Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [islam-kristen] Re: Menyembah

Expand Messages
  • A.C. Zulvan
    Dalam kaitannya dengan apakah Yeshua menyatakan bahwa dirinya adalah PUSAT KEIMANAN (yang patut disembah sebagai Tuhan), mari kita coba kaji PENGAJARAN Yeshua
    Message 1 of 26 , Jun 30, 2004
    • 0 Attachment
      Dalam kaitannya dengan apakah Yeshua menyatakan bahwa dirinya adalah PUSAT
      KEIMANAN (yang patut disembah sebagai Tuhan), mari kita coba kaji PENGAJARAN
      Yeshua Ha-Masiach.



      Umat Kristen percaya bahwa Alkitab memerintahkan untuk percaya bahwa Yesus
      adalah Allah. True or False?



      Umat Kristen percaya bahwa Yesus hadir ke dunia sebagai deklarasi keberadaan
      Tuhan yang mengorbankan dirinya demi menebus dosa umat manusia. True or
      False?



      Umat Kristen percaya bahwa kita harus percaya kepada Yesus sebagai Tuhan,
      meski murid-murid Yesus sendiri pada waktu itu tidak tahu dan tidak percaya
      bahwa Yesus adalah Allah. True or False?



      Sekedar ingin mengetahui kebenaran dari anda sekalian, sekarang, mari kita
      renungkan tentang ajaran Alkitab berikut ini:



      Pada masa Yeshua Ha-Masiach berada di bumi, orang-orang DAPAT MELIHAT diri,
      rupa dan wujud Yesus Kristus.



      Coba BAYANGKAN kalau diri ANDA sedang DUDUK di HADAPAN YESHUA, dan Yeshua
      ADA di hadapan anda.



      BAYANGKAN diri ANDA berada di hadapan Yeshua Ha-Masiach di saat beliau
      sedang mengajar.



      Bila anda hadir duduk di sana, maka anda akan dengan jelas MELIHAT,
      MENDENGAR bahkan dapat MEMEGANG dan MENYENTUH TUBUH YESUS.



      Di saat anda hadir di tengah-tengah murid-murid Yesus, kemudian anda
      perhatikan Kristus berkata:



      Yoh

      12:44. Tetapi Yesus berseru kata-ya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia
      BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;

      12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.



      Kemudian anda perhatikan kata-kata Yesus tentang siapa DIA yang dimaksudkan
      oleh Yesus:



      "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu
      lihat," (Yoh 5:37)



      Coba anda renungkan, Yesus mengajarkan kepada siapa sesungguhnya manusia
      harus percaya.



      Pada saat itu anda sedang duduk di hadapan Yesus, anda bisa melihat beliau
      dan mendengarkan suara beliau, tetapi Yesus mengatakan "BUKAN PERCAYA
      KEPADA-KU," (Yoh 12:44)



      Yesus mengajarkan untuk percaya "KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;" dan
      "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)



      Sedangkan wujud DIA yang dimaksudkan oleh Yesus adalah:



      "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu
      lihat," (Yoh 5:37)



      Bagaimana bisa demikian? Bila Yesus adalah Allah itu, mengapa Yesus
      mengatakan bahwa dirinya BUKAN PUSAT KEPERCAYAAN manusia itu?



      Di saat anda dapat melihat, mendengar dan menyentuh tubuh Yesus, Yesus
      mengatakan bahwa Allah itu adalah "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya,
      rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)



      Kemudian tentang DIA itu Yesus berkata: "Engkau, satu-satunya Allah yang
      benar" (Yoh 17:3)



      Jadi, apakah Yesus memang menginginkan anda percaya bahwa dirinya adalah
      Allah? Atau justru kepercayaan tentang Yesus adalah Allah itu adalah bukan
      ajaran Yesus, sebagaimana beliau berkata:



      "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;"



      How to explain this?



      Salam.





      ----- Original Message -----
      From: "Yohannes" <samanam@...>
      To: "Islam-Kristen" <islam-kristen@yahoogroups.com>
      Sent: Saturday, June 26, 2004 5:00 PM
      Subject: [islam-kristen] Re: Menyembah


      > On 16/06/2004 at 11:21 PM "Heart of Hearts" <hhearts@...>
      > wrote:
      >
      > > Maksud yg saya pertanyakan adalah, tunjukkan di Alkitab kalau benar
      > > Yesus secara explisit ingin disembah!
      >
      > Yohannes:
      > Sama saja toh? Jika Yesus Kristus "melarang", berarti Dia tidak ingin
      > disembah, tetapi gimana kalo sebaliknya Yesus Kristus 'nggak melarang?
      >
      > > Tentu saja saya pergunakan kata "ingin disembah" seandainya tdk ada
      > > reaksi penolakan dari Yesus Sendiri dalam membiarkan orang
      > > menyembahnya.
      >
      > Yohannes:
      > Lihat tanggapan di atas.
      >
      > > Anda tidak bisa beranggapan mengira semua REAKSI Yesus Kristus ttg
      > > membiarkan dirinya disembah ditulis di Alkitab shg terlihat kesan
      > > seolah Yesus membiarkan dirinya disembah dan layak disembah.
      >
      > Yohannes:
      > Saya tidak maen anggap-anggapan, tetapi saya perhatikan pola
      > kalimatnya.
      >
      > > Penyembahan berkaitan erat dengan kemuliaan/kehormatan. Dan anda sdh
      > > saya tunjukkan Yesaya 42:8 bhw kemuliaan hanya ada pada Allah
      > > YMBesar.
      >
      > Yohannes:
      > Sudah ditanggapi lewat mail yang lain.
      >
      > > Coba anda singkirkan dulu hal-hal CARA atau SIKAP yang
      > > diperbuat/ditunjukkan umat manusia thd Yesus Kristus, sebaiknya anda
      > > berfokus kepada CARA/SIKAP yg ditunjukkan Yesus terhadap ALLAH
      > > YMBesar. Antara lain, CARA/SIKAP Yesus terhadap
      > > "kemuliaan/kehormatan" yang DIBERIKAN ALLAH YMBesar kepadanya apabila
      > > umat manusia merendahkan diri mereka kepada Yesus Kristus sebagaimana
      > > ayat-ayat yang banyak anda kutip itu.
      >
      > Yohannes:
      > Sikap Yesus Kristus terhadap Bapa-Nya, dapat dibandingkan dengan sikap
      > Saudara terhadap orang tua kandung sendiri.
      >
      > > Satu hal lagi, kata "menyembah" tidak selamanya berarti "beribadat"
      > > kepadanya. Kata itu bisa mengartikan "menaruh rasa hormat semata sama
      > > seperti thd raja yg dipertuan agungkan. Cobalah anda jujur terhadap
      > > duiri anda. Anda tdk perlu malu dengan diri anda. :)
      >
      > Yohannes:
      > Lantas, mengapa justru dipersoalkan kata "menyembah Yesus"? Bukankah
      > seorang anak dapat menyembah orang tuanya? Bukankah rakyat dapat
      > menyembah raja mereka? Bukankah umat manusia dapat menyembah Allah? Apa
      > yang menjadi "motivasi" penyembahan itu?
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > Yahoo! Groups Links
      >
      >
      >
      >
      >
      >
    • Arijanto
      Mas Zulvan ytk, Sudah dibilang berkali-kali bahwa itulah cara Yesus untuk mengajarkan agar manusia (termasuk murid2-Nya) agar tidak menyembah kepada sesuatu
      Message 2 of 26 , Jul 1, 2004
      • 0 Attachment
        Mas Zulvan ytk,

        Sudah dibilang berkali-kali bahwa itulah cara Yesus untuk mengajarkan agar
        manusia (termasuk murid2-Nya) agar tidak menyembah kepada "sesuatu" yang
        fana. Ketika Yesus masih hidup dgn tubuh nyata (yang Zhahir, menurut
        QS.57:3), Yesus bisa dipegang/ disentuh, maka Yesus mengajarkan kepada para
        pengikut-Nya mulai dari tauhid dasar. Baru setelah pelajaran mulai meningkat
        dan meningkat terus mulailah Yesus sedikit demi sedikit "mengungkapkan"
        siapa sebenarnya Dia.

        Mat 16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang
        hidup!"
        17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan
        manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga."

        Inipun masih dalam lingkungan terbatas karena misi-Nya belum selesai; dalam
        ayat 20 Yesus berkata: "Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan
        memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias."

        Kemudian naik satu "tingkatan pemahaman" lagi, Yesus mengatakan sudah ada
        sebelum Abraham ( Yoh 8:58 ). Artinya Yesus mengatakan bahwa Dia sudah ada
        dalam "wujud" yang lain dan bukan seperti saat itu tubuh berdaging, karena
        secara historis-biologis Yesus belum dilahirkan sebagai manusia.

        Naik satu "tingkatan" lagi, Yesus mengatakan bahwa Dia dan Bapa adalah Satu
        (Yoh 10:30).

        Saat Yesus sudah mempunyai tubuh kekal (Yang Bathin - menurut QS. 57:3, Dzat
        Yang Maha Kudus), yaitu setelah kebangkitan dari antara orang mati, maka
        ditingkatkan lagi "keimanan" mereka disaat-saat terakhir sebelum kenaikannya
        ke sorga dalam ayat2 sbb:

        Mat.28:16-18 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang
        telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka
        menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan
        berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

        Jadi kata siapa murid-Nya tidak ada yang menyembah Yesus? Dan saat itu Yesus
        tidak menolak apa yang sudah dilakukan oleh beberapa murid-Nya tsb.

        Dan setelah berada di sorga, Yesus memberikan wahyu kepada Yohannes berupa
        penglihatan yang harus dituliskan.
        Wahyu 1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat
        Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan
        meratapi Dia. Ya, amin.
        8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah
        ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

        Dan hingga saat ini Yesus bukan lagi dalam tubuh yang fana, melainkan dalam
        tubuh Yang Kekal, Dzat Yang Maha Kudus, Yang Bathin itulah yang kami sembah.

        Semoga Tuhan Al Khalik, Sang Putra dan Roh Kudus memberikan pencerahan
        kepada anda semua. Amin.

        Syalom.










        -----Original Message-----
        From: A.C. Zulvan [mailto:zac@...]
        Sent: Wednesday, June 30, 2004 7:51 PM
        To: islam-kristen@yahoogroups.com
        Subject: Re: [islam-kristen] Re: Menyembah


        Dalam kaitannya dengan apakah Yeshua menyatakan bahwa dirinya adalah PUSAT
        KEIMANAN (yang patut disembah sebagai Tuhan), mari kita coba kaji PENGAJARAN
        Yeshua Ha-Masiach.



        Umat Kristen percaya bahwa Alkitab memerintahkan untuk percaya bahwa Yesus
        adalah Allah. True or False?



        Umat Kristen percaya bahwa Yesus hadir ke dunia sebagai deklarasi keberadaan
        Tuhan yang mengorbankan dirinya demi menebus dosa umat manusia. True or
        False?



        Umat Kristen percaya bahwa kita harus percaya kepada Yesus sebagai Tuhan,
        meski murid-murid Yesus sendiri pada waktu itu tidak tahu dan tidak percaya
        bahwa Yesus adalah Allah. True or False?



        Sekedar ingin mengetahui kebenaran dari anda sekalian, sekarang, mari kita
        renungkan tentang ajaran Alkitab berikut ini:



        Pada masa Yeshua Ha-Masiach berada di bumi, orang-orang DAPAT MELIHAT diri,
        rupa dan wujud Yesus Kristus.



        Coba BAYANGKAN kalau diri ANDA sedang DUDUK di HADAPAN YESHUA, dan Yeshua
        ADA di hadapan anda.



        BAYANGKAN diri ANDA berada di hadapan Yeshua Ha-Masiach di saat beliau
        sedang mengajar.



        Bila anda hadir duduk di sana, maka anda akan dengan jelas MELIHAT,
        MENDENGAR bahkan dapat MEMEGANG dan MENYENTUH TUBUH YESUS.



        Di saat anda hadir di tengah-tengah murid-murid Yesus, kemudian anda
        perhatikan Kristus berkata:



        Yoh

        12:44. Tetapi Yesus berseru kata-ya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia
        BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;

        12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.



        Kemudian anda perhatikan kata-kata Yesus tentang siapa DIA yang dimaksudkan
        oleh Yesus:



        "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu
        lihat," (Yoh 5:37)



        Coba anda renungkan, Yesus mengajarkan kepada siapa sesungguhnya manusia
        harus percaya.



        Pada saat itu anda sedang duduk di hadapan Yesus, anda bisa melihat beliau
        dan mendengarkan suara beliau, tetapi Yesus mengatakan "BUKAN PERCAYA
        KEPADA-KU," (Yoh 12:44)



        Yesus mengajarkan untuk percaya "KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;" dan
        "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)



        Sedangkan wujud DIA yang dimaksudkan oleh Yesus adalah:



        "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu
        lihat," (Yoh 5:37)



        Bagaimana bisa demikian? Bila Yesus adalah Allah itu, mengapa Yesus
        mengatakan bahwa dirinya BUKAN PUSAT KEPERCAYAAN manusia itu?



        Di saat anda dapat melihat, mendengar dan menyentuh tubuh Yesus, Yesus
        mengatakan bahwa Allah itu adalah "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya,
        rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)



        Kemudian tentang DIA itu Yesus berkata: "Engkau, satu-satunya Allah yang
        benar" (Yoh 17:3)



        Jadi, apakah Yesus memang menginginkan anda percaya bahwa dirinya adalah
        Allah? Atau justru kepercayaan tentang Yesus adalah Allah itu adalah bukan
        ajaran Yesus, sebagaimana beliau berkata:



        "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;"



        How to explain this?



        Salam.





        ----- Original Message -----
        From: "Yohannes" <samanam@...>
        To: "Islam-Kristen" <islam-kristen@yahoogroups.com>
        Sent: Saturday, June 26, 2004 5:00 PM
        Subject: [islam-kristen] Re: Menyembah


        > On 16/06/2004 at 11:21 PM "Heart of Hearts" <hhearts@...>
        > wrote:
        >
        > > Maksud yg saya pertanyakan adalah, tunjukkan di Alkitab kalau benar
        > > Yesus secara explisit ingin disembah!
        >
        > Yohannes:
        > Sama saja toh? Jika Yesus Kristus "melarang", berarti Dia tidak ingin
        > disembah, tetapi gimana kalo sebaliknya Yesus Kristus 'nggak melarang?
        >
        > > Tentu saja saya pergunakan kata "ingin disembah" seandainya tdk ada
        > > reaksi penolakan dari Yesus Sendiri dalam membiarkan orang
        > > menyembahnya.
        >
        > Yohannes:
        > Lihat tanggapan di atas.
        >
        > > Anda tidak bisa beranggapan mengira semua REAKSI Yesus Kristus ttg
        > > membiarkan dirinya disembah ditulis di Alkitab shg terlihat kesan
        > > seolah Yesus membiarkan dirinya disembah dan layak disembah.
        >
        > Yohannes:
        > Saya tidak maen anggap-anggapan, tetapi saya perhatikan pola
        > kalimatnya.
        >
        > > Penyembahan berkaitan erat dengan kemuliaan/kehormatan. Dan anda sdh
        > > saya tunjukkan Yesaya 42:8 bhw kemuliaan hanya ada pada Allah
        > > YMBesar.
        >
        > Yohannes:
        > Sudah ditanggapi lewat mail yang lain.
        >
        > > Coba anda singkirkan dulu hal-hal CARA atau SIKAP yang
        > > diperbuat/ditunjukkan umat manusia thd Yesus Kristus, sebaiknya anda
        > > berfokus kepada CARA/SIKAP yg ditunjukkan Yesus terhadap ALLAH
        > > YMBesar. Antara lain, CARA/SIKAP Yesus terhadap
        > > "kemuliaan/kehormatan" yang DIBERIKAN ALLAH YMBesar kepadanya apabila
        > > umat manusia merendahkan diri mereka kepada Yesus Kristus sebagaimana
        > > ayat-ayat yang banyak anda kutip itu.
        >
        > Yohannes:
        > Sikap Yesus Kristus terhadap Bapa-Nya, dapat dibandingkan dengan sikap
        > Saudara terhadap orang tua kandung sendiri.
        >
        > > Satu hal lagi, kata "menyembah" tidak selamanya berarti "beribadat"
        > > kepadanya. Kata itu bisa mengartikan "menaruh rasa hormat semata sama
        > > seperti thd raja yg dipertuan agungkan. Cobalah anda jujur terhadap
        > > duiri anda. Anda tdk perlu malu dengan diri anda. :)
        >
        > Yohannes:
        > Lantas, mengapa justru dipersoalkan kata "menyembah Yesus"? Bukankah
        > seorang anak dapat menyembah orang tuanya? Bukankah rakyat dapat
        > menyembah raja mereka? Bukankah umat manusia dapat menyembah Allah? Apa
        > yang menjadi "motivasi" penyembahan itu?
        >
        >
        >
        >
        >
        >
        > Yahoo! Groups Links
        >
        >
        >
        >
        >
        >






        Yahoo! Groups Links
      • Chao Yue
        Kakak Zulvan, shalom aleychem. Mohon dikoreksi bahwa orang Kristen memercayai Tuhan Yesus menyerahkan diri. Itu TRUE , lihat Markus 8:31-38, dan seterusnya,
        Message 3 of 26 , Jul 3, 2004
        • 0 Attachment
          Kakak Zulvan,

          shalom aleychem.
          Mohon dikoreksi bahwa orang Kristen memercayai Tuhan
          Yesus menyerahkan diri. Itu "TRUE", lihat Markus
          8:31-38, dan seterusnya, Tuhan telah memberi 3 kali
          peringatan penderitaan-NYA!!!
          Oya, yang masalah Yoh 12:44. Tetapi Yesus berseru
          kata-ya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia
          BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah
          mengutus Aku;

          12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia,
          yang telah mengutus Aku.

          bukannya itu = anda mengatakan : Yesus itu Tuhan,
          sehingga Yesus bila yang lihat Dia sama dengan lihat
          ke Tuhan?

          --- Arijanto <arijanto@...> wrote:

          ---------------------------------
          Mas Zulvan ytk,

          Sudah dibilang berkali-kali bahwa itulah cara Yesus
          untuk mengajarkan agar
          manusia (termasuk murid2-Nya) agar tidak menyembah
          kepada "sesuatu" yang
          fana. Ketika Yesus masih hidup dgn tubuh nyata (yang
          Zhahir, menurut
          QS.57:3), Yesus bisa dipegang/ disentuh, maka Yesus
          mengajarkan kepada para
          pengikut-Nya mulai dari tauhid dasar. Baru setelah
          pelajaran mulai meningkat
          dan meningkat terus mulailah Yesus sedikit demi
          sedikit "mengungkapkan"
          siapa sebenarnya Dia.

          Mat 16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah
          Mesias, Anak Allah yang
          hidup!"
          17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon
          bin Yunus sebab bukan
          manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan
          Bapa-Ku yang di sorga."

          Inipun masih dalam lingkungan terbatas karena misi-Nya
          belum selesai; dalam
          ayat 20 Yesus berkata: "Lalu Yesus melarang
          murid-murid-Nya supaya jangan
          memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias."

          Kemudian naik satu "tingkatan pemahaman" lagi, Yesus
          mengatakan sudah ada
          sebelum Abraham ( Yoh 8:58 ). Artinya Yesus mengatakan
          bahwa Dia sudah ada
          dalam "wujud" yang lain dan bukan seperti saat itu
          tubuh berdaging, karena
          secara historis-biologis Yesus belum dilahirkan
          sebagai manusia.

          Naik satu "tingkatan" lagi, Yesus mengatakan bahwa Dia
          dan Bapa adalah Satu
          (Yoh 10:30).

          Saat Yesus sudah mempunyai tubuh kekal (Yang Bathin -
          menurut QS. 57:3, Dzat
          Yang Maha Kudus), yaitu setelah kebangkitan dari
          antara orang mati, maka
          ditingkatkan lagi "keimanan" mereka disaat-saat
          terakhir sebelum kenaikannya
          ke sorga dalam ayat2 sbb:

          Mat.28:16-18 Dan kesebelas murid itu berangkat ke
          Galilea, ke bukit yang
          telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat
          Dia mereka
          menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus
          mendekati mereka dan
          berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di
          sorga dan di bumi.

          Jadi kata siapa murid-Nya tidak ada yang menyembah
          Yesus? Dan saat itu Yesus
          tidak menolak apa yang sudah dilakukan oleh beberapa
          murid-Nya tsb.

          Dan setelah berada di sorga, Yesus memberikan wahyu
          kepada Yohannes berupa
          penglihatan yang harus dituliskan.
          Wahyu 1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan
          setiap mata akan melihat
          Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua
          bangsa di bumi akan
          meratapi Dia. Ya, amin.
          8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah,
          yang ada dan yang sudah
          ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

          Dan hingga saat ini Yesus bukan lagi dalam tubuh yang
          fana, melainkan dalam
          tubuh Yang Kekal, Dzat Yang Maha Kudus, Yang Bathin
          itulah yang kami sembah.

          Semoga Tuhan Al Khalik, Sang Putra dan Roh Kudus
          memberikan pencerahan
          kepada anda semua. Amin.

          Syalom.










          -----Original Message-----
          From: A.C. Zulvan [mailto:zac@...]
          Sent: Wednesday, June 30, 2004 7:51 PM
          To: islam-kristen@yahoogroups.com
          Subject: Re: [islam-kristen] Re: Menyembah


          Dalam kaitannya dengan apakah Yeshua menyatakan bahwa
          dirinya adalah PUSAT
          KEIMANAN (yang patut disembah sebagai Tuhan), mari
          kita coba kaji PENGAJARAN
          Yeshua Ha-Masiach.



          Umat Kristen percaya bahwa Alkitab memerintahkan untuk
          percaya bahwa Yesus
          adalah Allah. True or False?



          Umat Kristen percaya bahwa Yesus hadir ke dunia
          sebagai deklarasi keberadaan
          Tuhan yang mengorbankan dirinya demi menebus dosa umat
          manusia. True or
          False?



          Umat Kristen percaya bahwa kita harus percaya kepada
          Yesus sebagai Tuhan,
          meski murid-murid Yesus sendiri pada waktu itu tidak
          tahu dan tidak percaya
          bahwa Yesus adalah Allah. True or False?



          Sekedar ingin mengetahui kebenaran dari anda sekalian,
          sekarang, mari kita
          renungkan tentang ajaran Alkitab berikut ini:



          Pada masa Yeshua Ha-Masiach berada di bumi,
          orang-orang DAPAT MELIHAT diri,
          rupa dan wujud Yesus Kristus.



          Coba BAYANGKAN kalau diri ANDA sedang DUDUK di HADAPAN
          YESHUA, dan Yeshua
          ADA di hadapan anda.



          BAYANGKAN diri ANDA berada di hadapan Yeshua
          Ha-Masiach di saat beliau
          sedang mengajar.



          Bila anda hadir duduk di sana, maka anda akan dengan
          jelas MELIHAT,
          MENDENGAR bahkan dapat MEMEGANG dan MENYENTUH TUBUH
          YESUS.



          Di saat anda hadir di tengah-tengah murid-murid Yesus,
          kemudian anda
          perhatikan Kristus berkata:



          Yoh

          12:44. Tetapi Yesus berseru kata-ya: "Barangsiapa
          percaya kepada-Ku, ia
          BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah
          mengutus Aku;

          12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia,
          yang telah mengutus Aku.



          Kemudian anda perhatikan kata-kata Yesus tentang siapa
          DIA yang dimaksudkan
          oleh Yesus:



          "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun
          tidak pernah kamu
          lihat," (Yoh 5:37)



          Coba anda renungkan, Yesus mengajarkan kepada siapa
          sesungguhnya manusia
          harus percaya.



          Pada saat itu anda sedang duduk di hadapan Yesus, anda
          bisa melihat beliau
          dan mendengarkan suara beliau, tetapi Yesus mengatakan
          "BUKAN PERCAYA
          KEPADA-KU," (Yoh 12:44)



          Yesus mengajarkan untuk percaya "KEPADA DIA, yang
          telah mengutus Aku;" dan
          "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)



          Sedangkan wujud DIA yang dimaksudkan oleh Yesus
          adalah:



          "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun
          tidak pernah kamu
          lihat," (Yoh 5:37)



          Bagaimana bisa demikian? Bila Yesus adalah Allah itu,
          mengapa Yesus
          mengatakan bahwa dirinya BUKAN PUSAT KEPERCAYAAN
          manusia itu?



          Di saat anda dapat melihat, mendengar dan menyentuh
          tubuh Yesus, Yesus
          mengatakan bahwa Allah itu adalah "Kamu tidak pernah
          mendengar suara-Nya,
          rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)



          Kemudian tentang DIA itu Yesus berkata: "Engkau,
          satu-satunya Allah yang
          benar" (Yoh 17:3)



          Jadi, apakah Yesus memang menginginkan anda percaya
          bahwa dirinya adalah
          Allah? Atau justru kepercayaan tentang Yesus adalah
          Allah itu adalah bukan
          ajaran Yesus, sebagaimana beliau berkata:



          "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang
          telah mengutus Aku;"



          How to explain this?



          Salam.





          ----- Original Message -----
          From: "Yohannes" <samanam@...>
          To: "Islam-Kristen" <islam-kristen@yahoogroups.com>
          Sent: Saturday, June 26, 2004 5:00 PM
          Subject: [islam-kristen] Re: Menyembah


          > On 16/06/2004 at 11:21 PM "Heart of Hearts"
          <hhearts@...>
          > wrote:
          >
          > > Maksud yg saya pertanyakan adalah, tunjukkan di
          Alkitab kalau benar
          > > Yesus secara explisit ingin disembah!
          >
          > Yohannes:
          > Sama saja toh? Jika Yesus Kristus "melarang",
          berarti Dia tidak ingin
          > disembah, tetapi gimana kalo sebaliknya Yesus
          Kristus 'nggak melarang?
          >
          > > Tentu saja saya pergunakan kata "ingin disembah"
          seandainya tdk ada
          > > reaksi penolakan dari Yesus Sendiri dalam
          membiarkan orang
          > > menyembahnya.
          >
          > Yohannes:
          > Lihat tanggapan di atas.
          >
          > > Anda tidak bisa beranggapan mengira semua REAKSI
          Yesus Kristus ttg
          > > membiarkan dirinya disembah ditulis di Alkitab shg
          terlihat kesan
          > > seolah Yesus membiarkan dirinya disembah dan layak
          disembah.
          >
          > Yohannes:
          > Saya tidak maen anggap-anggapan, tetapi saya
          perhatikan pola
          > kalimatnya.
          >
          > > Penyembahan berkaitan erat dengan
          kemuliaan/kehormatan. Dan anda sdh
          > > saya tunjukkan Yesaya 42:8 bhw kemuliaan hanya ada
          pada Allah
          > > YMBesar.
          >
          > Yohannes:
          > Sudah ditanggapi lewat mail yang lain.
          >
          > > Coba anda singkirkan dulu hal-hal CARA atau SIKAP
          yang
          > > diperbuat/ditunjukkan umat manusia thd Yesus
          Kristus, sebaiknya anda
          > > berfokus kepada CARA/SIKAP yg ditunjukkan Yesus
          terhadap ALLAH
          > > YMBesar. Antara lain, CARA/SIKAP Yesus terhadap
          > > "kemuliaan/kehormatan" yang DIBERIKAN ALLAH
          YMBesar kepadanya apabila
          > > umat manusia merendahkan diri mereka kepada Yesus
          Kristus sebagaimana
          > > ayat-ayat yang banyak anda kutip itu.
          >
          > Yohannes:
          > Sikap Yesus Kristus terhadap Bapa-Nya, dapat
          dibandingkan dengan sikap
          > Saudara terhadap orang tua kandung sendiri.
          >
          > > Satu hal lagi, kata "menyembah" tidak selamanya
          berarti "beribadat"
          > > kepadanya. Kata itu bisa mengartikan "menaruh rasa
          hormat semata sama
          > > seperti thd raja yg dipertuan agungkan. Cobalah
          anda jujur terhadap
          > > duiri anda. Anda tdk perlu malu dengan diri anda.
          :)
          >
          > Yohannes:
          > Lantas, mengapa justru dipersoalkan kata "menyembah
          Yesus"? Bukankah
          > seorang anak dapat menyembah orang tuanya? Bukankah
          rakyat dapat
          > menyembah raja mereka? Bukankah umat manusia dapat
          menyembah Allah? Apa
          > yang menjadi "motivasi" penyembahan itu?
          >
          >
          >
          >
          >
          >
          > Yahoo! Groups Links
          >
          >
          >
          >
          >
          >






          Yahoo! Groups Links








          Yahoo! Groups Sponsor ADVERTISEMENT


          ---------------------------------
          Yahoo! Groups Links

          To visit your group on the web, go to:
          http://groups.yahoo.com/group/islam-kristen/

          To unsubscribe from this group, send an email to:
          islam-kristen-unsubscribe@yahoogroups.com

          Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
          Terms of Service.






          ___________________________________________________________ALL-NEW Yahoo! Messenger - sooooo many all-new ways to express yourself http://uk.messenger.yahoo.com
        • Yohannes
          Anda tentu memahami makna dua frasa di bawah ini: [1] Bukan terang, tetapi gelap [kontradiktif] [2] Bukan terang, tetapi menyilaukan [kumulatif] Dengan
          Message 4 of 26 , Jul 4, 2004
          • 0 Attachment
            Anda tentu memahami makna dua frasa di bawah ini:

            [1] Bukan terang, tetapi gelap [kontradiktif]
            [2] Bukan terang, tetapi menyilaukan [kumulatif]

            Dengan mencomot sepenggal ayat, Yohanes 12:44, Anda dapat menganggap
            bahwa Yesus Kristus menyatakan seperti nomer [1], tetapi jika Anda baca
            keseluruhan injil Yohanes, maka akan tampak bahwa Yesus Kristus
            menyatakan seperti nomer [2].

            "IÊSOUS {Yesus} DE {tetapi} EKRAXEN {Dia berseru} KAI {dan} EIPEN {Dia
            berkata} HO {yang} PISTEUÔN {percaya} EIS {kepada} EME {-Ku} OU {tidak}
            PISTEUEI {ia percaya} EIS {kepada} EME {-Ku} ALL {melainkan} EIS
            {kepada} TON {yang} PEMPSANTA {mengutus} ME {-Ku}"

            Coba Anda bandingkan bagaimana New International Version menerjemahkan
            ayat yang Anda maksud, "Then Jesus cried out, 'When a man believes in
            me, he does not believe in me ONLY, but in the one who sent me.'"

            Ada dua kata sambung (konjungsi) Yunani yang bermakna "tetapi", yaitu
            'DE' dan 'ALLA', yang pertama sering digunakan untuk mempertentangkan
            dua hal (adversatif dan kontradiktif), namun yang kedua berbeda karena
            membedakan (bukan mempertentangkan), dalam kaidah tata bahasa disebut
            partikel 'superaddition', menambah apa yang disebutkan sebelumnya. Kata
            'ALLA' ini berasal dari kata 'ALLOS', "yang lain". Jika suatu kalimat
            menggunakan ungkapan "OU .... ALLA ...." maka maknanya senantiasa
            "bukan hanya .... tetapi juga ....", bandingkan dengan Yohanes 5:18,
            11:52 dan 12:9.

            Mungkinkah seseorang berkata, "yang percaya kepadaku, bukan percaya
            kepadaku, melainkan kepada orang lain"? Untuk apa ia mengatakan "yang
            percaya kepadaku" karena jelas anak kalimat pertama bertentangan dengan
            yang berikutnya.

            * Matius 10:40, "Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan
            barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku."

            * Markus 9:37, ""Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam
            nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku
            yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."

            * Yohanes 5:23, "supaya semua orang menghormati Anak sama seperti
            mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga
            tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia."

            * Yohanes 13:20, "Aku berkata kepadamu: 'Sesungguhnya barangsiapa
            menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima
            Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.'"

            * Yohanes 14:1, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah,
            percayalah juga kepada-Ku."

            ----- Original Message -----
            From: "A.C. Zulvan" <zac@...>
            Sent: Wednesday, June 30, 2004 7:50 PM

            Dalam kaitannya dengan apakah Yeshua menyatakan bahwa dirinya adalah
            PUSAT KEIMANAN (yang patut disembah sebagai Tuhan), mari kita coba kaji
            PENGAJARAN Yeshua Ha-Masiach.

            Umat Kristen percaya bahwa Alkitab memerintahkan untuk percaya bahwa
            Yesus adalah Allah. True or False?

            Umat Kristen percaya bahwa Yesus hadir ke dunia sebagai deklarasi
            keberadaan Tuhan yang mengorbankan dirinya demi menebus dosa umat
            manusia. True or False?

            Umat Kristen percaya bahwa kita harus percaya kepada Yesus sebagai
            Tuhan, meski murid-murid Yesus sendiri pada waktu itu tidak tahu dan
            tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah. True or False?

            Sekedar ingin mengetahui kebenaran dari anda sekalian, sekarang, mari
            kita renungkan tentang ajaran Alkitab berikut ini:

            Pada masa Yeshua Ha-Masiach berada di bumi, orang-orang DAPAT MELIHAT
            diri, rupa dan wujud Yesus Kristus.

            Coba BAYANGKAN kalau diri ANDA sedang DUDUK di HADAPAN YESHUA, dan
            Yeshua ADA di hadapan anda.

            BAYANGKAN diri ANDA berada di hadapan Yeshua Ha-Masiach di saat beliau
            sedang mengajar.

            Bila anda hadir duduk di sana, maka anda akan dengan jelas MELIHAT,
            MENDENGAR bahkan dapat MEMEGANG dan MENYENTUH TUBUH YESUS.

            Di saat anda hadir di tengah-tengah murid-murid Yesus, kemudian anda
            perhatikan Kristus berkata:

            Yoh

            12:44. Tetapi Yesus berseru kata-ya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia
            BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;

            12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus
            Aku.

            Kemudian anda perhatikan kata-kata Yesus tentang siapa DIA yang
            dimaksudkan oleh Yesus:

            "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu
            lihat," (Yoh 5:37)

            Coba anda renungkan, Yesus mengajarkan kepada siapa sesungguhnya
            manusia harus percaya.

            Pada saat itu anda sedang duduk di hadapan Yesus, anda bisa melihat
            beliau dan mendengarkan suara beliau, tetapi Yesus mengatakan "BUKAN
            PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)

            Yesus mengajarkan untuk percaya "KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;"
            dan "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)

            Sedangkan wujud DIA yang dimaksudkan oleh Yesus adalah:

            "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu
            lihat," (Yoh 5:37)

            Bagaimana bisa demikian? Bila Yesus adalah Allah itu, mengapa Yesus
            mengatakan bahwa dirinya BUKAN PUSAT KEPERCAYAAN manusia itu?

            Di saat anda dapat melihat, mendengar dan menyentuh tubuh Yesus, Yesus
            mengatakan bahwa Allah itu adalah "Kamu tidak pernah mendengar
            suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)

            Kemudian tentang DIA itu Yesus berkata: "Engkau, satu-satunya Allah
            yang benar" (Yoh 17:3)

            Jadi, apakah Yesus memang menginginkan anda percaya bahwa dirinya
            adalah Allah? Atau justru kepercayaan tentang Yesus adalah Allah itu
            adalah bukan ajaran Yesus, sebagaimana beliau berkata:

            "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;"

            How to explain this?

            Salam.
          • Tamam
            ikut nimbrung dikit ... Jika kita seorang utusan maka tentu akan berkata seperti Yesus. Misalkan saya diutus oleh pak Kades untuk menyampaikan kepada warga
            Message 5 of 26 , Jul 13, 2004
            • 0 Attachment
              ikut nimbrung dikit ...
              Jika kita seorang utusan maka tentu akan berkata seperti Yesus.
              Misalkan saya diutus oleh pak Kades untuk menyampaikan kepada warga mengenai
              akan kedatangan pak Camat. Kemudian saya mengumumkan kepada warga agar mulai
              besuk warga segera mengecat rumahnya serta membersihkan lingkungannya karena
              akan ada kunjungan pak Camat. Ketika ada beberapa warga yang nggak percaya
              kalau akan ada pak Camat datang. (ah sok tahu lo, emang kamu saudaranya pak
              Camat apa ? komentar mereka) Maka saya akan bicara Kalian boleh saja nggak
              percaya sama aku tetapi percayalah sama pak Kades yang mengutus aku. Karena
              aku hanyalah ututsannya pak Kades. Apakah kalian lebih mengetahui tentang
              akan ada kunjungan atau tidak daripada pak Kades.
              Itulah bedanya cara menyampaikan seorang utusan dengan yang bukan utusan.
              Jika Yesus = Allah = Anak = Bapa = Sang Pencipta, tentu tidak ada lagi
              sebutan Utusan dan Yang Mengutus. Karena Utusan >< Yang Mengutus. Yang
              Mengutus mempunyai kedudukan lebih tinggi dari Utusan.

              ----- Original Message -----
              From: Yohannes <samanam@...>
              To: Islam-Kristen <islam-kristen@yahoogroups.com>
              Sent: Monday, July 05, 2004 9:23 AM
              Subject: [islam-kristen] Re: Menyembah


              > Anda tentu memahami makna dua frasa di bawah ini:
              >
              > [1] Bukan terang, tetapi gelap [kontradiktif]
              > [2] Bukan terang, tetapi menyilaukan [kumulatif]
              >
              > Dengan mencomot sepenggal ayat, Yohanes 12:44, Anda dapat menganggap
              > bahwa Yesus Kristus menyatakan seperti nomer [1], tetapi jika Anda baca
              > keseluruhan injil Yohanes, maka akan tampak bahwa Yesus Kristus
              > menyatakan seperti nomer [2].
              >
              > "IÊSOUS {Yesus} DE {tetapi} EKRAXEN {Dia berseru} KAI {dan} EIPEN {Dia
              > berkata} HO {yang} PISTEUÔN {percaya} EIS {kepada} EME {-Ku} OU {tidak}
              > PISTEUEI {ia percaya} EIS {kepada} EME {-Ku} ALL {melainkan} EIS
              > {kepada} TON {yang} PEMPSANTA {mengutus} ME {-Ku}"
              >
              > Coba Anda bandingkan bagaimana New International Version menerjemahkan
              > ayat yang Anda maksud, "Then Jesus cried out, 'When a man believes in
              > me, he does not believe in me ONLY, but in the one who sent me.'"
              >
              > Ada dua kata sambung (konjungsi) Yunani yang bermakna "tetapi", yaitu
              > 'DE' dan 'ALLA', yang pertama sering digunakan untuk mempertentangkan
              > dua hal (adversatif dan kontradiktif), namun yang kedua berbeda karena
              > membedakan (bukan mempertentangkan), dalam kaidah tata bahasa disebut
              > partikel 'superaddition', menambah apa yang disebutkan sebelumnya. Kata
              > 'ALLA' ini berasal dari kata 'ALLOS', "yang lain". Jika suatu kalimat
              > menggunakan ungkapan "OU .... ALLA ...." maka maknanya senantiasa
              > "bukan hanya .... tetapi juga ....", bandingkan dengan Yohanes 5:18,
              > 11:52 dan 12:9.
              >
              > Mungkinkah seseorang berkata, "yang percaya kepadaku, bukan percaya
              > kepadaku, melainkan kepada orang lain"? Untuk apa ia mengatakan "yang
              > percaya kepadaku" karena jelas anak kalimat pertama bertentangan dengan
              > yang berikutnya.
              >
              > * Matius 10:40, "Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan
              > barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku."
              >
              > * Markus 9:37, ""Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam
              > nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku
              > yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."
              >
              > * Yohanes 5:23, "supaya semua orang menghormati Anak sama seperti
              > mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga
              > tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia."
              >
              > * Yohanes 13:20, "Aku berkata kepadamu: 'Sesungguhnya barangsiapa
              > menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima
              > Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.'"
              >
              > * Yohanes 14:1, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah,
              > percayalah juga kepada-Ku."
              >
              > ----- Original Message -----
              > From: "A.C. Zulvan" <zac@...>
              > Sent: Wednesday, June 30, 2004 7:50 PM
              >
              > Dalam kaitannya dengan apakah Yeshua menyatakan bahwa dirinya adalah
              > PUSAT KEIMANAN (yang patut disembah sebagai Tuhan), mari kita coba kaji
              > PENGAJARAN Yeshua Ha-Masiach.
              >
              > Umat Kristen percaya bahwa Alkitab memerintahkan untuk percaya bahwa
              > Yesus adalah Allah. True or False?
              >
              > Umat Kristen percaya bahwa Yesus hadir ke dunia sebagai deklarasi
              > keberadaan Tuhan yang mengorbankan dirinya demi menebus dosa umat
              > manusia. True or False?
              >
              > Umat Kristen percaya bahwa kita harus percaya kepada Yesus sebagai
              > Tuhan, meski murid-murid Yesus sendiri pada waktu itu tidak tahu dan
              > tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah. True or False?
              >
              > Sekedar ingin mengetahui kebenaran dari anda sekalian, sekarang, mari
              > kita renungkan tentang ajaran Alkitab berikut ini:
              >
              > Pada masa Yeshua Ha-Masiach berada di bumi, orang-orang DAPAT MELIHAT
              > diri, rupa dan wujud Yesus Kristus.
              >
              > Coba BAYANGKAN kalau diri ANDA sedang DUDUK di HADAPAN YESHUA, dan
              > Yeshua ADA di hadapan anda.
              >
              > BAYANGKAN diri ANDA berada di hadapan Yeshua Ha-Masiach di saat beliau
              > sedang mengajar.
              >
              > Bila anda hadir duduk di sana, maka anda akan dengan jelas MELIHAT,
              > MENDENGAR bahkan dapat MEMEGANG dan MENYENTUH TUBUH YESUS.
              >
              > Di saat anda hadir di tengah-tengah murid-murid Yesus, kemudian anda
              > perhatikan Kristus berkata:
              >
              > Yoh
              >
              > 12:44. Tetapi Yesus berseru kata-ya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia
              > BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;
              >
              > 12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus
              > Aku.
              >
              > Kemudian anda perhatikan kata-kata Yesus tentang siapa DIA yang
              > dimaksudkan oleh Yesus:
              >
              > "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu
              > lihat," (Yoh 5:37)
              >
              > Coba anda renungkan, Yesus mengajarkan kepada siapa sesungguhnya
              > manusia harus percaya.
              >
              > Pada saat itu anda sedang duduk di hadapan Yesus, anda bisa melihat
              > beliau dan mendengarkan suara beliau, tetapi Yesus mengatakan "BUKAN
              > PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)
              >
              > Yesus mengajarkan untuk percaya "KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;"
              > dan "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)
              >
              > Sedangkan wujud DIA yang dimaksudkan oleh Yesus adalah:
              >
              > "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu
              > lihat," (Yoh 5:37)
              >
              > Bagaimana bisa demikian? Bila Yesus adalah Allah itu, mengapa Yesus
              > mengatakan bahwa dirinya BUKAN PUSAT KEPERCAYAAN manusia itu?
              >
              > Di saat anda dapat melihat, mendengar dan menyentuh tubuh Yesus, Yesus
              > mengatakan bahwa Allah itu adalah "Kamu tidak pernah mendengar
              > suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yoh 5:37)
              >
              > Kemudian tentang DIA itu Yesus berkata: "Engkau, satu-satunya Allah
              > yang benar" (Yoh 17:3)
              >
              > Jadi, apakah Yesus memang menginginkan anda percaya bahwa dirinya
              > adalah Allah? Atau justru kepercayaan tentang Yesus adalah Allah itu
              > adalah bukan ajaran Yesus, sebagaimana beliau berkata:
              >
              > "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang telah mengutus Aku;"
              >
              > How to explain this?
              >
              > Salam.
              >
              >
              >
              >
              >
              >
              > Yahoo! Groups Links
              >
              >
              >
              >
              >
            • nong
              ... ... Alkitab kalau benar ... berarti Dia tidak ingin ... Kristus nggak melarang? Nong (new): eh, mr Yohanes. Ditiap rumah tidak
              Message 6 of 26 , Jul 19, 2004
              • 0 Attachment
                > On 16/06/2004 at 11:21 PM "Heart of Hearts"
                <hhearts@...>
                > wrote:
                >
                > > Maksud yg saya pertanyakan adalah, tunjukkan di
                Alkitab kalau benar
                > > Yesus secara explisit ingin disembah!
                >
                > Yohannes:
                > Sama saja toh? Jika Yesus Kristus "melarang",
                berarti Dia tidak ingin
                > disembah, tetapi gimana kalo sebaliknya Yesus
                Kristus 'nggak melarang?

                Nong (new):
                eh, mr Yohanes. Ditiap rumah tidak ditulis "maling
                dilarang masuk", berarti boleh maling masuk ya? kalau
                boleh kenapa malingnya digebuk?

                di tubuh cewek tidak ditulis : dilarang perkosa gue?
                berarti boleh diperkosa ya? kalau boleh kenapa
                pemerkosa dihukum??

                Kalau yesus tidak melarang menyembah dirinya, berarti
                anda boleh menyembah?

                yesus bilang "jalankan hukum taurat", berarti jangan
                lakukan hukum taurat ya (sama dgn pendapat Paulus)?

                > > Tentu saja saya pergunakan kata "ingin disembah"
                seandainya tdk ada
                > > reaksi penolakan dari Yesus Sendiri dalam
                membiarkan orang
                > > menyembahnya.
                >
                > Yohannes:
                > Lihat tanggapan di atas.
                >
                > > Anda tidak bisa beranggapan mengira semua REAKSI
                Yesus Kristus ttg
                > > membiarkan dirinya disembah ditulis di Alkitab shg
                terlihat kesan
                > > seolah Yesus membiarkan dirinya disembah dan layak
                disembah.
                >
                > Yohannes:
                > Saya tidak maen anggap-anggapan, tetapi saya
                perhatikan pola
                > kalimatnya.
                >
                > > Penyembahan berkaitan erat dengan
                kemuliaan/kehormatan. Dan anda sdh
                > > saya tunjukkan Yesaya 42:8 bhw kemuliaan hanya ada
                pada Allah
                > > YMBesar.
                >
                > Yohannes:
                > Sudah ditanggapi lewat mail yang lain.
                >
                > > Coba anda singkirkan dulu hal-hal CARA atau SIKAP
                yang
                > > diperbuat/ditunjukkan umat manusia thd Yesus
                Kristus, sebaiknya anda
                > > berfokus kepada CARA/SIKAP yg ditunjukkan Yesus
                terhadap ALLAH
                > > YMBesar. Antara lain, CARA/SIKAP Yesus terhadap
                > > "kemuliaan/kehormatan" yang DIBERIKAN ALLAH
                YMBesar kepadanya apabila
                > > umat manusia merendahkan diri mereka kepada Yesus
                Kristus sebagaimana
                > > ayat-ayat yang banyak anda kutip itu.
                >
                > Yohannes:
                > Sikap Yesus Kristus terhadap Bapa-Nya, dapat
                dibandingkan dengan sikap
                > Saudara terhadap orang tua kandung sendiri.

                Nong (new):
                Gue bukan orang tua gue!!! gue ya gue.

                > > Satu hal lagi, kata "menyembah" tidak selamanya
                berarti "beribadat"
                > > kepadanya. Kata itu bisa mengartikan "menaruh rasa
                hormat semata sama
                > > seperti thd raja yg dipertuan agungkan. Cobalah
                anda jujur terhadap
                > > duiri anda. Anda tdk perlu malu dengan diri anda.
                :)
                >
                > Yohannes:
                > Lantas, mengapa justru dipersoalkan kata "menyembah
                Yesus"? Bukankah
                > seorang anak dapat menyembah orang tuanya? Bukankah
                rakyat dapat
                > menyembah raja mereka? Bukankah umat manusia dapat
                menyembah Allah? Apa
                > yang menjadi "motivasi" penyembahan itu?

                Nong (new):
                itulah bahasa bible yang rusak!!!!!




                __________________________________
                Do you Yahoo!?
                Vote for the stars of Yahoo!'s next ad campaign!
                http://advision.webevents.yahoo.com/yahoo/votelifeengine/
              • Yohannes
                Yang mengutus memiliki kedudukan yang lebih tinggi, itu betul, tetapi dari segi hakekat, mereka itu sama. Ayah dapat mengutus anaknya pergi ke warung untuk
                Message 7 of 26 , Jul 21, 2004
                • 0 Attachment
                  Yang mengutus memiliki kedudukan yang lebih tinggi, itu betul, tetapi
                  dari segi hakekat, mereka itu sama. Ayah dapat mengutus anaknya pergi
                  ke warung untuk berbelanja, namun hakekat sang anak tetap tidak
                  berubah, ia tetap sebagai manusia, tidak berubah hakekat menjadi
                  kambing atau kucing.

                  Demikian pula dengan Yesus Kristus, secara hakekat Dia adalah "Allah".

                  Dalam pemikiran Yahudi, jika seseorang berkata, maka perkataannya
                  merupakan utusannya. Pemikiran inilah -- Allah berfirman maka Dia
                  mengutus firman-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya -- yang digunakan
                  oleh Allah tatkala Dia berfirman, begini:

                  * Yesaya 55:11, "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia
                  tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan
                  melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang
                  Kusuruhkan kepadanya." - "KÊN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi}
                  DEVÂRÎ {firman-Ku} 'ASYER {yang} YÊTSÊ' {ia akankeluar} MIPÎ {dari
                  mulut-Ku} LO'-YÂSYUV {tidak ia akan kembali} 'ÊLAY {kepada-Ku} RÊYQÂM
                  {sia-sia} KÎ {karena} 'IM-'ÂSÂH {ia akan melakukan} 'ET-'ASYER {yang}
                  KHÂFATSTÎ {Aku menghendaki} VEHITSLÎAKH {dan ia berhasil} 'ASYER {yang}
                  SYELAKHTÎV {Aku mengutusnya}"

                  ----- Original Message -----
                  From: "Tamam" <gochi@...>
                  To: <islam-kristen@yahoogroups.com>
                  Sent: Wednesday, July 14, 2004 10:51 AM
                  Subject: Re: [islam-kristen] Re: Menyembah

                  ikut nimbrung dikit ...

                  Jika kita seorang utusan maka tentu akan berkata seperti Yesus.

                  Misalkan saya diutus oleh pak Kades untuk menyampaikan kepada warga
                  mengenai akan kedatangan pak Camat. Kemudian saya mengumumkan kepada
                  warga agar mulai besuk warga segera mengecat rumahnya serta
                  membersihkan lingkungannya karena akan ada kunjungan pak Camat. Ketika
                  ada beberapa warga yang nggak percaya kalau akan ada pak Camat datang.
                  (ah sok tahu lo, emang kamu saudaranya pak Camat apa ? komentar mereka)
                  Maka saya akan bicara Kalian boleh saja nggak percaya sama aku tetapi
                  percayalah sama pak Kades yang mengutus aku. Karena aku hanyalah
                  ututsannya pak Kades. Apakah kalian lebih mengetahui tentang akan ada
                  kunjungan atau tidak daripada pak Kades.

                  Itulah bedanya cara menyampaikan seorang utusan dengan yang bukan
                  utusan. Jika Yesus = Allah = Anak = Bapa = Sang Pencipta, tentu tidak
                  ada lagi sebutan Utusan dan Yang Mengutus. Karena Utusan >< Yang
                  Mengutus. Yang Mengutus mempunyai kedudukan lebih tinggi dari Utusan.
                • Yohannes
                  ... Yohannes: Ilustrasi yang Saudara berikan adalah ilustrasi yang mengandung konotasi negatif . ... Yohannes: Tentu saja boleh! * Matius 28:17, Ketika
                  Message 8 of 26 , Aug 18, 2004
                  • 0 Attachment
                    On 19/07/2004 at 8:03 PM "nong" <nonghelman@...> wrote:

                    > Yohannes: [OLD]
                    > Sama saja toh? Jika Yesus Kristus "melarang", berarti Dia tidak
                    > ingin disembah, tetapi gimana kalo sebaliknya Yesus Kristus 'nggak
                    > melarang?
                    >
                    > Nong (new):
                    > eh, mr Yohanes. Ditiap rumah tidak ditulis "maling dilarang masuk",
                    > berarti boleh maling masuk ya? kalau boleh kenapa malingnya digebuk?
                    >
                    > di tubuh cewek tidak ditulis : dilarang perkosa gue? berarti boleh
                    > diperkosa ya? kalau boleh kenapa pemerkosa dihukum??

                    Yohannes:
                    Ilustrasi yang Saudara berikan adalah ilustrasi yang mengandung
                    konotasi "negatif".

                    > Kalau yesus tidak melarang menyembah dirinya, berarti anda boleh
                    > menyembah?

                    Yohannes:
                    Tentu saja boleh!

                    * Matius 28:17, "Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi
                    beberapa orang ragu-ragu."

                    * Lukas 24:52, "Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang
                    ke Yerusalem dengan sangat bersukacita."

                    > yesus bilang "jalankan hukum taurat", berarti jangan lakukan hukum
                    taurat ya (sama dgn pendapat Paulus)?

                    Yohannes:
                    Tidak ada perintah Yesus Kristus demikian.

                    > Yohannes:
                    > Sikap Yesus Kristus terhadap Bapa-Nya, dapat dibandingkan dengan
                    > sikap Saudara terhadap orang tua kandung sendiri.
                    >
                    > Nong (new):
                    > Gue bukan orang tua gue!!! gue ya gue.

                    Yohannes:
                    Yesus Kristus pun tidak pernah mengatakan bahwa Dia adalah Bapa. Yesus
                    Kristus adalah Allah, Bapa adalah Allah, sama halnya Saudara adalah
                    manusia dan orang tua Saudara pun manusia. Bagaimana sikap Saudara
                    terhadap orang tua Saudara?

                    > Yohannes: [OLD]
                    > Lantas, mengapa justru dipersoalkan kata "menyembah Yesus"? Bukankah
                    > seorang anak dapat menyembah orang tuanya? Bukankah rakyat dapat
                    > menyembah raja mereka? Bukankah umat manusia dapat menyembah Allah?
                    > Apa yang menjadi "motivasi" penyembahan itu?
                    >
                    > Nong (new):
                    > itulah bahasa bible yang rusak!!!!!

                    Yohannes:
                    Apanya yang rusak? Lihat saja pada saat Idulfitri, bukankah anak-anak
                    sujud menyembah orang tuanya, bahkan cium tangan segala?

                    Ajaran Islam memang menekankan bahwa yang harus disembah hanyalah
                    Allah SWT, dan tidak ada yang berhak disembah selain Allah, tetapi
                    benarkah demikian? Lihatlah kisah Adam! Bukankah para malaikat diminta
                    sujud menyembah Adam tetapi Iblis 'nggak mau?
                  • nong
                    agaknya umat kristen lupa bahwa yesus tidak mengakui dirinya sebagai mesias YANG TERAKHIR. Yesus memang Almasih (MEsias), tapi cuma mesia kecil, karena kata
                    Message 9 of 26 , Sep 7, 2004
                    • 0 Attachment
                      agaknya umat kristen lupa bahwa yesus tidak mengakui
                      dirinya sebagai mesias YANG TERAKHIR. Yesus memang
                      Almasih (MEsias), tapi cuma mesia kecil, karena kata
                      yesus, akan datang "MESIAs" yang LAIN (yoh 14:16).

                      yesus mesias kecil karena umatnya masih belum mampu
                      mengikuti ajaran yesus (yoh 16:12 Masih banyak hal
                      yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu
                      belum dapat menanggungnya).

                      mesias YANG TERAKHIR itu akan memberikah buah yang
                      baik (pengikut yang beriman). Nabi Muhammad adalah
                      mesias terakhir, yang bukan dari keturunan DAUD. yesus
                      keturunan DAUD. mesias terakhir ini lah yang menjawab
                      harapan Israel akan kebebasan dari penjajahan ROMAWI.
                      ingat ! Islam menghancurkan kerajaan ROMAWI.

                      Yesus bukanlah Mesias TERAKHIR karena yesus keturunan
                      DAUD !

                      Matius 22:41-46
                      Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus
                      bertanya kepada mereka, kata-Nya:
                      22:42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah
                      Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
                      22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian,
                      bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia
                      Tuannya, ketika ia berkata:
                      22:44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di
                      sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di
                      bawah kaki-Mu.
                      22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana
                      mungkin Ia anaknya pula?"
                      22:46 Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya,
                      dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang
                      berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.

                      --- Arijanto <arijanto@...> wrote:

                      > Mas Zulvan ytk,
                      >
                      > Sudah dibilang berkali-kali bahwa itulah cara Yesus
                      > untuk mengajarkan agar
                      > manusia (termasuk murid2-Nya) agar tidak menyembah
                      > kepada "sesuatu" yang
                      > fana. Ketika Yesus masih hidup dgn tubuh nyata (yang
                      > Zhahir, menurut
                      > QS.57:3), Yesus bisa dipegang/ disentuh, maka Yesus
                      > mengajarkan kepada para
                      > pengikut-Nya mulai dari tauhid dasar. Baru setelah
                      > pelajaran mulai meningkat
                      > dan meningkat terus mulailah Yesus sedikit demi
                      > sedikit "mengungkapkan"
                      > siapa sebenarnya Dia.
                      >
                      > Mat 16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah
                      > Mesias, Anak Allah yang
                      > hidup!"
                      > 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau
                      > Simon bin Yunus sebab bukan
                      > manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan
                      > Bapa-Ku yang di sorga."
                      >
                      > Inipun masih dalam lingkungan terbatas karena
                      > misi-Nya belum selesai; dalam
                      > ayat 20 Yesus berkata: "Lalu Yesus melarang
                      > murid-murid-Nya supaya jangan
                      > memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias."
                      >
                      > Kemudian naik satu "tingkatan pemahaman" lagi, Yesus
                      > mengatakan sudah ada
                      > sebelum Abraham ( Yoh 8:58 ). Artinya Yesus
                      > mengatakan bahwa Dia sudah ada
                      > dalam "wujud" yang lain dan bukan seperti saat itu
                      > tubuh berdaging, karena
                      > secara historis-biologis Yesus belum dilahirkan
                      > sebagai manusia.
                      >
                      > Naik satu "tingkatan" lagi, Yesus mengatakan bahwa
                      > Dia dan Bapa adalah Satu
                      > (Yoh 10:30).
                      >
                      > Saat Yesus sudah mempunyai tubuh kekal (Yang Bathin
                      > - menurut QS. 57:3, Dzat
                      > Yang Maha Kudus), yaitu setelah kebangkitan dari
                      > antara orang mati, maka
                      > ditingkatkan lagi "keimanan" mereka disaat-saat
                      > terakhir sebelum kenaikannya
                      > ke sorga dalam ayat2 sbb:
                      >
                      > Mat.28:16-18 Dan kesebelas murid itu berangkat ke
                      > Galilea, ke bukit yang
                      > telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika
                      > melihat Dia mereka
                      > menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
                      > Yesus mendekati mereka dan
                      > berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di
                      > sorga dan di bumi.
                      >
                      > Jadi kata siapa murid-Nya tidak ada yang menyembah
                      > Yesus? Dan saat itu Yesus
                      > tidak menolak apa yang sudah dilakukan oleh beberapa
                      > murid-Nya tsb.
                      >
                      > Dan setelah berada di sorga, Yesus memberikan wahyu
                      > kepada Yohannes berupa
                      > penglihatan yang harus dituliskan.
                      > Wahyu 1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan
                      > setiap mata akan melihat
                      > Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua
                      > bangsa di bumi akan
                      > meratapi Dia. Ya, amin.
                      > 8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah,
                      > yang ada dan yang sudah
                      > ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."
                      >
                      > Dan hingga saat ini Yesus bukan lagi dalam tubuh
                      > yang fana, melainkan dalam
                      > tubuh Yang Kekal, Dzat Yang Maha Kudus, Yang Bathin
                      > itulah yang kami sembah.
                      >
                      > Semoga Tuhan Al Khalik, Sang Putra dan Roh Kudus
                      > memberikan pencerahan
                      > kepada anda semua. Amin.
                      >
                      > Syalom.
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      >
                      > -----Original Message-----
                      > From: A.C. Zulvan [mailto:zac@...]
                      > Sent: Wednesday, June 30, 2004 7:51 PM
                      > To: islam-kristen@yahoogroups.com
                      > Subject: Re: [islam-kristen] Re: Menyembah
                      >
                      >
                      > Dalam kaitannya dengan apakah Yeshua menyatakan
                      > bahwa dirinya adalah PUSAT
                      > KEIMANAN (yang patut disembah sebagai Tuhan), mari
                      > kita coba kaji PENGAJARAN
                      > Yeshua Ha-Masiach.
                      >
                      >
                      >
                      > Umat Kristen percaya bahwa Alkitab memerintahkan
                      > untuk percaya bahwa Yesus
                      > adalah Allah. True or False?
                      >
                      >
                      >
                      > Umat Kristen percaya bahwa Yesus hadir ke dunia
                      > sebagai deklarasi keberadaan
                      > Tuhan yang mengorbankan dirinya demi menebus dosa
                      > umat manusia. True or
                      > False?
                      >
                      >
                      >
                      > Umat Kristen percaya bahwa kita harus percaya kepada
                      > Yesus sebagai Tuhan,
                      > meski murid-murid Yesus sendiri pada waktu itu tidak
                      > tahu dan tidak percaya
                      > bahwa Yesus adalah Allah. True or False?
                      >
                      >
                      >
                      > Sekedar ingin mengetahui kebenaran dari anda
                      > sekalian, sekarang, mari kita
                      > renungkan tentang ajaran Alkitab berikut ini:
                      >
                      >
                      >
                      > Pada masa Yeshua Ha-Masiach berada di bumi,
                      > orang-orang DAPAT MELIHAT diri,
                      > rupa dan wujud Yesus Kristus.
                      >
                      >
                      >
                      > Coba BAYANGKAN kalau diri ANDA sedang DUDUK di
                      > HADAPAN YESHUA, dan Yeshua
                      > ADA di hadapan anda.
                      >
                      >
                      >
                      > BAYANGKAN diri ANDA berada di hadapan Yeshua
                      > Ha-Masiach di saat beliau
                      > sedang mengajar.
                      >
                      >
                      >
                      > Bila anda hadir duduk di sana, maka anda akan dengan
                      > jelas MELIHAT,
                      > MENDENGAR bahkan dapat MEMEGANG dan MENYENTUH TUBUH
                      > YESUS.
                      >
                      >
                      >
                      > Di saat anda hadir di tengah-tengah murid-murid
                      > Yesus, kemudian anda
                      > perhatikan Kristus berkata:
                      >
                      >
                      >
                      > Yoh
                      >
                      > 12:44. Tetapi Yesus berseru kata-ya: "Barangsiapa
                      > percaya kepada-Ku, ia
                      > BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang
                      > telah mengutus Aku;
                      >
                      > 12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia,
                      > yang telah mengutus Aku.
                      >
                      >
                      >
                      > Kemudian anda perhatikan kata-kata Yesus tentang
                      > siapa DIA yang dimaksudkan
                      > oleh Yesus:
                      >
                      >
                      >
                      > "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun
                      > tidak pernah kamu
                      > lihat," (Yoh 5:37)
                      >
                      >
                      >
                      > Coba anda renungkan, Yesus mengajarkan kepada siapa
                      > sesungguhnya manusia
                      > harus percaya.
                      >
                      >
                      >
                      >
                      === message truncated ===




                      __________________________________
                      Do you Yahoo!?
                      Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
                      http://promotions.yahoo.com/new_mail
                    • Kristolog
                      susah amat anda om yoh ? yesus berkata Bapa yang mengutus ku . kok Tuhan sich yesusnya ? mana nih akal sehatmu ... === message truncated ===
                      Message 10 of 26 , Sep 10, 2004
                      • 0 Attachment
                        susah amat anda om yoh ?
                        yesus berkata "Bapa yang mengutus ku". kok Tuhan sich
                        yesusnya ? mana nih akal sehatmu


                        --- Yohannes <samanam@...> wrote:

                        > Anda tentu memahami makna dua frasa di bawah ini:
                        >
                        > [1] Bukan terang, tetapi gelap [kontradiktif]
                        > [2] Bukan terang, tetapi menyilaukan [kumulatif]
                        >
                        > Dengan mencomot sepenggal ayat, Yohanes 12:44, Anda
                        > dapat menganggap
                        > bahwa Yesus Kristus menyatakan seperti nomer [1],
                        > tetapi jika Anda baca
                        > keseluruhan injil Yohanes, maka akan tampak bahwa
                        > Yesus Kristus
                        > menyatakan seperti nomer [2].
                        >
                        > "I�SOUS {Yesus} DE {tetapi} EKRAXEN {Dia berseru}
                        > KAI {dan} EIPEN {Dia
                        > berkata} HO {yang} PISTEU�N {percaya} EIS {kepada}
                        > EME {-Ku} OU {tidak}
                        > PISTEUEI {ia percaya} EIS {kepada} EME {-Ku} ALL
                        > {melainkan} EIS
                        > {kepada} TON {yang} PEMPSANTA {mengutus} ME {-Ku}"
                        >
                        > Coba Anda bandingkan bagaimana New International
                        > Version menerjemahkan
                        > ayat yang Anda maksud, "Then Jesus cried out, 'When
                        > a man believes in
                        > me, he does not believe in me ONLY, but in the one
                        > who sent me.'"
                        >
                        > Ada dua kata sambung (konjungsi) Yunani yang
                        > bermakna "tetapi", yaitu
                        > 'DE' dan 'ALLA', yang pertama sering digunakan untuk
                        > mempertentangkan
                        > dua hal (adversatif dan kontradiktif), namun yang
                        > kedua berbeda karena
                        > membedakan (bukan mempertentangkan), dalam kaidah
                        > tata bahasa disebut
                        > partikel 'superaddition', menambah apa yang
                        > disebutkan sebelumnya. Kata
                        > 'ALLA' ini berasal dari kata 'ALLOS', "yang lain".
                        > Jika suatu kalimat
                        > menggunakan ungkapan "OU .... ALLA ...." maka
                        > maknanya senantiasa
                        > "bukan hanya .... tetapi juga ....", bandingkan
                        > dengan Yohanes 5:18,
                        > 11:52 dan 12:9.
                        >
                        > Mungkinkah seseorang berkata, "yang percaya
                        > kepadaku, bukan percaya
                        > kepadaku, melainkan kepada orang lain"? Untuk apa ia
                        > mengatakan "yang
                        > percaya kepadaku" karena jelas anak kalimat pertama
                        > bertentangan dengan
                        > yang berikutnya.
                        >
                        > * Matius 10:40, "Barangsiapa menyambut kamu, ia
                        > menyambut Aku, dan
                        > barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang
                        > mengutus Aku."
                        >
                        > * Markus 9:37, ""Barangsiapa menyambut seorang anak
                        > seperti ini dalam
                        > nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut
                        > Aku, bukan Aku
                        > yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."
                        >
                        > * Yohanes 5:23, "supaya semua orang menghormati Anak
                        > sama seperti
                        > mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak
                        > menghormati Anak, ia juga
                        > tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia."
                        >
                        > * Yohanes 13:20, "Aku berkata kepadamu:
                        > 'Sesungguhnya barangsiapa
                        > menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan
                        > barangsiapa menerima
                        > Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.'"
                        >
                        > * Yohanes 14:1, "Janganlah gelisah hatimu;
                        > percayalah kepada Allah,
                        > percayalah juga kepada-Ku."
                        >
                        > ----- Original Message -----
                        > From: "A.C. Zulvan" <zac@...>
                        > Sent: Wednesday, June 30, 2004 7:50 PM
                        >
                        > Dalam kaitannya dengan apakah Yeshua menyatakan
                        > bahwa dirinya adalah
                        > PUSAT KEIMANAN (yang patut disembah sebagai Tuhan),
                        > mari kita coba kaji
                        > PENGAJARAN Yeshua Ha-Masiach.
                        >
                        > Umat Kristen percaya bahwa Alkitab memerintahkan
                        > untuk percaya bahwa
                        > Yesus adalah Allah. True or False?
                        >
                        > Umat Kristen percaya bahwa Yesus hadir ke dunia
                        > sebagai deklarasi
                        > keberadaan Tuhan yang mengorbankan dirinya demi
                        > menebus dosa umat
                        > manusia. True or False?
                        >
                        > Umat Kristen percaya bahwa kita harus percaya kepada
                        > Yesus sebagai
                        > Tuhan, meski murid-murid Yesus sendiri pada waktu
                        > itu tidak tahu dan
                        > tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah. True or
                        > False?
                        >
                        > Sekedar ingin mengetahui kebenaran dari anda
                        > sekalian, sekarang, mari
                        > kita renungkan tentang ajaran Alkitab berikut ini:
                        >
                        > Pada masa Yeshua Ha-Masiach berada di bumi,
                        > orang-orang DAPAT MELIHAT
                        > diri, rupa dan wujud Yesus Kristus.
                        >
                        > Coba BAYANGKAN kalau diri ANDA sedang DUDUK di
                        > HADAPAN YESHUA, dan
                        > Yeshua ADA di hadapan anda.
                        >
                        > BAYANGKAN diri ANDA berada di hadapan Yeshua
                        > Ha-Masiach di saat beliau
                        > sedang mengajar.
                        >
                        > Bila anda hadir duduk di sana, maka anda akan dengan
                        > jelas MELIHAT,
                        > MENDENGAR bahkan dapat MEMEGANG dan MENYENTUH TUBUH
                        > YESUS.
                        >
                        > Di saat anda hadir di tengah-tengah murid-murid
                        > Yesus, kemudian anda
                        > perhatikan Kristus berkata:
                        >
                        > Yoh
                        >
                        > 12:44. Tetapi Yesus berseru kata-ya: "Barangsiapa
                        > percaya kepada-Ku, ia
                        > BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang
                        > telah mengutus Aku;
                        >
                        > 12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia,
                        > yang telah mengutus
                        > Aku.
                        >
                        > Kemudian anda perhatikan kata-kata Yesus tentang
                        > siapa DIA yang
                        > dimaksudkan oleh Yesus:
                        >
                        > "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun
                        > tidak pernah kamu
                        > lihat," (Yoh 5:37)
                        >
                        > Coba anda renungkan, Yesus mengajarkan kepada siapa
                        > sesungguhnya
                        > manusia harus percaya.
                        >
                        > Pada saat itu anda sedang duduk di hadapan Yesus,
                        > anda bisa melihat
                        > beliau dan mendengarkan suara beliau, tetapi Yesus
                        > mengatakan "BUKAN
                        > PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)
                        >
                        > Yesus mengajarkan untuk percaya "KEPADA DIA, yang
                        > telah mengutus Aku;"
                        > dan "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU," (Yoh 12:44)
                        >
                        > Sedangkan wujud DIA yang dimaksudkan oleh Yesus
                        > adalah:
                        >
                        > "Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun
                        > tidak pernah kamu
                        > lihat," (Yoh 5:37)
                        >
                        > Bagaimana bisa demikian? Bila Yesus adalah Allah
                        > itu, mengapa Yesus
                        > mengatakan bahwa dirinya BUKAN PUSAT KEPERCAYAAN
                        > manusia itu?
                        >
                        > Di saat anda dapat melihat, mendengar dan menyentuh
                        > tubuh Yesus, Yesus
                        > mengatakan bahwa Allah itu adalah "Kamu tidak pernah
                        > mendengar
                        > suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,"
                        > (Yoh 5:37)
                        >
                        > Kemudian tentang DIA itu Yesus berkata: "Engkau,
                        > satu-satunya Allah
                        > yang benar" (Yoh 17:3)
                        >
                        > Jadi, apakah Yesus memang menginginkan anda percaya
                        > bahwa dirinya
                        > adalah Allah? Atau justru kepercayaan tentang Yesus
                        > adalah Allah itu
                        > adalah bukan ajaran Yesus, sebagaimana beliau
                        > berkata:
                        >
                        > "BUKAN PERCAYA KEPADA-KU, TETAPI KEPADA DIA, yang
                        > telah mengutus Aku;"
                        >
                        > How to explain this?
                        >
                        >
                        === message truncated ===




                        _______________________________
                        Do you Yahoo!?
                        Shop for Back-to-School deals on Yahoo! Shopping.
                        http://shopping.yahoo.com/backtoschool
                      • Yohannes
                        He he he he, emangnya Presiden RI nggak bisa mengutus Megawati? Bukankah sudah ditanggapi sebelumnya bahwa Allah dapat mengutus firman -Nya? * Yesaya 55:11,
                        Message 11 of 26 , Sep 16, 2004
                        • 0 Attachment
                          He he he he, emangnya Presiden RI 'nggak bisa mengutus Megawati?
                          Bukankah sudah ditanggapi sebelumnya bahwa Allah dapat mengutus
                          "firman"-Nya?

                          * Yesaya 55:11, "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia
                          tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan
                          melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang
                          Kusuruhkan kepadanya." - "KEN YIHYEH DEVARI 'ASYER YETSE' MIPI
                          LO'-YASYUV 'ELAY REYQAM KI 'IM-'ASAH 'ET-'ASYER KHAFATSTI VEHITSLIAKH
                          'ASYER SYELAKHTIV"

                          Pelajarilah ungkapan-ungkapan ini...

                          [1] "Ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki", "'ASAH 'ET-'ASYER
                          KHAFATSTI"

                          [2] "Ia akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya",
                          "VEHITSLIAKH 'ASYER SYELAKHTIV"

                          ----- Original Message -----
                          From: "Kristolog" <nonghelman@...>
                          Sent: Friday, September 10, 2004 7:27 PM

                          susah amat anda om yoh ?
                          yesus berkata "Bapa yang mengutus ku". kok Tuhan sich yesusnya ? mana
                          nih akal sehatmu
                        • Mia Sabrina
                          Rukun iman pertama dalam Islam adalah percaya kepada Allah, Tuhan yang Mahakuasa dan Mahaesa. Sebagaimana disiratkan oleh istilah Allah, percaya kepada Allah
                          Message 12 of 26 , Sep 20, 2004
                          • 0 Attachment
                            Rukun iman pertama dalam Islam adalah percaya kepada Allah, Tuhan yang Mahakuasa dan Mahaesa. Sebagaimana disiratkan oleh istilah Allah, percaya kepada Allah merupakan monoteisme yang kuat dan murni. Allah adalah Satu Tuhan. Tidak ada tuhan lain. Allah adalah Tuhan seluruh umat manusia, seluruh bentuk kehidupan, seluruh makhluk, dan seluruh alam. 

                            Segala puji bagi Allah, Tuhan yang menopang seluruh alam.1

                            Allah
                            bukanlah tuhan bangsa atau etnis tertentu di antara banyak tuhan, sebagaimana dinyatakan oleh agama Yahudi awal, dan yang setidaknya diisyaratkan oleh pembacaan atas ayat Perjanjian Lama di bawah ini. Dalam hal ini, harus ditunjukkan bahwa ayat berikut -- ayat pertama dari Sepuluh Perintah -- tidak menyangkal keberadaan tuhan-tuhan lain. Tetapi, ayat tersebut hanya memprioritaskan tuhan yang disembah oleh anak-anak Israel dan menetapkan tuhan tertentu untuk suku tersebut, yaitu "tuhannya Abraham, Ishak, dan Yakub". 


                            Akulah Tuhanmu, yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, keluar dari tempat perbudakan; engkau tidak ada memiliki tuhan-tuhan lain selain Aku.2

                            Namun demikian, bukan hanya Allah itu Satu tanpa ada yang menyamai dan tanpa sekutu, Dia juga Satu dalam keesaan-Nya. Keesaan-Nya tidak memungkinkan adanya mitra atau sekutu dalam bentuk apa pun. Keesaan-Nya tidak menyisakan ruang bagi segala macam konseptualisasi
                            tiga-dalam-satu,** yang dihasilkan dalam pelbagai pembagian sektarian dan perdebatan teologis tanpa-akhir mengenai persoalan-persoalan seperti: Apakah ia tiga pribadi dalam satu substansi,
                            atau tiga pribadi dari substansi serupa? Bagaimanakah kita benar-benar bisa mendefinisikan "pribadi" dan "substansi" itu? Bagaimanakah masing-masing "pribadi" dalam satu "substansi" ini mempertahankan identitasnya masing-masing? "Pribadi" manakah dari "substansi" terpadu itu yang mendahului "pribadi-pribadi" lain? "Pribadi" manakah dari "substansi" terpadu itu yang melahirkan "pribadi" lain? Jika satu "pribadi" melahirkan "pribadi" yang lain, tidakkah "pribadi" pertama mendahului "pribadi" kedua, yang mengisyaratkan suatu masa ketika "pribadi" kedua masih belum eksis? "Pribadi" manakah dari "substansi" terpadu itu yang mengarahkan "pribadi" lain untuk melakukan apa yang harus dilakukan, yaitu, untuk menciptakan dunia dan jagat raya, dan tidakkah hal ini mengisyaratkan bahwa satu "pribadi" tunduk kepada "pribadi" yang lain? Apakah tiga "pribadi" dari "substansi" terpadu itu sama atau tidak sama? Apakah masing-masing dari ketiga "pribadi" dalam "substansi" terpadu itu berbagi dalam wujud "pribadi-pribadi" lain, atau apakah mereka terpisah secara tegas? Dan lain sebagainya.  

                            Persoalan-persoalan di atas telah melahirkan
                            banyak perdebatan tanpa-hasil dan debat kusir. Ia juga banyak melahirkan perpecahan dalam agama Kristen selama hampir dua ribu tahun. Rumusan-rumusan dan kredo-kredo ritualistik dan liturgis, seperti pernyataan bahwa Anak berasal dari Bapa dan Roh Kudus berasal dari Bapa dan Anak, memunculkan lebih banyak pertanyaan dari pada jawabannya. 


                            Dalam
                            Islam, Allah adalah Satu, Satu tanpa sekutu dan Satu dalam kesatuan mutlak. Dia bukanlah satu di antara yang banyak, bahkan juga bukan satu di antara yang lain, tetapi Satu dalam keunikan total. Keunikan-Nya menentang pemahaman total oleh akal manusia fana yang sangat terbatas. Dia tanpa awal dan tanpa akhir. Tidak ada yang sebanding dengan-Nya. Allah adalah Satu Tuhan, di samping-Nya tidak ada tuhan lain. Ekspresi yang paling sempurna, indah, dan sublim mengenai keesaan Allah ini ditemukan dalam Al-Qur'an:

                            Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Mahaesa; Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia."3  


                            Yohannes <samanam@...> wrote:
                            He he he he, emangnya Presiden RI 'nggak bisa mengutus Megawati?
                            Bukankah sudah ditanggapi sebelumnya bahwa Allah dapat mengutus
                            "firman"-Nya?

                            * Yesaya 55:11, "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia
                            tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan
                            melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang
                            Kusuruhkan kepadanya." - "KEN YIHYEH DEVARI 'ASYER YETSE' MIPI
                            LO'-YASYUV 'ELAY REYQAM KI 'IM-'ASAH 'ET-'ASYER KHAFATSTI VEHITSLIAKH
                            'ASYER SYELAKHTIV"

                            Pelajarilah ungkapan-ungkapan ini...

                            [1] "Ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki", "'ASAH 'ET-'ASYER
                            KHAFATSTI"

                            [2] "Ia akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya",
                            "VEHITSLIAKH 'ASYER SYELAKHTIV"

                            ----- Original Message -----
                            From: "Kristolog" <nonghelman@...>
                            Sent: Friday, September 10, 2004 7:27 PM

                            susah amat anda om yoh ?
                            yesus berkata "Bapa yang mengutus ku". kok Tuhan sich yesusnya ? mana
                            nih akal sehatmu





                            Kepada kaum muslimin/muslimah saya berwasiat : Mencari seribu satu alasan untuk memaklumi orang lain adalah cara melatih diri agar berprasangka baik kepada orang beriman dan waspada terhadap orang zhalim, kafir dan musrik


                            Do you Yahoo!?
                            Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
                          • Kristolog
                            COBA TANYA AJA SENDIRI AMA MEGA, SIAPA YG NYURUH DIA DATANG KE TEMPAT GUE DI PADANG? ADA YANG NYURUH ATAU KEMAUANNYA SENDIRI? SAMA YA DISURUH DENGAN KEMAUAN
                            Message 13 of 26 , Sep 22, 2004
                            • 0 Attachment
                              COBA TANYA AJA SENDIRI AMA MEGA, SIAPA YG NYURUH DIA
                              DATANG KE TEMPAT GUE DI PADANG? ADA YANG NYURUH ATAU
                              KEMAUANNYA SENDIRI? SAMA YA DISURUH DENGAN KEMAUAN
                              SENDIRI?

                              --- Yohannes <samanam@...> wrote:

                              > He he he he, emangnya Presiden RI 'nggak bisa
                              > mengutus Megawati?
                              > Bukankah sudah ditanggapi sebelumnya bahwa Allah
                              > dapat mengutus
                              > "firman"-Nya?
                              >
                              > * Yesaya 55:11, "demikianlah firman-Ku yang keluar
                              > dari mulut-Ku: ia
                              > tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi
                              > ia akan
                              > melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil
                              > dalam apa yang
                              > Kusuruhkan kepadanya." - "KEN YIHYEH DEVARI 'ASYER
                              > YETSE' MIPI
                              > LO'-YASYUV 'ELAY REYQAM KI 'IM-'ASAH 'ET-'ASYER
                              > KHAFATSTI VEHITSLIAKH
                              > 'ASYER SYELAKHTIV"
                              >
                              > Pelajarilah ungkapan-ungkapan ini...
                              >
                              > [1] "Ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki",
                              > "'ASAH 'ET-'ASYER
                              > KHAFATSTI"
                              >
                              > [2] "Ia akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan
                              > kepadanya",
                              > "VEHITSLIAKH 'ASYER SYELAKHTIV"
                              >
                              > ----- Original Message -----
                              > From: "Kristolog" <nonghelman@...>
                              > Sent: Friday, September 10, 2004 7:27 PM
                              >
                              > susah amat anda om yoh ?
                              > yesus berkata "Bapa yang mengutus ku". kok Tuhan
                              > sich yesusnya ? mana
                              > nih akal sehatmu
                              >
                              >
                              >




                              __________________________________
                              Do you Yahoo!?
                              Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
                              http://promotions.yahoo.com/new_mail
                            • Yosep MYS
                              Rupanya logika Anda dan rekan-rekan Kristen agak berbeda ya? Dengan asumsi Megawati masih sebagai Presiden RI, maka ada beberapa kemungkinan: 1. Megawati tak
                              Message 14 of 26 , Sep 24, 2004
                              • 0 Attachment
                                Rupanya logika Anda dan rekan-rekan Kristen agak berbeda ya? Dengan
                                asumsi Megawati masih sebagai Presiden RI, maka ada beberapa
                                kemungkinan:
                                1. Megawati tak mungkin mengutus dirinya sendiri untuk pergi ke suatu
                                acara/tempat. Itu namanya bukan mengutus tapi memang sudah tugasnya
                                sebagai Presiden. Saat melaksanakan tugasnya, jabatan Presiden tetap
                                dipangku oleh Megawati, tidak diserahkan ke Hamzah Haz, kecuali memang
                                terjadi sesuatu pada Megawati sehingga beliau tidak lagi bisa
                                memutuskan (misal, meninggal dunia).
                                2. Megawati akan disangka sebagai 'Presiden RI yang GILA' (Maaf, Bu,
                                ini hanya contoh) karena ketika dia mengatakan, "Saya utusan Presiden
                                RI", padahal orang-orang pun tahu bahwa Megawati adalah Presiden RI
                                yang sah saat itu :D (Untungnya, Bu Megawati sang presiden kita belum
                                'segila' itu ;) )
                                3. Presiden RI dijabat oleh SBY yang kemudian mengutus Megawati untuk
                                mewakili dirinya dalam menghadiri suatu acara (itupun kalau Mbak
                                Mega-nya mau :) ).
                                Jadi, sebetulnya pertanyaan Mas Yohannes itu ada benarnya tapi ada
                                salahnya juga, tergantung maksud dan konteks Mas Yohannes dulu apa ;)
                                Tentang firman Allah, menurut pendapat Anda pribadi, menurut gereja,
                                apakah alam semesta ini bukan firman-Nya?

                                Salam
                                Yosep MYS



                                ----- Original Message -----
                                From: Yohannes <samanam@...>
                                Date: Thu, 16 Sep 2004 15:01:16 +0700
                                Subject: [islam-kristen] Re: Menyembah
                                To: Islam-Kristen <islam-kristen@yahoogroups.com>

                                He he he he, emangnya Presiden RI 'nggak bisa mengutus Megawati?
                                Bukankah sudah ditanggapi sebelumnya bahwa Allah dapat mengutus
                                "firman"-Nya?

                                * Yesaya 55:11, "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia
                                tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan
                                melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang
                                Kusuruhkan kepadanya." - "KEN YIHYEH DEVARI 'ASYER YETSE' MIPI
                                LO'-YASYUV 'ELAY REYQAM KI 'IM-'ASAH 'ET-'ASYER KHAFATSTI VEHITSLIAKH
                                'ASYER SYELAKHTIV"

                                Pelajarilah ungkapan-ungkapan ini...

                                [1] "Ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki", "'ASAH 'ET-'ASYER
                                KHAFATSTI"

                                [2] "Ia akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya",
                                "VEHITSLIAKH 'ASYER SYELAKHTIV"

                                ----- Original Message -----
                                From: "Kristolog" <nonghelman@...>
                                Sent: Friday, September 10, 2004 7:27 PM

                                susah amat anda om yoh ?
                                yesus berkata "Bapa yang mengutus ku". kok Tuhan sich yesusnya ? mana
                                nih akal sehatmu
                              • Yohannes
                                Di tahun 1970-an saya pernah magang di instansi pemerintah, yaitu Kejaksaan. Saya pernah mengetik Surat Perintah Jalan, diberikan kepada Kajari (Kepala
                                Message 15 of 26 , Sep 28, 2004
                                • 0 Attachment
                                  Di tahun 1970-an saya pernah "magang" di instansi pemerintah, yaitu
                                  Kejaksaan. Saya pernah mengetik Surat Perintah Jalan, diberikan
                                  kepada Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) untuk menghadiri pertemuan
                                  bidang Wasda (Pengawasan Daerah) yang diadakan di Kejati (Kejaksaan
                                  Tinggi). Tahukah Saudara bahwa yang menandatangani Surat Perintah
                                  Jalan itu adalah Kajari sendiri? Thus, ybs. memerintah diri
                                  sendiri...

                                  ----- Original Message -----
                                  From: "Yosep MYS" <yosep.mys@...>
                                  Sent: Friday, September 24, 2004 5:13 PM

                                  Rupanya logika Anda dan rekan-rekan Kristen agak berbeda ya? Dengan
                                  asumsi Megawati masih sebagai Presiden RI, maka ada beberapa
                                  kemungkinan:

                                  1. Megawati tak mungkin mengutus dirinya sendiri untuk pergi ke suatu
                                  acara/tempat. Itu namanya bukan mengutus tapi memang sudah tugasnya
                                  sebagai Presiden. Saat melaksanakan tugasnya, jabatan Presiden tetap
                                  dipangku oleh Megawati, tidak diserahkan ke Hamzah Haz, kecuali
                                  memang terjadi sesuatu pada Megawati sehingga beliau tidak lagi bisa
                                  memutuskan (misal, meninggal dunia).

                                  2. Megawati akan disangka sebagai 'Presiden RI yang GILA' (Maaf, Bu,
                                  ini hanya contoh) karena ketika dia mengatakan, "Saya utusan Presiden
                                  RI", padahal orang-orang pun tahu bahwa Megawati adalah Presiden RI
                                  yang sah saat itu :D (Untungnya, Bu Megawati sang presiden kita belum
                                  'segila' itu ;) )

                                  3. Presiden RI dijabat oleh SBY yang kemudian mengutus Megawati untuk
                                  mewakili dirinya dalam menghadiri suatu acara (itupun kalau Mbak
                                  Mega-nya mau :) ).

                                  Jadi, sebetulnya pertanyaan Mas Yohannes itu ada benarnya tapi ada
                                  salahnya juga, tergantung maksud dan konteks Mas Yohannes dulu apa ;)

                                  Tentang firman Allah, menurut pendapat Anda pribadi, menurut gereja,
                                  apakah alam semesta ini bukan firman-Nya?

                                  Salam
                                  Yosep MYS
                                • Yosep MYS
                                  Adduuuh... kok makin ngaco sih, Mas? :) Tanggapan saya adalah buat contoh Anda tentang Presiden RI yang mengutus Megawati , bukan tentang Kejari, kalau itu
                                  Message 16 of 26 , Oct 2, 2004
                                  • 0 Attachment
                                    Adduuuh... kok makin ngaco sih, Mas? :) Tanggapan saya adalah buat
                                    contoh Anda tentang "Presiden RI yang mengutus Megawati", bukan
                                    tentang Kejari, kalau itu lain kasus yang harus kita bedah lagi :)
                                    Untuk contoh Anda yang satu ini, kita harus lihat faktanya:
                                    1. Tahun 70-an, tahu sendiri bagaimana birokrasi kala itu, sekarang
                                    saja yang sudah relatif lebih baik masih amburadul, apalagi zaman
                                    70-an :) Sekalipun sudah sesuai prosedur birokrasi, birokrasi macam
                                    itu sangat buruk karena tidak efektif. Masa untuk pergi menghadiri
                                    suatu kegiatan yang memang adalah tugasnya harus menulis Surat
                                    Perintah pada dirinya sendiri. Dimana-mana, Surat Perintah itu ditulis
                                    oleh seseorang yang memiliki kekuasaan lebih untuk orang yang berada
                                    di bawahnya. Kecuali kalau memang Surat Perintah itu tidak beres
                                    seperti SUPERSEMAR (seperti banyak digugat orang akhir-akhir ini).
                                    Tapi, SUPERSEMAR masih lebih mendingan, sekalipun Pak Harto yang
                                    menulisnya untuk dirinya, tapi tetap diakuinya bahwa yang nulisnya
                                    adalah Pak Karno :D
                                    Jadi, untuk kasus Anda sangat keterlaluan lah saya kira... :)
                                    2. Apa urgensinya Sang Kajari menulis SPJ buat dirinya sendiri? Saya
                                    kira lebih tepat jika SPJ diganti dengan AGENDA KEGIATAN :) Kalau
                                    Kajari menulis SPJ untuk Anda laksanakan itu masih wajar, karena itu
                                    berarti sebagai surat pengesahan resmi bahwa Anda ditugasi Kajari.
                                    Jadi penasaran, apakah kalau Sang Kajari tsb. mau makan di restoran
                                    harus nulis dulu SPJ juga? :D
                                    3. Katakanlah benar (baik dari fakta maupun birokrasi dan efektivitas)
                                    SPJ itu dari dan untuk Kajari, dan Kajari melaksanakannya, siapa yang
                                    menjadi Kajari saat itu? Apakah 'sang utusan' Kajari tersebut (yang
                                    tidak lain masih orang yang sama) masih dibilang normal jika dia
                                    mengatakan, "Oh.. Kajari, hanya engkau yang tahu urusan Kajari..."
                                    atau jika dia bilang, "Aku dan Kajari adalah SATU"
                                    Atau apakah Kajari itu ada di ruang dinasnya ketika dia mengutus
                                    dirinya sendiri? :)
                                    Mas Yohannes, mungkin analogi Anda kurang tepat dan tidak masuk logika
                                    manusia normal. Saya paham kok jika Anda ingin menyatakan, "Urusan
                                    tentang Yesus Utusan Tuhan tidak bisa dipahami dengan logika manusia".
                                    Bukan apa-apa, soalnya rekan-rekan Kristen yang berdiskusi pada
                                    akhirnya menyatakan seperti itu. Nah, daripada kelamaan muter-muter
                                    dulu, kalau memang mau menyatakan seperti itu, saya terima kok :)
                                    Kecuali, jika pendapat Anda lain dengan rekan Kristen lainnya, saya
                                    akan terus berdiskusi masalah ini dengan Anda :) Terima kasih
                                    sebelumnya.

                                    Salam
                                    Yosep MYS

                                    PS: Saya pun bisa saja ngaku dan benar-benar melakukan seperti kasus
                                    Anda, tapi dari ukurang logika sehat, itu sama sekali tidak efektif.



                                    ----- Original Message -----
                                    From: Yohannes <samanam@...>
                                    Date: Tue, 28 Sep 2004 19:58:27 +0700
                                    Subject: [islam-kristen] Re: Menyembah
                                    To: Islam-Kristen <islam-kristen@yahoogroups.com>

                                    Di tahun 1970-an saya pernah "magang" di instansi pemerintah, yaitu
                                    Kejaksaan. Saya pernah mengetik Surat Perintah Jalan, diberikan
                                    kepada Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) untuk menghadiri pertemuan
                                    bidang Wasda (Pengawasan Daerah) yang diadakan di Kejati (Kejaksaan
                                    Tinggi). Tahukah Saudara bahwa yang menandatangani Surat Perintah
                                    Jalan itu adalah Kajari sendiri? Thus, ybs. memerintah diri
                                    sendiri...

                                    ----- Original Message -----
                                    From: "Yosep MYS" <yosep.mys@...>
                                    Sent: Friday, September 24, 2004 5:13 PM

                                    Rupanya logika Anda dan rekan-rekan Kristen agak berbeda ya? Dengan
                                    asumsi Megawati masih sebagai Presiden RI, maka ada beberapa
                                    kemungkinan:

                                    1. Megawati tak mungkin mengutus dirinya sendiri untuk pergi ke suatu
                                    acara/tempat. Itu namanya bukan mengutus tapi memang sudah tugasnya
                                    sebagai Presiden. Saat melaksanakan tugasnya, jabatan Presiden tetap
                                    dipangku oleh Megawati, tidak diserahkan ke Hamzah Haz, kecuali
                                    memang terjadi sesuatu pada Megawati sehingga beliau tidak lagi bisa
                                    memutuskan (misal, meninggal dunia).

                                    2. Megawati akan disangka sebagai 'Presiden RI yang GILA' (Maaf, Bu,
                                    ini hanya contoh) karena ketika dia mengatakan, "Saya utusan Presiden
                                    RI", padahal orang-orang pun tahu bahwa Megawati adalah Presiden RI
                                    yang sah saat itu :D (Untungnya, Bu Megawati sang presiden kita belum
                                    'segila' itu ;) )

                                    3. Presiden RI dijabat oleh SBY yang kemudian mengutus Megawati untuk
                                    mewakili dirinya dalam menghadiri suatu acara (itupun kalau Mbak
                                    Mega-nya mau :) ).

                                    Jadi, sebetulnya pertanyaan Mas Yohannes itu ada benarnya tapi ada
                                    salahnya juga, tergantung maksud dan konteks Mas Yohannes dulu apa ;)

                                    Tentang firman Allah, menurut pendapat Anda pribadi, menurut gereja,
                                    apakah alam semesta ini bukan firman-Nya?

                                    Salam
                                    Yosep MYS




                                    Yahoo! Groups Sponsor

                                    ADVERTISEMENT


                                    ________________________________
                                    Yahoo! Groups Links

                                    To visit your group on the web, go to:
                                    http://groups.yahoo.com/group/islam-kristen/

                                    To unsubscribe from this group, send an email to:
                                    islam-kristen-unsubscribe@yahoogroups.com

                                    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
                                  • Yohannes
                                    Saya tanggapi mail ini dulu karena sebenarnya saya mau istirahat untuk sementara dari diskusi seperti tahun-tahun yang lalu. Kebetulan hari ini, 03/10/2004
                                    Message 17 of 26 , Oct 3, 2004
                                    • 0 Attachment
                                      Saya tanggapi mail ini dulu karena sebenarnya saya mau istirahat
                                      untuk sementara dari diskusi seperti tahun-tahun yang lalu.
                                      Kebetulan hari ini, 03/10/2004 adalah hari Minggu, saya dapat
                                      gunakan waktu luang yang ada. Tanggapan atas mail ini -- jika ada --
                                      akan diberikan awal tahun depan yang hanya tinggal beberapa bulan
                                      lagi.

                                      Ilustrasi digunakan untuk mempermudah pembahasan terutama karena ada
                                      yang bertanya apakah mungkin seseorang mengutus dirinya sendiri, dan
                                      sudah saya berikan contoh seperti yang saya alami sendiri, Kajari
                                      menandatangani Surat Perintah Jalan yang diberikan kepada dirinya
                                      sendiri, tidak ditujukan kepada bawahannya. Dasar SPJ itu adalah
                                      perintah dari Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) agar menghadiri
                                      pertemuan antar Kajari. Namanya juga ilustrasi, tentu saja tidak
                                      tepat untuk menggambarkan bagaimana Bapa mengutus Yesus Kristus.

                                      Jika ada yang bertanya, mungkinkah manusia mengutus manusia,
                                      bagaimanakah jawaban Anda? Hal ini dapat diterapkan pada pertanyaan,
                                      mungkinkah Allah mengutus Allah, karena Allah adalah "hakekat"
                                      (Arab: Dzat, Yunani: 'ousia') seperti halnya "manusia". Bapa yang
                                      adalah Allah dapat saja mengutus Sang Firman yang juga memiliki
                                      hakekat Allah, thus Allah mengutus Allah, kecuali jika Anda tidak
                                      sependapat bahwa Allah adalah "hakekat" atau "dzat".

                                      Ali mengutus Badu, thus Ali yang manusia mengutus Badu yang juga
                                      manusia, thus manusia mengutus manusia, kecuali Anda tidak
                                      sependapat bahwa manusia pun merupakan "hakekat" atau "dzat".
                                      Demikian pula...

                                      Bapa mengutus Yesus Kristus sama halnya Allah mengutus Sang Firman,
                                      thus Allah mengutus Allah dan hal ini pernah saya tanggapi dalam
                                      milis yang lain, saya kutip kembali ayatnya.

                                      * Yesaya 55:11, "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia
                                      tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan
                                      melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang
                                      Kusuruhkan kepadanya." - "KÊN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi}
                                      DEVÂRÎ {firman-Ku} 'ASYER {yang} YÊTSÊ' {ia keluar} MIPÎ {dari
                                      mulut-Ku} LO'-YÂSYÛV {tidak ia akan kembali} 'ÊLAY {kepada-Ku}
                                      RÊYQÂM {sia-sia} KÎ {bahwa} 'IM-'ÂSÂH {ia akan melaksanakan}
                                      'ET-'ASYER {yang} KHÂFATSTÎ {Aku berkenan} VEHITSLÎAKH {dan ia
                                      berhasil} 'ASYER {yang} SYELAKHTÎV {Aku utus kepadanya}"

                                      Perhatikan bahwa "firman-Ku" itu selanjutnya menggunakan kata ganti
                                      orang ketiga. Selanjutnya perhatikan kata "SYELAKHTÎV". Kata ini
                                      berasal dari kata "SYÂLAKH", "mengutus" seperti Nuh "mengutus"
                                      seekor burung gagak dan merpati saat air bah, Tuhan "mengutus"
                                      malaikat-Nya (Kejadian 24:7), dan ini salah satu ayat populer dengan
                                      kata "SYÂLAKH".

                                      * Keluaran 3:14, "Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi
                                      firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH
                                      AKU telah 'MENGUTUS' (SYÂLAKH) aku kepadamu." - "VAYO'MER 'ELOHÎM
                                      'EL-MOSYEH 'EHYEH 'ASYER 'EHYEH VAYO'MER KOH TO'MAR LIVNÊY YISRÂ'ÊL
                                      'EHYEH SYELÂKHANÎ 'ALÊYKHEM"

                                      Bukankah Allah dapat "mengutus" firman-Nya seperti Yesaya 55:11 di
                                      atas?

                                      ----- Original Message -----
                                      From: "Yosep MYS" <yosep.mys@...>
                                      Sent: Saturday, October 02, 2004 8:28 PM

                                      Adduuuh... kok makin ngaco sih, Mas? :) Tanggapan saya adalah buat
                                      contoh Anda tentang "Presiden RI yang mengutus Megawati", bukan
                                      tentang Kejari, kalau itu lain kasus yang harus kita bedah lagi :)

                                      Untuk contoh Anda yang satu ini, kita harus lihat faktanya:

                                      1. Tahun 70-an, tahu sendiri bagaimana birokrasi kala itu, sekarang
                                      saja yang sudah relatif lebih baik masih amburadul, apalagi zaman
                                      70-an :) Sekalipun sudah sesuai prosedur birokrasi, birokrasi macam
                                      itu sangat buruk karena tidak efektif. Masa untuk pergi menghadiri
                                      suatu kegiatan yang memang adalah tugasnya harus menulis Surat
                                      Perintah pada dirinya sendiri. Dimana-mana, Surat Perintah itu
                                      ditulis oleh seseorang yang memiliki kekuasaan lebih untuk orang
                                      yang berada di bawahnya. Kecuali kalau memang Surat Perintah itu
                                      tidak beres seperti SUPERSEMAR (seperti banyak digugat orang
                                      akhir-akhir ini).

                                      Tapi, SUPERSEMAR masih lebih mendingan, sekalipun Pak Harto yang
                                      menulisnya untuk dirinya, tapi tetap diakuinya bahwa yang nulisnya
                                      adalah Pak Karno :D

                                      Jadi, untuk kasus Anda sangat keterlaluan lah saya kira... :)

                                      2. Apa urgensinya Sang Kajari menulis SPJ buat dirinya sendiri? Saya
                                      kira lebih tepat jika SPJ diganti dengan AGENDA KEGIATAN :) Kalau
                                      Kajari menulis SPJ untuk Anda laksanakan itu masih wajar, karena itu
                                      berarti sebagai surat pengesahan resmi bahwa Anda ditugasi Kajari.

                                      Jadi penasaran, apakah kalau Sang Kajari tsb. mau makan di restoran
                                      harus nulis dulu SPJ juga? :D

                                      3. Katakanlah benar (baik dari fakta maupun birokrasi dan
                                      efektivitas) SPJ itu dari dan untuk Kajari, dan Kajari
                                      melaksanakannya, siapa yang menjadi Kajari saat itu? Apakah 'sang
                                      utusan' Kajari tersebut (yang tidak lain masih orang yang sama)
                                      masih dibilang normal jika dia mengatakan, "Oh.. Kajari, hanya
                                      engkau yang tahu urusan Kajari..." atau jika dia bilang, "Aku dan
                                      Kajari adalah SATU"

                                      Atau apakah Kajari itu ada di ruang dinasnya ketika dia mengutus
                                      dirinya sendiri? :)

                                      Mas Yohannes, mungkin analogi Anda kurang tepat dan tidak masuk
                                      logika manusia normal. Saya paham kok jika Anda ingin menyatakan,
                                      "Urusan tentang Yesus Utusan Tuhan tidak bisa dipahami dengan logika
                                      manusia".

                                      Bukan apa-apa, soalnya rekan-rekan Kristen yang berdiskusi pada
                                      akhirnya menyatakan seperti itu. Nah, daripada kelamaan muter-muter
                                      dulu, kalau memang mau menyatakan seperti itu, saya terima kok :)

                                      Kecuali, jika pendapat Anda lain dengan rekan Kristen lainnya, saya
                                      akan terus berdiskusi masalah ini dengan Anda :) Terima kasih
                                      sebelumnya.

                                      Salam
                                      Yosep MYS
                                    • Yosep MYS
                                      OK, Mas Yohannes, maaf jika saya membuat Anda aktif kembali :) Saya juga sebenarnya mulai pertengahan Oktober akan pamit sementara dulu, kecuali jika ada
                                      Message 18 of 26 , Oct 3, 2004
                                      • 0 Attachment
                                        OK, Mas Yohannes, maaf jika saya membuat Anda aktif kembali :) Saya
                                        juga sebenarnya mulai pertengahan Oktober akan pamit sementara dulu,
                                        kecuali jika ada perubahan rencana.
                                        Mas Yohannes, saya mengerti bahwa manusia dapat mengutus manusia,
                                        tetapi sangat berbeda dengan Allah SWT. (saya tidak memakai Allah
                                        dalam pengertian Mas Yohannes) yang mengutus Yesus. Antara Ali dan
                                        Badu sekalipun berbeda nama, berbeda orang dan berbeda pribadi, tetap
                                        saja keduanya adalah DUA ORANG MANUSIA, BUKAN SATU ORANG MANUSIA. Saya
                                        belum membicarakan masalaha HAKIKAT.
                                        Tentang firman, apakah firman-Nya itu hanya Yesus? Apa dasarnya jika
                                        Anda menganggap bahwa firman-Nya hanya Yesus? Jawab dulu ini, baru
                                        kita bisa lanjutkan.
                                        Tentang keluaran 3:14, jika kalimat tersebut diubah menjadi kalimat
                                        tak langsung maka akan menjadi:
                                        "Musa mendengar firman Allah bahwa Musa harus mengatakan kepada orang
                                        Israel, bahwa dirinya (diri Musa) telah diutus oleh Allah (AKU adalah
                                        AKU)" Semoga Anda menjadi jelas dengan kalimat tersebut. Coba Anda
                                        lihat, dalam terjemahnya dibedakan antara AKU dengan aku, ingat Mas,
                                        itu bukan Allah. Melainkan AKU adalah untuk TUHAN dan aku untuk Musa.
                                        Demikian yang saya pahami.
                                        Note: Jika ada ayat, "Allah mengutus Roh-Nya" jangan diartikan dulu
                                        sebagai Allah mengutus Allah karena kalimat tersebut bermakna bahwa
                                        Roh-Nya adalah Roh milik Allah, yaitu semua roh yang menghidupkan.


                                        Salam
                                        Yosep MYS


                                        On Sun, 03 Oct 2004 18:02:34 +0700, Yohannes <samanam@...> wrote:
                                        > Saya tanggapi mail ini dulu karena sebenarnya saya mau istirahat
                                        > untuk sementara dari diskusi seperti tahun-tahun yang lalu.
                                        > Kebetulan hari ini, 03/10/2004 adalah hari Minggu, saya dapat
                                        > gunakan waktu luang yang ada. Tanggapan atas mail ini -- jika ada --
                                        > akan diberikan awal tahun depan yang hanya tinggal beberapa bulan
                                        > lagi.
                                        >
                                        > Ilustrasi digunakan untuk mempermudah pembahasan terutama karena ada
                                        > yang bertanya apakah mungkin seseorang mengutus dirinya sendiri, dan
                                        > sudah saya berikan contoh seperti yang saya alami sendiri, Kajari
                                        > menandatangani Surat Perintah Jalan yang diberikan kepada dirinya
                                        > sendiri, tidak ditujukan kepada bawahannya. Dasar SPJ itu adalah
                                        > perintah dari Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) agar menghadiri
                                        > pertemuan antar Kajari. Namanya juga ilustrasi, tentu saja tidak
                                        > tepat untuk menggambarkan bagaimana Bapa mengutus Yesus Kristus.
                                        >
                                        > Jika ada yang bertanya, mungkinkah manusia mengutus manusia,
                                        > bagaimanakah jawaban Anda? Hal ini dapat diterapkan pada pertanyaan,
                                        > mungkinkah Allah mengutus Allah, karena Allah adalah "hakekat"
                                        > (Arab: Dzat, Yunani: 'ousia') seperti halnya "manusia". Bapa yang
                                        > adalah Allah dapat saja mengutus Sang Firman yang juga memiliki
                                        > hakekat Allah, thus Allah mengutus Allah, kecuali jika Anda tidak
                                        > sependapat bahwa Allah adalah "hakekat" atau "dzat".
                                        >
                                        > Ali mengutus Badu, thus Ali yang manusia mengutus Badu yang juga
                                        > manusia, thus manusia mengutus manusia, kecuali Anda tidak
                                        > sependapat bahwa manusia pun merupakan "hakekat" atau "dzat".
                                        > Demikian pula...
                                        >
                                        > Bapa mengutus Yesus Kristus sama halnya Allah mengutus Sang Firman,
                                        > thus Allah mengutus Allah dan hal ini pernah saya tanggapi dalam
                                        > milis yang lain, saya kutip kembali ayatnya.
                                        >
                                        > * Yesaya 55:11, "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia
                                        > tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan
                                        > melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang
                                        > Kusuruhkan kepadanya." - "KÊN {demikian} YIHYEH {ia akan menjadi}
                                        > DEVÂRÎ {firman-Ku} 'ASYER {yang} YÊTSÊ' {ia keluar} MIPÎ {dari
                                        > mulut-Ku} LO'-YÂSYÛV {tidak ia akan kembali} 'ÊLAY {kepada-Ku}
                                        > RÊYQÂM {sia-sia} KÎ {bahwa} 'IM-'ÂSÂH {ia akan melaksanakan}
                                        > 'ET-'ASYER {yang} KHÂFATSTÎ {Aku berkenan} VEHITSLÎAKH {dan ia
                                        > berhasil} 'ASYER {yang} SYELAKHTÎV {Aku utus kepadanya}"
                                        >
                                        > Perhatikan bahwa "firman-Ku" itu selanjutnya menggunakan kata ganti
                                        > orang ketiga. Selanjutnya perhatikan kata "SYELAKHTÎV". Kata ini
                                        > berasal dari kata "SYÂLAKH", "mengutus" seperti Nuh "mengutus"
                                        > seekor burung gagak dan merpati saat air bah, Tuhan "mengutus"
                                        > malaikat-Nya (Kejadian 24:7), dan ini salah satu ayat populer dengan
                                        > kata "SYÂLAKH".
                                        >
                                        > * Keluaran 3:14, "Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi
                                        > firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH
                                        > AKU telah 'MENGUTUS' (SYÂLAKH) aku kepadamu." - "VAYO'MER 'ELOHÎM
                                        > 'EL-MOSYEH 'EHYEH 'ASYER 'EHYEH VAYO'MER KOH TO'MAR LIVNÊY YISRÂ'ÊL
                                        > 'EHYEH SYELÂKHANÎ 'ALÊYKHEM"
                                        >
                                        > Bukankah Allah dapat "mengutus" firman-Nya seperti Yesaya 55:11 di
                                        > atas?
                                      • Kristolog
                                        si bapak dapat utus anaknya, anak adalah hakekatnya sama dgn bapaknya yakni manusia. ini saya setuju banget. tapi apakah anda hendak mengatakan bahwa kalian
                                        Message 19 of 26 , Oct 12, 2004
                                        • 0 Attachment
                                          si bapak dapat utus anaknya, anak adalah hakekatnya
                                          sama dgn bapaknya yakni manusia. ini saya setuju
                                          banget. tapi apakah anda hendak mengatakan bahwa
                                          kalian punya dua tuhan???

                                          contoh anda tidak tepat mengingat anda berkata Allah
                                          menjelma menjadi manusia.

                                          doktrin yesus adalah 100%manusia dan 100% tuhan juga
                                          tidak tepat karena jika Allah menjadi manusia
                                          berarti yesus itu 100% manusia dong. karena telah
                                          meninggalkan hakekat ke allahannya....

                                          bingungin aja loh!!!!


                                          --- Yohannes <samanam@...> wrote:

                                          > Yang mengutus memiliki kedudukan yang lebih tinggi,
                                          > itu betul, tetapi
                                          > dari segi hakekat, mereka itu sama. Ayah dapat
                                          > mengutus anaknya pergi
                                          > ke warung untuk berbelanja, namun hakekat sang anak
                                          > tetap tidak
                                          > berubah, ia tetap sebagai manusia, tidak berubah
                                          > hakekat menjadi
                                          > kambing atau kucing.
                                          >
                                          > Demikian pula dengan Yesus Kristus, secara hakekat
                                          > Dia adalah "Allah".
                                          >
                                          > Dalam pemikiran Yahudi, jika seseorang berkata, maka
                                          > perkataannya
                                          > merupakan utusannya. Pemikiran inilah -- Allah
                                          > berfirman maka Dia
                                          > mengutus firman-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya
                                          > -- yang digunakan
                                          > oleh Allah tatkala Dia berfirman, begini:
                                          >
                                          > * Yesaya 55:11, "demikianlah firman-Ku yang keluar
                                          > dari mulut-Ku: ia
                                          > tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi
                                          > ia akan
                                          > melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil
                                          > dalam apa yang
                                          > Kusuruhkan kepadanya." - "K�N {demikian} YIHYEH {ia
                                          > akan menjadi}
                                          > DEV�R� {firman-Ku} 'ASYER {yang} Y�TS�' {ia
                                          > akankeluar} MIP� {dari
                                          > mulut-Ku} LO'-Y�SYUV {tidak ia akan kembali} '�LAY
                                          > {kepada-Ku} R�YQ�M
                                          > {sia-sia} K� {karena} 'IM-'�S�H {ia akan melakukan}
                                          > 'ET-'ASYER {yang}
                                          > KH�FATST� {Aku menghendaki} VEHITSL�AKH {dan ia
                                          > berhasil} 'ASYER {yang}
                                          > SYELAKHT�V {Aku mengutusnya}"
                                          >
                                          > ----- Original Message -----
                                          > From: "Tamam" <gochi@...>
                                          > To: <islam-kristen@yahoogroups.com>
                                          > Sent: Wednesday, July 14, 2004 10:51 AM
                                          > Subject: Re: [islam-kristen] Re: Menyembah
                                          >
                                          > ikut nimbrung dikit ...
                                          >
                                          > Jika kita seorang utusan maka tentu akan berkata
                                          > seperti Yesus.
                                          >
                                          > Misalkan saya diutus oleh pak Kades untuk
                                          > menyampaikan kepada warga
                                          > mengenai akan kedatangan pak Camat. Kemudian saya
                                          > mengumumkan kepada
                                          > warga agar mulai besuk warga segera mengecat
                                          > rumahnya serta
                                          > membersihkan lingkungannya karena akan ada kunjungan
                                          > pak Camat. Ketika
                                          > ada beberapa warga yang nggak percaya kalau akan ada
                                          > pak Camat datang.
                                          > (ah sok tahu lo, emang kamu saudaranya pak Camat apa
                                          > ? komentar mereka)
                                          > Maka saya akan bicara Kalian boleh saja nggak
                                          > percaya sama aku tetapi
                                          > percayalah sama pak Kades yang mengutus aku. Karena
                                          > aku hanyalah
                                          > ututsannya pak Kades. Apakah kalian lebih mengetahui
                                          > tentang akan ada
                                          > kunjungan atau tidak daripada pak Kades.
                                          >
                                          > Itulah bedanya cara menyampaikan seorang utusan
                                          > dengan yang bukan
                                          > utusan. Jika Yesus = Allah = Anak = Bapa = Sang
                                          > Pencipta, tentu tidak
                                          > ada lagi sebutan Utusan dan Yang Mengutus. Karena
                                          > Utusan >< Yang
                                          > Mengutus. Yang Mengutus mempunyai kedudukan lebih
                                          > tinggi dari Utusan.
                                          >
                                          >
                                          >




                                          _______________________________
                                          Do you Yahoo!?
                                          Declare Yourself - Register online to vote today!
                                          http://vote.yahoo.com
                                        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.