasikan
                          > > > > Penganut ajaran Muhammad = (sama dengan - red) mereka
                          (teroris -
                          > > red)
                          > > > >
                          > > > > Kita harus belajar untuk lebih dewasa dalam mem posting
                          message2.
                          > > Kalau
                          > > > > memang itu bukan aspirasi dari diri kita, lebih baik gak usah
                          di
                          > > > > posting. Tp kalau memang beginilah aspirasi anda, agak susah
                          > > rasanya
                          > > > > untuk berdiskusi bersama.
                          > > > >
                          > > > > Saya cuma berharap kita bisa sama2 saling diskusi dan
                          belajar.
                          > > Saling
                          > > > > mengenal satu dengan yang lainnya. Bukan bertujuan untuk
                          saling
                          > > > > menyerang dan menghancurkan.
                          > > > >
                          > > > > Salam,
                          > > > > Heru
                          > > > >
                          > > > > noaslsigl schrieb:
                          > > > > >
                          > > > > > Surat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
                          > > > > > Kepada Presiden AS George W. Bush (dari situs irib.ir)
                          > > > > >
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan George W. Bush, Presiden AS,
                          > > > > >
                          > > > > > Sudah lama saya memikirkan cara untuk menjelaskan berbagai
                          hal
                          > > yang
                          > > > > > sudah pasti kontradiktif di pentas internasional dan terus
                          > > menerus
                          > > > > > didiskusikan, terutama di forum-forum politik dan
                          mahasiswa.
                          > > Banyak
                          > > > > > pertanyaan tak terjawab, sehingga saya terdorong untuk
                          > > mendiskusikan
                          > > > > > sebagian kontradiksi dan pertanyaan itu dengan harapan dapat
                          > > > > > menyediakan peluang untuk melakukan pembenahan.
                          > > > > >
                          > > > > > Mungkinkah para penganut ajaran Nabi Agung Isa al-Masih as
                          > > menaruh
                          > > > > > komitmen kepada HAM, menampilkan liberalisme sebagai model
                          > > peradaban,
                          > > > > > menyatakan penolakan terhadap proliferasi bom nuklir dan
                          > > > > > senjata-senjata desktruksi massal, dan mengangkat slogan
                          perang
                          > > > > > melawan teror, dan pada akhirnya, berjalan menuju penegakan
                          > > > > > masyarakat yang satu dan universal, sebagaimana masyarakat
                          yang
                          > > kelak
                          > > > > > akan dipimpin oleh al-Masih as dan orang-orang bertakwa di
                          muka
                          > > bumi;
                          > > > > > tetapi di saat yang sama, mereka menginvasi banyak negara,
                          > > memusnahkan
                          > > > > > banyak nyawa, kehormatan, dan harta benda rakyat,
                          menyempitkan
                          > > > > > peluang, dan membiarkan para penjahat membumi-hanguskan
                          suatu
                          > > kota
                          > > > > > kecil atau, misalnya, suatu desa atau kota secara total?
                          Atau
                          > > hanya
                          > > > > > lantaran dugaan ada senjata destruksi massal di suatu
                          negara,
                          > > negara
                          > > > > > ini lantas diduduki, sekitar 100.000 penduduknya terbunuh,
                          > > > > > sumber-sumber air, pertanian, dan industrinya musnah,
                          hampir
                          > > 180.000
                          > > > > > pasukan asing ditempatkan di sana, kehormatan rumah-rumah
                          > > pendudukan
                          > > > > > dilanggar, dan bisa jadi negara ini lantas terbelakang
                          sampai 50
                          > > > tahun.
                          > > > > >
                          > > > > > Berapa harga yang harus dibayar? Ratusan milyar USD dari
                          > > anggaran
                          > > > > > sebuah negara dan sejumlah negara tertentu lainnya
                          dihamburkan,
                          > > > > > puluhan ribu pemuda dan pemudi ditugaskan sebagai pasukan
                          > > pendudukan
                          > > > > > di tempat yang sangat berbahaya dan jauh dari keluarga
                          mereka,
                          > > dan
                          > > > > > kemudian tangan mereka berlumuran darah orang-orang lain?
                          Mereka
                          > > > > > terpaksa menanggung banyak tekanan mental sehingga sebagian
                          > > diantara
                          > > > > > mereka terpaksa bunuh diri. Sebagian dari mereka kembali ke
                          > > rumah
                          > > > > > mereka dalam kondisi stres dan terengah-engah menahan
                          penyakit
                          > > dan
                          > > > > > penderitaan. Belum lagi sebagian di antara mereka yang
                          tewas dan
                          > > > > > jenazahnya dikembalikan kepada keluarga mereka.
                          > > > > >
                          > > > > > Di tengah isu senjata pemusnah massal, tragedi itu
                          > > menenggelamkan
                          > > > > > bangsa negara yang diduduki dan sekaligus negara yang
                          > > menduduki. Di
                          > > > > > kemudian hari terungkap bahwa senjata pemusnah massal yang
                          > > dijadikan
                          > > > > > alasan untuk bertindak itu ternyata tidak ada.
                          > > > > >
                          > > > > > Memang, Saddam adalah sosok diktator dan penjahat, tapi
                          perang
                          > > > > > dikobarkan sebenarnya bukan untuk menggulingkannya. Seperti
                          > > yang sudah
                          > > > > > diumumkan, perang itu bertujuan melacak dan memusnahkan
                          senjata
                          > > > > > pemusnah massal. Jadi, Saddam digulingkan dalam konteks
                          tujuan
                          > > lain.
                          > > > > >
                          > > > > > Betapapun demikian, masyarakat regional menyambut gembira
                          > > tergulingnya
                          > > > > > Saddam. Saya ingin mengingatkan bahwa selama bertahun-tahun
                          > > memerangi
                          > > > > > Iran, Saddam didukung oleh Barat.
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Mungkin Anda tahu bahwa saya adalah seorang dosen. Para
                          > > mahasiswa saya
                          > > > > > bertanya-tanya kepada saya; dapatkah semua tindakan itu
                          > > dikompromikan
                          > > > > > dengan nilai-nilai yang telah disinggung di awal surat ini
                          atau
                          > > > > > dianggap sebagai aktualisasi ajaran Isa al-Masih as, Nabi
                          > > Penyeru
                          > > > > > Perdamaian dan Pengampunan.
                          > > > > >
                          > > > > > Para tahanan yang meringkuk di Guantanamo tidak diproses di
                          > > > > > pengadilan, hak-hak mereka dinistakan, keluarga mereka tidak
                          > > > > > diperbolehkan membesuk, dan mereka disekap di kawasan yang
                          > > asing dan
                          > > > > > jauh dari negeri mereka. Sama sekali tidak ada pengawasan
                          > > > > > internasional atas kondisi dan nasib mereka. Tak seorangpun
                          tahu
                          > > > > > status mereka; tahanan, tawanan perang, tersangka, atau
                          > > penjahat.
                          > > > > >
                          > > > > > Tim inspeksi Eropa mengkonfirmasikan keberadaan penjara-
                          penjara
                          > > > > > rahasia di Eropa. Saya tidak dapat mencarikan acuan sistem
                          > > peradilan
                          > > > > > apapun untuk aksi penculikan dan penyekapan korbannya di
                          > > > > > penjara-penjara rahasia. Saya tidak habis berpikir;
                          bagaimana
                          > > > > > tindakan-tindakan itu dapat dikaitkan dengan nilai-nilai
                          yang
                          > > telah
                          > > > > > diungkap di pembukaan surat ini, misalnya dengan ajaran al-
                          > > Masih as,
                          > > > > > HAM, dan norma-norma liberal.
                          > > > > >
                          > > > > > Kalangan muda, mahasiswa, dan masyarakat biasa menyimpan
                          banyak
                          > > > > > pertanyaan tentang fenomena Israel. Saya yakin Anda
                          mengetahui
                          > > > > > sebagian diantara pertanyaan itu.
                          > > > > >
                          > > > > > Dalam sejarah, banyak negara menjadi obyek aksi pendudukan.
                          > > Namun,
                          > > > > > pembentukan suatu negara baru dengan rakyat yang baru pula,
                          > > menurut
                          > > > > > saya, adalah fenomena baru yang hanya ada pada zaman kita
                          > > sekarang.
                          > > > > > Para mahasiswa saya mengatakan, sampai 60 tahun lalu belum
                          > > pernah ada
                          > > > > > negara seperti itu. Mereka menyodorkan peta-peta bumi
                          klasik dan
                          > > > > > meminta saya untuk berbuat hal yang sama. Kami tidak
                          sanggup
                          > > menemukan
                          > > > > > suatu negara bernama Israel.
                          > > > > >
                          > > > > > Saya katakan kepada mereka, coba telaah sejarang Perang
                          Dunia I
                          > > dan
                          > > > > > II. Salah seorang mahasiswa saya mengatakan bahwa dalam
                          > > peristiwa
                          > > > > > Perang Dunia II yang menjatuhkan puluhan juta korban jiwa,
                          > > berita
                          > > > > > seputar peperangan cepat sekali disiarkan oleh berbagai
                          pihak
                          > > yang
                          > > > > > terlibat perang. Setelah perang reda, mereka mengklaim
                          bahwa
                          > > enam juta
                          > > > > > orang Yahudi tewas. Enam juta orang itu tentu berasal dari
                          dua
                          > > juta
                          > > > > > keluarga.
                          > > > > >
                          > > > > > Seandainyapun klaim itu benar, apakah itu dapat dijadikan
                          > > alasan yang
                          > > > > > rasional untuk mendirikan negara Israel di Timteng atau
                          > > mendukung
                          > > > > > negara seperti ini?
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Anda pasti telah mengetahui bagaimana dan dengan harga apa
                          > > Israel
                          > > > > > telah terbentuk, yaitu:
                          > > > > >
                          > > > > > - dengan terbantainya ribuan jiwa,
                          > > > > >
                          > > > > > - dengan membuat jutaan jiwa penduduk asli kawasan itu
                          menjadi
                          > > > > > pengungsi, dan
                          > > > > >
                          > > > > > -dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun
                          zaitun,
                          > > serta
                          > > > > > penghancuran kota-kota dan tanah-tanah subur.
                          > > > > >
                          > > > > > Tragedi ini ternyata tidak hanya timbul pada masa
                          pembentukan
                          > > negara
                          > > > > > itu saja. Sangat disayangkan, selama 60 tahun sejak masa
                          > > pembentukan
                          > > > > > itu, berbagai tragedi tersebut terus berjalan dan akan terus
                          > > > > > berlanjut. Rezim yang dibentuk bahkan tidak memiliki rasa
                          belas
                          > > > > > kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, teror
                          > > terencana
                          > > > > > dan terbuka terhadap tokoh-tokoh Palestina digelar, serta
                          ribuan
                          > > > > > orang-orang Palestina dipenjara. Fenomena ini, pada abad-
                          abad
                          > > terakhir
                          > > > > > bisa dikatakan sulit dicari tandingannya, atau malah tidak
                          ada
                          > > > > > bandingannya.
                          > > > > >
                          > > > > > Pertanyaan besar lainnya yang saat ini mengemuka pada
                          > > masyarakat dunia
                          > > > > > adalah: mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela?
                          > > Apakah
                          > > > > > pembelaan kepada rezim semacam ini merupakan salah satu
                          ajaran
                          > > Nabi
                          > > > > > Isa a.s. atau sesuai dengan nilai-nilai liberalisme?
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi
                          para
                          > > pemilik
                          > > > > > asli tanah Palestina, baik yang tinggal di Palestina maupun
                          di
                          > > luar;
                          > > > > > dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan atau Kristen,
                          bertentangan
                          > > > > > dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran
                          para
                          > > nabi?
                          > > > > > Bila tidak bertentangan, mengapa usulan referendum seperti
                          itu
                          > > tidak
                          > > > > > pernah disetujui?
                          > > > > >
                          > > > > > Akhir-akhir ini, dengan pilihan rakyat Palestina sendiri,
                          telah
                          > > > > > terbentuk pemerintahan. Semua pengawas independen
                          mengukuhkan
                          > > bahwa
                          > > > > > pemerintah itu sah dipilih oleh rakyat Palestina. Namun tak
                          > > terduga,
                          > > > > > pemerintah pilihan rakyat itu malah kemudian ditekan
                          sedemikian
                          > > rupa
                          > > > > > agar mereka mengakui eksistensi negara bernama Israel dan
                          tidak
                          > > lagi
                          > > > > > meneruskan perlawanan. Mereka dipaksa melanjutkan program
                          > > pemerintah
                          > > > > > sebelumnya.
                          > > > > >
                          > > > > > Seandainya pemerintah terpilih itu sejak awal mengumumkan
                          > > kebijakannya
                          > > > > > sebagaimana yang diinginkan oleh para penekan, apakah
                          masyarakat
                          > > > > > Palestina akan memilih mereka? Apakah cara-cara pemaksaan
                          > > terhadap
                          > > > > > pemerintah Palestina itu sesuai dengan nilai-nilai yang
                          saya
                          > > tulis di
                          > > > > > atas? Demikian pula, masyarakat bertanya-tanya, mengapa
                          setiap
                          > > > > > resolusi PBB anti Israel yang diajukan ke DK PBB selalu
                          diveto?
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya
                          > > hubungan
                          > > > > > dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah,
                          dengan
                          > > > > > berbagai cara melakukan interaksi dengan saya. Mereka
                          melihat
                          > > > > > kebijakan ganda yang ada ini tidak sesuai dengan logika
                          apapun.
                          > > > > > Bukti-bukti menunjukkan, bagaimana kebanyakan masyarakat di
                          > > kawasan,
                          > > > > > dari hari ke hari semakin marah dengan kebijakan yang
                          diambil di
                          > > > > > kawasn ini.
                          > > > > >
                          > > > > > Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan,
                          > > namun saya
                          > > > > > ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.
                          > > > > >
                          > > > > > Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan
                          Timur
                          > > Tengah
                          > > > > > dianggap dan dicitrakan sebagai ancaman terhadap rezim
                          Israel?
                          > > Apakah
                          > > > > > usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar
                          > > masyarakat?
                          > > > > >
                          > > > > > Anda mungkin memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain
                          pada
                          > > masa
                          > > > > > abad pertengahan, pada bagian mana dari sejarah dan di
                          manakah
                          > > hal itu
                          > > > > > pernah terjadi, kemajuan ilmu dan teknologi dianggap
                          sebagai
                          > > sebuah
                          > > > > > kejahatan? Apakah dengan mengandaikan kemungkinan
                          dipakainya
                          > > ilmu dan
                          > > > > > teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan
                          untuk
                          > > > > > menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian
                          > > adalah
                          > > > > > benar, maka seluruh ilmu harus ditentang, bahkan fisika,
                          kimia,
                          > > > > > matematika, kedokteran, arsitektur, dan lain-lain.
                          > > > > >
                          > > > > > Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa?
                          Saya
                          > > tidak
                          > > > > > ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah
                          hal
                          > > yang
                          > > > > > tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila orang
                          lain
                          > > berdusta
                          > > > > > terhadap Anda.
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk
                          > > mempertanyakan
                          > > > > > mengapa selalu ada usaha untuk tidak menyetujui
                          pemerintahan
                          > > terpilih
                          > > > > > dari rakyat dan pada saat yang sama, adanya pembelaan bagi
                          > > mereka yang
                          > > > > > ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih?
                          Mengapa
                          > > ancaman
                          > > > > > selalu diarahkan kepada mereka?
                          > > > > >
                          > > > > > Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja,
                          > > kreatif,
                          > > > > > dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam
                          > > menjamin
                          > > > > > kebutuhan dan kemajuan materi dan spiritual masyarakat
                          dunia.
                          > > > > > Sayangnya, kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar Afrika
                          > > menjadi
                          > > > > > kendala terbesar bagi mereka untuk dapat memainkan peran
                          penting
                          > > > tersebut.
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan
                          > > luar biasa
                          > > > > > dan barang tambang mereka dijarah, padahal mereka lebih
                          > > membutuhkannya
                          > > > > > daripada orang lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai
                          dengan
                          > > ajaran
                          > > > > > Nabi Isa dan hak-hak asasi manusia?
                          > > > > >
                          > > > > > Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak
                          > > > > > pertanyaan. Salah satunya terkait dengan aksi kudeta 28
                          Murdad
                          > > (19
                          > > > > > Agustus) terhadap pemerintahan waktu itu, 52 tahun lalu.
                          > > Kemudian juga
                          > > > > > tindakan penentangan terhadap revolusi Islam Iran tahun
                          1979
                          > > dengan
                          > > > > > menjadikan Kedutaan Amerika sebagai pusat penggulingan
                          > > revolusi. Dalam
                          > > > > > hal ini, melalui ribuan lembar dokumen, terbukti bahwa
                          Kedubes
                          > > AS
                          > > > > > mendukung para penentang Republik Islam. AS juga mendukung
                          total
                          > > > > > Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, menembak pesawat
                          > > penumpang
                          > > > > > sipil Iran, membekukan harta masyarakat Iran, dan kini
                          > > melontarkan
                          > > > > > ancaman-ancaman yang semakin meningkat dengan menunjukkan
                          > > > > > ketidaksetujuan serta kemarahan atas kemajuan ilmu dan
                          > > teknologi serta
                          > > > > > nuklir masyarakat Iran. Padahal, semua orang Iran
                          bergembira
                          > > dengan
                          > > > > > kemajuan negara mereka dan mengadakan pesta untuk
                          keberhasilan
                          > > mereka
                          > > > > > itu. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini yang
                          > > penjelasannya
                          > > > > > tidak bisa saya cantumkan dalam surat ini.
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang
                          > > > > > mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di
                          > > bagian mana
                          > > > > > saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat
                          disayangkan.
                          > > > > > Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa kebencian
                          > > terhadap
                          > > > > > pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan belasungkawa
                          kepada
                          > > mereka
                          > > > > > yang ditinggalkan.
                          > > > > >
                          > > > > > Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa,
                          harta,
                          > > dan
                          > > > > > kehormatan rakyatnya. Seperti yang disebut-sebut, negara
                          Anda
                          > > memiliki
                          > > > > > sistem keamanan, penjagaan, dan informasi yang luas dan
                          canggih.
                          > > > > > Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun
                          diburu.
                          > > Operasi
                          > > > > > teror 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah konsep
                          dan
                          > > > > > pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa kerja sama
                          > > dengan
                          > > > > > sistem informasi dan keamanan? Bisakah sebuah operasi rumit
                          > > > > > berlangsung tanpa adanya pengaruh yang luas di dalam sistem
                          > > keamanan
                          > > > > > dan informasi dalam negeri? Tentunya ini hanya sebuah
                          > > kemungkinan dari
                          > > > > > orang-orang yang berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain
                          dari
                          > > > > > kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan
                          resmi
                          > > > > > mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini?
                          Dan
                          > > mengapa
                          > > > > > para pelaku dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan
                          dihukum?
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan
                          dan
                          > > > > > ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan
                          > > masyarakat di
                          > > > > > negara-negara yang bertetangga dengan pusat krisis dunia,
                          selama
                          > > > > > bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan.
                          > > > > >
                          > > > > > Setelah peristiwa 11 September berlangsung, alih-alih
                          munculnya
                          > > > > > peredaan jiwa dan ketenangan bagi mereka yang terkena
                          musibah,
                          > > > > > masyarakat Amerika malah menjadi masyarakat yang paling
                          > > menderita
                          > > > > > akibat kejadian tersebut. Sementara itu, sebagian dari
                          media
                          > > Barat
                          > > > > > malah membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa
                          > > mengabarkan
                          > > > > > adanya kemungkinan serangan teroris. Mereka seperti sengaja
                          > > memelihara
                          > > > > > keadaan agar masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan
                          > > khawatir.
                          > > > > > Apakah ini yang disebut pelayanan terhadap rakyat Amerika?
                          > > Apakah
                          > > > > > kerugian yang berasal dari ketakutan dan kekhawatiran itu
                          dapat
                          > > > dihitung?
                          > > > > >
                          > > > > > Coba bayangkan, masyarakat Amerika merasa bakal ada
                          serangan. Di
                          > > > > > jalanan, di tempat kerja, dan di rumah, mereka selalu
                          merasa
                          > > tidak
                          > > > > > aman. Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini?
                          Mengapa
                          > > media
                          > > > > > bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan
                          > > memberikan
                          > > > > > rasa aman, bukannya malah mengabarkan ketidakamanan?
                          > > > > >
                          > > > > > Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini
                          digunakan
                          > > sebagai
                          > > > > > fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah
                          > > begini,
                          > > > > > kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait
                          dengan
                          > > media.
                          > > > > >
                          > > > > > Dalam etika dan prinsip-prinsip media massa, penyampaian
                          > > informasi
                          > > > > > yang benar dan kejujuran dalam menyebarkan berita adalah
                          > > prinsip dasar
                          > > > > > yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk
                          > > mengucapkan dan
                          > > > > > mengumumkan rasa penyesalan yang dalam atas ketiadaan rasa
                          > > tanggung
                          > > > > > jawab sebagian media Barat di hadapan kewajiban ini. Alasan
                          asli
                          > > > > > agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah massal. Tema
                          ini
                          > > > > > diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya
                          dan
                          > > kemudian
                          > > > > > hal ini menjadi pembenar bagi penyerangan terhadap Irak.
                          > > > > >
                          > > > > > Bukankah kebenaran akan menjadi hilang di tengah situasi
                          > > atmosfer
                          > > > > > rekayasa dan berisi kebohongan? Apakah hilangnya nilai
                          kebenaran
                          > > > > > selaras dengan nilai-nilai yang telah saya tulis di atas?
                          Namun,
                          > > > > > apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Di semua negara, masyarakatlah yang menanggung anggaran
                          belanja
                          > > > > > negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka.
                          > > Pertanyaannya di
                          > > > > > sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar dolar untuk
                          > > mengirimkan
                          > > > > > pasukan ke Irak, apa yang didapat oleh masyarakat?
                          > > > > >
                          > > > > > Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian AS,
                          > > masyarakat
                          > > > > > hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah.
                          > > > > > Pengangguran adalah masalah besar dan masalah ini kurang
                          lebih
                          > > terjadi
                          > > > > > juga di negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang
                          seperti
                          > > ini
                          > > > > > pengiriman sejumlah besar pasukan, dan itu pun dengan
                          anggaran
                          > > luar
                          > > > > > biasa dari masyarakat, dapat dibenarkan dan sesuai dengan
                          > > > > > prinsip-prinsip yang telah saya sebutkan sebelumnya?
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan
                          > > masyarakat
                          > > > > > dunia, dan juga pendeeritaan pada masyarakat di kawasan
                          kami dan
                          > > > > > masyarakat Anda. Namun maksud utama saya (yang sebagiannya,
                          > > setidaknya
                          > > > > > akan Anda benarkan) adalah berikut ini.
                          > > > > >
                          > > > > > Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya
                          > > berkuasa.
                          > > > > > Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah.
                          Dan
                          > > di masa
                          > > > > > depan, dekat atau jauh, nama dan perilaku mereka pasti akan
                          > > senantiasa
                          > > > > > dinilai. Masyarakat di masa depan akan berkata, dalam
                          periode
                          > > kita ini
                          > > > > > apa yang telah terjadi.
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah untuk masyarakat, kita telah menyiapkan keamanan dan
                          > > > > > kesejahteraan, ataukah malah ketidakamanan dan
                          pengangguran?
                          > > Apakah
                          > > > > > kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya mengurus
                          kelompok
                          > > > > > khusus yang ingin kita lindungi, itu pun dengan harga
                          > > kemiskinan dan
                          > > > > > kepapaan sebagian besar masyarakat dunia? Apakah kita akan
                          > > memilih
                          > > > > > untuk mengutamakan sekelompok kaum minoritas dengan segala
                          > > kekayaan,
                          > > > > > pangkat, dan kepuasan mereka ketimbang kerelaan Tuhan?
                          Apakah
                          > > kita
                          > > > > > telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah
                          kita
                          > > tidak
                          > > > > > memandang sedikit pun kepada mereka?
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia,
                          ataukah
                          > > kita
                          > > > > > malah memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal
                          terhadap
                          > > urusan
                          > > > > > negara lain; ataukah kita malah membangun penjara-penjara
                          yang
                          > > > > > menakutkan untuk menempatkan sebagian orang di sana? Apakah
                          > > kita telah
                          > > > > > berusaha mewujudkan perdamaian dunia ataukah kita
                          menyebarkan
                          > > ancaman
                          > > > > > dan kekerasan di seluruh dunia?
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita
                          dan
                          > > > > > masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran
                          yang
                          > > telah
                          > > > > > diputarbalikkan? Apakah kita termasuk pembela masyarakat
                          ataukah
                          > > > > > pembela para penjajah dan penzalim?
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral,
                          perdamaian,
                          > > > > > mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani
                          > > masyarakat,
                          > > > > > kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga kehormatan manusia,
                          lebih
                          > > > > > dipentingkan? Ataukah yang dikedepankan adalah kekuatan
                          > > persenjataan,
                          > > > > > ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian
                          kepada
                          > > > > > masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan
                          > > merusak
                          > > > > > hak-hak manusia?
                          > > > > >
                          > > > > > Pada akhirnya, mereka akan menilai, apakah kita masih setia
                          > > dengan
                          > > > > > sumpah yang kita ucapkan dalam rangka melayani masyarakat
                          (yang
                          > > > > > merupakan tugas utama kita) dan menjalankan ajaran-ajaran
                          para
                          > > nabi,
                          > > > > > ataukah tidak?
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan
                          > > proses
                          > > > > > semacam ini, akan ke manakah dunia ini melangkah? Sampai
                          kapan
                          > > > > > masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan
                          > > tidak
                          > > > > > benar dari para penguasa? Sampai kapan bayang-bayang
                          ketakutan
                          > > terus
                          > > > > > membebani masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata
                          pemusnah
                          > > massal?
                          > > > > > Sampai kapan darah anak-anak, para wanita, dan laki-laki
                          harus
                          > > > > > mengalir di atas batu-batu jalanan dan sampai kapan rumah-
                          rumah
                          > > mereka
                          > > > > > harus dihancurkan?
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini? Apakah
                          Anda
                          > > > > > berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat
                          berlangsung
                          > > terus?
                          > > > > >
                          > > > > > Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai
                          > > keamanan,
                          > > > > > pertahanan, pengiriman pasukan, dialokasikan sebagai modal
                          dan
                          > > bantuan
                          > > > > > bagi negara-negara miskin, pengembangan kebersihan,
                          > > pemberantasan
                          > > > > > berbagai macam penyakit, penghijauan, pengentasan
                          kemiskinan dan
                          > > > > > kefakiran, penggalangan perdamaian, penghilangkan
                          perselisihan
                          > > antar
                          > > > > > negara-negara, eliminasi peperangan antar kabilah dan ras;
                          dapat
                          > > > > > dibayangkan bagaimana dunia sekarang. Apakah pemerintahan
                          dan
                          > > rakyat
                          > > > > > Anda tidak akan merasa bangga dengan situasi seperti itu?
                          Apakah
                          > > > > > posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda
                          tidak
                          > > akan
                          > > > > > semakin kokoh?
                          > > > > >
                          > > > > > Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus
                          > > menyampaikan
                          > > > > > pertanyaan itu, bukankah terjadi kenaikan tingkat kebencian
                          > > masyarakat
                          > > > > > dunia terhadap pemerintah Amerika?
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan
                          > > seorang
                          > > > > > pun. Akan tetapi, jika saja hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq,
                          > > Ya'qub,
                          > > > > > Ismail, Yusuf, dan atau Nabi Isa a.s. hadir di dunia ini
                          dan
                          > > mereka
                          > > > > > menyaksikan perilaku semacam ini, apakah yang akan mereka
                          > > katakan?
                          > > > > > Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi oleh
                          keadilan
                          > > dengan
                          > > > > > kehadiran Nabi Isa a.s., akan memberikan tempat bagi kita
                          untuk
                          > > > > > berperan? Apakah mereka akan menerima kita?
                          > > > > >
                          > > > > > Pertanyaan kunci saya di sini, apakah jalan yang lebih baik
                          > > dalam
                          > > > > > pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?
                          > > > > >
                          > > > > > Hari ini di dunia, ada ratusan juta orang Kristen, ratusan
                          juta
                          > > orang
                          > > > > > Islam dan jutaan lagi kaum pengikut Nabi Musa a.s. Semua
                          agama
                          > > Ilahi
                          > > > > > memiliki satu kesamaan, yaitu kalimat tauhid; yaitu
                          keyakinan
                          > > akan
                          > > > > > Tuhan Yang Esa dan selain Dia, tidak ada tuhan lain di
                          dunia
                          > > ini.
                          > > > > >
                          > > > > > Al-Quran al-Karim menegaskan kalimat yang satu ini, dan ia
                          > > memanggil
                          > > > > > semua pengikut agama Ilahi dengan kalimat ini. Allah
                          berfirman:
                          > > > > >
                          > > > > > "Katakanlah: 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang teguh)
                          kepada
                          > > suatu
                          > > > > > kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami
                          dan
                          > > > > > kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita
                          > > > > > persekutukan Dia dengan sesuatupun. Tidak (pula) sebagian
                          kita
                          > > > > > menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari
                          pada
                          > > Allah."
                          > > > > > (Ali Imran: 64)
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Berdasarkan firman Ilahi, kita semua diajak untuk menyembah
                          > > Allah Yang
                          > > > > > Esa dan mengikuti utusan-utusan Ilahi.
                          > > > > >
                          > > > > > Penyembahan hanyalah bagi Tuhan Yang Esa, Yang Maha Kuasa
                          dan
                          > > Berkuasa
                          > > > > > atas segala sesuatu. Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang
                          > > > > > tersembunyi dan yang tampak; yang ada di masa lalu dan masa
                          akan
                          > > > > > datang. Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya
                          dan
                          > > Ia
                          > > > > > mencatat amalan mereka. Tuhan Sang Pemilik langit dan bumi
                          dan
                          > > semua
                          > > > > > alam di bawah kekuasaan-Nya.
                          > > > > >
                          > > > > > Pengaturan seluruh alam ada di tangan-Nya dan Ia memberikan
                          > > janji
                          > > > > > untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Ia penolong mereka
                          yang
                          > > > > > terzalimi dan Ia menjadi musuh bagi orang-orang yang zalim.
                          Dia
                          > > Maha
                          > > > > > Pengasih dan Penyayang. Ia penolong kaum mukminin dan Ia
                          > > menuntun
                          > > > > > mereka keluar dari kegelapan kepada keterang-benderangan.
                          Ia
                          > > mengawasi
                          > > > > > perbuatan hamba-hamba-Nya. Ia menyeru hamba-Nya untuk
                          beriman
                          > > dan
                          > > > > > berbuat baik dan menginginkan agar mereka berperilaku
                          > > berdasarkan
                          > > > > > kebenaran. Ia berkehendak agar hamba-hamba-Nya tetap
                          istiqamah
                          > > dalam
                          > > > > > kebenaran.
                          > > > > >
                          > > > > > Allah menyeru hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan
                          Ia
                          > > sebagai
                          > > > > > saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya. Puncak
                          keburukan
                          > > terkait
                          > > > > > dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan yang
                          terbatas di
                          > > dunia
                          > > > > > ini, mereka yang tidak mengikuti perintah-Nya dan menzalimi
                          > > > > > hamba-hamba Allah. Adapun puncak kebajikan dan surga yang
                          kekal
                          > > hanya
                          > > > > > akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di
                          hadapan
                          > > > > > keagungan Ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya.
                          > > > > >
                          > > > > > Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi
                          adalah
                          > > > > > satu-satunya jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan. Saya
                          > > mendengar
                          > > > > > bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya pada
                          > > janji
                          > > > > > Ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka
                          bumi.
                          > > > > >
                          > > > > > Kami juga percaya bahwa Nabi Isa a.s. adalah salah satu
                          nabi
                          > > besar
                          > > > > > Ilahi. Dalam Al-Quran, Nabi Isa mendapat penghormatan yang
                          luar
                          > > biasa.
                          > > > > > Berikut ini adalah ucapan Nabi Isa a.s yang dinukil oleh al-
                          > > Quran:
                          > > > > >
                          > > > > > "Sesungguhnya, Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Maka
                          sembahlah
                          > > Dia.
                          > > > > > Ini adalah jalan yang lurus." (Maryam: 36)
                          > > > > >
                          > > > > > Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua
                          para
                          > > Nabi.
                          > > > > > Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan
                          negara-
                          > > negara
                          > > > > > kepulauan, hanya satu, itu adalah Allah yang memberikan
                          hidayah
                          > > dan
                          > > > > > menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya serta
                          selalu
                          > > > > > menghendaki kehormatan bagi umat manusia.
                          > > > > >
                          > > > > > Allah juga berfirman, "Allah Yang Maha Mengetahui dan
                          Tinggi
                          > > mengutus
                          > > > > > para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan
                          mukjizat
                          > > untuk
                          > > > > > memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan (para nabi itu)
                          agar
                          > > > > > mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran Ilahi kepada
                          manusia.
                          > > Dengan
                          > > > > > begitu, manusia dapat disucikan dari dosa. Allah
                          mengirimkan
                          > > kitab dan
                          > > > > > mizan agar manusia dapat menegakkan keadilan dan dapat
                          > > meninggalkan
                          > > > > > orang-orang yang berbuat zalim."
                          > > > > >
                          > > > > > Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada dan tersebar
                          di
                          > > dalam
                          > > > > > Kitab Suci.
                          > > > > >
                          > > > > > Para Nabi dan utusan Ilahi memberikan janji:
                          > > > > >
                          > > > > > Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan
                          > > Allah
                          > > > > > untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat
                          > > baik akan
                          > > > > > diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan
                          > > menanggung
                          > > > > > perbuatannya dengan menerima siksa Ilahi. Saya berpikir
                          bahwa
                          > > kita
                          > > > > > berdua sama meyakini akan hari itu.
                          > > > > >
                          > > > > > Tentunya, perhitungan bagi kita, para penguasa, tidak akan
                          > > ringan. Hal
                          > > > > > itu karena kita harus mempertanggungjawabkan kepada
                          masyarakat
                          > > dan
                          > > > > > semua orang atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya
                          > > dengan
                          > > > > > mereka dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.
                          > > > > >
                          > > > > > Para nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan
                          > > > > > prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, serta terjaganya
                          > > harkat dan
                          > > > > > martabat manusia bagi seluruh manusia. Bila kita semua
                          meyakini
                          > > tauhid
                          > > > > > dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan
                          > > martabat
                          > > > > > dan kemuliaan manusia, serta percaya kepada hari akhir,
                          > > bukankah kita
                          > > > > > akan bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang
                          > > diakibatkan oleh
                          > > > > > jauhnya ummat manusia dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-
                          > > ajaran
                          > > > > > para nabi?
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas
                          dan
                          > > > > > menjamin perdamaian, persaudaraan, dan keadilan? Tidakkah
                          justru
                          > > > > > prinsip-prinsip itulah yang merupakan ajaran tertulis atau
                          tidak
                          > > > > > tertulis mayoritas masyarakat dunia?
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Tidakkah
                          Anda
                          > > ingin
                          > > > > > kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi,
                          kepada
                          > > tauhid
                          > > > > > dan keadilan, kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat
                          > > manusia,
                          > > > > > serta kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-Nya?
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang
                          berada
                          > > dalam
                          > > > > > jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak
                          > > menyerahkan
                          > > > > > nasib manusia di tangan para penguasa zalim. Tuhan tidak
                          > > membiarkan
                          > > > > > dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak
                          kejadian
                          > > yang
                          > > > > > bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa?
                          > > > > > Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan
                          > > misterius di
                          > > > > > atas segalanya; kekuasaan yang mengatur semua hal di balik
                          > > semua ini.
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Apakah Anda bisa mengingkari tanda-tanda perubahan di dunia
                          > > sekarang
                          > > > > > ini? Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun
                          yang
                          > > lalu
                          > > > > > dapat disamakan?Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan
                          > > dimensi yang
                          > > > > > sangat luas.
                          > > > > >
                          > > > > > Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini.
                          Mereka
                          > > tidak
                          > > > > > percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling
                          berpengaruh
                          > > di
                          > > > > > dunia. Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman.
                          > > Mereka tidak
                          > > > > > setuju dengan berkembangnya kondisi ini, begitu juga dengan
                          > > perang.
                          > > > > > Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan berstandar ganda.
                          > > > > >
                          > > > > > Masyarakat dunia memprotes munculnya jurang pemisah yang
                          dalam
                          > > antara
                          > > > > > mereka yang kaya dan yang miskin; dan antara negara yang
                          > > sejahtera dan
                          > > > > > miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan moral yang
                          semakin
                          > > > > > meningkat. Mayoritas masyarakat di negara-negara dunia
                          merasa
                          > > tidak
                          > > > > > puas karena basis budaya mereka terancam dan institusi
                          keluarga
                          > > > > > menjadi berantakan. Akibatnya, kasih sayang dan cinta
                          semakin
                          > > luntur.
                          > > > > >
                          > > > > > Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu
                          > > dikarenakan
                          > > > > > hak-hak mereka tidak dipertahankan. Liberalisme dan
                          demokrasi
                          > > Barat
                          > > > > > tidak mampu mendekatkan manusia kepada cita-cita mereka dan
                          > > kedua kata
                          > > > > > itu kini telah menjadi dua kata yang gagal. Para pemikir dan
                          > > > > > cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya
                          > > pemikiran dan
                          > > > > > sistem liberal-demokrasi.
                          > > > > >
                          > > > > > Hari ini, perhatian masyarakat dunia semakin meningkat
                          kepada
                          > > sebuah
                          > > > > > fokus, dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Tentunya,
                          > > masyarakat yang
                          > > > > > berpegang kepada tauhid dan ajaran-ajaran para Nabi akan
                          > > dimenangkan
                          > > > > > atas masalah yang dihadapi.
                          > > > > >
                          > > > > > Pertanyaan penting dan serius saya di sini: Apakah Anda
                          tidak
                          > > ingin
                          > > > > > menyertai mereka?
                          > > > > >
                          > > > > > Tuan Presiden,
                          > > > > >
                          > > > > > Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan
                          kepada
                          > > Tuhan dan
                          > > > > > penegakan keadilan dan kehendak Tuhan akan mengalahkan
                          segala-
                          > > galanya.
                          > > > > >
                          > > > > > Dan keselamatanlah bagi mereka yang mengikuti petunjuk
                          > > > > >
                          > > > > > Mahmoud Ahmadinejad,
                          > > > > >
                          > > > > > Presiden Republik Islam Iran
                          > > > > >
                          > > > > > Tehran 17-02-1384 HS / 07-05-2006
                          > > > > >
                          > > > > >
                          > > > >
                          > > >
                          > >
                          >
                        • FELEX BILLI PRADETA
                          Ini surat.......hasil terjemahan asli apa bukan nih.....Jujur saya bukan orang yang mengerti akan hal ini, namun saya mau nimbrung. Pemerintahan Bush mungkin
                          Message 12 of 14 , Aug 25, 2006
                            Ini surat.......hasil terjemahan asli apa bukan nih.....Jujur saya
                            bukan orang yang mengerti akan hal ini, namun saya mau nimbrung.
                            Pemerintahan Bush mungkin saja menjadi pemerintahan yang tegas untuk
                            memangkas para teroris. Jangan ada istilah pertikaian disnagkut
                            pautkan dengan agama, terlebih pada komunitas internasional...mereka
                            orang yang rasionalis. Satu fakta....mengapa orang khususnya orang
                            Kristen yang ada doi negara Islam ditekan kebebasaanya untuk
                            beribadah. Sedangkan umut Islam di negara Barat khususnya di beri
                            kebebasan sebebas-bebasnya menjalankan agamanya itu.....selama tidak
                            mengganggu kepentingan bersama. Namun.....mengapa teror selalu datang
                            dari orang yang bernafaskan Islam...Ini realitanya saja.

                            Yang asik nih.....Iran ternyata memberi kesaksian palsu atas proyek
                            nuklirnya......dan itu ada tujuan lain untuk membuat senjata atom.
                            Meski Iran menolaknya secara ngotot...namun komunitas inmternasional
                            tidak percaya....begitu saja. Wajar Iran dan Irak adalah bisa jadi
                            negara Islam terkuat dan mereka ingin menggulingkan musuh2nya. Asal
                            tahu saja saya juga berpikir.....Mengapa negara yang seakan
                            menganggap Islam is the best....malah menjadi terpuruk. Indonesia
                            contohnya....saya belum pernah melihat presiden seorang non
                            muslim.....dan apa2 secara islami sampai ada ekonomi syariah....dan
                            menganggap syariah lebih dari konvensional....namun......kenyataannya
                            lebih banyak penindasan didalam syariah. Indonesia negeri yang kaya
                            mengapa erpuruk.....apa bobotnya sumpah para pejabat di atas Alquran
                            kalo tetap korupsi....Sudah membunuh orang di persidangan masih
                            berteriak Allahu Akbar....pake peci...itu apa maksudnya. Apakah dia
                            orang yang bersih. Kasus bom Bali.

                            Islam.....yang saya yakin bukanlah agama yang berdiri
                            sendiri.....jadinya bingung menentukan arah kebijakan bagi umatnya.
                            Dalam Alquran pasti mengandung Kitab Perjanjian Lama dan Baru. Dan
                            masih ditambahin lagi pikiran orang yang tidak di karuniai roh kudus.
                            Jadinya yang ada dalah penyesatan. Karena itu tapi confuse/bingung,
                            nggak berdikari sih, njiplak aja bisanya. Nyatanya negeri Islam yang
                            terlepas hubungan diplomatik dengan komunitas Barat hidupnya
                            sengsara, kini Palestina kesulitan ekonomi tidak bisa bayar
                            pekerjanya. Negara Arabpun tak bisa membantu banyak. Apa sanjata
                            ekomoni minyak sanggup mengatasi, saya rasa tidak.

                            Negara Barat terus melakukan inovasi dan diskoveri. Pengembangan
                            energi fuel cell, energi atom, dapat menjadi energi alternatif yang
                            murah dan berkapasitas besar. Kita hanya bisa nonton aja dan
                            beli........ Negara yang menjadi teman bangsa Israel akan makmur dan
                            negara yang memusuhi Israel akan berbalik tertindas INI JANJI TUHAN
                            yang TERTULIS PADA KITAB.

                            Semoga jadi renungan.
                          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.